Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH

“HUBUNGAN NEGARA HUKUM DENGAN HAK ASASI MANUSIA”

Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Kewarganegaraan

Dosen Pembimbing :

Maulidi Syamsid Dluha, M.Pd

Disusun oleh :
MOH. SURYADI (1931800007)

IRMA DAMAYANTI (1931800013)

ROFIATUL HUSNA (1931800015)

AULYA SEPTIARINI (1931800017)

FAKULTAS KESEHATAN UNIVERSITAS NURUL JADID

PRODI S1 KEPERAWATAN

PAITON - PROBOLINGGO

2020/2021
KATA PENGANTAR

Alhamdulillah puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT, karena atas ridho Allah
SWT kami dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul Hubungan Negara
Hukum Dan Ham tidak ada gading yang tak retak, dan kita tahu semua walaupun
manusia merupakan makhluk yang sempurna ciptaan Allah SWT dari makhluk
lainnya, tetapi tidak ada satupun manusia yang tak luput dari kesalahan, jadi apabila
ada kesalahan dalam makalah ini kami mohon maaf sebesar-besarnya. Kritik dan
saran yang mendukung untuk kebaikan makalah ini sangat kami harapkan, semoga
makalah ini dapat berguna bagi kita semua, amin.

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..................................................................................................................i
DAFTAR ISI..............................................................................................................................ii
BAB I.........................................................................................................................................1
PENDAHULUAN......................................................................................................................1
A. Latar Belakang................................................................................................................1
B. Rumusan Masalah...........................................................................................................2
C. Tujuan..............................................................................................................................2
BAB II........................................................................................................................................3
PEMBAHASAN........................................................................................................................3
A. Definisi Hak Asasi Manusia (Human Right)..................................................................3
B. Macam-Macam Hak Asasi Manusia...............................................................................4
C. Ciri Pokok Hakikat HAM...............................................................................................4
D. Definisi negara hukum....................................................................................................5
E. Ciri- ciri Negara Hukum.................................................................................................6
F. Hubungan Negara Hukum Dan Ham..............................................................................6
BAB III.......................................................................................................................................9
PENUTUP..................................................................................................................................9
A. Rangkuman.....................................................................................................................9
DAFTAR PUSTAKA...............................................................................................................10

ii
iii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Negara Republik Indonesia adalah negara hukum berdasarkan Pancasila dan


Undang-undang Dasar 1945 yang bertujuan mewujudkan kehidupan bangsa yang

sejahtera, aman, tenteram, dan tertib. Hukum adalah Seperangkat Dan Kaidah yang
mengatur kehidupan manusia dalam masyarakat dan meliputi juga lembaga dan proses yang
mewujudkan berlakunya kaidah tersebut dalam kenyataan
Dalam mewujudkan tata kehidupan tersebut diperlukan upaya untuk
menegakkan keadilan, kebenaran, ketertiban, dan kepastian hukum yang mampu
memberikan pengayoman kepada masyarakat. Salah satu upaya untuk mewujudkan
hal tersebut adalah melalui penghormatan dan perlindungan terhadap hak asasi
manusia. Perwujudan tersebut dapat dilakukan dengan menegakkan prinsip-prinsip

hak asasi manusia serta menindak tegas bagi pelaku pelanggaran hak asasi manusia.
Ham Muncul sebagai jawaban dari banyaknya penindasan Manusia oleh penguasa yang tirani
sehingga tumbuh kesadaran akan harkat dan martabatnya sebagai manusia.
Perlindungan HAM universal di hasilkan setelah setelah pasca perang Dunia
II, majelis umum PBB menyetujui Deklarasi Universal Ham pada tgl 10 november
1948. Munculnya Deklarasi karena banyaknya kejadian di luar prikemanusian yang
menimbulkan korban jiwa manusia dalam jumlah besar. Hak Asasi Manusia (HAM)
bersifat universal, oleh karena itu harus dihormati, dilindungi, dan tidak boleh
diabaikan, dikurangi, atau dirampas oleh siapapun, sehingga manusia dapat
mengembangkan diri pribadi, peranan dan sumbangannya bagi kesejahteraan hidup
manusia. Tujuan HAM yaitu mempertahankan hak-hak dasar manusia yang mutlak
dimiliki oleh setiap manusia sebagai individu sejak lahir hingga mati. (H.Lauterpact,
International Law and Human Right, [London:1950]).

1
B. Rumusan Masalah

1. Apa definisi hak asasi manusia (HAM)?


2. Ada Berapa Macam Macam HAM?
3. Bagaimana Ciri Pokok Hakikat Ham?
4. Apa definisi negara hukum?
5. Bagaimana Ciri Ciri Negara Hukum?
6. Bagaimana hubungan negara hukum dengan hak asasi manusia?

7. Tujuan

1. Untuk mengetahui definisi hak asasi manusia (HAM)


2. Untuk mengetahui Macam Macam HAM
3. Untuk menetahui Ciri Pokok Hakikat Ham
4. Untuk mengetahui definisi negara hukum
5. Untuk mengetahui Ciri Ciri negara hukum
6. Untuk mengetahui hubungan negara hukum dengan hak asasi manusia

2
BAB II

PEMBAHASAN

A. Definisi Hak Asasi Manusia (Human Right)

Mulai lahir, manusia telah mempunyai hak asasi dimana secara kodrati hak
asasi manusia ( HAM ) sudah melekat dalam diri manusia dan tak ada satupun orang
yang berhak mengganggu gugat karena HAM bagian dari anugrah Tuhan, itulah
keyakinan yang dimiliki oleh manusia yang sadar bahwa kita semua makhluk ciptaan
Tuhan yang memiliki derajat yang sama dengan manusia lainnya sehingga mesti
berhak bebas dan memiliki martabat serta hak-hak secara sama. [ CITATION Sar17 \l 1057
]
Dalam sudut pandang lain, hak asasi manusia ( disingkat HAM ) adalah hak-
hak dasar yang dimiliki oleh setiap manusia, yang melekat sejak lahir sebagai
anugerah Tuhan Yang Maha Esa. Jadi, hak asasi manusia tidak bersumber dari Negara
atau hukum, tetapi dari Tuhan sebagai pencipta alam semesta, sehingga hak asasi
manusia harus dipenuhi dan tidak dapat diabaikan.
HAM menurut KBBI: mengartikan pengertian HAM sebagai hak yang
dilindungi oleh PBB, yang termasuk di dalamnya adalah hak untuk merdeka, hak
untuk memiliki pendapat, termasuk juga hak untuk mengeluarkannya, serta hak untuk
hidup

Di dalam Undang-Undang No. 39 Tahun 1999 dinyatakan bahwa, hak asasi


manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia
sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugrah-Nya yang wajib
dihormati, dijunjung tinggi, dan dilindungi oleh Negara hukum, pemerintahan, dan
setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia.
Secara harfiah, Hak Asasi Manusia adalah hak pokok atau hak dasar yang
dibawa oleh manusia sejak lahir yang secara kodrat melekat pada setiap manusia dan
tidak dapat di ganggu gugat karena merupakan anugerah Tuhan Yang Maha Esa, atau
dapat dikatakan HAM merupakan penghargaan terhadap derajat dan martabat
manusia yang merupakan pengakuan yang nyata bahwa manusia adalah manusia
[ CITATION Ham12 \l 1057 ]

3
Bagi Indonesia, penegakan HAM merupakan prinsip yang selalu dipegang
teguh. Sebagai bangsa yang pernah mengalami penjajahan maka pendiri republik kita
ini sadar akan arti HAM dalam kegiatan bernegara. Hal ini terlihat dari penempatan
prinsipprinsip serta hak-hak yang paling fundamental ini di dalam Undang-Undang
Dasar Republik Indonesia Tahun 1945 yang justru lahir lebih dahulu dari Universal
Declaration of Human Right.Disamping itu, gagasan negara hukum yang demokratis
tempat di mana hakasasi manusia (HAM) diakui, dihormati dan dilindungi telah
dikemukakan oleh para perintis kemerdekaan Republik Indonesia. Gagasan dan
Konsep Negara Hukum dan Demokrasi tempat di mana HAM dimajukan dan
dilindungi terus hidup dan membara dipikiran dan hati para pendiri bangsa. Hal itu
nampak nyata pada penyusunan konstitusikonstitusi yang berlaku di Indonesia.

C. Macam-Macam Hak Asasi Manusia

Berikut ini adalah macam-macam HAM :


1. Hak Asasi Pribadi (Pesonal Rights), adalah hak yang meliputi kebebasan
menyatakan pendapat, kebebasan memeluk agama, kebebasan bergerak,
kebebasan untuk aktif setiap organisasi atau perkumpulan dan sebagainya.
2. Hak Asasi Ekonomi (Property Rights), adalah hak untuk memiliki,  membeli,
damn menjual, serta memanfaatkan sesuatu.
3. Hak Asasi Politik (Politic Rights), adalah hak ikut serta dalam
pemerintahan,hak pilih maksudnya hak untuk dipilih.
4. Hak Asasi Hukum (Rights of Legal Equality), adalah hak untuk mendapatkan
perlakuan yang sama dalam hukum dan pemerintahan.
5. Hak Asasi Sosial dan Budaya (Social and Culture Rights), adalah hak yang
menyangkut dalam masyarakat yakni untuk memilih pendidikan, hak untuk
mengembangkan kebudayaan dan sebagainya.
6. Hak Asasi Peradilan (Procedural Rights), adalah hak untuk
mendapatkanperlakuan tata cara peradilan dan perlindungan, misalnya
peraturan dalam halpenahanan, penangkapan, dan penggeledahan .

D. Ciri Pokok Hakikat HAM

Berdasarkan beberapa rumusan HAM di atas, dapat ditarik kesimpulan tentang


beberapa ciri pokok hakikat HAM yaitu:

4
1. HAM tidak perlu diberikan, dibeli ataupun diwarisi. HAM adalah bagian
dari manusia secara otomatis.
2. HAM berlaku untuk semua orang tanpa memandang jenis kelamin, ras,
agama, etnis, pandangan politik atau asal-usul sosial dan bangsa.
3. HAM tidak bisa dilanggar. Tidak seorangpun mempunyai hak untuk
membatasi atau melanggar hak orang lain. Orang tetap mempunyai HAM
walaupun sebuah Negara membuat hukum yang tidak melindungi atau
melanggar HAM (Mansyur Fakih, 2003).

E. Definisi negara hukum

Negara Hukum adalah negara yang penyelengaraan kekuasaan


pemerintahanya di dasarkan atas hukum. Di dalamnya pemerintah dan lembaga-
lembaga lain dalam melaksanakan tindakan apa pun harus dilandasi oleh hukum dan
dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Dalam Negara hukum, kekuasaan
menjalankan pemerintahan berdasarkan kedaulatan hukum dan bertujuan untuk
menyelenggarakan ketertiban hukum

Negara hukum merupakan terjemahan dari istilah rechsstaat atau rule of law.
Istilah rechsstaat diberikan oleh ahli ahli hukum Eropa Kontinental, sedang istilah rule
of law diberikan oleh ahli hukum Anglo-saxon.rechsstaat atau rule of law itu sendiri
dapat dikatakan sebagai bentuk perumusan yuridis dari gagasan konstitusionalisme.
Negara yang menganut gagasan ini dinamakan contitutional state atau rechsstaa.Oleh
karna itu, konstitusi dan Negara hukum merupakan dua lembaga yang tak terpisahkan

Pengertian mengenai negara hukum juga dikemukan oleh Aristoteles, seorang


ahli pikir dari Yunani berpendapat bahwa yang dimaksud dengan negara hukum
adalah negara yang berdiri di atas hukum yang menjamin keadilan dan kemerdekaan
bagi seluruh warga negara. Soediman Kartohadiprodjo berpendapat sama dengan apa
yang dikemukakan oleh Aristoteles yang mengartikan negara hukum sebagai negara
di mana nasib dan kemerdekaan orang-orang di dalamnya dijamin sebaik-baiknya
oleh hukum.Adapun pengertian-pengertian yang telah disebutkan para ahli di atas
dapat diambil intinya yaitu menitik beratkan pada urgensi negara untuk menegakkan
hukum. Dalam konteks ini menegakkan hukum baik dalam lalu lintas perorangan

5
maupun tindak tanduk pemerintah terhadap warga negaranya yang harus berlandaskan
hukum demi mewujudkan keadilan.

F. Ciri- ciri Negara Hukum

Negara hukum (rechtsstaat) memiliki ciri-ciri antara lain:

1. Adanya Undang-Undang Dasar atau konstitusi yang memuat ketentuan tertulis


tentang hubungan antara penguasa dan rakyat.
2. Adanya pembagian kekuasaan Negara.
3. Diakui dan dilindunginya hak-hak kebebasan rakyat.

Ciri-ciri di atas menunjukkan bahwa ide sentral rechtsstaat adalah pengakuan


dan perlindungan terhadap hak-hak asasi manusia yang bertumpu atas prinsip
kebebasan dan persamaan. Adanya Undang-Undang Dasar akan memberikan jaminan
konstitusional terhadap asas kebebasan dan persamaan. Adanya pembagian kekuasaan
untuk menghindari penumpukan kekuasaan dalam satu tangan yang sangat cenderung
pada penyalahgunaan kekuasaan yang berarti pemerkosaan terhadap kebebasan dan
persamaan.

G. Hubungan Negara Hukum Dan Ham

Konsep negara hukum yang dianut dalam Undang-Undang Dasar Republik


Indonesia Tahun 1945 adalah negara hukum yang aktif dan dinamis. Model negara
hukum seperti ini menjadikan sebagai pihak yang aktif berorientasi pada pemenuhan
dan perwujudan kesejahteraan rakyat sesuai dengan prinsipwelvaarstaat [ CITATION
Rid12 \l 1057 ]

Sebagai negara hukum, segala tindakan penyelenggara negara dan warga


negara harus sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. Hukum dalam hal ini adalah
hierarki tatanan norma yang berpuncak pada konstitusi, yaitu Undang-Undang Dasar
Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Disamping itu, hukum yang diterapkan dan
ditegakkan harus mencerminkan kehendak rakyat, sehingga harus menjamin adanya
peran serta warga negara dalam proses pengambilan keputusan kenegaraan. Hukum
tidak dibuat untuk menjamin kepentingan kepentingan beberapa orang yang berkuasa,

6
melainkan untuk menjamin kepentingan segenap warga negara [ CITATION Gaf12 \l 1057
]

Hans Kelsen memberikan argumentasi bahwa dalam kaitan negara hukum


yang juga merupakan negara demokratis setidak-tidaknya harus memiliki 4 (empat)
syarat rechtsstaat. Pertama, negara yang kehidupannya sejalan dengan konstitusi dan
Undang-Undang; kedua, negara yang mengatur mekanisme pertanggung jawaban atas
setiap kebijakan dan tindakan yang dilakukan oleh penguasa; ketiga, negara yang
menjamin kemerdekaan kekuasaan kehakiman serta adanya peradilan administrasi
negara; dan keempat, negara yang memilindungi hak asasi manusia[ CITATION Sim14 \l
1057 ]. Dari argumen yang diberikan oleh Hans Kelsen tersebut dapat di simpulkan
bahwa konsep hak asasi manusia tidak dapat dipisahkan dengan keberadaan Negara
hukum yang tentunya mengedepankan dan melindungi hak asasi manusia. Oleh
karena itu berbicara Negara hukum tentunya tidaklah mungkin terlewatkan
pembahasan tentang HAM.

Menurut Sri Soemantri yang terpenting dalam Negara Hukum, yaitu :


Pemerintahan dalam menjalankan tugas dan kewajibannya harus berdasarkan hukum
atau peraturan perundang – undangan, Adanya jaminan terhadap hak - hak asasi manusi,
Adanya pembagian kekuasaan dalam negara, Adanya pengawasan dari badan - badan
peradilan.

Jika berdasarkan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi


Manusia, Pasal 1 ayat (1) dinyatakan bahwa: hak asasi manusia adalah seperangkat
hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang
Maha Esa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi, dan
dilindungi oleh negara hukum, pemerintahan, dan setiap orang demi kehormatan serta
perlindungan harkat dan martabat manusia. Prinsip pengakuan dan perlindungan
terhadap hak-hak asasi manusia, merupakan bagian dari prinsip perlindungan hukum.
Istilah hak asasi manusia di Indonesia, sering disejajarkan dengan istilah hak-hak
kodrat, hak-hak dasar manusia. natural rights, human rights, fundamental rights,
gronrechten, mensenrechten, rechten van den mens danfundamental rechtenMenurut
Philipus M Hadjon di dalam hak (rights), terkandung adanya suatu tuntutan (claim).
[ CITATION Kha15 \l 1057 ]

7
Pilihan kebijakan hukum (legal policy) bahwa Indonesia adalah merupakan
negara hukum telah dianut selama 60 tahun. Sebagai konsekuensi, terlepas dari
konsep acuan yang dianut, apakah konsep Rechtsstaat dari tradisi Eropa Kontinental
(Civil Law), atau konsep Rule of Law tradisi Anglo Saxon (Common Law), masalah
penegakan supremasi hukum dan penghormatan (Respect), perlindungan (protect),
serta pemenuhan (fulfill), hak asasi manusia (HAM) haruslah menjadi pilar utama
penyelenggaraan negara, disamping adanya pembagian kekuasaan dalam mekanisme
checks and balances dengan dijaminnya independensi yudisial [ CITATION Soe11 \l 1057
]

Menurut M. Tahir Azharry, menyebutkan salah satu ciri dari negara hukum
pancasila ialah adanya asas negara kekeluargaan. Dalam suatu negara keleuargaan
terdapat pengakuaan terhadap hak-hak individual (termasuk pula hak milik ataupun
hak asasi tetapi dengan tetap mengutamakan kepentingan nasional (kepentingan
bersama) diatas kepentingan individu. Disamping karakter, konsep negara hukum
pancasila juga memiliki beberapa prinsip yang salah satunya, adanya perlindungan
HAM dengan jaminan hukum bagi tuntutan penegakannya melalui proses yang adil.
Perlindungan terhadap HAM ini dimasyarakatkan secara luas untuk mempromosikan
penghormatan perlindungan terhadap HAM sebagi ciri yang penting suatu negara
hukum yang demokratis [ CITATION Kie13 \l 1057 ]

Negara hukum Indonesia memiliki ciri-ciri khas Indonesia. Salah satu ciri
pokok dalam negara hukum pancasila adanya jaminan terhadap kebebasan beragama
sebagai pengakuan terhadapa HAM. Tetapi kebebasan yang dimaksud merupakan
kebebasan dalam arti positif, yang mana tidak ada tempat bagi ateisme atau
propaganda anti agama di bumi Indonesia.

8
BAB III

PENUTUP

A. Rangkuman

Indonesia adalah negara hukum termuat dalam Pasal 1 ayat (3) Undang-
Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945. Meskipun dalam penjelasan Undang-
Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945 digunakan istilah rechtsstaat, namun
yang dianut oleh negara Indonesia bukanlah konsep rechtsstaat maupun rule of law.
Alasannya, Konsep negara hukum sebenarnya bukanlah konsep yang lahir dari
kebudayaan Indonesia melainkan dari dunia barat. Sebagai negara yang berlandaskan
pancasila konsep negara hukum Indonesia merupakan konsep negara hukum
pancasila. Berbicara mengenai perlindungan HAM dalam konsep negara hukum, baik
rechtsstaat, rule of law maupun negara hukum pancasila sama sama mengakui adanya
jaminan dan perlindungan terhadap HAM. Dalam konteks negara hukum HAM telah
termuat di dalam pancasila. Dalam sila pertama misalnya. Ketuhanan Yang Maha Esa,
dalam sila ini pada prinsipnya telah menegaskan adanya kebebasan bagi setiap warga
negara untuk memeluk agamanya masing-masing dan beribadah sesuai dengan agama
dan kepercayaannya, namun tetap dalam arti yang positif.

9
DAFTAR PUSTAKA

Gaffar, J. (2012). Demokrasi Konstitusional Praktik Ketatanegaraan Indonesia Setelah Perubahan


UUD 1945. Jakarta: Konstitusi Press. .

Hamidi. (2012). Teori Hukum Tata Negara. jakarta : A Turning Point of The State, .

Khairazi,, F. (2015). Implementasi Demokrasi dan Hak Asasi Manusia di indonesia. Inovatif, Vol. VIII,
(No.1), 72-94. .

Kiemas, , J. (2013). Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara Sebagai Sumber Moralitas dan
Hukum Nasional. Jakarta: Universitas Trisakti.

Ridwan, Z. (2012). Negera Hukum Indonesia Kebalikan Nachtwachterstaat. Fiat Justisia Jurnal Ilmu
Hukum, Vol 5,141-152.

Sarinah, d. (2017). pendidikan pancasila dan kewarganegaraan . Yogyakarta : Deepublish.

Simamora, J. (2014). Tafsir Makna Negara Hukum Dalam Persfektif Undang-Undang Dasar Negara
Republik IndonesiaTahun 1945. Jurnal Dinamika Hukum, Vol. 14, (No. 3). 548-561 .

Soehino. (2011). Hukum Tata Negara Bunga Rampai Hukum, Politik, Demokrasi, dan Pemerintahan di
Negara Republik Indonesia. Yogyakarta: Cet-1, BPFE. .

10