Anda di halaman 1dari 17

100-0-100

Bab 2 Profil Kabupaten Sukabumi


Keberhasilan adalah kemampuan untuk melewati dan mengatasi dari satu kegagalan ke
kegagalan berikutnya tanpa kehilangan semangat.(Winston Chuchill)
2.1 Karakteristik Wilayah

a. Geografis dan Administrasi

Kabupaten Sukabumi termasuk ke dalam wilayah Provinsi Jawa Barat. Secara geografis
Kabupaten Sukabumi terletak antara 106049’ – 107000’ Bujur Timur dan 6057’ – 7025’ Lintang
Selatan dan secara administrasi terdiri atas 47 kecamatan, 381 desa dan 5 kelurahan. Sampai dengan
akhir tahun 2013 terdapat 3.709 RW dan 14.205 RT. Menurut data pendataan potensi desa, dari 386
desa dan kelurahan yang ada, wilayah yang dikatagorikan masuk perkotaan sebanyak 67
desa/kelurahan dan sisanya 319 desa merupakan katagori perdesaan. Ibukota Kabupaten terletak di
Kecamatan Pelabuhanratu.Luas Kabupaten Sukabumi adalah sekitar 4.128 km2 atau 416.111 ha.
Batas-batas wilayah Kabupaten Sukabumi adalah sebelah utara berbatasan dengan
Kabupaten Bogor, sebelah selatan berbatasan dengan Samudera Indonesia/ Hindia, sebelah
barat berbatasan dengan Kabupaten Lebak Provinsi Banten dan Samudera Indonesia/ Hindia
dan sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Cianjur. Kabupaten Sukabumi juga berbatasan
secara langsung dengan wilayah Kota Sukabumi yang merupakan daerah kantong (enclave)
yang dikelilingi beberapa wilayah kecamatan di Kabupaten Sukabumi. Kota Sukabumi dengan
wilayah-wilayah Kabupaten Sukabumi mempunyai hubungan yang bersifat fungsional, dimana
Kota Sukabumi merupakan salah satu pusat (nodal) bagi wilayah-wilayah Kabupaten Sukabumi
yang mengelilinginya (hinterland). Jarak dari ibukota Propinsi Jawa Barat adalah 95 km sedangkan
jarak terhadap ibukota Negara sejauh 120 km. Peta Administrasi Kecamatan di Wilayah Kabupaten
Sukabumi tertera pada Gambar 2.1.

Gambar 2.1.Peta Administrasi Kabupaten Sukabumi


b. Topografi
Kemiringan lereng di wilayah Kabupaten Sukabumi cukup bervariasi berkisar antara 0 – 40
persen.Daerah pesisir pantai memiliki kemiringan lebih landai bila dibandingkan dengan daerah di
bagian tengah Kabupaten Sukabumi. Daerah pesisir bagian barat cenderung lebih terjal
dibandingkan dengan daerah pesisir lainnya. Daerah yang memiliki kemiringan 25-40 persen
sebagian besar ada di wilayah utara dan barat yaitu disekitar Gunung Gede dan Gunung Halimun
Salak. Sebaran wilayah Kabupaten Sukabumi berdasarkan kemiringan lereng didominasi oleh daerah
dengan kemiringan lereng 15 – 25% mencapai 60,00 persen. Kelas lereng kedua didominasi oleh
kemiringan lereng 25-40% mencapai 21,20 persen dan diikuti kemiringan lereng 8 – 15% mencapai
7,82 persen. Kelas lereng wilayah Kabupaten Sukabumi tertera pada Tabel 2.1 dan Gambar 2.2.

Tabel 2.1.Kemiringan lereng wilayah Kabupaten Sukabumi


No Kelas Lereng Luas (ha) Persentase (%)
1 0–3% 22.423 5,39
2 3–8% 5.153 1,24
3 8 – 15 % 32.542 7,82
4 15 – 25% 250.747 60,26
5 25 – 40 % 88.240 21,20
6 > 40 % 17.006 4,09
Jumlah 416.111 100,0
Sumber : BBSDLP (2010).

Gambar 2.2.Peta Kemiringan Lereng di Wilayah Kabupaten Sukabumi


c. Morfologi dan Ketinggian Wilayah
Bentuk permukaan tanah (morfologi) wilayah Kabupaten Sukabumi bervariasi dari datar,
bergelombang, berbukit, sampai bergunung. Bentuk topografi wilayah Kabupaten Sukabumi pada
umumnya meliputi permukaan yang bergelombang di daerah selatan dan bergunung di daerah
bagian utara dan tengah. Ketinggian wilayah Kabupaten Sukabumi bervariasi antara 0 – 2.958 mdpl
(dengan puncak tertinggi terdapat di Gunung Gede Pangrango 2.958 mdpl). Daerah datar umumnya
terdapat di daerah pantai dan kaki gunung yang sebagian besar merupakan daerah pertanian lahan
basah (persawahan), sedangkan daerah berbukit-bukit sebagian besar merupakan daerah pertanian
lahan kering dan perkebunan.

d. Curah Hujan
Sebaran curah hujan di wilayah Kabupaten Sukabumi bervariasi antara 2.500-5.500
mm/tahun.Wilayah Kabupaten Sukabumi sebagaian besar didominasi oleh curah hujan yang berkisar
antara 3.000-3.500 mm/ tahun, yaitu di sekitar wilayah bagian tengah Kabupaten Sukabumi. Wilayah
yang memiliki curah hujan yang tinggi berada pada daerah ketinggian > 2.000 m dengan
penutupan lahan berupa hutan. Curah hujan di Kabupaten Sukabumi tertera pada Gambar 2.3.

Gambar 2.3. Peta Curah Hujan di Wilayah Kabupaten Sukabumi


e. Jenis Tanah dan Geologi
Dari aspek kemampuan tanah (kedalaman efektif dan tekstur), wilayah Kabupaten Sukabumi
sebagian besar bertekstur tanah sedang (tanpa liat). Kedalaman tanahnya dapat dikelompok
menjadi 2 (dua) golongan besar, yaitu kedalaman tanah sangat dalam (lebih dari 90 cm) dan
kedalaman tanah kurang dalam (kurang dari 90 cm). Kedalaman efektif tanah dalam tersebar di
bagian utara, sedangkan kedalaman efektif tanah sedang sampai dangkal tersebar di bagian
tengah dan selatan (BPS Kabupaten Sukabumi 2014).
Jenis tanah wilayah Kabupaten Sukabumi berdasarkan taksonomi tanah tahun 2010 (USDA)
terdiri atas lima jenis tanah, yaitu Inceptisol, Entisol, Alfisol, Ultisol dan Andisol. Sebaran jenis tanah
Andisol sebagian besar ada di wilayah bagian utara dengan luasan mencapai 62.967 hektar atau
15,13 persen. Tanah Inceptisol tersebar merata dan mendominasi hampir seluruh jenis tanah yang
ada di wilayah Kabupaten Sukabumi denganluasan sebesar 206.690 hektar atau 49,67 persen. Tanah
ultisol juga tersebar tetapi sebagian besar ada di wilayah bagian selatan dengan luasan mencapai
125.535 hektar atau 30,17 persen. Komposisi jenis tanah di Kabupaten Sukabumi tertera dalam
Tabel 2.2 dan Gambar 2.4.

Tabel 2.2. Sebaran jenis tanah di wilayah Kabupaten Sukabumi


No Jenis Tanah Luas (ha) Persentase (%)
1 Andisol 6.,967 15,13
2 Alfisol 18.438 4,43
3 Entisol 2.481 0,60
4 Inceptisol 206.690 49,67
5 Ultisol 125.535 30,17
Jumlah 416.111 100,00
Sumber : BBSDLP (2010).
Gambar 2.4.Peta Jenis Tanah di Wilayah Kabupaten Sukabumi

Berdasarkan landform yang ada, maka tanah di Kabupaten Sukabumi terbagi dalam lima
kelompok landform, yaitu : Alluvial, Karst, Marine, Tektonik dan Vulkan. Lanform vulkan
mendominasi wilayah sukabumi bagian utara dan menjadi landform terluas dengan besaran 227.005
hektar atau 54,55 persen, sedangkan landform tektonik mendominasi wilayah sukabumi selatan
dengan luas sebesar 147.656 hektar atau 35,48 persen. Landform Aluvial terdapat di daerah
sepanjang aliran sungai dan muara dengan luas mencapai 25.954 hektar atau 6,24 persen. Luasan
landform di Kabupaten Sukabumi tertera dalam Tabel 2.3 dan secara spasial disajikan pada Gambar
2.5.
Gambar 2.5. Peta landform Kabupaten Sukabumi

Tabel 2.3. Landform wilayah Kabupaten Sukabumi


No Landform Luas (ha) Persentase (%)
1 Aluvial 25.954 6,24
2 Karst 11.962 2,87
3 Marine 3.534 0,85
4 Tektonik 147.656 35,48
5 Volkan 227.005 54,55
Jumlah 416.111 100,00
Sumber : BBSDLP (2010)

f. Hidrologi dan Hidrogelogi


Kondisi hidrologi dan hidrogeologi Kabupaten Sukabumi meliputi air tanah berupa mata air,
dan air permukaan berupa sungai dan anak-anak sungainya. Di wilayah Kabupaten Sukabumi banyak
dijumpai mata air, biasanya tempat pemunculan mata air ini berasal dari dasar lembah atau kaki
perbukitan. Munculnya mata air dari tempat-tempat tersebut disebabkan adanya lapisan batuan
kedap air di bawahnya, sehingga peresapan tidak terus ke dalam melainkan ke arah lateral dan
muncul di kaki-kaki tebing/lembah atau kaki perbukitan. Sementara air permukaan yang sebagian
besar terdiri atas sungai-sungai dan anak-anak sungainya membentuk 6 daerah aliran sungai (DAS)
utama, yaitu: 1) DAS Cimandiri, dengan anak-anak sungainya yakni Cipelang, Citarik, Cicatih, Cibodas,
dan Cidadap; 2) DAS Ciletuh; 3) DAS Cipelang; 4) DAS Cikaso; 5) DAS Cibuni, dan 6) DAS Cibareno. Bila
diamati, nampak bahwa sumber daya air cukup banyak, namun belum dimanfaatkan secara optimal.
Peta hidrologi di Kabupaten Sukabumi disajikan pada Gambar 2.6.

Gambar 4.6. Peta Hidrologi di Kabupaten Sukabumi

2.2 Profil Demografi

a. Penduduk menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin


Jumlah penduduk Kabupaten Sukabumi menurut data pada Kabupaten Sukabumi Dalam
Angka (KSDA) pada tahun 2013 mencapai 2.408.417 jiwa yang terdiri dari 1.222.814 laki-laki
dan 1.185.603 perempuan. Rasio jenis kelamin sebesar 103,59 yang berarti bahwa dalam 100
penduduk perempuan terdapat 104 laki-laki. Kepadatan penduduk Kabupaten Sukabumi sebesar
579 orang per Km2 (Tabel 4.4), sedangkan tingkat pertumbuhan penduduk pada tahun 2013 adalah
sebesar 0.64 persen per tahun.
Tabel 2.4.Jumlah Penduduk Kabupaten Sukabumi Thun 2011-2013

Tahun Laki-laki Perempuan Jumlah Rasio Kepadatan


penduduk per km2
2007 1.151.413 1.106.840 2.258.253 104,03 543
2008 1.158.864 1.118.056 2.277.020 103,66 547
2009 1.185.833 1.142.971 2.328.804 103,75 559
2010 1.193.342 1.148.067 2.341.409 103,94 563
2011 1.214.769 1.168.681 2.383.450 103,94 573
2012 1.227.409 1.180.929 2.408.338 103.94 579
2013 1.222.814 1.185.603 2.408.417 103,59 579
Sumber: BPS Kabupaten Sukabumi (2014).

Bila dilihat komposisi penduduk berdasarkan umur, Kabupaten Sukabumi masih tergolong
struktur umur muda hal ini ditunjukkan dari persentase penduduk umur muda. Hal tersebut dapat
dilihat dari persentase penduduk pada kelompok usia muda, yaitu kelompok usia (0-14 tahun) dan
kelompok usia produktif (15-64 tahun) yang memiliki presentase terbesar dibandingkan dengan
kelompok penduduk usia tua (65 tahun ke atas) (tabel 2.5).

Tabel 2.5. Persentase Penduduk Menurut Golongan Umur dan Jenis Kelamin di Kabupaten Sukabumi
Tahun 2011-2013

Gol Laki-laki Perempuan Laki-laki + Perenpuan


Umur 2011 2012 2013 2011 2012 2013 2011 2012 2013
0-4 9,95 9,98 9,77 9,85 9,78 9,85 9,90 9,82 9,75
5-14 20,58 20,28 20,00 20,25 19,94 21,19 20,42 20.11 19,82
15-19 9,29 9,24 9,18 9,16 9,09 8,81 9,23 9,17 9,09
20-49 43,69 43,61 43,51 44,48 44,42 44,21 44,08 44,01 43,92
49-64 11,63 12,02 12,41 10,82 11,20 10,33 11,23 11,62 12,01
+65 4,86 4,99 5,12 5,45 5,57 5,61 5,15 5,28 5,41
Jumlah 100,0 100,0 100,0 100,0 100,0 100,0 100,0 100,0 100,0
Sumber: BPS Kabupaten Sukabumi (2014).

b. Penduduk menurut Tingkat Pendidikan

Tingkat pendidikan penduduk Kabupaten Sukabumi mayoritas berada antara tiga jenjang
pendidikan dasar yaitu SD/MI, SLTP/MTs, SMU/SMK/MA. Pada tahun 2013 penduduk Kabupaten
Sukabumi yang tamat SD/MI sederajat sebesar 42,94 persen, sedangkan yang tidak/belum tamat SD
sederajat mencapai 24,74 persen. Penduduk Kabupaten Sukabumi yang mengenyam pendidikan
sampai ke perguruan tinggi hanya sebesar 1,66 persen (tabel 2.6).
Tabel 2.6 Persentase Penduduk Usia 10 Tahun ke atas menurut Jenis kelamin dan Ijasah yang
dimiliki di Kabupaten Sukabumi Tahun 2011-2013

Tingkat Laki-laki Perempuan Laki-laki + Perenpuan


Pendidikan 2011 2012 2013 2011 2012 2013 2011 2012 2013
Tdk tamat SD 27,04 24,61 21,91 29,65 25,79 27,72 28,30 25,18 24,74
SD 41,49 40,85 42,92 44,75 45,62 42,97 43,06 43,17 42,94
SLTP 16,47 18,90 19,51 15,77 17,47 18,72 16,13 18,21 19,12
SLTA 12,81 13,70 14,00 7,56 9,29 8,95 10,28 8,99 11,54
PT/Ak 2,19 1,95 1,66 2,27 1,84 1,64 2,23 2,57 1,66
Sumber: BPS Kabupaten Sukabumi (2014).

c. Penduduk menurut Mata Pencaharian

Proporsi pekerja menurut lapangan usaha merupakan salah satu ukuran untuk melihat potensi
sektor perekonomian dalam menyerap tenaga kerja. Struktur lapangan pekerjaan seperti
ditunjukkan pada Tabel 2.7, pada tahun 2013 distribusi lapangan usaha masih bertumpu pada sektor
Pertanian sebesar 49,68 persen.

Tabel 2.7 Persentase Penduduk Usia 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Menurut Lapangan Pekerjaan
Utama di Kabupaten Sukabumi Tahun 2011-2013

Lapangan Usaha Laki-laki Perempuan Laki-laki + Perenpuan


2011 2012 2013 2011 2012 2013 2011 2012 2013
1. Pertanian 44,53 32,85 49,42 45,44 38,77 50,32 44,73 34,70 49,68
2. Industri 5,35 14,35 4,16 16,11 23,51 14,53 7,76 17,22 7,20
3. Perdagangan 15,82 17,35 14,98 33,93 22,83 32,43 19,88 19,06 20,10
4. Kasa-jasa 2,75 8,36 4,83 2,12 13,65 1,62 2,61 10,02 3,89
5. Lainnya 31,56 27,09 26,61 2,40 1,24 1,10 25,01 19,00 19,13
Sumber: BPS Kabupaten Sukabumi (2014).

d. Capaian Indeks Pembangunan Manusia dan Angka Kemiskinan

Kualitas penduduk salah satunya diukur menggunakan komponen-komponen target dalam


Indeks Pembangunan Manusia (IPM), yaitu Indeks Pendidikan melalui nilai Rata-rata Lama Sekolah
(RLS) dan Angka Melek Huruf (AMH), serta Indeks Kesehatan melalui nilai Angka Harapan Hidup
(AHH). Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Sukabumi tahun 2011-2013 dapat dilihat pada
Tabel 2.8, dimana mengalami peningkatan dari 71,06 pada tahun 2011 menjadi 71,96 pada tahun
2013.
Tabel 2.8 IPM dan Komponennya di Kabupaten Sukabumi

Komponen Tahun
2011 2012 2013
AHH 67,38 67,70 67,90
AMH 97,35 97,56 98,03
RLS 6,90 6,93 6,97
IPM 71,06 71,50 71,96
PPP 629,72 632,14 634,88
Sumber: BPS Kabupaten Sukabumi (2014).

e. Proyeksi Penduduk
Proyeksi jumlah penduduk di Kabupaten Sukabumi pada akhir tahun rencana (tahun 2030)
diperkirakan berjumlah 3.380.121 jiwa.
 Proyeksi penduduk 21 kecamatan di wilayah Kabupaten Sukabumi bagian Utara (WP Utara),
berdasarkan kecenderungan perkembangan per kecamatan 2006-2010, diperoleh LPP rata-
rata selama 2010-2030 sebesar 1,56 % maka jumlah penduduk WP Utara pada tahun 2030
diperkirakan berjumlah 1.708.352 jiwa.
 Sementara proyeksi penduduk 26 kecamatan di wilayah Kabupaten Sukabumi bagian Selatan
(WP Selatan), diperoleh LPP rata-rata sebesar 1,42 % per tahun untuk proyeksi penduduk
2010-2030, maka jumlah penduduk WP Selatan pada tahun 2030 diperkirakan akan mencapai
1.671.769 jiwa.

f. Daya Tampung
Analisis daya tampung dilakukan untuk melihat kemampuan Kabupaten Sukabumi untuk
menampung penduduk tahun 2030 mendatang. Asumsi yang digunakan untuk menghitung daya
tampung adalah bahwa setiap satu kilometer persegi luas wilayah mempunyai daya tampung
sebanyak 100 jiwa penduduk. Meskipun begitu perlu dilakukan arahan penyebaran penduduk yang
akan datang sehingga merata dan tidak terkonsentrasi di satu tempat.
Daya tampung penduduk di Kabupaten Sukabumi di dasarkan pada dua kriteria, yaitu :
 Kriteria ’masih mencukupi’, jika : daya tampung > jumlah penduduk tahun ke-n (tahun 2030)
 Kriteria ’melebihi kapasitas’, jika : daya tampung < jumlah penduduk tahun ke-n (tahun 2030)
Berdasarkan hasil analisa perhitungan daya tampung Kabupaten Sukabumi terhadap jumlah
penduduk tahun 2030, secara umum kapasitas/daya tampung Kabupaten Sukabumi ”masih
mencukupi” untuk menampung jumlah penduduk pada tahun 2030 yang berjumlah 3.380.121 jiwa.
Tabel. 2.9 Proyeksi Penduduk Kabupaten Sukabumi Tahun 2010-2030

No Kecamatan 2010 2015 2020 2025 2030 LPP rata2


2010-2030
A WP Utara 1.254.690 1.370.382 1.483.039 1.595.696 1.708.352 LPP 1,56 %
1 Bojonggenteng 34.440 38.865 42.848 46.831 50.814
2 Cidahu 60.097 62.479 65.238 67.997 70.756
3 Cicurug 117.725 130.185 142.076 153.967 165.858
4 Kabandungan 41.088 44.527 47.922 51.316 54.711
5 Kalapanunggal 44.005 45.299 46.943 48.587 50.231
6 Parakansalak 42.510 46.765 50.859 54.952 59.046
7 Parungkuda 70.745 84.003 96.004 108.005 120.007
8 Ciambar 39.662 43.473 47.192 50.911 54.631
9 Cibadak 114.817 124.125 133.369 142.614 151.858
10 Cicantayan 54.523 58.777 63.021 67.265 71.509
11 N a g r a k 83.896 90.631 97.327 104.024 110.720
12 C i s a a t 118.638 126.244 134.114 141.984 149.854
13 Caringin 48.092 53.684 59.089 64.494 69.899
14 Gunungguruh 51.131 58.085 64.539 70.992 77.446
15 Kadudampit 52.695 55.652 58.794 61.937 65.079
16 Sukabumi 48.702 54.295 59.583 64.871 70.158
17 Cireunghas 33.697 38.237 42.456 46.675 50.894
18 Gegerbitung 42.240 44.749 47.417 50.085 52.752
19 Kebonpedes 31.193 34.104 36.932 39.760 42.588
20 Sukalarang 40.811 42.154 43.800 45.446 47.092
21 Sukaraja 83.984 94.048 103.515 112.982 122.449
B WP Selatan 1.261.930 1.364.719 1.467.069 1.569.419 1.671.769 LPP 1,42 %
(Induk)
1 Bantargadung 41.935 47.144 52.160 57.176 62.191
2 Cikakak 41.991 46.797 51.370 55.943 60.516
3 Cikidang 69.921 81.759 92.533 103.307 114.081
4 Cisolok 68.336 73.069 77.893 82.718 87.542
5 Palabuhanratu 103.014 112.954 122.670 132.386 142.102
6 Simpenan 52.513 52.147 52.518 52.890 53.261
7 Warungkiara 62.282 68.345 74.201 80.056 85.912
8 Cikembar 79.466 83.164 87.273 91.382 95.491
9 Jampangtengah 72.398 77.478 82.602 87.727 92.851
10 Lengkong 32.304 34.932 37.561 40.190 42.819
11 Nyalindung 49.753 51.501 53.598 55.695 57.793
12 Pabuaran 43.432 46.861 50.279 53.698 57.117
13 C i e m a s 53.964 58.322 62.653 66.984 71.315
14 Cibitung 27.732 30.288 32.792 35.296 37.800
15 Cimanggu 24.240 27.622 30.824 34.026 37.228
16 Ciracap 48.329 52.312 56.260 60.209 64.158
17 Jampangkulon 44.844 48.375 51.894 55.413 58.932
18 S u r a d e 76.965 83.320 89.619 95.918 102.218
19 Waluran 28.232 31.509 34.654 37.800 40.945
20 Cidadap 21.150 22.292 23.517 24.741 25.965
21 Cidolog 19.532 20.134 20.888 21.642 22.396
22 Curugkembar 34.012 36.299 38.644 40.989 43.334
23 Kalibunder 30.069 30.789 31.776 32.763 33.750
No Kecamatan 2010 2015 2020 2025 2030 LPP rata2
2010-2030
24 Purabaya 45.348 49.076 52.769 56.462 60.155
25 Sagaranten 54.264 61.064 67.429 73.794 80.159
26 Tegalbuleud 35.902 37.167 38.691 40.215 41.739
Kab. 2.516.620 2.735.101 2.950.108 3.165.114 3.380.121 LPP 1,49 %
Sukabumi
Sumber : Hasil Analisis, 2008.

4.3 Profil Ekonomi


Di tahun 2013 hampir semua sektor perekonomian yang terjadi di Kabupaten Sukabumi mampu
tumbuh positif. Pertumbuhan ekonomi PDRB atas harga pasar Kabupaten Sukabumi pada tahun
2013 ini didominasi oleh sektor Bangunan, sektor Perdagangan, Hotel & Restoran, Angkutan
Komunikasi serta Listrik Gas dan Air bersih yang masing-masing mampu tumbuh sebesar 13,65
persen, 13,41 persen dan 13,14 persen. Selama tahun 2013, PDRB yang disusun Atas Dasar Harga
Berlaku di Kabupaten Sukabumi mencapai Rp. 23,950 trilyun, atau mengalami peningkatan sebesar
10,82 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp. 21,612 trilyun. Sedangkan PDRB
tahun 2013 Atas Dasar Harga Konstan tahun 2000 mengalami peningkatan sebesar 4,70 persen,
yaitu dari Rp. 9,383 trilyun tahun 2012 menjadi Rp. 9,824 trilyun pada tahun 2013 (Tabel 2.10).

Tabel 2.10 Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Sukabumi MenurutLapangan Usaha Tahun
2011 – 2013(dlm Milyar Rupiah)

Sektor/ Atas Dasar Harga Konstan


No Atas Dasar Harga Berlaku
Lapangan Usaha Tahun 2000
2011 2012 2013 2011 2012 2013

I Sektor Primer 6.817,8 6.863,5 7,487,7 3.464,8 3.477,8 3.564,8


1 Pertanian 5.994,7 6.020,0 6,589,6 3.050,0 3.055,5 3.132,5
2 Pertambangan & 823,1 842,5 898,1 414,8 422,2 432,3
Penggalian
II Sektor Sekunder 4.402,1 4.812,5 5.297,9 1.953,2 2.069,2 2.193,6
3 Industri Pengolahan 3.366,0 3.656,2 3.988,1 1.622,3 1.708,1 1.803,9
Listrik, Gas Air 260,0 277,0 310,4 108,8 113,6 118,7
4 Minum
Bangunan & 776,1 879,4 999,4 222,1 247,5 271,0
5 Konstruksi
III Sektor Tersier 8.941,0 9.936,4 11.165,2 3.575,1 3.836,3 4.065,7
6 Perdagangan, Hotel 5.024,0 5.634,5 6.390,3 1.821,1 1.978,0 2.117,4
& Restoran
Angkutan & 1.787,9 1.958,3 2.215,7 509,1 544,6 572,6
7 Komunikasi
8 Keuangan, 605,3 662,8 726,4 354,4 382,7 403,3
Persewaan & Jasa
Perusahaan
9 Jasa-Jasa 1.523,8 1.680,8 1.832,8 890,5 931,1 971,4
PDRB 20.160,9 21.162,5 23.950,8 8.993,0 9.383,3 9.824,1
Sumber: BPS Kabupaten Sukabumi, 2014

Laju pertumbuhan PDRB atas dasar harga konstan adalah salah satu indikator pendekatan
pertumbuhan ekonomi suatu daerah. Seiring dengan suasana yang cukup kondusif di tingkat
nasional maupun regional pada tahun 2013, laju perekonomian Kabupaten Sukabumi mencapai 4,70
persen, mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 4,34 persen. Walau
pada tahun 2006 sampai 2009 LPE Kabupaten Sukabumi mengalami perlambatan dari 4,12 persen
menjadi 3,65 persen, namun untuk tahun 2010 sampai dengan 2013 mengalami kenaikan dari 4,02
persen menjadi 4,70 persen (Tabel 2.11)

Tabel 2.11 LPEKabupaten Sukabumi Menurut Lapangan Usaha Tahun 2011-2013 Atas Dasar Harga
Konstan 2000 (%)

No Sektor/Lapangan Usaha 2011 2012 2013


1 Pertanian 0,38 0,18 2,52
2 Pertambangan & Penggalian 2,04 1,79 2,39
3 Industri Pengolahan 4,92 5,29 5,60
4 Listrik, Gas Air Minum 4,19 4,37 4,54
5 Bangunan & Konstruksi 10,57 11,46 9,48
6 Perdagangan, Hotel & Restoran 7,60 8,61 7,05
7 Angkutan & Komunikasi 7,01 6,97 5,15
8 Keuangan, Persewaan & Jasa Perusahaan 8,00 7,99 5,40
9 Jasa-Jasa 4,91 4,55 4,44
LPE 4,07 4,34 4,70

2.4 Profil Sosial

a. Pendidikan
Pendidikan di Kabupaten Sukabumi dapat digambarkan melalui tingkat partisipasi sekolah, angka
melek huruf dan pendidikan yang ditamatkan. Tingkat partisipasi sekolah masyarakatKabupaten
Sukabumi pada tahun 2013 semakin baik (Tabel 4.12), terlihat bahwa partisipasipenduduk
pada tingkat Sekolah Dasar dan Menengah pertama masih tinggi, hal ini menggambarkan
bahwa wajib belajar pendidikan dasar di Kabupaten Sukabumi sudah cukup berhasil, secara
umum penduduk perempuan lebih dominan daripada penduduk laki-laki, yaitu 98,90 persen
untuk perempuan pada usia SD, dan 99,16 persen untuk penduduk laki-laki pada usia yang
sama.
Tabel 2.12 Angka Partisipasi Sekolah (APS) menurut Kelompok Usia menurut Kenis
Kelamin di Kabupaten Sukabumi tahun 2013

Kelompok Usia Jenis Kelamin


Laki-Laki Perempuan Laki-Laki + Perempuan
7-12 tahun 98,90 99,43 99,16
13-15 tahun 89,34 86,85 88,12
16-18 tahun 61,91 50,92 56,42
19-24 tahun 20,66 15,41 18,02
Sumber: BPS Kabupaten Sukabumi, 2014

Pada tahun 2013 penduduk Kabupaten Sukabumi yang tamat SD/MI sederajat sedikit
mengalami penurunan sebesar 0,23persen, yaitu dari 43,17 persen menjadi 42,94 persen,
sedangkan yang tidak/belumtamat SD sederajat turun sebesar 0.44 persen yaitu dari 25,18
persen menjadi 24,74persen. Jika dilihat dari jenis kelamin, secara umum tingkat pendidikan
jenis kelaminperempuan masih rendah pada tingkat pendidikan yang lebih tinggi jika
dibandingkandengan tingkat pendidikan penduduk laki-laki. Hal ini mengindikasikan bahwa
partisipasi sekolah penduduk perempuan masih rendah dibandingkan dengan penduduk
laki-laki. Angka melek huruf penduduk Kabupaten Sukabumi pada tahun 2013 mengalami
peningkatan dibanding tahun sebelumnya tahun 2012 dari 97,86 persen menjadi 98,94
persen.

b. Kesehatan

Persentase penduduk yangmengalami keluhan kesehatan dan merasa terganggu


aktivitasnya di KabupatenSukabumi pada tahun 2013 adalah sebesar 27,55 persen.Proporsi
penduduk yang sakit menurut banyaknya hari sakit menunjukkan bahwapersentase
penduduk Kabupaten Sukabumi yang sakit dengan hari sakit kurang dari 4hari adalah 53,20
persen, antara 4-7 hari sebesar 32,17 persen, 8-14 hari sebesar 7,75persen, 15-21 hari
sebesar 2,42 persen dan antara 22-30 hari sebesar 4,46 persen.Pada tahun 2012terdapat
51,71 persen persalinan yang dilakukan oleh tenagakesehatan, pada tahun 2013 mengalami
peningkatan menjadi 73,24 persen. Lamanya pemberian ASI bagi balita di
KabupatenSukabumi, didominasi oleh 18-23 bulan yaitu sebesar 35,85 persen, disusul
kemudianantara 24 bulan lebih sebanyak 33,44 persen, dan antara 12-17 bulan sebesar
15,56persen, Salah satu faktor penyebab singkatnya periode pemberian ASI bagi
balitaumumnya karena banyak para ibu yang harus meninggalkan bayi mereka
danmenggantikan ASI dengan susu formula, karena alasan bekerja.
c. Perumahan
Rumah pada hakekatnya merupakan kebutuhan dasar (basic needs) manusiaselain sandang
dan pangan, juga pendidikan dan kesehatan. Pemenuhan kebutuhanakan perumahan dan
permukiman yang layak, akan dapat meningkatkan kualitaskehidupan dan kesejahteraan
masyarakat.Hampir seluruh bangunan yang digunakan oleh rumah tangga diKabupaten Sukabumi
sebagai tempat tinggal merupakan milik sendiri dan sebagianlainnya merupakan milik
orangtua/sanak/saudara (artinya mereka yang menumpangdi rumah orangtua/sanak/saudaranya).
Status penguasaan bangunan yangmerupakan milik sendiri terdapat 85,79 persen, disusul kemudian
sebanyak 9,69persen merupakan rumah milik orangtua, kemudian sebanyak 1.98 persen
rumahbebas sewa (Tabel 2.13).

Tabel 2.13 Persentase Banyaknya Rumah Tangga Menurut Status Penguasaan Bangunan Tempat
Tinggal di Kabupaten Sukabumi Tahun 2013

Status Penguasaan Bangunan Tempat Tinggal Persentase


Milik Sendiri 85,79
Kontrak 1,86
Sewa 0,60
Bebas Sewa 1,98
Dinas 0,00
Milik Ortu/Sanak saudara 9,69
Lainnya 0,06

Sumber air minum bersih yang digunakan oleh masyarakat terdiri dari leding, air
dalam kemasan, pompa, sumurterlindung dan mata air terlindung. Dari Tabel 4.14,
menunjukkan bahwa rumahtangga di Kabupaten Sukabumi pada Tahun 2013 yang
menggunakan sumber airminum bersih sebesar 64.27 persen, dan rumah tangga yang
menggunakan sumberair minum tidak bersih sebesar 35.73 persen (berasal dari sumur tidak
terlindung,mata air tidak terlindung, dan sungai).Sebagian besar rumahtangga di Kabupaten
Sukabumi mempunyai fasilitas buang air besar sendiri yaitusebesar 62,63 persen.
Sedangkan 19,30 persen rumah tangga lainnya tidakmempunyai fasilitas buang air besar,
artinya mereka menggunakan sungai/danausebagai fasilitas buang air besar. Untuk rumah
tangga yang menggunakan fasilitasbuang air besar secara bersama 10,73 persen, dan untuk
rumah tangga yangmenggunakan fasilitas buang air besar secara umum sebesar 7,35
persen.Selain itu masih banyak rumah tangga yangmembuang limbahnya menggunakan
lobang tanah sebanyak 32,66 persen, disusul kemudianrumah tangga yang membuang
limbahnya ke tangki/SPAL sebesar 28,09 persen, sementararumah tangga yang membuang
limbahnya ke sungai sebesar 24,63 persen.

Tabel 2.14 Persentase Rumah Tangga Menurut Sumber Air Minum Utama di Kabupaten
Sukabumi Tahun 2013

Sumber Air Minum Persentase


Air Kemasan bermerk 3,62
Air isi ulang 6,80
Leding meteran 2,75
Sumur bor/pompa 8,28
Sumur terlindung 32,33
Sumur tak terlindung 24,34
Mata air terlindung 10,49
Mata air tak terlindung 9,82
Air sungan dan lainnya 1,57