Anda di halaman 1dari 12

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Nutrisi Post Debridement

Disusun Oleh :

Neng Mita Susanti


C1AA17099

PROGRAM SERJANA KEPERAWATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KOTA SUKABUMI
2021
SATUAN ACARA PENYULUHAN

A. BAHASAN
1. Topik : Nutrisi Post Debridement

2. Sub Topik : Definisi, tujuan,jenis nutrisi, dan takaran nutrisi

3. Hari atau tanggal : 25 Juni 2021

4. Tempat : Tn. A.R dan keluarga

5. penyuluh : Neng Mita Susanti

B. TUJUAN
a. Tujuan umum
Setelah dilakukan penyuluhan tentang pemberian nutrisi post operasi
selama 30 menit, klien dan keluargadapat memahami secara mandiri
mengenai pemberian nutrisi b. post operasiTujuan khusus.
b. Tujuan Khusus
Setelah dilakukan penyuluhan tentang pemberian nutrisi post operasi
selama 30 menit, klien dan keluargadapat menjelaskan dan
mempraktekkan:
1. Pengertian pemberian nutrisi post operasib.
2. Tujuan pemberian nutrisi post operasic.
3. Jenis pemberian nutrisi post operasi
C. MATERI PENYULUHAN (TERLAMPIR)
D. SUMBER MATERI
 Moya, J., 2008, Manajemen Luka, EGC, Jakarta.
 Widayanti, R., Effendy, C., dan Akhmadi, 2012, Gambaran status gizi
pasien pra dan pasca bedah di RS Dr. Sardjito Yogyakarta, Jurnal Ilmu
Keperawatan, Vol 1 (1): 14-21
E. METODE DAN MEDIA
a. Metoda : Ceramah dan tanya jawab
b. Media : Laptop dan infokus
c. Sumber : Google Scholer
F. TABEL KEGIATAN
No Waktu Tahap penyuluh Sasaran
Kegiatan
1 5 menit Pembukaan a.Memberi salam Menjawab salam
b.Memberi pertanyaan dan menyimak
apresiasi tujuan.
c.Menjelaskan pokok
bahasan
d.Menjelaskan tujuan
2 14 menit Materi Memberikan penjelasan Menyimak
penyuluhan tentang pemberian nutrisi penjelasan
post operasi.
3 10 menit Diskusi  Membuka sesi  Bertanya
pertanyaan  Menyimak
 Menjawab pertanyaan

4 1 menit Penutup  Menyimpulkan  Menyimak


 Menutup acara  Menjawab salam
 Mengucapkan salam

G. EVALUASI
a. Prosedur : post test
b. Bentuk test : Tanya jawab secara lisan
c. Pertanyaan
1. Apakah pengertian pemberian nutrisi post operasi?
2. Apakah tujuan pemberian nutrisi post operasi?
3. Jenis-jenis nutrisi yang dapat diberikan post operasi?
Lampiran
DIET NUTRISI PASIENPOST OPERASI
A. Pengertian
Nutrisi adalah makanan yang mengandung cukup nilai gizi dan
tenaga untuk perkembangan dan pemeliharaan kesehatan secara optimal.
(Indah, 2013).
Diet pasca operasi adalah makanan yang diberikan kepada pasien
setelah menjalani pembedahan. Pengaturan makanan sesudah
pembedahan tergantung pada jenis pembedahan dan jenis penyakit
penyerta. (Heri, 2013).
Perubahan warna dan tekstur kulit yang tidak biasaBengkak
B. Tujuan Diet Post Operasi
Pengaruh operasi terhadap metabolisme post-operasi tergantung
berat ringannya operasi, keadaan gizi pasien post-operasi, dan pengaruh
operasi terhadap kemampuan pasien untuk mencerna dan mengabsorpsi
zat-zat gizi.Setelah operasi sering terjadi peningkatan ekskresi nitrogen
dan natrium yang dapat berlangsung selama 5-7 hari atau lebih pasca-
operasi. Peningkatan ekskresi kalsium terjadi setelah operasi besar,
trauma kerangka tubuh, atau setelah lama tidak bergerak (imobilisasi).
Demam meningkatkan kebutuhan energi, sedangkan luka dan perdarahan
meningkatkan kebutuhan. protein, zat besi, dan vitamin C. Cairan yang
hilang perlu diganti.
Karena tujuan diet post-operasi adalah untuk mengupayakan agar
status gizi pasien segera kembali normal untuk mempercepat proses
penyembuhan dan meningkatkan daya tahan tubuh pasien, dengan cara
sebagai berikut:
1. Memberikan kebutuhan dasar (cairan, energi, protein)
2. Mengganti kehilangan protein, glikogen, zat besi, dan zat gizi lain
3. Memperbaiki ketidakseimbangan elektrolit dan cairan
4. Mencegah dan menghentikan perdarahan(Indah, 2013)
C. Jenis makanan yang harus diperhatikan untuk penyembuhan luka
Nutrien adalah zat kimia organik dan anorganik yang ditemukan
dalam makanan dan diperoleh untuk penggunaan fungsi tubuh. Nutrien
terdiri dari beberapa, diantaranya :
1. Karbohidrat
Karbohidrat adalah komposisi yang terdiri dari elemen karbon,
hidrogen dan oksigen. Karbohidrat dibagi atas:
a. Karbohidrat sederhana (gula):bisa berupa monosakarida
(molekul tunggal yang terdiri dari glukosa, fruktosa, dan
galaktosa). Juga bisa berupa disakarida (molekul ganda), contoh
sukrosa (glukosa + fruktosa), maltosa (glukosa + glukosa),
laktosa (glukosa + galaktosa).
b. Karbohidrat kompleks (amilum) adalah polisakarida karena
disusun banyak molekul glukosa.
c. Serat adalah jenis karbohidrat yang diperoleh dari tumbuh-
tumbuhan, tidak dapat dicerna oleh tubuh dengan sedikit atau
tidak menghasilkan kalori tetapi dapat meningkatkan volume
feses.
Karbohidrat memiliki berbagai fungsi dalam tubuh makhluk
hidup, terutama sebagai bahan bakar (misalnya glukosa), cadangan
makanan (misalnya pati pada tumbuhan dan glikogen pada hewan),
dan materi pembangun (misalnya selulosa pada tumbuhan, kitin pada
hewan dan jamur). Kebutuhan karbohidrat60-75% dari kebutuhan
energi total atau sekitar ± ¾ porsi nasi dalam satu piring.
2. Protein
Protein sangat penting untuk pembentukan dan pemeliharaan
jaringan tubuh. Beberapa sumber protein berkualitas tinggi adalah:
ayam, ikan, daging, babi, domba, kalkun, dan hati. Beberapa sumber
protein nabati adalah: kelompok kacang polong (misalnya buncis,
kapri, dan kedelai), kacang-kacangan, dan biji-bijian.
Protein merupakan konstituen penting pada semua sel, jenis nutrien
ini berupa struktur nutrien kompleks yang terdiri dari asam-asam
amino. Protein akan dihidrolisis oleh enzim-enzim proteolitik. Untuk
melepaskan asam-asam amino yang kemudian akan diserap oleh usus.
Fungsi protein :
a. Protein menggantikan protein yang hilang selama proses
metabolisme yang normal dan prosespengausan yang normal.
b. Protein menghasilkan jaringan baru.
c. Protein diperlukan dalam pembuatan protein-protein yang baru
dengan fungsi khusus dalam tubuh yaitu enzim, hormon dan
haemoglobin.
d. Protein sebagai sumber energi.
Kebutuhan protein10-15%atau 0,8-1,0 g/kgBB dari kebutuhan
energi total atau sekitar ± 1/8 bagian dari satu porsi makan dalamsatu
piring terdiri dari satu butir telur ayam dan satu sendok sayur hijau
(kangkung, bayam, dan lain-lain).
3. Lemak
Lemak merupakan sumber energi yang dipadatkan. Lemak dan minyak
terdiri atas gabungan gliserol dengan asam-asam lemak. Kebutuhan
lemak10-25% dari kebutuhan energitotal.Fungsi lemak :
a. Sebagai sumber energi:merupakan sumber energi yang dipadatkan
dengan memberikan 9 kal/gr.
b. Ikut serta membangun jaringan tubuh.
c. Perlindungan.
d. Penyekatan/isolasi, lemak akan mencegah kehilangan panas dari
tubuh.
e. Perasaan kenyang, lemak dapat menunda waktu pengosongan
lambung dan mencegah timbul rasa lapar kembali segera setelah
makan.
4. Vitamin
Vitamin adalah bahan organikyang tidak dapat dibentuk oleh tubuh
dan berfungsi sebagai katalisator proses metabolisme tubuh.Vitamin
dibagi dalam dua kelas besar yaitu vitamin larut dalam air (vitamin C,
B1, B2, B6, B12) dan vitamin yang larut dalam lemak (vitamin A, D,
E dan K).
Berikut ini rincian dari beberapa vitamin dan penting:
a. Vitamin A
Vitamin ini membantu perkembangan daya lihat bayi. Juga
berperan dalam proses kerja sel tulang. Anak-anak yang
kekurangan vitamin A akan menderita rabun senja serta gangguan
pertumbuhan. Merekajuga rentan terhadap infeksi. Sumber vitamin
A antara lain: susu, telur, hati ayam, dan hatisapi.
b. Vitamin B-kompleks
Semua vitamin B membantu produksi energi, dan membantu
terbentuknya sel-sel otak bayi. Vitamin B1 dan niasin (salah satu
anggota B-kompleks) membantu sel tubuh menghasilkan energi.
Vitamin B6 membantu tubuh melawan penyakit dan infeksi. B12
digunakan dalam pembentukan sel darah merah. Kecukupan
vitamin B-kompleks membantu mencegah kelambatan
pertumbuhan, anemia, gangguan penglihatan, kerusakan syaraf,
dan gangguan jantung. Makanan seperti misalnya roti, padi-padian,
dan hati banyak mengandung vitamin B-kompleks. Setiap anggota
vitamin B-kompleks bersumber dari makanan tertentu misalnya:
B1 dari kacang buncis; B12 dari daging, ikan, telur, dan susu.
c. Vitamin C
Anak-anak dapat memperoleh vitamin C dari jeruk dan berbagai
sayuran. Mereka memerlukan vitamin C untuk membentuk
beberapa zat kimia dan menggerakkan zat kimia lain (salah satu
anggota grup vitamin B, misalnya) agar dapat digunakan tubuh.
Vitamin C juga membantu penyerapan zat besi. Mereka yang
kekurangan vitamin C bisa menderita kelemahan tulang,
anemia,dan gangguan kesehatan lainnya misalnya sariawan.
d. Vitamin D
Sinar matahari membantu tubuh membuat sendiri vitamin D,
bahkan pada sejumlah anak, kebutuhan vitaminini sudah terpenuhi
dengan bantuan sinar matahari. Vitamin D sangat penting karena
membantu kalsium masuk ke tulang. Inilah sebabnya mengapa
vitamin D kadang ditambahkan ke dalam susu sapi (disebut susu
yang telah “diperkaya”). Sayangnya, banyak produk susu olahan
yang digemari anak-anak justru tidak diperkaya dengan vitamin D.
Keju dan yogurtkaya kalsium tetapi tidak mengandung vitamin D.
Makanan yang diperkaya vitamin D lebih baik daripada suplemen
vitamin. Anak-anak yang mengkonsumsi diet rendah vitamin D
bisa menderita ricketsia, suatu penyakit yang melemahkan tulang
atau menjadikan tulang cacat.
5. Mineral dan Air
Mineral merupakan unsure esensial bagi fungsi normal sebagian
enzim, dan sangat penting dalam pengendalian sistem cairan tubuh.
Mineral merupakan konstituen esensial pada jaringan lunak, cairan dan
rangka. Rangka mengandung sebagian besar mineral. Tubuh tidak
dapat mensintesis sehingga harus disediakan lewat makanan. Tiga
fungsi mineral yaitu:
a. Konstituen tulangdan gigi,contoh : calsium, magnesium, fosfor.
b. Pembentukan garam-garam yang larut dan mengendalikan
komposisi cairan tubuh,contoh Na, Cl (ekstraseluler), K, Mg, P
(intraseluler).
c. Bahan dasar enzim dan protein.Kira-kira6% tubuh manusia
dewasa tersusundari mineral.Air merupakan zatpaling
mendasar yang dibutuhkan oleh tubuh manusia. Tubuh manusia
terdiri dari atas 50-70% air. Orang dewasa asupan air berkisar
antara 1200-1500cc per hari, namun dianjurkan sebanyak 1900
cc sebagai batas optimum.Diantaramakanan yang mengandung
karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral dan air yang
cukup, maka yang paling penting untuk penyembuhan luka
adalah protein dan vitamin C. (Heri, 2013).
Alasannya adalah karenaProtein dan vitamin C sangat penting
peranannya dalam proses penyembuhan luka. Selain itu vitamin
C punya peranan penting untuk mencegah terjadinya infeksi
dan perdarahan luka. (Heri, 2013)Contoh makanan yang perlu
diperhatikan untuk penyembuhan luka menurutHeri (2013) :
1) Protein; terbagi menjadi: nabati dan hewani. Contoh nabati
yaitu tempe, tahu, kacang-kacangan dan lain-lain. Contoh
protein hewani, hati, telur, ayam, udang dan lain-lain.
2) Vitamin C adalah kacang-kacangan, jeruk, jambu, daun
papaya, bayam, tomat, daun singkong dan lain-lain.
D. Syarat Diet
Berikut ini adalah syarat-syarat diet yang disarankan pada pasien paska
operasi yaitu:
1. Mengandung cukup energi, protein, lemak, dan zat-zat gizi
2. Bentuk makanan disesuaikan dengan kemampuan penderita
3. Menghindari makanan yang merangsang (pedas, asam, dan lain-lain)
4. Suhu makanan lebih baik bersuhu dingin
5. Pembagian porsi makanan sehari diberikan sesuai dengan kemampuan
dan kebiasaan makan penderita
6. Syarat diet post-operasi adalah memberikan makanan secara bertahap
mulai dari bentuk cair, saring, lunak, dan biasa. Pemberian makanan
dari tahap ke tahap tergantung pada macam pembedahan dan keadaan
pasien.
E. Tips perawatan pasca operasi
Tata cara pelaksanaan untuk memenuhi nutrisi yang perlu
diperhatikan untuk penyembuhan luka menurut Rizky (2013):
1. Tingkatkan konsumsi makanan yang mengandung protein dan vitamin
C.
2. Bila mual:
a. Makanlah dengan porsi sedikit tapi sering
b. Sajikan ketika masih hangat
c. Sebelum makan, minum air hangat
d. Hindari makanan dengan berbumbu tajam
Secara umumuntuk mempercepat proses penyembuhan dan pemulihan
kondisi pasien pasca operasi, perlu kita perhatikan tips menurutRizky
(2013) di bawah ini:
1. Makan makanan bergizi, misalnya: nasi, lauk pauk, sayur, susu, buah.
2. Konsumsi makanan (lauk-pauk) berprotein tinggi, seperti: daging,
ayam, ikan, telor dan sejenisnya.
3. Minum sedikitnya 8-10 gelas per hari.
4. Usahakan cukup istirahat.
5. Mobilisasi bertahap hingga dapat beraktivitas seperti biasa. Makin
cepat makin bagus
6. Mandi seperti biasa, yakni 2 kali dalam sehari.
7. Kontrol secara teratur untuk evaluasi luka operasi dan pemeriksaan
kondisi tubuh.
8. Minum obat sesuai anjuran dokter.
DAFTAR PUSTAKA
Almatsier, S.,2012,Penuntun Diet Edisi Baru,PT Gramedia Pustaka Utama,
Jakarta.
Potter, P. A., dan Perry,A. G.,2010, Buku Ajar Fundamental Keperawatan:
Konsep, Proses, dan Praktik, EGC,Jakarta.
Putri, M., dan Sari, R.,2014,Gizi dan Terapi Diet, Farmedia, Jakarta.Said, S.,
2013, Gizi dan Penyembuhan Luka, Indonesia Academic Publishing, Makassar.