Anda di halaman 1dari 14

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

PADA LANSIA DENGAN STROKE

DOSEN PEMBIMBING :
MUBIN BARID, S.Kep, Ns.

DISUSUN OLEH :
MUJI HAZSANAH
Nim : 20176313031

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PONTIANAK


JURUSAN KEPERAWATAN SINGKAWANG PRODI D-
IV KEPERAWATAN TAHUN AJARAN
2019/2020
A. DATA UMUM
1. Nama KK : Tn. S
2. Umur : 46 Tahun
3. Pendidikan : SD
4. Pekerjaan : Tukang
5. Alamat : Desa Mensere, Kec. Tebas, Kab. Sambas.
6. Daftar Anggota Keluarga :

Keterangan
Perkawinan
dengan KK

Pendidikan
Hubungan

Pekerjaan
Status
No Nama Umur L/P

1. Tn. S KK 46 th L K SD Tukang -

Imunisasi
2. Ny. H Istri 44 th P K SD IRT -
3. Tn. R Anak 14 th L BK SMP Pelajar -
4. Nn. A Anak 7 bln P BK - - -

Genogram 3 generasi :

Keterangan

: Laki - laki
: Perempuan
: Tinggal serumah
: Klien
: Meninggal
: Pisah

7. Tipe Keluarga :
Tipe keluarga Ny. H adalah Single parent
8. Budaya
1. Suku bangsa : Melayu
2. Bahasa yang digunakan
“Bahasa yang digunakan untuk komunikasi sehari-hari adalah bahas
Melayu Smabas”
3. Pantangan
Ny. H mengatakan “Kami tidak mempunyai pantangan apa-apa”.
4. Kebiasaan budaya yang berhubungan dengan masalah kesehatan
Keluarga tidak mempunyai kebiasaan-kebiasaan yang bertentangan dengan
kesehatan, “Kami biasanya tidur pukul 21.00 sampai pukul 05.00 WIB”

9. Kegiatan rutin keagamaan di rumah.


Ny.H mangatakan “Kami semua anggota keluarga beragama Islam, tapi
semenjak sakit saya tidak menjalankan ibadah sholat lima waktu”

10. Status sosial Ekonomi Keluarga


1. Pekerjaan anggota keluarga
Ny. H mengatakan “Saya tidak bekerja, anak saya yang kecil juga belum
bekerja. Tetapi hanya setiap hari saya dijatahi suami saya yang bekerja
sebagai tukang 20ribu dan terkadang anak saya pun bekerja
2. Penghasilan anggota keluaga
Tidak ada penghasilan, hanya jatah dari suami setiap hari, itupun tidak
tentu
3. Pemenuhan kebutuhan sehari-hari
Ny. H mengatakan “Penghasilan tersebut hanya cukup untuk kebutuhan
makanan sehari hari”
4. Tabungan/Asuransi
Ny. H mengatakan bahwa ia tidak memiliki tabungan
11. Kebutuhan rekreasi
1. Rekreasi yang digunakan di dalam rumah
Ny. H mengatakan ia tidak pernah rekreasi kemana-mana tetapi hanya
menonton TV
2. Rekreasi yang dilakukan di luar rumah
Kami tidak pernah rekreasi bersama, hanya anak saya yang pergi ke rumah
pamannya.
B. RIWAYAT DAN TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA
1. Tahap Perkembangan Keluarga
Keluarga Ny. H sekarang pada tahap perkembangan ini keluarganya lanjut
usia. Tugas perkembangan keluarga yang seharusnya dilakukan oleh keluarga
adalah mempertahankan suasana yang menyenangkan, adaptasi dengan
perubahan kehilangan pasangan, kekuatan fisik dan pendapat,
mempertahankan keakraban suami istri dan saling merawat serta
mempertahankan hubungan dengan anak dan sosial masyarakat.
2. Tugas Tahapan Perkembangan Yang Belum Terpenuhi
Ny. H mengatakan “Saya pisah dengan bapak, karena sejak saya sakit dia
punya istri baru”
3. Riwayat Keluarga
Menurut keterangan Ny. H “Saya asli Mensere, bapak asli Sambas dan pertama
menikah saya sudah ditinggal disini serta hubungan saya pun masih bertemu
dengan saudara saudara saya karena rumahnya dekat, tetapi keluarga suami
tidak pernah dan meninggalkan kami semua.
4. Konflik Antar Pasangan
Sejak saya sakit ada konflik tetapi tidak sebesar diluar perkiraan.
C. LINGKUNGAN
1. Karakteristik status rumah
Status rumah merupakan rumah dengan status hak milik atas nama Tn. S
2. Kebiasaan keluarga dalam perawatan rumah
Ny. H mengatakan “Biasanya anak saya kadang rewel, saya yang menyapu dan
mengepel”
3. Sistem pembuangan sampah
Menurut Ny. H, pembuangan sampah disimpan di tong sampah kemudian
dibakar
4. Sistem drainage air
Keluarga Ny. H memiliki selokan untuk membuang limbah keluarga dan
selokan tersebut bermuara sampai ke sungai, selokannya terbuka dan lancar.
5. Penggunaan jamban
Keluarga memiliki jamban jenisnya kloset duduk yang letaknya didalam
rumah, tempat penampungan jamban tersebut dengan sumber air jaraknya
lebih dari 10 M
6. Kondisi air
Keluarga memakai sumber air dari telaga untuk pemenuhan kebutuhan
sehari – hari, kondisi air bersih, tidak berbau, berasa ataupun berwarna
7. Pengetahuan keluarga mengenai masalah kesehatan yang berkaitan denga
Lingkungan
Ny. H mengatakan “Ya kalau lingkungan kotor akan mengakibatkan
masyarakat mudah sakit”
D. STRUKTUR KELUARGA
1. Pola Komunikasi Keluarga
“Kami selalu menyarankan agar saling terbuka dan saling membantu bila ada
masalah”
2. Struktur Kekuatan Keluarga
Menurut keterangan Ny. H, keputusan dengan musyawarah, tetapi keputusan
tetap melibatkan Tn. S walaupun tidak tinggal serumah
3. Struktur Peran

Walau tidak tinggal dalam satu rumah Tn. S tetap berperan sebagai pencari
nafkah karena Ny.H tidak bisa bekerja dan anaknya belum bekerja.
4. Nilai dan norma budaya

Ny. H mengatakan anaknya rajin mengikuti kegiatan keagamaan yang ada


diwilayah RT seperti pengajian bersama,kalau Ny.H tidak pernah mengikuti.
Keluarga mengatakan dalam keluarga menghormati satu sama lain namun
tetap menjaga agar suasana rumah bisa hidup dengan saling menghargai
namun jika ada masalah keluarga membicarakan dengan serius antar
anggota.
E. FUNGSI KELUARGA
1. Fungsi Afektif
Ny. H sangat menyayangi anak-anaknya, sebenarnya Tn. S juga menyayangi
anaknya.tapi Ny.H mengatakan tidak mau berkumpul lagi dengan Tn.S
karena memiliki istri lagi.
2. Fungsi Sosial
Ny. H mengatakn “Kami saling menyayangi, bapak juga sayang sama anak-
anak, tapi saya tidak mau dia tinggal disini, biar dia tinggal di rumah istri
mudanya.
3. Fungsi Reproduksi
Ny. H sudah tidak menstruasi, dan suami Ny. H sekarang tinggal dengan istri
mudanya
4. Fungsi sosialisasi.
Ny. H mengatakan “saya tidak pernah bergaul dengan tetangga , karena
saya tidak bisa ke mana-mana, tetapi hubungna saya dengan tetangga baik-
baik saja, mereka juga mau membantu memapah saya jalan bila tidak ada
anak saya.
5. Fungsi Perawatan Kesehatan
a) Kemampuan keluarga Mengenal masalah kesehatan
Nn. S tahu penyakit yang diderita Ny.H adalah lumpuh, dan kelarga tau
sebenarnya Ny.H harus diterapi, tetapi Ny.H tidak mau karena merasa
putus asa
b) Kemampuan keluarga Mengambil keputusan mengenai tindakan
keperawatan
Nn. S mengatakan kalau masalah biaya pengobatan selalu diusahan
keluarga menyadari ada masalah dengan anggota keluarganya yaitu
Ny.H yang mengalami kelumpuhan.
c) Kemampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit.
Nn. S mengatakan “Kami sebenarnya sudah mengupayakan untuk
kesembuhan ibu, kami membawa ke rumah sakit untuk dilatih gerakan.
d) Kemampuan keluarga memodifikasi lingkungan rumah yang sehat.
Menurut keterangan Nn. S, Keluarga sudah membuatkan tempat untuk
BAB/BAK dengan menggunakan kursi yang di lobangi tengahnya agar
Ny.H tidak kesulitan
e) Kemampuan memanfaatkan fasilitas kesehatan.
Nn. S mengatakan, :”dulu rajin membawa Ny.H ke rumah sakit atau
dokter praktek, karena tidak ada kemajuan (Ny.H ingin segera bisa
jalan), Akhirnya ibu minta pengoobatan dihentikan”
6. Fungsi Ekonomi
NY. H mengatakan tidak tentu.
F. STRESS DAN KOPING INDIVIDU
1. Stressor jangka pendek
Ny. H mengatakan anaknya sudah mencari kerja tapi belum dapat
Kemampuan keluarga berespon terhadap stressor. Ny.S sudah berusaha
mencari kerja,”Saya akan berusaha sungguh-sungguh biar bisa membantu
keuangan keluarga”
2. Strategi Koping yang digunakan
Ny. H mengatakan “Jika ada masalah keluarga kami lebih suka berunding
bersama, dan pasrah kepada Allah”
3. Harapan keluarga pada perawat
Ny.H dan berharap bisa mendapatkan berbagai informasi kesehatan dan
mampu memberikan penyelesaian masalah kesehatan yang dihadapi keluarga
4. Persepsi keluarga terhadap perawat
Ny. H menganggap sosok perawat adalah seseorang yang mampu membantu
jika ada masalah kesehatan yang muncul.
5. Harapan keluarga terhadap perawat berhubungan dengan masalah yang
dihadapi
Ny. H mengatakan ingin mendapatkan berbagai informasi mengenai
kesehatan demi menjaga kesehatan anggota keluarga.

G. HASIL PEMERIKSAAN FISIK


No Pemeriksaan Ny. H
1. Kepala
Rambut Hitam, tidak rontok
Mata Tidak anemis
Hidung Simetris, tidak ada polip
Telinga Aurikula simetris, bersih,
tidak terdapat penumpukan
serumen
Mulut Gigi sudah ada yang tanggal,
mulut bersih, tidak ada lesi.
Leher Tidak terdapat pembesaran
kelenjar tiroid, tidak ada
kesulitan menelan.
2. Dada
Bentuk Simetris
3. Paru
Inspeksi Gerakan dada ritmis
Ausultasi Wheezing terdengar
Perkusi Redub
Palpasi Fremitus positif
4. Jantung
Tidak tampak ictus cordis
Suara S1-S2 tedengar normal,
Sonor
5. Abdomen
Bentuk Datar
Inspeksi Gerakan nafas ritmis
Ausultasi Peristaltik terdengar 10-20
kali/menit
Perkusi Redub
Palpasi Tidak tesaba hepar dan tidak
ada nyeri tekan
6. Ekstremitas
Atas dan bawah Mengalami keterbatasan
pergerakan pada tangan kanan
dan kaki kanan, kekuatan
tonus otot 1, tidak ada ederna
7. Tanda-tanda Vital
6. Tekanan darah 130/90 mmHg
Suhu badan 36,50 C
Nadi 88 kali/menit
Pernafasan 20 kali/menit
Tinggi badan 155 cm
Berat badan 60 g

I. ANALISA DATA
Data Problem Etiologi
1. DS :
- Ny. H mengatakan dia Gangguan mobilitas fisik Ketidakmampuan
tidak mau beraktivitas pada Ny. H keluarga merawat
apa-apa, ia mau anggota keluarga yang
beraktivitas bila ada menderita Stroke
yang memapah
- Ny. H mengatakan
“Saya dulu pernah
belajar berjalan
menggunakan tongkat,
tapi semenjak jatuh
saya menjadi takut
lagi, sejak saat itu
kalau tidak dipapah,
saya tidak mau
berjalan”
- Dulu pas sakit, mulut
Ny. H moncong
DO :
- Ny. H hanya tiduran
di tempat tidur atau
duduk di kursi
- Tidak mau dilakukan
latihan ROM pasif
Resiko cedera pada Ny. Ketidakmampuan
DS : H keluarga memodifikasi
- Ny. H mengatakan lingkungan
pernah jatuh

DO :
- Lantai kamar mandi
licin
- Penerangan kurang
- Belum ada pegangan
kamar mandi

II. DIAGNOSA KEPERAWATAN


1. Gangguan mobilitas fisik pada keluarga Tn.S khususnya Ny.H berhubungan
dengan ketidakmampan keluarga merawat anggota keluarga dengan stroke.
2. Resiko cedera pada keluarga Tn.S khususnya Ny. H berhubungan dengan
ketidakmampuan keluarga memodifikasi lingkungan
III. SKORING
1. Diagnosa keperawatan: Gangguan mobilitas fisik pada keluarga Tn. S khususnya
Ny. H berhubungan dengan ketidaktahuan keluarga merawat anggota keluarga
dengan stroke
Kriteria Skor Total Pembenaran
1. Sifat Masalah : 3/3x1 1 Masalah adalah aktual
Tidak Sehat karena sudah terjadi
2. Kemungkinan 1/2x2 1 Tingkat pengetahuan
masalah dapat keluargan yang kuran
diubah sebagian dan Ny. H tidak mau
dilakukan terapi, tapi
keluarga sudah
berusaha untuk
mengobati

3. Kemungkinan 1/3x1 1/3 Masalah sudah berjalan


masalah dapat lama dan sudah terjadi
dicegah : rendah gangguan pada Ny. H
4. Menonjolnya 0/2x1 0 Masalah gangguan
masalah : masalah mobilisasi fisik tidak
tidak dirasakan dirasakan oleh keluarga
karena sudah berjalan
lama
Jumlah 21/3

2. Diagnosa keperawatan : Resiko cedera pada keluarga Tn. S khususnya Ny. H


berhubungan dengan ketidaktahuan keluarga memodifikasi lingkungan
Kriteria Skor Total Pembenaran
1. Sifat Masalah : 2/3x1 2/3 Masalah belum terjadi tetapi
Ancaman kesehatan ada riwayat pernah jatuh,
tidak sehat sehingga diperlukan upaya
pencegahan supaya tidak
terjadi cedera
2. Kemungkinan 1/2x2 1 Masalah tidak terlalu mudah
masalah dapat diubah karena dana dan
diubah : sebagian kemauan keluarga untuk
mengatasi masalah
3. Kemungkinan 2/3x1 2/3 Dalam masalah ini keluarga
masalah dapat telah melakukan sebgaian
dicegah : cukup upaya pencegahan cedera
dengan membuat WC duduk
dari kursi
4. Menonjolnya 1/2x1 1/2 Ny. H pernah jatuh dan
masalah : masalah menimbulkan trauma
berat harus segera psikologis
ditangani
Jumlah 2 5/6

IV. PRIORITAS MASALAH


1. Gangguan mobilitas fisik pada Ny. H berhubungan dengan ketidakmampuan
keluarga merawat anggota keluarga dengan stroke
2. Resiko cedera pada keluarga Tn. S khususnya Ny. H berhubungan dengan
ketidakmampuan keluarga memodifikasi lingkungan

V. RENCANA KEPERAWATAN
No. DP Tujuan Kriteria Standar Intervensi
1. Setelah Verbal - Keluarga Ny. H 1. Kaji
dilakukan dapat memahami pengetahuan
tindakan keluhan yang keluarga
keperawatan dialami oleh Ny. tentang
keluhan H penyebab
sesak nafas - Klien dari sesak nafas
Ny. H keluarga dapat yang dialami
berkurang memahami cara Ny. H
penghematan 2. Ajarkan
energi untuk kepada
mengurangi sesai keluarga
nafas pada Ny. H tentang cara
penghematan
energi
3. Berikan
latihan
pernapasan
efektif dan
batuk efektif
untuk
mengeluarkan
- Keluarga dapat dahak
menyediakan 4. Ajarkan
tempat tidur yang keluarga untuk
memungkinkan menyiapkan
Psikomo Ny. H tidur tempat tidur
tor nyaman dan dengan bed
mengurangi sesak lebih tinggi
nafasnya dari kepala
- Keluarga mampu
mencari
pertolongan
pertama bila 5. Ajarkan
anggota keluarga kepada
Ny. H mengalami keluarga
sesak nafas di tentang tanda
rumah sesak nafas
yang harus
segera
mendapatkan
pertolongan

2. Setelah Verbal - Keluarga Ny. H 1. Jelaskan


dilakukan memahami cara kepada
keperawatan penularan keluarga
pada akhir penyakit Paru bahwa Ny.
minggu ke-2 - Keluarga mampu H perlu
keluarga memodifikasi mendapat
mampu lingkungan dan perhatian
mengupayak peralatan rumah 2. Berikan
an tangga pendidikan
pencegahan kesehatan
penularan tentang
paru pada penyakit
keluarga Ny. yang
H dialami
3. Jelaskan
kepada
keluarga
tentang
mengatur
lingkungan
4. Berikan
pujian
setiap
keberhasil
an
keluarga