Anda di halaman 1dari 5

Nama : Fika Andriani

NPM : 0806456556

TUGAS MPKS “APRESIASI FILM”

UNSUR-UNSUR FILM

Unsur-unsur yang terkandung dalam film antara lain :

• Penyutradaraan

Sutradara adalah seseorang yang menterjemahkan bahasa


naskah ke dalam ”bahasa” suara dan gambar secara spesifik.
Seorang sutradara memvisualkan naskah atau script dengan
memberikan konsep abstrak ke dalam bentuk yang kongkrit
atau nyata. Sutradara membangun sebuah pandangan atau
point of view ke dalam suatu gagasan dan menentukan
pemilihan shot-shot, penempatan dan pergerakkan kamera,
serta mengarahkan akting pemain.

Sutradara bertanggung jawab pada struktur dramatis, alur


cerita, yang tercakup dalam audio dan visual. Seorang
sutradara harus mampu mempertahankan keingintahuan
penonton. Sutradara bekerja bersama kru serta talent
(aktris/actor), membangun plotting.

Menurut Roman Polanski, penyutradaraan adalah sebuah


gagasan di mana anda harus memiliki keseluruhan alur yang
bisa dipaparkan dengan baik. Poin yang terpenting adalah
bahwa sutradara harus bisa memimpin.
• Skenario

Skenario itu adalah sebuah naskah cerita yang menguraikan


urut-urutan adegan, tempat, keadaan, dan dialog, yang
disusun dalam konteks struktur dramatik. Seorang penulis
skenario dituntut untuk mampu menerjemahkan setiap
kalimat dalam naskahnya menjadi sebuah gambaran imajinasi
visual yang dibatasi oleh format pandang layar bioskop atau
televisi. Adapun fungsi dari skenario adalah untuk digunakan
sebagai petunjuk kerja dalam pembuatan film.

• Pemeranan

Pemeranan atau peran (pemain sandiwara), menurut


pengertian dalam kamus Drama peran berarti proses, cara,
perbuatan memahami perilaku yang diharapkan dan dikaitkan
dengan seseorang. Sebenarnya asal kata pemeranan adalah
“To Act” dalam Bahasa Indonesia artinya “bereaksi”. Jadi
pengertian pemeranan tokoh adalah seni mengekspresikan
tubuh , suara dan sukma seseorang dalam sebuah peran.
Oleh karena itu jika aktor ingin memainkan tokoh apapun
dengan karakter yang sangat berbeda dengan karakter
pribadi si aktor maka aktor harus memiliki dasar penguasaan.

Dari beberapa uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa


pemeranan tokoh adalah laku atau perilaku manusia dalam
kehidupan sehari-hari sesuai dengan karakter.

• Tata Sinematografi
Sinematografi sebagai ilmu serapan merupakan bidang
ilmu yang membahas tentang teknik menangkap gambar dan
menggabung gabungkan gambar tersebut hingga menjadi
rangkaian gambar yang dapat menyampaikan ide.

Sinematografi memiliki objek yang sama dengan fotografi


yakni menangkap pantulan cahaya yang mengenai benda.
Karena objeknya sama maka peralatannya pun mirip.
Perbedaannya fotografi menangkap gambar tunggal,
sedangkan sinematografi menangkap rangkaian gambar.
Penyampaian ide pada fotografi memanfaatkan gambar
tunggal, sedangkan pada sinematografi memanfaatkan
rangkaian gambar.Jadi sinematografi adalah gabungan antara
fotografi dengan teknik rangkaian gambar atau dalam
senematografi disebut montase atau montage.

• Tata Artistik

Tata artistik dalam komposisi film. Memahami komposisi


dalam tata artistik adalah suatu keharusan, karena komposisi
adalah suatu unsur yang sangat penting dalam penciptaan
karya seni. Secara sederhana komposisi diartikan sebagai
cara menata elemen-elemen dalam objek, elemen-elemen ini
mencakup garis, shape, form, warna, terang dan gelap. Jadi,
pengetahuan tentang komposisi dalam tata artistic akan
berguna untuk mendapatkan keseimbangan pandangan yang
harmonis.
• Penyuntingan

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata kerja


menyunting memiliki tiga arti. Pertama, menyiapkan naskah
siap cetak atau siap untuk diterbitkan dengan memperhatikan
segi sistematika penyajian, isi, dan bahasa (menyangkut
ejaan, diksi, dan struktur kalimat). Kedua, merencanakan dan
mengarahkan penerbitan (surat kabar, majalah). Dan ketiga,
menyusun atau merakit (film, pita rekaman) dengan cara
memotong-motong dan memasang kembali. Adapun kata
penyuntingan, menurut KBBI, memiliki arti: proses, cara,
perbuatan sunting-menyunting; segala sesuatu yang
berhubungan dengan pekerjaan menyunting; pengeditan.

• Tata Suara

Suara adalah kompresi mekanikal atau gelombang


longitudinal yang merambat melalui medium. Medium atau
zat perantara ini dapat berupa zat cair, padat, gas. Jadi,
gelombang bunyi dapat merambat misalnya di dalam air,
batu bara, atau udara. Kebanyakan suara adalah merupakan
gabungan berbagai sinyal, tetapi suara murni secara teoritis
dapat dijelaskan dengan kecepatan osilasi atau frekuensi
yang diukur dalam Hertz (Hz) dan amplitudo atau
kenyaringan bunyi dengan pengukuran dalam desibel.

Tata Suara adalah suatu teknik pengaturan peralatan


suara atau bunyi pada suatu acara pertunjukan, pertemuan,
rapat dan lain lain. Tata Suara memainkan peranan penting
dalam film. Tata Suara erat kaitannya dengan pengaturan
penguatan suara agar bisa terdengar kencang tanpa
mengabaikan kualitas dari suara-suara yang dikuatkan.
Pengaturan tersebut meliputi pengaturan mikropon-mikropon,
kabel-kabel, prosesor dan efek suara, pengaturan konsul
mixer, kabel-kabel, dan juga Audio Power amplifier dan
speaker-speakernya.

• Tata Musik

Musik adalah bunyi yang diterima oleh individu dan


berbeda-beda berdasarkan sejarah, lokasi, budaya dan selera
seseorang. Definisi sejati tentang musik juga bermacam-
macam:

• Bunyi yang dianggap enak oleh pendengarnya

• Segala bunyi yang dihasilkan secara sengaja oleh


seseorang atau kumpulan dan disajikan sebagai
music.

Dalam film, music sangat diperlukan agar film menjadi


lebih menarik. Untuk itu diperlukan pengaturan music yang
digunakan agar nada-nada yang dihasilkan harmonis dan
berhubungan dengan jalan cerita dalam film tersebut.