Anda di halaman 1dari 29

MODUL PERKULIAHAN

Psikologi Kognitif,
Inovatif, dan
Kreatif
Pengantar Psikologi Kognitif,
Inovatif, dan Kreatif

Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh

01
Psikologi Psikologi W611700033 Reno Laila Fitria, M.Si

Abstract Kompetensi
Pengantar Psikologi Kognitif, Pengantar Psikologi Kognitif,
Inovatif, dan Kreatif Inovatif, dan Kreatif
RAPEM Psikologi Kognitif, Inovatif, dan Kreatif

1. Pengertian psikologi kognitif, pengertian inteligensi


2. Tahapan perkembangan kognitif menurut Jean Piaget
3. Skema dan Refleks
4. Perkembangan kognitif menurut Lev Vygotsky
5. Zona Proximal Development (ZPD) dan Scaffolding
6. Perbedaan teori perkembangan kognitif menurut Jean Piaget dan Lev
Vygotsky
7. Information processing theory
8. Teori kreativitas dan inovasi menurut aliran Psikoanalisa
9. Teori kreativitas dan inovasi menurut aliran Humanistik
10. Pengertian kreativitas menurut para ahli
11. Berpikir kreatif
12. Gangguan-gangguan kognitif pada manusia
13. Teori motivasi : motivasi instrinsik dan motivasi ekstrinsik
14. Pengajaran efektif : Cooperative Learning Theory

Catatan:
Catatan:
• Kuis & Tugas Akan diberikan setiap minggu; bisa bersifat individu maupun
kelompok Mempengaruhi Absen Anda secara sistem.
• Ujian Susulan UTS / UAS dilaksanakan maksimum 7 hari setelah ujian
sebenarnya, dengan pemberitahuan paling lambat di hari ujian yang
seharusnya

2021 Psikologi Kognitif, Inovatif, dan Kreatif Pusat Bahan Ajar dan eLearning
2 Reno Laila Fitria, M.Si. http://www.mercubuana.ac.id
Pengantar Psikologi Kognitif

• Sederhananya= studi tentang bagaimana manusia mempersepsi, belajar,


mengingat, dan berpikir tentang informasi.
• Language
• Reading
• Attention
• Memory
• Problem Solving
• Decision Making

Mind? (APA Dictionary of Psychology, 2nd Edition, 2015)


1. broadly, all intellectual and psychological phenomena of an organism,
encompassing motivational, affective, behavioral, perceptual, and cognitive
systems; that is, the organized totality of an organism’s mental and psychic
processes and the structural and functional cognitive components on which
they depend.
The term, however, is also used more narrowly to denote only cognitive activities
and functions, such as perceiving, attending, thinking, problem solving, language,
learning, and memory.
The nature of the relationship between the mind and the body, including the
brain and its mechanisms or activities, has been, and continues to be, the
subject of much debate.

2021 Psikologi Kognitif, Inovatif, dan Kreatif Pusat Bahan Ajar dan eLearning
3 Reno Laila Fitria, M.Si. http://www.mercubuana.ac.id
2. the substantive content of such mental and psychic processes.
3. consciousness or awareness, particularly as specific to an individual.
4. a set of emergent properties automatically derived from a brain that has achieved
sufficient biological sophistication. In this sense, the mind is considered more the
province of humans and of human consciousness than of organisms in general

5. human consciousness regarded as an immaterial entity distinct from the brain.


See cartesian dualism; ghost in the machine.
6. the brain itself and its activities. In this view, the mind essentially is both the
anatomical organ and what it does.
7. intention or volition.
8. opinion or point of view.
9. the characteristic mode of thinking of a group, such as the criminal mind or the
military mind.

Progresi Dialektika Hegel:


• Thesis  kelemahan/alternative ideanti tesis  sintesis (gabungan terbaik
dari tesis dan anti tesis  Tesis baru  kelemahan/alternative ide, dst
• Akar filosofis:

2021 Psikologi Kognitif, Inovatif, dan Kreatif Pusat Bahan Ajar dan eLearning
4 Reno Laila Fitria, M.Si. http://www.mercubuana.ac.id
2021 Psikologi Kognitif, Inovatif, dan Kreatif Pusat Bahan Ajar dan eLearning
5 Reno Laila Fitria, M.Si. http://www.mercubuana.ac.id
2021 Psikologi Kognitif, Inovatif, dan Kreatif Pusat Bahan Ajar dan eLearning
6 Reno Laila Fitria, M.Si. http://www.mercubuana.ac.id
Pandangan & Teori Kognitif

• Pendekatan Pemrosesan Informasi (Information Processing Approach),


Proses Informasi, Ingatan Jangka Pendek, dan Ingatan Jangka Panjang
• Tambahan:
• Recall: anda harus meretrieve informasi dari memori Anda, Cth: Ketika
Anda mengisi titik2
• Recognition: Anda harus mengidentifikasi sebuah target dari beberapa
alterbatif target, misalnya soal pilihan Ganda

Pemrosesan Informasi

• Informasi masuk melalu indra kita


• Sebagian besar informasi kita buang tanpa kita sadari
• Beberapa disimpan dalam ingatan untuk beberapa saat dan kemudian
terlupakan. Contoh: Kita mengingat nomor tempat duduk kita saat akan
menonton bioskop, tetapi setelah anda duduk maka kemungkinan besar anda
akan melupakan nomor tsb
• Beberapa informasi tetap kita simpan bahkan selamanya
• Pendidikan harus memasukkan informasi yang berguna, keterampilan &
sikap ke dalam pikiran siswa dengan cara apapun, sehingga siswa dapat

2021 Psikologi Kognitif, Inovatif, dan Kreatif Pusat Bahan Ajar dan eLearning
7 Reno Laila Fitria, M.Si. http://www.mercubuana.ac.id
mengingat kembali pengetahuan yang mereka miliki ketika mereka
membutuhkan

• Dua (2) Implikasi pendidikan dari adanya kesan panca indera (Sensory
Register):
• Orang harus menaruh perhatian pada informasi jika mereka ingin tetap
mempertahankannya
• Memerlukan waktu untuk membawa semua informasi yang dilihat
untuk dimasukkan ke dalam kesadaran. Cth:Siswa dijejali begitu
banyak materi tanpa diberitahu aspek mana yang harus mereka
perhatikan, maka kemungkinan besar mereka akan mengalami ksulitan
belajar dan menyerap semua informasi.

Ingatan Jangka Pendek


• Informasi dimana seseorang merasa dan menaruh perhatian, ditransfer ke
komponen kedua dari sistem ingatan yang disebut dengan ingatan jangka
pendek (Short term memory) atau STM
• Suatu sistem penyimpanan sementara yang dapat menyimpan informasi
secara terbatas
• Bagian dari ingatan, dimana informasi yang baru saja didapat disimpan
• Pikiran memberi kesempatan kepada informasi untuk disimpan sebentar
dalam ingatan jangka pendek kita.
• Jika kita berhenti berpikir tentang sesuatu maka informasi itu akan hilan dari
ingatan jangka pendek kita
• Informasi mungkin masuk ingatan jangka pendek melalui sensory registers
(pusat penampungan kesan-kesan sensoris) atau dari komponen dasar
sistem ingatan yang ketiga yaitu ingatan jangka panjang (long term
memory)
• Sering kedua hal tsb terjadi secara bersamaan
• Contoh: ketika kita melihat burung merpati, sensory register kita mentransfer
kesan burung merpati dalam ingatan jangka pendek. Sementara itu, kita
mungkin (Secara tidak sadar) mencari ke dalam ingatan jangka panjang untuk
mencari berbagai informasi tentang burung sehingga kita dapat
mengidentifikasi brung itu sebagai merpati.

2021 Psikologi Kognitif, Inovatif, dan Kreatif Pusat Bahan Ajar dan eLearning
8 Reno Laila Fitria, M.Si. http://www.mercubuana.ac.id
• Satu cara menyimpan informasi ke dalam ingatan jangka pendeka adalah
berpikir tentang informasiitu atau mentakan berulang-ulang (rehearsal)
• Rehearsal menjadi penting dalam belajar karena informasi menjadi lebih lama
menetapdi ingatan jangka pendek dan akhirnya memiliki kesempatan lebih
besar untuk ditransfer ke ingatan jangka panjang.
• Tanpa Rehearsal, item atau informasi hanya bertahan kurang lebih 30 detik
dalam ingatan jangka pendek
• Ingatan jangka pendek hanya mampu mengingat lima sampai tujuh informasi
(Miller, 1956)kita hany mampu berpikir 5 -7 hal yang berbeda dalam waktu
yang singkat
• Rehearsal menjadi penting dalam proses pembelajaran

Ingatan Jangka Panjang


• Bagian dari sistem ingatan kita dimana kita menyimpan informasi untuk
jangka waktu yang lama
• Memiliki daya tampung yang tidak terbatas, baik dari segi jumlah informasi
maupun dari segi lamanya waktu informasi akan disimpan
• Kita mungkin tidak lupa tentang suatu informasi yang pernah kita dapat, tetapi
kita mungkin kehilangan kemampuan untuk menemukan informasi dalam
ingatan kita mungkin karena kesulitan penggalian kembali karena
gangguan dari informasi ygmasuk dalam ingatan jangka panjang thdp
informasi yang telah disimpan disitu (Interferensi)
• Informasi yang diambil dari ingatan jangka panjang mungkin dimasukkan
kembali ke dalam ingatan jangka pendek untuk digabungkan dengan
informasi baru dan diolah dalam working memory
• Perbedaan antara informasi yg diambil dari ingatan jangka pendek &
informasi yang sudah lama diingat (Craik & Lockhart, 1992): Kedalaman dan
ketelitian informasi yang telah diproses
• Model Alternatif untuk memperbaiki belajar dan mengingat (3 Faktor
Memperbaiki belajar) berdasarkan Pemrosesan Informasi (Craik & Lockhart):
• Elaborasi menambah arti dengan menghubungkan satu informasi
baru dengan pengetahuan yang sudah ada. Hubungan terjadi ketika
informasi baru diganbungkan ke dalam kerangka kerja dan schemata
yang proporsional Contoh: membaca sebuah paragraf sejarah akan

2021 Psikologi Kognitif, Inovatif, dan Kreatif Pusat Bahan Ajar dan eLearning
9 Reno Laila Fitria, M.Si. http://www.mercubuana.ac.id
membuat anda mengingatsesuatu yang pernah kita tahu pada masa
itu. Lalu setelah itu kita akan Mengingat kembali
• Orgnization dihubungkan dengan elaboration. Bahan pelajaran yang
terorganisasi dengan baik lebih mudah untuk diingat
• Context kita akan lebih mudah mengingat jika konteksnya sama.
Contoh: Belajar dan melakukan tes di kelas yang sama

Sensory Register – Short-Term Store – Long Term Store:

Implikasi Teori Kognitif dalam Pendidikan:


• Strategi mengajar:
• Memusatkan perhatian: pusatkan perhatian murid pada Anda
sebagai guru. Cara: 1)Katakan kepada siswa tujuan mata pelajaran
Anda, 2) tunjukkan bagaimana mata pelajaran Anda nantinya berguna
untuk siswa, 3) Tanyakan pada siswa mengapa mereka berpikir bahwa
mata pelajaran ini penting, 4) Bangkitkan keingintahuan mereka
dengan pertanyaan, 5) Ciptakan suatu kejutan dengan
mempertujukkan suatu kejadian yang tidak diharapkan, 6) Menugbah
lingkungan fisik dnegan mengatur kelas & menciptakan situasi yang
berbeda, 7) Berikan suatu pelajaran yang menstimulasi indra/kesan
siswa, 8) Gunakan lambang non verbal anda semaksimal mungkin, 9)

2021 Psikologi Kognitif, Inovatif, dan Kreatif Pusat Bahan Ajar dan eLearning
10 Reno Laila Fitria, M.Si. http://www.mercubuana.ac.id
Hindari tingkahlaku yang mengacau seperti mengetuk meja dengan
pensil, menarik-narik rambut, dsb

• Strategi mengajar:
• Mengidentifikasikan apa yang sulit, penting dan tidak biasa
• Bantu siswa merasa betapa pentingnya informasi baru
• Bantu siswa mengingat kembali informasi yang telah dipelajari
sebelumnya
• Bantu siswa memahami dan menggabungkan informasi

Kemampuan Metakognitif:

2021 Psikologi Kognitif, Inovatif, dan Kreatif Pusat Bahan Ajar dan eLearning
11 Reno Laila Fitria, M.Si. http://www.mercubuana.ac.id
• Tiap individu berbeda dalam belajar
• Beberapa orang belajar dan mengingat lebih baik dari orang lainnya
• Metakognitif: pengetahuan yang berasal dari proses kognitif kita sendiri
beserta hasil-hasilnya. Ketika anak-anak bekembang, merek amenjadi lebih
cermat dalam pengertian bagaimana mengontrol dan memonitor belajar
mereka sendiri, bagaimana menggunakan bahasa, dsb.
• Umumnya kemampuan ini berkembang pada usia 5-7 tahun
• Metacognition is, put simply, thinking about one’s thinking. More precisely, it
refers to the processes used to plan, monitor, and assess one’s
understanding and performance. Metacognition includes a critical awareness
of a) one’s thinking and learning and b) oneself as a thinker and learner
(sumber: https://cft.vanderbilt.edu/guides-sub-pages/metacognition/)

2021 Psikologi Kognitif, Inovatif, dan Kreatif Pusat Bahan Ajar dan eLearning
12 Reno Laila Fitria, M.Si. http://www.mercubuana.ac.id
Aspek kognitif
A. Pengamatan
B. Tanggapan
C. Ingatan
D. Reproduksi
E. Asosiasi
F. Fantasi
G. Berpikir
H. Intelegensia

A. Pengamatan (Persepsi)
Proses Penginderaan (Sensation) dan pengamatan (perception) adalah sbb:
1. Obyek menimbulkan stimulus (proses alamiah/proses fisik)
2. Stimulus yang diterima panca indera dilanjutkan oleh syaraf sensoris ke otak
(proses fisiologik)
3. Kemudian terjadi proses di otak sehingga individu dapat menyadari apa yang
diterima melalui indera. Proses yang terjadi di dalam otak sebagai pusat
kesadaran merupakan proses psikologi proses pengamatan yang
sebenarnya.

B. Tanggapan
 Bayangan yg tinggal dlm ingatan stlh melakukan pengamatan. Proses
psikologis yg terjadi dlm diri subyek, tanpa ada hubungan langsung dgn
obyek pengamatan. Tanggapan lbh merupakan kesan-kesan imaginative bagi
individu, obyek pengamatan bersifat individual, melampaui ruang & waktu &
tidak dpt dilihat atau diamati, dan tidak diketahui orang lain.
 3 macam tanggapan:
1. Tanggapan masa lampau/tanggapan ingatan
2. Tanggapan masa dating/tanggapan mengantisipasikan
3. Tanggapan masa kini/tanggapan representative (tanggapan imajinatif)

C. Ingatan
 Mengaktifkan kembali hal-hal/pengalaman masa lampau.

2021 Psikologi Kognitif, Inovatif, dan Kreatif Pusat Bahan Ajar dan eLearning
13 Reno Laila Fitria, M.Si. http://www.mercubuana.ac.id
 3 aspek berkaitan dengan berfungsinya ingatan:
 Mencamkan yaitu menerima kesan-kesan
 Menyimpan kesan-kesan
 Memproduksi kesan-kesan
Menerima  Mencamkan  Menyimpan Sekehendak (Menghapal)/tidak
sekehendak  memproduksi dengan baik

D. Reproduksi
 Mengaktifkan kembali hal-hal yang telah dicamkan atau reproduksi yaitu
pemunculan kembali tanggapan-tanggapan yang telah dilakukan, jadi terjadi
proses mengingat kembali yang telah kita amati atau kita alami.
 2 bentuk: mengingat kembali (recall) dan mengenal kembali (recognition).

E. Asosiasi
 Hubungan antara tanggapan yang satu dengan tanggapan yang lain dalam jiwa
kita. Apabila ada satu tanggapan masuk dalam kesadaran, maka tanggapan itu akan
―memanggil‖ tanggapan yang lain dan membawanya ke dalam kesadaran untuk
dihbungkan atau dibandingkan

F. Fantasi
 Kemampuan membentuk tanggapan-tanggapan baru dengan pertolongan
tanggapan yang sudah ada, dan tanggapan baru tersebut tidak harus sesuai dengan
benda-benda yang diamati. Fantasi ini memungkinkan manusia untuk berorientasi
dalam alam yang melampaui dunia nyata/realitas.

G. Berpikir
 Meliputi 3 proses:
 Pembentukan pengertian
 Pembentukan pendapat
 Penarikan kesimpulan/pembentukan keputusan
H. Intelegensia
 Daya menyesuaikan diri dengan mempergunakan akal. (Intelegensia
mengandung: General Ability/factor G dan Special Ability/Faktor S.

2021 Psikologi Kognitif, Inovatif, dan Kreatif Pusat Bahan Ajar dan eLearning
14 Reno Laila Fitria, M.Si. http://www.mercubuana.ac.id
Intelegensi
• Beberapa Pandangan Mengenai Inteligensi
• Ciri-ciri Perbuatan Inteligensi
• Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi Inteligensi
• Etnik, Ras dan Faktor Sosial dalam Prestasi Intelektual
• Hubungan Intelegensi dengan Kehidupan Individu

Apa itu Intelegensi?


• Apakah kemampuan untuk menggunakan logika dan memberikan alasan?
• Apakah kemampuan untuk menulis dan bicara secara jelas?
• Apakah terbatas hanya pada kinerja atau prestasi seseorang disekolah?
• Apakah perilaku dalam situasi sosial?
• Apakah ketika Anda mengetahui Anda sedang berbuat salah?

Bagaimana Kita bisa mengetahui bahwa Intelegensi Memang Ada?


• Para ahli Psikometri yang mengkhususkan diri untuk mengukur karakteristik
Psikologis dari Intelegensi dan kepribadian, dengan menggunakan berbagai
pola skor tes, mereka menemukan bukti untuk menggeneralisasi intelegensi
dan kemampuan-kemampuan spesifik.
• Tes Intelegensi dikembangkan untuk fungsi praktis seperti saat penerimaan
dan penempatan murid baru. Pada Awalnya, berbagai tes tersebut tidak
didasari oleh teori intelegensi manapun. Mereka hanya mendefinsikan
intelegensi sebagai kemampuan untuk memperoleh nilai bagus di
sekolah...JADI, Tes IQ memang mengukur Intelegensi

Apa itu Intelegensi?


• Intelegensi adalah proses inferensi yang digunakan manusia untuk
menjelaskan berbagai perbedaan derajat dari kesuksesan adaptif seseorang
dalam berperilaku.
• Kemampuan mental yang membuat seseorang mampu untuk
beradaptasi, membentuk dan memilih lingkungannya
• Kemampuan menilai, memahami dan memaknai

2021 Psikologi Kognitif, Inovatif, dan Kreatif Pusat Bahan Ajar dan eLearning
15 Reno Laila Fitria, M.Si. http://www.mercubuana.ac.id
• Kemampuan untuk memahami dan berurusan dengan orang
lain, obyek dan berbagai simbol
• Kemampuan bertindak dengan tujuan, berpikir rasional dan
secara efektif berurusan dengan lingkungannya

Intelegensi : Beberapa Pandangan Mengenai Inteligensi


• Pendekatan Pandangan Psikometri Spearman- two-factor theory of
intelligence
– Charles Spearman membangun two-factor theory of intelligence
dengan menggunakan analisis faktorial.
– Risetnya berhasil membangun: g faktor dari intelegensi general & s
faktor untuk kemampuan intelektual spesifik
– Konsep g: didasari pada fakta bahwa kinerja yang baik pada berbagai
variasi tugas kognitif yang luas berkorelasi secara konsisten dan positif
meskipun tidak sempurna
– Spearman juga percaya bahwa kinerja/hasil tes kemampuan mental
apapun membutuhkan kemampuan khusus yang dia sebut sebagai
faktor s

• Pendekatan Pandangan Psikometri Spearman- two-factor theory of


intelligence

2021 Psikologi Kognitif, Inovatif, dan Kreatif Pusat Bahan Ajar dan eLearning
16 Reno Laila Fitria, M.Si. http://www.mercubuana.ac.id
• Pendekatan Pandangan Psikometri Spearman- two-factor theory of
intelligence
– Menurut Spearman (1904) semua kemampuan intelgensi memiliki area
yang berhimpitan, disebut sebagai ―g‖ untuk kemampuan umum.
– Setiap kemampuan sebagian bergantung pada faktor ―s‖ untuk
kemampuan spesifik.
– Menurutnya, Faktor ―g‖ adalah kemampuan dominan ketika melakukan
berbagai tugas. Sementara faktor ―s‖ kemampuan yang tidak dominan
– Beberapa Psikolog tidak setuju dengan representasi faktor ―g‖
– Korelasi antara berbagai tugas mental memang berjalan krn mereka
pada dasarnya berbagi proses yang sama. Tetapi tidak boleh
dilupakan bahwa berbagai proses tersebut tumbuh bersama, dan
bergantung pada faktor yang sama seperti kesehatan, nutrisi, edukasi,
dll

2021 Psikologi Kognitif, Inovatif, dan Kreatif Pusat Bahan Ajar dan eLearning
17 Reno Laila Fitria, M.Si. http://www.mercubuana.ac.id
• Berbagai teori yang saling berkonflik membuat berbagai ahli teori Psikometri
mengajukan berbagai teori hirarki Intelegensi yang meliputi komponen-
komponen general dan spesifik

• Pandangan Raymond Cattell tentang Intelegensi-Intelegensi sebagai


Beberapa Kemampuan Dasar
– Intelegensi Fluid
• Kemampuan untuk berpikir on the spot dan memecahkan
masalah baru
• Kemampuan mempersepsi hubungan
• Kemampuan memperoleh tipe pengetahuan baru
– Intelegensi Crystallized
• Pengetahuan faktual tentang dunia
• Keterampilan dipelajari dan dipraktekkan
• Contoh:
– Fakta-fakta aritmatika
– Pengetahuan tentang makna kata
– Ibu Kota

• Pandangan Raymond Cattell tentang Intelegensi-Intelegensi sebagai


Beberapa Kemampuan Dasar
• Intelegensi Fluid intelligence pada tes diukur dengan
– Kemampuan untuk menyusun puzzle baru
– Kemampuan untuk menentukan entri lanjutan dari serangkaian angka
– Kemampuan untuk mengidentifikasi satu dari 4 objek yang terkait
dengan lainnya
• Anak-anak yang berhasil mengerjakan satu tes Intelegensi Fluid biasanya
akan bisa mengerjakan tes intelegensi fluid lainnya.
– Tetapi bukan berarti mereka akan bisa mengerjakan dengan baik tes
Intelegensi crystallized

• Pandangan Raymond Cattell tentang Intelegensi-Intelegensi sebagai


Beberapa Kemampuan Dasar

2021 Psikologi Kognitif, Inovatif, dan Kreatif Pusat Bahan Ajar dan eLearning
18 Reno Laila Fitria, M.Si. http://www.mercubuana.ac.id
• Intelegensi Fluid-mencapai puncaknya sebelum usia 20 dan bertahan tetap
sepanjang kehidupan.
• Intelegensi Crystallized – terus meningkat selama orang aktif dan awas
• Artinya: orang usia 20-an mungkin akan lebih sukses menyelesaikan masalah
yang tidak familiar ketimbang orang berumur 65 tahun, tetapi orang yg
berusia 65 tahun akan lebih menguasi berbagai problem yang memang
menjadi area spesialisasi mereka

• Three-Stratum Theory of Intelligence - John Carroll

• Three-Stratum Theory of Intelligence - John Carroll

2021 Psikologi Kognitif, Inovatif, dan Kreatif Pusat Bahan Ajar dan eLearning
19 Reno Laila Fitria, M.Si. http://www.mercubuana.ac.id
– Teori Hirarki Caroll sebenarnya bisa dikatakan sebagai kompromi yang
esensial antara pandangan tentang inlegensi yang terkait dengan
kemampuan general dan kemampuan yang berbeda (spesifik)
– Beberapa kritik terhadap teori ini. Teori ini dipandang masih kurang
memuaskan karena teori ini mengabaikan riset dan teori
perkembangan kognisi.

• Three-Stratum Theory of Intelligence - John Carroll


– Teori Hirarki Caroll sebenarnya bisa dikatakan sebagai kompromi yang
esensial antara pandangan tentang inlegensi yang terkait dengan
kemampuan general dan kemampuan yang berbeda (spesifik)
– Beberapa kritik terhadap teori ini. Teori ini dipandang masih kurang
memuaskan karena teori ini mengabaikan riset dan teori
perkembangan kognisi.

• Teori Kohler tentang Intelegensi

2021 Psikologi Kognitif, Inovatif, dan Kreatif Pusat Bahan Ajar dan eLearning
20 Reno Laila Fitria, M.Si. http://www.mercubuana.ac.id
• Teori Kohler tentang Intelegensi
– Muncul konsel ―Aha Elebnis‖ atau ―Penghayatan Aha‖ atau Insight atau
Aha Moment
– Beberapa kesimpulan dapat ditarik:
• Pada simpanse (terutama si Sultan) telah terdapat permulaan
alat (Tongkat & peti). Hanya bedanya dengan manusia, alat itu
tidak disempurnakan, tidak disimpan & kera tidak mencari-cari
alat tersebut
• Manusia dapat ―Menemukan‖ alt. Bagi manusia setiap benda
dapat diubah fungsinya sesuai kebutuhan. Manusia punya
bahasa. Bahasa membuat manusia dapat menanggapi,
mengingat, dan berpikir. Tanggapan, ingatan, fantasi, dsb adlh
faktor penting dalam intelegensi
• Antara Intelegensi manusia dan binatang terdapat perbedaan
besar. Manusia memperoleh bantuan yang sangat besar yaitu
bahasa.

• Pandangan Lebih Luas Tentang Intelegensi: Teori Kecerdasan Majemuk


(Multiple Intelligences) oleh H. Gardner
– Gardner membagi 9 tipe intelegensi. distinct types of intelligence.
– 3 Pertamanya sebenarnya telah termasuk ke dalam berbagai teori
psikometri tentang intelegensi, yaitu:
• Kecerdasan Linguistik
• Kecerdasan Logika-Matematika
• Kecerdasan Spasial

• Pandangan Lebih Luas Tentang Intelegensi: Teori Kecerdasan Majemuk


(Multiple Intelligences) oleh H. Gardner
– Apa yang dikupas oleh Intelegensi ini?:
• Linguistics - Sensitivitas terhadap makna & bunyi kata,
menguasai sintaksis, mengapresiasi bagaimana bagahasa
dapat digunakan

2021 Psikologi Kognitif, Inovatif, dan Kreatif Pusat Bahan Ajar dan eLearning
21 Reno Laila Fitria, M.Si. http://www.mercubuana.ac.id
• Logika-Matematika – Pemahaman akan berbagai objek dan
simbol dan berbagai tindakan, kemampuan untuk
mengidentifikasi masalah dan mencari penjelasannya
• Spasial – Kapasitas untuk mempersepsikan dunia visual secara
akurat, bisa mentransformasi persepsi dan mencipatakan ulang
berbagai aspek pengalaman visual meskipun stimuli fisiknya
tidak ada

• Pandangan Lebih Luas Tentang Intelegensi: Teori Kecerdasan Majemuk


(Multiple Intelligences) oleh H. Gardner
– Gardner menambahkan 6 Kecerdasan (Intelegensi) Spesifik:
• Musical
• Bodily-kinesthetic
• Interpersonal
• Intrapersonal
• Naturalistic
• Existential intelligence

• Pandangan Lebih Luas Tentang Intelegensi: Teori Kecerdasan Majemuk


(Multiple Intelligences) oleh H. Gardner
– Musikal – Seinsitivitas pada nada-nada individual & berbagai frase
musk, memiliki pemahaman tentang berbagai cara mengkombinasikan
nada dan frase ke dalam struktur dan ritme musik yang lebih luas,
memiliki kesadaran pada aspek emosional music
– Kinestitetis – Gerakan Tubuh – Menggunakan tubuh dalam cara yang
sangat terampil untuk berkespresi atau berbagai tujuan, kapasitas
untuk menangani benda secara terampil
– Interpersonal - Ability to notice and make distinctions among the
moods, temperaments, motivations, and intentions of other people and
potentially to act on this knowledge
– Intrapersonal – akses pada perasaan seorang individu, kemampuan
untuk menarik emosi guna menjadikan emosi tersebut sebagai
panduan dan memahami perilaku dirinya sendiri, pemahaman
terhadap kelemahan dan kekuatan diri

2021 Psikologi Kognitif, Inovatif, dan Kreatif Pusat Bahan Ajar dan eLearning
22 Reno Laila Fitria, M.Si. http://www.mercubuana.ac.id
– Naturalistik – Sensitivotas dan pemahaman pada tumbuhan, hean atau
berbagai aspek alam lainnya
– Eksistensial – sensitivitas pada berbagai isu yang terkait dengan
makna hidup, kematian, dan aspekaspek kondisi manusia lainnya

• Pandangan Lebih Luas Tentang Intelegensi: Teori Kecerdasan Majemuk


(Multiple Intelligences) oleh H. Gardner
– Muncullah pertanyaan: Apakah haruskah kita menggunakan kata
Intelegensi untuk mendeskripsikan semua keterampilan berharga
seperti kemampuan mengerjakan kalkulus, berbicara 6 bahasa asing,
bisa berlari dengan kencang?
– Jika jawabannya Ya,maka Gardner Benar. Orang memang memiliki
banyak kecerdasan. Artinya kita tengah mengubah definisi dan makna
dari Intelegensi

Ciri-Ciri Perbuatan Intelegen


• Masalah yang dihadapi sedikit banyaknya merupakan masalah yang
baru bagi yang bersangkutan: jika pertanyaan kenapa air bisa
memadamkan api bisa dijawab oleh anak yg baru bersekolah, maka itu
jawaban Intelegen. Tetapi jika pertanyaan dijwb oleh anak yang baru
mendapatkan pelajaran IPA tentang Api dan Air maka itu tidak dapat
dikatakan Intelegen
• Perbuatan Intelegen sifatnya serasi dengan tujuan ekonomis
menghemat waktu dan tenaga
Masalah yang dihadapi harus mengandung suatu tingkat kesulitan bagi yang
bersangkutan ada masalah yg mudah dipecahkan oleh orang dewasa, tetapi jika
masalah yang sama dipecahkan oleh anak-anak maka jawaban anak tsb intelegen

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Intelegensi Seseorang


a. Pembawaan: ditentukan oleh sifat dan ciri yang dibawa sejak lahir
b. Kematangan: Fisik dan Psikis
c. Pembentukan: segala keadaan di luar diri seseorang yg mempengaruhi
perkembangan intelegensi. Pembentukan Sengaja (Sekolah, dsb),
Pembentukan Tidak Sengaja (Lingkungan)

2021 Psikologi Kognitif, Inovatif, dan Kreatif Pusat Bahan Ajar dan eLearning
23 Reno Laila Fitria, M.Si. http://www.mercubuana.ac.id
d. Minat & Pembawaan yg khas
e. Kebebasan
f. Pengaruh lingkungan sosial: Kemiskinan, Ras/etnis

Bagaimana Mengukur Intelegensi


• Tes Intelegensi pertama diciptakan oleh Binet & Simon  menggunakan
berbagai tugas sederhana untuk menentukan anak mana yang akan
berprestasi bagus di sekolah dan mana yang tidak.
• Binet dan Simon menggunakan Mental age untuk membedakan anak-anak
yang ―cerdas‖ dan ―biasa saja‖
• Lewis Terman kemudian merevisi Tes Simon & Binet lalu mempublikasi
versi yang kita ketahui bersama sebagai Stanford-Binet Test di tahun 1916
• Prestasi atau Kinerja dideskripsikan sebagai intelligence quotient (IQ) yang
mencakup rasio mental age pada chronological age dikalikan 100:
• IQ=MA/CA x 100

Stanford-Binet IQ Test
• Tes ini mengukur berbagai hal yang dibutuhkan dalam kesuksesan di sekolah
– Pemahaman dan penggunaan bahasa, memori, kemampuan mengikuti
instruksi & keterampilan komputasional
• Tes Binet adalah satu set item-item yang telah dinilai berdasarkan usia (age-
graded items)
– Binet mengasumsikan bahwa kemampuan anak meningkat seiring usia
– Item-item tersebut mengukur ―Mental level atau mental age‖ seseorang
• Testing Adaptive
– Menentukan level usia dari item-item advance yang mana anak-anak
dapat menjawabnya dengan benar dan konsisten
– Anak-anak yang mental age nya sama dengan usia kronologisnya
digolongkan memiliki kecerdasan ―rata-rata‖

Bagaimana Mengukur Intelegensi


Stanford-Binet IQ Test
Lihat: http://www.tests.com/practice/Stanford-Binet-Practice-Test
Lihat: https://www.stanfordbinet.net/

2021 Psikologi Kognitif, Inovatif, dan Kreatif Pusat Bahan Ajar dan eLearning
24 Reno Laila Fitria, M.Si. http://www.mercubuana.ac.id
Stanford-Binet IQ Test
• Di usia manapun, anak-anak rata-rata akan memiliki IQ 100, sebab usia
mental mereka = usia kronologis
– Secara kasar, 2/3 anak-anak akan memiliki Skor IQ diantara 85 dan
115
– Sekitar 95% akan memiliki skor antara 70 dan 130

Stanford-Binet IQ Test

Stanford-Binet IQ Test
• Kesimpulan tersebut digunakan untuk mengindikasikan kecerdasan anak
yang relatif dibandingkan anak-anak lain di usia yang sama
• Test IQ mengukur kemungkinan prestasi/kinerja di sekolah dan seting yang
sama

2021 Psikologi Kognitif, Inovatif, dan Kreatif Pusat Bahan Ajar dan eLearning
25 Reno Laila Fitria, M.Si. http://www.mercubuana.ac.id
• Sebuah Tes IQ memang mengkur prestasi/kinerja...tetapi Tes IQ tidak bisa
menjelaskan prestasi/kinerja itu sendiri

Wechsler Intelligence Scale


• Wechsler Preschool and Primary Scale of Intelligence-R (WPPSI-R)
– Didesain untuk anak umur 4-6 ½ tahun
• Wechsler Intelligence Scale for Children-Third Edition (WISC-III)
– Digunakan untuk anak 6 – 16 tahun
• Wechsler Adult Intelligence Scale-Third Edition (WAIS-III)
– Digunakan untuk anak 17 tahun ke atas
– Saat ini sudah menjadi Edisi ke-4 (WAIS-IV), dirilis oleh Pearson
• Digunakan untuk anak umur 6 – 16 tahun 11 bulan

Wechsler Intelligence Scale for Children-Third Edition (WISC-III)


• Menyediakan profil kekuatan dan kelemahan seseorang
• Setiap tes terdiri dari 12 bagian
– Setiap bagian dimulai dengan pertanyaan sederhana dan meningkat
menjadi pertanyaan yang sulit
– Performance Scale (6 bagian)
• Kemampuan Spasial dan Perseptual
• Mengukur fluid intelligence
– Verbal Scale (6 bagian)
• Pengetahuan umum tentang dunia dan keterampilan
menggunakan bahasa
• Mengukur crystallized intelligence

Wechsler Intelligence Scale for Children-Third Edition (WISC-III)


• IQ Verbal didasari oleh:
– Informasi
• Mengukur range anak terkait dengan informasi faktual
– Contoh: Tanggal berapa hari kemerdekaan RI?
– Similarities
• Mengukur kemampuan anak untuk mengkategorisasi
– Contoh: Dalam hal apa wol dan katun sama?

2021 Psikologi Kognitif, Inovatif, dan Kreatif Pusat Bahan Ajar dan eLearning
26 Reno Laila Fitria, M.Si. http://www.mercubuana.ac.id
– Aritmatika
• Mengukur kemampuan memecahkan masalah melalui operasi
matematika
– Contoh: Jika Kamu membeli permen seharga 200 rupiah
lalu kamu memberi logam 500 rupiah kepada penjaga
warung, maka berapa uang kembali yang akan kamu
terima?
– Vocabulary
• Kemampuan mendefinisikan kata
– Contoh: Apa arti Televisi?
– Comprehension
• Mengukur kemampuan untuk menjawab pertanyaan yang
bersifat common sense
– Contoh: Mengapa seseorang menjadi peserta asuransi
Kesehatan?
– Digit Span
• Mengukur short-term auditory memory

Wechsler Intelligence Scale for Children-Third Edition (WISC-III)


• Performance IQ didasari oleh
– Coding
• Menyalin tanda dari kode; belajar rotasi visual
– Melengkapi Gambar
• Mengatakan apa yang hilang dalam gambar
– Contoh: Anak-anak ditunjukkan gambar mobil tanpa roda,
lalu ditanya ―Apa yang hilang dalam gambar‖?
– Mengatur Gambar
• Mengatur gambar hingga menunjukkan cerita
– Desain Blok
• Mengatur blok muli warna sesuai dengan desain di kertas
contoh
– Menyusun Objek
• Menyatukan Puzzle—Mengukur nonverbal fluid reasoning

2021 Psikologi Kognitif, Inovatif, dan Kreatif Pusat Bahan Ajar dan eLearning
27 Reno Laila Fitria, M.Si. http://www.mercubuana.ac.id
Wechsler Intelligence Scale for Children-Third Edition (WISC-III) tidak bisa
untuk infant
The Bayley Scales of Infant Development are often used for infant assessment

Hubungan Intelegensi dengan Kehidupan Seseorang


• Di satu sisi memang penting tetapi Intelegensi bukan satu-satunya faktor
yangmenentukan sukses tidaknya kehidupa seseorang
• Kehidupan sangat kompleks
• Jangan abaikan Faktor kesehatan dan Faktor ada tidaknya Kesempatan
• Faktor Kepribadian juga menjadi salah satu faktor penentu kesuksesan
seseorang
• Kecerdasan atau Intelegensi seseorang memberi kemungkinan bergerak
dan berkembang dalam bidang tertentu dalam kehidupannya. Sampai
dimana kemungkinan tadi dapat direalisasikan, tergantung juga pada
kehendak, kepribadian serta kesempatan yang ada.

Etnik, Ras dan Faktor Sosial Lainnya dalam Prestasi Intelektual


• Giliran Anda untuk Mencari tahu, Menerangkan Kembali dan Menjawab
tentang hal ini...

Daftar Pustaka
• Hacker, D.J., Dunlosky, J., & Graesser, A.C. (2009). Handbook of
Metacognition in Education. New York: Routledge.
• Burman, E. (2008). Deconstructing Developmental Psychology (second
edition). East Sussex: Routledge
• Munandar, SCU. (1999). Kreativitas dan Keberbakatan : Strategi Mewujudkan
Potensi Kreatif dan Bakat. Jakarta : Gramedia Pustaka utama
• Semiawan, C. (1995). Perspektif Pendidikan Anak Berbakat. Jakarta :
Depdikbud. Dirjen DIK

2021 Psikologi Kognitif, Inovatif, dan Kreatif Pusat Bahan Ajar dan eLearning
28 Reno Laila Fitria, M.Si. http://www.mercubuana.ac.id
• Munandar, SCU. (1988). Kreativitas Sepanjang Masa. Jakarta : Pustaka Sinar
Harapan
• Munandar, SCU. (1987). Mengembangkan Bakat dan Kreativitas Anak
Sekolah : Petunjuk bagi Para guru dan Orang Tua. Jakarta : Gramedia
Pustaka Utama
• https://www.slideshare.net/orengomoises/chapter1-introduction-to-cognitive-
psychology
• Dan lainnya

2021 Psikologi Kognitif, Inovatif, dan Kreatif Pusat Bahan Ajar dan eLearning
29 Reno Laila Fitria, M.Si. http://www.mercubuana.ac.id