Anda di halaman 1dari 8

Restoran ABC menjalankan operasional perusahaannya dengan membentuk beberapa divisi yaitu

divisi penjualan, divisi pembelian, divisi akuntansi, divisi service, divisi produk dan bendahara.
Proses bisnis restoran ini juga melibatkan berbagai sistem dan pihak lain seperti pelanggan,
pemasok dan Bank. Proses bisnisnya juga sudah dijalankan secara terkomputerisasi.

Dari hal tersebut buatlah use case diagram serta analisis siklus

1. Proses pendapatan

Memesan menu
makanan /
minuman

Menerima makanan /
minuman

Membayar makanan /
Pelanggan minuman yang dipesan Menerima pesanan
pelanggan

Membuat/memasak menu
makanan/minuman

Mengecek ketersediaan Melakukan verifikasi


bahan pesanan

Divisi Produk Menciptakan variasi


menu restoran

Melakukan entry
pesanan
Memberikan pelayanan
terdahap pelanggan

Divisi Penjualan

Menerima komplain /
Divisi Servis keluhan dari pelanggan Mempersiapkan
pesanan pelanggan

Update rekening
restoran
Menagih pembayaran
pelanggan

Perantara transaksi
Bank restoran dengan pelanggan

Menerima pembayaran
dari pelanggan

Mengentri dan
mencetak pesanan

Sistem
Update data
Terkomputerisasi
pelanggan
Analisis Siklus:

Secara umum, proses pendapatan restoran ABC tersebut terdapat 6 (enam) pihak yang terlibat,
yaitu :

1. Pelanggan
Yaitu pihak yang berperan untuk memesan, menerima, dan membayar menu berupa makanan
atau minuman yang disediakan oleh restoran ABC
2. Divisi Produk
Yaitu pihak yang berperan untuk membuat / memasak makanan maupun minuman, dan
membuat inovasi menu pada restoran ABC
3. Divisi Service
Yaitu pihak yang berperan untuk memberikan pelayanan terhadap pelanggan restoran serta
menerima komplain atau keluhan dari pelanggan
4. Divisi Penjualan
Yaitu pihak yang berperan untuk menerima pesanan pelanggan, melakukan verifikasi pesanan,
mempersiapkan pesanan, menyerahkan pesanan, menagih pembayaran atas pesanan, dan
menerima pembayaran dari pelanggan
5. Bank
Yaitu pihak yang berperan untuk melakukan update rekening perusahaan dan sebagai perantara
dalam transaksi antara restoran dengan pelanggan.
6. Sistem Komputerisasi
Sistem komputerisasi berperan dalam melakukan entri dan mencetak pesanan pelanggan, serta
meng update data pelanggan

Selanjutnya dari ke enam pihak tersebut diatas saling berhubungan sehingga tercipta sebuah siklus
pendapatan dengan tahapan sebagai berikut:

1. Siklus pendapatan dimulai ketika Restoran ABC mendapatkan pesanan makanan atau minuman
dari pelanggan. Pesanan pelanggan dapat diperoleh dari berbagai cara, misalnya melalui
pesanan langsung pelanggan dengan mendatangi restoran ABC atau melalui delivery service.
2. Setelah pesanan pelanggan diterima oleh petugas divisi penjualan yang bertugas menerima
pesanan, kemudian selanjutnya adalah melakukan verifikasi pesanan yang dipesan oleh
pelanggan. Beberapa hal yang diverifikasi diantaranya adalah jenis pesanan, kuantitas pesanan,
data pelanggan dan metode pembayaran pesanan pelanggan. Selanjutnya diteruskan ke divisi
produk untuk melakukan pengecekan ketersediaan menu makanan atau minuman.
3. Apabila pesanan telah diverifikasi oleh divisi penjualan dan sudah sesuai dengan pesanan
pelanggan, petugas pada divisi penjualan melakukan entri pesanan pelanggan ke sistem
komputer.
4. Kemudian pesanan yang telah dientri akan diteruskan ke divisi produk untuk dilakukan produksi
(memasak). Setelah selesai proses memasak dan menu siap untuk disajikan, selanjutnya akan
diserahkan kepada divisi service untuk mengantarkan makanan/minuman dan melayani
pelanggan apabila terdapat kekurangan/keluhan/komplain dalam pesanan.
5. Setelah pelanggan selesai makan/minum, maka akan dilakukan pembayaran kepada restoran,
dalam hal ini divisi penjualan berperan untuk melakukan penagihan atas pesanan yang telah
dipesan oleh pelanggan. Pelanggan dapat melakukan pembayaran secara tunai atau
debit/elektronik melalui kasir yang bertugas menerima pembayaran dari pelanggan.
6. Setelah pembayaran secara elektronik dilakukan, bank akan melaporkan bahwa sudah diterima
uang pembayaran dari pelanggan. Kemudian bank akan mengupdate saldo rekening perusahaan
di bank tersebut.
7. Selanjutnya kasir akan melakukan pengecekan dengan bukti bayar yang diterima dari pelanggan.
Apabila pelanggan melakuakan pembayaran secara tunai ke kasir, kasir tersebut lah yang akan
menyetorkan pembayaran pelanggan ke bank.

2. Proses pengeluaran

Meminta barang untuk


Mengidentifikasi
kebutuhan restoran
pemasok
Divisi lain

Mengidentifikasi
Menerima pesanan
kebutuhan barang
barang

Mengirimkan
pesanan barang Memesan
Pemasok barang

Mengirimkan tagihan
pembayaran
Divisi
Menerima
Pembelian
barang

Melakukan verifikasi
barang
Perantara transaksi
Bank antara restoran
dengan pemasok

Mengecek
tagihan

Update data
pengeluaran dan
mempermudah siklus
pengeluaran Membayar
tagihan
Sistem
Terkomputerisasi
Analisis Siklus:

Proses pengeluaran restoran ABC tersebut terdapat 5 (lima) pihak yang terlibat, yaitu :

1. Divisi pembelian
Yaitu pihak yang memproses siklus pengeluaran.
2. Divisi lain
Yaitu pihak yang akan meminta pada divisi pembelian untuk menyediakan kebutuhan barang-
barang untuk menjalankan aktivitas di divisi masing-masing.
3. Pemasok
Yaitu pihak yang berperan untuk menyediakan barang yang dipesan oleh divisi pembelian.
4. Bank
Yaitu pihak yang berperan sebagai perantara dalam melakukan transaksi antara restoran dengan
pemasok.
5. Sistem Komputerisasi
Sistem komputerisasi berperan untuk mempermudah berbagai aktivitas siklus pengeluaran.

Selanjutnya dari kelima pihak tersebut diatas saling berhubungan sehingga tercipta sebuah siklus
pengeluaran dengan tahapan sebagai berikut:

1. Siklus pengeluaran dimulai dari permintaan pembelian barang dari seluruh divisi restoran, baik
divisi penjualan, divisi akuntansi, divisi service, maupun divisi produk. Permintaan pembelian ini
termasuk barang - barang untuk kebutuhan operasional restoran, bahan masakan dan kebutuhan
lainnya. Proses pembelian barang ini dikumpulkan pada fungsi divisi pembelian untuk
memudahkan proses pengadaan barang, dan juga sebagai upaya pengendalian dari risiko
penyimpangan.
2. Namun, sebelum ada persetujuan pembelian, divisi pembelian harus memastikan dulu bahwa
ketersediaan barang yang diinginkan memang tidak mencukupi.
3. Setelah dilakukan pengecekan ketersediaan barang, selanjutnya dipilih dan ditentukan pemasok
yang akan menyediakan barang yang dipesan, bersamaan dengan proses idetifikasi kebutuhan
barang yang diinginkan. Kedua aktivitas ini biasayanya dilakukan bersamaan.
4. Setelah menemukan pemasok yang akan dipercaya untuk mendatangkan barang dan barang
yang akan dipesan pun sudah diidentifikasikan, baru kemudian divisi pembelian akan
memesankan barang kepada pemasok tersebut.
5. Selanjutnya restoran akan mendapatkan barang yang diinginkan dalam waktu yang sudah
disetujui bersama, beserta tagihannya. Namun pengiriman barang dan tagihan terkadang
diterima secara terpisah, bergantung pada kebijakan pemasok maupun persetujuan antara
restoran dengan pemasok.
6. Setelah menerima barang, untuk memastikan barang yang dikirimkan sesuai dengan yang
dipesan, dan untuk memastikan juga bahwa tidak terjadi kerusakan terhadap barang yang
dikirimkan, dilakukan proses verifikasi terhadap barang yang diterima. Pada prosedur yang
berbeda, dilakukan juga aktivitas pengecekan tagihan dari pemasok.
7. Setelah barang diterima dan menerima tagihan, pembelian baru diakui sebagai utang. Ketika
dilakukan pembayaran baru dilakukan penghapusan utang. Pembayaran tergantung permintaan
pemasok, dapat dengan cara pembayaran langsung atau melalui transfer ke rekening pemasok.
3. Proses pelaporan

Mengotorisasi
pengeluaran

Menyerahkan bukti Bendahara


transaksi

Mencatat
transaksi

Divisi lain
Update data Update data buku
transaksi besar

Update jurnal
penyesuaian

Mencetak data Membuat laporan


transaksi Divisi Akuntansi
keuangan

Sistem
Terkomputerisasi
Membuat laporan
manajerial

Mencetak saldo
akun
Analisis Siklus:

Proses pelaporan restoran ABC tersebut terdapat 4 (empat) pihak yang terlibat, yaitu :

1. Divisi akuntansi
Pada proses pelaporan, divisi akuntansi berbagi tugas dengan bendahara. Divisi akuntansi
bertugas untuk mencatat seluruh pengeluaran dan pemasukan kas yang dilakukan oleh
bendahara, kemudian membuatkan laporan penggunannya.
2. Divisi lain
Yaitu pihak yang melaporkan pemasukan dan pengeluaran kas di divisinya masing-masing.
3. Bendahara
Yaitu pihak yang bertugas untuk mengeluarkan dan menampung arus kas, kemudian
membuatkan laporan penggunannya.
4. Sistem Komputerisasi
Sistem komputerisasi berperan untuk mempermudah berbagai aktivitas siklus pengeluaran.

Selanjutnya dari keempat pihak tersebut diatas saling berhubungan sehingga tercipta sebuah siklus
pelaporan dengan tahapan sebagai berikut:

1. Siklus pelaporan dari pengumpulan bukti transaksi yang sudah dilakukan divisi pembelian, divisi
penjualan dan divisi lainnya. Kemudian disesuaikan dengan otorisasi yang telah dilakukan oleh
bendahara. Fungsi bendahara bertugas untuk mengumpulkan dan mengeluarkan uang
restoran, harus dipisahkan dengan fungsi pencatatan arus keluar dan masuk uang restoran.
Fungsi pencatatan tersebut akan dilakukan oleh divisi akuntansi.
2. Kemudian bukti – bukti transakasi tersebut dikumpulkan oleh divisi akuntansi, untuk dicocokan
dengan catatan yang dibuat. Divisi akuntansi akan membuatkan catatan dalam bentuk jurnal
per transaksi, yang kemudian akan dikumpulkan dalam buku besar pencatatan akuntansi.
3. Apabila diperlukan jurnal penyesuaian, langkah selanjutnya adalah dilakukan penyesuaian
terhadap transaksi tertentu.
4. Kemudian saldo akhir setiap akun pada suatu periode akuntansi akan diupdate untuk kemudian
digunakan dalam menyusunan laporan keuangan.
5. Setelah itu divisi akuntansi dapat menyusun laporan keuangan sesuai kebutuhan dan sesuai
dengan aturan akuntansi yang berlaku. Seperti yang diketahui, laporan keuangan pada sebuah
perusahaan terbagi menjadi laporan laba rugi, laporan neraca, laporan arus kas, laporan
perubahan ekuitas dan catatan atas laporan keuangan.
6. Setelah laporan keuangan selesai dibuat, kemudian divisi akuntansi dapat membuat laporan
manajerial untuk kebutuhan pengambilan keputusan manajemen pada berbagai tingkatan.
Biasanya laporan manajerial disusun berdasarkan informasi apa yang dibutuhkan manajemen
untuk disediakan. Laporan manajerial dapat menyangkut laporan penjaulan, laporan biaya
pengeluaran, laporan untuk kepentingan ekspansi usaha, maupun laporan lainnya.