Anda di halaman 1dari 7

BAB 3.

Mengelola Lingkungan Eksternal dan Budaya Organisai

Soal I (Essay)

1. Deskripsikan dua perspektif tentang seberapa banyak manajer berdampak terhadap


keberhasilan atau kegagalan organisasi.
Jawab: 1. Perspektif mumpuni terhadap manajemen: pandangan bahwa manajer
bertanggung jawab secara langsung atas keberhasilan atau kegagalan organisasi yang
mereka pimpin. Dari pandangan ini manajer harus bertanggung jawab penuh Ketika
sebuah organisasi memperlihatkan kinerjanya yang buruk terlepas dari alasan apapun.
2.Prespektif simbolis terhadap manajemen: pandangan bahwa keberhasilan atau
kegagalan debuah organisasi dapat ditentukan oleh faktor-faktor yang berada di luar
kendali manajer. Dilihat secara simbolis kemampuan manajer untuk menentukan hasil
akhir sangat dipengaruhi dan dibatasi oleh beberapa faktor eksternal.
2. “Bisnis dibangun dengan hubungan”. Apa yang Anda pikir tentang arti dengan
pernyataan ini? Apa implikasinya sengan mengelola lingkungan eksternal?
Jawab: sebagai entrepreneurship sudah jelas bahwa hubungan dengan kolega
sangatlah penting, artinya komunikasi berjalan sesuai koridor dalam berusaha.
Implikasinya Manajer membuat peraturan melalui SOP ( Standard Operational
Prosedure) yang sudah mampu di pertanggung jawabkan ke atasan maupun ke bawahan.
3. Ruang kelas memiliki budaya. Jelaskan budaya kelas Anda menggunakan tujuh dimensi
budaya organisasi. Apakah budaya ini membatasi dosen Anda? Dengan cara yang
bagaimana? Apakah membatasi Anda sebagai mahasiswa? Dengan cara yang bagaiman?
Jawab: 1.Inovasi dan pengambilan resiko sejauh mana para karyawan didorong untuk
inovatif dan berani mengambil resiko.
2.Perhatian ke hal rinci sejauh mana para karyawan diharapkan mau
memperhatikan kecermatan, analisis dan perhatian kepada rincian.
3.Orientasi orang sejauh mana keputusan manajemen focus pada hasil, bukan
pada Teknik dan proses yang digunakan untuk mendapatkan hasil itu.
4.Orientasi yang sejauh mana keputusan manajemen memperhitungkan efek hasil
dari orang-orang di dalam organisasi.
5.Orientasi tim sejauh mana kegiatan kerja diorganisasikan dalam tim-tim kerja
bukannya individu.
6.Keagresifan sejauh mana kegiatan organisasi menekan dipertahankannya status
quo sebagai lawan dari pertumbuhan atau inovasi.
7.Kemantapan sejauh mana kegiatan organisasi menekankan dipertahankannya
status quo sebagai lawan dari pertumbuhan atau inovasi.
-Budaya ini tidak membatasi dosen dan mahasiswanya.
4. Dapatkah budaya menjadi beban sebuah organisasi? Jelaskan.
Jawab: sebuah budaya dapat menjadi beban organisasi jika budaya yang dibawa oleh
masing-masing anggotan organisasi berbeda-beda antara satu dengan lainnya. Seperti
perbedaan bahasa, budaya dan lainnya, untuk itu dalam mengatasi persoalan ini maka
suatu organisasi haru menetapkan bahasa yang dapat dimengerti semua orang dan
disamping itu kita juga harus saling menghormati perbedaan yang ada.
5. Bahaslah dampak dari budaya yang kuat terhadap organisasi dan manajer.
Jawab: budaya yang kuat akan mempunyai pengaruh yang besar pada perilaku anggota-
anggotanya karena tingginya tingkat kebersamaan dan intensitas akan menciptakan iklim
internal atas pengendalian perilaku yang tinggi. Menurut para ahli Thompson, Strickland
dan Gamble (2010) menyebutkan ada tiga factor yang mendorong terbentuknya budaya
kuat didalam perushaan yaitu:
1. Seorang pendiri atau pemimpin yang kuat akan menetapkan nilai-nilai, prinsip, dan
praktek yang konsisten serta mengingat kebutuhan pelanggan, kondisi persaingan
serta kebutuhan strategis.
2. Sebuah komitmen perusahaan yang tulus untuk menjalankan usaha sesuai dengan
tradisi-tradisi yang dibentuk, sehingga menciptakan lingkungan internal yang
mendukung pengambilan keputusan dan strategi berdasarkan norma-norma budaya.
3. Perhatian perusahaan terhadap kesejahteraan pelanggan, karyawan dan para
pemegang saham.
6. Jelaskan mengapa spiritualitas kerja tampaknya menjadi perhatian yang penting.
Jawab: spiritualitas dalam pekerjaan didefinisikan sebagai kerangka kerja dari nilai-nilai
budaya organisasi yang mendorong pengalaman transenden para karyawan melalui
proses bekerja, memfasilitasi perasaan mereka terhubung dengan orang lain sekaligus
memberikan mereka perasaan lengkap dan bahagia.

Soal II ( Aplikasi Kasus)

Kasus 1. Menuju Hal-hal Ekstrem

E-retailer (pengecer daring) terbaik nomorsatu. Bagi Anda yang sudah pernah berbelanja
di Zappos.com, perangkat nomor satu ini mungkin bukan kejutan. Bagi Anda yang belum pernah
berbelanja di Zappos.com, tidak akan butuh waktu lama bagi Anda untuk memahami mangapa
Zappos layak mendapat penghargaan seperti itu. Dan, itu lebih dari sekedar fakta bahwa Zappos
memiliki banyak pilihan produk, pengiriman super cepat, dan pengembalian gratis. Rahasia
sebenarnya dari sukses ini adalah orang-orangnya, yang menjadikan pelaman belanja Zappos
benar-benar unik dan luar biasa. Perusahaan ini, yang mulai menjual sepatu dan produk lainnya
secara online pada tahun 1999, telah melakukan “upaya luar biasa dalam membangun udaya
organisasi yang diinginkan, yang telah menghasilkan jalur pasti untuk kesuksesan bisnis”.
Sebagai bagian dari budayanya, Zappos menganut 10 nilai perusahaan. Di bagian atas daftar ini
adalah “memberikan WOW melalui layanan”. Dan mereka benar-benar memberikan WOW!
Bahkan melalaui tantangan ekonomi baru-baru ini, Zappos terus berkembang-sebuah tanda yang
memastikan bahwa penekanannya pada budaya organisasi telah menghasilkan keuntungan.

Zappos tidah hanya merupakan e-retailer nomor satu, tetapi juga salah satu dari 100
perusahaan terbaik sebagai tempat kerja. Baiklah. Jadi apa yang benar-benar membuat budaya
Zappos begitu mengesankan?mari kita lihat lebih dekat. (Selain itu lihat kasus aplikasi #1 di Bab
1 tentang peralihan Zappos menjadi suatu holakrasi.

Zappos mulai menjual sepatu dan produk lainnya secara online pada tahun 1999. Empat
tahun kemudian, bisnis ini menguntungkan dan mencapai lebih dari $1 miliar dalam penjualan
pada tahun 2009. Juga pada tahun 2009, Zappos disebut sebagai Customer Service Camp oleh
BusinessWeek dan diberi rating A+ oleh Better Business Bureau. Juga pada tahun itu, Amazon
9sungguh, Amazon yang itu) membeli Zappos dengan 10 juta saham Amazon, senilai hampir
$928 juta pada waktu itu. Para karyawan Zappos dibagi $40 juta dalam bentuk tunai dan saham
terbatas serta diberi jaminan bahwa manajemen Zappos akan tetap utuh.

Orang yang berketad untuk “membangun budaya yang memuji hal-hal seperti keanehan
dan kerendahan hati” adalah Tony Hseih (diucapkan Shay), yang menjadi Ceo Zappos pada
tahun 2000. Dan, Tony adalah lambang unruk keanehan dan kerendahan hati. Misalnya, pada
April Mop 2010., ia mengeluarkan siaran pers yang mengumumkan bahwa “Zappos menggugat
Walt Disney Company dalam gugatan class action yang mengklaim bahwa Disney telah
menyesatkan publik dengan mengatakan bahwa Disneyland adalah tempat paling bahagia di
bumi, karena jelas “, menurut pendapat Hsieh, “Zappos-lah tempat bahagia di bumi”.

Sebelum bergabung dengan Zappos, hsiesh telah menjadi seorang pendiri jaringan iklan
internet LinkExchange dan telah melihat secara langsung “disgungsi yang dapat timbul dari
usaha membangun sebuah perusahaan di mana keterampilan teknis adalah yang terpenting”. Dia
bertekad untuk melakukannya secara berbeda di Zappos. Hsieh pertama-tama mengundang 300
karyawan Zappos untuk membuat daftar dari nilai-nilai mendorong organisasinya, yang kini
memperkerjakan sekitar 1.400 orang.

Hal lain yang membedakan budaya Zappos adalah pengakuan bawa budaya organisasi
adalah lebih dari suatu daftar nilai tertulis. Budaya harus “hidup”. Dan Zappos mewujudkannya
dengan mempertahankan “jejaring kompleksdari interaksi manusia”. Di Zappos, media sosial
digunakan secara bebas untuk menghubungkan para karyawan satu sama lain dan dengan para
pelanggan perusahaan. Misalnya, salah satu tweet baru-baru ini mengatakan, “Hei. Apakah ada
yang membawa pengering rambuat ke kantor hari ini?” Persahaban macam ini dapat menjaga
dan mempertahankan komitmen karyawan terhadap perusahaan.
Selain itu di Zappos, “denyut” atau “kesehatan” dari budaya perusahaan tersebut disurvei
per bulan. Dalam survei kebahagiaan ini, para karyawan memeberikan jawaban terhadap
“petanyaan-pertanyaan yang tidak biasa seperti apakah mereka percaya bahwa perusahaannya
memiliki tujuan yang lebih tinggi daripada keuntungan, apakah peran mereka sendiri memiliki
arti, apakah mereka merasa menegendalikan jalur karier mereka, apakah mereka menganggap
rekan kerja mereka seperti keluarga dan temen-teman, dan apakah mereka bahagia dalam
pekerjaan mereka”. Hasil survei ini dipilah-pilah perdepartemennya dan kesempatan untuk
“pengembangan” akan diidentifikasi dan ditindaklanjuti. Misalnya, ketika survei di suatu bulan
tertentu menunjukkkan suatu departemen telah “menyimpang dari jalur dan merasa terisolasi dari
keseluruhan organisasi”, diambillah tidakan demi menunjukkan kepada para karyawan
bagaimana tak terpisahkannya pekerjaan mereka bagi keseluruhan perusahaan.

Oh, ada satu hal lagi tentang Zappos. Setiap tahun, demi merayakan prestasi, perusahaan
ini menerbitkan sebuah Culture Book, suatu testimonial terhadap kekuatan budayanya. “Zappos
memiliki keyakinan bahwa budaya dan nilai-nilai yang tepat akan selalu menghasilkan kinerja
organisasi terbaik dan keyakinan ini mengalahkan segalanya.”

Pertanyaan Diskusi

1. Carilah daftar lengkap dari 10 nilai periusahaan Zappos. Pilih dua dari nilai nilai itu dan
jelaskan bagaimana menurut Anda nilai-nilai ini akan mmengaruhi cara karyawan
melakukan pekerjaan mereka.
Jawab: 1. Memberikan layanan WOW
2. Menerima dan mendorong perubahan
3. Menciptakan kesenangan dan sedikit keanehan
4. Bersikap senang berpetualang, kretif dan berpikiran terbuka
5. Mengusahakan pertumbuhan dan pembelajaran
6. Membangun hubungan terbuka dan jujur dengan komunikasi
7. Membanguun tim yang positif dan semangat kekeluargaan
8. Melakukan yang lebih dengan yang sedikit
9. Bersemangat dan tekun
10. Rendah hati.
2. Dengan menggunakan daftar nilai perusahaan itu, gambarkan buaya organisasi Zappos.
Bidang-bidang budaya Zappos mana yang Anda anggap sangat tinggi (atau tipikal)?
Jelaskan.
Jawab: Menciptakan kesenangan dan sedikit keanehan. Zappos merupakan e retailer
dengan berbagai macam cara untuk memberikan pelayanan yang menarik bagi
customer/pelanggan walaupun ada sedikit keanehan. Dengan cara-cara tersebut
pelanggan akan selalu merasa Bahagia saat mendapat pelayanan. Maka CEO Zappos
mengklaim zappos merupakan tempat yang paling Bahagia di dunia.
3. Bagaimana budaya perusahaan Zappos dimulai? Bagaimana budaya perusahaan Zappos
ini dipertahankan?
Jawab: Zappos merupakan e retailer yang mulai menjual sepatu dan produk online
lainnya pada tahun 1999 yang membangun budaya organisasi perusahaan untuk
kesuksesan berbisnis. Zappos dalam mempertahankan budaya dengan cara membuat
survey kebahagiaan bagi karyawannya secara rutin, hal ini dilakukan agar perusahaan
dapat mengetahui penyimpangan yang terjadi dalam internal perusahaan Tindakan akan
diambil untuk menunjukkan kepda karyawan betapa integralnya pekerjaan mereka
dengan perusahaan secara keseluruhan.
4. Budaya yang tepat bersama dengan nilai-nilai yang tepat akan selalu menghasilkan
kinerja organisasi terbaik. Apakah Anda setuju atau tidak setuju dengan pernyataan ini?
Mengapa?
Jawab: setuju, karena budaya yang tepat dengan nilai-nilai benar dengan sendirinya
membentuk suatu organisasi yang baik. Dikarenakan terciptanya hal-halpositif dalam
tubuh organisasi maka akam berdampak positif pula bagi perusahaan.
5. Apa yang bisa perushaan lain pelajari dari tony Hsieh dan pengalaman Zappos?
Jawab: pelayanan yang dilakukan untuk pelanggan merupakan yang paling penting untuk
mencapai kesuksesan dalam berbisnis. Zappos dengan CEO Hsieh membangun budaya
perusahaan dengan memakai nilai-nilai perusahaan itu sendiri. Zappos juga memiliki
keyakinan bahwa budaya dan nilai-nilai yang tepat akan selalu menghasilkan kinerja
organisasi terbaik dan keyakinan ini mengalahkan segalanya.

Kasus 2. Tidak Terjual Habis

Para pesaing di industri bioskop berharap bahwa mereka telah melewati tantangan yang
mereka hadapi selama masa penurunan ekonomi. Setelah penjualan tiket pada tahun 2011 turun 4
persen dari tahun sebelumnya, pendapatan pada tahun 2012 naik 6,1 persen. Namun, pada tahun
2013, pendapatan naik lagi, tapi hanya sedikit sekali-tidak sampai 1 persen. Jumlah orang yang
pergi menonton film stagnan. Maka, industri ini telah mencoba untuk memompa pendapat
dengan film-film berprofil tinggi, harga tiket yang lebih tinggi, dan fasilitas premium.

Jumlah layar film di Amerika Serikat keseluruhannya mencapai angka sedikit di atas
39.000. Bersama-sama, empat rantai bioskop terbesar di Amerika Serikat memiliki lebih dari
19.200 layar-dan banyak kursi yang perlu diisi. Rantai bioskop terbesar Regal entertaiment
Group (berbasis di Knoxville, Tennessee), memiliki lebih dari 7.300 layar. AMC Entertaiment
(bebasis di Kansas City, Missouri) memiliki hampir 5.000 layar. Dua pesiang utama lainnya
adalah Cinemark (bebasis di Plano, texas-sekitar 4.400 layar) dan Carmike Cinemas (berbasis di
columbus, Georgia-hampir 2.500 layar). Tantangan bagi perusahaan-perusahaan ini adalah untuk
membuat orang-orang menonton film di semua layar mereka, sebuah keputusan yang mencakup
banyak faktor.

Salah satu faktor penting, menurut para analis industri, adalah ketidakpastian tentang
bagaimana orang ingin film mereka diantarkan, yang sebagian besar meupakan suatu kompromi
antara kenyamaan dan kualitas (atau apa yang para ahli sebut pengalaman kesetiaan/fidelity).
Akankah konsumen memilih kenyamanan ketimbang kualitas dan kemudian menggunakan
perangkat mobile seperti iPad? Akankah mereka mengorbankan sebagian kualitas demi
kenyamanan dan kemudian menonton di rumah dengan sistem home theater yang memiliki
surroun-sound, layar datar, dan high-definition? Ataukah mereka akan pergi ke bioskop yang
memiliki layar lebar dan suara berkualiatas tinggi serta pengalaman sosial dengan sesama
penonton bioskop dan menikmati pengalaman kesetiaan tertinggi-meski nmengandung
ketidaknyamanan? Para manajer bioskop percaya perangkat mobile tidak banyak memberi
ancaman, meskipun mungkin memberikan kenyamanan. Di sisi lain home theater mungkin lebih
merupakan ancaman karena telah menjadi sangat terjangkau dan memiliki kualitas yang
“diterima”. Meskipun tidak mungkin untuk menggantikan penawaran yang berkualitas lebih
tinggi, para analis mencatat bahwa bioskop drive-in mengalami kebangkitan kembali, terutama
di lokasi geografis di mana mereka dapat buka sepanjang tahun. Para rantai bioskop juga
berjuang melawan IMAX Corporation demi pelanggan karena layar film menjadi lebih besar dan
besar lagi. Selama lima tahun terakhir, jumlah layar besar yang dibangun oleh lima perusahaan
teater terbesar telah berkembang ke titik di mana hampir sama jumlahnya dengan lokasi IMAX.
Para ranati bioskop telah berinvestasi dlam format ini karena dapat menambah beberapa dolar
ektra ke harga tiket, yang mengakibatkan peningkatan pendapatan.

Faktor lain yang para manajer itu perlu pertimbangkan adalah kesan yang konsumen
miliki tentang pengalaman menonton film. Sebuah jajak pendapat tentang gaya hidup konsumen
menunjukkan bahwa ketidaksukaan terbesar tentang pergi ke bioskop adalah biayanya, sebuah
kelemahan yang disebutkan 36 persen responden. Faktor-faktor lainnya yang disebutkan
mencakup kebisingan, kursi yang tidak nyaman, ketidakpraktisan, banyak orang, dan terlalu
banyak pratinjauan/iklan sebelum film.

Sebuah pertanyaan terakhir yang dihadapi industri bioskop dan stusio-studio film utama
adalah bagaimana menjadi proaktif dalam menghindari masalah yang industri musik rekaman
hadapi berupa pengunduhan lagu secara ilegal. Jumlah hiburan ditonton secara online/streamed
online (yang meliputi musik dan video) terus mengalami pertumbuhan dua digit. Ancama
terbesar sejauh ini adalah YouTube, yang telah menjadi kekuatan yang kuat di dunia media
dengan dukungan kepemilikan oleh Google. Namun, sekarang Amazon dan Netflix sedang
meregangkan otot film mereka juga. Untuk mengatasi ancaman itu, para eksekutif industri ini
telah meminta adanya mekanisme penyaringan demi menjaga materi yang melanggar hukum
agar tidak disertakan di dalam situs-situs tersebut dan untuk mengembangkan beberpa jenis
pengaturan lisensi di mana industri ini memiliki sejumlah perlindungan atas konten filmnya yang
berhak cipta.

Pertanyaan Diskusi

1.Apa komponen eksternal yang mungkin paling penting untuk diketahui oleh para manajer
rantai bioskop? Mengapa?
Jawab: ada faktor eksternal yang mungkin paling penting untuk diketahui para manajer adalah
apakah para konsumen lebih memilih kualitas atau kenyamanan. Di era sekarang menonton film
sangatlah mudah karna adanya perangkat mobile yang bisa digunakan tanpa harus datang ke
bioskop. Jadi, para manajer bioskopharus memutar balikkan pikiran bagaimana cara supaya
konsumen tetap datang menonton film ke bioskop. Meskipun tidak mungkin untuk menggantikan
penawaran yang berkualitas lebih tinggi, salah satu caranya dengan mengadakan bioskop drive-
in yang mengalami kebangkitan kembali, terutama di lokasi geografis di mana mereka dapat
buka sepanjang tahun.
2.Menurut kasus ini, apa tren eksternal yang harus dihadapi oleh para manajer rantai bioskop?
Jawab: tren eksternal yang harus dihadapi oleh para manajer bioskop adalah adanya perangkat
mobile yang telah menjadi sarana menonton film tanpa harus datang ke bioskop dan juga bisa
menonton film apa saja yang kita inginkan tanpa mengikuti jadwal rilis film. Dan juga tren
bioskop drive-in mengalami kebangkitan kembali, terutama di lokasi geografis di mana mereka
dapat buka sepanjang tahun di bioskop.
3.Bagaimana menurut Anda tren itu mungkin membatasi keputusan yang dibuat oleh para
manajer rantai bioskop?
Jawab: tren itu dapat membatsi keputusan manajer karna jika manajer mengambil keputusan
dengan membuka bioskop drive-in maka harus memiliki lahan yang cukup luas untuk
menampung banyaknya konsumen yang ingin menonton film. Dan juga harus menyiapkan
peralatan untuk penayangan film di luar ruangan dengan kualitas dan kenyamanan terbaik.
4.Pemangku-pemangku kepentingan mana menurut Anda yang mungkin paling penting bagi
ratai bioskop? Kepentingan apa yang mungkin mereka miliki?
Jawab: kepentingan pemangku yang paling penting adalah manajer dimana manajer dapat
mempertahankan kualitas dan kenyamanan bioskop, serta menetapkan harga tiket bioskop yang
dapat dijangkau oleh para konsumen.