Anda di halaman 1dari 3

Nama : Ellieza Dewi Ayu Sinthami

NIM : 20200420214
Kelas : Akuntansi E
Mata Kuliah : Kemuhamadiyahan

Dosen pengampu : Asep Setiawan, S.Th.I, M.Ud.

Tugas Resume

WANITA DAN KESENIAN DALAM PERSPEKTIF ISLAM


Manusia diciptakan didunia ini sebagai khalifah. Allah telah mengkaruniakan kepada
manusia fitrah, hati nurani, indra, akal budi, daya cipta, rasa dan karsa untuk menjadi insan
kamil, muslim yang kaafah serta membentuk kebudayaan yang beradab, ummatan wasathan.
Dengan karunia-karunia tersebut manusia mampu untuk menjadi pemimpin/ khalifatullah (wakil
Allah) di muka bumi ini dengan tugas diantaranya; mengelola, memanfaatkan, memakmurkan,
dan mendayagunakan apa yang ada untuk kemashlahatan bersama (rahmatan lil ‘alamin). Hal
tersebut, dilakukan dalam rangka semata-mata beribadah kepada Allah (‘abdullah).

 Sebagai khalifah, manusia dituntut untuk mampu menciptakan piranti kehidupannya,


yaitu:
1. Kebutuhan jasmani/ fisik/ bilogis (sandang, pangan, papan dan teknologi)
2. Kebutuhan rohani, akal, rasa (ilmu, spiritulitas, moralitas, estetika, seni, budaya dan
sastra)
3. Kebutuhan sosial (mu’amalah, sarana pendidikan dan pembangunan)

 Hubungan manusia dengan seni-budaya :


1. Peran manusia diamanahi sebagai khalifatullah fil ardhi (wakil Allah di muka bumi)
2. Manusia sebagai pencipta, pelaku serta pemakai seni-budaya
3. Manusia sebagai pemelihara sekaligus sebagai perusaknya
4. Dan segala perbuatan manusia itu akan dimintai pertanggung-jawabannya

Kesenian adalah bagian dari kebudayaan, yaitu hasil karsa, cipta dan rasa manusia yang
mempunyai nilai keindahan. Sedangkan Agama adalah kepercayaan, yang berfungsi sebagai
sumber nilai dan panduan dalam kehidupan berbudaya dan berkesenian.
Islam sangat menghargai seni (Q.S. Al-A’raf (7) ayat 32, Allah SWT Berfirman:

9َ ‫ق ۚ قُلْ ِه َي لِلَّ ِذ‬


‫ين‬ ِ ‫ت ِم َن الرِّ ْز‬ ِ ‫قُلْ َم ْن َح َّر َم ِزينَةَ هَّللا ِ الَّتِي أَ ْخ َر َج لِ ِعبَا ِد ِه َوالطَّيِّبَا‬
‫ون‬ ِ ‫ك نُفَصِّ ُل اآْل يَا‬
َ ‫ت لِقَ ْو ٍم يَ ْعلَ ُم‬ َ ِ‫صةً يَ ْو َم ْالقِيَا َم ِة ۗ َك ٰ َذل‬
َ ِ‫آ َمنُوا فِي ْال َحيَا ِة ال ُّد ْنيَا َخال‬
Katakanlah: "Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah dikeluarkan-Nya
untuk hamba-hamba-Nya dan (siapa pulakah yang mengharamkan) rezeki yang baik?"
Katakanlah: "Semuanya itu (disediakan) bagi orang-orang yang beriman dalam kehidupan
dunia, khusus (untuk mereka saja) di hari kiamat". Demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu
bagi orang-orang yang mengetahui.

Seni adalah penjelmaan rasa indah yang terkandung dalam jiwa manusia yang dilahirkan
dengan perantaraan “alat komunikasi” ke dalam bentuk yang dapat ditangkap oleh :
1. Indra Pendengar (Seni Suara/Musik, Murottal, Mujawaddah, nadzom, syair, sholawat dan
nasyid)
2. Indra Penglihatan (Seni Lukis/Gambar, arsitektur)
3. Dilahirkan dengan Perantaraan gerak (Seni Tari, Drama)

Batasan Kebolehan Seni-Budaya :


1. Karya seni hukumnya mubah (boleh).
2. Pengembangan kehidupan seni dan budaya di kalangan Muhammadiyah harus sejalan
dengan etika atau normanorma Islam.
3. Seni rupa yang objeknya makhluq bernyawa seperti patung hukumnya mubah.
4. Seni suara baik seni vokal maupun instrumental, seni sastra, dan seni pertunjukan pada
dasarnya mubah (boleh).
5. Perasaan halus dan keindahan juga menjadikan seni dan budaya sebagai sarana
mendekatkan diri kepada Allah dan sebagai media atau sarana da'wah untuk membangun
kehidupan yang berkeadaban.
6. Menghidupkan sastra Islam sebagai bagian dari strategi membangun peradaban dan
kebudayaan muslim.