Anda di halaman 1dari 6

Nama: Noerachmaniah

H.
NIM : 0810230113

AUDIT TERHADAP SIKLUS PENGELUARAN

Siklus pengeluaran terdiri dari transaksi pemerolehan barang atau jasa.


Barang yang diperoleh perusahaan dapat berupa aktiva tetap dan surat berharga yang
akan digunakan untuk menghasilkan pendapatan dalam jangka waktu lebih dari satu
tahun atau sediaan dan surat berharga yang akan dikonsumsi atau digunakan untuk
menghasilkan pendapatan dalam jangka waktu satu tahun atau kurang. Jasa yang
diperoleh perusahaan juga dapat dibagi menjadi dua, yaitu jasa yang hanya
menghasilkan manfaat satu tahun atau kurang (jasa personel, bunga, asuransi, iklan)
dan jasa yang menghasilkan manfaat lebih dari satu tahun (aktiva tidak berwujud).

Jenis-jenis akun yang mempengaruhi audit terhadap siklus pengeluaran


Dalam siklus ini terdapat dua transaksi yaitu pembelian dan transaksi pengeluaran
kas.
Transaksi pembelian dan pengeluaran kas mempengaruhi sejumlah rekening sebagai
berikut :
1. Persediaan
2. Persediaan bahan baku
3. Biaya dibayar dimuka
4. Plant asset
5. Asset lain-lain (missal : aktiva tak berwujud)
6. Kembalian pembelian
7. Potongan pembelian
8. Berbagai jenis biaya
9. Utang dagang
10. Kas
Materialitas, Risiko dan Strategi audit terhadap siklus pengeluaran
Transaksi dalam siklus pengeluaran kadangkala tidak hanya berpengaruh
secara individual pada hanya satu rekening saja, tetapi dapat berpengaruh pada lebih
satu transaksi.
Faktor-faktor risiko melekat yang berhubungan dengan transaksi-transaksi
siklus pengeluaran meliputi :
a. Seberapa banyak volume transaksi
b. Kemungkinan adanya pembelian dan pengeluaran kas yang tidak
diotorisasi
c. Kemungkinan adanya pembelian aktiva yang tidak memadai
d. Dalam kasus kapitalisasi kas atau penentuan biaya periodic harus
mempertimbangkan terhadap aspek kesinambungan dalam akuntansinya
Keempat faktor tersebut sangat menentukan seberapakah tingkat risiko
melekat dalam transaksi siklus ini. Menghadapi kemungkinan tersebut, auditor harus
merumuskan strategi dengan menggabungkan tingkat risiko pengendalian yang
rendah dan pengujian substansi dalam siklus pengeluaran.

Pemahaman terhadap struktur pengendalian intern


Auditor harus memahami ketiga aspek struktur pengendalian intern yang ada
dalam transaksi siklus pengeluaran, yaitu lingkungan pengendalian, system
akuntansi, dan prosedur pengendalian. Pemahaman tersebut sangat berguna dalam
menentukan strategi audit dalam rangka pengujian substansi.

Aspek lingkungan pengendalian secara umum yang terkait dengan siklus


pengeluaran
Auditor harus memahami struktur organisasi klien yang berkaitan dengan
aktivitas siklus pengeluaran ini, sebagai contoh : semua proses pembelian barang-
barang dibawah kendali direktur operasi, pencatatan dibawah kendali kontroler,
sedangkan proses pengeluaran kas dibawah kendali direktur keuangan, pengaturan
pembelian aktiva tetap (capital expendictures) dan kebijaksanaan investasi strategis
lainnya akan dipertimbangkan bagaimana pelaksanaanya. Untuk memperoleh
pemahaman terhadap bagan organisasi, auditor harus melakukan wawancara (inquiry)
kepada manajemen.

Sistem akuntansi secara umum yang terkait dengan siklus pengeluaran


Pemahaman terhadap sistem akuntansi menyebabkan auditor harus
mempelajari metode pengolahan data, dokumen-dokumen kunci, serta catatan yang
digunakan dalam penanganan transaksi siklus pengeluaran. Untuk itu auditor harus
mempelajari manual akuntansi, bagan alir sistem akuntansi, dan melakukan
wawancara dengan petugas bagian akuntansi untuk mengetahui proses pengolahan
transaksi dalam siklus pengeluaran.

Prosedur Pengendalian secara umum yang terkait dengan siklus pengeluaran


Auditor harus memahami bagaimana kecenderungan kelima kategori
prosedur pengendalian dalam operasi transaksi siklus pengeluaran ini. Kelima
kategori tersebut antara lain :
a. Adanya otorisasi yang memadai
b. Adanya pemisahan tugas
c. Adanya dokumen dan catatan akuntansi
d. Adanya akses kea rah pengendalian
e. Pengecekan yang di lakukan oleh personel yang independent
Auditor harus melakukan evaluasi apakah prosedur pengendalian dalam
perusahaan benar-benar telah berjalan dengan baik. Prosedur pengendalian yang
tidak memenuhi kelima criteria tersebut mempunyai kecenderungan risiko audit yang
tinggi.

Pengendalian Intern terhadap siklus pengeluaran


Catatan dan dokumen yang biasa digunakan dalam transaksi siklus
pengeluaran
a. Check, yaitu dokumen perintah pembayaran sejumlah uang kepada bank
b. Check Summary, yaitu laporan tentang ringkasan check yang telah
dikeluarakan dalam suatu periode
c. Cash Disbusement Transaction File, yaitu file yang berisi informasi
pembayaran cek untuk penjual atau pihak lain yang digunakan untuk
memasukan ke dalam rekening utang dagang dan buku besar
d. Cash Disbusement Juornal or Check Register, merupakan catatan formal
terhadap pengeluaran cek untuk pihak lain.

Risiko yang terdapat struktur pengendalian intern siklus pengeluaran.


Dalam memahami risiko pengendalian yang timbul dalam transaksi
pengeluaran kas harus memperhatikan kemungkinan-kemungkinan salah saji,
pengendalian yang dibutuhkan, serta kemungkinan pengujian yang harus dilakukan
berikut ini:
a. Terhadap transaksi pembayaran hutang.
1. Kemungkinan adanya pengeluaran cek untuk pembelian yang tidak
disetujui, harus dikendalikan dengan cara penandatanganan cek melakukan
penelaahan terhadap kelengkapan pendukung voucher dan persetujuannya.
Auditor dapat melakukan pengujian dengan cara observasi apakah
penandatanganan cek melakukan pengecekan dengan bebas terhadap
dokumen pendukung.
2. Kemungkinan voucher dibayar dua kali, dikendalikan dengan pemberian
cap terhadap voucher dan dokumen pendukungnya bila telah dibayar.
Auditor dapat melakukan pengujian apakah semua pembayaran diberi cap.
3. Check mungkin dibayarkan untuk jumlah yang salah, dikendalikan dengan
pengecekkan oleh pihak yang bebas mengenai kesesuaian jumlah dalam
check dengan voucher-nya.
4. Check mungkin dirubah setelah ditandatangani, dikendalikan dengan
pengecekan pemberian tanda cek yang dikirim. Auditor dapa melakukan
pengujian dengan melakukan wawancara tentang prosedur pengiriman
check, dan observasi proses pengiriman check.
b. Terhadap transaksi pengeluaran kas.
1. Check mungkin tidak dicatat, dikendalikan dengan check yang bemomor
urut tercetak. Auditor melakukan pengujian terhadap penggunaan dokumen
bemomor urut tercetak.
2. Kesalahan-kesalahan dalam pencatatan check, dikendalikan dengan
pembuatan rekonsiliasi bank secara periodik oleh pihak yang bebas. Auditor
dapat melakukan pengujian terhadap bank rekonsiliasi.
3. Check tidak dicatat dengan segera, dikendalikan oleh pihak yang bebas
untuk mencocokkan tanggal check dan tanggal pencatatannya. Pengujian
yang dilakukan dengan memperlihatkan kembali adanya kebebasan dalam
pengecekan.

Pengujian Substansif terhadap Siklus Pengeluaran.


Prosedur pemeriksaan terhadap aktiva tetap.
Aktiva tetap (fixed assets) disebut juga Property, Plant and Equiement sifat
atau ciri aktiva tetap antara lain: tujuan dari pembeliannya bukan untuk dijual
kembali atau diperjualbelikan sebagai barang dagangan, tetapi untuk dipergunakan
dalam, kegiatan operasi perusahaan, mempunyai masa manfaat lebih dari 10 tahun,
jumlahnya cukup material.
Adapun audit prosedur atas aktiva tetap mempunyai 7 tujuan antara lain:
memeriksa apakah terdapat internal control yang cukup baik, apakah aktiva tetap
yang tercantum dalam neraca benar-benar ada, penambahan aktiva tetap dalam
tahun berjalan betul-betul merupakan suatu capital expenditure yang diotorisasi,
memeriksa apakah disposal (penarikan) aktiva tetap sudah dicatat dengan benar
dibuku perusahaan, memeriksa apakah pembebanan penyusutan dalam tahun
(periode) yang diperiksa dilakukan sesuai dengan SAK dan konsisten, ada tidaknya
aktiva tetap yang dijadikan sebagai jaminan.
Program pengujian substantive terhadap saldo aktiva tetap berisi prosedur
audit yang dirancang untuk mencapai tujuan audit seperti yang diuraikan diatas.
Prosedur, audit diklasifikasikan menjadi empat golongan: prosedur audit awal,
prosedur analitik, pengujian terhadap transaksi rinci pengujian terhadap akun rinci
dan verifikasi penyajian dan pengungkapan yang masing-masing prosedur tersebut
akan dibahas ke dalam tabel benkut: