Anda di halaman 1dari 7

BAB II

PEMBAHASAN

1. Komponen gigi tiruan lepasan


Klamer
Klamer adalah bagian dari gigitiruan yang terbuat dari logam tahan
karat dan mengelilingi gigi d bagian bukal, mesial, lingual atau
seluruh bagian gigi yang berfungsi sebagai retensi gigi tiruan
terhadap gigi yang masih ada
Fungsi klamer:
✔ Sandaran oklusal: gigitiruan yang mempunyai dukungan gigi
geligi, beban yang di terima pada tekanan oklusal di bentuk
oleh gigi tetangga, manfaatnya untuk menahan gaya kunyah
vertikal dan titik tumpuh yang ideal terletak di tengah
permukaan oklusal.
✔ Retensi : penahan agar gigi tiruan tidak lepas, manfaatnya
untuk gaya gravitasi, gaya tarik langsung, gaya ungkit
gigitiruan kiri kanan(bilateral), dan terletak pada daerah
undercut( gerong).
Retensi di pengaruhi oleh:
Kedalaman undercut, daya lentur dari lengan retensi.
Fleksibilitas klamer tergantung dari
Diameter : semakin kecil diameter lengan retensi semakin
besar daya lenturnya
Panjang: semakin panjang semakin besar daya lenturnya
Penampang: bentuk bulatbersifat fleksibel dalam semua
jurusan
Bahan : cengkraman tuang kurang lentur di banding
cengkraman yang di bengkokan.
✔ Stabilitas : agar gigitiruan tidak bergeser
Manfaatnya: melawan pergerakan gigitiruan dalam arah
horizontal dan
lengan retensi dan lengan penunjang melingkari gigi
penyangga lebih dari 180

penggolongan klamer

 Menurut konstruksinya
Cengkraman kawat
Cengkraman tuang di buat melalui prosedur casting
Cengkram kombinasi di gunakan teknik soldering
 Menurut desainya
Cengkraman sirkumferensial melawan permukaan gigi lalu
melingkar
Cengkraman batang dari gusi ke arah servikal gigi
 Menurut arah datangnya lengan
Cengkraman oklusal
Cengkraman ginggiva

Bagian bagian klamer

 Lengan rententife : untuk klamer yang dicor di bawah lengkung


terbesar gigi
1/3 terminal fleksibel dan terletak di bawah garis survei
1/3 tengah semi fleksibel
Bagian pangkal lengannya tegar
Fungsi
untuk melawan pergerakan gigitiruan ke arah vertikal dan oklusal
menetralisir gaya yang akan memutar/memiringkan gigi penyangga
stabilitasi protesa dengan mengurangi pergerakan horizantal
 Lengan pengimbang
Di tempatkan pada daerah bukan gareng di atas garis survei
Berfungsi baik apabila semua bagiannya tegar
Fungsinya
Stabilisasi terhadap pergerakan horizontal
Membantu retensi
Membantu dukungan protesa
 Sandaran oklusal
Di tempatkan pada kedudukan yang telah di reparasi
 Konektor minor
Menyatukan badan dan lengan cengkraman dengan kerangka
protesa gigi atas dan bawah sudah rapat, jika terjadi over kontak
ganggu oklusi

Syarat syarat klamer


Harus cukup kuat dan elastis
Diameternya harus sesuai indikasi klinis
Tidak menghalangi oklusi dan artikulasi
Klamer tidak boleh aktif
Klamer berada di bawah lengkung terbesar gigi dan kurang
lebih 2mm di atas gari servikal
Klamer berkontak baik dengan permukaan gigi
Ujung klamer tidak boleh tajam
Permukaan klamer tidak boleh ada bekas gigitan tang
Dari bahan anri karat,tidak berasa,tidak bereaksi secara kimia
di dalam mulut
Ujung klamer tidak boleh menyentuh gigi tetangga atau tidak
terletak di daerah interdental
Bagian retensi harus sedemikian sehingga klamer dan basis
merupakan satu kesatuan.

1. BASIS
Basis protesa merupakan modeling wax (malam merah) yang di
aplikasikan pada model gips., yang merupakan tempat pemasangan
gigi artifisial sebelum di gantikan oleh akrilik. Sebelum membuat
basis protesa tersebut, terlebuh dahulu kita harus membuat
desainya pada model gips desain ini merupakan basis basis pada
model RS dan RB.
Wax atau malam merah adalah suatu campuran dari beberapa
macam bahan organik dengan berat molekul dan kekuatan rendah,
serta mempunyai sifat termiplastik artinya dapat melunah atau
meleleh dengan pemanasan dan dapat kembali ke keadaan semula
setelah pendinginan.
Sumber dental wax yaitu:
Mineral( paraffin wax, mocrocrystalline wax)
Serangga ( bee’s wax)
Tumbuhan (carnauba wax)

Modeling wax atau malam merah mengandung:


Ceresin 80%
Bees was 12%
Carnauba wax 2,5%
Natural sintetyk resin 3%
Microcristalyn 2,5%

Tipe tipe malam


• Tipe I, adalah malam lunak (soft wax), untuk membangun
membentuk bagian luar dari pola gigitiruan
• Tipe II, adalah tipe medium wax, untuk pengukiran pola
malam yang dapat di cobakan di dalam mulut pada
temperatur iklim sedang
• Tipe III, adalah hard wax, untuk pengukiran pola malam yang
dapat di cobakan di dalam mulut pada temperatur iklim tropis.
Syarat syarat basis GT
➢ Harus mudah di kerjakan dan kuat serta ringan
➢ Harus mempunyai estetik yang baik
➢ Harus mudah di bersihkan
➢ Warnanya permanen dan sedikit transluse
➢ Harus tahan terhadap bentuk dan perubahan warna,
➢ Harus kuat,permukaanya keras dan Bjnya ringan
➢ Tidak berbau,bersa,meransang jaringan mulut dan
beracun
➢ Harus tidak meresopsi air dan tahan terhadap
pertumbuhan bakteri
➢ Mempunyai retensi yang baik dengan polesan dan
logam alloy
➢ Konduktor panas yang baik
➢ Mudah di reparasi dan tidak berubah bentukselama d
kerjakan
➢ Mudah di lakukan relining dan rebasing
➢ Dapat di gunakan smua jenis GT
➢ Cukup murah dan tahan lama pemakaiannya

GIPS
Model merupakan replika dari gigi geligi dan atau bersama
dengan jaringan tulang pendukung dari 1 rahang yang
diperoleh dari hasil cetakkan. Model positif adalah model yang
di peroleh jika gips di tuangkan ke dalam cetakan negatif.
Model pnositif pada umumnya dari pencampuran bahan
gypsum dan air.
Bahan gypsum yang di pakai pada pembuatan model positif
adalah dental stone atau biasa d sebut gips keras. Dental
stone akan menghasilkan campuran yang lebih keras , lebih
kuat dan lebih halus, sehingga banyak d gunakan pada
pembuatan model kerja/ model studi.
Hal hal yang harus di perhatikan dalam pencampuran gips
dan air adalah setting time (waktu pengerasan),mixing
time(aktu pencampuran), setting expansion( kekuatan dan
penyimpanan)
Gipsum merupakan mineral yang di peroleh melalui
penambangan. Secara kimiawi gypsum yang di hasilkan untuk
kedokteran gigi adala calcium sulfat dehidrat (CaSO4. 2H2O)
murni. Di gunakan untuk pembuatan model study dari rongga
mulut serta struktur maksilofasial dan sebagai piranti penting.
Jenis jenis gypsum menurut ADA:
➢ Plaster cetak ( tipe I ) di gunakan untuk cetakan akhir,
dalam pembuatan gigitiruan penuh.
➢ Plaster model ( tipe II) di gunakan mengisi kuvet dalam
pembuatan protesa biasanya berwarna putih alami
➢ Stone gigi ( tipe III) di gunakan dalam pengecoran dalma
membentuk gigitiruan penuh yang cocok dengan
jaringan lunak.
➢ Stone gigi , kekuatan tinggi ( tipe IV) di gunakan untuk
pembuatan die
➢ Stane gigi, kekuatan tinggi, ekspansi tinggi( tipe V )di
gunakan memiliki kekuatan kompresi yang lebih tinggi
di banding dengan stone gigi tipe IV , di gunakan juga
dalam pembuatan die.

Faktor faktor yang mempengaruhi waktu setting


gypsum
 Ketidakmurnian : bila proses pengapuran tidak sempurna sehingga
terdapat gypsum, sehingga waktu setting makin singkat
 Kehalusan : semakin halus ukyran partikel semakin cepat waktu
setting
 Rasio W : P : semakin banyak air yang di gunakan untuk
pengadukan , waktu setting semakin lama, perbandingannya juga
tergantung merek.
 Pengadukan : semakin lama dan semakin cepat dental plaster
diaduk waktu setting semakin pendek
 Temperatur : berbeda beda antara jenis gypsum yang satu dengan
yang lain.

Resin akrilik adalah suatun polimer yang berbentuk bubuk dan monomer
yang berbentuk cair, penggunaanya adalah dengan mencampur kedua
kemasan tersebut sampai di dapatkan massa yang plastis agar dapat di
bentuk sesuai dengan keburuhan dan keinginan.

Bahan ini dalam ilmu kedokteran gigi di gunakan sebagai bahan landasan
gigitiruan yang paling banyak di pakai dwasa ini, resin akrilik memiliki
sifat sifat yang penting untuk di pelajari dan di perhatikan agar
manipulasinya dangan baik dan benar.

Nama akrilic dari bahas alatin yaitu acrolain yang berarti bau tajam,
bahan ini berasal dari asam acrolain atau gliserin aldehid, secara kimiawi
di namakan polymetil metakrilat yang terbuat dari minya bumi, gas bumi
atau arang batu.

 Adapun macam macam bahan akrilik

Bahan akrilik heat cured


Bahan akrilik self cured

Bahan akrilik heat cured

Komposisi akrilik :

• Powder
Polimer ,polimetil metakkrilat baik serbuk yang diperoleh dari
polimerisasi metil metakrilat dalam air maupun partikel yang tidak
teratur bentuknya yang di peroleh dengan cara mengerinda
batangan polimer.
Bubuk kering dan halus polimetil metakrilat
Plasticizer
Initiator
Pewarna, serat halus dan nilon
• Cairan (liquid)
Monomer : metil metakrilat
Stabiliser sekitar 0,006% hydroquanone untuk mencegah terjadinya
polomerisasi saat penyimpanan
Kadang kadang terdapat bahan untuk memacu cross link, seperti
ethylene glycol dimethacrylate
Initiator peroksida : berupa 0,2- 0,5 % benzoyl peroksida
Pigmen, sekitar 1% tercampur dalam partikel polimer

Sifat sifat akrilik


Cukup elastis dan bila terdapat klamer maka cukup rigid atau
keras terhadap tekanan kunyah
Dapat menyesuaikan dengan cairan mulut
Tidak mengiritasi jarinagan mulut
Tidak beracun
Tidak berasa dan tidak berbau
Tidak berubah warna
Mudah di olah

Kebaikan akrilik

 Warna menyerupai ewarna gusi


 Mudah direstorasi tanpa mengalami distorsi
 Mudah di bersuhkan
 Mudah pengerjaanya dan manipulasinya
 Kekuatanya cukup dengan BJ yang ringan
 Harganya cukup murah dan cukup awet/ tahan lama

Kejelekan akrilik
○ Mudah patah
○ Menimbulkan macam macam porositas
○ Suatu termal konduktor perbuhan bentuk jika disimpan dalam
keadaan kering
○ Toleransi pasien kurang
○ Dapat menimbulkan alergi

Fase fase perubahan pada saat polimerisasi


 Sandy stage/ wet sand stage : konsistensi campurannya kasar
seperti pasir basah
 Stringy stage / stcky stage : monomer akan melarutkan butir butir
polimer sehingga camouran tersebut melunak, melekat serta
berserabut
 Dough stage/ packung stage: monomer makin banyak merembes ke
dalam butir butir polimer dan ada jga monomer yang menguap
sehinggga konsistensi makin cepat
 Rubbery stage : bentuk campuran pada bentuk tingkatan palaing
akhir, sudah agak keras, mempunyai karet, tetapi masi dapat di
putuskan dengan jari tanangan
 Hard stage : sudah tidak dapat di putuskan dengan tangan