Anda di halaman 1dari 50

02#AKL2AR#T1-2K14#Hanna Aprine Samosir

1. 180503112 Clarensia Anjali


2. 180503113 Lola Yolanda Ginting
3. 180503148 Hanna Aprine Samosir
4. 180503157 Nathania Oriana Hutapea
5. 180503158 Melanie Claudia Simbolon
6. 180503167 Sri Ramadhani
7. 180503176 Julia Endang Gheovany Sinaga

T1K14
K5-1 Penyusunan Kertas Kerja Konsolidasi
Petugas baru di kantor akuntansi baru-baru ini memasukkan data neraca saldo untuk
induk perusahaan dan anak-anak perusahaannya ke Komputer baru perusahaannya. Setelah
beberapa menit melakukan pekerjaan tambahan untuk mengeliminasi saldo akun investasi, ia
menyatakan kepuasannya telah menyelesaikan kertas kerja konsolidasi untuk tahun 20X5.
Setelah menelaah hasil cetak kertas kerja konsolidasi, pegawai lain mengajukan beberapa
pertanyaan, dan anda diminta untuk memberikan jawaban.

Diminta
Indikasikan apakah tiap pertanyaan berikut dapat dijawab dengan melihat data dalam kertas
kerja konsolidasi (indikasikan mengapa dapat dijawab atau tidak )
a. Apakah mungkin untuk mengatakan bahwa induk perusahaan menggunakan metode
ekuitas dalam pencatatan kepemilikan di anak perusahaan ?
b. Apakah mungkin untuk mengatakan bahwa jumlah laba bersih konsolidasi yang benar
telah dilaporkan ?
c. Salah satu pegawai mengatakan bahwa induk perusahaan telah membayar di atas nilai
wajar aset bersih anak perusahaan yang dibeli tanggal 1 januari 20X5, apakah
mungkin untuk mengatakan hal tersebut dengan menelaah kertas kerja konsolidasi ?
d. Apakah mungkin untuk menentukan persentase kepemilikan anak perusahaan yang
dimiliki oleh induk perusahaan dari kertas kerja?

Jawab :
a. Jika perusahaan induk menggunakan metode ekuitas, penghapusan pendapatan yang
diakui oleh induk dari anak perusahaan pada umumnya tidak boleh sama dengan
bagian proporsional dari dividen anak perusahaan. Jika induk hanya mengakui
pendapatan dividen dari anak perusahaan, itu menggunakan metode biaya.
b. Harus dimungkinkan untuk mengetahui apakah pembuat telah memasukkan bagian
induk dari pendapatan yang dilaporkan anak perusahaan dalam menghitung laba
bersih konsolidasian. Tidak mungkin untuk mengetahuinya dari melihat kertas kerja
saja apakah semua penyesuaian yang seharusnya dibuat untuk amortisasi diferensial
atau untuk menghilangkan keuntungan yang belum direalisasi telah diperlakukan
dengan benar dalam menghitung laba bersih konsolidasi.
c. Jika entitas induk membayar lebih dari bagian proporsionalnya dari nilai wajar aset
bersih entitas anak, jurnal eliminasi yang terkait dengan entitas anak tersebut harus
menunjukkan jumlah yang dialihkan ke akun aset individual untuk penyesuaian nilai
wajar dan goodwill ketika saldo akun investasi dieliminasi dan setiap kepentingan
non-kontrol ditetapkan di kertas kerja. Akan relatif mudah untuk menentukan apakah
hal ini telah terjadi dengan memeriksa kertas kerja konsolidasi.
d. Jika pembuat telah membuat entri terpisah di kertas kerja untuk menghilangkan
perubahan dalam akun investasi induk selama periode tersebut, cara termudah untuk
memastikan persentase kepemilikan anak perusahaan induk adalah dengan
menentukan persentase bagian dari dividen anak perusahaan yang dieliminasi dalam
entri tersebut. Pendekatan lain mungkin dengan membagi jumlah total akun investasi
anak perusahaan induk yang dieliminasi di kertas kerja dengan jumlah akun investasi
induk total yang dieliminasi dan jumlah total dari kepentingan non-pengendali yang
ditetapkan di kertas kerja melalui entri penghapusan. Namun, pendekatan ini
mengasumsikan bahwa nilai wajar dari imbalan yang diberikan oleh entitas induk
ketika memperoleh kepentingan anak perusahaannya dan nilai wajar dari kepentingan
nonpengendali pada tanggal tersebut adalah proporsional, yang biasanya tidak selalu
terjadi.
K5-2 Penyajian Laba Konsolidasi
PT. Sinabung mempunyai margin laba dari penjualan yang relative cukup tinggi dan
PT. Juwana mempunyai margin laba yang sangat rendah. PT. Sinabung memiliki 55% saham
biasa PT. Juwana dan memasukkan PT. Juwana dalam laporan konsolidasinya. PT. Sinabung
dan PT. Juwana melaporkan penjulan masing-masing sebesar Rp. 100.000.000 dan Rp.
60.000.000 untuk tahun 20X4. Penjualan meningkat menjadi Rp. 120.000.000 dan Rp.
280.000.000 untuk kedua perusahaan di tahun 20X5. Rata-rata margin laba kedua perusahaan
tetap konstan selama dua tahun masing-masing sebesar 60 % dan 10 %
Bendahara PT. Sinabung menyadari bahwa anak perusahaan memperoleh kontrak baru
yang besar di Tahun 20X5 dan mengantisipasi peningkatan laba bersih yang tinggi untuk
tahun tersebut. Ia kecewa pada saat mengetahui bahwa laba bersih konsolidasinya hanya
meningkat 38 % walaupun penjualan lebih tinggi 2,5 kali dibandingkan tahun 20X4. Ia
tidak terlalu menguasai bidang akutansi dan tidak memahami proses fundmental yang
digunakan dalam penyusunan laporan laba rugi konsolidasi PT. Sinabung.

Diminta
Sebagai anggota dari departemen akuntansi, anda diminta menyiapkan memo untuk
direktur keuangan yang menjelaskan mengenai perhitungan laba bersih konsolidasi dan
prosedur yang digunakan untuk mengalokasikan laba ke induk perusahaan dan ke pemegang
saham nonpengendali. Sertakan dalam memo anda kutipan dari literatur standar yang berlaku.
Untuk membantu direktur keuangan dalam memperoleh pemahaman yang lebih baik, buatlah
analisis yang menyajikan jumlah aktual yang dilaporkan dan jumlah yang akan dilaporkan
sebagai laba bersih konsolidasi jika PT. Sinabung memiliki 100 % saham PT. Juwana.
Jelaskan mengapa jumlah tersebut berbeda.

Jawab :
MEMO

Dari : Staf Departemen Akuntansi


Kepada :

FASB 160 menetapkan bahwa laba bersih konsolidasi mencerminkan pendapatan dari keseluruhan
entitas yang dikonsolidasi dan bahwa laba bersih konsolidasian harus dialokasikan antara kepentingan
pengendali dan non pengendali. Laba per saham yang dilaporkan dalam laporan laba rugi konsolidasi
didasarkan pada pendapatan yang dialokasikan hanya untuk kepentingan pengendali.
Laba bersih konsolidasi meningkat 52 persen. Namun demikian, laba bersih konsolidasian yang
dialokasikan kepada kepentingan pengendali yang ditingkatkan oleh bagian bunga atas laba bersih
konsolidasian tidak dapat mengimbangi peningkatan penjualan karena hampir semua kenaikan
penjualan dialami oleh permata yang memiliki margin laba yang sangat rendah. Selain itu, orang tua
hanya menerima 55 persen dari peningkatan keuntungan anak perusahaan. Laba bersih konsolidasi
selama dua tahun dihitung dan dialokasikan sebagai berikut
20X4 20X5

Pendapatan Konsolidasi (a)160.000 (b)400.000

Beban Operasi (c)(94.000) (d)(300.000)

Laba Bersih Konsolidasi 66.000 100.000

Pendapatan Non Pengendali (e) (2.700) (f)(12.600)

Pendapatan Pengendali 63.300 87.400

a. 100.000 +60.000
b. 120.000 + 280.000
c. (100.000 x 40) + (60.000 x 90)
d. (120.000 x 40) + (280.000 x90)
e. (60.000 x 10 x 45)
f. (280.000 x 10 x 45)

Kutipan Utama:
FSB 160

Sumber Sekunder
ARB 51

K5-3 Prosedur Eliminasi


Seorang pegawai baru telah diberikan tanggung jawab untuk menyusun laporan keuangan
konsolidasian dari PT. Contoh. Setelah berusaha menyelesaikan pekerjaan tersebut selama
beberapa waktu, pegawai tersebut mencari bantuan untuk mendapatkan pemahaman
menyeluruh yang lebih baik mengenai proses konsolidasi.

Diminta
Anda diminta untuk memberikan bantuan dalam menjelaskan proses konsolidasi
a. Mengapa ayat jurnal eliminasi harus dimasukkan dalam kertas kerja konsolidasi tiap
kali akan menyusun laporan keuangan konsolidasian ?
b. Bagaimana cara menentukan saldo kepentingan non pengendali awal periode?
c. Bagaiman cara menentukan saldo kepentingan non pengendali akhir periode?
d. Saldo akun anak perusahaan manakah yang harus selalu dieliminasi ?
e. Saldo akun induk perusahaan manakah yang harus selalu dieliminasi ?

Jawab :
a. Ayat jurnal penghapusan hanya dicatat di kertas kerja konsolidasi dan oleh karena itu
tidak mengubah saldo yang tercatat di pembukuan perusahaan. Setiap kali laporan
konsolidasi disiapkan, saldo yang dilaporkan di pembukuan perusahaan berfungsi
sebagai titik awal. Dengan demikian, semua entri penghapusan yang diperlukan harus
dimasukkan ke dalam kertas kerja konsolidasi setiap kali laporan konsolidasian
disusun.
b. Untuk akuisisi sebelum penerapan FASB 141R, saldo yang diberikan kepada
pemegang saham non-pengendali pada awal periode didasarkan pada nilai buku dari
aset bersih anak perusahaan pada tanggal tersebut dan dicatat di kertas kerja pada
jurnal untuk menghilangkan saldo ekuitas pemegang saham awal anak perusahaan dan
saldo akun investasi awal induk perusahaan. Untuk akuisisi setelah tanggal efektif
FASB 141R, kepentingan nonpengendali pada suatu waktu sama dengan nilai
wajarnya pada tanggal penggabungan, disesuaikan dengan tanggal untuk bagian
proporsional dari pendapatan yang tidak didistribusikan anak perusahaan dan bagian
kepentingan nonpengendali dari setiap penghapusan perbedaan. Pendekatan lain
untuk menentukan kepentingan non-pengendali pada suatu titik waktu adalah dengan
menambahkan perbedaan yang tersisa pada waktu itu ke ekuitas pemegang saham
umum anak perusahaan dan mengalikan hasilnya dengan kepentingan kepemilikan
proporsional kepentingan non-pengendali di anak perusahaan.
c. Dalam kertas kerja konsolidasi, saldo akhir yang ditetapkan ke bunga non-pengendali
diperoleh dengan mengkredit bunga non-pengendali untuk saldo awal, seperti yang
ditunjukkan dalam pertanyaan sebelumnya, dan kemudian menambahkan pendapatan
yang diberikan ke kepentingan non-pengendali dalam laporan laba rugi konsolidasi
dan mengurangi porsi pro rata dari dividen anak perusahaan diumumkan selama
periode tersebut.
d. Semua saldo akun ekuitas pemegang saham anak perusahaan harus dieliminasi setiap
kali laporan keuangan konsolidasian disusun. Piutang dan hutang antar perusahaan,
jika ada, juga harus dieliminasi
e. Akun "investasi pada anak perusahaan" dan "pendapatan dari anak perusahaan" harus
dieliminasi setiap kali laporan keuangan konsolidasian disusun. Piutang dan hutang
antar perusahaan, jika ada, juga harus dieliminasi.

T2K14

L5-1 Pertanyaan Pilihan Ganda tentang Proses Konsolidasi

Pilih jawaban yang tepat untuk setiap pertanyaan berikut.

1. Jika PT A membeli 80% saham PT B pada tanggal 1 Januari 20X2, maka sesaat
setelah akuisisi:
a. Saldo laba konsolidasi akan sama dengan saldo laba gabungan dari kedua
perusahaan.
b. Melaporkan goodwill dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.
c. Agio saham PT A dapat berkurang karena dicatat ke saldo laba PT B.
d. Saldo laba konsolidasi dan saldo laba PT A akan sama.
Jawaban:
D. saldo laba konsolidasi dan saldo laba PT A akan sama

2. Manakah dari pernyataan berikut yang benar?


a. Klaim pemegang saham non-pengendali atas aset bersih anak perusahaan
berdasarkan nilai buku aset bersih anak perusahaan.
b. Hanya bagian induk perusahaan atas perbedaan antara nilai buku dan nilai wajar
aset anak perusahaan yang dialokasikan ke aset tersebut.
c. Goodwill merupakan perbedaan antara nilai buku aset bersih anak perusahaan
dengan jumlah yang dibayarkan induk perusahaan untuk memperoleh
kepemilikan.
d. Total aset yang dilaporkan induk perusahaan umumnya lebih kecil dari total aset
yang dilaporkan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.
Jawaban:
D. Total aset yang dilaporkan induk perusahaan umumnya lebih kecil dari
total aset yang dilaporkan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.

3. Manakah dari pernyataan berikut yang benar?


a. Anak perusahaan asing tidak perlu dikonsolidasi jika anak perusahaan tersebut
dilaporkan sebagai kelompok operasi terpisah dalam pelaporan segmen.
b. Saldo laba konsolidasi tidak termasuk klaim kepentingan non-pengendali atas
saldo laba anak perusahaan.
c. Klaim kepentingan non-pengendali harus disesuaikan untuk perubahan dalam nilai
wajar aset anak perusahaan tetapi tidak termasuk goodwill.
d. Konsolidasi diharuskan tiap kali investor memiliki pengaruh signifikan atas
investee.
Jawaban:

B. Saldo laba konsolidasi tidak termasuk klaim kepentingan non-pengendali atas


saldo laba anak perusahaan.

4. [Diadaptasi dari AICPA] Pada tanggal 31 Desember 20X9, PT Gulali memiliki 90%
saham di PT Widuri, anak perusahaan konsolidasi, dan 20% PT Cantika, investee di
mana PT Gulali tidak mempunyai pengaruh signifikan. Pada tanggal yang sama, PT
Gulali mempunyai piutang dari PT Widuri sebesar Rp300.000.000 dan
Rp200.000.000 dari PT Cantika. Pada laporan posisi keuangan konsolidasian tanggal
31 Desember 20X9, berapakah jumlah piutang usaha yang harus dilaporkan PT
Gulali?
A. Rp500.000.000
B. Rp340.000.000
C. Rp230.000.000
D. Rp200.000.000
Jawaban:
D. Rp.200.000.000 (20% x 1.000.000.000)

Pertanyaan No. 5 dan 6 terkait dengan informasi berikut.


PT Diandra mengakuisisi 70% saham beredar PT Elma. Laporan posisi keuangan
tersendiri PT Diandra dan Laporan Posisi keuangan konsolidasian sesaat setelah
mengakuisisi adalah sebagai berikut.
PT Diandra Konsolidasi
Aset Lancar Rp.106.000.000 Rp.146.000.000
Investasi pada PT Elma (biaya perolehan) 100.000.000
Goodwill 8.100.000
Asset tetap (bersih) 270.000.000 370.000.000
Rp.476.000.000 Rp.524.100.000
Liabilitas lancer Rp.15.000.000 Rp.28.000.000
Saham biasa 350.000.000 350.000.000
Kepentingan non-pengendali 35.100.000
Saldo laba 111.000.000 111.000.000
Rp.476.000.000 Rp.524.100.000

Selisih lebih pembayaran sebesar Rp.10.000.000 untuk investasi pada PT Elma


dialokasikan ke asset tetap yang dinilai lebih rendah; nilai selisih tersebut
dialokasikan ke goodwill. Dalam asset lancer PT Elma terdapat piutang dari PT
Diandra sebesar Rp2.000.000 yang terjadi sebelum adanya perolehan kepemilikan
tersebut.
Dua pertanyaan berikut terkait dengan laporan posisi keuangan tersendiri PT Elma
yang disusun pada saat PT Diandra mengakuisisi 70% kepemilikan di PT Elma.

5. Berapakah total asset lancer dalam laporan posisi keuangan tersendiri PT Elma pada
saat PT Diandra mengakuisisi 70% kepemilikan PT Elma.
a. Rp.38.000.000
b. Rp.40.000.000
c. Rp.42.000.000
d. Rp.104.000.000
Jawaban:

D. Rp.104.000.000

6. Berapakah total ekuitas pemegang saham PT Elma dalam laporan posisi keuangan
tersendiri pada saat PT Diandra mengakuisisi 70% kepemilikan PT Elma?
a. Rp.64.900.000
b. Rp.70.000.000
c. Rp.100.000.000
d. Rp.117.000.000
Jawaban:
C. Rp.100.000.000

L5-2 Pertanyaan Pilihan Ganda tentang Konsolidasi (Diadaptasi dari AICPA)


Pilih jawaban yang tepat untuk setiap pertanyaan berikut
1. Anak perusahaan yang dimiliki 70% mengumumkan dan membayar dividen tunai. Apa
pengaruh dividen tersebut terhadap saldo laba dan kepentingan non-pengendali dalam
laporan posisi keuangan konsolidasian induk perusahaan?
a. Tidak mempunyai pengaruh terhadap saldo laba atau kepentingan non-pengendali.
b. Tidak mempunyai pengaruh terhadap saldo laba dan mengurangi kepentingan non-
pengendali.
c. Mengurangi saldo laba dan kepentingan non-pengendali.
d. Mengurangi saldo laba dan tidak mempunyai pengaruh terhadap kepentingan non-
pengendali.
Jawaban:
B. Tidak mempunyai pengaruh terhadap saldo laba dan mengurangi kepentingan
non- pengendali.

2. Bagaimana cara menentukan bagian dari laba konsolidasi yang akan dialokasikan ke
kepentingan non-pengendali dalam laporan keuangan konsolidasian?
a. Laba bersih induk perusahaan dikurangi dari laba bersih anak perusahaan untuk
menentukan kepentingan non-pengendali.
b. Seluruh laba bersih anak perusahaan dialokasikan ke kepentingan non-pengendali.
c. Jumlah laba anak perusahaan yang diakui untuk tujuan konsolidasi dikalikan dengan
persentase kepentingan non-pengendali.
d. Jumlah saldo laba konsolidasi dalam kertas kerja dikalikan dengan persentase
kepentingan non-pengendali pada tanggal laporan posisi keuangan.
Jawaban:
C. Jumlah laba anak perusahaan yang diakui untuk tujuan konsolidasi dikalikan
dengan persentase kepentingan non-pengendali.
3. Pada tanggal 1 Januari 20X5, PT Panji membeli 80% investasi pada PT Suaka. Biaya
perolehan akuisisi sama dengan ekuitas PT Panji dalam aset bersih PT Suaka pada tanggal
tersebut. Pada tanggal 1 Januari 20X5, saldo laba PT Panji dan PT Suaka masing-masing
berjumlah Rp500.000.000 dan Rp100.000.000. Selama tahun 20X5, PT Panii mempunyai
laba bersih sebesar Rp200.000.000, yang termasuk bagiannya atas laba PT Suaka, dan
mengumumkan dividen sebesar Rp50.000.000; PT Suaka mempunyai laba bersih sebesar
Rp40.000.000 dan mengumumkan dividen sebesar Rp20.000.000. Tidak ada transaksi
antarperusahaan yang terjadi antara induk perusahaan dan anak perusahaan. Pada tanggal
31 Desember 20X5, berapakah besar saldo laba konsolidasi?
A. Rp.650.000.000
B. Rp.666.000.000
C. Rp.766.000.000
D. Rp.770.000.000
Jawaban:
A. Rp.650.000.000

Saldo laba awal 500.000.000


Laba bersih 200.000.000
700.000.000
Dividen (50.000.000)
Saldo laba konsolidasian 650.000.000

Pertanyaan No. 4 dan 5 terkait dengan informasi berikut.


Pada tanggal 1 Januari 20X8, PT Ramayana membeli 80% saham biasa dengan nilai
nominal Rp10.000 dari PT Shinta seharga Rp975.000.000. Pada tanggal tersebut, nilai
tercatat aset bersih PT Shinta adalah Rp1.000.000.000. Nilai wajar dari aset dan liabilitas
dapat diidentifikasi PT Shinta sama dengan nilai tercatatnya kecuali untuk aset tetap
(bersih), yang lebih tinggi Rp100.000.000 dari nilai tercatatnya. Untuk tahun berakhir 31
Desember 20X8, PT Shinta memiliki laba bersih sebesar Rp190.000.000 dan membayar
dividen tunai sebesar Rp125.000.000.
4. Pada laporan posisi keuangan tanggal 1 januari 20x8, goodwill dilaporkan sebesar:
a. Rp.0
b. Rp.75.000.000
c. Rp.95.000.000
d. Rp.175.000.000
Jawaban:
C. Rp.95.000.000

5. Pada laporan posisi keuangan pada tanggal 31 Desember 20x8, kepentingan non
pengendali dilaporkan sebesar?
a. Rp.200.000.000
b. Rp.213.000.000
c. Rp.220.000.000
d. Rp.233.000.000
Jawaban:
B. Rp.213.000.000

Biaya perolehan investasi pada PT Shinta = Rp.975.000.000


Peningkatan atas asset tetap = Rp.(100.000.000)
Selisih = Rp.875.000.000

Bagian selisih non pengendali


= 20% x Rp.875.000.000
= Rp.175.000.000

Bagian pendapatan non pengendali


= 20% x Rp.190.000.000
= Rp.38.000.000

Total Kepentingan non pengendali = Rp.213.000.000 (Rp.175.000.000 + Rp.38.000.000)

L5-3 Ayat Jurnal Eliminasi dengan Selisih


Pada tanggal 10 Juni 20X8, PT Beranda membeli 60% saham biasa PT Ambara. Ikhtisar data
neraca untuk kedua perusahaan setelah pembelian saham tersebut adalah sebagai berikut.
PT Beranda PT Ambara
Pos Nilai Buku Nilai Buku Nilai Wajar
Kas Rp 15.000.000 Rp 5.000.000 Rp 5.000.000
Piutang Usaha 30.000.000 10.000.000 10.000.000
Persediaan 80.000.000 20.000.000 25.000.000
Bangunan dan peralatan (bersih) 120.000.000 50.000.000 70.000.000
Investasi pada saham PT Ambara 60.000.000
Total Rp305.000.000 Rp85.000.000 Rp110.000.000
Utang usaha Rp 25.000.000 Rp 3.000.000 Rp 3.000.000
Utang Obligasi 150.000.000 25.000.000 25.000.000
Sahm Biasa 55.000.000 20.000.000
Saldo Laba 75.000.000 37.000.000
Total Rp305.000.000 Rp85.000.000 Rp110000.000

Diminta
a. Buatlah ayat jurnal eliminasi yang diperlukan dalam penyusunan neraca konsolidasi sesaat
setelah pembelian saham PT Ambara
b. Jelaskan bagaimana ayat jurnal eliminasi berbeda dengan jenis ayat jurnal lain yang dicatat
dalam kegiatan normal perusahaan?
Jawaban:
a. Jurnal eliminasi
Eliminasi(1) Saham Biasa – PT Ambara Rp20.000.000
Saldo Laba Rp37.000.000
Differensial Rp25.800.000
Investasi pada saham PT Ambara Rp60.000.000
Kepemilikan nonpengendali Rp22.800.000

Perhitungan Differensial
Jumlah yang dibayar Rp60.000.000
Nilai Buku dari asset PT Ambara Rp85.000.000
Nilai buku dari utang PT Ambara (Rp28.000.000)
Nilai Buku bersih Rp57.000.000
Proporsi kepemilikan PT Beranda. × 0.60 (Rp34.200.000)
Differensial Rp25.800.000
Eliminasi(2) Persediaan Rp3.000.000*
Bangunan Dan Peralatan (bersih) Rp12.000.000**
Goodwill Rp10.800.000***
Differensial Rp25.800.000
* Rp5.000.000 × 0.60

** Rp20.000.000 × 0.60

*** Rp25.800.000 – Rp3.000.000 – Rp12.000.000

b. Ayat jurnal digunakan untuk mencatat transaksi, penyeesuaian saldo akun, dan menutup
akun laba dan penghasilan pada akhir periode yang dicatat pada buku perusahaan dan
mengubah saldo yang dilaporkan. Sebaliknya, jurnal eliminasi dimasukkan hanya pada
kertas kerja konsolidasi untuk memudahkan penyusunan laporan keuangan konsolidasi.

L5-4 Konsolidasi dengan Kepentingan Non-Pengendali


PT Endita membeli 75% saham biasa berhak suara PT Dinamika pada tanggal 31 Desember
20X4 seharga Rp388.000.000. Pada tanggal kombinasi bisnis, PT Dinamika melaporkan
laporan posisi keuangan sebagai berikut.
Aset lancar Rp220.000.000 Liabilitas lancar Rp 80.000.000
Aset tidak lancar Rp420.000.000 Liabilitas jangka panjang Rp200.000.000
(bersih)
Saham biasa Rp120.000.000
Saldo laba Rp240.000.000
Total Rp640.000.000 Total Rp640.000.000

Pada tanggal 31 Desember 20X4, nilai buku dari aset dan kewajiban PT Dinamika mendekati
nilai wajarnya, kecuali untuk bangunan, yang mempunyai nilai wajar lebih tinggi
Rp80.000.000 dari nilai bukunya dan persediaan yang mempunyai nilai wajar lebih tinggi
Rp36.000.000 dari nilai bukunya.
Diminta
PT Endita berkeinginan untuk menyusun laporan posisi keuangan konsolidasian sesaat
setelah kombinasi bisnis. Buatlah ayat jurnal eliminasi yang diperlukan dalam penyusunan
laporan posisi keuangan konsolidasi pada tanggal 31 Desember 20X4.

Jawaban:
Eliminasi(1) Saham Biasa – PT Dinamika Rp120.000.000
Saldo Laba Rp240.000.000
Diferensial Rp118.000.000
Investasi pada Saham PT Dinamika Rp388.000.000
Kepemilikan Nonpengendali Rp90.000.000
(Mencatat Eliminasi Saldo Investasi)

Perhitungan pembelian diferensial


Jumlah yang dibayar Rp388.000.000
Nilai buku dari aset PT Dinamika Rp640.000.000
Nilai buku dari kewajiban PT Dinamika (Rp280.000.000)
Nilai buku bersih Rp360.000.000
Proporsi kepemilikan PT Endita × 0.75 (Rp270.000.000)
Diferensial Rp118.000.000

Eliminasi(2) Bangunan (Rp.80,000,000 x 0.75) Rp60.000.000*


Persediaan (Rp.36,000,000 x 0.75) Rp27.000.000**
Goodwill Rp31.000.000***
Diferensial Rp118.000.000
* Rp80.000.000 × 0.75

** Rp36.000.000 × 0.75

*** Rp118.000.000 – Rp60.000.000 –


Rp27.000.000

L5-5 Kertas Kerja untuk Anak Perusahaan yang Dimiliki Kepentingan Pengendali
PT Gandaria membeli 60% saham PT Lintas pada tanggal 31 Desember 20X4. Data neraca
untuk PT Gandaria dan PT Lintas pada tanggal 1 Januari 20X5 adalah sebagai berikut.
PT Gandaria PT Lintas
Kas dan piutang Rp 80.000.000 Rp 30.000.000
Persediaan Rp150.000.000 Rp350.000.000
Bangunan dan Peralatan (bersih) Rp430.000.000 Rp 80.000.000
Investasi pada saham PT Lintas Rp 90.000.000
Total Aset Rp750.000.000 Rp460.000.000
Kewajiban lancar Rp100.000.000 Rp110.000.000
Utang jangka panjang Rp400.000.000 Rp200.000.000
Saham biasa Rp200.000.000 Rp140.000.000
Saldo laba Rp 50.000.000 Rp 10.000.000
Total kewajiban dan ekuitas pemegang saham Rp750.000.000 Rp460.000.000

Diminta
a. Buatlah ayat jurnal eliminasi yang diperlukan untuk penyusunanan laporan posisi
keuangan konsolidasian pada tanggal 1 Januari 20X5
b. Buatlah kertas kerja laporan posisi keuangan konsolidasian
c. Susunlah laporan posisi keuangan dalam bentuk bagus
Jawaban:
a. Jurnal eliminasi
Eliminasi(1) Saham Biasa – PT Lintas Rp140.000.000
Saldo laba Rp10.000.000
Investasi pada saham PT Lintas Rp90.000.000
Kepemilikan nonpengendali Rp60.000.000
(Mencatat eliminasi saldo investasi )

b.
PT Gandaria dan PT Lintas
Kertas Kerja Laporan Posisi Keuangan Konsolidasi
1 Januari 20X5
(000)
Eliminasi
Akun PT Gandaria PT Lintas Konsolidasi
Debit Kredit
Kas dan piutang Rp80.000 Rp30.000 Rp110.000
Persediaan Rp150.000 Rp350.000 Rp500.000
Bangunanan dan
Peralatan (bersih) Rp430.000 Rp80.000 Rp510.000
Investasi pada saham PT Lintas Rp90.000 Rp90.000
Total aset Rp750.000 Rp460.000 Rp1.120.000
Hutang Lancar Rp100.000 Rp110.000 Rp210.000
Hutang Jk panjang Rp400.000 Rp200.000 Rp600.000
Saham Biasa
Gandaria Rp200.000 Rp200.000
Lintas Rp140.000 Rp140.000
Saldo laba Rp50.000 Rp10.000 Rp10.000 Rp50.000
Kepemilikan nonpengendali Rp60.000 Rp60.000
Total hutang & ekuitas Rp750.000 Rp460.000 Rp150.000 Rp150.000 Rp1.120.000

c.
PT Gandaria dan Anak Perusahaan
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasi
1 Januari 20X5
(000)
Kas dan piutang Rp110.000 Hutang Lancar Rp210.000
Persediaan Rp500.000 Hutang jangka panjang Rp600.000
Bangunan dan peralatan (net) Rp510.000 Kepemilikan nonpengendali Rp60.000
Saham biasa Rp200.000
Saldo laba Rp50.000 Rp250.000
Total Aset Rp1.120.000 Total kewajiban & ekuitas pemegang Rp1.120.000
saham

L5-6 Pertanyaan Pilihan Ganda tentang Konsolidasi Laporan Posisi Keuangan


PT Persada membeli 70% saham biasa PT Sutra pada tanggal 31 Desember 20X2. Data
laporan posisi keuangan untuk kedua perusahaan sesaat setelah akuisisi adalah sebagai
berikut.
Pos PT Persada PT Sutra
Kas Rp 49.000.000 Rp 30.000.000
Piutang Usaha 110.000.000 45.000.000
Persediaan 130.000.000 70.000.000
Tanah 80.000.000 25.000.000
Bangunan dan Peralatan 500.000.000 400.000.000
Dikurangi: Akumulasi Penyusutan (223.000.000) (165.000.000)
Investasi pada Saham PT Sutra 145.500.000
Total Aset Rp791.500.000 Rp405.000.000

Utang Usaha Rp 61.500.000 Rp 28.000.000


Utang Pajak 95.000.000 37.000.000
Utang Obligasi 280.000.000 200.000.000
Saham Biasa 150.000.000 50.000.000
Saldo Laba 205.000.000 90.000.000
Total Liabilitas dan Ekuitas Pemegang Saham Rp791.500.000 Rp405.000.000
Pada tanggal kombinasi bisnis, nilai buku dari aset bersih dan liabilitas PT Sutra mendekati
nilai wajarnya, kecuali untuk persediaan yang mempunyai nilai wajar Rp85.000.000 dan
tanah yang mempunyai nilai wajar Rp45.000.000.
Diminta
Untuk tiap pertanyaan berikut, berapakah nilai total yang akan muncul dalam laporan posisi
keuangan konsolidasian yang disusun sesaat setelah kombinasi bisnis.
1. Berapakah jumlah persediaan yang dilaporkan?
a. Rp179.000.000
b. Rp200.000.000
c. Rp210.500.000
d. Rp215.000.000
JAWAB:
Persediaan dilaporkan:
= Rp130.000.000 + Rp70.000.000 + (Rp85.000.000 – Rp70.000.000)
= Rp130.000.000 + Rp70.000.000 + Rp15.000.000
= Rp215.000.000

2. Berapakah jumlah goodwill yang dilaporkan?


a. Rp0
b. Rp23.000.000
c. Rp29.500.000
d. Rp47.500.000
JAWAB:
Goodwill dilaporkan:
= Rp145.500.000 – (Rp405.000.000 – Rp28.000.000 – Rp37.000.000 –
Rp200.000.000) – Rp15.000.000 – Rp20.000.000
= Rp145.500.000 – Rp140.000.000 – Rp15.000.000 – Rp20.000.000
= Rp(29.500.000)

3. Berapakah jumlah total aset yang dilaporkan?


a. Rp1.196.500.000
b. Rp1.098.500.000
c. Rp1.086.000.000
d. Rp1.051.000.000
JAWAB:
Total Aset PT Persada Rp791.500.000
Kurang: Investasi pada Saham PT Sutra (Rp145.500.000)
Rp646.000.000
Nilai buku aset PT Sutra Rp405.000.000
Nilai buku yang dilaporkan PT Persada dan PT Sutra Rp 1.051.000.000
Kenaikan persediaan (Rp85.000.000 - Rp70.000.000) 15.000.000
Kenaikan tanah (Rp45.000.000 - Rp25.000.000) 20.000.000
Goodwill (29.500.000)
Total aset dilaporkan Rp1.056.500.000

4. Berapakah jumlah total liabilitas yang dilaporkan?


a. Rp265.000.000
b. Rp436.500.000
c. Rp622.000.000
d. Rp701.500.000
JAWAB:
Total liabilitas dilaporkan:
= (Rp61.500.000 + Rp95.000.000 + Rp280.000.000) + (Rp28.000.000 +
Rp37.000.000 + Rp200.000.000)
= Rp701.500.000

5. Berapakah jumlah kepentingan non-pengendali yang dilaporkan?


a. Rp42.000.000
b. Rp48.000.000
c. Rp106.500.000
d. Rp148.500.000
JAWAB:
Jumlah kepentingan non-pengendali dilaporkan:
= Rp50.000.000 + Rp90.000.000
= Rp140.000.000
= Rp140.000.000 x 30%
= Rp42.000.000

6. Berapakah jumlah saldo laba konsolidasi yang dilaporkan?


a. Rp295.000.000
b. Rp268.000.000
c. Rp232.000.000
d. Rp205.000.000
JAWAB:
Saldo laba dilaporkan:
= Rp205.000.000 + Rp90.000.000 – Rp90.000.000 [eliminasi saldo laba PT
Surya]
= Rp205.000.000

7. Berapakah jumlah ekuitas pemegang saham yang dilaporkan?


a. Rp355.000.000
b. Rp397.000.000
c. Rp453.000.000
d. Rp495.000.000
JAWAB:
Jumlah ekuitas pemegang saham dilaporkan:
= Rp150.000.000 + Rp205.000.000
= Rp355.000.000

L5-7 Ayat Jurnal Konsolidasi Dasar untuk Anak Perusahaan Dimiliki Kepentingan
Pengendali
PT Fiola melaporkan ikhtisar data laporan posisi keuangan berikut pada tanggal 31 Desember
20X6:
Aset Rp350.000.000 Utang Usaha Rp50.000.000
Saham Biasa 100.000.000
Saldo Laba 200.000.000
Total Rp350.000.000 Total Rp350.000.000

Pada tanggal 1 Januari 20X9, PT Handika membeli 70% saham biasa PT Fiola seharga
Rp210.000.000. PT Fiola melaporkan laba bersih sebesar Rp20.000.000 untuk tahun 20X9
dan membayar dividen sebesar Rp5.000.000.
Diminta
a. Buatlah ayat jurnal metode ekuitas yang dicatat oleh PT Handika pada pembukuannya
selama tahun 20X9 sehubungan dengan investasinya di PT Fiola.
b. Buatlah ayat jurnal eliminasi yang diperlukan pada tanggal 31 Desember 20X9 untuk
menyusun laporan keuangan konsolidasi.
Jawab :
a. Ayat jurnal PT Handika tahun 20X9 :
a. *jurnal ketika berinvestasi
Investasi saham pada PT. Fiola Rp210.000.000
Kas Rp210.000.000
*jurnal pengumuman laba bersih
Investasi saham pada PT. Fiola (70% x 20.000.000) Rp14.000.000
Pendapatan dari PT. Fiola Rp14.000.000

*jurnal pembagian dividen


Kas (70% x 5.000.000) Rp3.500.000
Investasi saham pada PT. Fiola Rp3.500.000

b. Jurnal Eliminasi 31 Desember 20X9


*jurnal ketika eliminasi pendapatan
Pendapatan dari PT. Fiola Rp14.000.000
Dividen Rp3.500.000
Investasi pada PT. Fiola Rp10.500.000
*jurnal ketika eliminasi pendapatan untuk kepentingan non pengendali
Pendapatan kepentingan non pengendali Rp6.000.000
Dividen Rp1.500.000
Kepentingan non pengendali Rp4.500.000

*jurnal eliminasi investasi


Sahambiasa Rp100.000.000
Saldo laba Rp200.000.000
Investasi saham pada PT Fiola Rp210.000.000
Kepentingan non pengendali Rp90.000.000

L5-8 Anak Perusahaan Dimiliki Kepentingan Pengendali dengan Selisih


PT. Ciater adalah anak perusahaan dimiliki kepentingan pengendali dari PT. Wamena, yang
mengakuisisi 75% kepemilikan pada tanggal 1 Januari 20X3 seharga Rp133.500.000. Pada
tanggal tersebut, PT. Ciater melaporkan saham biasa beredar sebesar Rp60.000.000 dan saldo
laba Rp90.000.000. Selisih pembelian dialokasikan ke peralatan dengan umur ekonomis 7
tahun pada tanggal kombinasi bisnis. PT. Ciater melaporkan laba bersih sebesar
Rp30.000.000 dan membayar dividen sebesar Rp12.000.000 pada tahun 20X3.

Diminta:
a. Buatlah ayat jurnal yang dicatat oleh PT. Wamena selama tahun 20X3 pada pembukuannya
jika ia mencatat investasinya di PT. Ciater menggunakan metode ekuitas.

b. Buatlah ayat jurnal eliminasi yang diperlukan pada tanggal 31 Desember 20X3 untuk
Menyusun laporan keuangan konsolidasian.

Jawaban:
a. Investasi Saham pada PT. Ciater Rp133.500.000
Kas Rp133.500.000

Kas Rp 9.000.000
Investasi Saham pada PT. Ciater Rp 9.000.000
Investasi Saham pada PT. Ciater Rp 22.500.000
Pendapatan Dari Anak Perusahaan Rp 22.500.000

Pendapatan Dari Anak Perusahaan Rp 3.000.000


Investasi pada Anak Perusahan Rp 3.000.000

b. Pendapatan dari Anak Rp 19.500.000


Dividen Rp 9.000.000
Investasi Non-Pengendali Rp 10.500.000

Pendapatan Non-Pengendali Rp 6.500.000


Dividen Rp 3.000.000
Kepemilikan Non-Pengendali Rp 3.500.000

Saham Biasa PT. Ciaten Rp 60.000.000


Saldo Laba Rp 90.000.000
Differensial Rp 28.000.000
Investasi PT. Wamena Rp133.500.000
Kepemilikan Non-Pengendali Rp 44.500.000

Peralatan Rp 28.000.000
Differensial Rp 28.000.000

Beban Differensial Rp 4.000.000


Akumulasi Penyusutan Rp 4.000.000

L5-9 Alokasi Selisih ke Aset Diamortisasi


PT. Firman mengakuisisi 90% saham biasa berhak suara dari PT. Lentera pada tanggal 1
Januari 20X1 seharga Rp486.000.000. Pada tanggal kombinasi bisnis, PT. Lentera
melaporkan saham biasa beredar sebesar Rp120.000.000 dan saldo laba Rp380.000.000. Nilai
buku aset bersih PT. Lentera mendekati nilai pasarnya kecuali untuk paten yang mempunyai
nilai pasar lebih tinggi Rp40.000.000 dari nilai bukunya. Paten tersebut mempunyai sisa
umur ekonomis 5 tahun pada tanggal kombinasi bisnis. PT. Lentera melaporkan laba bersih
sebesar Rp60.000.000 dan membayar dividen sebesar Rp20.000.000 selama tahun 20X1.

Diminta:
a. Berapakah saldo investasi pada PT. Lentera yang dilaporkan PT. Firman pada tanggal 31
Desember 20X1, jika diasumsikan PT. Firman menggunakan metode ekuitas untuk akuntansi
investasinya.

b. Buatlah ayat jurnal eliminasi yang diperlukan untuk menyusun laporan keuangan
konsolidasian pada tanggal 31 Desember 20X1.

Jawaban:
a. Investasi pada Saham PT. Lentera Rp486.000.000
Kas Rp486.000.000

Kas Rp 18.000.000
Investasi pada Saham PT. Lentera Rp 18.000.000

Investasi pada Saham PT. Lentera Rp 54.000.000


Pendapatan dari Anak Perusahaan Rp54.000.000

Pendapatan dari Anak Perusahaan Rp 7.200.000


Investasi pada Anak Perusahaan Rp 7.200.000

Jadi, saldo investasi pada PT. Lentera yang dilaporkan oleh PT. Firman adalah sebesar
Rp54.000.000.

b. Pendapatan dari Anak Perusahaan Rp 54.000.000


Dividen Rp 18.000.000
Investasi pada Saham PT. Anak Rp 36.000.000

Pendapatan Kepemilikan Non-Pengendali Rp 6.000.000


Dividen Rp 2.000.000
Investasi pada Saham PT. Anak Rp 4.000.000
Saham Biasa PT. Lentera Rp120.000.000
Saldo Laba Rp380.000.000
Differensial Rp 36.000.000
Investasi pada Saham PT. Lentera Rp486.000.000
Kepemilikan Non-Pengendali Rp 50.000.000

Paten Rp 36.000.000
Differensial Rp 36.000.000

Beban Amortisasi – Hak Paten Rp 7.200.000


Hak Paten Rp 7.200.000

L5-10 Konsolidasi Setelah Satu Tahun Kepemilikan


PT Sukmajaya membeli 80% saham PT Lembayung pada tanggal 1 Januari 20X2. Pada
tanggal tersebut, PT Lembayung melaporkan saldo laba sebesar Rp80.000.000 dan
mempunyai saham beredar sebesar Rp120.000.000. Nilai wajar dari peralatan dan bangunan
lebih tinggi Rp32.000.000 dari nilai bukunya. PT Sukmajaya membayar Rp190.000.000
untuk mengakuisisi saham PT Lembayung. Sisa umuur ekonomis untuk aset PT Lembayung
yang dapat disusutkan adalah 8 tahun pada tanggal kombinasi bisnis. Jumlah selisih yang
dialokasikan ke goodwill tidak diamortisasi. PT Lembayung melaporkan laba bersih sebesar
Rp40.000.000 untuk tahun 20X2 dan tidak mengumumkan dividen.
Diminta
a. Buatlah ayat jurnal eliminasi yang diperlukan untuk penyusunan laporan posisi keuangan
konsolidasian sesaat setelah PT Sukmajaya membeli saham PT Lembayung.
b. Buatlah ayat jurnal eliminasi yang diperlukan untuk penyusunan laporan keuangan
konsolidasian lengkap untuk tahun 20X2.
Jawab :
a. Ayat jurnal eliminasi yang diperlukan untuk penyusunan laporan posisi keuangan
konsolidasian sesaat setelah PT Sukmajaya membeli saham PT Lembayung:
*jurnal eliminasi investasi dan ekuitas
Saham biasa Rp120.000.000
Saldo laba Rp 80.000.000
Differensial Rp 30.000.000
Investasi saham pada PT. Lembayang Rp190.000.000
Kepentingan non pengendali Rp 40.000.000

*jurnal eliminasi differensial


Peralatan dan bangunan Rp25.600.000
Goodwill Rp 4.400.000
Differensial Rp30.000.000
b. Ayat jurnal eliminasi yang diperlukan untuk penyusunan laporan keuangan konsolidasian
lengkap untuk tahun 20X2:

*jurnal eliminasi pendapatan dari anak untuk induk


Pendapata dari PT. Lembayang Rp32.000.000
Investasi saham pada PT. Lembayang Rp32.000.000

*jurnal eliminasi pendapatan untuk kepentingan non pengendali


Pendapatan Kepentingan non pengendali Rp8.000.000
Kepentingan non pengendali Rp8.000.000

*jurnal eliminasi investasi dan ekuitas


Saham biasa Rp120.000.000
Saldo laba Rp 8.000.000
Differensial Rp 30.000.000
Investasi saham pada PT, Lembayang Rp190.000.000
Kepentingan non pengendali Rp 40.000.000

*jurnal eliminasi differensial


Peralatan dan bangunan Rp25.600.000
Goodwill Rp 4.400.000
Differensial Rp30.000.000

*jurnal penyusutan
Beban penyusutan Rp3.200.000
Akumulasi penyusutan Rp3.200.000

L5-11 Penghitungan Laba yang Dilaporkan Anak Perusahaan

PT Bulungan membeli 60% saham PT Sintana seharga Rp100.000.000 pada tanggal 1


Januari 20X6, pada saat PT Sintana melaporkan saham biasa beredar sebesar
Rp120.000.000 dan saldo laba Rp25.000.000. Pada tanggal 31 Desember 20X8, PT
Bulungan melaporkan investasinya di PT Sintana sebesar Rp126.100.000 menggunakan
metode ekuitas untuk akuntansi investasinya. PT Bulungan menerima dividen dari PT
Sintana total sebesar Rp15.000.000 selama tiga tahun. Selisih pembelian diamortisasi
selama 10 tahun.
Diminta
Tentukan jumlah laba bersih yang dilaporkan PT Sintana selama periode tiga tahun.

Jawaban:
Jumlah laba bersih PT Sintana selama periode 3 tahun adalah
= [ (Rp.15.000.000 + Rp.126.100.000) – Rp.100.000.000 ]: 0,6
= Rp.68.500.000

L5-12 Konsolidasi Setelah Tiga Tahun Kepemilikan


PT Bona membeli 60% PT Citra pada tanggal 1 Januari 20X7 seharga Rp277.500.000. PT
Citra melaporkan laba bersih dan pembayaran dividen sebagai berikut.

Tahun Laba Bersih Pembayaran Dividen


20X7 Rp45.000.000 Rp25.000.000
20X8 Rp55.000.000 Rp35.000.000
20X9 Rp30.000.000 Rp10.000.000

Pada tanggal 1 Januari 20X7, PT Citra memiliki saham biasa beredar dengan nilai nominal
Rp5.000 sebesar Rp250.000.000 dan saldo laba Rp150.000.000. Pada tanggal tersebut, PT
Citra memiliki tanah dengan nilai buku Rp22.500.000 dan nilai pasar Rp30.000.000 dan
peralatan dengan nilai buku Rp320.000.000 dan nilai pasar Rp360.000.000. Sisa selisih
pembelian dialokasikan ke peningkatan nilai paten, yang mempunyai sisa masa manfaat 10
tahun. Seluruh asset yang disusutkan yang dimiliki PT Citra pada tanggal akuisisi
mempunyai sisa umur ekonomis 6 tahun.

Diminta
a. Buatlah ayat jurnal eliminasi yang diperlukan pada tanggal 1 Januari 20X7 untuk
menyusun laporan posisi keuangan konsolidasian
b. Hitung saldo investasi pada PT Citra yang dilaporkan PT Bulungan pada tanggal 1 Januari
20X9
c. Buatlah ayat jurnal yang dicatat PT Bulungan sehubungan dengan investasi pada PT Citra
selama tahun 20X9
d. Buatlah ayat jurnal eliminasi yang diperlukan pada tanggal 31 Desember 20X9 untuk
menyusun kertas kerja konsolidasi tiga bagian
Jawaban:
a. Jurnal eliminasi
Saham Biasa - PT Citra Rp250.000.000
Saldo Laba Rp150.000.000
Differensial Rp62.500.000
Investasi saham PT Bona Rp277.500.000
Nonpengendali Bunga Rp185.000.000

Tanah Rp7.500.000
Peralatan Rp40.000.000
Paten Rp15.000.000
Differensial Rp62.500.000

b. Perhitungan saldo investasi pada 1 Januari 20X9


Nilai wajar diberikan pertimbangan Rp277.500.000
Pendapatan tidak dibagikan sejak akuisisi Rp24.000.000*
* (Rp100.000.000 - Rp60.000.000) × 60

Amortisasi differensial ditugaskan untuk:


Peralatan (Rp40.000.000/8) × 0,60 × 2 tahun (Rp6.000.000)
Paten (Rp5.000.000/10) × 0,60 × 2 tahun (Rp1.800.000)
Saldo rekening pada 1 Januari 20X9 Rp293.700.000
c. Jurnal dicatat selama 2019
Kas Rp6.000.000
Investasi PT Bona Rp6.000.000

Investasi di saham PT Bona Rp18.000.000


Penghasilan dari anak perusahaan Rp18.000.000

Penghasilan dari anak perusahaan Rp3.900.000


Investasi di saham PT Bona Rp3.900.000

d. Eliminasi
Pendapatan dari PT Citra Rp18.000.000*
Dividen yang diumumkan Rp 6.000.000
Investasi dalam PT Citra Rp12.000.000
* Rp30.000.000 × 60%

Pendapatan kepentingan nonpengendali Rp12.000.000


Dividen yang diumumkan Rp4.000.000
Kepentingan nonpengendali Rp8.000.000
(mengalokasikan pendapatan ke kepentingan nonpengendali)

Saham biasa PT Citra Rp250.000.000


Saldo laba Rp150.000.000
Investasi PT Citra Rp277.500.000
Kepentingan nonpengendali Rp122.500.000
(mengeliminasi saldo investasi awal)
L5-13 Pertanyaan Pilihan Ganda tentang Saldo Konsolidasi
PT. Farah mengakuisisi 70% saham PT. Renata pada tanggal 1 Januari 20X7 seharga
Rp300.000.000. Data lain yang relevan adalah sebagai berikut.
PT. Farah PT. Renata
Saham biasa beredar Rp200.000.000 Rp250.000.000
Saldo Laba, 1 Januari 20X7 240.000.000 150.000.000
Laba bersih untuk tahun 20X7 40.000.000
Laba operasi, tidak termasuk pendapatan 180.000.000
investasi
Dividen yang diumumkan 35.000.000 10.000.000

Selisih harga beli di atas nilai buku dialokasikan ke aset yang diusutkan dengan sisa umur
ekonomis 5 tahun.

Diminta:
Pilih jawaban yang tepat untuk pertanyaan berikut.
1. Berapakah jumlah pendapatan investasi yang akan dilaporkan PT. Farah dari investasinya
di PT. Renata?
a. Rp36.000.000
b. Rp28.000.000
c. Rp25.200.000
d. Rp24.000.000

2. Berapakah jumlah laba bersih konsolidasi yang akan dilaporkan untuk tahun 20X7?
a. Rp220.000.000
b. Rp216.000.000
c. Rp208.000.000
d. Rp204.000.000

3. Berapakah jumlah laba yang dialokasikan ke kepentingan non-pengendali dalam laporan


laba-rugi konsolidasian tahun 20X7?
a. Rp66.0000.000
b. Rp12.000.000
c. Rp10.800.000
d. Rp 9.000.000

4. Berapakah pembayaran dividen yang akan dilaporkan oleh entitas konsolidasian untuk
tahun 20X7?
a. Rp45.000.000
b. Rp42.000.000
c. Rp38.000.000
d. Rp35.000.000

5. Berapakah jumlah yang akan dilaporkan sebagai saham biasa beredar dalam laporan posisi
keuangan konsolidasian yang disusun pada tanggal 31 Desember 20X7?
a. Rp200.000.000
b. Rp275.000.000
c. Rp375.000.000
d. Rp450.000.000

6. Berapakah jumlah yang akan dilaporkan sebagai saldo laba dalam laporan posisi keuangan
konsolidasian yang disusun pada tanggal 31 Desember 20X7?
a. Rp240.000.000
b. Rp390.000.000
c. Rp409.000.000
d. Rp589.000.000

7. Berapakah jumlah yang akan dilaporkan PT. Farah sebagai investasi pada PT. Renata pada
tanggal 31 Desember 20X7?
a. Rp300.000.000
b. Rp317.000.000
c. Rp314.000.000
d. Rp328.000.000
Jawaban:
1. B. Rp28.000.000

2. C. Rp208.000.000

3. B. Rp12.000.000

4. D. Rp35.000.000

5. A. Rp200.000.000

6. A. Rp240.000.000

7. D. Rp328.000.000

L5-14 Kertas Kerja Konsolidasi untuk Anak Perusahaan Dimiliki Kepentingan


Pengendali
PT Polonia membeli 80% saham berhak suara PT Sepinggan pada tanggal 1 Januari 20X3
pada nilai bukunya. PT Polonia menggunakan metode ekuitas untuk akuntansi investasi pada
PT Sepinggan selama tahun 20X3. Pada tanggal 31 Desember 20X4, neraca saldo untuk
kedua perusahaan adalah sebagai berikut.
PT Polonia PT Sepinggan
Akun
Debit Kredit Debit Kredit
Aset lancar Rp173.000.000 Rp105.000.000
Aset yang disusutkan Rp500.000.000 Rp300.000.000
Investasi pada saham PT Sepinggan Rp136.000.000
Beban penyusutan Rp25.000.000 Rp15.000.000
Beban lain Rp105.000.000 Rp75.000.000
Dividen yang diumumkan Rp40.000.000 Rp10.000.000
Akumulasi penyusutan Rp175.000.000 Rp75.000.000
Liabilitas lancar Rp50.000.000 Rp40.000.000
Utang jangka panjang Rp100.000.000 Rp120.000.000
Saham biasa Rp200.000.000 Rp100.000.000
Saldo laba Rp230.000.000 Rp50.000.000
Penjualan Rp200.000.000 Rp120.000.000
Pendapatan dari anak perusahaan Rp24.000.000
Rp979.000.000 Rp979.000.000 Rp505.000.000 Rp505.000.000
Diminta
a. Buatlah ayat jurnal eliminasi yang diperlukan per 31 Desember 20X3 untuk menyusun
laporan keuangan konsolidasian
b. Buatlah kertas kerja konsolidasi tiga bagian pada tanggal 31 Desember 20X3
c. Buatlah laporan posisi keuangan laporan laba rugi dan laporan saldo laba konsolidasian
untuk tahun 20X3

Jawaban:
a. Jurnal eliminasi
PT Polonia membeli 80% saham PT Sepinggan
Laba dari PT Sepinggan = Penjualan – (Beban penyusutan + Beban lain)
= Rp120.000.000 – (Rp15.000.000 + Rp75.000.000)
= Rp30.000.000

Pendapatan dari PT Sepinggan Rp24.000.000*


Dividen yang diumumkan Rp8.000.000
Investasi dalam PT Sepinggan Rp16.000.000
* Rp30.000.000 × 80%

Pendapatan kepentingan nonpengendali Rp6.000.000


Dividen yang diumumkan Rp2.000.000
Kepentingan nonpengendali Rp4.000.000
(mengalokasikan pendapatan ke kepentingan nonpengendali)

Saham biasa PT Sepinggan Rp100.000.000


Saldo laba Rp50.000.000
Investasi PT Sepinggan Rp136.000.000
Kepentingan nonpengendali Rp44.000.000
(mengeliminasi saldo investasi awal)

b. Kertas Kerja Konsolidasi Tiga Bagian pada tanggal 31 Desember 20X3


Eliminasi
Akun PT Polonia PT Sepinggan Debit Kredit Konsolidasi
Penjualan 200.000.000 120.000.000 320.000.000

Pendapatan dari Anak Perusahaan 24.000.000 24.000.000

Kredit 224.000.000 120.000.000 320.000.000

Beban Depresiasi 25.000.000 15.000.000 40.000.000

Beban Lain-lain 105.000.000 75.000.000 180.000.000

Debit 130.000.000 90.000.000 220.000.000

Laba bersih konsolidasi kepada

kepentingan Non-pengendali - - 6.000.000 6.000.000

Pendapatan 94.000.000 30.000.000 30.000.000 94.000.000

Saldo Laba, 1 Jan 230.000.000 50.000.000 50.000.000 230.000.000

Pendapatan 94.000.000 30,000,000 30.000.000 94.000.000

324.000.000 80.000.000 324.000.000

Dividen ( 40.000.000) (10.000.000) 8.000.000 ( 40.000.000)

2.000.000

Saldo Laba, 31 Des 284.000.000 70.000.000 80.000.000 10.000.000 284.000.000

Aset Lancar 173.000.000 105.000.000 278.000.000

Aset terdepresiasi 500.000.000 300.000.000 800.000.000

Investasi pada Saham PT Sepinggan 136.000.000 - 16.000.000

120.000.000

Debit 809.000.000 405.000.000 1.078.000.000

Akumulasi Penyusutan 175.000.000 75.000.000 250.000.000

Utang Lancar 50.000.000 40.000.000 90.000.000

Utang Jangka Panjang 100.000.000 120.000.000 220.000.000

Saham Biasa 200.000.000 100.000.000 100.000.000 200.000.000

Saldo Laba, 31 Des 284.000.000 70.000.000 80.000.000 10.000.000 284.000.000

Kepentingan Non-Pengendali 4.000.000

- - - 30.000.000 34.000.000

Total Kredit 809.000.000 405.000.000 180.000.000 180.000.000 1.078.000.000

c. Laporan Posisi Keuangan, Laporan Laba Rugi dan Laporan Saldo Laba Konsolidasian
untuk tahun 20X3
PT Polonia dan Sepingan
Laporan Laba Rugi Konsolidasi
Untuk tahun berakhir 31 Desember 20X3
Penjualan
Beban-beban:
Beban penyusutan 40.000.000
Beban lain 180.000.000
Total Beban 220.000.000
100.000.000
Pendapatan untuk kepentingan nonpengendali 6.000.000
Laba Bersih 94.000.000

PT Polonia dan Sepingan


Laporan Saldo Laba Konsolidasi
Untuk tahun berakhir 31 Desember 20X3
Saldo laba konsolidasi, 1 Januari 230.000.000
Laba bersih konsolidasi 94.000.000
Deviden diumumkan 40.000.000
Saldo laba konsolidasi, 31 Desember 284.000.000

PT Polonia dan Sepingan


Laporan Posisi Keuangan Konsolidasi
Untuk tahun berakhir 31 Desember 20X3
Aset Liabilitas dan Ekuitas
Aset ancar 278.000.000 Kewajiban lancar 90.000.000
Aset yang disusutkan 800.000.000 Kewajiban jangka panjang 220.000.000 310.000.000
Akumulasi penyusutan 250.000.000 550.000.000 Kepemilikan nonpengendali 34.000.000
Saham biasa 200.000.000
Saldo laba 284.000.000 484.000.000
Total Aset 828.000.000 Total Liabilitas dan Ekuitas 828.000.000

L5-15 Kertas Kerja Konsolidasi untuk Anak Perusahaan Dimiliki Kepentingan


Pengendali untuk Tahun Kedua
PT Polonia membeli 80% saham berhak suara PT Sepinggan pada tanggal 1 Januari 20X3
pada nilai bukunya. PT Polonia menggunakan metode ekuitas untuk akuntansi investasi pada
PT Sepinggan selama tahun 20X3. Pada tanggal 31 Desember 20X4, neraca saldo untuk
kedua perusahaan adalah sebagai berikut.
PT Polonia PT Sepinggan
Akun
Debit Kredit Debit Kredit
Aset lancar Rp235.000.000 Rp150.000.000
Aset yang disusutkan Rp500.000.000 Rp300.000.000
Investasi pada saham PT Rp152.000.000
Sepinggan Rp25.000.000 Rp15.000.000
Beban penyusutan Rp105.000.000 Rp90.000.000
Beban lain Rp50.000.000 Rp15.000.000
Dividen yang diumumkan Rp200.000.000 Rp90.000.000
Akumulasi penyusutan Rp70.000.000 Rp50.000.000
Liabilitas lancar Rp100.000.000 Rp120.000.000
Utang jangka panjang Rp200.000.000 Rp100.000.000
Saham biasa Rp284.000.000 Rp70.000.000
Saldo laba Rp230.000.000 Rp140.000.000
Penjualan Rp28.000.000
Pendapatan dari anak perusahaan
Rp1.112.000.000 Rp1.112.000.000 Rp570.000.000 Rp570.000.000

Diminta
a. Buatlah ayat jurnal eliminasi yang diperlukan pada tanggal 31 Desember 20X4 untuk
menyusun laporan keuangan konsolidasian
b. Buatlah kertas kerja konsolidasi tiga bagian per 31 Desember 20X4

Jawaban:
a. Jurnal eliminasi
PT Polonia membeli 80% saham PT Sepinggan
Laba dari PT Sepinggan = Penjualan – (Beban penyusutan + Beban lain)
= Rp140.000.000 – (Rp15.000.000 + Rp90.000.000)
= Rp35.000.000

Pendapatan dari PT Sepinggan Rp28.000.000*


Dividen yang diumumkan Rp12.000.000
Investasi dalam PT Sepinggan Rp16.000.000
* Rp35.000.000 × 80%
(menghapus pendapatan dari PT Sepinggan sebesar 80%)

Pendapatan kepentingan nonpengendali Rp7.000.000


Dividen yang diumumkan Rp3.000.000
Kepentingan nonpengendali Rp4.000.000
(mengalokasikan pendapatan ke kepentingan nonpengendali)

Investasi pada saham PT Sepinggan Rp152.000.000


Dividen yang diumumkan Rp 12.000.000
Rp164.000.000
Laba dari PT Sepinggan Rp 28.000.000
Saldo investasi PT Sepinggan tahun ke-2 Rp136.000.000

Saham biasa PT Sepinggan Rp100.000.000


Saldo laba Rp70.000.000
Investasi PT Sepinggan Rp136.000.000
Kepentingan nonpengendali Rp34.000.000
(mengeliminasi saldo investasi awal)

b. Kertas Kerja Konsolidasian:


Eliminasi

Akun PT Polonia PT Sepinggan Debit Kredit Konsolidasi

Penjualan 230.000.000 140.000.000 370.000.000

Pendapatan dari Anak Perusahaan 28.000.000 28.000.000

Kredit 258.000.000 140.000.000 370.000.000

Beban Depresiasi 25.000.000 15.000.000 40.000.000

Beban Lain-lain 150.000.000 90.000.000 240.000.000

Debit (175.000.000) (105.000.000) (280.000.000)

Laba bersih konsolidasi kepada

kepentingan Non-pengendali - - 7.000.000 7.000.000

Pendapatan 83.000.000 35.000.000 35.000.000 83.000.000

Saldo Laba, 1 Jan 284.000.000 70.000.000 70.000.000 284.000.000

Pendapatan 83.000.000 35,000,000 35.000.000 83.000.000


367.000.000 105.000.000 367.000.000

Dividen ( 50.000.000) (15.000.000) 12.000.000 ( 50.000.000)

3.000.000

Saldo Laba, 31 Des 317.000.000 90.000.000 105.000.000 15.000.000 317.000.000

Aset Lancar 235.000.000 150.000.000 385.000.000

Aset terdepresiasi 500.000.000 300.000.000 800.000.000

Investasi pada Saham PT Sepinggan 152.000.000 -

Debit 887.000.000 450.000.000 1.185.000.000

Akumulasi Penyusutan 200.000.000 90.000.000 2.000.000 290.000.000

Utang Lancar 70.000.000 50.000.000 120.000.000

Utang Jangka Panjang 100.000.000 120.000.000 220.000.000

Saham Biasa 200.000.000 100.000.000 100.000.000 200.000.000

Saldo Laba, 31 Des 317.000.000 90.000.000 105.000.000 15.000.000 317.000.000

Kepentingan Non-Pengendali 4.000.000

- - - 34.000.000 38.000.000

Total Kredit 887.000.000 450.000.000 205.000.000 205.000.000 1.185.000.000

L5-16 Penyusunan Bagian Ekuitas Pemegang Saham dengan Pendapatan


Komprehensif Lain
PT Tora membeli 75% saham biasa PT Sinaran pada tanggal 1 Januari 20X8 seharga
Rp435.000.000. Pada tanggal tersebut, PT Sinaran melaporkan saham biasa beredar sebesar
Rp300.000.000 dan saldo laba Rp200.000.000. Selisih pembelian dialokasikan ke aset tak
berwujud dan diamortisasi selama 10 tahun. PT Tora dan PT Sinaran melaporkan data berikut
untuk tahun 20X8 dan 20X9:
PT Sinaran PT Tora

Laba Dividen Dividen


Tahun Laba bersih Komprehensif Dibayarkan Laba Operasi Dibayarkan
20X8 Rp40.000.000 Rp50.000.000 Rp15.000.000 Rp120.000.000 Rp70.000.000
20X9 Rp60.000.000 Rp65.000.000 Rp30.000.000 Rp140.000.000 Rp70.000.000
Diminta
a. Hitung laba bersih konsolidasi untuk tahun 20X8 dan 20X9
b. Hitung laba komprehensif konsolidasi untuk tahun 20X8 dan 20X9
c. Asumsikan bahwa PT Tora melaporkan saham biasa beredar sebesar Rp320.000.000
dan saldo laba Rp430.000.000 pada tanggal 1 Januari 20X8, buatlah bagian ekuitas
pemegang saham dari laporan posisi keuangan konsolidasian pada tanggal 31
Desember 20X8 dan 20X9
Jawab:
a. Laba bersih konsolidasi:
20X8 20X9
Laba operasi PT Tora Rp120.000.000 Rp140.000.000
Laba bersih PT Sinaran 40.000.000 60.000.000
Amortisasi Selisih (Rp435.000.000 – Rp500.000.000) / 6.500.000 6.500.000
10 tahun

Laba bersih konsolidasi Rp162.500.000 Rp206.500.000

b. Laba komprehensif konsolidasi:


20X8 20X9
Laba komprehensif konsolidasi Rp162.500.000 Rp206.500.000
Laba komprehensif yang dilaporkan PT Sinaran (laba 10.000.000 5.000.000
komprehensif – laba bersih)
Laba komprehensif konsolidasi Rp172.500.000 Rp211.500.000

c. Ekuitas pemegang saham konsolidasi:


20X8 20X9
Modal saham Rp320.000.000 Rp320.000.000
Saldo laba 504.000.000 603.000.000
Total ekuitas pemegang saham Rp824.000.000 Rp923.000.000

L5-17 Penyusunan Bagian Ekuitas Pemegang Saham dengan Pendapatan


Komprehensif Lain
PT. Palmerah membeli 70% kepemilikan PT. Kalimalang pada tanggal 1 Januari 20X8
seharga Rp140.000.000. Pada tanggal tersebut, PT. Kalimalang melaporkan saham biasa
beredar sebesar Rp120.000.000 dan saldo laba Rp80.000.000. Selama tahun 20X8, PT.
Kalimalang melaporkan laba bersih Rp30.000.000 dan laba komprehensif Rp36.000.000 serta
membayar dividen Rp25.000.000.

Diminta:
a. Buatlah seluruh jurnal yang akan dicatat oleh PT. Palmerah atas investasinya di PT.
Kalimalang selama tahun 20X8.

b. Buatlah seluruh ayat jurnal eliminasi yang diperlukan pada 31 Desember 20X8, dalam
penyusunan laporan keuangan konsolidasian lengkap untuk PT. Palmerah dan anak
perusahaannya.

Jawaban:
a.
Nilai Perolehan Saham Rp140.000.000
Nilai Buku
Saham Biasa – PT. Kalimalang Rp120.000.000
Saldo Laba – PT. Kalimalang Rp 80.000.000
Rp200.000.000
Kepemilikan 70%
Nilai Buku Saham Rp140.000.000
Differensial 0

Jurnal 1 Januari 20X8


Investasi Saham pada PT. Kalimalang Rp140.000.000
Kas Rp140.000.000

Jurnal 31 Desember 20X8


Investasi Saham pada PT. Kalimalang Rp 42.000.000
Pendapatan dari PT. Kalimalang Rp 42.000.000

Jurnal Deviden 31 Desember 20X8


Kas Rp 17.500.000
Investasi Saham PT. Kalimalang Rp 17.500.000
Investasi Saham, 1 Januari 140.000.000
ditambah:
Laba Bersih PT. Kalimalang 21.000.000
Laba Komprehensif PT. Kalimalang 25.200.000
dikurangi:
Deviden PT. Kalimalang 17.500.000
28.700.000
Investasi Saham, 31 Desember 168.700.000

b. Saham Biasa Rp120.000.000


Saldo Laba Rp 80.000.000
Investasi Saham PT. Kalimalang Rp140.000.000
Saham Biasa Rp 36.000.000
Saldo Laba Rp 24.000.000

Pendapatan PT. Kalimalang Rp 46.200.000


Dividen Rp 17.500.000
Investasi Saham PT. Kalimalang Rp 28.700.000

Pendapatan Hak Minoritas (Non-Pengendali) Rp 19.800.000


Dividen Rp 7.800.000
Saldo Laba Rp 12.300.000

L5-18* Konsolidasi Anak Perusahaan dengan Saldo Laba Negatif


PT Galang membeli 80% saham biasa berhak suara PT Sorong pada tanggal 1 Januari 20X4,
seharga Rp138.000.000. Laporan posisi keuangan PT Sorong pada tanggal akuisisi terdiri
dari saldo-saldo berikut:
PT Sorong
Laporan Posisi Keuangan
1 Januari 20X4
Kas Rp 20.000.000 Utang usaha Rp 35.000.000
Piutang Usaha 35.000.000 Wesel bayar 180.000.000
Tanah 90.000.000 Saham Biasa 100.000.000
Bangunan 300.000.000 Agio saham biasa 75.000.000
Dikurangi: Akumulasi (85.000.000) Saldo laba (30.000.000)
Penyusutan
Total Aset Rp360.000.000 Total liabilitas dan ekuitas Rp360.000.000
pemegang saham

Pada tanggal akuisisi, nilai buku aset dan liabilitas yang dilaporkan PT Sorong mendekati
nilai wajarnya.
Diminta
Buatlah ayat jurnal eliminasi yang diperlukan untuk menyusun laporan posisi keuangan
konsolidasian sesaat setelah kombinasi bisnis.
Jawab:
Investasi saham PT Sorong Rp138.000.000
Kas Rp138.000.000
(mencatat pembelian saham PT Sorong)

Saham Biasa Rp100.000.000


Agio Saham Biasa 75.000.000
Saldo laba (30.000.000)
Rp145.000.000
Nilai buku PT Galang (Rp145.000.000 x 0.8) = Rp116.000.000
Nilai buku kepentingan non-pengendali(Rp145.000.000 x 0.2) = Rp29.000.000

Jurnal Eliminasi:
Saham Biasa Rp100.000.000
Agio Saham Biasa 75.000.000
Saldo laba Rp 30.000.000
Investasi saham pada PT Sorong 116.000.000
Kepentingan Non-pengendali 29.000.000

L5-19 Tugas Kompleks dari Selisih


Pada tanggal 31 Desember 20X4, PT Hutama membeli 90% saham biasa PT Bersama
seharga Rp888.000.000, di mana harga beli tersebut lebih tinggi Rp240.000.000 dari nilai
buku saham yang diakuisisi. Dari selisih sebesar Rp240.000.000 tersebut, sebesar
Rp5.000.000 terkait dengan peningkatan nilai persediaan PT Bersama Rp75.000.000 terkait
dengan peningkatan nilai tanah, Rp60.000.000 terkait dengan peningkatan nilai peralatan,
danRp50.000.000 terkait dengan perubahan nilai wesel bayar karena peningkatan tingkat
suku bunga. Peralatan PT Bersama mempunyai sisa umur 15 tahun ari tanggal kombinasi
bisnis. Jumlah selisih yang dialokasikan ke goodwill tidak diamortisasi. PT Bersama menjual
seluruh persediaan yang dimilikinya pada akhir tahun 20X4 selama tahun 20X5, tanah yang
terkait dengan selisih juga dijual selama tahun 20X5 dan menghasilkan keuntungan yang
besar. Amortisasi terkait dengan wesel bayar PT Bersama sebesar Rp7.500.000 selama tahun
20X5.
Pada tanggal kombinasi bisnis, PT Bersama melaporkan saldo laba sebesar
Rp120.000.000, saham biasa beredar Rp500.000.000, dan premi saham biasa Rp100.000.000.
Untuk tahun 20X5, PT Bersama melaporkan laba bersih sebesar Rp68.000.000, tetapi tidak
membayar dividen. PT Hutama mencatat investasinya di PT Bersama menggunakan metode
ekuitas.
Diminta
a. Sajikan seluruh ayat jurnal yang dicatat PT Hutama selama tahun 20X5 sehubungan
dengan akuntansi investasinya di PT Bersama
b. Sajikan seluruh ayat jurnal eliminasi yang diperlukan dalam kertas kerja untuk
menyusun laporan keuangan konsolidasian lengkap untuk tahun 20X5
Jawab:
a. Ayat jurnal PT Hutama
Investasi pada saham PT Bersama Rp888.000.000
Kas Rp888.000.000
(mencatat pembelian saham pada PT Bersama)

Investasi pada saham PT Bersama Rp61.200.000


Pendapatan dari PT Bersama Rp61.200.000*
*90% x Rp68.000.000
(mengakui pendapatan dari laba PT Bersama)

b. Saham biasa Rp500.000.000


Premi saham biasa 100.000.000
Saldo laba 120.000.000
Rp720.000.000
Nilai buku untuk PT Hutama (Rp720.000.000 x 90%) = Rp648.000.000
Nilai buku untuk kepentingan non-pengendali(Rp720.000.000x10%)= 72.000.000

PT Hutama Kepentingan non-


pengendali
Nilai buku Rp648.000.000 Rp72.000.000
+ Laba bersih 61.200.000 6.800.000
- Dividen 0 0
Nilai buku akhir Rp709.200.000 Rp78.800.000

Ayat Jurnal Eliminasi:


Saham biasa Rp500.000.000
Premi saham biasa 100.000.000
Saldo laba 120.000.000
Pendapatan dari PT Bersama 61.200.000
Pendapatan dari non-pengendali 6.800.000
Investasi pada saham PT Bersama Rp709.200.000
Kepentingan Non-pengendali 78.800.000

L5-20A Kertas Kerja Berbasis Metode Biaya


PT. Buana membeli 100% saham berhak suara PT. Sauna pada tanggal 1 Januari 20X3 pada
nilai bukunya. PT. Buana menggunakan metode biaya untuk akuntansi investasi pada PT.
Sauna. Saldo laba PT. Sauna, sebagaimana ditunjukkan dalam neraca saldo adalah
Rp50.000.000 pada tanggal 1 Januari 20X3. Pada tanggal 31 Desember 20X3, data neraca
saldo untuk kedua perusahaan adalah sebagai berikut.
PT. Buana PT. Sauna
Akun Debit Kredit Debit Kredit
Aset Lancar Rp145.000.000 Rp105.000.000
Aset yang 325.000.000 225.000.000
Disusutkan
(bersih)
Investasi pada 150.000.000
Saham PT.
Sauna
Beban 25.000.000 15.000.000
Penyusutan
Beban Lain 105.000.000 75.000.000
Dividen yang 40.000.000 10.000.000
Diumumkan
Liabilitas Rp 30.000.000 Rp 40.000.000
Lancar
Liabilitas 100.000.000 120.000.000
Jangka
Panjang
Saham Biasa 200.000.000 100.000.000
Saldo Laba 230.000.000 50.000.000
Penjualan 200.000.000 120.000.000
Pendapatan 10.000.000
dari Anak
Perusahaan
Rp790.000.000 Rp790.000.000 Rp430.000.000 Rp430.000.000

Diminta:
a. Buatlah ayat jurnal eliminasi yang diperlukan per 31 Desember 20X3 untuk penyusunan
laporan keuangan konsolidasi.

b. Buatlah kertas kerja konsolidasi.

Jawaban:
a. Pendapatan Dividen Rp 10.000.000
Dividen Diumumkan Rp 10.000.000

Saham Biasa – PT. Sauna Rp100.000.000


Saldo Laba Rp 50.000.000
Investasi pada Saham PT. Sauna Rp150.000.000
b. Kertas kerja konsolidasi.

PT Buana and PT Sauna


Kertas Kerja Konsolidasi
Desember 31, 20X3
(000)
PT PT
Buana Sauna Eliminasi
Akun Debit Kredit Konsolidasi

Penjualan 200,000 120,000 320,000


Pendapatan Deviden 10,000 (1) 10,000
Kredit 210,000 120,000 320,000
Beban Penyusutan 25,000 15,000 40,000
Beban Lain 105,000 75,000 180,000
Debit (130,000) (90,000) (220,000)
Laba Bersih 80,000 30,000 10,000 100,000

Saldo Laba, Jan. 1 230,000 50,000 (2) 50,000 230,000


Pendapatan 80,000 30,000 10,000 100,000
310,000 80,000 330,000
Deviden (40,000) (10,000) (1) 10,000 (40,000)
Saldo Laba, Des. 31 270,000 70,000 60,000 10,000 290,000

Aset Lancar 145,000 105,000 250,000


Aset terdepresiasi 325,000 225,000 550,000
Investasi pada PT Sauna 150,000 (2)150,000
Debit 620,000 330,000 800,000

Utang Lancar 50,000 40,000 90,000


Utang Jangka Panjang 100,000 120,000 220,000
Saham Biasa
PT Buana 200,000 200,000
PT Sauna 100,000 (2)100,000
Saldo Laba, Des. 31 270,000 70,000 60,000 10,000 290,000
Kredit 620,000 330,000 160,000 160,000 800,000

L5-21A Kertas Kerja Metode Biaya di Peiode Berikutnya


Neraca saldo untuk PT Buana dan PT Sauna pada tanggal 31 Desember 20X4 adalah sebagai
berikut.
PT Buana PT Sauna
Pos Debit Kredit Debit Kredit
Aset Lancar Rp170.000.000 Rp110.000.000
Aset yang disusutkan(bersih) 300.000.000 210.000.000
Investasi pada Saham PT Sauna 150.000.000
Beban Penyusutan 25.000.000 15.000.000
Beban Lain 250.000.000 160.000.000
Dividen Diumumkan 20.000.000 15.000.000
Liabilitas Lancar Rp 30.000.000 Rp 20.000.000
Liabilitas Jangka Panjang 100.000.000 120.000.000
Saham Biasa 200.000.000 100.000.000
Saldo Laba 270.000.000 70.000.000
Pejualan 300.000.000 200.000.000
Pendapatan dari Anak Perusahaan 15.000.000
Rp915.000.000 Rp915.000.000 Rp510.000.000 Rp510.000.000

PT Buana mengakuisisi 100% saham berhak suara PT Sauna pada tanggal 1 Januari 20X3
dengan biaya perolehan Rp150.000.000. PT Sauna melaporkan saldo laba sebesar
Rp50.000.000 pada saat akuisisi. PT Buana menggunakan metode biaya untuk akuntansi
investasi pada PT Sauna.
Diminta
a. Buatlah ayat jurnal eliminasi yang diperlukan untuk menyusun laporan keuangan
konsolidasi lengkap untuk tahun 20X4.
b. Buaah kertas kerja konsolidasi tiga bagian per 31 Desember 20X4.
Jawab :
a. Ayat jurnal eliminasi tahun 20X4:
Modal saham biasa Rp100.000.000
Saldo Laba 50.000.000
Investasi saham pada PT Sauna Rp150.000.000
b.
31 Desember 20X4, Kertas Kerja Metode Biaya untuk Laporan Keuangan Konsolidasi,
Tahun Kedua Setelah Kombinasi Bisnis;Akuisisi 100% pada nilai buku

Eliminasi
Akun PT Buana PT Sauna Debit Kredit Konsolidasian
Aset Lancar Rp170.000.000 Rp110.000.000 Rp 280.000.000
Aset yang
disusutkan(bersih) 300.000.000 210.000.000 510.000.000
Investasi pada Rp
Saham PT Sauna 150.000.000 150.000.000 0
Beban
Penyusutan 25.000.000 15.000.000 40.000.000
Beban Lain 250.000.000 160.000.000 410.000.000
Dividen
Diumumkan 20.000.000 15.000.000 35.000.000

Total Debit Rp915.000.000 Rp510.000.000 Rp1.275.000.000

Liabilitas Lancar Rp30.000.000 Rp20.000.000 Rp50.000.000


Liabilitas Jangka
Panjang 100.000.000 120.000.000 220.000.000
Rp
Saham Biasa 200.000.000 100.000.000 100.000.000 200.000.000
Saldo Laba 270.000.000 70.000.000 50.000.000 290.000.000
Pejualan 300.000.000 200.000.000 500.000.000
Pendapatan dari
Anak Perusahaan 15.000.000 15.000.000

Total Kredit Rp915.000.000 Rp510.000.000 Rp1.275.000.000

L5-22A Konsolidasi Metode Biaya untuk Anak Perusahaan

Dimiliki Kepentingan Pengendali PT Lintasan membeli 80% saham berhak suara PT


Kenangan pada tanggal 1 Januari 20X6 pada nilai bukunya. PT Lintasan menggunakan
metode biaya untuk akuntansi di PT Kenangan. PT Kenangan melaporkan saldo laba
sebesar Rp50.000.000 pada saat akuisisi. Data neraca saldo untuk kedua perusahaan pada
tanggal 31 Desember 20X7 adalah sebagai berikut.
PT Lintasan PT Kenangan
Debit Kredit Debit Kredit
Aset lancer 183.000.000 80.000.000
Asset yg disusutkan 500.000.000 300.000.000
Investasi saham pd PT Kenangan 120.000.000
Beban penyusutan 25.000.000 15.000.000
Beban lain 251.000.000 155.000.000
Dividen diumumkan 25.000.000 20.000.000
Akumulasi penyusutan 200.000.000 90.000.000
Liabilitas lancer 120.000.000 110.000.000
Saham biasa 200.000.000 100.000.000
Saldo laba 268.000.000 70.000.000
Penjualan 300.000.000 200.000.000
Pendapatan dividen 16.000.000
Rp.1.104.000.000 Rp.1.104.000.000 Rp.570.000.000 Rp.570.000.000

Diminta:
a. Buatlah ayat jurnal eliminasi yang diperlukan per 31 desember 20x7 untuk Menyusun
laporan keuangan konsolidasian lengkap.
b. Buatlah kertas kerja konsolidasi tiga bagian per 31 desember 20x7
c. Buatlah laporan laba rugi, laporan posisi keuangan, dan laporan saldo laba konsolidasi
untuk tahun 20x7.

Jawaban:

a. Ayat jurnal eliminasi per 31 desember 20x7 metode biaya

Tanggal Keterangan Ref. Debit Kredit


Saldo laba 50.000.000
Saham biasa 100.000.000
Investasi pada saham PT Kenangan 120.000.000
kepentingan non pengendali 30.000.000
Pendapatan dari anak perusahaan 16.000.000
Dividen yg diumumkan 16.000.000
Pendapatan kepentingan non pengendali 6.000.000
Dividen yg diumumkan 6.000.000

Saldo laba awal 4.000.000


Kepentingan non pengendali 4.000.000

b. Buatlah kertas kerja konsolidasi tiga bagian untuk tahun 20X7.


Eliminasi Konsolidasi
Akun PT Lintas PT Debit Kredit
Kenangan
Penjualan 300.000.000 200.000.000 500.000.000
Pendapatan dr anak perusahaan 16.000.000 - 16.000.000 -
KREDIT 316.000.000 200.000.000 500.000.000
Penyusutan 25.000.000 15.000.000 40.000.000
Beban lain 251.000.000 155.000.000 406.000.000
DEBIT 276.000.000 170.000.000 (446.000.000)
Bagian non pengendali 6.000.000 (6.000.000)
Laba bersih dicatat ke depan 40.000.000 30.000.000 30.000.000 48.000.000
(Carry forwarded)

Saldo laba, 1 januari 268.000.000 70.000.000 54.000.000 284.000.000


Laba bersih 40.000.000 30.000.000 22.000.000 48.000.000
308.000.000 100.000.000 332.000.000
Dividen yg diumumkan (25.000.000) (20.000.000) 4.000.000 (25.000.000)
16.000.000
Saldo laba, 31 desember, dicatat ke
depan 283.000.000 66.000.000 80.000.000 20.000.000 307.000.000

Aset lancer 183.000.000 80.000.000 263.000.000


Asset yg disusutkan 500.000.000 300.000.000 800.000.000
Investasi saham pd PT Kenangan 120.000.000 120.000.000 -

DEBIT 803.000.000 380.000.000 1.063.000.000


Akumulasi penyusutan 200.000.000 90.000.000
120.000.000 290.000.000
Liabilitas lancer 110.000.000 230.000.000
Saham biasa 200.000.000 100.000.000
283.000.000 100.000.000 200.000.000
Saldo laba 80.000.000
Kepentingan non pengendali 76.000.000 20.000.000 307.000.000
36.000.000 36.000.000
KREDIT 803.000.000 380.000.000 176.000.000 176.000.000 1.063.000.000
c. Sajikan laporan posisi keuangan konsolidasian, laporan laba rugi konsolidasian, dan
laporan saldo laba konsolidasian.

PT Lintasan
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
31 Desember 20X7
ASET
Aset lancar Rp.263.000.000
Asset yg disusutkan 800.000.000
Akumulasi penyusutan (290.000.000)
TOTAL ASET
Rp.773.000.000
LIABILTAS DAN EKUITAS
Liabilitas lancer 230.000.000
Saham biasa 200.000.000
Saldo laba 307.000.000
Kepentingan non pengendali
36.000.000
TOTAL LIABILITAS SAN EKUITAS
Rp.773.000.000

PT Lintasan
Laporan Laba Rugi Konsolidasian
Untuk Tahun yang Berakhir pada 31 Desember 20X7
Penjualan Rp.500.000.000
Beban Operasional:
Penyusutan Rp. 40.000.000
Beban lain 406.000.000
Total Beban Operasional (446.000.000)
Laba Bersih Konsolidasian Rp.54.000.000
Pendapatan untuk kepemilikan non-pengendali (6.000.000)
Laba neto konsolidasian Rp.48.000.000

PT Lintasan
Laporan Saldo Laba Konsolidasian
Untuk Tahun yang Berakhir pada 31 Desember 20X7
Saldo laba, 1 januari 20X7 Rp.268.000.000
Laba bersih 40.000.000
Dividen yang dimumkan (25.000.000)
Saldo laba, 31 Desember 20X7 283.000.000

Anda mungkin juga menyukai