IDENTITAS DOKUMEN (Preview) Judul : Aktivitas Penghambatan Kejadian Kanker Ekstrak Etanol Buah Mahkota Dewa (Phaleria Macrocarpa

Boerl) Pada Mencit yang Diinduksi 7,12Dimetilbenz(a)antrasen Nama Jurnal : Jurnal Logika Edisi : Volume 5-Nomor 1-Agustus 2008 Penulis : Yandi Syukri dan Saepudin Abstrak : Mahkota dewa (Phaleria macrocarpa Boerl.) has been known as a medicine for any kind of diseases, among them is for cancer. To determine the carcinogenesis inhibition effect of mahkota dewa fruit extract, we have examined the effect on 7,12dimethylbenz(a)anthracene (DMBA) induced mice. Newborns mice received 0.25 mg single intraperitoneal injection and the extract was tested at 25 mg, 12.5 mg , and 6.25 mg a day . Anticarcinogenic effect of the extract was evaluated by observing the total number of all types of neoplasm in hepar, kidney, lung, gast ric, intestine, and lymphatic tissue. The organs histopathology was examined at week 16. The result showed that the extract at 6.25 mg and 25 mg decreases carcinogenesis event by 50% and 100% ,respectively, compared to negative control . In conclusion, the extract at 25 mg improved several organs carcinogenesis than other dose, and thereby can be developed as a potential anticancer agent. keywords : mahkota dewa, Phaleria macrocarpa, DMBA, carcinogenesis

Kesimpulan : Ekstrak etanol buah mahkota dewa memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi obat antikanker dan dosis yang diketahui paling efektif berdasarkan hasil peneli tian ini adalah dosis ekstrak yang setara dengan 200 mg serbuk (25 mg). Penerbit : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) Univervitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta Bahasa : Indonesia Format : PDF Web : http://www.uii.ac.id ; http://dppm.uii.ac.id Tag : Jurnal Penelitian dan Pengabdian

AKTIVITAS PENGHAMBATAN KEJADIAN KANKER EKSTRAK ETANOL BUAH MAHKOTA DEWA (Phaleria macrocarpa Boerl.5 mg. and lymphatic tissue.) PADA MENCIT YANG DIINDUKSI 7. The organs histopathology was examined at week 16.12DIMETILBENZ(a)ANTRASEN Yandi Syukri dan Saepudin Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Islam Indonesia e-mail korespondensi : sae_pau@yahoo. carcinogenesis I. To determine the carcinogenesis inhibition e ffect of mahkota dewa fruit extract. dalam waktu singkat kanker telah menyebabkan kematian yang . Anticarcinogenic effect of the extract was evaluated by observing the total number of all types of neoplasm in hepar. among them is for cancer.respectively.12-dimethylbenz(a)anthracen e (DMBA) induced mice. Newborns mice received 0. lung. The result showed that the extract at 6. and thereby can be developed as a potenti al anticancer agent. the extract at 25 mg improved several organs carcinogenesis than other dose. kidne y. PENDAHULUAN Di beberapa bagian dunia.) has been known as a medicine for any kind of diseases.com ABSTRACT Mahkota dewa (Phaleria macrocarpa Boerl. and 6. Keywords : mahkota dewa. DMBA. gastric.25 mg and 25 mg decreases carcinogenesis event by 5 0% and 100% .25 mg a day . intestine. In conclusion. compared to negative control. Phaleria macrocarpa. 12. we have examined the effect on 7.25 mg single intraperitoneal injection an d the extract was tested at 25 mg.

berada di urutan kedua setelah penyakit kardiovaskular 37% (King. Diperkirakan ada 170-190 kasus baru pada setiap 100.. Dengan demikian. Kematian akibat penyakit kanker di Amerika Serikat mencapai 22%. 2000). Di antara seny awa-senyawa .cukup tinggi pada populasi penduduk. dan flavonoid. kanker menempati peringkat keenam penyebab kematian setelah penyakit infeksi. saponin. sedang dalam d aunnya terkandung alkaloid. Menurut Alberts et al. Mengenai efek suatu bahan sang at erat kaitannya dengan senyawa kimia yang terkandung dalam bahan tersebut.000 penduduk tiap tahun (Tjindarbumi and Mang unkusumo. defisiensi nutrisi dan penyakit kongenit al. (1994) pengobatan kanker yang aman dan efektif masih bel um ditemukan. serta polifenol (Gotama dkk. kecelakaan lalu lintas. saponin. usaha untuk menemukan obat kanker perlu terus dilaku kan untuk mendapatkan obat yang efektif dengan efek samping yang kecil. 2002). 1999). kardiovaskular. Di Indonesia. Dalam kulit buah mahkota dewa terkandung senyawa alkaloid. Salah satu usaha y ang perlu ditempuh adalah dengna menggali sumber alam nabati yang secara empiris telah ban yak digunakan oleh masyarakat untuk mengobati kanker.

parameter pola kromatogram. METODE PENELITIAN Penelitian dilakukan dalam beberapa tahapan yang meliputi : Ekstraksi kandungan senyawa aktif dari tanaman. anti HI V..5% secara intraperitoneal. 1968) yang tela h dibuktikan sebagai metode uji karsinogenisitas yang terbaik dan paling sensitif. analgesik. antihiperglikermik. Pengelompokkan hewan uji dilakukan seperti pada t abel 1. yaitu efek antitumor. antihepatotoksik. Kedua senyawa tersebut mempunyai efek anti inflamasi. (Willaman. antidiare. dan la in-lain. antocyanine. dan sebagai vasodil ator (de Padua et al. quinones. di mana masing-masing senyawa mempunyai efek yang berguna terhadap pengobatan penyakit k anker. parameter organoleptik. 1999). parameter senyawa terlaru t dalam pelarut tertentu. antibakteri. analgesik . antiradang (anti inflamasi). 2000) sebagai persiapan untuk sediaan he rbal meliputi : Parameter identitas ekstrak. Induksi karsinogenesis dilakukan dengan menggunakan dimetilbenz(a)antrasen (DMB A) dengan metode newborn mice (Della Porta & Terracini. Oleh de Padua et al. antifungal. Penelitian in i dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh informasi tentang potensi efek antikanker ekstrak buah mahkota dewa. 1969. flavonoid mempunyai bermacam-macam efek. serta uji pr eklinis yang meliputi uji antikarsinogenik dan penilaian kejadian tumor secara in vivo. Ekstraksi dilakukan menurut Farmakope Indonesia (1995) dengan cara perkolasi menggunakan etanol 70%..tersebut. serta mengetahui dosis ekstrak yang optimal memberikan efek antikanker. parameter total golongan kandungan kimia. standarisasi esktrak buah mahkota dewa. Mencit-men cit yang baru lahir (umur kurang dari 24 jam) disuntik dengan DMBA sebanyak 0. Sedangkan fenol ataupun polifenol merupakan kelompok yang sangat luas dari metab olit sekunder tanaman seperti komponen fenolik sederhana. tanin. Pada umur 21 hari mencit disapih dan s eminggu kemudian dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk mendapatkan perlakuan sediaan e kstrak buah mahkota dewa secara oral. (1999) dikatakan pula bahwa senya wa saponin merupakan larutan berbuih dan diklasifikasikan oleh struktur aglycon ke dalam tr iterpenoid dan steroid saponin. Toth. antioksidan. 1955). immunostimulant. antivirus. misalnya tanin juga mempunyai efek antikanker dan antivirus (HIV). Ekstrak yang diperoleh diuji parameter standar menurut M etode Standarisasi Ekstrak Badan POM (Anonim.25 mg di dalam pelarut minyak wijen dengan kadar 0. dan sitotoksik. II. .

.

Pembagian kelompok hewan uji Kelompok Keterangan perlakuan Jumlah mencit I Hanya diberi akuadest sampai akhir masa penelitian 12 II Diinduksi dengan DMBA tanpa pemberian ekstrak bahan uji 12 III Diinduksi dengan DMBA dan diberi ekstrak dengan dosis setara 50 mg serbuk 12 IV Diinduksi dengan DMBA dan diberi ekstrak dengan dosis setara 100 mg serbuk 12 V Diinduksi dengan DMBA dan diberi ekstrak dengan dosis setara 200 mg serbuk 12 Pengamatan terhadap adanya kejadian tumor dilakukan secara mikroskopik dengan m embuat preparat dari organ yang diambil dan dilakukan pengamatan secara histopatologi u ntuk melihat adanya pembentukan tomur pada organ tersebut. .Tabel 1.

paru. yang dilakukan dengan KLT menggunakan fase diam silika gel F254 dan fase gerak BAW (4:1:5) menunjukkan ada nya 5 bercak kromatogram dengan karakteristik bercak seperti pada tabel 2. Pada umur tersebut mencit dibu nuh dan diambil limfa. berasa pahit.Pada umur 16 minggu diambil paru. Intensitas karsinogenisitas dinyatakan sebagai jumlah mencit yang terkena tumor di dalam setiap kelompok dan jumlah tumor per mencit di dalam setiap organ . Intensitas karsinogenisitas dinyatakan sebagai prosentase mencit yang menderita tumor pada tiap kelompok serta banyaknya organ yang mengalami tumor pada setiap mencit di dalam setiap ke lompok. limfa. dengan bau aromatik khas.6 g. Sejumlah organ yang dianggap mewakili keadaan patologis diperiks a secara anatomi-patologis. warna coklat. Dari hasil pemeriksaan . HASIL DAN PEMBAHASAN Dari hasil ekstraksi serbuk buah mahkota dewa sebanyak 500 mg diperoleh ekstrak kental sebanyak 62. dan ginjalnya untuk diamati adanya pembentukan tumor . lambung. Karakteristik organoleptis ekstrak kental yang diperoleh adalah berbentuk kental seperti pasta.52%. usus. hepar. Dengan demikian. III. Hasil identifikasi kandungan senyawa kimia dalam ekstrak. dan ginjal untuk diamati ada tidaknya tumor. kelompok kontrol no rmal. Data yang diperoleh dibandingkan antara kelompok kontrol negatip. hepar. Pemeriksaan tumor dilakukan pada mencit yang berumur 4 bulan. dan kelompok perlakuan ekstrak. rendemen ekstrak yang diperoleh adalah sebesar 12.

dan pola spektr a tersebut juga menunjukkan perubahan yang khas pada pemeriksaan dengan menggunakan beberapa pel arut khas untuk identifikasi flavonoid. Nilai Rf dan warna bercak hasil pemisahan dengan fase diam silika F254 dan fase gerak BAW (4:1:5) dengan pengamatan dibawah sinar UV 254nm Bercak nomor Nilai Rf Warna bercak 1 0. yaitu adanya dua puncak pada panjang gelombang 200-400 nm yang muncul ka rena adanya gugus sinamoil dan benzoil pada struktur kimia flavonoid.22 Putih 3 0.49 Putih 4 0.74 Kuning 5 0.dengan spektrofotometer diketahui bahwa bercak nomor 3 dan 5 positif mengandung flavonoid.09 Putih 2 0. Kesimpulan ini didasarkan atas gambaran spektra khas yang dihasilkan oleh masing -masing bercak.83 Ungu . Tabel 2.

Berat badan hewan uji pada minggu ke-14 sebelum dilakukan pembedahan Kelompok Jumlah hewan uji Berat badan (mean ± SD) I 8 . serta ginjal. limfa. Selain pengamatan secara histopatologi. dan preparat dibuat dengan jalan mengambil sedikit bagian jaringan dari tiap-tiap or gan.Uji antikarsinogenisitas dilakukan dengan melakukan pengamatan pada preparat jar ingan berbagai organ. Tabel 3. usus. Organ yang diamati meliputi hepar. Jumlah hewan uji yang mati selama masa penelitian Kelompok Jumlah hewan uji yang mati I 0 II 3 III 2 IV 0 V 0 Tabel 4. lambung. serta berat badan hewan u ji. paru-paru. dilakukan juga pengamatan terhadap parameter pe ndukung berupa jumlah hewan uji yang mati untuk tiap kelompok.

35.4 ± 1.7 IV 12 30.3 ± 2.8 .3 III 12 33.4 V 12 34.2 ± 2.3 ± 3.3 II 10 27.4 ± 2.

Dari data pada tabel 4 terlihat bahwa semua hewan uji pada kelompok I tidak men unjukkan adanya tumor pada berbagai organ yang diperiksa. Sebaliknya pada kelompok II.25 mg sesaat setelah lahir. 2003). Adapun hewan uji pada kelompok ya ng diberi ekstrak etanol buah mahkota dewa menunjukkan berat badan yang tidak berbeda berm akna dengan berat badan hewan uji pada kelompok kontrol normal. Hasil ini sesuai dengan hasil penelitian H uggins and Fukunishi (1963) yang menemukan adanya tumor pada semua hewan uji yang mendapatk an perlakuan DMBA 0. Sampai saat ini belum ada teori yang secara memuaskan menjelaskan antara kejadian kanker dengan penurunan berat badan. 2003. Jumlah hewan uji yang mengalami tumor setelah dilakukan pembedahan Kelompok Hewan uji yang mengalami tumor Jumlah % I 0 0 II 9 100 III 5 . Tabel 5.Data pada Tabel 4 menunjukkan bahwa hewan uji yang berat badannya lebih rendah dari hewan uji yang ada pada kelompok kontrol normal adalah hewan uji pada kelompok k ontrol negatif yang hanya mendapatkan perlakuan induksi DMBA. dan secara luas telah digunakan untuk menginduksi terjadiny a kanker (Constantinou et al. DMBA merupakan karsinogen yang cuku p poten pada hewan pengerat. kejadian kanker pada manusia biasanya diikuti dengan masalah pen urunan nafsu makan sehingga menyebabkan penurunan berat badan. Cheng et al. Namun demikian. se mua hewan uji positip menunjukkan adanya tumor.

Angka kejadian tumor pada berbagai organ yang diperiksa untuk setiap kelompok Kelompok Angka kejadian tumor berdasarkan organ Hati Ginjal Limfa Paru-paru Lambung Usus I 0 0 0 . Tabel 6.50 IV 2 16.7 V 0 0 Pada hewan uji yang mendapatkan perlakuan ekstrak etanol buah mahkota dewa. Secara berurutan. angka kejad ian tumor menurun pada kelompok hewan uji yang diberi ekstrak dengan dosis yang lebih ting gi. Pengamatan kejadian tumor pada setiap organ berdasarkan hasil pemeriksaan secara histopatologi menunjukkan angka kejadian tumor pada berbagai organ yang diperiks a untuk setiap kelompok disajikan pada Tabel 5. ang ka kejadian tumor yang paling tinggi ditemukan pada kelompok hewan uji yang mendapa tkan perlakuan ekstrak dengan dosis setara 50 mg (50%).

0 0 0 .

kejadian tumor yang ditemukan paling banyak adala .II 9 0 4 9 5 0 III 5 0 5 5 2 0 IV 2 0 1 2 2 0 V 0 0 0 0 0 0 Data pada Tabel 5 menunjukkan.

yaitu menunjukkan gambaran jaringan normal tanpa adanya tumor. Paru-paru sendiri merupakan organ yang mudah diserang oleh karsinogen dan sering pula menjadi tempat metastase kanker. Contoh gambaran histolo gi jaringan hepar yang ditampilkan pada Gambar 3 adalah jaringan hepar pada kelompok I (norm al) dan dibandingkan dengan jaringan hepar pada kelompok II yang menunjukkan adanya kela inan pada sel-sel jaringan tersebut.h pada organ hati dan paru-paru. dosis yang paling efektif yang memberikan efek antikarsinogenik paling tinggi adalah dosis ekstrak yang setara dengan 200 mg . Berdasarkan dosis ekstrak yang digunakan dalam penelitian ini. Histopatologi jaringan hepar dan paru-paru (a) jaringan hati normal (b) jaringan hati dengan adanya tumor (c) jaringan paru-paru normal (d) jaringan paru dengan adanya tumor Berdasarkan hasil pemeriksaan histopatologi yang dilakukan dapat diketahui gamba ran perubahan jaringan pada berbagai organ yang diperiksa untuk setiap kelompok. (a) (b) (c) (d) Gambar 3. bahwa ekstrak etanol buah mahkota dewa memiliki potensi untuk digunakan sebagai antika nker. Gam baran histopatologi pada kelompok VI hampir sama dengan gambaran histopatologi kelompo k I. Contoh gambaran histopatologi organ pada berbag ai kelompok disajikan pada Gambar 3. serta berikutnya dalam jumlah yang lebih sedikit ditemukan pada organ limfa dan lambung. Dari keseluruhan hasil uji antikarsinigenisitas dapat diketahui. Mun im dkk (2006) juga menemukan bahwa kejadian tumor yan g paling banyak ditemukan pada hewan uji yang diinduksi dengan DMBA adalah pada organ par u-paru dan kulit.

C. Farmakope Indonesia. inhibits 7.V..fr/dataava/infodata. 4552 Constantinou. Prodi Farmasi UII. High tumorigenecity of the 3. European Journal of cancer 39. General Guidelines for Methodologies on Research and Evaluation o f Traditional Medicine. Husband. L. IV. 20001. E.. Donatus. 1999. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terima kasih disampaikan kepada Direktorat Jenderat Pendidikan Tinggi yan g telah membiayai penelitian ini . Roberts. AI. Garland Publ Inc. A.. Journal of The American S .D. 1269. I.. M. WHO. Geneva Ansel. Mehta. Lapen. K. Lippincott Williams and Wilkins. H. Popovich. Y ogyakarta Chang. 2004.. Pharmaceutical Dosage Form and D rug Delivery System. Cancer Insidence. Aziz.htm. 20002. diakses pada bulan Maret 2003 Anonim. J. KESIMPULAN Ekstrak etanol buah mahkota dewa memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi oba t antikanker dan dosis yang diketahui paling efektif berdasarkan hasil penelitian ini adalah dosis ekstrak yang setara dengan 200 mg serbuk (25 mg).serbuk buah mahkota dewa (25 mg ekstrak).. R... J. available at: http: www-dep-iarc. 7th Edition. B. Darmawan.. edisi IV. Third ed. a novel isoflavone deriv ative. Mortality and Prevalence Worldwide (2000 estima tes). 1994.. Lewis. 1283. 1995. Jakarta Anonim. D. Departemen Kesehatan RI. F. Watson. 1255. Bray. 1270. N..G. pengaruh praperlakuan infusa buah mahkota dewa terhadap ketoksikan akut teofilin pada tikus jantan..2003:1012-1018 Daniel E.. DAFTAR PUSTAKA Alberts. Cancer Res.4-dihydridiol of 7-metilbenz(c)acridin e on mouse skin and newborn mice. 1282. Molecular Bio logy Of The Cell.F. Philadelphia. 2002.A. 46..NY and London Anonim. Flavonoid Phytochemicals Regulate Activator Protein-1 Signal Transduction Pathways in Endometrial and Kidney Stable Cell Lines1. Phenoxodiol.12-dimethylbenz(a)anthracene (DMBA)-induced mammary carcinogenesis in female Sprague-Dawley rats.. Allen. 1986.

B. S. . 11 07 Gibbs.. Carcinogenesis: Role and Regulatin of Mixed Function Oxidases and Related Enzymes. Wahyono. Activation. B. J. Tumor Res.. 1969. Inventaris Tanaman Obat Indonesia. 2000. G. 4. LA 1848-1853 Della Porta. 334 Gelboin. R. Hanahan. . J. I. Y. Physiological Reviews.Vol. I. Exp. Cetakan Pertama.. Cell.. Tange rang. . Sugiarto. D. 1980.V. 2000. Pr apti. . I. Chemical carcinogenesis in infant anima ls. 60. The Hallmark of Cancer. Nurhadi.11. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.A. Departemen Kes.. M. S. And Terracini. Widiyastuti. Jilid V. Weinberg. Sehat Dengan Ramuan Tradisional Mahkotadewa. H. . Mechanism Based Target Identification and drug Disc in Cance r Research. Science Gotama. Benzo(a)pyrene Metabolism. B.ociety for Nutritional Sciences. N. 1999: 147-148. Prog. Jakarta.100: 57-68 Harmanto..

R. 427-433 . 2004.. diterjemahkan oleh Siti Suyatmi. Sumastuti.. Pearson Education Limited. Trans. Ed III. Beserta Profil Kromatografi Fraksi Paling Aktif. Riyanto. Medicinal plants in tropical medicine. Saepudin. in Ensyclopedia of Human Bio logy. 1997.. Benzo(a)pyrene-7. Nature.d. Second Ed.A. Soegihardjo. 67. Efek Sitotoksik Ekstrak Buah dan Daun Mahkot a dewa [Phaleria macrocarpa (Scheff) Boerl. H. Kapitulnik et al. Yogyakarta Sukemti. Lapen. And Sonlimar M. B. 85(1):18-21 Puspaningsih. 2006.12dimetilbenz(a)antrasen.W. Ennsyclopedia Of Human Biology.] Terhadap Sel Hela.. 2003.. The Theoy and Parctice of Industri al Pharmacy.Med. Second Ed. Jakarta. 2005. Surab aya. Yogyakarta Schneider. 1997.Trop. 2nd ed. Beserta Profil Kromatogra fi Fraksi Paling Aktif. R.J. C. 261-262.L. 1977. Yogyakarta Thompson.1 medi cinal plants against protozoal disease.. 13 Jenis Tanaman Obat Ampuh. 266. Academi Press. Hyg.. Susilowati. Prodi Farmasi UII.. Airlangga University Press. A.PT. London Lachman. L. Prodi Farmasi UII.J. Cancer Biology. Uji Hambatan Tumorigenesis sari b uah merah (Pandanus conoideus Lam) Terhadap Tikus putih betina yang diinduksi 7. Lapen. Agromedia Pustaka. 2000. 2001: 31-35.. J. Penebar Swadaya. Soegihardjo. C.. Mun im. Lieberman. B. H. Lapen..Soc. A. 378 King. Jakarta Mahendra. 2000. 1991. Wright. 43-48. R. Oncogenes and Protooncogenes..J.. 2006.D. Majalah Ilmu Kefarmasian III:3. Uji Toksisitas Akut Buah Mentah Mahkota Dewa (P haleria macrocarpa Boerl) terhadap Larva Artemia Salina Leach. Onkologi Klinik.N. 75.. K. I Dewa Gede. Andrajati. UI Press. and Kanig. J. R. Jogjakarta Philipson. Farmakologi Faku ltas Kedokteran UGM. D. 2: 311-321. 153-161 Permatasari. Isolasi dan Identifikasi flavonoid d alam Ekstrak Etanol Daging Buah Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa Boerl). Prodi Farmasi UII. Cancer Genetik. R. C. Lapen.8-dihydridiol is more carcinogenic tha n benzo(a)pyrene in newborn mice. Sukardja.R. J. Uji Toksisitas Akut Buah Matang Mahko ta Dewa (Phaleria macrocarpa Boerl) terhadap Larva Artemia Salina Leach. 2004.

A critical review of experiments in chemical carcinogenesis usin g newborn animals. 2002. and Yanif. Oncol Toth. Keteratogenikann Perasan Daging Buah Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa Boerl. D..A. Prodi Farmasi. Cancer in Indonesia. D. 2003... Nature.Vol 1/Ed 2. Yogyakarta Underwood. Lapen.. Lape n. A. Weizman. 727 Triastuti. I.Tjindarbumi. B.E. R. Jpn.) pada Tikus Putih. Rebuilding the Road to Cancer.. M. F. Patologi Umum dan Sistemik.. 1999. 2006. dan Mangunkusumo. Hayati.) Pada Membran Korio Alantois (CAM) Embrio Ayam Yang Terinduksi bFGF. Cancer Res. 1968. 4000:40 1-402 Yuniastuti. Efek Antiangiogenik Ekstrak Etanol Buah Mahkota Dewa (Phale ria macrocarpa Boerl. UII Jo gjakarta . 1999.C.D. Prodi Farmasi UII. Clin. Donatus. 28. Present and Fu ture. 257-305. Jakarta.B. J. J. Penerbit Buku Ked okteran EGC.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful