Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN OBSERVASI RUMAH PEMOTONGAN HEWAN SEMARANG

Disusun guna memenuhi tugas Mata Kuliah Kesehatan Masyarakat Veteriner


Dosen Pengampu : drh. Dyah Mahendrasari Sukendra. M,Sc

Disusun Oleh :
Farissa Ulfa
6411413120
Rombel 02
Epidemiologi dan Biostatistika

JURUSAN ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2016
I. PERSIAPAN OBSERVASI
a) Perijinan
 Pembuatan surat perijinan observasi dari Fakultas Ilmu Keolahragaan
pada tanggal 19 April 2016
 Pembuatan surat perijinan dari Kesbangpolimas Kota Semarang pada
tanggal 3 Mei 2016
 Perijinan di Rumah Pemotongan Hewan Semarang pada tanggal 12 Mei
2016
b) Persiapa Kelompok
 Menyiapkan daftar pertanyaan
 Menyiapkan perlengkapan (masker dan alat tulis), serta mencari tempat
istirahat

II. PELAKSANAAN OBSERVASI


a) Waktu dan tempat pelaksanaan
Hari, tanggal observasi : Jum’at, 18 Mei 2016
Waktu : pukul 01.30 – 05.00 WIB
Tempat : Rumah Pemotongan Hewan Semarang
b) Kegiatan
 Wawancara dengan petugas RPH mengenai fungsi dan fasilitas yang ada
 Mengamati proses pemotongan sampai pendistribusian daging sapi
 Mengamati kondisi RPH dan fasilitas yang ada
c) Hasil Kegiatan
 Rumah Pemotongan Hewan Semarang
RPH merupakan suatu badan yang berada di bawah lingkup kerja
Pemerintah Kota Semarang dan Dinas Pertanian dan Peternakan Kota
Semarang. RPH kota Semarang hanya menyediakan tempat dan fasilitas
untuk melakukan pemotongan hewan. Jenis hewan yang dipotong di RPH
Semarang yaitu sapi, kambing, dan babi. Satu ekor sapi diberikan tarif
sebesar Rp 75.000, sedangkan satu ekor kambing dan babi masing-masing
diberi tarif sebesar Rp 60.000.
 Sumber Daya Manusia
a. Tenaga mantra hewan
Tenaga mantri di RPH Semarang berjumlah 2 orang yang di
ditugaskan dari Dinas Pertanian dan Perternakan. Kedua mantri
tersebut memiliki tugas memeriksa kesehatan sapi-sapi yang akan
dipotong, pemberian vaksin kepada sapi yang dikarantina dan
pemeriksaan bahan asal daging yang akan didistribusikan.
b. Modhin
Modhin di RPH Semarang ini berjumlah 1 orang yang bertugas
sebagai tenaga yang menyembelih sapi. Pemilihan modin harus
melewati test, pelatihan penyembilahan dan dinyatakan lulus oleh
MUI, Hal tersebut agar sapi yang disembelih bersifat Halal dan bisa di
distribusikan.
c. Koordinator Lapangan
Masing-masing tempat pemotongan antara sapi, babi, dan kambing
memiliki Koodinar lapangan sendiri, Koordinator lapangan ini
bertugas untuk mengawasi dan melakukan koordinasi dengan para
juragan sapi dan jagal sapi
d. Tenaga Jagal
Tenaga jagal ini berasal dari masing-masing juragan yang melakukan
pemotongan hewan sapi di RPH ini. Biasanya masing-masing juragan
bisa mempekerjakan 10-15 orang
e. Tenaga lain-lain
Tenaga lainnya disini yaitu berupa tenaga pemberi makan,
pembersihan kandang, dan penjaga kandang. Tenaga tersebut berasal
dari RPH yang berjumlah 10 orang yang bertugas untuk menjaga sapi,
merawat sapi, memberikan makan dan minuman dan membersihkan
kandang.
 Fasilitas RPH
a. Kandang Istirahat
Kandang istirahat ini digunakan sebagai tempat peristirahatan sapi
yang baru datang dari luar semarang, hal ini dimaksudkan agar sapi
tidak mengalami stress setelah melakukan perjalanan. Dikandang
peristirahatan akan dilakukan pemeriksaan kesehatan sapi yang
dilakukan oleh mantri hewan. Jika sapi diindikasikan sakit ,maka akan
dipindahkan ke kandang karantina. Apabila sapi dinyatakan sehat
akan diistirahatkan selama 24 jam kemudian akan disembelih.
Kandang Istirahat ini berjumlah 300 kandang
b. Kandang Karantina
Kandang Karantina ini digunakan untuk sapi yang sedang sakit.
Dikandang karantina ini sapi akan diberikan vaksin, vitamin dan
diberikan treatment khusus oleh mantri hewan agar sapi yang sakit
bisa segera pulih dan sehat agar siap dipotong. Namun apabila sapi
tidak memberikan indikasi membaik sapi akan dikembalikan kepada
juragan yang memiliki sapi tersebut. Sapi yang diberikan vitamin
ataupun vaksin akan ditunggu selama 35 hari untuk menentukan
apakah sapi itu dapat dipotong atau tidak.
c. Kandang Penggemukan
Kandang penggemukan ini berisi sekitar 25 ekor sapi, usia sapi 1,5 -2
tahun, sapi-sapi yang ada merupakan sapi peranakan Australia / metal.
Kualifikasi di kandang penggemukan ini adalah Berat Badan Sapi dan
Kegemukan yang dibasanya di lihat 1x Seminggu dengan dilakukan
penimbangan. Sapi yang berada di kandang ini merupakan sapi
khusus milik RPH Semarang.
d. Sumur
Sumur ini digunakan sebagai sumber air untuk membersihkan tempat
pemotongan hewa, minum hewan, dll
e. IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah)
IPAL ini digunakan untuk mengeloh air limbah yang berasal dari
proses pemotongan sapi, dulunya limbah ini dapat dijadikan biogas,
namun selang beberapa waktu biogas ini tidak lgi digunakan karena
tidak adanya tenaga yang memumpuni.
f. Tempat Pemotongan
Tempat pemotongan ini seperti aula yang besar, tempat ini dilengkapi
katrol dan juga timbangan. Tempat pemotongan ini digunakan untuk
memotong sapi, dan penimbangan daging sapi.
g. Tempat Distribusi
Tempat ini sebenarnya berada dalam satu bangunan dengan tempat
pemotongan, namun ruangan ini disekat oleh tembok. Tempat ini
digunakan sebagai tempat pendistribusian bahan asal sapi secara
langsung, oleh juragan sapi ke pedagang daging.
h. Warung
Di RPH juga terdapat warung yang menyediakan makanan dan
minuman untuk para juragan dan tenaga jagal.
i. Mushola
Di RPH juga terdapat mushola yang berada di sebelah tempat
pemotongan.
 Proses Pemotongan Sapi di RPH

III. PEMBAHASAN
a) Situasi dan Kondisi di RPH Semarang
 Kandang yang disediakan oleh RPH cukup baik dan bersih, perawatan
dan pemberian makan sapi juga dilakukan secara rutin.
 Tempat pemotongan hewan dalam kondisi yang baik, lantai tidak licin,
bersih dan rata. Peralatan yang ada seperti troli dan alat penimbangan
juga berfungsi dengan baik karena ada pemeriksaan setiap minggunya.
 Proses pemotongannnya juga dilakukan sesuai prosedur kesejahteraan
hewan. Hewan yang datang selalu di lakukan pemeriksaan, di istirahatkan
dan kandang istirahat jauh dari tempat pemotongan, jadi hewan yang
belum waktunya dipotong tidak melihat proses pemotongan yang sedang
berlangsung.
 Pemotongan dilakukan oleh modhin yang telah lulus pelatihan dari MUI
dan dilakukan pemeriksaan bahan hasil hewan seperti daging, jeroan,
karkas,dll oleh tenaga yang berkompeten yaitu matri hewan, jadi bahan
hasil hewan tersebut dinyatakan memenuhi sifat bahan asal hewan yang
Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH)
 Penggunaan APD masih sangat rendah di RPH ini, hanya mantri hewan,
modhin dan koordinator lapangan yang menggunakan APD seperti Sepatu
both dan sarung tangan, dan jas laboratorium.
 Kebersihan tempat pemotongan hewan juga selalu terjaga, karena setelah
sapi dipotong tempat langsung dibersihkan dengan air yang disemprotkan
dengan kuat.
 Pendistribusian daging juga dilakukan secara langsung, jadi dapat
dinyatakan bahwa daging sapi hasil pemotongan masih segar ketangan
konsumen.
 Bahan hasil sapi yang dipotong meliputi Daging, jeroan, karkas dan babat
yang di distribusikan setengah matang.
b) Penemuan Cacing Fasciolla Hepatica
Saat kami melakukan observasi di RPH kami mendapatkan hati yang
terdapat cacing fiasiolla Hepatica pada salah satu hati sapi. Pada saat itu
mantri hewan yang sedang memeriksa jeroan sapi memperlihatkan kepada
kami bahwa di hati tersebut terdapat cacing hati, kemudian cacing tersebut
diambil dan dibuang. Namun hati tersebut tetap dijual. Berdasarkan mantri
hewan, hati sapi tersebut tetap boleh dijual karena keadaannya masih layak
untuk dikonsumsi. Apabila kondisi hati tersebut telah parah dan tidak layak
dikonsumsi, maka hati tersebut akan ditahan oleh RPH dan akan dilakukan
pemusnahan.
IV. PENUTUP
a) Kesimpulan
Pelaksanaan pemotongan di RPH Semarang sudah memenuhi prosedur
kesejahteraan hewan, mulai dari Sapi datang, pemeriksaan sapi, pemotongan
sapi, pemeriksaan daging dan pendistrisibusian hasil daging. Pemakaian
APD pada tenaga jagal masih sangat rendah.
b) Saran
Proses perijinan diharapkan melewati fakultas, Kesbangpol Semarang
dan Dinas Pertanian dan Peternakan. Untuk tenaga jagal diharapakan
memakai APD sehingga dibutuhkan kerjasama antara RPH dan Juragan.
LAMPIRAN

Foto kelompok observasi dengan Bpk. Heru (Mantri Hewan)


di tempat pemotongan sapi

Foto kelompok observasi bersama Koordinator lapangan


di kandang penggemukan
Kandang Istirahat

Kandang Karantina
Sapi yang akan dipotong dimasukan ke dalam tempat pemotongan

Sapi yang telah dipotong

Sapi yang sedang dikuliti


Sapi sedang diperiksa oleh mantra hewan

Penimbangan sapi yang telah dipotong

Hasil pemotongan sapi


Pendistribusian hasil pemotongan sapi

a. Cacing b. IPAL RPH Semarang c. Sumur air


Fasciolla hepatica