Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN PRAKTIKUM ILMU MATERIAL I

Topik : Setting time material cetak alginat


Grup : Aa5
Tgl. Praktikum : 8 Maret 2011
Pembimbing : Asti Meizarini, drg., MS

Penyusun:
No. Nama NIM
1. Laily Imansari 021011080
2. Diesta Dhania Pertiwi 021011083
3. Febtrias Mandrabuti Prasetio 021011084
4. Ayesha Apriliana 021011085
5. Firman Fath Rachmadhan 021011086
6. Raisa 021011089
7. Ismardiyanti Windiaputri P. 021011090
8. Fitransyah Indradi 021011091

DEPARTEMEN MATERIAL KEDOKTERAN GIGI


FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI
UNIVERSITAS AIRLANGGA
2011
1. TUJUAN PRAKTIKUM
Setelah praktikum mahasiswa mampu memanipulasi dengan tepat material cetak
alginate serta membedakan pengaruh suhu terhadap setting time.

2. CARA KERJA
1. Menyiapkan alat dan bahan,
2. Meletakkan cetakan bentuk cincin di atas lempeng kaca,
3. Menyiapkan air dengan suhu berbeda (suhu kamar, suhu lebih dingin dan
suhu panas),
4. Menimbang bubuk alginat dan mengukur air menggunakan gelas ukur,
5. Memasukkan air suhu dingin ke dalam mangkuk karet, suhu air yang
dipakai diukur dengan termometer dan dicatat, kemudian menambahkan
bubuk alginat ke dalamnya,
6. Mengaduk air dan bubuk alginat memakai spatula dengan cara menekan
spatula pada dinding mangkuk karet dengan cepat dan memutar perlahan
mangkuk karet hingga adonan menjadi halus. Pengadukan dilakukan
selama 1 menit (sesuai aturan pabrik), kemudian adonan dimasukkan ke
dalam cincin berlebih, diratakan permukaannya dengan spatula,
7. Menyentuhkan ujung alat uji waktu setting pada permukaan adonan
alginat, kemudian ditarik dengan cepat. Ujung alat ukut dikeringkan
dengan tissue. Ulangi menyentuhkan ujung alat ukur pada permukaan
adonan alginat dengan interval 5 detik, hingga tidak ada bekas tekanan
dari ujung alat uji batang akrilik,
8. Waktu setting dihitung dari awal pencampuran bubuk alginat dan air
hingga adonan alginate tidak ada bekas tekanan dari ujung alat uji batang
akrilik menggunakan stopwatch dalam satuan detik,
9. Mengulangi pekerjaan mulai c sampai g menggunakan air suhu kamar,
10. Mengulangi pekerjaan mulai c sampai g menggunakan air suhu panas,
11. Membedakan hasil waktu setting dengan variasi suhu.
3. HASIL PRAKTIKUM

SETTING TIME
No. ALGINAT (gram) AIR (ml) SUHU AIR (oc)
(menit)
1 9,97 18,5 20 2,4
2 8,48 18,5 15,3 3,5
3 7,95 18,5 15,3 3
4 8,62 18,5 26,8 2,11
5 8,26 18,5 26,8 2,6
6 8,54 18,5 26,8 2,5
7 7,94 18,5 44,2 1,37
8 10,6 18,5 34,8 1,43

Suhu ruangan pada saat percobaan berlangsung adalah 23oc. Kami memakai
bubuk alginat reguler set. Pada percobaan di atas terlihat bahwa ada perbedaan
takaran alginat dan suhu air pada tiap percobaannya. Pada percobaan pertama nomor
1 kami menggunakan air dingin bersuhu 20oc, pada percobaan nomor 2 dan 3 kami
menggunakan air dingin bersuhu 15,3oc. Percobaan kedua nomor 4, 5, dan 6
menggunakan air normal (keran) bersuhu 26,8oc. Percobaan ketiga nomor 7 dan 8
menggunakan air panas, dengan suhu yang berbeda antara nomor 7 yaitu 44,2oc dan
nomor 8 34,8oc. Ketiga percobaan menggunakan takaran bubuk yang berbeda
dimaksudkan untuk mengetahui setting time dari tiap-tiap rasio W/P. Takaran air
dibuat sama agar mempermudah mengetahui waktu setting yang hanya disebabkan
oleh perbedaan takaran bubuk alginat dan suhu air.
Tiap alginat mempunyai rasio W/P standar yang telah diajukan oleh pabriknya
dan juga mempunyai sendok ukur alginat dan gelas ukur airnya masing-masing
sehingga mempermudah manipulasi. Jika ingin memanipulasi sendiri sebetulnya tidak
ada masalah, tetapi rasio W/P yang terlalu besar dapat memperlambat proses setting
sehingga waktu pengadukan dan jumlah pengadukan harus diperhitungkan agar
proses setting tidak terjadi pada saat manipulasi (working time). Tetapi jika rasio W/P
terlalu sedikit maka yang terjadi sebaliknya.

4. PEMBAHASAN
Sebelum menginjak pada pembahansan setting time, perlu kita ketahui juga
reaksi pencampuran bubuk alginat dengan air. Calcium sulphate dihydrate provides
the Ca ions for the crosslinking reaction that coverts the sol to a gel. The calcium
ions are released from calcium sulphate dihydrate which is partially soluble in the
water.
(CaSO4) 2H2O → 2Ca2 + 2SO42- + H2O
The crosslinking mechanism ccan be described bu the general reaction.
NanAlg + n/2 CaSo4 → n/2 Na2SO4 + Can/2 Alg
(Richard van Noort dan Mosby Elsevier. 2007).
Faktor-faktor yang mempengaruhi setting time adalah sebagai berikut :
1. Rasio W/P
• Apabila rasio W>P, maka akan memperlambat setting time,
• Apabila rasio W<P, maka akan mempercepat setting time,

Condition Regular-set Fast-set


Moving time (minutes) 1 0,75
Working time (minutes) 3,45 1,25
Setting time (minutes) 1,45 1,2
(Richard van Noort dan Mosby Elsevier. 2007).
Berdasarkan percobaan yang telah kami lakukan, hasil menunjukkan
bahwa teori di atas adalah benar. Dilihat dari hasil percobaan di tabel pada
nomor 1-3 yang menunjukkan bahwa semakin besar rasio W/P maka semakin
lambat pula setting time. Perbedaan berat alginat dan suhu air ternyata
mempengaruhi waktu setting alginat. Semakin dingin airnya semakin lambat
waktu settingnya, begitu pula sebaliknya. Pada proses manipulasi (working
time) jumlah adukan dalam 1 menit tersebut juga dapat mempengaruhi waktu
setting. Jadi tidak hanya pengaruh suhu ruangan, banyaknya bubuk alginat,
dan suhu air saja yang menjadi faktor yang mempengaruhi waktu setting.
Semakin banyak adukan dalam 1 menitnya maka akan makin cepat proses
setting. Pencampuran tersebut juga mempengaruhi kualitas pada penggunaan
alginat pada proses pencetakan.

2. Temperatur air
• Semakin tinggi suhu air semakin cepat pula waktu setting,
• Semakin rendah suhu air semakin lambat waktu setting.
(........)
Berdasarkan percobaan yang telah kami lakukan menunjukkan bahwa
teori diatas benar. Hal itu dapat dibuktikan melalui hasil percobaan yang telah
kami tuliskan di tabel nomor 2 dan 5. Pada tabel tersebut tertulis bahwa
semakin tinggi suhu air maka akan mempercepat setting time.

3. Faktor situasional yaitu cara pengadukan.


• Semakin besar intensitas pengadukan dalam satu menit, maka semakin
cepat waktu setting-nya.
• Semakin sedikit intensitas pengadukan dalam satu menit, maka
semakin lambat waktu setting-nya.
(John F. McCabe dan Angus WG. Walls. 2008).

Faktor fungsional inilah yang menyebabkan adanya perbedaan antara


teori dan hasil praktek yang telah kami lakukan. Sebagai contoh, tabel nomor
4 dan 5 sesuai dengan teori rasio W/P yakni “Semakin besar rasio W/P maka
semakin lambat pula setting time”, sedangkan terjadi perbedaan antara teori
dan hasil praktikum pada tabel nomor 6, yang kemungkinan disebabkan oleh
faktor situasional ini.

5. SIMPULAN
Dengan diadakannya praktikum ini, kelompok kami dapat menyimpulkan
Bahwa perbedaan rasio W/P dan suhu air ternyata mempengaruhi waktu setting
alginat. Semakin dingin airnya semakin lambat waktu settingnya, begitu pula jika
semakin panas airnya semakin cpat settingnya. Pada proses manipulasi (working
time) jumlah adukan dalam 1 menit tersebut juga dapat mempengaruhi waktu setting.
Jadi tidak hanya pengaruh suhu ruangan, banyaknya bubuk alginat, dan suhu air saja
yang menjadi faktor yang mempengaruhi waktu setting. Semakin banyak adukan
dalam 1 menitnya maka akan makin cepat proses setting. Pencampuran tersebut juga
mempengaruhi kualitas pada penggunaan alginat pada proses pencetakan.
DAFTAR PUSTAKA
van Noort, R dan Elsevier, M. 2007. Introduction to Dental Material 3rd ed.
McCabe, JF dan Walls, Angus WG. 2008. Applied Dental Materials 9th ed.
Victoria : Blackwell, Inc.