Anda di halaman 1dari 19

MAKALAH AUDITING II

PEMERIKSAAN ASET TETAP BAGIAN 2

(Dosen: Luluk Musfiroh, M. Ak.)

Disusun oleh :

1. M. Robitul Khoir (E20183121)


2. Ayu Wulandari (E20183141)
3. Zulfatum Salmaniyah (E20183142)
4. Izzatul Hasanah (E20183044)

PROGRAM STUDI AKUNTANSI SYARIAH


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI
(IAIN) JEMBER
2021
KATA PENGANTAR

Syukur Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT Berkat limpahan


rahmat, karunia dan kuasa-Nya kami mampu menyelesaikan tugas makalah
AUDITING II. Shalawat beserta salam juga disanjungkan kepada Nabi
Muhammad SAW yang telah membawa umat dari alam kebodohan kepada
alam yang penuh dengan ilmu pengetahuan.

Dalam menyelesaikan makalah ini, kami melakukan metode penelaahan


melalui studi pustaka dan dari bahan bacaan media lainnya yang bertujuan
untuk melengkapi materi atau data-data dalam penyusunan makalah ini.
Penulisan makalah ini telah diupayakan semaksimal mungkin, namun disadari
bahwa masih terdapat berbagai kekurangan yang disebabkan oleh
keterbatasan ilmu pengetahuan yang kami miliki. Karena itu, diharapkan
kritik dan saran yang bersifat membangun guna kesempurnaannya dan
semoga makalah ini dapat memberi manfaat bagi semua pihak. AamiinYa
Rabbal ’Alamin.

Jember, 27 April 2021.


Penulis
DAFTAR ISI

Hal

KATA PENGANTAR.............................................................................................i
DAFTAR ISI............................................................................................................ii
Bab I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang.................................................................................................1
B. Rumusan Masalah............................................................................................1
C. Tujuan..............................................................................................................1
BAB II TEKS UTAMA
A. Prosedur Pemeriksaan Aset Tetap...................................................................2
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan.....................................................................................................15
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................16

ii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Dalam Pemeriksaan akuntansi harus diketahui terlebih dahulu tentang tujuan
perusahaan dalam melaksanakan Pemeriksaan baik yang dilakukan oleh auditor intern
ataupun oleh auditor ekstern . Pemeriksaan yang dilakukan karena tujuan khusus
(diketahui sebelumnya adanya ketidakberesan), maka pemeriksaan harus dilakukan
dengan sedetail mungkin dan sample yang digunakan adalah Seratus Persen (semua
kegiatan yang berkaitan dengan masalah tersebut harus di periksa). Berbeda dengan
Pemeriksaan yang tujuannya perusahaan hanya menginginkan penilaian terhadap pihak
auditor, untuk menyatakan wajar atau tidak terhadap pelaksanaan kegiatan akuntansi
yang sudah dilaksanakan oleh perusahaan yang mana tujuan tersebut bersifat umum.
Dengan demikian untuk Pemeriksaan umum ini auditor tidak harus melakukan
Pemeriksaan sedetail tujuan khusus yakni hanya Bukti transaksi, tetapi dapat dengan
menggunakan sample Bukti yang sebelumnya dilakukan penilaian system pengendalian
intern, materialitas perusahaan dan risiko perusahaan.
Aktiva Tetap sebagai salah satu akun yang mempunyai nilai material , maka adanya
kesalahan pencatatan, perhitungan, penyajian dapat menimbulkan penafsiran yang
berbeda oleh pemakai Laporan keuangan. Hal ini sangat merugikan baik oleh perusahaan
sendiri maupun oleh pihak ekstern yaitu seperti kreditur, investor, pemegang saham,
publik. Untuk itu diperlukan audit untuk menghindari kesalahan dalam pelaporan
keuangan. Agar audit dapat memberikan laporan yang memberikan risiko kecil maka
perlu dibuat teknik audit yang baik sesuai dengan kondisi perusahaan.
Demikian pula diperlukan orang yang kompeten dan independen dalam
melaksanakan audit tersebut. Dari masalah tersebut maka muncul pertanyaan tentang
bagaimana teknik audit aktiva tetap dilakukan agar terhindar dari kesalahan dalam
pelaporan keuangan.

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana prosedur pemeriksaan aset tetap ?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui bagaimana prosedur pemeriksaan aset tetap.

1
BAB II
PEMBAHASAN
A. Prosedur Pemeriksaan Aset Tetap

Di sekian banyak perusahaan, terutama perusahaan industri, aset tetap merupakan


jumlah yang sangat besar dari total aset perusahaan. Namun, waktu yang digunakan oleh
akuntan public untuk memeriksa aset tetap biasanya lebih sedikit dibandingkan waktu
yang digunakan untuk memeriksa perkiraan lainnya seperti piutang, persediaan, dan lain-
lain. Beberapa penyebabnya antara lain :

a. Harga perolehan perunit dari aset tetap biasanya relatif besar dan jumlah transaksinya
dalam setahun biasanya sedikit.
b. Mutasi aset tetap (penambahan dan pengurangan) biasanya jauh lebih sedikit
dibandingkan mutasi piutang dan persediaan.
c. Dalam memeriksa aset tetap, prosedur cut off merupakan hal yang penting seperti
pemeriksaan atas cut offtransaction dalam pemeriksaan pembelian dan penjualan
persediaan.

Prosedur audit yang akan disebutkan berikut ini berlaku untuk repeat engagement
(penugasan berulang) sehingga dititik beratkan pada pemeriksaan transaksi tahun berjalan
( periode yang diperiksa). Untuk audit pertama kali bisa dibedakan sebagai berikut :

1. Jika tahun sebelumnya perusahaan sudah diaudit oleh kantor akuntan lain, saldo awal
aset tetap bisa dicocokkan dengan laporan akuntan terdahulu dan kertas kerja
pemeriksaan akuntan tersebut.
2. Jika tahun sebelumnya perusahaan belum pernah di audit, akuntan public harus
memeriksa mutasi penambahan dan pengurangan aset tetap sejak awal berdirinya
perusahaan, untuk mengetahui apakah pencatatan yang dilakukan perusahaan untuk
penambahan dan pengurangan aset tetap, serta metode dan perhitungan penyusutan
aset tetap dilakukan sesuai dengan standart akuntansi keuangan di Indonesia
(SAK/ETAP/IFRS) tentu saja pemeriksaan mutasi tahun-tahun sebelumnya dengan
cara test basis dengan mengutamakan jumlah yang material.

Prosedur audit atas aset tetap adalah sebagai berikut:

1. Pelajari dan evaluasi internal control atas aset tetap.


2. Minta kepada klien top schedule serta supporting schedule aset tetap.

2
3. Periksa footing dan crossfootingnya dan cocokkan total nya dengan General
Ledgeratau sub-ledger saldo awal dengan working paper tahun lalu.
4. Vouch penambahan serta pengurangan dari asset tetap tersebut. Untuk penambahan
kita lihat approvalnya dan kelengkapan supporting documentnya.
5. Periksa fisik dari aset tetap tersebut dengan cara teks baris dan periksa kondisi dan
nomer kode dari aset tetap
6. Periksa bukti pemilikan aset tetap. Untuk tanah , gedung periksa sertifikat tanah , IMB
serta SIPB ( Surat ijin penempatan bangunan) untuk mobil dan motor periksa
BPKB ,STNK nya
7. Pelajari dan periksa apakah capitalization policy , depreciation policy yang dijalankan
konsisten dengan tahun sebelumnya.
8. Buat analisis tentang perkiraan repair dan maintenance, sehingga kita dapat
mengetahui apakah ada pengeluaran yang seharusnya masuk dalam kelompok capital
expenditures tetapi di catat sebagai revenue expenditures.
9. Periksa apakah aset tetap tersebut sudah di asuransikan dan apakah Insurance
Coveragennya cukup atau tidak.
10. Tes perhitungan penyusutan, cross reverence angka penyusutan dengan biaya
penyusutan perkiraan laba rugi diperiksa alokasi/ distribusi biaya penyusutan.
11. Periksa notulen rapat, perjanjian kredit jawaban konfirmasi dari bank, untuk
memeriksa apakah ada aset tetap yang dijadikan sebagai jaminan atau tidak. Bila ada,
maka hal ini perlu di ungkapkan pada catatan laporan keuangan.
12. Periksa apakah ada Commitment yang dibuat oleh perusahaan untuk membeli atau
menjual aset tetap.
13. Untuk Construction In Progress, kita periksa penambahannya dan apakah ada
Construction In Progressyang harus ditransfer ke aset tetap.
14. Jika ada aset tetap yang diperoleh melalui leasing, periksa lease agreement dan
periksa apakah accounting treatmentnya sudah sesuai dengan standat akuntansi
leasing.
15. Periksa atau tanyakan apakah ada aset tetap yang dijadikan agunan kredit di bank.
16. Periksa penyajiannya dalam laporan keuangan, apakah sesuai dengan standar
akuntansi keuangan di Indonesia (SAK/ETAP/IFRS).

Penjelasan Prosedur Audit

1. Pelajari dan evaluasi internal control atas aset tetap.

3
Dalam hal ini biasanya auditor menggunakan INTERNAL CONTROL
QUESTIONNAIRES, yang contohnya bisa dilihat di Exhibit 14-4. Beberapa ciri
internal Control yang baik atas aset tetap adalah:
a. Digunakan anggaran untuk penambahan aset tetap.
Jika ada aset tetap yang ingin dibeli tetapi belum tercantum dianggaran maka aset
tetap tersebut tidak boleh dibeli dahulu.
b. Setiap penambahan dan penarikan aset tetap terlebih dahulu harus diotorisasi oleh
pejabat perusahaan yang berwenang.
c. Adanya kebijakan tertulis dari manajemen mengenai capitalization dan
depreciation policy.
d. Diadakannya kartu aset tetap atau sub buku besar aset tetap yang mencantumkan
tanggal pembelian, nama supplier, harga perolehan , metode dan persentase
penyusutan, jumlah penyusutan, akumulasi penyusutan dan nilai buku aset tetap.
e. Setiap aset tetap diberi nomor kode.
f. Minimal setahun sekali dilakukan inventarisasi (pemeriksaan fisik aset tetap),
untuk mengetahui keberadaannya dan kondisi dari aset tetap.
g. Bukti –bukti pemilikan aset tetap disimpan ditempat yang aman.
h. Aset tetap diasuransikan dengan jumlah Insurance Coverage( nilai
pertanggungan) yang cukup.
2. Minta kepada klien, Top Schedule serta supporting schedule aset tetap.
Contoh Top Schedule serta supporting schedule aset tetap bisa dilihat di Exhibit 14-1
dan 14-2.
3. Prosedur audit nomor 3 cukup jelas.
4. Vouched penambahan serta pengurangan aset tetap.
Untuk penambahan aset tetap, selain diperhatikan otorisasi dan kelengkapan
supporting document, harus dilihat apakah penambahan tersebut sudah tercantum
dalam anggaran. Untuk pengurangan aset tetap harus diperiksa kebenaran journal
entrynya. Misalkan: mesin dengan harga perolehan Rp. 100.000.000 dan akumulasi
penyusutan (s/sampai engan tanggal penarikan) Rp.80.000.000 dijual dengan harga
Rp. 30.000.000 secara tunai.
Journal entry yang seharusnya adalah:
DR. Kas Rp. 30.000.000
DR. Akumulasi Penyusutan Mesin Rp. 80.000.000
CR. Mesin Rp. 100.000.000
CR. Laba Penjualan Aset Tetap Rp. 10.000.000
4
Seringkali perusahaan mencatat transaksi tersebut dengan mendebit kas
Rp.30.000.000. auditor juga harus memeriksa apakah uang kas sebesar Rp.30.000.000.
sudah diterima perusahaan dan dicatat dalam buku penerimaan kas.

5. Periksa fisik dari aset tetap dan perhatikan kondisinya apakah masih dalam kadaaan
baik atau sudah rusak. Tentang pemeriksaan fisik aset tetap secara test basis ada 2
pendapat:
a. Yang dites hanya penambahan dalam tahun berjalan yang jumlahnya besar.
b. Diutamakan penambahan yang baru serta beberapa aset tetap yang lama.

Pada pendapat pertama memang akan lebih cepat pelaksanaannya, tetapi ada
kelemahannya yaitu bila ada aset tetap yang sudah lama dibeli atau tidak dapat dipakai
lagi, tetapi masih tercantum didalam daftar aset tetap, maka dengan cara pertama tidak
dapat diketahui.

6. Pemeriksaan bukti pemilika aset tetap.


Dalam hal ini harus dicocokkan nomor mesin, chasis, dan nomor polisi kendaraan
yang tercantum di BPKB dan STNK dengan yang terdapat dikendaraan. Perhatikan
juga apakah surat- surat tanah, gedung, kendaraan atas nama perusahaan.
7. Pelajari dan periksa apakah Capitalization serta Depreciationpolicy-nya konsisten
dengan tahun sebelumnya. Tentang policy dari Capitalization tersebut ada beberapa
kemungkinan:
a. Berdasarkan jumlahnya, misalnay diatas Rp.500.000 harus dikapitalisir.
b. Berdasarkan masa manfaatnya.
c. Campuran antara jumlah dan masa manfaatnya.

Tentang policy dari ada penyusutan ada beberapa kemungkinan, apakah penyusutan
tersebut dimulai:

a. Pada tanggal kembalian.


b. Pada tanggal pemakaian.
c. Juga perlu diketahui masa penyusutan, misalnya pembelian tanggal 1 s/d 15
dihitung satu bulan penuh sedang tanggal 16 s/d 31 dihitung setengah bulan.
8. Analisis perkiraan repair dan maintenance.
Harus diperhatikan kemungkinan klien untuk memperkecil laba dengan mencatat
capital expenditure sebagai revenue expenditure. Contoh kertas kerjanya bisa dilihat
di nExhibit 14-3.

5
9. Periksa kecukupan insurance coverage, dalam arti jangan sampai terlalu kecil atau
terlalu besar. Jika terlalu kecil ada bahaya bahwa jika terjadi kebakaran, ganti rugi dari
perusahaan asuransi tidak mencukupi untuk membeli aset tetap (misalkan gedung atau
mesin) yang baru sehingga mengganggu kegiatan operasi perusahaan.Tentang
penilaina cukup tidaknya insurance coverage trsebut adalah atas dassar jumlah yang
bmendekati harga pasar.
10. Tes perhitungan penyusutan dan alokasi biaya penyusutan aset tetap.
Penyusutan ini biasanya dari aset tetap yang dapat disusutkan, seperti gedung kantor
dan sebagainya,sebab ada juga Fixed Assets yang tidak dapat disusutkan seperti tanah
hak milik.Tetapi bila tanah tersebut digunakan untuk bahan baku pembuatan batu bata
atau genteng, maka dapat disusutkan yaitu dengan istilah deplesi.
Apabila tanah tersebut merupakan tanah dengan hak guna bangunan, maka tanah
tersebut juga tidak dapat disusutkan. Auditor harus memeriksa akurasi dari
perhitungan penyusutan yang dibuat klien, dan ketepatan alokasi biaya penyusutan
sebagai bagian dari biaya produksi tidak langsung, biaya umum dan administrasi, serta
biaya penjualan.Prosedur audit nomor 11 s/d 14 sudah cukup jelas.
15. Periksa apakah ada aset tetap yang dijaminkan.
Jika aset tetap dijaminkan berarti bukti pemilikan diserahkan (disimpan) di bank,
sehingga auditor harus memeriksa tanda terima penyerahan bukti-bukti pemilikan.
Selain itu jika ada aset tetap yang dijaminkan harus diungkapkan dalam catatan atas
laporan keuangan.
16. Periksa penyajian aset tetap dalam laporan keuangan apakah sudah sesuai dengan
(SAK/ETAP/IFRS), baik di neraca (cost and accumulated depreciation), di laba rugi
(biaya penyusutan), di catatan atas laporan keuangan (kebijakan kapitalisasi dan
penyusutan,rincian garis besar aset tetap) maupun di lampiran (rincian aset tetap).

6
Exhibit 14-1 CONTOH TOP SCHEDULE ASET TETAP

PENYUSUTAN
INSURANCE COVERAGE
W.P REF PER-BOOK PENAMBAHAN PENGURANGAN PER BOOK METODE %
01/01/2010 31/12/2010 2010 2009 2010 2009
HARGA PEROLEHAN
Tanah K1 Rp400.000.000 Rp -- ---- Rp 400.000.000 ^ SL SL -- -- Rp --
Gedung K2 Rp500.000.000 Rp -- ---- Rp 500.000.000 ^ SL SL 4% 4% Rp400.000.000
Kendaraan K3 Rp200.000.000 Rp80.000.000 ---- Rp 280.000.000 ^ SL SL 25% 25% Rp200.000.000
Mesin K4 Rp800.000.000 Rp100.000.000 ---- Rp 900.000.000 ^ SL SL 20% 20% Rp800.000.000
Peralatan Kantor K5 Rp100.000.000 Rp50.000.000 ---- Rp 150.000.000 ^ SL SL 10% 10% Rp100.000.000
Jumlah Harga Perolehan Rp2.000.000.000 Rp230.000.000 ---- Rp2.230.000.000
^ ^ ^

Gedung K2-1 Rp20.000.000 Rp20.000.000 ---- Rp 40.000.000 ^


Kendaraan K3-1 Rp50.000.000 Rp70.000.000 ---- Rp 120.000.000 ^
Mesin K4-1 Rp160.000.000 Rp180.000.000 ---- Rp 340.000.000 ^
Peralatan Kantor K5-1 Rp10.000.000 Rp15.000.000 ---- Rp 25.000.000 ^
Jumlah Kauntansi Penyusutan Rp240.000.000 Rp285.000.000 ---- Rp 525.000.000 ^
^ ^ ---- ^
NILAI BUKU Rp1.760.000.000 Rp1.705.000.000
^ ^

^= Checked Footing A Cross Footing


SL= Stright Line Method
PBC
13/01/2003
DIBUAT OLEH: DIREVIEW OLEH: CLIENT : PT.ABC PERIODE INDEX: KKP:

TANGGAL: 27/2/11 TANGGAL: 11/3/11 SCHEDULE : Top Schedule Aset Tetap 31 DESEMBER 2010 K
7
exhibit 14-2 CONTOH SUPPORTING SCHEDULE ASET TETAP

Harga Perolehan
Saldo Awal 1-1-2010 Rp. 200.000.000 W
Penambahan Tahun 2010
Tanggal No. Bukti Keterangan Jumlah

15/01/2010 BK100/1/10 Pembelian Pajero 2010 Rp350.000.000


No. Pol. B 207 SAG
No.Chasis C 1179
No. Mesin M 16693
Warna Hitam Metalik

17/03/2010 BK75/III/10 Pembelian Honda CRV 2010 Rp370.000.000


No. Pol. B 2016 SAG
No. Chasis C1312
No. Mesin M7999
Warna Putih Briliant
Rp 720.000.000 ^
Saldo Per Book 31-12-2010 Rp 920.000.000 L
^

to K
Akumulasi Penyusutan
Saldo Awal 1-1-2010
Penyusutan Tahun 2010 Rp 50.000.000 W
Mobil Lama
25% x Rp 200.000.000 Rp 50.000.000 ^
Mobil Baru
25% x (Rp 350.000.000 + Rp 470.000.000) RP 180.000.000 ^

Saldo Per Book 31-12-2010 Rp 230.000.000 ^


Rp 280.000.000 L
^

to K

^ Chech Perhitungan
L Cocokan Dengan Buku Besar
W Cocokan Dengan Working Paper Tahun Lalu
Penyusutan Dihitung Setahun Penuh Tanpa
Memperhatikan Tanggal Pembelian

DIBUAT OLEH: DIREVIEW OLEH: CLIENT: PT.ABC PERIODE INDEX: KKP:

TANGGAL: 25/2/11 TANGGAL: 11/2/11 SCHEDULE: Supporting Schedule Kendaraan 31-Des-10 K3


12
Exhibit 14-3 Contoh Kertas Analisis Repair dan Maintenance

tanggal No. Bukti keterangan Jumlah


02/03/2010 BK10/111/10 Service Truck Rp750.000
08/03/2010 BK20/111/10 Service mobil Direksi Rp250.000
13/03/2010 BK35/111/10 Pemasangan A/C Double Blower
untuk mobil Kijang Rp 2.500.000+Vo
17/03/2010 BK45/111/10 Pemasangan Compact Disk
untuk mobil Direksi Rp 2.000.000 + Vo
25/03/2010 BK75/111/10 Biaya Pengecatan Gedug Kantor Rp1.500.000
Lain-Lain (tidak di vouching) Rp2.000.000
Jumlah Rp 9.000.000L
^

^ Checked footing
L Cocokkan dengan buku besar
Vo Periksa bukti pengeluaran Kas dan bukti pendukung

* menurut kebijakan kapitalisasi


perusahaan seharusnya merupakan
capital expenditure, sehigga perlu
Dikoreksi

Usulan Audit Adjustment:


AJE 1:DR. Kendaraan Rp4.500.000
CR. Biaya repair & maintenance Rp4.500.000
Untuk mengoreksi pemasangan AC dan CD yang diebankan sebagai
biaya repair dan maintenance

AJE 2: DR. Biaya Penyusutan Kendaraan Rp1.125.000


CR. Akumulasi Penyusutan Kendaraan Rp1.125.000
untuk mengoreksi biaya penyusutan atas AC dan CD

Dibuat Oleh DIREVIEW CLIEN : PT. ABC PERIODE INDEX: KKP

Tanggal:25/2/11 Tanggal: 1/3/11 SCHEDULE:Repair and maintenance Mar-10 U 5-1

13
Exhibit 14-4 Contoh Internal Control Questioneres Audit Aset Tetap

Y = Ya
T=Tidak
Klien : TR= Tidak
Relevan
Y T TR
PENAMBAHAN DA PENGURANGAN ASET TETAP
1. Apakah semua penambahan atau pengurangan:
a. Diotorisasi sebagaimana mestinya secara tertulis? √
b. Diusulkan dengan surat yang menunjukan : √
1) Pertimbangan ? √
2) Harga taksiran (estimated cost)? √
3) Suplier? √
4) Spesifikasi? √
5) Perkiraan yang di debet/di kredit? √
6) Taksiran umur (estimated useful life) dan persentase
penyusutan atas tambahan baru? √
c. Apakah bukti atas dilepaskanya sesuatu aset tetap yang
akan diganti baru (replace) telah diotorisasikan ? √
d. Apakah setiap mutasi atau pemindahan secararutin
dilaporkan kepada bagian akuntansi ? √

2. Apakah disusun anggaran untuk pengeluaran modal /investasi


(capital expenditure) dan persetujuan tertulis atas setiap proyek
yang besar di tandatangani oleh staf yang di tunjuk oileh dewan
komisaris/rapat umum pemegang saham dan diberikan kepada:
a. Bagian pembelian? √
b. Bagian teknik? √
c. Bagian akuntansi? √
3. Apakah semua pengeluaran investasi (capital expenditure)
dalam bentu upah, bahan dan persediaan harus melalui
prosedur administrasi yang sama dengan revanture expenditure

(pengeluaran yang langsung di bebankan sebagai biaya)?
ASET TETAP DALAM PEMBANGUNAN

14
4. Apakah proyek tersebut
a. Terpisah dalam perkiraan control tersendiri dalam buku
besar(misalnya construction in progres)? √
b. Terkontrol atas tiap jenis perkiraan? √
c. Diotorisasi dan dirumuskan secara jelas? √
d. Penyimpanagn dari anggaran yang telah ditetapkan harus
mendapatkan persetujuan tambahan? √
REGISTRASI
5. Apakah registrasi/dokumen aset tetap:
a. Disimpan dengan baik oleh perusahaan ? √
b. Up to date ? √
c. Secara berkala dicocokkan dengan perkiraan kontrol buku
besar ? √
d. Menunjukkan perincian sebagai berikut : √
1) Nomor identifikasi ? √
2) Lokasi ? √
3) Taksiran umur ? √
4) Persentase penyusutan ? √
6. Apakah semua aset tetap :
a. Diamankan dengan baik ? √
b. Dirawat dengan baik ? √
c. Diasuransikan dengan cukup ? √
7. Apakah peralatan dan perkakas kecil terkontrol dengan cukup :
a. Atas perolehannya ? √
b. Atas penyusutannya ? √
c. Diamankah dan dirawat dengan baik ? √
8. Apakah terdapat pengawasan yang baik terhadap bukti-bukti
pemilikan (Title deeds) aset tetap :
a. Perincian secara jelas pemilikan dibuat dalam suatu √
daftar ? √
b. Disimpan oleh bagian yang terpisah dari bagian
akuntansi ?
CURRENT VALUE

15
9. Apakah nilai buku aset tetap jauh menyimpang bila
dibandingkan dengan taksiran harga pasar yang berlaku (
estimated current market value ) ? √
10. Apakah metode dan persentase penyusutan :
a. Sesuai dengan SAK?ETAP?IFRS ? √
b. Sesuai dengan UU PPh ? √
c. Metode penyusutan yang digunakan adalah :
...................Straight Line.......................................................
...............................................................................................
...............................................................................................
PENYEWAAN ASET TETAP (LEASING FIXED ASSETS)
11. Apabila aset tetap disewa dan bukan dibeli, apakah:
a. Kontrak sewa menyewa diotorisasikan sebagaimana
mestinya ? √
b. Pembukuannya cocok dengan jenis sewa yag bersangkutan
dan sesuai dengan SAK/ETAP/IFRS ? √
c. Uang sewa dan perjanjiannya secara jelas dinyatakan untuk
dapat menunjukkan keadaan dengan layak ? √
UMUM
12. Apakah sistem informasi meliputi dimana perlu :
a. Anggaran untuk pengeluaran investasi (capital
expenditure)? √
b. Alasan untuk pengeluaran investasi ? √
c. Persentase keuntugan yang diharapkan atas investasi
tersebut ?
d. Perbandingan anggaran dengan pengeluaran √
sesungguhnya ? √
e. Penjelasan atas penyimpangan yang besar antara anggaran
dengan pengeluaran yang sesungguhnya ? √
13. Apakah perusahaan telah menetapkan perumusan
kebijaksanaan yang jelas untuk membedakan pengeluaran
investasi (capital expenditure) dengan mengeluarkan biaya
(revenue expenditure)? Jelaskan : √

16
Pengeluaran di atas Rp. 30.000.000 dikapitalisir
14. Apakah dibuat buku/daftar aset tetap ? √
15. Apakah total jumlah perincian dicocokkan secara berkala
dengan perkiraan kontrolnya ? √
16. Apakah masing masing aset tetap diberi tanda/kode pengenal ? √
17. Apakah aset tetap yang telah disusutkan penuh, tapi masih
tetap tercatat pada perkiraan aset ? √
18. Apakah buku/daftar aset tetap di-review minimal setahun
sekali, untuk mengetahui barang yang rusak atau yang
menganggur ? √
Jelaskan :
Dilakukan bersamaan dengan investasi aset tetap.
19. Apakah prosedur rutin menjamin bahwa selalu segera
dilaporkan kepada bagian Akuntansi dan dibukukan atas :
a. Proyek yang sudah selesai ? √
b. Aset tetap yang disingkirkan karena tidak berguna lagi
(retirement) ? √
c. Penjualan aset tetap ? √
20. Bila dibuat laporan interim, apakah biaya penyusutan
diperhitungkan ? √
A. Kelemahan-kelemahan lain yang tidak tercantum pada
pernyataan di atas :
......................................................................................................
......................................................................................................
......................................................................................................
......................................................................................................
B. Catatan lain :
......................................................................................................
......................................................................................................
......................................................................................................
......................................................................................................
C. Kesimpulan penilaian (baik,sedang,buruk?)
D. Revisi kesimpulan penilaian (lampiran alasannya)

17
Diisi oleh :

Direview oleh :

18
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Prosedur audit atas aset tetap adalah sebagai berikut: Evaluasi internal control
atas aset tetap, Minta kepada klien top schedule serta supporting schedule aset tetap,
Periksa footing dan crossfootingnya dan cocokkan total nya dengan General
Ledgeratau sub-ledger saldo awal dengan working paper tahun lalu. Vouch
penambahan serta pengurangan dari asset tetap tersebut. Periksa fisik dari aset tetap,
Periksa bukti pemilikan aset tetap, Pelajari dan periksa apakah capitalization policy ,
depreciation policy yang dijalankan konsisten dengan tahun sebelumnya. Buat analisis
tentang perkiraan repair dan maintenance, Periksa apakah aset tetap tersebut sudah di
asuransikan dan apakah Insurance Coveragennya cukup atau tidak, Tes perhitungan
penyusutan, Periksa notulen rapat, perjanjian kredit jawaban konfirmasi dari bank,
Periksa apakah ada Commitment yang dibuat oleh perusahaan untuk membeli atau
menjual aset tetap, Untuk Construction In Progress, kita periksa penambahannya dan
apakah ada Construction In Progressyang harus ditransfer ke aset tetap, Jika ada aset
tetap yang diperoleh melalui leasing, periksa lease agreement dan periksa apakah
accounting treatmentnya sudah sesuai dengan standat akuntansi leasing, Periksa atau
tanyakan apakah ada aset tetap yang dijadikan agunan kredit di bank, dan Periksa
penyajiannya dalam laporan keuangan, apakah sesuai dengan standar akuntansi
keuangan di Indonesia (SAK/ETAP/IFRS).

19
DAFTAR PUSTAKA

Agoes, Sukrisno. 2012. Auditing: Petunjuk Praktis Pemeriksaan Akuntan oleh Akuntan


Publik, Edisi ke-4. Jakarta: Salemba Empat.

20