Anda di halaman 1dari 17

PERTEMUAN 10

BIAYA OVERHEAD PABRIK


BIAYA OVERHEAD PABRIK
➢ Biaya Overhead Pabrik adalah biaya produksi selain
bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung.
➢ Elemen-elemen BOP:
1. Biaya Bahan Penolong.*
2. Biaya Tenaga Kerja Tidak Langsung.*
3. Penyusutan dan Amortisasi aktiva tetap Pabrik.
4. Biaya reparasi dan pemeliharaan aktiva tetap Pabrik
5. Biaya listrik dan air pabrik
6. BOP lain-lain.
* Dalam metode harga pokok proses bukan elemen BOP
Penggolongan Biaya Overhead
Pabrik
1. Penggolongan BOP atas dasar tingkah laku biaya
atau hubungannya dengan aktivitas dan volume.
a. Biaya Tetap.
Contoh: Biaya asuransi pabrik, Biaya penyusutan
aktiva tetap, Gaji staf pabrik dan mandor.
b. Biaya Variable.
Contoh: Sebagian biaya tenaga kerja tidak langsung,
Biaya bahan penolong, Bahan bakar.
c. Biaya Semi Variable.
Contoh: Biaya pengobatan karyawan pabrik, Biaya
reparasi
Penggolongan Biaya Overhead
Pabrik (Lanjutan)
2. Penggolongan BOP atas dasar hubungannya dengan
departemen :
a. BOP langsung dept : BOP yg langsung digunakan
oleh dept
Contoh : Biaya depresiasi mesin, Biaya bahan
penolong
b. BOP tidak langsung Departemen : Biaya yang
penggunaannya bersama-sama dengan dept lain
Contoh : By depresiasi gedung, by pemeliharaan
mesin
Penentuan Tarif BOP
➢ Langkah-langkah penentuan tarip BOP:
1. Menyusun budget BOP
Dasar pembuatan budget adalah :
a. Kapasitas Teoritis
b. Kapasitas Praktis.
c. Kapasitas Normal.
d. Kapasitas sesungguhnya yang diharapkan.
2. Memillih dasar pembebanan BOP kepada produk
Dasar yang dapat digunakan adalah :
a. Satuan (unit) produksi
b. BBB
c. BTKL
d. Jam kerja
e. Jam mesin
Rumus Menghitung Tarif BOP
3. Menghitung Tarif BOP Rumus menghitung tarif BOP adalah :
a. satuan produk
Taksiran BOP
= Tarip BOP/sat
Taksiran unit produk yang dihasilkan

b. Biaya Bahan Baku


Taksiran BOP
X 100% = % BOP dari BBB yg dipakai
Taksiran BBB yang dipakai

c. Biaya Tenaga Kerja Langsung


Taksiran BOP
X 100% = % BOP dari TKL
Taksiran BTKL

d. Jam Tenaga Kerja Langsung


Taksiran BOP
= BOP/jam kerja
Taksiran Jam TKL
e. .Jam mesin
Taksiran BOP
= Tarip BOP /Jam Mesin
Taksiran jam mesin
Pembebanan BOP

➢ Pembebanan BOP
Setelah tarif ditentukan maka pembebanan BOP dapat
dilakukan dengan mengalikan tarif dengan Dasar
pembebanan yang terjadi
Contoh : Tarif BOP sebesar 150 % dari Biaya bahan
baku, dan biaya bahan baku untuk pesanan 01
adalah Rp 2 000 000 maka pembebanan BOP sebesar
150 % x 2 000 000 = Rp 3 000 000

Pembebanan BOP ini dicatat sbb :


BDP – BOP 3.000.000
BOP dibebankan 3.000.000
Pengumpulan BOP sesungguhnya
BOP sesungguhnya yang terjadi dikumpulkan (dicatat) untuk
dibandingkan dengan BOP dibebankan
Contoh : BOP yang terjadi sesungguhnya adalah :
Biaya Bahan Penolong 500.000
Biaya Tenaga Kerja Tdk Langsung 1.000.000
BOP lain-lain 1.300.000
Maka jurnal yang dibuat adalah :
BOP Sesungguhnya 2.800.000
Persediaan Bahan Penolong 500.000
Gaji dan Upah 1.000.000
BOP lain-lain 1.300.000
Perhitungan Selisih BOP
Selisih dihitung dengan membandingkan antara BOP
sesungguhnya dengan BOP dibebankan, apabila biaya
sesungguhnya lebih besar dibanding biaya dibebankan
disebut laba. Jurnal menghitung selisih BOP adalah :
1. Menutup Rekening BOP dibebankan ke BOP
sesungguhnya
BOP Dibebankan 3.000.000
BOP sesungguhnya 3.000.000
2. Mencatat selisih BOP jika Laba
BOP sesungguhnya 200.000
Selisih BOP 200.000
Selisih BOP jika Rugi
Selisih BOP xxx
BOPSesungguhnya xxx
Latihan Soal
PT. T-Shirt adalah perusahaan garmen berdasarkan pesanan
yang mempunyai taksiran Biaya Overhead Pabrik selama
setahun sebesar Rp. 100.000.000,- dengan perkiraan akan
memproduksi 5.000 unit, menggunakan mesin selama 25.000
jam dan jam tenaga kerja langsung selama 40.000 jam.
PT. T-Shirt saat ini menerima pesanan 1000 baju yang
membutuhkan 4.000 jam mesin dan 3.500 jam kerja langsung.
Diminta :
A. Hitunglah besarnya Biaya Overhead Pabrik jika tarif
berdasarkan satuan unit
B. Hitunglah besarnya Biaya Overhead Pabrik jika tarif
berdasarkan jam mesin
C. Hitunglah besarnya Biaya Overhead Pabrik jika tarif
berdasarkan tenaga kerja langsung
jawaban
Besarnya Biaya Overhead Pabrik jika tarif berdasarkan satuan
unit
Tarif per Unit = Rp. 100.000.000,- : 5.000 = Rp. 20.000,-
BOP = Rp. 20.000,- x 1.000
= Rp. 20.000.000,-
Besarnya Biaya Overhead Pabrik jika tarif berdasarkan jam
mesin
Tarif per Unit = Rp. 100.000.000,- : 25.000 = Rp. 4.000,-
BOP = Rp. 4.000,- x 4.000
= Rp. 16.000.000,-
Besarnya Biaya Overhead Pabrik jika tarif berdasarkan tenaga
kerja langsung
Tarif per Unit = Rp. 100.000.000,- : 40.000 = Rp. 2.500,-
BOP = Rp. 2.500,- x 3.500
= Rp. 8.750.000,-
LATIHAN SOAL
PILIHAN GANDA

PERTEMUAN 10
1. Kemampuan perusahaan untuk memproduksi dan
menjual produknya dalam jangka panjang disebut :
a. Kapasitas normal
b. Kapasitas teoritis
c. Kapasitas praktis
d. Kapasitas umum
e. Kapasitas sesungguhnya yang diharapkan

2. Contoh dari biaya overhead pabrik semivariabel adalah:


a. Biaya penyusutan d. Biaya bahan baku
b. Biaya bahan bakar e. Biaya reparasi
c. Biaya bahan penolong
2. Contoh dari biaya overhead pabrik semivariabel
adalah:
a. Biaya penyusutan d. Biaya bahan baku
b. Biaya bahan bakar e. Biaya reparasi
c. Biaya bahan penolong

3. Rumus Tarif BOP dengan dasar biaya tenaga kerja


langsung :
a. (Taks.BOP/ Taks.BTKL) x 100%
b. (Taks BTKL /Taks BOP) x 100%
c. (Taks BOP / Taks JTKL) x 100%
d. (Taks. JTKL / Taks BOP) x 100%
e. (Taks. JKL / Taks BOP) x 100%
3. Rumus Tarif BOP dengan dasar biaya tenaga kerja langsung :
a. (Taks.BOP/ Taks.BTKL) x 100%
b. (Taks BTKL /Taks BOP) x 100%
c. (Taks BOP / Taks JTKL) x 100%
d. (Taks. JTKL / Taks BOP) x 100%
e. (Taks. JKL / Taks BOP) x 100%

4. Pada tahun 2007 PT Pesona mempunyai taksiran biaya


sebagai berikut: BOP sebesar Rp 30 Juta. Perkiraan unit
yang diproduksi sebanyak 1.000 unit dengan biaya tenaga
kerja Rp 40 juta (10.000 jam tenaga kerja langsung).
Besarnya perkiraan biaya bahan baku Rp 25 juta. Berapakah
Tarif BOP jika perusahaan menggunakan dasar unit produksi:
a. Rp 30.000/unit d. 120 % dari BBB
b. Rp 3.000/unit e. Rp 3.000/jam kerja
c. 75 % dari BTKL
4. Pada tahun 2007 PT Pesona mempunyai taksiran biaya sebagai
berikut: BOP sebesar Rp 30 Juta. Perkiraan unit yang diproduksi
sebanyak 1.000 unit dengan biaya tenaga kerja Rp 40 juta (10.000
jam tenaga kerja langsung). Besarnya perkiraan biaya bahan baku Rp
25 juta. Berapakah Tarif BOP jika perusahaan menggunakan dasar
unit produksi:
a. Rp 30.000/unit d. 120 % dari BBB
b. Rp 3.000/unit e. Rp 3.000/jam kerja
c. 75 % dari BTKL

5. Tarif BOP ditetapkan sebesar 120% dari BTKL dan biaya tenaga kerja
langsung yang terjadi Rp 80 juta, dengan jam tenaga kerja yang
terjadi sebesar 20.000 jam . Buatlah jurnal untuk mencatat BOP
dibebankan:
a. BDP-BOP 96 juta (D), BOP dibebankan 96 Juta (K)
b. BDP-BOP 80 juta (D), BOP dibebankan 80 juta (K)
c. BOP sesungguhnya 96jt (D), BOP dibebankan 96jt (K)
d. BOP dibebankan 80jt (D), BOP sesungguhnya 80jt (K)
e. BDP-BOP 80 juta (D), BOP sesungguhnya 80 juta (K)
5. Tarif BOP ditetapkan sebesar 120% dari BTKL dan biaya
tenaga kerja langsung yang terjadi Rp 80 juta, dengan jam
tenaga kerja yang terjadi sebesar 20.000 jam . Buatlah jurnal
untuk mencatat BOP dibebankan:
a. BDP-BOP 96 juta (D), BOP dibebankan 96 Juta (K)
b. BDP-BOP 80 juta (D), BOP dibebankan 80 juta (K)
c. BOP sesungguhnya 96jt (D), BOP dibebankan 96jt (K)
d. BOP dibebankan 80jt (D), BOP sesungguhnya 80jt (K)
e. BDP-BOP 80 juta (D), BOP sesungguhnya 80 juta (K)

1. Kemampuan perusahaan untuk memproduksi dan menjual produknya


dalam jangka panjang disebut :
a. Kapasitas normal
b. Kapasitas teoritis
c. Kapasitas praktis
d. Kapasitas umum
e. Kapasitas sesungguhnya yang diharapkan