Anda di halaman 1dari 5

EKA TITOSARI

KEPERAWATAN ANESTESI
KMB
INSULIN
A. Definisi
Insulin adalah hormon yang diproduksi oleh sel β pulau Langerhans;
berfungsi mengatur metabolisme protein, kerbohidrat, dan lemak.
Kerja insulin:
1. Menstimulasi pemasukan asam amino ke dalam sel
meningkatkan sintesa protein.
2. Meningkatkan penyimpanan lemak dan mencegah
penggunaan lemak sebagai bahan energi.
3. Menstimulasi pemasukan glukosa ke dalam sel untuk
digunakan sebagai sumber energi dan membantu penyimpanan
glikogen di dalam sel otot dan hati.
Insulin endogen adalah insulin yang dihasilkan oleh pankreas, sedang
insulin eksogen adalah insulin yang disuntikan dan merupakan suatu
produk farmasi.

B. Indikasi terapi dengan insulin :


1. Penderita DM tipe I memerlukan insulin eksogen karena
produksi insulin oleh sel beta tidak ada atau hampir tidak ada.
2. Penderita DM tipe II mungkin membutuhkan insulin bila
terapi jenis lain tidak dapat mengendalikan kadar glukosa darah.
3. Keadaan stress berat; seperti pada infeksi berat, tindakan
pembedahan, infark miokard akut atau stroke.
4. DM gestasional dan penyandang DM yang hamil
membutuhkan insulin bila diet saja tidak dapat mengendalikan
kadar glukosa darah.
5. Ketoasidosis diabetik.
6. Hiperglikemik hiperosmolar non ketotik.
7. Penyandang DM dengan nutrisi parenteral atau suplemen
tinggi kalori, secara bertahap memerlukan insulin eksogen untuk
mempertahankan kadar glukosa darah selama periode resistensi
insulin atau ketika terjadi peningkatan kebutuhan insulin.
8. Gangguan fungsi ginjal atau hati yang berat.
9. Kontra indikasi atau alergi terhadap obat hipoglikemi oral.
C. Klasifikasi obat Insulin
Berdasarkan lama kerjanya :
1. Insulin kerja singkat
Yang termasuk di sini adalah insulin regular (Crystal Zinc Insulin /
CZI ). Saat ini dikenal 2 macam insulin CZI, yaitu dalam bentuk
asam dan netral. Preparat yang ada antara lain : Actrapid,
Velosulin, Semilente. Insulin jenis ini diberikan 30 menit sebelum
makan, mencapai puncak setelah 1– 3 macam dan efeknya dapat
bertahan samapai 8 jam.

2. Insulin kerja menengah


Yang dipakai saat ini adalah Netral Protamine Hegedorn
( NPH ),MonotardÒ, InsulatardÒ. Jenis ini awal kerjanya adalah 1.5
– 2.5 jam. Puncaknya tercapai dalam 4 – 15 jam dan efeknya
dapat bertahan sampai dengan 24 jam.

3. Insulin kerja panjang


Merupakan campuran dari insulin dan protamine, diabsorsi dengan
lambat dari tempat penyuntikan sehingga efek yang dirasakan
cukup lam, yaitu sekitar 24 – 36 jam. Preparat: Protamine Zinc
Insulin ( PZI ), Ultratard

4. Insulin infasik (campuran)


Merupakan kombinasi insulin jenis singkat dan menengah. Preparatnya: Mixtard 30
/ 40

D. Dosis
tergantung pada kadar gula darah, yaitu :
1. Gula darah < 60 mg % = 0 unit
2. Gula darah < 200 mg % = 5 – 8 unit
3. Gula darah 200 – 250 mg% = 10 – 12 unit
4. Gula darah 250 - 300 mg% = 15 – 16 unit
5. Gula darah 300 – 350 mg% = 20 unit
6. Gula darah > 350 mg% = 20 – 24 unit

E. Waktu pemberian
1. Insulin masa kerja pendek + insulin masa kerja sedang = 2 x 1
sebelum makan.
2. Insulin masa kerja pendek + insulin masa kerja sedang = sebelum
sarapan
3. insulin masa kerja pendek = sebelum makan malam
4. insulin masa kerja sedang = sebelum tidur.
5. Insulin masa kerja pendek = 3 x 1 sebelum makan
6. insulin masa kerja sedang = sebelum tidur.
7. Insulin masa kerja sedang tanpa insulin kerja pendek = 1 x 1
sebelum sarapan atau sebelum tidur.

F. Cara penyuntikan insulin :


Biasa dengan subkutan. Pada keadaan khusus diberikan IM atau IV
secara bolus atau drip. Insulin dapat diberikan tunggal (1 macam
insulin) tetapi juga dapat kombinasi insulin kerja cepat dan kerja
menengah, sesuai dengan respons individu terhadap insulin, yang
dinilai dari hasil pemeriksaan kadar glukosa darah harian.
Penyerapan paling cepat terjadi di daerah abdomen yang kemudian
diikuti oleh daerah lengan, paha bagian atas bokong. Bila disuntikan IM
maka penyerapan akan terjadi lebih cepat dan masa kerja akan lebih
singkat.
1. Insulin kerja singkat:
a. IV, IM, SC
b. Infus ( AA / Glukosa / elektrolit )
c. Jangan bersama darah ( mengandung enzim
merusak insulin )
2. Insulin kerja menengah / panjang : Jangan IV karena
bahaya emboli.
Penyuntikkan insulin selalu di daerah yang sama dapat
merangsang terjadinya perlemakan dan menyebabkan
gangguan penyerapan insulin. Daerah suntikkan sebaiknya ±
2,5cm dari daerah sebelumnya. Lakukanlah rotasi di dalam
satu daerah selama 1 minggu, lalu pindah ke daerah yang lain.

G. Cara Mencampur Insulin


Pencampuran insulin masa kerja yang berbeda lebih baik daripada
single tetapi harus tepat dan benar agar insulin yang ada di dalam
botol tidak bercampur dengan insulin yang ada di spuit yang dapat
mengakibatkan lisis. Langkah pencampurannya adalah:
1. Cuci tangan
2. Baca etiket botol insulin, tipe dan tanggal kadaluarsanya
3. Usap tutup botol dengan alcohol
4. Injeksi 20 unit udara ke dalam NPH insulin. {jumlah udara yang
dimasukkan ke dalam botol sesuai dengan dosis unit yang
diperlukan}. Selalu mendahulukan menginjeksi udara ke dalam
insulin yang berdurasi kerja lebih lama.
5. Injeksikan udara 10 unit ke dalam botol insulin reguler. Jumlah
udara yang diinjeksikan harus sama degan dosis insulin yang
diberikan
6. Hisap 10 unit insulin reguler Pastikan bahwa tidak ada udara
dalam spuit, selalu aspirasi dulu insulin yang mempunyai masa
kerja lebih pendek
7. aspirasi 2 unit insulin NPH dengan spuit yang telah berisi insulin
reguler 10 unit. Hati-hati jangan sampai insulin reguler terinjeksi ke
botol insulin NPH.
8. Jumlah insulin dalam satu spuit harus menjadi 30 unit

H. Interaksi
Hormon pertumbuhan, kortikosteroid, glukokortikoid, tiroid, estrogen,
progestin, dan glucagon melawan efek hipoglikemia insulin. Adrenalin
menghambat sekresi insulin dan merangsang glikogenolisis.
Peningkatan hormon-hormon ini perlu diperhitungkan dalam
pengobatan insulin.
Guanetidin menurunkan gula darah dan dosis insulin perlu disesuaikan
bila obat ini ditambahkan/ dihilangkan dalam pengobatan. Beberapa
antibiotik (misalnya kloramfenikol, tetrasiklin), salisilat dan
fenilbutason meningkatkan kadar insulin dalam plasma dan mungkin
memperlihatkan efek hipoglikemik; cenderung pada penderita yang
mendapat penghambat adrenoseptor ß, obat ini mengaburkan
takikardi akibat hipoglikemia. Potensiasi efek hipoglikemik insulin
terjadi dengan penghambat MAO, steroid anabolik dan fenfluramin.

I. Efek metabolik terapi insulin:


• Menurunkan kadar gula • Perbaiki komposisi
darah puasa dan post lipoprotein abnormal.
puasa.
• Supresi produksi glukosa • Mengurangi glucose
oleh hati. toxicity.

• Stimulasi utilisasi glukosa • Perbaiki kemampuan


perifer. sekresi endogen.

• Oksidasi • Mengurangi Glicosilated


glukosa/penyimpanan di end product.
otot.

J. Efek samping penggunaan insulin :


1. Hipoglikemia 2. Edema insulin
3. Lipoatrofi 4. Sepsis
5. Lipohipertrofi 6. Resistensi insulin
7. Alergi sistemik atau
local

Reaksi Tanda dan gejala

Reaksi Sakit kepala, kepala terasa ringan


Hipoglikemik Gelisah terasa takut, tremor, keringat berlebihan dingin,
[syok insulin] kulit lembab, takikardi, bicara tersendat-sendat, lupa,
kekacauan mental, kejang, kadar gula dara < 60 mg/dl.

Sangat haus, poliuria. Bau napas seperti buah,


Ketoasidosis pernapasan kusmaul [dalam, cepat, melelahkan, terasa
diabetik menekan , sesak], denyut nadi cepat dan lemah, selaput
[reaksi lendir kering dan turgor kulit buruk, kadar gula darah >
hiperglikemik] 250 mg/dl.

http://www.smallcrab.com/diabetes/452-sekilas-mengenal-insulin
http://blog.ilmukeperawatan.com/insulin-cara-kerjaefek-samping-cara-
pemberianinsulin.html