Anda di halaman 1dari 11

BUKU JAWABAN UJIAN (BJU)

UAS TAKE HOME EXAM (THE)


SEMESTER 2020/21.1 (2020.2)

Nama Mahasiswa : Sayib Rojakoni

Nomor Induk Mahasiswa/NIM : 030617016

Tanggal Lahir : 21 Desember 1997

Kode/Nama Mata Kuliah : EKSI4203 Teori Portofolio & Analisi Investasi

Kode/Nama Program Studi : 54/Manajemen

Kode/Nama UPBJ : 47/Pontianak

Hari/Tanggal UAS THE : Selasa, 22 Desember 2020

Tanda Tangan Peserta Ujian

Petunjuk

1. Anda wajib mengisi secara lengkap dan benar identitas pada cover BJU pada halaman ini.
2. Anda wajib mengisi dan menandatangani surat pernyataan kejujuran akademik.
3. Jawaban bisa dikerjakan dengan diketik atau tulis tangan.
4. Jawaban diunggah disertai dengan cover BJU dan surat pernyataan kejujuran akademik.

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

UNIVERSITAS TERBUKA
Surat Pernyataan Mahasiswa

Kejujuran Akademik

Yang bertanda tangan di


bawah ini:

Nama Mahasiswa : Sayib Rojakoni

NIM : 030617016

Kode/Nama Mata Kuliah : EKSI4203 Teori Portofolio & Analisi Investasi

Fakultas : Ekonomi

Program Studi : Manajemen

UPBJJ-UT : Pontianak

1. Saya tidak menerima naskah UAS THE dari siapapun selain mengunduh dari aplikasi THE pada
laman https://the.ut.ac.id.
2. Saya tidak memberikan naskah UAS THE kepada siapapun.
3. Saya tidak menerima dan atau memberikan bantuan dalam bentuk apapun dalam pengerjaan soal
ujian UAS THE.
4. Saya tidak melakukan plagiasi atas pekerjaan orang lain (menyalin dan mengakuinya sebagai
pekerjaan saya).
5. Saya memahami bahwa segala tindakan kecurangan akan mendapatkan hukuman sesuai dengan
aturan akademik yang berlaku di Universitas Terbuka.
6. Saya bersedia menjunjung tinggi ketertiban, kedisiplinan, dan integritas akademik dengan
tidak melakukan kecurangan, joki, menyebarluaskan soal dan jawaban UAS THE melalui media
apapun, serta tindakan tidak terpuji lainnya yang bertentangan dengan peraturan akademik
Universitas Terbuka.
Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya. Apabila di kemudian hari terdapat
pelanggaran atas pernyataan di atas, saya bersedia bertanggung jawab dan menanggung sanksi akademik
yang ditetapkan oleh Universitas Terbuka.

Selasa, 22 Desember 2020

Yang Membuat Pernyataan

SAYIB ROJAKONI

Nama Mahasiswa
1. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merupakan nilai yang digunakan untuk mengukur kinerja
gabungan seluruh saham (perusahaan/emiten) yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).

a. Bagaimana IHSG dapat berfluktuasi sebutkan dan jelaskan masing-masing 5 faktor internal dan
ekternal yang mempengaruhi?

Faktor Internal

1. Suku bunga BI merupakan tingkat suku bunga yang ditetapkan oleh BI sebagai patokan bagi suku bunga
pinjaman maupun simpanan bagi bank dan atau lembaga-lembaga keuangan di seluruh Indonesia. Suku
bunga merupakan salah satu variabel yang dapat mempengaruhi harga saham. Perubahan tingkat suku
bunga selanjutnya akan mempengaruhi keinginan seseorang untuk melakukan suatu investasi, karena
secara umum perubahan suku bunga SBI dapat mempengaruhi suku bunga deposito dan suku bunga kredit
di masyarakat. Jika Suku bunga deposito meningkat maka investor cenderung menanamkan modalnya
dalam bentuk deposito karena dapat menghasilkan return yang besar dengan resiko yang lebih kecil dan
sebaliknya.
2. Inflasi merupakan kecenderungan harga barang dan jasa yang naik secara terus menerus atau dapat
diartikan sebagai penurunan nilai uang secara menyeluruh, semakin tinggi kenaikan harga maka semakin
turun nilai uang. Dalam investasi, inflasi yang tinggi mengakibatkan investor lebih berhati-hati dalam
memilih dan melakukan transaksinya, sehingga investor cenderung menunggu untuk berinvestasi sampai
keadaan perekonomian kondusif untuk menghindari dari resiko-resiko yang mungkin ditimbulkan oleh
inflasi yang tinggi. Dalam penelitian ini menggunakan data bulanan inflasi berdasarkan consumer price
index. Indeks ini berdasarkan pada harga dari satu paket barang yang dipilih dan mewakili pola pengeluaran
konsumen.
3. Nilai tukar rupiah merupakan perbandingan nilai atas harga rupiah dengan harga mata uang asing, masing-
masing negara memiliki nilai tukarnya sendiri yang mana nilai tersebut merupakan perbandingan nilai suatu
mata uang dengan mata uang lainnya yang disebut dengan kurs valuta asing. Informasi nilai tukar rupiah
terhadap US Dollar umunya sangat diperhatikan oleh perusahaan- perusahaan di Indonesia, karena US
Dollar digunakan oleh perusahaan secara umum untuk melakukan pembayaran bahan produksi dan
transaksi bisnisbisnis lainnya. Nilai tukar juga sangat berpengaruh bagi perusahaan yang ingin melakukan
investasi, karena apabila pasar valas lebih menarik daripada pasar modal maka umumnya investor akan
beralih investasi ke pasar valas, oleh karena itu perubahan nilai tukar akan berpengaruh terhadap harga
saham di pasar modal.
4. Faktor Fundamental Perusahaan Saham dari perusahaan yang memiliki fundamental baik akan
menyebabkan tren harga sahamnya naik. Sebaliknya, saham dari perusahaan yang berfundamental buruk
akan menyebabkan tren harga sahamnya turun.
5. Aksi Korporasi Perusahaan Aksi korporasi seperti kebijakan perusahaan yang diambil jajaran manajemen
akan berdampak dan dapat mengubah hal-hal yang sifatnya fundamental dalam perusahaan. Contoh, aksi
akuisisi, merger, right issue, atau divestasi.

Faktor Eksternal

1. Kebijakan Pemerintah juga dapat memengaruhi harga saham meskipun kebijakan itu masih dalam tahap
wacana dan belum terealisasi. Banyak contoh dari kebijakan Pemerintah yang menimbulkan volatilitas
harga saham, seperti kebijakan ekspor impor, kebijakan perseroan, kebijakan utang, kebijakan Penanaman
Modal Asing (PMA), dan lain sebagainya.
Pemain saham tipe trader biasanya sangat peka terhadap isu sensitif seperti ini untuk mengambil
keuntungan dengan melakukan spekulasi dalam aksi ambil untung trading harian.

2. Fluktuasi Kurs Rupiah terhadap Mata Uang Asing Kuat ataupun lemahnya kurs rupiah terhadap mata uang
asing sering kali menjadi penyebab naik turunnya harga saham di bursa. Secara logika, ini sangat masuk
akal. Konsekuensi dari fluktuasi kurs tersebut bisa berdampak positif ataupun negatif bagi perusahaan-
perusahaan tertentu, khususnya yang memiliki beban utang mata uang asing.

Perusahaan importir atau perusahaan yang memiliki beban utang mata uang asing akan dirugikan akibat
melemahnya kurs. Sebab hal ini akan berakibat pada meningkatnya biaya operasional dan secara otomatis
juga mengakibatkan turunnya harga saham yang ditawarkan. Sebagai contoh kasus adalah melemahnya
kurs rupiah terhadap dolar AS sering kali melemahkan harga-harga saham di Indeks Harga Saham
Gabungan (IHSG).

3. Kondisi fundamental ekonomi makro juga memiliki dampak langsung terhadap naik dan turunnya harga
saham, misalnya:
 Naik atau turunnya suku bunga yang diakibatkan kebijakan bank sentral Amerika (Federal Reserve).
 Naik atau turunnya suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) dan nilai ekspor impor yang berakibat
langsung pada nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
 Tingkat inflasi juga termasuk dalam salah satu faktor kondisi ekonomi makro.
 Pengangguran yang tinggi yang diakibatkan faktor keamanan dan goncangan politik juga
berpengaruh secara langsung terhadap naik atau turunnya harga saham.

Selain faktor itu, hubungan antara tingkat suku bunga perbankan dan pergerakan harga saham juga sangat
jelas. Ketika suku bunga perbankan melejit, harga saham yang diperdagangkan di bursa akan cenderung
turun tajam.

Hal ini dapat terjadi karena beberapa kemungkinan:

 Pertama, ketika suku bunga perbankan naik, banyak investor yang mengalihkan investasinya ke
instrumen perbankan semisal deposito. Dengan naiknya suku bunga tersebut, investor dapat
meraup keuntungan yang lebih banyak bila dibandingkan dengan bermain saham.
 Kedua, bagi perusahaan, ketika suku bunga perbankan naik, mereka akan cenderung untuk
meminimalkan kerugian akibat dari meningkatnya beban biaya. Hal ini terjadi karena sebagian
besar perusahaan memiliki utang kepada perbankan.

4. Rumor dan sentimen pasar, pasar saham ini sangat rawan akan info-info manipulatif, berita, ataupun
rumor. Sekadar isu saja yang entah darimana sumbernya bisa saja berpengaruh terhadap kenaikan atau
penurunan harga saham. Misalnya, seorang CEO atau direksi perusahaan tertentu membuat pernyataan
yang negatif atau positif. Secara otomatis, harga saham perusahaan yang bersangkutan akan dapat
terkoreksi, baik naik maupun turun secara tiba-tiba.

Oleh karena itu, para analis sering kali menjadikan faktor ini menjadi pertimbangan tertentu sebelum
memutuskan untuk mengambil saham tersebut. Mungkin untuk kasus ini tidak mudah diketahui para
investor pemula saat mereka tidak jeli dalam memerhatikan informasi internal yang berasal dari
perusahaan.
5. Faktor Manipulasi Pasar, Manipulasi pasar saham juga kerap terjadi dan bisa secara langsung berdampak
pada naik atau turunnya harga saham. Bagaimana ini bisa terjadi? Manipulasi pasar biasanya dilakukan
investor-investor berpengalaman dan bermodal besar dengan memanfaatkan media massa untuk
memanipulasi kondisi tertentu demi tujuan mereka, baik menurunkan maupun meningkatkan harga saham.

Namun, manipulasi pasar ini biasanya tidak bertahan lama. Karena perusahaan masih memiliki aspek-aspek
fundamental yang terekam di dalam laporan keuangannya yang bisa digunakan untuk mengembalikan
harga saham ke kondisi sebelumnya.

b. Jelaskan kondisi IHSG selama pendemi Covid-19 terjadi di Indonesia sejak bulan maret sampai bulan
Agustus 2020!

Sudah 6 bulan Covid-19 mewabah ke Indonesia, yang menimbulkan dampak yang cukup besar di berbagai
sektor termasuk pasar modal di Indonesia. Semenjak pandemi, Index Harga Saham Gabungan ( IHSG) belum
mampu berada pada posisi semula, yakni pada kisaran level 5.942 pada Maret 2020. Penururunan paling
tajam terjadi di bulan April, dimana indeks berada pada level terendah sepanjang tahun yakni pada level
3.937.

Walau demikian, berbagai upaya yang dilakukan pemerintah dan juga strategi yang diterapkan oleh pasar
modal berhasil perlahan membawa indeks saham bangkit. Pada Mei 2020, indeks mulai recovery dan
menapaki level 4.605. Diikuti dengan pergerkan pada bulan Juni yang menyentuh level 4.940. Pada Juli
kenaikan indeks tidak terlalu signifikan, demikian juga dengan awal Agustus 2020. Namun pada akhir
Agustus sampai dengan awal September 2020 index menunjukkan kenaikan yang cukup menggembirakan,
bahkan menyentuh level 5.300. Dengan mulai membaiknya indeks, beberapa analis dan pengamat
meramalkan indeks bakal bergerak sampai dengan 6.000 di akhir tahun. Chief Economist Tanamduit Fery
Latuhihin mengatakan tren positif terus menunjukkan nilai indeks yang semakin baik dari sebelumnya.

Indeks bahkan tetap climbing walaupun mengalami fluktuasi pada akhir Maret lalu dari 3.900 kemudian,
saat ini sudah 5.300. “Saya masih pikir kalau indeks kita bisa naik ke 6.000 pada akhir tahun kalau tidak ada
apa-apa,” jelas Ferry melalui video konferensi, Senin (31/8/2020). Sementara itu, kondisi pasar yang sangat
volatile membuat Bursa Efek Indonesia (BEI) memberlakukan beberapa kebijakan untuk menahan laju
pelemahan indeks semakin dalam. Misalakan saja kebijakan, trading halt, auto rejection bawah, serta
pencabutan daftar efek short selling. Di sisi lain, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga memberikan izin aksi
korporasi semua emiten atau perusahaan publik untuk melakukan pembelian kembali (buyback) saham
tanpa terlebih dahulu memperoleh persetujuan rapat umum pemegang saham (RUPS). Direktur Anugerah
Mega Investama Hans Kwee mengatakan, sejauh ini kebijakan yang dilakukan pemerintah sudah cukup
baik. Hal ini berhasil mendorong indeks perlahan mulai bangkit. “Kebijakan di industri keuangan sudah baik
dan mampu mendorong ihsg naik kembali,” kata dia kepada Kompas.com.

Sementara itu, Analis PT Panin Sekuritas William Hartanto mengatakan, untuk lebih menggenjot kenaikan
indeks, tentunya percepatan dalam produksi vaksin Covid-19 adalah jawabannya. Dia bilang, kondisi
pertambahan jumlah kasus Covid-19 sempat menjadi sentimen utama pasar. Namun saat ini, sentimen
tersebut berangsur – angsur pudar yang tercermin dari harga saham yang menguat kembali sejak
pertengahan April. Kondisi ini juga hampir merata pada sektor property dan perhotelan.

“Sebenarnya tinggal percepatan produksi vaksin saja. Karena yang masih menimbulkan keraguan di dalam
negeri adalah jumlah kasus Covid-19 baru di Indonesia masih terus bertambah,” jelas dia.
Ia menambahkan dengan kebijakan BEI, tentunya cukup menolong pergerakan index terutama dengan
masih berlakunya batasan auto rejection bawah 7 persen sehingga pasar tidak terlalu volatile.

“Perkiraan saya, kalau saja Indonesia bisa bereskan kasus Covid-19 (minimal jumlah kasus baru berhasil
ditekan) mungkin IHSG sudah kembali ke level awal sebelum pandemi, karena kondisi tersebut akan
meningkatkan optimisme pelaku pasar,” tegas dia.

2. Jelaskan fungsi dan berikan contoh analisa fundamental dan analisa teknikal untuk memutuskan
berinvestasi pada saham tertentu agar risiko ketidakpastian berkurang dan terhindar dari kerugian!

Analisa Fundamental

Secara umum, analisis fundamental digunakan untuk mengetahui tentang dasar-dasar ekonomi, neraca,
laporan laba rugi, dan sebagainya.

Analisis Fundamental memiliki beberapa kegunaan di dalam investasi saham, antara lain:
1. Mendeteksi saat yang tepat untuk masuk atau keluar dari pasar saham
Dengan mengetahui bagaimana kondisi ekonomi negara, kita dapat mengetahui kapan kita harus
berinvestasi.
2. Membantu memilih saham yang baik untuk investasi
Dengan analisis industri dan keuangan perusahaan kita dapat terhindar dari memiliki perusahaan yang
fundamentalnya kurang jelas
3. Mengetahui harga wajar suatu saham
Analisis Fundamental dapat digunakan untuk mengetahui valuasi saham, yaitu berapa nominal rupiah
saham itu layak dihargai. Ada banyak metode yang bisa digunakan untuk menghitung valuasi saham,
misalnya:
 Metode PER (Price Earning Ratio)
 Metode PBV (Price to Book Value Ratio)
 Metode DDM (Discounted Dividend Model)
 Metode Discounted Cash Flow (DCF)
 Metode Free Cash Flow (FCF)
Contoh analisis fundamental

Dapat  dilihat dengan jelas di mana terdapat banyak rasio-rasio keuangan yang bisa digunakan untuk
analisis fundamental saham.

Intinya adalah bahwa dalam melakukan analisis fundamental saham, yang paling dibutuhkan adalah
pemahaman terhadap rasio-rasio keuangan yang digunakan. Paham cara menginterpretasikan rasio-rasio
keuangan tersebut. Dengan demikian, dapat mengambil keputusan yang tepat dalam memilih saham
terbaik sehingga bisa memaksimalkan return dan meminimalkan risiko.
Analisis Teknikal

Analisis Teknikal memiliki beberapa kegunaan di dalam trading antara lain:


1. Mendeteksi trend atau pola yang sedang terjadi
Analisis Teknikal digunakan untuk menganalisis harga berdasar data harga masa lalu. Dengan data tersebut
analis mencoba untuk melihat adanya suatu trend atau pola harga yang terjadi. Biasanya trader mengikuti
pola yang terjadi. Misalnya saat harga cenderung naik, trader membuka posisi beli. Atau sebaliknya saat
harga cenderung turun, trader membuka posisi jual. Untuk menentukan trend, bisa dengan menggunakan
tools atau indikator.
2. Membantu memberikan sinyal beli atau jual
Analisis Teknikal dapat membantu trader untuk menentukan keputusan jual atau beli. Biasanya
menggunakan bantuan indikator.

Contohnya Trend Line, Rectangle, Fibonacci Retracement, dan lain sebagainya. Yang paling banyak dipakai
misalnya adalah Trend Line. Trend line adalah garis imajinatif yang dibuat untuk menunjukkan
kecenderungan (trend) pergerakan harga saham. Misalnya kita bisa tahu harga sedang uptrend (cenderung
naik), downtrend (cenderung turun) atau sideways (datar). Dengan mengetahui berbagai pola ini Anda akan
dapat mengantisipasi kemungkinan terjadinya perubahan harga.

3. Jelaskan konsep portofolio kaitannya dengan resiko investasi dan berikan contoh penerapan
portofolio yang telah dilakukan oleh suatu perusahaan !

Pengertian portofolio adalah sekumpulan atau kombinasi dua atau lebih jenis investasi dengan tingkat
risiko dan keuntungan yang berbeda beda dalam jangka waktu tertentu untuk mendapatkan keuntungan
yang maksimal dengan risiko yang minim.
Konsep dari risiko portfolio pertama kali diperkenalkan secara formal oleh Harry M. Markowitz tahun 1950-
an. Kemudian dia memenangkan hadiah nobel di bidang ekonomi pada tahun 1990 untuk hasil karyanya
tersebut. Dia menunjukkan bahwa secara umum risiko mungkin dapat dikurangi dengan menggabungkan
beberapa sekuritas tunggal ke dalam portfolio. Persyaratan utama untuk dapat mengurangi risiko dalam
portfolio adalah return untuk masing-masing sekuritas tidak berkorelasi secara positif dan sempurna.

Kontribusi penting dari ajaran Markowizs adalah bahwa risiko portfolio tidak boleh dihitung dari
penjumlahan semua risiko aset-aset yang ada dalam portfolio tetapi harus dihitung dari kontribusi risiko
aset tersebut terhadap risiko portfolio atau diistilahkan dengan kovarian. Risiko dalam suatu investasi itu
secara umum dapat dibagi atas dua yaitu:

Unsistimatik Risk atau Unique Risk

Unsistimatik Risk adalah risiko saham atau portofolio yang tidak disebabkan oleh pergerakan pasar secara
umum tetapi diakibatkan oleh sekuritas itu sendiri atau permasalahan yang dihadapi oleh industri tertentu.
Risiko ini dapat dihindari dengan melakukan diversifikasi.

Sistematik Risk atau Market Risk

Risiko jenis kedua ini adalah resiko yang disebabkan oleh pergerakan pasar secara umum, seperti
perubahan ekonomi suatu negara, perubahan pajak dan krisis energi dunia. Risiko ini tidak dapat
diminimalkan dengan diversifikasi bahkan investor yang sudah melakukan diversifikasi dengan baikpun
akan terkena dampaknya.

Contoh portofolio aplikasi pada sebuah perusahan manufaktur (sekitar 1996)

Kelemahan simplifikasi dengan matrix:

- tidak terlalu akurat, hanya membantu manajemen agar lebih jernih melihat portofolio aplikasi

4. a. Buatlah contoh diverisifikasi portofolio investasi bagi investor pemula beserta rasio/proporsi untuk
setiap investasinya!

Memastikan portofolio Anda memiliki banyak investasi berbeda


Ada berbagai jenis investasi yang bisa memberikan keuntungan. Anda bisa memilih dari semua investasi
yang ada sebagai langkah awal untuk diversifikasi portofolio. Namun, Anda tidak boleh sembarangan
memilih. Sesuaikan dengan profil risiko dan tujuan investasi Anda.

Profil risiko merupakan indikator kemampuan Anda menerima risiko investasi. Umumnya, dibagi menjadi 3
yaitu: konservatif, moderat, dan agresif. Berikut penjelasan mengenai ketiganya.

Investor konservatif tidak suka adanya perubahan yang ekstrem. Mereka lebih senang jika imbal hasil yang
didapatkan stabil. Investor moderat adalah mereka yang  mampu menerima risiko lebih banyak. Sedangkan
investor agresif berani mengambil risiko yang tinggi untuk mendapatkan imbal hasil yang maksimal.

Tentukan juga tujuan investasi Anda, apakah untuk jangka panjang atau untuk jangka pendek? Misalnya,
Anda ingin mengumpulkan uang untuk biaya pernikahan tiga tahun lagi, maka investasi jangka panjang bisa
menjadi pilihan. Jika Anda berencana membeli kendaraan satu tahun lagi, maka Anda bisa menggunakan
investasi jangka pendek.

P2P Lending adalah salah satu jenis investasi jangka pendek yang bisa dicoba. Salah satunya adalah P2P
Lending Modal Rakyat. P2P Lending ini mampu memberikan imbal hasil mulai dari 15% hingga 25%.

Selain P2P Lending, Anda bisa mencoba reksa dana atau deposito untuk investasi jangka pendek.
Sedangkan untuk investasi jangka panjang, investasi saham, emas, atau properti sangat cocok. Pilihlah 3
hingga 5 macam produk investasi untuk diversifikasi.

Tentukan rasio setiap jenis investasi

Anda sudah menentukan 3 hingga 5 jenis investasi. Selanjutnya, Anda perlu menentukan rasio setiap
produk investasi dalam portofolio Anda.

Portofolio yang efektif berisi campuran berbagai jenis aset dengan karakteristik berbeda. Memadukan
berbagai kelas aset bersama-sama dalam portofolio Anda adalah salah satu teknik diversifikasi yang dapat
meningkatkan laba Anda sekaligus mengurangi risiko. Berikut ini contoh alokasi aset dalam portofolio
investasi.

60% Saham | 20% Properti | Reksa Dana 20%

45% Saham | 10% Properti | 30% Deposito | Reksa Dana 10%

20% P2P Lending | 80% Reksa Dana

10% Emas | 10% Saham | 50% Reksa Dana | 30% P2P Lending

Sebagai seorang pemula, Anda boleh mengubah rasio tersebut hingga menemukan resep yang tepat.
Semakin lama Anda beriinvestasi, semakin banyak Anda mendapatkan pengalaman.Wajar untuk
bereksperimen dan mengubah kepemilikan aset Anda.

b. Jelaskan pertimbangan dalam penentuan diversifikasi tersebut!

(1) agar perusahaan tidak tergantung pada satu pasar saja, sehingga kekhawatiran perusahaan tentang
kejenuhan yang akan terjadi atas product line yang ada untuk mencapai tujuan pertumbuhan secara
efisien, dapat dihindari atau dihilangkan;

(2) adanya kesempatan menghasilkan produk baru dapat mendatangkan hasil keuntungan yang lebih baik;
(3) adanya unsur sinergi, dimana penambahan produk baru yang lain akan menimbulkan besarnya biaya
tetap per unit akan menurun atau lebih rendah;

(4) adanya kegiatan dalam pengembangan produk yang dapat menghasilkan atau menemukan produk
baru.

Anda mungkin juga menyukai