Anda di halaman 1dari 3

Nama : Sayib Rojakoni

Nim : 030617016

Prodi : 54/Manajemen

Matkul : EKMA 4263 - MANAJEMEN KINERJA

TUGAS 1

Jelaskan mengenai manajemen kinerja sebagai suatu system dan berikan contoh kasusnya.

Bacal (1998) mengungkan lima pandangan dasar dalam sistem manajemen kinerja :

         Model integrative untuk kinerja organisasi

Manajemen kinerja sebagai suatu struktur sistem integrative yang saling berkesinambungan antar
aspek. Sehingga, keberhasilan manajemen kinerja ditentukan oleh keseluruhan aspek yang ada dalam
suatu organisasi, tidak ditentukan bagian per bagian.

         Fokus pada proses dan hasil

Manajemen kinerja menjadi suatu sistem yang tidak hanya berorientasi pada hasil (pandnagan
tradisional). Proses menjadi salah satu aspek penunjang yang penting dalam penentuan hasil yang baik.

         Keterlibatan pihak yang berkaitan dalam pencapaian tujuan

Pekerja sebagai subyek utama yang melakukan proses bisnis organisasi secara langsung. Maka dari itu,
keterlibatan pihak yang berkaitan (pekerja) menjadi penunjang dalam pencapaian tujuan organisasi

         Penilaian kinerja objektif dan mengena pada sasaran

Manajemen kinerja mencakup penilaian kinerja objektif dan sesuai dengan sasaran tiap bagian
organisasi yang berkaitan. Akhirnya, hal ini berpotensi pada dampak positif dari penilaian kinerja yang
sukses dan terstruktur

         Evaluasi dan pembelajaran antara atasan dan bawahan

Manajemen kinerja yang baik mampu menyediakan suatu hasil evaluasi kinerja terstruktur. Hasil
evaluasi dapat memberikan informasi pada pihak terkait (atasan maupun bawahan). Informasi mengenai
hasil evaluasi dapat menjadi sarana pembelajaran dan penentu tindakan perbaikan dimasa mendatang

Catatan kecil yang harus diingat bahwa manajemen kinerja (performance management) bukanlah
penilaian kinerja (performance appraisal). Penilaian kinerja adalah sistem evaluasi yang dilakukan setiap
periode tertentu tanpa adanya umpan balik bagi karyawan yang dinilai kinerjanya. Penilaian kinerja yang
di perusahaan kita dilakukan setiap akhir tahun hanyalah sebagian kecil, saya ulangi lagi, sebagian kecil
dari sebuah sistem besar yang dinamakan manajemen kinerja.

contoh kasus di Ball Corporation, tentang perubahan lingkungan internal yang merubah sistem secara
keseluruhan. Ball Corporation adalah perusahaan pensuplai kemasan metal bagi hampir seluruh
perusahaan makanan dan cat di seluruh dunia. Tim manajemen memperkirakan bahwa mereka akan
dapat meningkatkan kinerja pabrik dengan menerapkan proses yang lebih baik. Hal ini ditindaklanjuti
dengan menetapkan sasaran dan merubah perilaku karyawan. Program baru tersebut dimulai dengan
melatih para pemimpin pabrik mengenai cara untuk meningkatkan kinerja, menetapkan, dan
mengkomunikasikan sasaran kinerja harian. Mereka pada gilirannya mengkomunikasikan dan
mengevaluasi pencapaian sasaran harian dengan mendistribusikan kartu skor tim kepada tim kerja
pabrik. Karyawan pabrik menerima pembinaan dan pelatihan khusus untuk memastikan bahwa mereka
mempunyai keterampilan yang dibutuhkan untuk mencapai sasaran tersebut. Berdasarkan evaluasi
manajemen, dalam 12 bulan paska penerapan sistem yang baru pabrik tersebut dapat meningkatkan
produksi sebesar 84 juta kaleng, mengurangi keluhan pelanggan sebesar 50%, dan mendapatkan
pengembalian atas investasi sebesar lebih dari $3 juta.

Jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi system manajemen kinerja dan kaitkan dengan teori-
teori.

Manajemen Kinerja sebagai Suatu Sistem

Sistem adalah komponen - komponen yang berinteraksi dan bekerja bersama secara
interdependen untuk mencapai sesuatu. Sistem menerima input dan mengubah input melalui proses
untuk menjadi output. Output dapat berupa hasil atau produk atau jasa atau informasi. Sistem
manajemen kinerja itu penting karena berhubungan dengan kesuksesan kerja, peningkatan kinerja,
pengembangan diri karyawan, dan sasaran organisasi.

Manajemn kinerja tidak linier tetapi tidak berurutan atau melompat - lompat. sehingga sebuah
sistem, manajemen kinerja harus berhubungan dengan fungsi - fungsi penting lain seperti kesuksesan
kerja, peningkatan kinerja, pengembangan diri karyawan, dan sasaran organisasi. Semakin baik kita
merangkaikan sebuah sistem manajemen kinerja dengan hal - hal lain yang harus dilakukan organisasi,
semakin besar kemungkinan orang memahami bahwa hal ini mempunyai manfaat yang penting. Kalau
satu atau dua bagian kita lupakan, maka sistemnya tidak akan berjalan lancar.

Keterbatasan sistem manajemen kinerja adalah keterbatasan sistem pengukuran kinerja finansial
yang belum mampu mengakomodasi tuntutan persaingan. Keterbatasan sistem pengukuran kinerja
finansial meliputi :

 manusia terperangkap dalam sistem itu sendiri


 kekurangrelevanan sistem pengukuran kinerja berbasis finansial bagi pengelolaan usaha saat ini
 sistem konvensional berorientasi pada pelaporan kinerja masa lalu
 berorientasi jangka pendek
 kurang luwes atau fleksibel
 tidak memicu perbaikan
 sering rancu pada aspek biaya
 manajer tidak terlalu menyukai tantangan, dan
 karyawan sering takut melakukan

Sistem pengukuran kinerja tradisional ( konvensional ) menghasilkan informasi yang terlalu lambat,
terlalu global, kurang fokus, dan terlalu terdistorsi bagi manajer untuk melakukan proses perencanaan
dan pengambilan keputusan. Saat ini, pengukuran kinerja berbasis nonfinansial menjadi semakin
penting karena meningkatnya minat tingkat manajemen yang lebihtinggi untuk menemukan "jantung"
dan proses operasi bisnis mereka. Salah satu keuntungan dan penggunaan kriteria nonfinansial adalah
variabel - variabel tersebut lebih mudah dimengerti oleh siapa pun sehingga persoalan - persoalan
dalam proses operasi baik di perusahaan manufaktur maupun jasa dapat dikenali sesegera mungkin.

Sistem baru bagi organisasi dibutuhkan karena sistem pengukuran kinerja finansial tidak mampu
mengakomodasi tuntutan persaingan pasar bebas.