Anda di halaman 1dari 5

1. PT.

Sinar Beauty merupakan perusahaan yang memproduksi berbagai macam kosmetik,


seperti bedak, lipstick, lulur, mascara dan eye shadow. Peeusahaaan ini berproduksi di
cikarang dibawah pimpinan tuan lando. Peminat kosmetik yang di kelola oleh Tuan
Lando sangat banyak bahkan sampai ke kota-kota besar seluruh Indonesia, bagi Tuan
Lando kepercayaan pelanggan harus terus dijaga, maka untuk mendekati pelanggan PT
Sinar Beauty akan berencana untuk membuka gudang distribusi baru. Dua pilihan
alternative lokasi yaitu Kota Bandung dan Kota Surabaya. Dalam menentukan gudang
yang baru akan didirikan di kota mana, pihak manajemen mempertimbangkan beberapa
faktor yang akan digunakan sebagai dasar penilaian pemilihan lokasi secara kuantitatif.
Setiap faktor akan dinilai dengan kriteria kurang, cukup, baik, dan sangat baik. Faktor-
faktor tersebut beserta hasil penilaian untuk kota Bandung dan kota Surabaya adalah
sebagai berikut:
 Kota A: lokasi pasar (baik), transportasi (baik), perpajakan (cukup), harga tanah dan
bangunan (sangat baik), keamanan (sangat baik), dan komunitas lingkungan (baik).
 kota B: lokasi pasar (sangat baik), transportasi (baik), perpajakan (kurang), harga
tanah dan bangunan (kurang), keamanan (cukup), dan komunitas lingkungan
(kurang).
 Selanjutnya pihak manajemen mengkuantitatifkan hasil penilaian tersebut yaitu
sangat baik = 4, baik = 3, cukup = 2, dan kurang = 1.
 Faktor-faktor tersebut juga diberi bobot mengingat setiap faktor mempunyai
pengaruh yang tidak sama terhadap pemilihan lokasi. Faktor kemanan serta harga
tanah dan bangunan merupakan faktor dengan bobot tertinggi yaitu 3, faktor
transportasi diberikan bobot 2, sedangkan faktor lokasi pasar, perpajakan, dan
komunitas lingkungan diberikan bobot 1.
Kota manakah yang sebaiknya dipilih oleh PT. Sinar Beauty sebagai kota untuk
mendirikan gudang distribusi yang baru ?
URAIAN :
Dalam BMP EKMA4215 Modul 3 Kegiatan Belajar 1 tentang Model Penentuan
Lokasi Perusahaan menerangkan bahwa keputusan penentuan lokasi merupakan
keputusan yang sangat penting. Oleh karena itu, penentuan lokasi memerlukan proses
panjang dan merupakan kegiatan strategis dalam menajamen operasional perusahaan.
Salah satu metode penentuan tersebut ialah metode penilaian faktor. Metode penilaian
faktor (factor rating method) merupakan salah satu dari beberapa kualitatif salam
pemilihan lokasi. Metode tersebut digunakan untuk memilih dan menentukan lokasi
berdasarkan berbagai faktor yang menjadi pertimbangan. Faktor tersebut diberi bobot
kepentingan, sedangkan masing-masing lokasi dinilai berdasarkan pengamatan tim
peneliti. Hasil penilaian masing-masing lokasi beserta bobot kepentingannya merupakan
faktor yang mempengaruhi nilai masing-masing lokasi.
Soal yang diberikan seperti pada nomor 1 (satu) merupakan salah satu implementasi
penentuan keputusan lokasi yang akan dipilih oleh PT. Sinar Beauty sebagai kota untuk
mendirikan gudang distribusi yang baru. Berikut ini akan saya uraikan jawabannya:

Bobot Skor Lokasi Total Skor


Faktor
Faktor Lokasi A Lokasi B Lokasi A Lokasi B
Lokasi Pasar 1 3 4 (1)(3)=3 (1)(4)=4
Transportasi 2 3 3 (2)(3)=6 (2)(3)=6
Perpajakan 1 2 1 (1)(2)=2 (1)(1)=1
Harga Tanah dan Bangunan 3 4 1 (3)(4)=12 (3)(1)=3
Keamanan 3 4 2 (3)(4)=12 (3)(2)=6
Komunitas Lingkungan 1 3 1 (1)(3)=3 (1)(1)=1
Total 38 21
Dari Perhitungan Factor Rating Method diatas, Lokasi A mendapatkan nilai 38,
Lokasi B mendapatkan nilai 21. Dengan demikian, Lokasi A yang mendapatkan nilai
tertinggi yaitu 38 terpilih sebagai lokasi terbaik untuk mendirikan mendirikan gudang
distribusi yang baru PT. Sinar Beauty tersebut.

2. Sejak tahun 1995 PT Wijaya yang bergerak pada bidang industri sepatu hanya memiliki
satu lokasi pabrik, yang bertempat di kota Bogor. PT Wijaya memproduksi berbagai
macam sepatu, diantaranya sepatu sport, sepatu kerja wanita serta pria dan sepatu untuk
anak-anak. Satu tahun terakhir ini PT wijaya mendapatkan order pesanan sepatu yang
semakin meningkat, dan dikhawatirkan tidak mampu melayani permintaan dalam 3
tahun kedepan. PT Wijaya berencana untuk mendirikan pabrik baru, dengan tiga
laternatif lokasi, yaitu Surabaya, Yogyakarta dan Medan. Dalam melakukan pemilihan
lokasi, pihak manajemen telah menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh di setiap
lokasi, bobot kepentingan setiap faktor, dan skor untuk masing-masing lokasi sebagai
berikut.
Skor Total Skor
No Faktor Bobot
Surabaya Yogyakarta Medan Surabaya Yogyakarta Medan
1 Ketersediaan dan Biaya Tenaga Kerja 0.3 70 90 60 (0.3)(70)=21 (0.3)(90)=27 (0.3)(60)=18

2 Sumber Bahan Baku 0.2 60 80 50 (0.2)(60)=12 (0.2)(80)=16 (0.2)(50)=10

3 Sarana Prasarana 0.1 70 70 70 (0.1)(70)=7 (0.1)(70)=7 (0.1)(70)=7

4 Infrastruktur 0.1 60 70 70 (0.1)(60)=6 (0.1)(70)=7 (0.1)(70)=7

5 Pajak Daerah 0.1 70 80 60 (0.1)(70)=7 (0.1)(80)=8 (0.1)(60)=6

6 Sumber Tenaga 0.2 50 60 60 (0.2)(50)=10 (0.2)(60)=12 (0.2)(60)=12

Total 63 77 60
Dari Perhitungan Factor Rating Method diatas, Kota Surabaya mendapatkan nilai 63, Kota Yogyakarta mendapatkan nilai 77, Kota
Medan mendapatkan nilai 60. Dengan demikian, Kota Yogyakarta yang mendapatkan nilai tertinggi yaitu 77 terpilih sebagai lokasi terbaik
untuk mendirikan pabrik baru PT Wijaya tersebut.
3. PT Lancar Jaya merupakan perusahaan yang bergerak di bidang olahan makanan kering,
Sejak pertama kali berdiri Tuan Bayu selaku pimpinan perusahaan selalu mengutamakan
kualitas bahan baku dan terus mengembangkan usahanya. Sejak tahun 2000 berdiri PT
lancar jaya merupakan salah satu olahan makanan kering yang banyak di gemari
masyarakat. Pada masa covid seperti saat ini produksi perusahaan mengalami
penurunan, oleh karena itu Tuan Bayu mempertimbangkan untuk mengatur bahan baku
yang ada, agar bahan baku dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan tidak terbuang.
Selama ini perusahaan menggunakan tiga bahan baku utama, diantaranya bahan baku A,
Bahan baku B dan bahan baku C untuk melakukan produksi.

Untuk menghadapi permasalahan yang ada, Tuan Bayu memutuskan untuk


menggunakan sistem EOQ dalam pengadaan bahan bakunya agar dapat melakukan
pekerjaan dengan lebih efektif dan sistem produksi dapat tetap berjalan. Sistem ini
diharapkan mampu menghemat sebanyak 25% dari biaya persediaan yang selama ini
dikeluarkan PT. Lancar Jaya. Adapun data biaya pemesanan, biaya penyimpanan, dan
kebutuhan bahan selama satu tahun untuk bahan baku yang digunakan adalah:
• Biaya pemesanan Rp. 500.000 / pesan
• Biaya penyimpanan Rp. 10.000 / roll
• Kebutuhan bahan baku A = 100.000 roll per tahun
• Kebutuhan bahan baku B = 80.000 roll per tahun
• Kebutuhan bahan baku C = 50.000 roll per tahun
Berdasarkan kasus tersebut, tentukanlah EOQ masing-masing jenis bahan baku PT
Lancar Jaya!
URAIAN
Diketahui =
- S = Rp. 500.000 / pesan
- H = Rp. 10.000 / roll
- D (A) = 100.000 roll per tahun
- D (B) = 80.000 roll per tahun
- D (C) = 50.000 roll per tahun
Ditanyakan = EOQ masing-masing bahan baku
Dijawab =
a. Perhitungan EOQ Bahan Baku A
2 SD
EOQ = √ H

2 ( 500.000 ) ( 100.000 )
EOQ =
√ 10.000
EOQ = √ 10.000.000
EOQ = 3.162,27 roll

b. Perhitungan EOQ Bahan Baku B


2 SD
EOQ = √ H

2 ( 500.000 ) ( 80 .000 )
EOQ =
√ 10.000
EOQ = √ 8 .000.000
EOQ = 2.828,42 roll

c. Perhitungan EOQ Bahan Baku C


2 SD
EOQ = √ H

2 ( 500.000 ) ( 5 0.000 )
EOQ =
√ 10.000
EOQ = √ 5 .000.000
EOQ = 2.236.06 roll

Anda mungkin juga menyukai