Anda di halaman 1dari 4

NAMA : FADLY FENANSIR ADAM

NIM : 030922157
UPBJJ UT : JAYAPURA

TUGAS TUTORIAL KE-3


PROGRAM STUDI AKUNTANSI

Nama Mata Kuliah : Akuntansi Keuangan Lanjutan 1


Kode Mata Kuliah : EKSI4309
Jumlah sks : 3 sks
Nama Pengembang : Eka Wirajuang Daurrohmah, S.E.I., M.Ak
Nama Penelaah : Eka Wirajuang Daurrohmah, S.E.I., M.Ak
Status Pengembangan : Baru/Revisi*
Tahun Pengembangan : 2021
Edisi Ke- : 3

Skor Sumber Tugas


No Tugas Tutorial
Maksimal Tutorial
Hitunglah dan berikan penjelasan Modul 7 Kegiatan
1 40
Belajar 2
Buatlah diagram dua jenis struktur afiliasi yang
melibatkan kepemilikan tidak langsung! Hitunglah 40
Modul 8 Kegiatan
2 kepemilikan langsung dan tidak langsung yang Belajar 1
dikuasai oleh pemegang saham mayoritas dan
nonpengendali untuk tiap diagram!
Apa saja keunggulan dan kerugian SPT pajak
Modul 9 Kegiatan
3 20
konsolidasi Belajar 1
* coret yang tidak sesuai

1. Anggaplah sebuah perusahaan anak memiliki 10.000 lembar saham beredar. Sebanyak
8.000 lembar di antaranya dimiliki oleh perusahaan induk. Jika perusahaan induk
membeli lagi 2.000 lembar saham secara langsung dari perusahaan anak sebesar nilai
buku, bagaimana perusahaan induk mencatat investasi tambahan tersebut? Apakah
jawaban tersebut akan berbeda jika pembelian ke-2.000 lembar saham tersebut
dilakukan di atas nilai buku?
NAMA : FADLY FENANSIR ADAM
NIM : 030922157
UPBJJ UT : JAYAPURA
Jawaban :

1. Pembelian atau akuisisi yang dilakukan oleh Perusahaan Induk dari 2.000 saham
secara langsung dari perusahaan anak meningkatkan persentase kepemilikan
perusahaan induk yang awalnya 80% (8.000 dari 10.000 lembar saham) menjadi 5/6
1
(10.000 dari 12.000 lembar saham atau 83 %). Perhitungan detailnya :
3

Saham Awal Perusahaan Induk atas Perusahaan Anak:


8.000
= x 100% = 80%
10.000

Kemudian Perusahaan Induk membeli lagi 2.000 lembar saham dari Perusahaan
Anak, maka :
10.000 1
= x 100% = 83,33% ~ 83 %
12.000 3

Perubahan dalam kepemilikan dipegang tidak mempengaruhi cara pencatatan


perusahaan induk atas investasi tambahannya. Perusahaan induk dalam semua
kasus menaikkan rekening investasinya sejumlah kas yang dibayarkan atau hal
lain yang diberikan untuk investasi tambahan. Tidak terdapat perbedaan jika harga
pembelian dilakukan di atas atau di bawah nilai buku.

2. Kepemilikan Tidak Langsung


a. Bapak – Anak – Cucu
Induk

6 0%

Perusahaan A

50%
a
Perusahaan B

Pemegang Saham Mayoritas :


Perusahaan Induk secara langsung menguasai 60% kepemilikan pada
Perusahaan A, sedangkan secara tidak langsung menguasai 30% (60% x
50%) kepemilikan pada Perusahaan B.
Pemegang Saham Non-Pengendali :
Pemegang saham nonpengendali secara langsung menguasai 40%
kepemilikan pada Perusahaan A dan 50% kepemilikan pada Perusahaan B,
sedangkan secara tidak langsung menguasai 20% (40% x 50%) kepemilikan
pada Perusahaan B.
NAMA : FADLY FENANSIR ADAM
NIM : 030922157
UPBJJ UT : JAYAPURA
b. Afiliasi Penghubung

Induk
6 0% 50%

Perusahaan A Perusahaan B
30%

Pemegang Saham Mayoritas :


Perusahaan Induk secara langsung menguasai 60% kepemilikan pada
Perusahaan A dan 50% kepemilikan pada Perusahaan B, sedangkan secara
tidak langsung menguasai 18% (60% x 30%) kepemilikan pada Perusahaan
B.
Pemegang Saham Non-Pengendali :
Pemegang saham nonpengendali secara langsung menguasai 40%
kepemilikan pada Perusahaan A dan 50% kepemilikan pada Perusahaan B,
sedangkan secara tidak langsung menguasai 12% (40% x 30%) kepemilikan
pada Perusahaan B.

3. Pajak Penghasilan Entitas Konsolidasi


a. Keunggulan Mengajukan SPT Pajak Konsolidasi
➢ Kerugian yang diderita salah satu perusahaan afiliasi dihapus oleh laba
yang diperoleh anggota kelompok afiliasi lainnya. Akan tetapi, kerugian
yang diderita pada saat mengakuisisi perusahaan afiliasi hanya dapat
dihapus oleh laba kena pajak perusahaan afiliasi.
➢ Dividen antar perusahaan dikecualikan dari laba kena pajak
➢ Laba antar perusahaan ditangguhkan dari pendapatan hingga direalisasi
(tetapi kerugian yang belum direalisasi juga ditangguhkan hingga
terealisasi).

Tidak dilibatkannya dividen antar perusahaan bukan merupakan keunggulan


utama dari mengajukan SPT pajak konsolidasi karena entitas konsolidasi yang
diklasifikasikan sebagai kelompok afiliasi sama sekali dibebaskan dari dividen
yang diterima dari anggota kelompok yang sama meskipun entitas tersebut
memilih tidak mengajukan SPT pajak konsolidasi. Selain itu, wajib pajak
korporasi juga dapat mengurangi 80% dividen yang diterima dari perusahaan
domestik yang dimiliki 20% hingga 80% dapat mengurangi 70% dividen yang
diterima dari perusahaan domestik yang dimiliki kurang dari 20%.
NAMA : FADLY FENANSIR ADAM
NIM : 030922157
UPBJJ UT : JAYAPURA
b. Kelemahan Mengajukan SPT Pajak Konsolidasi
Entitas konsolidasi yang mengajukan SPT pajak konsolidasi akan kehilangan
beberapa fleksibilitas yang dimiliki entitas yang mengajukan SPT pajak
terpisah. Sebagai contoh, setiap perusahaan anak yang disertakan dalam SPT
pajak konsolidasi harus menggunakan tahun kena pajak perusahaan induk.
Namun, tahun yang berbeda dapat digunakan Ketika mengajukan SPT terpisah.
Pilihan untuk mengajukan SPT pajak konsolidasi akan membuat sebuah entitas
mengonsolidasikan SPT pajak dari tahun ke tahun. Hal yang sulit adalah
mendapatkan izin untuk menghentikan pengajuan SPT pajak konsolidasi. Selain
itu, perusahaan yang telah keluar dari konsolidasi juga tidak dapat bergabung
Kembali dengan kelompok afiliasi selama 5 (lima) tahun.

Sumber :
Nursasmito, Irfan, dkk.2019.Buku Materi Pokok Akuntansi Keuangan Lanjutan I EKSI4309
Modul 7 – Modul 9.Tangerang Selatan:Universitas Terbuka