Anda di halaman 1dari 30

COFFEE MORNING

SOSIALISASI PERATURAN MENTERI ESDM NOMOR 11 TAHUN 2018


TENTANG TATA CARA PEMBERIAN WILAYAH, PERIZINAN, DAN PELAPORAN
PADA KEGIATAN USAHA PERTAMBANGAN MINERAL
DAN BATUBARA
Jakarta, 13 Februari 2018
DAFTAR ISI
I LATAR BELAKANG DEREGULASI DAN PENYEDERHANAAN PERIZINAN

II POKOK-POKOK PENGATURAN PERMEN ESDM NO 11 TAHUN 2018 TENTANG


TATA CARA PEMBERIAN WILAYAH, PERIZINAN, DAN PELAPORAN PADA
KEGIATAN USAHA PERTAMBANGAN MINERBA

2
I. LATAR BELAKANG
Penyederhanaan Regulasi dan Perizinan Sektor Minerba

MAKSUD & TUJUAN Penggabungan Izin Pengurangan Waktu


Mendukung program Nawa Cita
melalui perbaikan pelayanan perizinan
I pengelolaan pertambangan agar lebih
mudah, lebih cepat dan lebih murah
sehingga mendukung iklim investasi
dan mendorong pertumbuhan 02 04
ekonomi;
01 03 05
Percepatan menuju Wilayah Bebas
Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih
2 Melayani di Lingkungan DJMB dengan
penataan peningkatan sistem Pencabutan Peraturan Pengurangan
Pelayanan Publik. Penghapusan Izin
(deregulasi) Persyaratan
Dalam rangka untuk meningkatkan
3 efektifitas dan efisiensi dalam
pemberian perizinan di bidang
pertambangan mineral dan batubara,

3
PERUBAHAN SERTA PENGHAPUSAN
REGULASI/PERIZINAN/ SERTIFIKASI/REKOMENDASI

TAHAP I TAHAP II TAHAP III TAHAP IV REKAPITULASI


22 Januari 2018 5 Februari 2018 12 & 19 Februari 2018 26 Februari 2018
Regulasi Sertifikasi/ Sertifikasi/ Sertifikasi/ Sertifikasi/
Regulasi yang Regulasi yang Regulasi yang Regulasi yang
yang Rekomendasi/ Rekomendasi/ Rekomendasi/ Rekomendasi/
Dicabut/ Perizinan yang Dicabut/ Perizinan yang Dicabut/ Perizinan yang Dicabut/ Perizinan yang
Dicabut/
Direvisi Dicabut Direvisi Dicabut Direvisi Dicabut Direvisi Dicabut
Direvisi
Migas - 11 2 7 17 1 - 19 19
Ketenagalistrikan 11 4 - 7 - 3 - 25 -
Minerba - 7 - 8 51 17 9 32 60
EBTKE - 7 - 6 9 - - 13 9
SKK Migas - - - 6 - 6 - 12 -
BPH Migas - - - 3 - - - 3 -
Jumlah 11 29 2 37 77 27 9 104 88

-
KEPMEN HASIL PENYEDERHANAAN REGULASI
NO PERMEN KEPMEN
1. Permen ESDM No 8/2018 tentang Pencabutan -
Kepmen ESDM terkait Kegiatan Usaha Minerba
2. Permen ESDM No 11/2018 tentang Tata Cara 1. Pedoman Penyiapan, Penetapan, dan Pemberian WIUP/WIUPK
Pemberian Wilayah, Perizinan, dan Laporan
2. Pedoman Pelaksanaan Permohonan Evaluasi serta Penerbitan Perizinan

3. Pedoman Penyusunan Penyampaian Evaluasi dan Persetujuan RKAB serta


Laporan
3. Permen ESDM Tentang Pengusahaan 1. Pedoman Pemberian Rekomendasi Ekspor Mineral Hasil Pengolahan dan/atau
Pertambangan Minerba Pemurnian
2. Pedoman Pengenaan Pemungutan dan Pembayaran/Penyetoran PNBP
3. Pedoman Pelaksanaan Divestasi Saham

4. Pedoman Penyusunan Cetak Biru (Blue Print) dan Pelaksanaan Pengembangan


Pemberdayaan Masyarakat (PPM)
5. Pedoman Pemasangan Tanda Batas WIUP/WIUPK Operasi Produksi

4. Permen ESDM Tentang Pelaksanaan Kaidah 1. Pedoman Pelaksanaan Kaidah Teknik Pertambangan Yang Baik (Good Mining
Pertambangan Yang Baik dan Pengawasan Practices)
Minerba
2. Pedoman Pengawasan Kaidah Teknik Pertambangan Yang Baik oleh Inspektur
Tambang
3. Pedoman Pengawasan Tata Kelola Pengusahaan Pertambangan yang dilakukan
oleh Pejabat yang Ditunjuk
II. POKOK-POKOK PENGATURAN
R-PERMEN TENTANG TATA CARA PEMBERIAN WILAYAH,
PERIZINAN DAN PELAPORAN

TATA CARA
TATA CARA PENYUSUNAN
TATA CARA SANKSI
PEMBERIAN RENCANA KERJA
PEMBERIAN IZIN ADMINISTRATIF
WILAYAH ANGGARAN BIAYA
DAN LAPORAN

6
1
TATA CARA PEMBERIAN
WILAYAH

7
PERUBAHAN REGULASI TERKAIT PEMBERIAN WIUP/WIUPK
Gubernur dalam pemberian WIUP mineral bukan logam batuan wajib mendapatkan rekomendasi dari
1 bupati/walikota. Rekomendasi diberikan bupati/walikota dalam jangka waktu 5 hari kerja sejak diterimanya
permohonan dan apabila rekomendasi tidak disampaikan dalam jangka waktu 5 hari maka rekomendasi
dianggap diberikan.

2 Rekomendasi bupati/walikota terkait penerbitan WIUP bukan logam batuan berisi informasi penggunaan
lahan, dan kesesuaian dengan kawasan peruntukan pertambangan.

3 Penerbitan WIUP mineral logam, mineral bukan logam, batubara, batuan yang berada bersama-sama dengan
WUP radioaktif wajib mendapatkan rekomendasi dari instansi pemerintah di bidang ketenaganukliran

4 Pengumuman lelang dilakukan paling lama 1 bulan sebelum pelaksanan lelang (dalam regulasi sebelumnya
pengumuman lelang dilakukan selama 3 bulan sebelum pelaksanaan lelang)

5 Perubahan dalam prosedur pemberian WIUPK Eksplorasi secara prioritas dan lelang

8
KONSEP PENAWARAN DAN PELELANGAN WIUPK
BUMN BUMD
NO TINDAK LANJUT KETERANGAN
(BERMINAT) (BERMINAT)

1 YA TIDAK Tunjuk Langsung BUMN BUMN membentuk Badan Usaha baru (Joint Venture) yang
sahamnya diberikan kepada BUMD palin sedikit 10%

2 TIDAK YA Tunjuk Langsung BUMD BUMD dapat membentuk Badan Usaha baru (Joint Venture) yang
kepemilikan sahamnya terdiri dari BUMD dan BU swasta paling
banyak 49% atau mengusahakannya sendiri

3 YA YA Lelang (jika BUMN menang) BUMN membentuk Badan Usaha baru (Joint Venture) yang
sahamnya diberikan kepada BUMD paling sedikit 10%

YA YA Lelang (jika BUMD menang) BUMD dapat membentuk Badan Usaha (Joint Venture) yang
kepemilikan sahamnya terdiri dari BUMD dan BU swasta paling
banyak 49%

4 TIDAK TIDAK Lelang Terbuka kepada Badan Usaha swasta selaku pemenang lelang harus membentuk
Badan Usaha Swasta Badan Usaha baru (Joint Venture) yang sahamnya diberikan
kepada BUMD paling sedikit 10% . Dalam hal BUMD yg dibentuk
provinsi dan Kab/kota berminat, maka kepemilikan saham 10%
BUMD dibagi dengan proporsi:
a. 4% bagi BUMD yang dibentuk provinsi
b. 6% bagi BUMD yang dibentuk kab/kota 9
2
TATA CARA PEMBERIAN
PERIZINAN

10
PENGATURAN KEMBALI TENTANG PERIZINAN DI BIDANG PENGANGKUTAN DAN
PENJUALAN MINERAL DAN BATUBARA
SEBELUM MENJADI
Tanda Registrasi Perusahaan IUP OPERASI PRODUKSI KHUSUS UNTUK
Pengangkutan dan Penjualan (untuk PENGANGKUTAN DAN PENJUALAN
perizinan pengangkutan dan
penjualan § Pengaturan persyaratan tambahan untuk permohonan IUP
OPK untuk pengangkutan dan penjualan yakni
menyampaikan Salinan MOU dengan pemegang izin
sumber mineral atau batubara yang telah Clear and Clean
Persyaratan permohonan TR tanpa § Setiap penambahan kerjasama harus menyampaikan
harus menyampaikan salinan MOU/ perjanjian kerjasama dengan pemegang izin sumber
§ Kewajiban IUP OPK untuk melaporkan kegiatannya,
perjanjian/kontrak kerja sama
menyampaikan LHV dan menaati ketentuan peraturan
dengan pemegang Izin sumber perundang-undangan di bidang lalu lintas apabila
menggunakan fasilitas jalan umum
§ Sanksi tegas dalam bentuk pencabutan bagi IUP OPK yang
melanggar

PENGENDALIAN DAN IUP Operasi Produksi khusus untuk


PENGAWASAN pengangkutan dan penjualan diberikan dalam
PERLU DIPERKUAT jangka waktu 5 Tahun dan dapat diberikan
perpanjangan selama 5 Tahun untuk setiap kali
perpanjangan
11
PERIZINAN YANG DIINTEGRASIKAN DALAM PERSETUJUAN RKAB

INTEGRASI PERSETUJUAN RKAB


DIGUNAKAN SEBAGAI
JENIS –JENIS DALAM REKOMENDASI UNTUK
PERIZINAN DAN RKAB PENGURUSAN PERIZINAN
PERSETUJUAN DI INSTANSI LAINNYA

TUJUAN INTEGRASI PERIZINAN DALAM RKAB:


1. Proses perizinan lebih efektif dan efisien
2. Mempersingkat proses birokrasi sehingga
pelaku usaha dapat mengurus beberapa
perizinan sekaligus
PERIZINAN YANG DIINTEGRASIKAN DALAM PERSETUJUAN RKAB
NO PERIZINAN YANG DIINTEGRASIKAN DALAM PERSETUJUAN RKAB
1. Rekomendasi Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (akan dihapus dalam Rpermen Pengusahaan)
Persetujuan Rencana Perubahan Investasi dan Sumber Pembiayaan termasuk di dalamnya Perubahan Modal Disetor dan
2.
Ditempatkan
Persetujuan Rencana Pembangunan Fasilitas Pengangkutan, Penyimpanan/Penimbunan, atau Penggunaan Bahan Peledak dan
3.
Rekomendasi Pembelian Bahan Peledak
4. Persetujuan Rencana Pembangunan Tempat Penyimpanan/Penimbunan Bahan Bakar Cair
5. Persetujuan Rencana Pelaksanaan Peledakan Tidur

6. Persetujuan Rencana Pengujian Kelayakan Penggunaan Peralatan dan/atau Rencana Pengujian Kelayakan Penggunaan Instalasi

7. Persetujuan Rencana Pengoperasian Kapal Keruk/Isap


8. Rekomendasi fasilitas impor, re-ekspor, impor sementara atau pemindahtanganan barang
9. Rekomendasi permohonan Angka Pengenal Impor Produsen (APIP)
10. Persetujuan kegiatan pencampuran batubara (blending) dari pemegang IUP/IUPK OP atau IPR
11. Persetujuan kerja sama pemanfaatan fasilitas yang dimiliki untuk digunakan oleh pemegang IUP atau IUPK lainnya

13
PELIMPAHAN KEWENANGAN KAIT KEPADA KADIS ESDM PROVINSI
NO JENIS KEWENANGAN KEPALA INSPEKTUR TAMBANG YANG DILIMPAHKAN KEPADA
KADIS ESDM PROVINSI
1 mengesahkan kepala teknik tambang;
2 menerbitkan kartu pengawas operasional;
3 mengesahan kepala tambang bawah tanah;
4 menerbitkan kartu izin meledakkan;
5 menyetujui pembangunan fasilitas penyimpanan/penimbunan bahan peledak;
6 menyetujui pembangunan fasilitas penyimpanan/penimbunan bahan bakar cair;
7 memberikan rekomendasi pembelian dan penggunaaan bahan peledak;
8 menyetujui pelaksanaan peledakan tidur;
9 menerima laporan audit internal dan/atau eksternal penerapan SMKP mineral dan batubara;
10 menetapkan tingkat pencapaian penerapan SMKP mineral dan batubara serta memberikan rekomendasi dalam rangka
mencapai tujuan penerapan SMKP mineral dan batubara;
11 melakukan evaluasi laporan hasil pemeliharaan dan perawatan tanda batas WIUP Operasi Produksi atau WIUPK Operasi
Produksi yang telah dipasang dan ditetapkan

14
PENYEDERHANAAN PERSYARATAN IUP OPK PENGOLAHAN
DAN/ATAU PEMURNIAN
SEBELUM MENJADI
1. Rencana konstruksi dan pembangunan sarana dan 1. Rencana pembangunan fasilitas pengolahan
prasarana penunjang kegiatan operasi produksi dan/atau pemurnian yang meliputi informasi
khusus untuk pengolahan dan/atau pemurnian; mengenai lokasi, teknologo yang digunakan,
2. Dokumen studi kelayakan yang telah disetujui jenis produk, kapasitas input dan output,
oleh Menteri atau gubernur sesuai dengan DISEDERHANAKAN serta jadwal pembangunan;dan
kewenangannya; dan
2. Nota kesepahaman atau perjanjian kerja
3. Nota kesepahaman atau perjanjian kerja sama
dalam rangka pengolahan dan/atau pemurnian sama dalam rangka pengolahan dan/atau
komoditas tambang mineral atau batubara pemurnian komoditas tambang mineral atau
4. Memiliki Tenaga Ahli berpengalaman 3 th, di bid. batubara
Metalurgi atau ahli di bid. pengolahan pemurnian
5. Perjanjian kerja sama jual beli dengan pembeli
dalam dan/atau luar negeri

KTT sebagai pemimpin tertinggi di lapangan yang Penanggung jawab teknik dan lingkungan sebagai
disahkan oleh Kepala Inspektur Tambang pemimpin tertinggi di lapangan yang disahkan oleh
kepala inspektur tambang;
15
PENGATURAN BARU HAK DAN KEWAJIBAN PEMEGANG IUP/IUPK

HAK KEWAJIBAN
1. Pembinaan kepada perusahaan jasa pertambangan dalam penerapan kaidah
Pemegang IUP Operasi Produksi atau teknik pertambangan yang baik
IUPK Operasi Produksi dapat melakukan 2. Penerapan asas kepatutan, transparan, dan kewajaran dalam menggunakan
kegiatan Eksplorasi Lanjutan dalam perusahaan jasa pertambangan pemegang IUJP
rangka: 3. Penyelesaian hak atas sarana dan prasarana pendukung sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan jika terdapat sarana dan prasarana
1. Optimalisasi sumber daya dan/atau pendukung kegiatan pertambangan dalam WIUP atau WIUPK yang akan
cadangan; dimanfaatkan.
2. Mempertahankan rasio cadangan 4. Menyusun laporan lengkap Eksplorasi dan laporan FS termasuk perubahannya
terhadap produksi tertentu; berdasarkan SNI dan ditandatangani oleh competent person sepanjang telah
dan/atau terdapat competent person bagi komoditas mineral logam, mineral bukan
3. Penyesuaian terhadap perubahan logam, dan batubara; dan
metode Penambangan 5. Menyusun laporan lengkap Eksplorasi dan laporan Studi Kelayakan komoditas
batuan ditandatangani oleh penanggung jawab perusahaan.
6. Menyampaikan Laporan lengkap Eksplorasi apabila terdapat penambahan dan
perubahan sumber daya berdasarkan hasil Eksplorasi Lanjutan bagi pemegang
IUP Operasi Produksi atau IUPK Operasi Produksi.

16
IUP OPERASI PRODUKSI UNTUK PENJUALAN
Badan Usaha yang tidak Badan Usaha yang tidak Badan usaha yang tidak
1 bergerak pada usaha 2 bergerak pada usaha 3 bergerak pada usaha
pertambangan yang pertambangan merupakan pertambangan yang
bermaksud menjual Badan Usaha yang antara memanfaatkan mineral
mineral atau batubara lain melaksanakan kegiatan: atau batubara yang tergali
1. pembangunan
yang tergali wajib terlebih untuk kepentingan sendiri
konstruksi sarana dan
dahulu memiliki IUP sepanjang tidak untuk
prasarana lalu lintas
Operasi Produksi untuk jalan; mendapatkan keuntungan
penjualan dan 2. pembangunan secara komersial*, tidak
mengajukan permohonan konstruksi pelabuhan; wajib memiliki IUP Operasi
perizinannya kepada 3. pembangunan Produksi untuk penjualan
Menteri atau Gubernur terowongan;
*Keuntungan secara komersial adalah
sesuai dengan 4. pembangunan pemanfaatan mineral bukan logam atau
kewenangannya konstruksi bangunan batuan tergali, secara langsung untuk
sipil; dan/atau menghasilkan suatu produk yang dapat
5. pengerukan alur lalu dijual, tidak termasuk mineral bukan
lintas sungai, danau, logam atau batuan yang digunakan
dan/ atau laut. untuk pembangunan sarana prasarana
untuk kepentingan umum termasuk
pembangunan kawasan industri

17
3
TATA CARA PENYUSUNAN
RENCANA KERJA ANGGARAN
BIAYA DAN LAPORAN

18
A. PENYUSUNAN, PENYAMPAIAN & PERSETUJUAN RKAB TAHUNAN
PENYUSUNAN RKAB
1 Pemegang IUP, IUPK, dan IUP Operasi Produksi khusus untuk pengolahan dan/atau pemurnian, dalam menyusun RKAB
Tahunan wajib mengikuti format yang ditetapkan Dirjen a.n Menteri atau Gubernur sesuai dengan kewenangannya.

2 PENYAMPAIAN RKAB
paling cepat 90 hari kalender dan paling lambat 45 hari kalender sebelum berakhirnya tahun takwim.

3 PERSETUJUAN RKAB
• Menteri atau gubernur memberikan persetujuan atau tanggapan dalam jangka waktu 14 hari kerja sejak diterimanya
RKAB Tahunan secara lengkap dan benar.
• Dalam hal Menteri atau gubernur memberikan tanggapan atas RKAB Tahunan pemegang IUP atau IUPK wajib
menyampaikan perbaikan RKAB Tahunan dalam jangka waktu 5 (lima) hari kerja.
• Menteri atau gubernur memberikan persetujuan atas RKAB Tahunan dalam jangka waktu paling lambat 14
(empat belas) hari kerja terhitung sejak diterimanya perbaikan.
• Pemegang IUP dan IUPK hanya dapat melakukan kegiatan usaha pertambangan setelah mendapatkan persetujuan
RKAB Tahunan 19
20
B. RENCANA KERJA DAN ANGGARAN BIAYA SERTA LAPORAN

Penyusunan Laporan, Pemegang IUP, IUPK, IUP Operasi Produksi khusus untuk pengolahan dan/atau
pemurnian, IUP Operasi Produksi khusus untuk pengangkutan dan penjualan dan IUJP dalam menyusun
Laporan wajib mengikuti format yang ditetapkan oleh Dirjen a.n Menteri atau Gubernur sesuai dengan
kewenangannya

Menteri atau gubernur dapat memberikan tanggapan berdasarkan hasil evaluasi terhadap laporan
bulanan atau laporan triwulan, selanjutnya pemegang IUP, IUPK, IUP OP khusus untuk pengolahan
dan/atau pemurnian, , IUP Operasi Produksi khusus untuk pengangkutan dan penjualan dan/atau IUJP
harus menindaklanjuti tanggapan dimaksud paling lama 5 (lima) hari kalender sejak diterimanya
tanggapan dari Menteri atau gubernur.

Pemegang IUP Eksplorasi, IUPK Eksplorasi, IUP Operasi Produksi, IUPK Operasi Produksi, IUP Operasi
Produksi khusus untuk pengolahan dan/atau pemurnian, dan/atau IUJP wajib menyampaikan:
a.Laporan Berkala;
b.Laporan Akhir; dan/atau
c. Laporan Khusus.
21
C. JENIS LAPORAN
I. LAPORAN BERKALA II. LAPORAN III. LAPORAN
AKHIR KHUSUS
1. laporan atas RKAB Tahunan, terdiri dari lap bulanan dan lap 1. laporan Lengkap 1. laporan pemberitahuan awal
triwulan Eksplorasi kecelakaan
2. laporan pelaksanaan reklamasi dalam rangka pelepasan 2. laporan Studi 2. laporan pemberitahuan
atau pencairan jaminan reklamasi Kelayakan awal kejadian berbahaya

3. laporan pelaksanan pascatambang dalam rangka 3. laporan 3. laporan pemberitahuan awal


pencairan jaminan pemasangan kejadian
tanda batas akibat penyakit tenaga kerja
4. laporan audit internal dan/atau eksternal SMKP 4. Laporan Akhir Operasi 4. laporan penyakit akibat kerja hasil
Produksi diagnosis
5. laporan kualitas air limbah pertambangan 5. laporan kasus lingkungan

6. laporan konservasi 6. laporan kajian teknis pertambangan


7. laporan statistik kecelakaan tambang dan kejadian 7. laporan audit eksternal SMKP
berbahaya
8. laporan statistik penyakit tenaga kerja
9. Laporan pelaksanaan kegiatan usaha Jasa pertambangan

10. Laporan audit internal penerapan SMKP Minerba


11. Laporan realisasi pembelian mineral dan batubara
12. Laporan realisasi penjualan mineral atau batubara
E. PERUBAHAN RKAB

§ Perubahan RKAB hanya dapat diajukan oleh pemegang IUP Operasi Produksi
atau IUPK Operasi Produksi apabila terjadi perubahan tingkat kapasitas
produksi.
§ Perubahan RKAB dapat diajukan sebanyak 1 (satu) kali dalam jangka waktu
paling cepat setelah pemegang IUP Operasi Produksi atau IUPK Operasi
Produksi menyampaikan laporan triwulan kedua dan paling lambat tanggal
31 Juli pada tahun berjalan.

23
4
SANKSI
ADMINISTRATIF

24
KETENTUAN MENGENAI SANKSI ADMINISTRATIF
PENCABUTAN IZIN LANGSUNG TANPA
WAKTU SANKSI
1 PERINGATAN TERTULIS 2 MELALUI PERINGATAN TERTULIS DAN
PENGHENTIAN SEMENTARA

IUP OP KHUSUS
Peringatan tertulis diberikan
PENGANGKUTAN &
paling banyak 3 (tiga) kali dengan
PENJUALAN
jangka waktu peringatan
masing-masing paling lama 30
(tiga puluh) hari kalender

Melakukan kegiatan Melakukan kegiatan

X
pengangkutan dan pengangkutan dan
penjualan mineral penjualan yang tidak
atau batubara dari dilaporkan salinan
ilegal mining (tanpa perjanjian/ kontrak
izin) dari Izin Sumber

25
KETENTUAN PERALIHAN
1. Pemegang IUP OP khusus untuk pengolahan dan/atau 4. TR untuk Pengangkutan dan Penjualan yang telah
pemurnian yang telah memiliki KTT dan diangkat oleh diterbitkan sebelum berlakunya Peraturan Menteri ini
KaIT diakui sebagai penanggung jawab teknik dan wajib mengajukan permohonan penyesuaian menjadi
lingkungan sesuai dengan ketentuan Permen ini IUP OP khusus untuk pengangkutan dan penjualan
kepada Menteri atau gubernur dalam jangka waktu
paling lambat 6 bulan sejak berlakunya Permen ini

2. Persetujuan Program Kemitraan mineral aluvial yang 5. RKAB Tahunan yang telah disampaikan dan/atau telah
telah diterbitkan oleh Menteri dinyatakan tetap disetujui oleh Menteri melalui Dirjen atau gubernur
berlaku sampai dengan jangka waktunya berakhir dan sebelum diundangkannya Permen ini tetap diakui
wajib menyesuaikan dengan ketentuan Permen ini; sebagai dasar pelaksanaan kegiatan pertambangan, serta
harus disesuaikan dengan Permen ini khusus terkait
dengan jenis perizinan yang persetujuannya diterbitkan
dalam RKAB Tahunan

3. tanda registrasi tidak lagi diperlukan sebagai dasar 6. ketentuan mengenai persetujuan RKAB Tahunan dan
untuk melakukan kegiatan usaha jasa pertambangan perubahan saham serta direksi dan/atau komisaris
non-inti; dalam Peraturan Menteri ini diberlakukan kepada KK
dan PKP2B

26
KETENTUAN PERALIHAN (Lanjutan)
7. tahap kegiatan KK dan PKP2B disesuaikan menjadi: 10. terhadap wilayah yang ditingkatkan tahap kegiatannya
1. tahap kegiatan Eksplorasi yang meliputi menjadi tahap kegiatan operasi produksi sebagaimana
Penyelidikan Umum, Eksplorasi, dan Studi dimaksud pada angka 7 hanya dapat dilakukan kegiatan
Kelayakan; dan operasi produksi sepanjang memenuhi persyaratan sesuai
2. tahap kegiatan operasi produksi yang meliputi dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
Konstruksi, Penambangan, Pengolahan dan/atau
Pemurnian, serta Pengangkutan dan Penjualan;
8. penyesuaian tahap kegiatan KK dan PKP2B 11. rekomendasi eksportir terdaftar/persetujuan ekspor
sebagaimana dimaksud pada angka 7dilaksanakan timah murni batangan tidak lagi diperlukan sebagai
dalam jangka waktu paling lambat 6 (enam) bulan dasar untuk memperoleh pengakuan sebagai eksportir
sejak Permen ini diundangkan terdaftar/persetujuan ekspor timah murni batangan dari
instansi yang menyelenggarakan urusan pemerintahan
di bidang perdagangan
9. KK dan PKP2B yang masih memiliki tahap kegiatan 12. rekomendasi eksportir terdaftar Batubara tidak lagi
yang berbeda sebagaimana dimaksud pada angka 7 diperlukan sebagai dasar untuk memperoleh pengakuan
ditingkatkan tahap kegiatannya menjadi tahap sebagai eksportir terdaftar dari instansi yang
kegiatan operasi produksi berdasarkan rencana kerja menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang
seluruh wilayah yang telah mendapatkan persetujuan perdagangan;
Menteri dalam jangka waktu paling lambat 6 (enam)
bulan sejak Permen ini diundangkan;
27
KETENTUAN PERALIHAN (Lanjutan)

Status Clear and Clean dan/atau Sertifikat


Clear and Clean yang telah diterbitkan
dinyatakan tetap berlaku

Pada Saat Permen IUP mineral bukan logam dan IUP batuan yang
11 Tahun 2018 diterbitkan sebelum diundangkannya Permen
berlaku ESDM No 11/2018 tidak memerlukan status
Clear and Clean dan/atau Sertifikat Clear and
Clean; dan

IUP yang diterbitkan setelah


diundangkannya Permen ESDM No 11/2018
tidak memerlukan status Clear and Clean

28
KETENTUAN PENUTUP (PENCABUTAN PERATURAN)
1. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 5. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 15
1453.K/29/MEM/2000 tentang Pedoman Teknis Tahun 2017 tentang Tata Cara Pemberian Izin Usaha
Penyelenggaraan Tugas Pemerintahan di Bidang Pertambangan Khusus Operasi Produksi sebagai Kelanjutan
Pertambangan Umum; Operasi Kontrak Karya atau Perjanjian Karya Pengusahaan
Pertambangan Batubara
2. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 6. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 34
12 Tahun 2011 tentang Tata Cara Penetapan Wilayah Usaha Tahun 2017 tentang Perizinan di Bidang Pertambangan Mineral
Pertambangan dan Sistem Informasi Wilayah Pertambangan dan Batubara
Mineral dan Batubara
3. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 7. Peraturan Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Nomor
28 Tahun 2013 tentang Tata Cara Lelang Wilayah Izin Usaha 714.K/30/DJB/2014 tanggal 12 Agustus 2014 tentang Tata Cara
Pertambangan dan Wilayah Izin Usaha Pertambangan Khusus dan Persyaratan Pemberian Rekomendasi Eksportir Terdaftar
pada Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral Logam dan Batubara
Batubara
4. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 8. Peraturan Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Nomor
25 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri 841.K/30/DJB/2015 tanggal 31 Juli 2015 tentang Tata Cara dan
Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 12 Tahun 2011 Persyaratan Pemberian Rekomendasi Eksportir Terdaftar dan
tentang Tata Cara Penetapan Wilayah Usaha Pertambangan Persetujuan Ekspor Timah Murni Batangan
dan Sistem Informasi Wilayah Pertambangan Mineral dan
Batubara

DICABUT
29
30