Anda di halaman 1dari 4

TUGAS

KEGAWATDARURATAN MATERNAL DAN NEONATAL


DOSEN PENGAMPU
DESI HERTATI, SST.,M.Keb

Disusun Oleh :

DERIANTY

2019.A.10.0798

YAYASAN EKAHARAP PALANGKARYA


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
PROGRAM STUDI DIII KEBIDANAN
TAHUN 2021
1. Sebutkan Pengertian kegawat daruratan obsetric dan neonatal
Kegawatdaruratan adalah kejadian yang tidak diduga atau terjadi secara tiba-
tiba, seringkali merupakan kejadian yang berbahaya(Dorlan,2011). Kegawatdaruratan
dapat juga didefinisikan sebagai situasi serius dan kadang kala berbahaya yang
terjadi secara tiba-tiba dan tidak terduga dan membutuhkan tindakan segera guna
menyelamatkan jiwa/nyawa (Campbell, 2000).
Sedangkan kegawatdaruratan obstetri adalah kondisi kesehatan yang mengancam
jiwa yang terjadi dalam kehamilan atau selama dan sesudah persalinan dan
kelahiran. Terdapat sekian banyak penyakit dan gangguan dalam kehamilan yang
mengancam keselamatan ibu dan bayinya (Chamberlain, Geoffrey, & Phillip Steer,
1999). Kasus gawatdarurat obstetri adalah kasus obstetri yang apabila tidak segera
ditangani akan berakibat kematian ibu dan
Asuhan Kebidanan Kegawatdaruratan Maternal Neonatal janinnya. Kasus ini
menjadi penyebab utama kematian ibu janin dan bayi baru lahir (Saifuddin,
2002). Masalah kedaruratan selama kehamilan dapat disebabkan oleh komplikasi
kehamilan spesifik atau penyakit medis atau bedah yang timbul secara bersamaan.
Kegawatdaruratan neonatal adalah situasi yang membutuhkan evaluasi danmanajemen
yang tepat pada bayi baru lahir yang sakit kritis (≤ usia 28 hari), serta membutuhkan
pengetahuan yang dalam mengenali perubahan psikologis dan kondisi patologis
yang mengancam jiwa yang bisa saja timbul sewaktu-waktu (Sharieff, Brousseau,
2006)Penderita atau pasien gawat darurat adalah pasien yang perlu pertolongan
tepat, cermat, dan cepat untuk mencegah kematian/kecacatan. Ukuran keberhasilan
dari pertolongan ini adalah waktu tanggap (respon time) dari penolong. Pengertian
lain dari penderita gawat darurat adalah penderita yang bila tidak ditolong segera
akan meninggal atau menjadi cacat, sehingga diperlukan tindakan diagnosis dan
penanggulangan segera. Karena waktu yang terbatas tersebut, tindakan
pertolongan harus dilakukan secara sistematis dengan menempatkan prioritas pada
fungsi vital sesuai dengan urutan ABC, yaitu :A (Air Way) :yaitu membersihkan jalan
nafas dan menjamin nafas bebas hambatanB (Breathing) : yaitu menjamin ventilasi
lancarC (Circulation):yaitu melakukan pemantauan peredaran darah
2. Sebutkan jenis-jenis kegawatdaruratan pada maternal dan pengertiannya saja
a. perdarahan ,
Perdarahan pervaginam pada ibu hamil muda harus dievaluasi dengan seksama.
Darah yang keluar melalui vagina merupakan perdarahan atau spotting. Spotting
disebut juga flek, yaitu perdarahan ringan yang biasa terjadi pada saat kehamilan
terutama trimester 1 (usia kehamilan 0 – 12 minggu)
b. darah tinggi pada kehamilan
Hipertensi dalam kehamilan merupakan kondisi ketika tekanan darah ibu hamil
berada di atas angka 140/90 mmHg. Diperkirakan sekitar 5–10% ibu hamil di seluruh
dunia mengalami hipertensi dalam kehamilan. Kondisi ini biasanya muncul saat usia
kehamilan sekitar 20 minggu, tetapi bisa juga muncul lebih awal
c. kehamilan ektopik
Kehamilan ektopik adalah kelainan implantasi dari pembuahan sel telur. Sel telur
yang telah dibuahi oleh sperma secara alami seharusnya akan menempel pada dinding
rahim. Namun, pada kehamilan ektopik hasil pembuahan ini menempel pada tempat
lain selain di dinding rahim.
Tempat yang paling sering menjadi tempat penempelan adalah di saluran indung
telur, di mana tempat ini seharusnya tidak dirancang untuk penempelan hasil
pembuahan. Dalam bahasa yang lebih sederhana, kehamilan ektopik sering dikatakan
sebagai “hamil di luar kandungan”.
d. Abortus
Abortus atau yang lebih sering disebut keguguran adalah kematian janin dalam
kandungan sebelum usia kehamilan mencapai 20 minggu.
3. Sebutkan jenis-jenis kegawatdaruratan pada neonatal dan pengertiannya saja
a. Asfiksia (Bayi lahir sesak/tidak menangis),
Asfiksia neonatorum atau pada bayi baru lahir adalah kondisi ketika bayi tidak
mendapatkan oksigen yang cukup selama proses persalinan berlangsung. Hal ini
otomatis membuat bayi menjadi susah bernapas baik sebelum, selama, maupun
setelah kelahiran
b. Berat Badan bayi Lahir Rendah (BBLR)
Berat badan lahir rendah (BBLR) adalah bayi yang lahir dengan berat badan lebih
rendah dari berat badan bayi rata-rata. Bayi dinyatakan mengalami BBLR jika
beratnya kurang dari 2,5 kilogram, sedangkan berat badan normal bayi yaitu di atas
2,5 atau 3 kilogram
c. Makrosomia
Makrosomia adalah berat badan bayi yang lahir lebih dari 4000 gram. Melihat insiden
bayi lahir dengan makrosomia mempunyai resiko cukup tinggi yang mungkin terjadi
pada ibu maupun janin, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi
persalinan dengan makrosomia.