Anda di halaman 1dari 3

TUGAS

KEGAWATDARURATAN MATERNAL DAN NEONATAL


DOSEN PENGAMPU
ANA PARAMITA, S.Tr.,Keb

Disusun Oleh :

DERIANTY

2019.A.10.0798

YAYASAN EKAHARAP PALANGKARYA


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
PROGRAM STUDI DIII KEBIDANAN
TAHUN 2021
RINGKASAN DISTOSIA BAHU
Dr. I Nyoman S. Tapayana, M.Biomed. SP. OG
https://www.youtube.com/watch?v=DHNxtDC-Dyo

Pada kasus yang terjadi pada ibu hamil persalinan normal kepala bayi mengalami
perputaran faksi luar tetapi pada kasus distosia bahu perpurtaran bahu ini terhenti dan
menyangkut dijalan lahir karena bahu bayi tersangkut panggul ibu.

Bahaya nya dapat terjadi komprehensi tali pusat atau kegagalan dada bayi untuk
berkembang dan mengakibatkan bayi aspiksia dan pada bayi akan mengakibatkan perdarahan
HPP atau perdarahan dan bayi dalam waktu 8 jam harus sudah lahir.
Kejadian distosia bahu memiliki bebrapa faktor resiko salah satunya yaitu bayi besar atau
mikrosomia, riwayat bayi besar, riwayat DM gastisional dan pada riwayat persalinan induksi.
Cara mengatasi distosia bahu Yaitu kita memiliki nemonik A = meminta penolong lain untuk
membantu pertolongan tersebut L= dimana panggul ibu diangkat lebih tinggi dari pada
kepalanya jadi panggul ibu haru mengalami deplesi kearah atas sehingga akan memudahkan
bahu bayi bisa kluar A = dimana bahu anterior diusahakan untuk terlipat kearah dada bayi
sehingga bahu tersebut dapat melwati pintu panggul caranya ada dua yaitu
1. manuver masanti yaitu kita menekan si bqagian atas simfisis pubis kearah bahu anterior
ke dada bayi seningga bahu dapat dikeluarkan dan
2. manuver rubbin dimana kita melakukan pemriksaan dalam bahwa bahu anterior kita putar
kearah dalam sehingga dia dapat melewati simpisis pubis jika belum berhasil kita lakukan
3. Wus Pu Manupure manuver pada pemeriksaan dalam bahu anterior bayi kita putar
kearah depan dan yang posterior diputar ke arah belakang sehingga bahu dari dalam
memutar bayi seperti memutar mor.
4. Apabila ketiga cara ini tida bisa juga maka kita melakukan maniver mengeluarkan lengan
belakang bayi atau lengan bawah bayi. Pada normalnya kita dapat melakukan
pemeriksaan dalam dan meraba pusat cubiti bayi dalam menekan sehingga lengan
mengalami pleksi dan kita mengambil lengan yang bagian posterior dan melakukan
tindakan seperti mengusap lengan untuk mengeluarkan lengan. Jika dirasakan jalan lahir
sempit maka kita lakukan episiotomi.
5. Apabila semua cara gagal maka kita dapat mempertimbangkan cara ekstrim dengan cara
mematahkan navikula bayi. Tetapi jika hal ini belum berhasil maka dilakukan tindakan
operasi