Anda di halaman 1dari 31

RANCANGAN AKTUALISASI

PELATIHAN DASAR CPNS

OPTIMALISASI PELAYANAN KESEHATAN DI IGD RUMAH SAKIT

UMUM DAERAH GUNUNG JATI KOTA CIREBON

Disusun oleh:

dr. Gebrina Amanda

199306162020122012

Gelombang VII Kelompok 4

PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL GOLONGAN III

GELOMBANG VII TAHUN 2021

PUSAT PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA

KEMENTERIAN DALAM NEGERI

REGIONAL BANDUNG
RANCANGAN AKTUALISASI

PELATIHAN DASAR CPNS

OPTIMALISASI PELAYANAN KESEHATAN DI IGD RUMAH SAKIT

UMUM DAERAH GUNUNG JATI KOTA CIREBON

Disusun oleh:

dr. Gebrina Amanda

199306162020122012

Gelombang VII Kelompok 4

PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL GOLONGAN III

GELOMBANG VII TAHUN 2021

PUSAT PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA

KEMENTERIAN DALAM NEGERI

REGIONAL BANDUNG
LEMBAR PERSETUJUAN

RANCANGAN AKTUALISASI

Pelatihan Dasar CPNS Golongan III Bagi Purna Praja

Institut Pemerintahan Dalam Negeri Angkatan XXVII

Kelas 4 Gelombang 7 Tahun 2021

JUDUL : Optimalisasi Pelayanan

Kesehatan di IGD Rumah Sakit

Umum Daerah Gunung Jati Cirebon

NAMA : dr. Gebrina Amanda

NIP. : 199306162020122012

GOLONGAN, PANGKAT/ RUANG : Penata Muda TK. 1/IIIB

SATUAN KERJA : Dokter Ahli Pratama

Disetujui dapat diimplementasikan pada tahap Habituasi, untuk


selanjutnya diujikan dalam Evaluasi Pelaksanaan Aktualisasi yang
dilaksanakan pada Tanggal Juli 2021 di Pusat Pengembangan Sumber
Daya Manusia Regional Bandung.

Cirebon, 10 Mei 2021

Coach, Mentor,

MAMAY MULYADIN, S.E., M.Si dr. YUNI DARTI Sp. Gk


NIP. 196805261996031001 Kepala Bidang Pelayanan Medis
NIP. 19760606 200701 2020
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang senantiasa memberikan


curahan rahmat dan nikmat-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan
Rancangan Aktualisasi dan Habituasi nilai-nilai dasar Pegawai Negeri Sipil
(PNS) dengan judul “Optimalisasi Pelayanan Kesehatan di IGD Rumah
Sakit Umum Daerah Gunung Jati Kota Cirebon” .
Penulisan rancangan aktualisasi nilai-nilai dasar PNS ini disusun
sebagai salah satu persyaratan kelulusan Pelatihan Dasar Calon Pegawai
Negeri Sipil Golongan III Angkatan VII Tahun 2021 sebagai bentuk
pemahaman konseptual dan internalisasi nilai-nilai dasar PNS yang akan
diterapkan RSUD Gunung Jati.
Dalam menyelesaian rancangan aktualisasi nilai-nilai PNS ini,
penulis menyampaikan terima kasih kepada:
1. Mamay Mulyadin, S.E., M.Si, selaku pembimbing yang telah
memberikan bimbingan dan arahan kepada penulis sehingga
rancangan aktualisasi ini dapat selesai dengan baik.
2. Dra. Sri Lakshmi Stanyawati, M.Si, selaku narasumber/penguji yang
memberikan saran, masukan perbaikan untuk penyempurnaan
rancangan aktualisasi ini sehingga nantinya dapat diterapkan dengan
baik.
3. dr. Yuni Darti Sp. Gk, selaku mentor yang telah memberikan masukan,
inspirasi dan arahan sehingga rancangan aktualisasi ini dapat
diselesaikan dengan baik.
4. ----------------selaku Kepala Ruang IGD yang telah memberikan
masukan dan arahan sehingga rancangan aktualisasi ini dapat
diselesaikan dengan baik.
5. Seluruh panitia yang telah memberikan ilmu, bimbingannya, dukungan
dan fasilitas selama kegiatan Pelatihan Dasar CPNS Golongan III
Angkatan VII.
6. Keluarga yang telah mendukung, mendoakan serta memberi bantuan
sehingga semua kegiatan Pelatihan Dasar CPNS dapat terselesaikan
dengan baik.

iii
7. Keluarga besar RSUD Gunung Jati atas dukungan dan kerjasamanya
8. Seluruh peserta Pelatihan Dasar CPNS Golongan III Angkatan VII
atas inspirasi, kekompakan, bantuan, dan dukungannya.
Penulis berharap semoga rancangan aktualisasi ini dapat
memberikan manfaat bagi semua pihak dan dapat memberikan contoh
tentang implementasi nilai-nilai Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik,
Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi (ANEKA) dengan prinsip Manajemen
Aparatur Sipil Negara (ASN), Pelayanan Publik dan Whole of Government
dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan kerja dan masyarakat.
Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan pada
rancangan ini, oleh karena itu penulis berharap kepada semua pihak
untuk memberikan saran dan masukan serta kritik yang membangun
untuk penyempurnaan rancangan aktualisasi ini.

Cirebon, 7 Mei 2021

Penulis

iii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL........................................................................................i

LEMBAR PERSETUJUAN..........................................................................ii

KATA PENGANTAR...................................................................................iii

DAFTAR ISI................................................................................................iv

DAFTAR GAMBAR DAN TABEL.................................................................v

A. LATAR BELAKANG..........................................................................1

B. TUJUAN, MANFAAT DAN RUANG LINGKUP.................................3

C. PROFIL INSTANSI...........................................................................4

D. IDENTIFIKASI MASALAH DALAM PELAKSANAAN TUGAS DAN

ALTERNATIF SOLUSI....................................................................12

E. RANCANGAN AKTUALISASI.........................................................17

F. FRAMEWORK RANCANGAN AKTUALISASI................................23

G. JADWAL RANCANGAN AKTUALISASI.........................................24

iv
DAFTAR TABEL DAN GAMBAR

GRAFIK 1..................................................................................................10
TABEL 1......................................................................................................7
TABEL 2 ...................................................................................................14
TABEL 3................................................................................................... 15

v
A. LATAR BELAKANG

Pemerintah yang baik yaitu pemerintahan yang berorientasi


kepada kepentingan negara dan masyarakat yang
mengembangkan dan mererapkan nilai - nilai dasar Akuntabilitas,
Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi. ASN
merupakan salah satu piranti utama dalam mewujudkan cita-cita
bangsa yang tertuang pada alinea 2 dan 4 pembukaan Undang
Undang Dasar 1945 yaitu Negara yang merdeka, berdaulat adil
dan makmur, melalui cara memajukan kesejahteraan umum,
mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan
ketertiban dunia. Untuk dapat mewujudkan tujuan nya maka ASN
harus melaksanakan fungsinya sebagai pelayan publik, pemersatu
bangsa dan pelaksana kebijakan publik di berbagasi aspek
kehidupan.
Dalam rangka membentuk ASN profesional yang
berkarakter, yaitu PNS yang karakternya dibentuk oleh sikap
perilaku bela negara, nilai – nilai dasar PNS, dan pengetahuan
tentang kedudukan dan peran PNS dalam NKRI, serta menguasai
bidang tugasnya sehingga mampu melaksanakan tugas dan
perannya secara profesional sehingga pelayan masyarakat maka
perlu dilaksanakan pembinaan melalui jalur Pelatihan Dasar Calon
PNS, sesuai dengan tujuan dan sasaran Peraturan Lembaga
Administrasi Negara (LAN) Nomor 25 Tahun 2017 Tentang
Pedoman Penyelenggaraan Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri
Sipil Golongan III.
Pelayanan kesehatan merupakan hak setiap orang yang
dijamin dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia
tahun 1945 yang harus diwujudkan dengan upaya peningkatan
derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Pelayanan
kesehatan merupakan tempat yang sangat dibutuhkan oleh semua
kalangan masyarakat. Hampir semua orang tidak tergantung usia
dan tingkat sosial yang menyadari pentingnya kesehatan akan

1
datang memeriksakan kesehatannya di tempat penyelenggara
medis, seperti rumah sakit, puskesmas, klinik, dokter, perawat,
bidan dan petugas medis lainnya.
Rumah Sakit Umum Daerah Gunung Jati Kota Cirebon,
merupakan rumah sakit tipe B dan telah ditetapkan sebagai rumah
sakit rujukan regional, serta sebagai rumah sakit pendidikan utama.
Rumah sakit ini memiliki pelayanan dan fasilitas kesehatan
terlengkap di kota cirebon. Seiring dengan adanya pandemi Covid-
19 yang menyebar di seluruh belahan dunia, pada bulan Maret
2020 rumah sakit ini menerima rujukan dan merawat pasien Covid-
19 untuk regional Cirebon. Namun dalam perjalanannya di tahun ini
juga, kunjungan pasien IGD di rumah sakit Gunung Jati semakin
menurun. Mulai dari bulan Januari 2020 sebanyak 3754 kunjungan,
di pertengahan tahun yaitu bulan Juni sebanyak 1778 kunjungan
dan akhir tahun bulan Desember sebanyak 1533 kunjungan,
bahkan jumlah terendah terdapat pada bulan Oktober yaitu
sebanyak 1305 kunjungan. Hal ini tentu dipengaruhi dari berbagai
faktor, mulai dari sistem/kebijakan, SDM, sarana dan fasilitas,
faktor masyarakat, dan faktor mutu pelayanan di IGD.
Adanya isu tersebut perlu digali lebih lanjut agar dapat
ditemukan solusi sehingga rumah sakit Gunung Jati dapat tetap
mengoptimalkan pelayanan kesehatan yang profesional dan
bermutu terutama di wilayah cirebon, sehingga tentunya membantu
pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat
terutama di bidang kesehatan.

2
B. TUJUAN, MANFAAT DAN RUANG LINGKUP

1. Tujuan
Penulis mampu mengiternalisasikan nilai-nilai dasar ANEKA
(Akuntablitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti
Korupsi) untuk mengoptimalkan pelayanan kesehatan di IGD
RSUD Gunung Jati sehingga bisa memberi kontribusi visi, misi,
dan nilai di RSUD Gunung Jati.

2. Manfaat
Manfaat kegiatan pengaktualisasian nilai-nilai dasar ASN adalah
sebagai berikut :
a. Bagi Calon Pegawai Negeri Sipil
Meningkatkan pemahaman dan mampu untuk
mengimplementasikan nilai-nilai dasar ANEKA (Akuntabilitas,
Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi)
sebagai landasan dalam menjalankan tugas dan fungsinya.
b. Bagi instansi
Membantu Optimalisasi pelayanan kesehatan di IGD RSUD
Gunung Jati.
c. Bagi masyarakat
Meningkatkan pengetahuan masyarakat akan pelayanan kesehatan
dan fasilitasdi IGD RSUD Gunung Jati..
d. Bagi Pemerintah
Membantu walikota dalam penyelenggaraan pemerintah kota di
bidang teknis kesehatan dengan metode atau cara penyembuhan
maupun pemulihan yang dilaksanakan secara serasi, terpadu
melalui kegiatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif.

3. Ruang Lingkup
Kegiatan ini terdiri dari menyusun rancangan aktualisasi,
mempersentasikan rancangan aktualisasi, melaksanakan aktualisasi,

3
menyusun laporan aktualisasi dan mempersentasikan laporan kegiatan
aktualisasi yang dikaitkan dengan nilai-nilai dasar PNS (ANEKA) serta
peran dan kedudukan PNS di dalam NKRI.
Pelaksanaan aktualisasi (habituasi) ini dilaksanakan pada saat off
kampus selama 30 hari di mulai dari tangga 20 Mei sampai 9 Juli 2021.
Kegiatan aktualisasi dilakukan di IGD RSUD Gunung Jati Cirebon.

4
C. PROFIL INSTANSI
Sejarah Rumah Sakit
Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah Gunung Jati Kota
Cirebon, awalnya diajukan oleh Dewan Kota pada tahun 1919 dan
kemudian pada tanggal 14 Maret 1920 dilaksanakan peletakan batu
pertama pembangunan gedung rumah sakit yang terletak di Jalan
Kesambi. Rumah sakit selesai dibangun dan diresmikan pada tanggal
31 Agustus 1921 oleh De Burgermeester Van Cheribon "J. H Johan",
sehingga tanggal 31 Agustus 1921 ditetapkan sebagai hari lahir RSUD
Gunung Jati Kota Cirebon. Pembangunan rumah sakit pada waktu itu
dinilai sangat mewah dan mahal, biayanya adalah f.544.00,- (lima
ratus empat puluh empat gulden) yang diperoleh dari Gemeente Van
Cheribon ditambah dana dari pabrik gula sewilayah Cirebon serta dana
para dermawan. Rumah sakit mulai berfungsi pada tanggal 1
September 1921 sebagai Gemeemtelijk Ziekenhuis dengan nama
"Oranje Ziekenhuis", dibawah pimpinan dr. E. Gottlieb sebagai kepala
rumah sakit yang pertama.
Rumah Sakit "ORANJE" pada saat itu mempunyai kapasitas 133
tempat tidur yang terdiri dari ruang direktur, ruang tata usaha, ruang
portir, ruang apotek, ruang poliklinik, ruang laboratorium, ruang kamar
bedah, ruang dapur, ruang cucian, ruang generator listrik, kamar
mayat, ruang zuster-huis, ruang hooftzuster-huis, asrama putri,
ruangan rawat dengan kapasitas 133 tempat tidur yang terbagi
menjadi 7 tempat tidur kelas 1, 16 tempat tidur kelas 2, 24 tempat tidur
kelas 3, 56 tempat tidur kelas 4, 16 tempat tidur untuk penyakit
setengah menular dan 16 tempat tidur untuk penyakit menular. Data
mengenai perkembangan selanjutnya antara tahun 1922-1929 didapat
dari buku peringatan 50 Tahun Kota Besar Tjirbon, yang
mengutarakan perkembangan jumlah hari perawatan dari 4 macam
kelas perawatan dari tahun 1922 sampai 1929. Perkembangan

5
selanjutnya antara tahun 1930 sampai dengan 1940 tidak banyak
diketahui.
Visi
Terwujudnya Rumah Sakit Daerah Gunung Jati Kota Cirebon Sebagai
Rumah Sakit Rujukan Terdepan Di Jawa Barat Tahun 2023 .

Misi
1. Meningkatkan Mutu Pelayanan dan Keselamatan Pasien;
2. Meningkatkan pemenuhan Sarana Prasarana dan Sumber Daya
Manusia (SDM) yang berkualitas;
3. Meningkatkan Mutu Rumah Sakit Daerah Gunung Jati Kota Cirebon
sebagai Rumah Sakit Pendidikan.

Moto

1. CERIA = Cepat, Ramah dan Ilmiah


2. Melayani Dengan Hati

Nilai

1. Jujur
Merupakan kekuatan moral seluruh pegawai RSUD Gunung Jati
Kota Cirebon sebagai individu yang unggul berkualitas dalam
melaksanakan tugasnya melayani masyarakat dan memajukan
RSUD Gunung Jati Kota Cirebon.
2. Profesional
Berkinerja dengan berbasis kompetensi dan dengan penuh rasa
tanggung jawab, sesuai dengan sistem dan panduan yang berlaku.
3. Berani
Berani melangkah, berani mengambil keputusan, berani beresiko
dalam melaksanakan tugasnya, sesuai dengan ketentuan dan
aturan yang berlaku.

6
Perkembangan RSUD Gunung Jati
1921 31 Agustus 1921, awal berdirinya RSUD Gunung Jati
1979 20 Februari 1979, menjadi RS tipe C
1987 21 Januari 1987, menjadi RS tipe B
1999 21 April 1999, peresmian RSUD tipe B pendidikan oleh
Gubernur Jawa Barat
2011 2 Agustus 2011, akreditasi 16 pelayanan
2013 10 Juni 2013, ditetapkan menjadi rumah sakit
pendidikan utama oleh Menteri Kesehtana
2014 Ditetapkan menjadi rumah sakit rujukan regional Jawa
Barat bagian Timur
2015 Meraih akreditasi Paripurna versi 2012
2016 8-9 Desember 2016, survei verifikasi akreditasi
2017 5-6 dan 13 Desember 2017, survei verifikasi akreditasi
dan akreditasi terfokus
2019 29 Juli 2019, meraih akreditasi Paripurna SNARS Edisi I
Tabel 1. Perkembangan RSUD Gunung Jati

Kedudukan, Tugas Pokok, dan Fungsi RSUD Gunung Jati


Adapun kedudukan dari RSUD Gunung Jati Kota Cirebon adalah
sebagai berikut: kedudukan Rumah Sakit Umum Daerah Gunung Jati
Kota Cirebon kelas B Pendidikan merupakan unsur pendukung otonomi
daerah di bidang kesehatan, dipimpin oleh seorang Direktur, berada di
bawah dan bertanggung jawab kepada Walikota melalui Sekretaris
Daerah.Selain kedudukan, Rumah Sakit Umum Daerah mempunyai
Tugas Pokok yaitu, organisas dan Tata Kerja RSUD Gunung Jati
membantu walikota dalam penyelenggaraan pemerintah kota di bidang
teknis kesehatan dengan metode atau cara penyembuhan maupun
pemulihan yang dilaksanakan secara serasi, terpadu melalui kegiatan
promotof, preventif, kuratif, dan rehabilitative serta melasnakan upaya
rujukan dan menyelenggarakan kegiatan pendidikan sesuai dengan
fungsi sebagai Rumah Sakit yang digunakan temat pendidikan
Fungsi dari RSUD Gunung Jati Kota Cirebon adalah sebagai berikut:

1. Pelaskanaan pelayanan medis.


2. Pelaksanaan pelayanan penunjang medis dan non medis.
3. Pelaksanaan pelayanan dan asuhan keperawatan.

7
4. Pelaksanaan pelayanan rujukan.
5. Pelaksanaan pelayanan pedidikan dan pelatihan.
6. Pelaksanaan pelayanan penelitian dan pengembangan.
7. Pelaksanaan pelayanan pelayanan administrasi umum dan
keuangan.

Struktur Organisasi
Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Gunung Jati Kota Cirebon
dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh Deawan Pengurus BLUD
yang selanjutnya disebut Dewan Pengawas yaitu organ BLUD yang
bertugas melakukan pengawasan terhadap pengelolaan BLUD yaitu
Komite profesi. Komite profesi yaitu kelompok tenaga profesi yang
keanggotaanya dipilih dari anggota. Staff profesi yang bersangkutan
antara lain:
1. Komite Medik yaitu kelomppok tenaga professional yang
mempunyai tugas membantu Direktur dalam menyusun
pelayanan medic dan pelayanan lain dan membantu
melaksanakan pembinaan etika profesi anggota Staf Medik
Fungsional (SMF) Mengembangkan program pelayanan
pendidikan dan pelatihan serta penelitian dan pengembangan.
2. Komite Keperawatan adalah kelompok profesi dan bidan yang
anggotnya terdiri dari para perawat dan bidan, mempunyai tugas
membantu Direktur dalam menyusun standar keperawatan dan
pembinaaan etika profesi keperawatan.
3. Staf Medik yang selanjutnya disebut SMF adalah kemompok
dokter yang bekerja pada Instalasi dalam jabatan fungsional,
mempunyai tugas melaksanakan diagnosis, pengobatan,
pencegahan akibat penyakit, peningkatan dan pemulihan
kesehatan, penyuluhan kesehatan, pendidikan dan pelatihan,
penelitian dan pengembangan serta dalam melaksanakan
tugasnya Staf Medik Fungsional dikelompokkan sesuai dengan
Keahliannya.

8
4. Staf Keperawatan Fungsional yang selanjutnya disebut SKF
adalah kelompok perawat yang bekerja pada instalasi dala
jabatan fungsional mempunyai tugas melaksanakan asuhan
keperawatan dari mulai pengkajian, merumuskna diagnose
keperawatan, intervensi, implementasi sampai evaluasi,
pencegahan akibat penyakit, peingkatan dan pemulihan
kesehatan, penyuluhan kesehatan, pendidikan dan pelatihan,
penelitian dan pengembangan serta dalam melaksanakan
tugasnya staff keperawatan fungsional dikelompokkan sesuai
dengan keahlianya.
5. Staf Paramedis non Keperawatan Fungsional adalah petugas
fungsional yang bertugas di instalasi non keperawatan.
6. Tenaga non medis adalah tenaga yang bertugas di Instalasi
yang berkaitan langsung dnengan pelayanan terhadap pasien,
yang dalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab kepada
Instalasi.
7. Satuan pengawas Intern yang selanjutnya disebut SPI adalah
kelompok fungsional yang bertugas melaksanakan pengawasan
terhadap pengelolaan sumber daya RSUD yang ditetapkan
Direktur.
8. Jabatan fungsional adalah kedudukan yang menunjukkan tugas,
tanggung jawab, wewenang dan hak seseorang yang mendapat
legalitas dari Pemerintah Daerah dalam pelaksanaan tugasnya
didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu.

Jenis Pelayanan

1. IGD, rwat jalan, rawat inap


2. Ruang HCU, ICU, ICCU, NICU dan PICU
3. Pelayanan paru-paru terpadu (TB MDR, HIV, PTRM)

9
4. Pelayanan rawat inap psikiatri
5. Pusat pelayanan maternal dan perinatal
6. Pelayanan radiodiagnbostik (CT Scan, MRI)
7. Klinik khusus ODC (One Day Care) dan hemodialisa
8. Pendidikan dan penelitian
9. Bedah umum, bedah otopedi, bedah saraf, bedah plasti, bedah
anak, bedah digestif, bedah urologi, bedah mulut, dan bedah mata
10. Pusat pelayanan terpadu
11. Cath Lab
12. Klinik HOT (hematologi, onkologi dan talasemia)
13. Pelayanan geriatri
14. Klinik sakura
15. Rawat inap teratai

Data kunjungan pasien IGD RSUD Gunung Jati tahun 2020

4000

3500

3000

2500

2000
Column2
1500

1000

500

0
Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Okt Nov Des

Grafik 1. Kunjungan Pasien di IGD RSUD Gunung Jati Tahun 2020

Pada awal tahun 2020 yaitu bulan Januari didapatkan jumlah kunjungan
pasien sebanyak 3754 kunjungan, kemudian penurunan mulai terjadi di
bulan April dengan jumlah kunjungan menjadi 1748, jumlah kunjungan
terendah terdapat pada bulan Oktober yaitu sebanyak 1305 kunjungan.

10
Pada akhir tahun di bulan Desember didapatkan jumlah kunjungan
sebanyak 1533 kunjungan.

D. IDENTIFIKASI MASALAH DALAM PELAKSANAAN TUGAS DAN


ALTERNATIF SOLUSI

11
Rancangan aktualisasi ini di susun berdasarkan identifikasi dari
beberapa isu yang ditemukan di instansi tempat bekerja, yaitu di IGD
RSUD Gunung Jati. Isu-isu yang menjadi dasar rancangan aktualisasi
ini bersumber dari tiga aspek: (1) Whole of Goverment, (2) Pelayanan
Publik, (3) Manajemen ASN. Sumber isu yang diangkat berasal dari
tugas pokok dan fungsi (Tupoksi), Sasaran Kerja Pegawai (SKP),
penugasan oleh atasan dan inisiatif saya sendiri yang sudah disetujui
oleh atasan.

Sebelumnya saya akan menjelaskan jabatan saya guna


menyusun rancangan aktulisasi. Jabatan saya adalah Dokter Umum
Ahli Pertama di RSUD Gunung Jati. Adapun uraian tugas/pekerjaan
pada jabatan Dokter Umum Ahli Pertama:

1. Melakukan pelayanan medik umum rawat jalan tingkat


pertama
2. Melakukan tindakan khusus tingkat sederhana oleh dokter
umum
3. Melakukan tindakan khusus tingkat sedang oleh dokter
umum
4. Melakukan tindakan darurat medik/petolongan pertama
pada kecelakaan (P3K) tingkat sederhana
5. Melakukan kunjungan visit pada pasien rawat inap
6. Melakukan pemulihan mental tingkat sederhanan
7. Melakukan pemulihan fisik tingkat sederhana
8. Melakukan pemeliharaan kesehatan ibu
9. Melakukan pemeliharaan kesehatan bayi dan balita
10. Melakukan pemeliharaan kesehatan anak
11. Melakukan pelayanan keluarga berencana
12. Melakukan pelayanan imunisasi
13. Melakukan pelayanan gizi
14. Pengumpulkan data dalam rangka pengamatan
epidemiologi penyakit
15. Melakukan penyuluhan medik

12
16. Membuat catatan medik rawat jalan
17. Membuat catatan medik rawat inap
18. Melayani atau menerima konsultasi dari luar atau keluar
19. Melayani atau menerima konsultasi dari dalam
20. Menguji kesehatan individu
21. Menjadi tim penguji kesehatan
22. Melakukan visum et repertum tingkat sederhana
23. Menjadi saksi ahli
24. Melakukan tugas jaga panggilan/on call
25. Melakukan tugas jaga di temppat/rumah sakit
26. Melakukan kaderisasi masyarakat dalam bidang kesehtan
tingkat sederhana

Isu adalah situasi problematik di IGD RSUD Gunung Jati


khususnya di pelayanan kesehatan yang memerlukan solusi
berdasarkan nilai-nilai dasar PNS. Penetapan isu disaring melalui
nilai- nilai peran dan kedudukan PNS dalam NKRI, serta melalui
proses kualitas scanning dengan USG (Urgency, Seriousness,
Growth).
Adapun isu-isu yang ditemukan di IGD RSUD Gunung Jati
berdasarkan konsultasi dengan mentor antara lain:
1. Menurunnya kunjungan pasien di IGD RSUD Gunung Jati
2. Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai pelayanan
kesehatan di RSUD Gunung Jati
3. Pasien menunggu terlalu lama di IGD RSUD Gunung Jati
Langkah selanjutnya adalah penulis mengkonsultasikannya
isu yang telah terindenfikasi kepada mentor dan coach untuk
kemudian di analisis sehingga terpilihlah sebuah isu utama/Core
Issue/Isu yang diangkat.

Isu yang Diangkat

Dari identifikasi yang dikemukaan di atas, maka penulis akan


menentukan isu yang akan diangkat, penulis menggunakan teknik

13
USG (Urgency, Seriousness, Growth). Metode USG merupakan salah
satu cara menetapkan urutan prioritas masalah dengan metode teknik
scoring. Proses untuk metode USG dilaksanakan dengan
memperhatikan urgensi dari masalah, keseriusan masalah yang
dihadapi, serta kemungkinan bekembangnya masalah tersebut
semakin besar. Hal tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Urgency, yaitu dilihat dari tersedianya waktu, mendesak atau
tidak masalah tersebut diselesaikan.
2. Seriousness atau tingkat keseriusan dari masalah, yakni dengan
melihat dampak masalah tersebut terhadap produktifitas kerja,
pengaruh terhadap keberhasilan, membahayakan sistem atau
tidak.
3. Growth atau tingkat perkembangan masalah yakni apakah
masalah tersebut berkembang sedemikian rupa sehingga sulit
untuk dicegah.
Penentuan kualitas kriteria isu dengan metode USG (Urgency,
Seriousness, Growth) dilakukan dengan pembobotan 1 sampai 5
untuk setiap kriterianya, adapun keterangan dari setiap bobot, yaitu
pada Tabel 1 :

Tabel 2

Bobot Penetapan Kriteria Kualitas Isu USG

Bobot Keterangan
5 Sangat kuat pengaruhnya
4 Kuat pengaruhnya
3 Sedang pengaruhnya
2 Kurang pengaruhnya
1 Sangat kurang pengaruhnya

14
Tabel 3

Perumusan Isu dan Penetapan Isu

No. Prioritas masalah USG Total Ranking


U S G
1. Menurunnya kunjungan 3 3 3 9 III
pasien di IGD RSUD
Gunung Jati
2. Kurangnya pengetahuan 3 4 3 10 II
masyarakat mengenai
pelayanan kesehatan di
RSD Gunung Jati
3. Pasien menunggu terlalu 4 4 3 11 I
lama di IGD RSUD Gunung
Jati

Berdasarkan hasil analisis isu menggunakan alat analisis USG


(Urgency, Seriousness, Growth) di atas dapat dilihat bagaimana
kualitas isu yang ada. Isu yang mendapatkan prioritas tertinggi adalah
isu final/isu (core issue) yang perlu diangkat yaitu: “Belum optimalnya
pelayanan kesehatan di IGD RSUD Gunung Jati” dan menjadi isu
yang perlu dicarikan pemecahan masalahnya.
Jika isu tersebut tidak bisa segera dipecahkan maka akan
mengakibatkan/berdampak pada hal-hal sebagai berikut:
1. Apabila belum optimalnya pelayanan kesehatan di IGD RSUD
Gunung Jati, maka akan terjadi penumpukan pasien di IGD,
sehingga kunjungan pasien berikutnya tidak dapat terlayani di
IGD
2. RSUD Gunung Jati merupakan rujukan regional sehingga
akan menurunkan minat masyarakat dalam melakukan
kunjungan pemeriksaan di rumah sakit
3. Kurangnya pengetahuan masyarakat akan alur pelayanan

15
kesehatan di IGD RSUD Gunung Jati
Berdasarkan isu yang diangkat dari isu yang diangkat, maka
gagasan pemecahan isu yang di usulkan adalah “Optimalisasi
Pelayanan Kesehatan di IGD RSUD Gunung Jati”.

16
E. RANCANGAN AKTUALISASI
RANCANGAN AKTUALISASI
Unit kerja : IGD RSUD Gunung Jati
Identifikasi isu : 1. Menurunnya Kunjungan Pasien di IGD RSUD Gunung Jati
2. Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai pelayanan kesehatan di RSD Gunung
Jati
3. Pasien menunggu terlalu lama di IGD RSUD Gunung Jati
Isu yang diangkat : Pasien menunggu terlalu lama di IGD RSUD Gunung Jati
Gagasan pemecahan isu : Optimalisasi Pelayanan Kesehatan di RSUD Gunung Jati

No. Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil Keterkaitan Kontribusi Penguatan


Substansi Terhadap Visi- Nilai
Mata Misi Organisasi
Pelatihan Organisasi
1 Melakukan diskusi  Diskusi kegiatan Mentor dan kepala Akuntabilitas Visi: Profesional
dengan mentor dan meminta ruangan IGD meningkatkan
dan kepala pesetujuan memberikan ijin mutu
ruangan IGD dengan mentor kegiatan pelayanan dan
dan kepala keselamatan
ruangan IGD pasien
2 Melakukan  Melakukan  Mengetahui Akuntabilitas Misi: Jujur
emergency respon anamnesis singkat keluhan pasien Nasionalisme meningkatkan Profesional

18
tim kurang dari 5  Melakukan  Mengetahui Etika publik mutu Berani
menit pemeriksaan fisik keadaan umum Komitmen pelayanan dan
singkat pasien mutu keselamatan
 Identifikasi  Menentukan pasien
penyakit pasien triase pasien Moto: cepat
dan ilmiah
3 Sosialisasi alur  Menjelaskan  Pasien/wali Akuntabilitas Misi: Jujur
pasien masuk IGD kategori penyakit mengetahui Nasionalisme meningkatkan Profesional
kepada pasien/wali pasien kepada kategori Etika publik mutu Berani
pasie/wali penyakit pasien Komitmen pelayanan dan
 Menejelaskan alur  Pasien/wali mutu keselamatan
masuk sesuai mengetahui alur Anti korupsi pasien
kategori pasien masuk IGD Moto: ramah,
 Menanyakan  Pasien/wali cepat, ilmiah
kesedian menentukan dan
pasien/wali setuju atau tidak menangani
mengikuti alur IGD setuju dengan dengan hati
alur masuk IGD
yang berlaku

19
4 Melakukan  Melakukan  Mementukan Akuntabilitas Misi: Jujur
screening pasien anamnesa dan kategori pasien Nasionalisme meningkatkan Profesional
IGD sesuai SOP pemeriksaan fisik (non covid- Etika publik mutu Berani
IGD RSUD lebih lanjut 19/suspek Komitmen pelayanan dan
Gunung Jati  Melakukan covid- mutu keselamatan
tatalaksana 19/terkonfirmas Anti korupsi pasien
emergency yang i covid-19) Moto: ramah,
rasional dan  Kegatan pasien cepat, ilmiah
pemeriksaan teratasi dan
penunjang yang  Hasil menangani
sesuai pemeriksaan dengan hati
 Melakukan penunjnag
konsultasi dengan yang sesuai
konsulen (dokter membantu
spesialis menegakan
penanggungjawab diagnosis
)  Menentukan
tatalaksana
lebih lanjut

20
 Menentukan
derajat klinins
pasien
 Menenukan
kebutuhan
ruangan pasien
5 Melakukan  Edukasi dan  Pasien dan wali Akuntabilitas Misi: Jujur
edukasi serta konseling tentang mengetahui Nasionalisme meningkatkan Profesional
konseling yang penyakit pasien tentang Etika publik mutu Berani
optimal kepada  Menjelaskan penyakit pasien Komitmen pelayanan dan
pasien dan protokol 5M dan secara mutu keselamatan
keluarga meminta agar menyeluruh Anti korupsi pasien
selalu menerapkan  Pasien dan Moto: ramah,
dimanapun pasien keluarga cepat, ilmiah
dan keluarga mematuhi dan
pasien berada protokol 5M menangani
dengan hati
6 Melakukan  Eavaluasi dengan  Data berapa Akuntabilitas Misi: Jujur
evaluasi kegiatan kuisioner/google banyak Etika publik meningkatkan Profesional

21
form pasien/wali Komitmen mutu
memahami mutu pelayanan dan
edukasi yang Anti korupsi keselamatan
telah diberikan pasien
oleh dokter Moto: ramah,
cepat, ilmiah
dan
menangani
dengan hati

22
F. FRAMEWORK RANCANGAN AKTUALISASi

Identifikasi Isu Isu yang diangkat Gagasan Pemecahan Isu

Pelayanan Kesehatan di Optimalisasi pelayanan Melakukan diskusi dengan


IGD RSUD Gunung Jati" kesehatan di IGD RSUD mentor, kepala IGD dan bagian
Menurunnya kunjungan Gunung Jati promosi kesehatan RSD
pasien di IGD RSD Gunung Jati
Gunung Jati Sosialisasi alur pasien masuk
Kurangnya pengetahuan IGD kepada pasien dan
masyarakat mengenai pendamping pasien
pelayanan kesehatan di Melakukan emergency respon
RSD Gunung Jati tim kurang dari 5 menit
Pasien menunggu terlalu Melakukan screening pasien
lama di IGD RSD Gunung IGD sesuai SOP IGD RSD
Jati Gunung Jati
Melakukan edukasi dan
konseling secara optimal
kepada pasien dan keluarga
pasien
Evaluasi dengan kuisioner

G. JADWAL RANCANGAN AKTUALISASI

24
No Kegiatan Pelaksanaan
Minggu 1 Minggu 2 Minggu 3 Minggu 4
.
20-21 mei 22-23 mei 24 mei-30 31 mei- 6 7 juni-9
mei juni juni
1 Melakukan diskusi dengan mentor dan
kepala ruangan IGD RSUD Gunung Jati

2 Sosialisasi alur pasien masuk IGD kepada


pasien dan pendamping pasien
3 Melakukan emergency respon tim kurang
dari 5 menit
4 Melakukan screening pasien IGD sesuai
SOP IGD RSD Gunung Jati
5 Melakukan edukasi dan konseling secara
optimal kepada pasien dan keluarga pasien
6 Evaluasi dengan kuisioner

25
26