Anda di halaman 1dari 25

GERAK LURUS 06.

EBT-SMP-98-37
Pada grafik di samping,garis tebal menunjukkan
perjalanan seorang pengemudi sepeda motor yang
01. EBT-SMP-96-33 berangkat dari bogor pukul 06.00 menuju Sukabumi yang
Suatu kendaraan menempuh jarak 208 km dalam waktu 3 berjarak 80 km. Garis putus-putus menunjukkan
jam 15 menit, maka kecepatan rata-rata tersebut adalah perjalanan seorang pengemudi mobil yang berangkat dari
… Bogor pada pukul 06.30 menuju Sukabumi.
A. 56 km/jam Jarak
B. 60 km/jam
C. 64 km/jam
D. 70 km/jam 60

02. EBT-SMP-95-24
Sebuah mobil menempuh jarak 142 km dalam waktu
1,025 jam. Kecepatan rata-rata mobil tersebut adalah … 0
A. 113,6 km/jam 08.00 09.00 waktu
B. 138,5 km/jam a. Tentukan kecepatan rata-rata kedua
C. 145,6 km/jam pengemudi itu
D. 177,5 km/jam b. Pada jam berapa mereka bertemu ?
c. Pada km berapa mereka bertemu ?
03. EBT-SMP-94-17
Kecepatan rata-rata dari km 07. EBT-SMP-93-21
sebuah mobil yang ditunjukkan 48 Sebuah bis berangkat pukul 09.25 dari kota A ke kota B
grafik perjalanan di samping yang berjarak 225 km. Jika kecepatan rata-rata bis 60
adalah … km/jam, maka tiba di kota B pada pukul …
A. 32 km/jam A. 12.25
B. 60 km/jam 12 B. 12.40
C. 72 km/jam C. 13.10
D. 88 km/jam 10 40 menit D. 13,40

04. EBT-SMP-00-17 08. EBT-SMP-03-17


Grafik di samping menggam- Hafid naik mobil berangkat pukul 07.00 dari kota A ke
barkan perjalanan dua jenis jarak (km) kota B dengan kecepatan rata-rata 60 km/jam. Rois naik
kendaraan dari P ke Q. 120 Q I B motor berangkat pukul 07.00 dari kota B ke kota A
Selisih kecepatan rata-rata 100 dengan kecepatan rata-rata 40 km/jam. Jika jarak kota A
kedua kendaraan adalah … 80 dan B 350 km, maka Hafid dan Rois akan bertemu pada
A. 24 km/jam 60 pukul …
B. 35 km/jam 40 A. 09.50
C. 42 km/jam 20 B. 10.30
D. 60 km/jam 0P C. 10.50
7 8 9 10 11 12 D. 11.15
waktu
09. EBT-SMP-99-13
05. EBT-SMP-99-12 Usman berangkat dari kota A pukul 08.35 menuju kota B
Budi naik mobil dari kota A ke kota B selama 45 menit yang jaraknya 64 km dengan mengendarai sepeda. Dia
dengan kecepatan rata-rata 40 km/jam. Bila jarak kota A menempuh jarak sepanjang 24 km dengan kecepatan
ke kota B hendak ditempuh dengan kecepatan rata-rata rata-rata 16 km/jam. Kemudian istirahat selama 30 menit.
60 km/jam, maka waktu yang diperlukan Budi Dia melanjutkan kembali perjalanannya dengan kecepat-
menempuh jarak tersebut adalah … an 20 km/jam. Pukul berapa Usman tiba di kota B ?
A. 30 menit A. pukul 12.55
B. 40 menit B. pukul 12.35
C. 45 menit C. pukul 12.05
D. 60 menit D. pukul 11.55

28
10. EBT-SMP-98-02 15. MD-03-05
Budi berangkat pukul 07.00 naik sepeda dari kota A dan Grafik hasil produksi suatu pabrik per tahun merupakan
kota B dengan kecepatan tetap 30 km/jam. Pukul 09.00 suatu garis lurus. Jika produksi pada tahun pertama 110
dari tempat yang sama, Dimas menggunakan sepeda unit dan pada tahun ketiga 130 unit, maka produksi tahun
motor dengan kecepatan tetap 60 km/jam. Maka Dimas ke-15 adalah …
dapat menyusul Budi pada … A. 370
A. Pukul 10.00 B. 390
B. pukul 10.30 C. 410
C. pukul 11.00 D. 430
D. pukul 11.30 E. 670

11. EBT-SMP-98-14
Kereta api berangkat dari kota A pukul 07.50 menempuh
jarak 360 km dengan kecepatan rata-rata 75 km/jam. Di
kota B kereta api istirahat selama 45 menit. Pukul
SEBANGUN/SEBANDING
berapakah kereta api tiba di kota C ?
A. pukul 12.33
B. pukul 12.38 01. EBT-SMP-97-11
C. pukul 13.13 Diantara grafik berikut yang merupakan grafik
D. pukul 13.23 perbandingan senilai adalah …
A. B.
12. EBT-SMP-97-08
Sebuah kapal dari pelabuhan A berlayar ke arah Utara
menuju pelabuhan B dengan menempuh jarak 3.000 km.
Setelah tiba di pelabuhan B kapal berlajar lagi ke Timur
menuju pelabuhan C dengan menempuh jarak 4.000 km.
Bila kapal akan kembali ke pelabuhan A langsung dari C. D.
pelabuhan C, jarak yang akan ditempuh adalah …
A. 3.000 km
B. 4.000 km
C. 5.000 km
D. 7.000 km

13. EBT-SMP-92-24
Sebuah bis malam menempuh perjalanan dari A ke B 02. EBT-SMP-02-25
dengan kecepatan rata-rata 60 km/jam. Jika bis malam itu Pada gambar di samping, ABCD P Q
memerlukan waktu 4 jam 20 menit maka jarak yang sebangun dengan PQRS
ditempuh bis malam adalah … AB = 27 cm, CD = 6 cm, AD = 12 cm
A. 280 km PQ = 9 cm dan QR = 4 cm. R S
B. 270 km Panjang SR adalah … D C
C. 260 km A. 5 cm
D. 252 km B. 4 cm
C. 3 cm
14. MD-93-17 D. 2 cm A B
Dari segitiga sama sisi ABC, diketahui panjang sisinya
adalah 2. Titik A berimpit dengan O(0, 0), titik B pada 03. EBT-SMP-01-27
sumbu x positip dan titik C di kuadran pertama. Bila kedua segi tiga pada gambar di samping sebangun,
Persamaan garis yang melalui B dan C adalah … maka panjang PR adalah …
A. y = 3 x – 3 A. 18 cm R
B. y = 3 x – 23 B. 12 cm
C. y = –3 x – 23 C. 10 cm M
D. y = –3 x – 33 D. 9 cm 30 cm 10 cm
E. y = –3 x + 23 6 cm

P 21 cm Q K 7 cm L

29
04. EBT-SMP-97-22 09. EBT-SMP-99-28
M R Sebuah tiang bendera setinggi 6 m berdiri di samping
menara. Panjang bayangan tiang bendera 1,5 m dan
6 cm
panjang bayangan menara 18 m. Tinggi menara tersebut
K 8 cm L adalah …
P 12 cm Q A. 45 m
Pada gambar di atas, ∆ KLM sebangun dengan ∆ PQR. B. 36 m
Panjang sisi PR adalah … C. 72 m
A. 9 cm D. 108 m
B. 10 cm
C. 16 cm 10. EBT-SMP-98-24
D. 24 cm Seorang anak yang tingginya 150 cm mempunyai
panjang bayangan 2 m. Bila panjang bayangan tiang
05. EBT-SMP-96-23 bendera 3,5 m, maka tinggi tiang bendera adalah …
Perhatikan gambar di bawah, jika PC = 3 cm, AC = 9 cm A. 2,625 m
dan AB = 15 cm, maka panjang PQ adalah … B. 3,625 m
C C. 4,66 m
D. 5,66 m
A. 4,0 cm P Q
B. 5,0 cm 11. MD-99-13
C. 7,5 cm Sebuah tiang bendera tingginya 3 m mempunyai ba-
D. 10,0 cm A B yangan di tanah sepanjang 2 m. Pada saat yang sama
pohon cemara mempunyai bayangan di tanah se-panjang
06. EBT-SMP-94-30 10 m. Maka tinggi pohon cemara tersebut adalah …
Perhatikan gambar di samping ! A. 15 m
Panjang AB = 20 cm, DE =15 cm C B. 16 m
dan CD = 24 cm, maka panjang C. 20 m
CA adalah … cm D. 25 m
A. 32 E. 30 m
B. 42 D E
C. 56 12. EBT-SMP-01-05
D. 60 A B Untuk menjahit satu karung beras diperlukan benang
yang sepanjang 5 m, maka untuk menjahit 120 karung
07. EBT-SMP-93-40 diperlukan sepanjang …
Perhatikan gambar segi tiga C A. 60 m
ABC di samping ini ! B. 120 m
DE // AB, AB = 8 cm, 6 cm C. 600 m
AB = 15 cm, CD = 6 cm. D. 620 m
Panjang AC adalah … D 8 cm E
A. 3,25 cm 13. EBT-SMP-00-16
B. 5,35 cm Seorang pemborong dapat menyelesaikan suatu pekerja-
C. 11,15 cm an dalam waktu 9 bulan dengan 140 pekerja. Jika pembo-
D. 11,25 cm A 15 cm B rong tadi ingin menyelesaikan pekerjaan tersebut dalam
waktu 7 bulan, maka banyak pekerja tambahan yang
08. EBT-SMP-02-26 diperlukan adalah …
Pada pukul 09.00 bayangan tiang bendera yang tingginya A. 40 orang
5 m adalah 8 m. Pada saat yang sama sebuah pohon B. 80 orang
mempunyai bayangan 20 m. Tinggi pohon tersebut C. 150 orang
adalah … D. 180 orang
A. 10 m
B. 12,5 m
C. 14,4 m
D. 32 m

30
14. EBT-SMP-96-29
Pemborong bangunan dapat menyelesaikan bangunan 05. EBT-SMP-99-27
gedung dalam waktu 9 bulan oleh 210 orang. Jika Sebuah denah rumah berukuran panjang 6 cm dan lebar 4
bangunan tersebut direncanakan selesai dalam waktu 7 cm, sedangkan ukuran rumah yang sebenarnya panjang
bulan, maka pemborong tersebut harus menambah 15 m dan lebarnya 10 m. Skala denah rumah tersebut
pekerja sebanyak … adalah …
A. 50 orang A. 1 : 2500
B. 60 orang B. 1 : 1500
C. 70 orang C. 1 : 400
D. 80 orang D. 1 : 200

15. EBT-SMP-00-15 06. EBT-SMP-01-26


Untuk menjamu 12 orang diperlukan 1,5 kg beras. Bila Sebuah kapal terbang panjang badannya 24 meter dan
akan menjamu 35 orang, beras yang diperlukan adalah … panjang sayapnya 32 meter. Bila pada suatu model
A. 4,500 kg berskala panjang sayapnya 12 cm, maka panjang badan
B. 4,375 kg pada model kapal terbang tersebut adalah …
C. 4,275 kg A. 9 cm
D. 4,175 kg B. 12 cm
C. 16 cm
D. 18 cm

07. EBT-SMP-92-29
SKALA Suatu pesawat udara panjang badannya 24 m. Dibuat
model pesawat udara itu dengan menggunakan skala 1 :
80, maka panjang badan pesawat dalam model adalah …
01. EBT-SMP-93-39 A. 2,5 cm
Panjang sebuah rumah 19 meter. Ukuran panjang rumah B. 4 cm
dalam gambar dengan skala 1 : 400 adalah .. C. 25 cm
A. 4,75 m D. 40 cm
B. 5,25 m
C. 47,50 m 08. EBT-SMP-00-28
D. 52,50 m Suatu gedung tampak pada layar televisi dengan lebar 32
cm dan tinggi18 cm. Jika lebar gedung sebenarnya 75
02. EBT-SMP-94-13 kali lebar gedung yang tampak di layar TV, maka tinggi
Skala dari suatu gambar rencana 1: 200 gedung yang sebenarnya adalah …
Jika tinggi gedung pada gambar rencana 12,5 cm, maka A. 13,5 meter
tinggi gedung sebenarnya adalah … B. 14 meter
A. 16 m C. 42 meter
B. 25 m D. 42,67 meter
C. 260 m
D. 250 m 09. EBT-SMP-97-10
Sebuah rumah tampak dari depan, lebarnya 8 m dan
03. EBT-SMP-97-39 tingginya 6 m, dibuat model dengan lebar 28 cm.
Skala model sebuah kolam 1 : 300. Bila kedalaman Berapakah tinggi rumah model tersebut ?
kolam 3,5 cm, lebarnya 7 cm serta panjangnya 27,5 cm. A. 18,6 cm
Tentukan ukuran kolam yang sebenarnya dalam meter. B. 21,0 cm
C. 35,0 cm
04. EBT-SMP-97-27 D. 37,3 cm
Sebuah pulau,panjang sesungguhnya 1.458 km tergambar
dengan panjang 54 cm pada sebuah peta. Skala yang 10. EBT-SMP-98-23
dipergunakan untuk membuat peta adalah … Tinggi model suatu mobil 25 cm dan panjangnya 24 cm.
A. 1 : 270.000 Bila tinggi sebenarnya mobil itu 2 m, maka panjangnya
B. 1 : 787.320 adalah …
C. 1 : 2.700.000 A. 1,8 m
D. 1 : 3.710.562 B. 3,2 m
C. 3,3 m
D. 3,6 m

31
11. EBT-SMP-97-21 D. 49
Diketahui dua buah segi tiga siku-siku. Jika luas segi tiga
yang pertama 6 cm2 dan panjang sisi-sisi segi tiga yang 04. EBT-SMP-99-05
kedua adalah 6 cm, 8 cm dan 10 cm, maka perbandingan Jika 3(x + 2) + 5 = 2(x + 15), maka nilai x + 2 = …
luas daerah segi tiga pertama dan segi tiga kedua adalah A. 43
… B. 21
A. 4 : 5 C. 19
B. 3 : 5 D. 10
C. 3 : 4
D. 1 : 4 05. EBT-SMP-02-16
Diketahui 3x + 4y = 7 dan –2x + 3y = –16.
Nilai 2x – 7y adalah …
A. –24
B. –4
PERBANDINGAN TERBALIK C. 4
D. 24

01. EBT-SMP-02-13 06. EBT-SMP-01-12


1
Sejenis gas dengan berat tertentu, volumnya berbanding Himpunan penyelesaian dari x – 1 = 3, jika x variabel
4
terbalik dengan tekanan. Bila gas tersebut bertekanan 1,5
pada himpunan bilangan pecahan adalah …
atmosfer, maka volumenya 60 cm3. Bila volumnya
diperbesar menjadi 150 cm3 maka tekanan gas menjadi A. 4 1
2


A. 0.375 atmosfer B. 2 3
4

B. 0,600 atmosfer
C. 3,750 atmosfer C. 2 1
4

D. 6,000 atmosfer
D. 1 3
4

07. EBT-SMP-97-04
SISTEM PERSAMAAN 
Nilai x yang memenuhi 2 3 x 
1
4
  52 x   adalah
1
6

LINEAR …
1
A. 2
1
B. 3
01. EBT-SMP-94-02 1
C.
Lebar suatu persegi panjang x cm. Panjangnya 5 cm lebih 4
1
dari lebarnya, sedangkan kelilingnya y cm. Persamaan D. 6
yang sesuai untuk hal diatas adalah …
A. y = 4x – 10
08. EBT-SMP-93-07
B. y = 4x + 10 1
C. y = 2x – 10 Suatu fungsi g didefinisikan g(x) = 2
x + 9.
D. y = 2x + 10 Jika g(a) = 47, maka nilai a sama dengan …
A. 10
02. EBT-SMP-92-15 B. 28
Persamaan paling sederhana yang ekivalen dengan C. 78
persamaan x – 2 = 8 – x adalah … D. 112
A. x = 10
B. x = 8 09. EBT-SMP-96-05
C. x = 5 Suatu fungsi didefinisikan f : x  2x + 3
D. x = 3 Daerah asal { x | -1  x  2, x  B}, maka daerah hasil
adalah …
03. EBT-SMP-93-03 A. {1, 3, 5, 7}
Jika diketahui x + 5 = 11, maka nilai x + 33 adalah … B. {1, 3, 6, 7}
A. 19 C. {3, 5, 6, 7}
B. 29 D. {4, 6, 5, 7}
C. 39

32
10. EBT-SMP-00-19 16. EBT-SMP-97-15
Penyelesaian dari sistem persamaan
1
x+y=2
1
dan Seorang pedagang buah menjual 6 buah mangga dan 12
2 2
apel dengan harga Rp.4.000,00. Kemudian ia menjual
3x – 4y = –5 adalah p dan q. lagi 16 buah mangga dan 8 buah apel dengan harga Rp.
Nilai dari p + q adalah … 5.6000,00. Harga 1 mangga dan 1 apel adalah …
A. 3 A. Rp. 400,00 dan Rp. 200,00
B. 4 B. Rp. 233,00 dan Rp. 200,00
1
C. 6 2 C. Rp. 275,00 dan Rp. 150,00
D. 7 D. Rp. 200,00 dan Rp. 150,00

11. EBT-SMP-03-21 17. EBT-SMP-97-37


Diketahui sistem persamaan: Harga 1 pensil dan 5 buku Rp. 3.250,00
3x + 2y = 8 Harga 6 pensil dan 4 buku yang sejenis Rp. 3.900,00
x – 5y = –37 Jika dimisalkan harga 1 pensil = x dan 1 buku = y,
Nilai 6x + 4y adalah … a. Nyatakan pernyataan di atas dalam bentuk
A. – 30 persamaan.
B. – 16 b. Selesaikan sistem persamaan itu
C. 16 c. Tentukan harga 1 pensil dan harga 1 buku.
D. 30
18. EBT-SMP-94-37
12. EBT-SMP-01-17 Harga 3 buah buku dan 2 buah pensil adalah Rp. 925,00.
Himpunan penyelesaian dari 2x + 4y = 22 dan Harga 2 buah buku dan 3 buah pensil adalah Rp. 825,00
3x – 5y = –11, x, y  R adalah … a. Nyatakan kalimat di atas dalam bentuk
A. { (3, 4) } persamaan dengan dua beubah.
B. { (3, –4) } b. Selesaikan sistem persamaan itu !
C. { (–3, 4) } c. Tentukan harga 7 buah buku dan 5 buah pensil
D. { (–3, –4) }
19. MD-95-20
1
13. EBT-SMP-96-04 Jika 3x - 2y = 81
dan 2x – y – 16 = 0, maka nilai x + y = …
Himpunan penyelesaian dari sistem persamaan linier A. 21
x + y = 5 dan x – 2y = –4 B. 20
A. { (1, 4) } C. 18
B. { (–2, 1) } D. 16
C. { (2, 3) } E. 14
D. { (3, 2) }
20. MD-01-28
14. EBT-SMP-01-35 Dari dua toko serba ada yang masih termasuk dalam satu
Suatu fungsi f yang dirumuskan dengan f(x) = ax + b perusahaan diperoleh data penjualan daging dan ikan
diketahui bahwa f(1) = 3 dan f(–3) = 11. Nilai a dan b dalam satu minggu seperti tercantum pada tabel berikut.
berturut-turut adalah … Daging Ikan Harga penjualan total
A. 4 dan –1 (kg) (kg) (dalam ribuan rupiah)
B. 4 dan 7 Toko A 80 20 2960
C. –2 dan 1
Toko B 70 40 3040
D. –2 dan 5
Maka harga ikan /kg pada kedua toko tersebut adalah ..
A. Rp. 16.000,-
15. EBT-SMP-99-16
B. Rp. 18.000,-
Harga 15 buah buku tulis dan 10 pensil adalah Rp.
C. Rp. 20.000,-
7.500.00. Harga 6 buku dan 6 pensil adalah Rp. 3.150.00.
D. Rp. 25.000,-
Berapakah harga 3 buku tulis dan 4 pensil ?
E. Rp. 32.000,-
A. Rp. 2.200,00
B. Rp. 2.050,00
C. Rp. 1.800,00
D. Rp. 1.650,00

33
21. MD-96-23
Untuk x dan y yang memenuhi sistem persamaan 26. EBT-SMA-00-03
5x – 2y + 1 = 25x – 2y dan 4x – y + 2 = 32x – 2y + 1 , maka nilai Himpunan penyelesaian sistem persamaan:
x.y=… 6

3
 21
A. 6 x y
B. 8 7 4
adalah {(xo, yo)}. Nilai 6 xo yo = …
 2
C. 10 x y
D. 15 1
A.
E. 20 6
1
B. 5
22. EBT-SMA-02-07
C. 1
Jika suatu sistem persamaan linear:
D. 6
ax + by = 6
E. 36
2ax + 3by = 2
mempunyai penyelesaian x = 2 dan y – 1, maka a2 + b2 =
27. MD-94-28

A. 2  2  3  x   3 
Persamaan matriks 
:    
B. 4 3 2   y   4 
C. 5 merupakan persamaan garis-garis lurus yang …
D. 6 (1) berpotongan di titik (1,1)
E. 11 (2) melalui titik pangkal sistem koordinat
(3) berimpit
23. EBT-SMP-96-39 (4) saling tegak lurus
Diketahui f(x) = ax + b, dimana f(4) = 4 dan f(2) = –2
Ditanyakan: 28. MD-87-16
a. Nilai a dan b  1  4   x    3
b. Tulis rumus fungsi dengan Jika      , maka …
 4 6   y   2 
menggantikan nilai a dan b yang telah didapatkan
c. Hitung f(1) A. x = 1 dan y = –1
(Catatan: berikan langkah-langkah penyelesaian) B. x = –1 dan y = 1
C. x = –2 dan y = 1
24. EBT-SMP-98-29 D. x = 2 dan y = –1
Fungsi f dinyatakan dengan rumus f(x) = ax + b. E. x = 1 dan y = 1
Diketahui f(3) = 11 dan f(1) = 7. Nilai a dan b berturut-
turut adalah … 29. MD-01-03
A. 1 dan 6  2 3  x   5 
B. 6 dan 1 Persamaan matriks       merupakan
  4 5  y   1 
C. 2 dan 5 persamaan dua garis lurus yang berpotongan di titik yang
D. 5 dan 2 jumlah absis dan ordinatnya sama dengan ...
A. 0
25. EBT-SMP-97-30 B. 2
Diketahui fungsi f(x) = mx + n, f(–1) = 1 dan f(1) = 5. C. 3
Maka nilai m dan n berturut-turut adalah … D. 4
A. –2 dan –3 E. 5
B. –2 dan 3
C. 2 dan –3 30. MD-93-27
D. 2 dan 3
1 5  x    13 
Jika       , maka x dan y
 4  6  y   24 
berturut-turut …
A. 3 dan 2
B. 3 dan –2
C. –3 dan –2
D. 4 dan 5
E. 5 dan –6

34
31. MD-96-21
Titik potong dari dua garis yang disajikan sebagai 35. UAN-SMA-04-11
  2 3  x   4 Himpunan penyelesaian sistem persamaan :
persamaan matriks   .      adalah 1 1 1
 1 2  y   5   4
… x y z
A. (1, –2) 2 3 1
  0
B. (–1, 2) x y z
C. (–1, –2) 1 1
D. (1, 2)   2
E. (2, 1) x y
adalah …
32. MD-98-30 A.   2, 1,  1  
Jika titik A merupakan titik perpotongan dua garis yang B.    2, 1, 1  
disajikan oleh persamaan matriks 
1 - 2  x   4
     
3 2   y   8
C. 
1
2
, 1,  1 
dan garis l1 adalah garis yang melalui titik A dan titik
asal O, maka persamaan garis l2 yang melalui B (2, 2)
D. 
1
2
,  1, 1 
dan tegak lurus l1 adalah …
A. y = 14 – 6x
E.  1
2
, 1, 1 
B. y = 12 – 5x
C. y = 2(3x – 5) 36. EBT-SMA-97-04
D. y = 2(5 – 2x) Himpunan penyelesaian
E. y = 2(2x – 3) x + y – z = 24
2x – y + 2z = 4
33. EBT-SMA-99-03 x + 2y – 3z = 36
Himpunan penyelesaian : adalah {(x, y, z)}
x + 2y = –3 Nilai x : y : z = …
y + 2x = 4 adalah {(x, y, z)} A. 2 : 7 : 1
x + y + 2z = 5 B. 2 : 5 : 4
Nilai dari x + z adalah … C. 2 : 5 : 1
A. 5 D. 1 : 5 : 2
B. 4 E. 1 : 2 : 5
C. 1
D. –1 37. MD-98-06
E. –2 Jika x, y dan z penyelesaian sistem persamaan

34. EBT-SMA-98-03
Jika xo, yo dan zo penyelesaian sistem persamaan:
2x + z = 5
y – 2z = –3
x+y=1
maka xo + yo + zo = …
A. –4 maka x + y + z = …
B. –1 A. 4
C. 2 B. 6
D. 4 C. 8
E. 6 D. 10
E. 26

35
C. Rp. 16.000,00
D. Rp. 16.500,00
43. ITB-76-09
38. EBT-SMA-94-05 Seorang analis kimia ingin membuat larutan alkohol
Sistem persamaan linear 40%. Lebih dahulu pada 50 cc larutan alkohol 15%
x + y + z = 12 ditambahkan alkohol murni sampai diperoleh larutan
2x – y + 2z = 12 alkohol 50%. Dengan mengabaikan penyusutan volume
3x + 2y – z = 8 pada pencampuran, maka agar diperoleh larutan alkohol
mempunyai himpunan penyelesaian {(x , y , z)}. Hasil 40% pada larutan terakhir perlu ditambah air sebanyak
kali antara x, y, z adalah …… …
A. 60 A. 21,25 cc
B. 48 B. 30,00 cc
C. 15 C. 42,50 cc
D. 12 D. 60,00 cc
E. 9
44. MA-78-35
39. EBT-SMA-93-04 Dua orang berbelanja pada suatu toko. A harus memba-
Himpunan penyelesaian dari sistem persamaan : yar Rp. 853,00 untuk 4 satuan barang I dan 3 barang II,
p + q + r = 12 sedangkan B harus membayar Rp. 1022,00 untuk 3 satu-
2p – q + 2r = 12 an barang I dan 5 satuan barang II. Harga-harga per
3p + 2q – r = 8 satuan barang I dan II adalah …
adalah {(p , q , r)} dengan p : q : r = …… A. Rp. 106,00 dan Rp. 135,00
A. 1 : 2 : 3 B. Rp. 107,00 dan Rp. 136,00
B. 1 : 2 : 4 C. Rp. 108,00 dan Rp. 137,00
C. 2 : 3 : 4 D. Rp. 109,00 dan Rp. 139,00
D. 2 : 3 : 5 E. Rp. 110,00 dan Rp. 138,00
E. 3 : 4 : 5
45. MA-78-41
40. EBT-SMP-98-15 Dua jenis teh dicampur. Teh Sukabumi harganya
Bila a + b = 5ab b + c = 7bc c + a = 6ac Rp.900,00 per kg dan teh Slawi harganya Rp. 1200,00
Nilai dari a  b  c adalah … per kg. Untuk mendapatkan teh yang harganya Rp.
A. 1000,00 per kg, teh Sukabumi dan teh Slawi harus
dicampur dengan perbandingan …
B. A. 3:1
B. 3:2
C. C. 2:1
D. D. 5:1
E. 4:2

41. ITB-76-10 46. MA-79-24


Seorang pengusaha mempunyai 9 ruangan gudang. T suatu tranformasi linier yang memetakan titik-titik (0,
Menurut besarnya ada dua macam gudang, yaitu yang 1) dan (1, 0) berturut-turut menjadi titik-titik (1, 0) dan
mempunyai daya tampung 15 m3 dan 9 m3. Kalau (0, 1). Maka T memetakan titik (–1, 2) menjadi titik …
diketahui bahwa daya tampung seluruhnya 105 m3, A. (1 , –2)
tentukan banyak gudang yang mempunyai daya tampung B. (1 , 2)
15 m3. C. (2 , 1)
A. 6 D. (2 , –1)
B. 5 E. (–2 , 1)
C. 4
D. 3 47. MA-77-35
Perbandingan antara umur A dan B sekarang adalah se-
42. EBT-SMP-03-22 bagai 3 : 4. Enam tahun yang lalu perbandingan antara
Tio harus membayar Rp. 10.000,00 untuk pembelian 5 umur mereka 5 : 7. Bagaimana perbandingan antara umur
buah buku dan 5 buah pensil. Tia membayar Rp. mereka enam tahun yang akan datang ?
11.900,00 untuk pembelian 7 buah buku dan 4 buah A. 8 : 11
pensil. Berapakah yang harus dibayar oleh Tini bila ia B. 2: 3
membeli 10 buku dan 5 buah pensil ? C. 8: 9
A. Rp. 15.000,00 D. 7: 9
B. Rp. 15.500,00

36
E. 11 : 13 C. 87,5 km/jam
D. 945 km/jam
48. MA-97-06 E. 82,5 km/jam
P , Q dan R memancing ikan. Jika hasil Q lebih sedikit 53. MD-90-04
dari hasil R, sedangkan jumlah hasil P dan Q lebih Ali berangkat dengan mobil dari kota A ke kota B
banyak dari dua kali hasil R, maka yang terbanyak dengan kecepatan 60 km/jam. Badu menyusul 45 menit
mendapat ikan adalah… kemudian. Ali dan Badu masing-masing berhenti 15
A. P dan R menit dalam perjalanan, sedang jarak A dan B = 225 km.
B. P dan Q Kecepatan yang harus diambil Badu supaya dapat tiba di
C. P kota B pada waktu yang sama adalah …
D. Q A. 70 km/jam
E. R B. 75 km/jam
C. 80 km/jam
40. MA-78-21 D. 85 km/jam
Seorang berjalan lurus dengan kecepatan tetap 4 km/jam E. 90 km/jam
selama jam pertama. Pada jam kedua kecepatan
dikurangi menjadi setengahnya, demikian seterusnya, 54. MD-88-10
setiap jam kecepatan menjadi setengah kecepatan jam Antara pukul 10.30 dan 11.00 jarum panjang dan jarum
sebelumnya. Berapa km kah jarak terjauh yang dapat pendek suatu arloji berimpit pada pukul 10 lebih …
dicapai orang tersebut ? A. 54 menit
A. tak tertentu
B. 8 km B. 54 menit
C. 10 km
D. 12 km C. 54 menit
E. tak terhingga D. 54 menit
50. MA-77-33 E. 54 menit
Kereta api pertama meninggalkan stasiun dengan kece-
patan 40 km per jam. Dua jam kemudian kereta api ke- 55. MD-84-35
dua meninggalkan stasiun dengan kecepatan 60 km per Suatu kelompok yang terdiri dari 10 orang bersepakat
jam. Kereta api kedua menyusul kereta api pertama di mengadakan makan bersama dengan iuran Rp. 1.500,00
suatu tempat yang jaraknya dari stasiun … setiap orang, untuk setiap tambahan satu orang anggota
A. 240 km ditarik iuran sebesar Rp. 2.000,00. Fungsi i = f(g) dengan
B. 260 km i jumlah iuran dalam rupiah dan g jumlah anggota, maka
C. 275 km …
D. 300 km (1) f = fungsi linier
E. 400 km (2) i = 2.000 g – 5000 (g = 10, 11, ..…)
(3) f fungsi naik
51. MA-78-16 (4) i = 2.000 g – 15.000 (g = 10, 11, …..)
Sebuah jip berjalan-jalan dari kota P ke kota Q dengan
kecepatan tetap 60 km tiap jam. Tanpa berhenti di Q per 56. MA-77-32
jalanan diteruskan ke kota R dengan kecepatan 40 km Berat benda B akan ditentukan dengan suatu neraca yang
tiap jam. Jika jarak P ke R melalui Q 200 km ditempuh lengannya tidak sama panjang, piringan-piringan P1 dan
dalam 4 jam, maka jarak kota P dengan kota Q ialah … P2 sangatlah ringan (anggaplah beratnya nol) yang
A. 60 km digantung pada ujung-ujung lengan neraca itu. Supaya
B. 80 km neraca seimbang, bila benda B diletakkan pada piringan
C. 120 km P1, pada piringan P2 harus diletakkan anak timbangan
D. 160 km seberat 4 kg. Bila benda diletakkan pada piringan P2,
E. 180 km pada piringan P1 harus diletakkan anak timbangan seberat
25 kg. Berat benda B adalah …
52. MD-92-17 A. 29 kg
Dua buah mobil menempuh jarak 450 km. Kecepatan
mobil kedua setiap jamnya 15 km lebih daripada kece- B. 14 kg
patan mobil pertama. Jika waktu perjalanan mobil ke-dua C. 10 kg
1 jam lebih pendek dari waktu perjalanan mobil pertama, D. 6 kg
maka rata-rata kecepatan kedua mobil itu adalah …
A. 97,5 km/jam E. 5 kg
B. 92,5 km/jam

37
57. ITB-76-06
Dari grafik di bawah dapat disimpulkan bahwa … 61. MD-01-05
y Enam tahun yang lalu, umur Budi 4 tahun lebih muda
(0, p) dari seperenam umur ayahnya. Umur Budi sekarang 3
tahun lebih tua dari seperdelapan umurnya. Jumlah umur
y = f(x) Budi dan ayahnya sekarang adalah ...
(0, p) A. 60 tahun
B. 57 tahun
y = g(x) C. 56 tahun
x D. 54 tahun
O (a,0) (b,0) E. 52 tahun
A. g(x) = 2{f(x) – p}
B. g(x) = f(x) – p 62. MD-02-04
C. g(x) = f(x) – Seorang ibu mempunyai 5 orang anak. Anak tertua ber-
umur 2p tahun, yang termuda berumur p tahun. Tiga
D. g(x) = anak lainnya berturut-turut berumur 2p –2, p + 2 , p + 1
tahun. Jika rata-rata umur mereka 17 tahun maka umur
anak tertua adalah …
58. MA-88-09 A. 12
Diketahui titik A (a , b) , B (–a , –b) dan kurva C terle- B. 16
tak di bidang XOY. Titik P bergerak sepanjang kurva C. C. 30
Jika hasil kali gradien garis PA dan gradien garis PB D. 22
selalu sama dengan konstan k, maka C merupakan E. 24
lingkaran bila k …
A. = –1 63. MD-95-05
B. < –1 Jika pembilang dari suatu pecahan ditambah 2 dan pe-
C. =1 nyebutnya ditambah 1 akan diperoleh hasil bagi sama
D. >0 dengan . Jika pembilang ditambah 1 dan penyebut di-
E. sembarang
kurangi 2, diperoleh hasil bagi sama dengan . Pecahan
59. MD-89-28 yang dimaksud adalah …
Sebuah bilangan terdiri atas dua angka. Bilangan terse-
but sama dengan 4 kali jumlah kedua angka tersebut. A.
Angka kedua dikurangi angka pertama sama dengan 2. B.
Bilangan tersebut terletak di antara ...
(1) 21 dan 36 C.
(2) 12 dan 25
(3) 20 dan 37 D.
(4) 23 dan 40 E.
60. MD-02-09
Sepuluh tahun yang lalu perbandingan umur adik dan 64. MD-93-18
kakak adalah 2 : 3. Jika perbandingan umur mereka se- Jika uang lelah 220 rupiah diberikan kepada 4 orang
karang adalah 4 : 5 maka perbandingan umur tersebut 10 tukang kebun dan 2 orang pembersih ruangan, dan 140
tahun yang akan datang adalah … rupiah diberikan kepada 3 orang tukang kebun dan
A. 5:6 seorang pembersih ruangan, maka masing-masing tukang
B. 6:7 kebun dan pembersih ruangan berturut-turut menerima
C. 7:8 uang lelah sebesar …
D. 8:9 A. Rp. 50,00 dan Rp. 10,00
E. 9 : 10 B. Rp. 50,00 dan Rp. 30,00
C. Rp. 40,00 dan Rp. 30,00
D. Rp. 30,00 dan Rp. 50,00
E. Rp. 20,00 dan Rp. 70,00

38
(3) m2 < m4
(4) m1 m4 = –1
65. MD-82-07
Pada saat yang sama Sri mulai menabung Rp. 100.000,00 05. EBT-SMP-92-20
dan Atik Rp. 80.000,00. Kemudian tiap bulan Sri Gradien dari persamaan garis 3x – 5y = 10 adalah …
menabung Rp. 1.000,00 dan Atik menabung Rp. A.
1.500,00. Setelah berapa bulan tabungan Sri dan Atik
tepat sama ? B.
A. 80 bulan
B. 60 bulan C.
C. 50 bulan D.
D. 40 bulan
E. tidak pernah tepat sama
06. EBT-SMP-93-34
Gradien dari persamaan garis lurus pada gambar di
samping adalah …

PERSAMAAN GARIS A. 3
B. 2x – 3y – 6 = 0
C. –2
01. ITB-76-25
Titik-titik A (1, 1), B (–2, 5), C (–6, 2) dan D (–3, –2) D.
membentuk …
A. bujur sangkar 07. MD-81-11
B. jajaran genjang bukan bujur sangkar P Q
C. layang-layang bukan bujur sangkar –4 –5
D. trapesium bukan jajaran genjang –1 1
0 3
02. EBT-SMP-97-16 2 7
Layang-layang ABCD terletak pada koordinat titik-titik 3 9
A (–4, 2), B (–2, 5) dan C (3, 2). Koordinat titik D adalah
… Kalau pada peta di atas hubungan semua p  P dengan q
A. (–2, –2)  Q dilanjutkan maka umumnya q dapat ditulis
B. (–2, –1) sebagai ...
C. (–2, 0) A. q = p + 3
D. (–1, –2) B. q = p + 5
C. q = 2p + 3
03. EBT-SMP-92-07 D. q = p – 3
Diketahui segi tiga PQR, koordinat titik P (1, 8), E. q = 2p + 1
Q (–1, –2), R (6, 0). Maka luas daerah segi tiga PQR
adalah … 08. EBT-SMP-94-26
A. 24 satuan luas Pasangan koordinat titik potong garis yang persamaannya
B. 28 satuan luas 3x – 4y – 12 = 0 dengan sumbu x dan y berturut-turut
C. 35 satuan luas adalah …
D. 44 satuan luas A. (–4, 3) dan (3, –4)
B. (–3, 4) dan (4, –3)
04. MD-82-28 C. (4, 0) dan (0, 3)
4 B C G D. (4, 0) dan (0, –3)
E F 09. MA-79-47
1 A D H Fungsi yang grafiknya merupakan garis lurus adalah …
1 4 6 7 8 12 13 16 (1) y =
Jika gradien garis AB = m1 , gradien garis CD = m2 ,
gradien garis EF = m3 dan gradien garis GH = m4 , (2) y = 2x + 1
maka ... (3) y = x(2x + 1)
(1) m1 = 1
(4) y =
(2) m3 = 0

39
D.

10. MA-77-28
Titik-titik P, Q dan R segaris, serta P = (–1, 1) dan 16. EBT-SMP-99-15
R (3, 5). Kalau PQ = QR maka Q = … Persamaan garis lurus yang melalui titik (3, –1) dan (4, 1)
A. (3, 1) adalah …
B. (2, 2) A. y = 2x – 11
C. (1, 1) B. y = 2x – 7
D. (1, 3) C. y = –2x + 5
E. (2, 3) D. y = 2x – 5

11. ITB-75-23 17. EBT-SMP-95-30


Jika (x0 , y0) memenuhi persamaan ax + by + c = 0 Gradien garis yang melalui titik (0, –4) dan B (6, 5)
( a, b, c  0) maka (x0 , y0) memenuhi persamaan … adalah …
A. bx + ay + c = 0 A.
B. ax + by + c = 0
B.
C. =c
C.

D. =c D.

E. a(x – y) + b(y – x) + c = 0 18. EBT-SMP-96-21


Persamaan garis yang melalui titik (–4, 7) dan titik
12. EBT-SMP-92-19 (10, –1) adalah …
Persamaan garis lurus yang melalui titik pangkal A. 3y + 4x – 37 = 0
O(0, 0) dan titik (3, 5) adalah … B. 3y + 4x – 19 = 0
A. y = x C. 7y + 3x – 37 =0
D. 7y + 4x – 33 = 0
B. y = x
C. y = x 19. MA-77-47
Persamaan garis melalui titik P (2, 3) dan membentuk
D. y = x sudut sama dengan sumbu x dan dengan sumbu y adalah

13. EBT-SMP-93-33 (1) x – y + 1 = 0
Persamaan garis yang melalui titik-titik A (2, 0) dan (2) x + y – 5 = 0
B (0, 4) adalah … (3) y – 3 = x – 2
A. y + 2x = 4 (4) y – 3 = – (x – 2)
B. y – 2x = 4
C. 2y + x = 4 20. ITB-75-35
D. 2y – x = 4 Diketahui titik-titik M(2, –3) dan N(–6, 5). Tentukan
absis suatu titik pada garis melalui M dan N yang mem-
14. ITB-75-04 punyai ordinat –5.
Persamaan garis yang melalui titik (2, 4) dan titik (1, 1) A. –3
adalah … B. 3
A. y = 3x – 2 C. –4
B. y = 3x + 2 D. 4
C. y = –3x – 2
D. y = –3x + 2 21. MD-03-03
Garis g memotong sumbu x di titik A(a, 0) dan
15. EBT-SMP-97-14 memotong sumbu y di titik B(0, b). Jika AB = 5 dan
Gradien garis lurus yang melalui titik O (0, 0) dan titik gradien g bernilai negatif, maka …
P (4, –2) ialah … A. –5 < a < 5, ab > 0
A. 2 B. –5 ≤ a ≤ 5, ab > 0
B. –2 C. –5 < a < 5, ab < 0
C. D. –5 ≤ a ≤ 5, ab < 0
E. 0 < a < 5, b > 0

40
E. a = – dan b = 4

22.MD-91-06
Garis yang melalui titik A (3, 1) dan B (9, 3) dan garis Garis sejajar
yang melalui titik-titik C (6, 0) dan D (0, 2) akan
berpotongan pada titik …
A. (1, 3)
B. (6, 0) 01. EBT-SMA-86-22
C. (6, 2) Ditentukan titik-titik A (5 , 1) , B (1 , 4) dan C (4 , 6).
D. (3, 1) Persamaan garis yang melalui A dan sejajar BC adalah
E. (9, 3) …
A. 2x + 3y + 7 = 0
23. MD-81-10 B. 3x – 3y + 7 = 0
Jika A(1, 2) dan B(3, 6), maka sumbu AB ialah ... C. 2x – 3y – 7 = 0
A. 2y + x – 10 = 0 D. 3x + 2y + 7 = 0
B. y + 2x – 10 = 0 E. 3x – 2y – 7 = 0
C. 2y + x + 10 = 0
D. y – 2x – 10 = 0 02. EBT-SMA-86-22
E. 2y – x – 10 = 0 Ditentukan titik-titik A (5 , 1) , B (1 , 4) dan C (4 , 6).
Persamaan garis yang melalui A dan sejajar BC adalah
24. MA-86-29 …
Jika titik P(2 , –3) dicerminkan terhadap sebuah garis A. 2x + 3y + 7 = 0
lurus m menghasilkan bayangan P (4, 5), maka per- B. 3x – 3y + 7 = 0
samaan garis lurus m adalah … C. 2x – 3y – 7 = 0
A. 4x – y – 11 = 0 D. 3x + 2y + 7 = 0
B. x – 4y + 1 = 0 E. 3x – 2y – 7 = 0
C. x+y–4=0
D. 4x + y + 7 = 0 03. EBT-SMP-03-20
E. x + 4y – 7 = 0 Dari garis-garis dengan persamaan:
I y – 5x + 12 = 0
25. EBT-SMA-87-06 II y + 5x – 9 = 0
Jika titik-titik A dan B berturut-turut adalah (1, –2) dan III 5y – x – 12 = 0
(5, 6) maka persamaan sumbu AB adalah … IV 5y + x + 9 = 0
A. 2x – 5y + 9 = 0 Yang sejajar dengan garis yang melalui titik (2, 1) dan
B. 5x + 2y – 21 = 0 (3, 6) adalah …
C. 5x – 2y – 9 = 0 A. I
D. 2x + 5y – 21 = 0 B. II
E. 2x + 5y – 9 = 0 C. III
D. IV
26. MD-84-02
Ditentukan titik P (2, 1), Q (6, 3) dan R adalah titik 04. MD-85-07
tengah ruas garis PQ. Persamaan garis yang melalui R Dua garis 3x + py – 7 = 0 dan x – 2y – 3 = 0 akan
tegak lurus PQ adalah … sejajar jika …
A. y – 2 = –2 (x – 4) A. p = –3
B. y – 2 = 2 (x – 4) B. p = 3
C. y – 4 = –2 (x – 2) C. p = 2
D. y – 4 = 2 (x – 2) D. p = 6
E. y – 2 = 4 (x – 2) E. p = –6

27. MD-82-06 05. EBT-SMP-01-16


Garis ax – y = 3 dan x + 2y = b berpotongan di (2, 1) jika Diketahui garis g dengan persamaan y = 3x + 1.
… Garis h sejajar dengan garis g dan melalui A (2, 3), maka
A. a = 2 dan b = 4 garis h mempunyai persamaan…
B. a = –2 dan b = 4 A.
C. a = 2 dan b = –4
B.
D. a = dan b = –4
C.

41
D.

06. MD-88-05
Persamaan garis yang melalui (4, 3) dan sejajar dengan
garis 2x + y + 7 = 0 adalah …
Garis tegak lurus
A. 2x + 2y – 14 = 0
B. y – 2x + 2 = 0
C. 2y + x – 10 = 0 01. EBT-SMP-03-19
D. y + 2x – 11 = 0 Persamaan garis p adalah 4x – y+5=0
E. 2y – x – 2 = 0
Gradien garis yang tegak lurus p adalah …
07. MD-84-07 A.
Persamaan garis melalui titik P(4, 6) dan sejajar garis
3x – 2y = 1 ialah … B.
A. 3y – 2x = 0 C. 2
B. 2y + 3x + 7 = 0 D. 8
C. 2y – 3x = 1
D. 3x – 2y = 0 02. MA-85-11
E. 2y + 3x = 0 ABC adalah sebuah segitiga dengan titik sudut A (1, 10)
B (5, 2) dan C (9, 6). Persamaan garis tinggi AD adalah
08. MD-87-07 …
Persamaan garis melalui (2, 1) dan sejajar dengan A. x – y + 11 = 0
B. x – y – 11 = 0
dapat ditulis … C. x–y+9=0
D. x+y–9=0
A. y = – x+2 E. 2x – y + 8 = 0
B. y = x+3
03. MD-97-04
C. 3x – 4y + 5 = 0 Nilai k yang membuat garis kx – 3y = 10 tegak lurus garis
D. 3x – 4y – 2 = 0 y = 3x – 3 adalah …
E. 4x – 3y – 5 = 0 A. 3

09. MA-78-09 B.

Garis lurus melalui titik (–2, –4) dan sejajar dengan garis C. –
8x – 2y + 3 = 0 mempunyai persamaan …
A. 4x – y + 4 = 0 D. 1
B. 2x + y + 2 = 0 E. –1
C. x – 2y = 0
D. 3x + y + 5 = 0 04. MA-77-15
E. x + 3y + 4 = 0 Persamaan garis melalui titik (0, 0) dan tegak lurus garis
2x – 3y = 5 …
A. 3y – 2x = 0
B. 2y – x=0
C. 3y + 2x = 0
D. 2y + 3x = 0
E. y=– x

05. MD-83-05
Persamaan garis yang memotong tegak lurus
=2 mempunyai gradien …
A. –6
B. –
C. –

42
D. 3 B. y – 2x + 11 = 0
E. 6 C. y – 2x – 11 = 0
D. y + 2x + 11 = 0
E. y – x – 11 = 0
06. EBT-SMP-00-18
Persamaan garis yang melalui titik (–2, 3) dan tegak lurus 12. ITB-75-03
garis 2x + 3y = 6 adalah … Persamaan garis yang melalui A (–2, 1) dan tegak lurus
A. 2x – 2y – 12 = 0 garis 2x + y – 3 = 0 adalah …
B. 3x – 2y + 12= 0 A. x + 2y – 4 = 0
C. 2x – 3y + 13= 0 B. 2x + y – 4 = 0
D. 2x – 3y – 13 = 0 C. x – 2y + 4 = 0
D. 2x – y + 4 = 0
07. EBT-SMP-02-15
Diketahui garis p sejajar dengan garis 3x + 7y – 9 = 0. 13. MD-94-04
Persamaan garis yang melalui (6, –1) dan tegak lurus Persamaan garis lurus yang melalui pusat lingkaran
garis p adalah … x2 + y2 – 2x – 4y + 2 = 0 dan tegak lurus garis
2x – y + 3 = 0 adalah …
A. A. x + 2y – 3 = 0
B. B. 2x + y + 1 = 0
C. x + 2y – 5 = 0
C. D. x – 2y – 1 = 0
E. 2x – y – 1 = 0
D.
14. MA–99–06
08. MD-85-08 Garis g melalui titik (2, 4) dan menyinggung parabola
Ditentukan persamaan garis g : x + 5y – 10 = 0 y2 = 8x . Jika h melalui (0, 0) dan tegak lurus pada garis
Persamaan garis yang melalui titik (0, 2) dan tegak lurus g, maka persamaan garis h adalah …
g adalah … A. x+y=0
A. x – 5y + 10 = 0 B. x–y=0
B. x + 5y + 10 = 0 C. x + 2y = 0
C. 5x + y + 2 = 0 D. x – 2y = 0
D. 5x – y + 2 = 0 E. 2x + y = 0
E. 5x – y – 2 = 0
15. MA-79-26
09. MD-96-05 Persamaan garis lurus yang melalui titik potong garis
Persamaan garis melalui titik (–2, 1) serta tegak lurus 4x + 7y – 15 = 0 dengan garis 9x – 14y – 4 = 0 dan tegak
lurus pada garis 21x + 5y – 3 = 0 adalah …
garis = 3 adalah … A. 21x + 5y – 11 = 0
B. 5x + 21y – 11 = 0
A. y = 3(x – 2) + 1
C. 5x – 21y + 11 = 0
B. y = –3(x + 2) – 1
D. 21x – 5y + 11 = 0
C. y = 3(x – 2)
E. 5x – 21y – 11 = 0
D. y = –3(x + 2) + 1
E. y = 3(x – 2) – 1
16. MD-02-01
Garis g : 2x – 3y = 7 memotong garis h : 3x + 2y = 4 di
10. MD-84-05
titik A. Persamaan garis yang melalui titik A dan sejajar
Persamaan garis yang melalui titik (1, 2) dan memotong
garis k : 3x – y = 6 adalah …
tegak lurus garis y = x – 5 adalah … A. x + 3y = 7
A. 3x + 4y – 11 = 0 B. x + 3y = –1
B. 4x – 3y + 2 = 0 C. 3x – y = –7
C. 4x + 3y – 10 = 0 D. 3x – y = 7
D. 3x – 4y + 5 = 0 E. 3x – y = 1
E. 5x – 3y + 1 = 0
17. MD-97-05
11. EBT-SMA-86-23 Jika garis g melalui titik (3, 5) dan juga melalui titik
Persamaan garis yang melalui titik (–5, 1) dan tegak lurus potong garis x – 5y = 10 dengan garis 3x + 7y = 8, maka
pada garis 2x + 4y + 3 = 0 adalah … persamaan garis g itu adalah …
A. y + 2x 11 = 0 A. 3x + 2y – 19 = 0
B. 3x + 2y – 14 = 0

43
C. 3x – y – 4 = 0 23. MA-77-31
D. 3x + y + 14 = 0 Persamaan tempat kedudukan semua titik yang berjarak 2
E. 3x + y – 14 = 0 dari sumbu y ialah …
A. y=2
B. y=+2
18. MD-96-06 C. y2 = 4
Persamaan garis melalui titik potong antara garis D. x=2
y = 2x – 1 dan y = 4x – 5 serta tegak lurus garis E. x2 – 4 = 0
4x + 5y – 10 = 0 adalah … 24. ITB-75-30
A. 5x + 4y + 2 = 0 Agar jarak dari titik (–2, –3) ke garis 8x + 15y + m = 0
B. 5x – 4y + 2 = 0 sama dengan 5 maka m harus sama dengan …
C. 5x + 4y – 2 = 0 A. 24 atau 146
D. x – 4y + 2 = 0 B. 56 atau 66
E. 5x – y + 2 = 0 C. –24 atau 146
D. –56 atau –66
19. MD-93-16
Persamaan garis yang tegak lurus 4x + 2y = 1 dan melalui 25. MA-79-43
titik potong x + y = 2 dan x – 2y = 5 adalah …
Jika jarak dari (0, 0) ke garis x + 3 sama dengan
A. 2x – y = 5
B. 2x + 5y = 1 setengah panjang potongan garis yang menghubungkan
C. x – 2y = 5 titik-titik (a, 0) dan (0, 3) maka harga a sama dengan …
D. x + 2y = 1 A. +1
E. x + 2y = 5 B. +2
C. +3
20. MA-84-17 D. +4
Dari segitiga ABC diketahui bahwa titik A adalah E. +5
perpotongan garis 2x + y – 6 = 0 dengan garis
x + 2y – 6 = 0 sedangkan koordinat B dan C berturut - 26. MD-81-13
turut adalah (0, 1) dan (1, 2). Persamaan garis tinggi dari Koordinat titik pada garis y = 2x – 15 yang terdekat
titik A ialah … dengan titik (0, 0) adalah ...
A. –y + x – 3 = 0 A. (–2, –19)
B. y–x+3=0 B. (2, –11)
C. y+x–3=0 C. (–4, –23)
D. 2y + x – 6 = 0 D. (4, –7)
E. y + 2x + 6 = 0 E. (6, –3)

21. MD-98-05
Persamaan garis yang melalui titik potong garis
3x + 2y = 7 dan 5x – y = 3 serta tegak lurus garis
x + 3y – 6 = 0 adalah …
A. 3x + y + 1 = 0
B. 3x – y – 1 = 0
C. 3x – y + 1 = 0
D. 3x + y – 6 = 0
E. 3x – y + 6 = 0

22. MD-00-04
Garis yang melalui titik potong 2 garis x + 2y + 1 = 0 dan
x – y + 5 = 0 serta tegak lurus garis x – 2y + 1 = 0 akan
memotong sumbu x pada titik …
A. (2, 0)
B. (3, 0)
C. (4, 0)
D. (–4, 0)
E. (–3, 0)

44
Sudut yang dibentuk oleh garis g1 : 3x + y – 6 = 0 dan g2 :
2x – y = 0 adalah . Besarnya  adalah ...
A. 90o
B. 75o
C. 60o
D. 45o
E. 30o

SUDUT ANTARA 2 GARIS


PROGRAM LINEAR
01. ITB-76-24
Dua garis g dan h membuat sudut . Persamaan garis g 01. MD-86-14
adalah y = ax + b sedangkan persamaan h adalah Maksimum dari p = 4x – 3y yang memenuhi sistem
y = px + q. Kesimpulannya … pertidaksamaan
2  x  6 dan
A. 1y5
adalah …
B.  A. –7
B. 5
C. 9
C.
D. 21
E. 24
D.
17. MD-82-10
Himpunan penyelesaian dari sistem pertidaksamaan
02. MA-78-49 2x + y  40 ;
Jika sudut antara garis-garis dengan persamaan x = 2 dan x + 2y < 40 ;
y = 5 – x adalah , maka tan  = … x0 ; y0
A. 3 terletak pada daerah yang berbentuk …
B. A. trapesium
C. 1 B. empat persegi panjang
D.  C. segi tiga
E. 0 D. segi empat
E. segi lima
03. MA-79-14
Dua garis g dan h saling berpotongan dan membentuk
sudut . Persamaan g adalah y = ax + b, sedangkan per 05. MD-98-10
Dalam himpunan penyelesaian pertidaksamaan
samaan h adalah y = px + q. Berdasarkan itu maka tan 
=… x  1,
y  2,
x + y  6,
2x + 3y  15 ,
nilai minimum dari 3x + 4y sama dengan …
A. 9
B. 10
C. 11
D. 12
E. 13

02. EBT-SMA-03-23
Nilai maksimum sasaran Z = 6x + 8y dari sistem
4x + 2y ≤ 60
pertidaksamaan 2x + 4y ≤ 48 adalah ...
04. MD-81-12 x≥0,y≥0
A. 120

45
B. 118 Nilai maksimum 4x + 5y dengan syarat
C. 116 x0,y0,
D. 114 x + 2y  10 dan
E. 112 x + y  7 adalah …
A. 34
B. 33
C. 32
D. 31
E. 30

04. MD-95-15 12. MD-87-14


Nilai maksimum fungsi sasaran z = 8x + 6y dengan syarat Nilai maksimum untuk 20x + 30y yang memenuhi sis-
: 4x + 2y  60 tem pertidaksamaan
2x + 4y  48 x+y4,
x0,y0 x + 3y  6 ,
adalah … x , y bilangan cacah adalah …
A. 132 A. 60
B. 134 B. 70
C. 136 C. 80
D. 144 D. 90
E. 152 E. 100

07. EBT-SMA-91-13 13. MD-85-11


Dari sistem pertidaksamaan linier , Nilai maksimum 3x + 2y pada himpunan penyelesai-an
x + y  50 ; sistem pertidaksamaan
2y  x + 40 5x + 2y  130
x  0 dan y  0 , x + 2y  50
maka nilai maksimum dari 3x + 5y adalah … x0 , y0 adalah …
A. 100 A. 50
B. 150 B. 72
C. 190 C. 75
D. 210 D. 85
E. 250 E. 90

09. MD-02-10 14. MD-84-10


Nilai maksimum dari x + y – 6 yang memenuhi syarat Nilai maksimum dari f(x, y) = 20x + 30y dengan syarat
x  0, y  0, y + x  40 ,
3x + 8y  340 dan 3y + x  90 ,
7x + 4y  280 x  0 dan y  0 adalah …
A. 52 A. 950
B. 51 B. 1000
C. 50 C. 1050
D. 49 D. 1100
E. 48 E. 1150

10. MD-03-07 15. MD-83-11


Nilai maksimum dari f (x,y) = 4x + 28y yang memenuhi Apabila x , y R terletak pada himpunan penyelesaian
syarat pertidaksamaan:
5x + 3y  34, x0,y0,
3x + 5y  30, x+y8,
x  0, y  0 adalah … 2x + 5y  10
A. 104 maka nilai maksimum untuk x + 2y pada himpunan pe-
B. 152 nyelesaian tersebut adalah ...
C. 168 A. 1
D. 208 B. 2
E. 250 C. 3
D. 4
11. MD-93-12

46
E. 5 C. 11
D. 18
E. 24

18. MA-86-24
16. MD-81-43 Diketahui model matematika sebagai berikut :
Titik-titik yang memaksimumkan f = 2x + y dan me- x + 2y  8 ;
menuhi 0  x  2,
y = –2x + 2 , 1  y  4.
x0,y>0 Nilai minimum yang dihasilkan oleh fungsi sasaran f (x,
antara lain adalah ... y) = 5x + 10 adalah …
(1) (1, 0) A. 0
(2) (0, 2) B. 5
(3) ( , 1) C. 8
D. 10
(4) (1, 1)
E. 20
03. MD-04-07
19. MD-92-26
Agar fungsi f(x, y) = ax + 10y dengan kendala:
Untuk (x , y) yang memenuhi
2x + y ≥ 12
4x + y  4 ,
x + y ≥ 10
x≥0 2x + 3y  6 dan
y≥0 4x + 3y  12,
mencapai minimum hanya di titik (2, 8), maka konstanta nilai minimum untuk F = x + y adalah …
a memenuhi … A. 1
A. –20 ≤ a ≤ –10
B. –10 ≤ a ≤ 10 B. 2
C. 10 ≤ a ≤ 20 C. 2 f
D. 10 < a ≤ 20
E. 10 < a < 20 D. 2

06. MD-01-08 E. 3
Nilai minimum dari z = 3x + 6y yang memenuhi syarat
4x + y 20 20. MD-84-13
x + y  20 Jika segiempat OPQR merupakan himpunan
x + y  10 adalah ... penyelesaian program linier, maka maksimum fungsi
x0 sasaran x – y pada titik …
y0 A. (0, 0)
A. 50 Q(7,9) B. (0, 6)
B. 40 R(0,6) C. (7, 9)
C. 30 D. (10, 0)
D. 20 P(10,0) E. semua jawaban
E. 10 O(0,0) di atas salah

08. EBT-SMA-02-23 21. MD-81-15


Nilai minimum fungsi obyektif x + 3y yang memenuhi R(2, 5)
pertidaksamaan
3x + 2y ≥ 12,
x + 2y ≥ 8,
S(0, 3) Q6, 3)
x + y ≤ 8, x ≥ 0 adalah …
A. 8
B. 9

47
O P(8, 0)
Jika segilima OPQRS merupakan himpunan penyelesaian
program linier, maka maksimum fungsi sasaran x + 3y
terletak di titik ...
A. O
B. P
C. Q
D. R
E. S
23. MD-87-15 31. EBT-SMA-97-08
y Daerah yang diarsir pada gambar di samping merupakan
10 Dalam sistem pertaksa- himpunan penyelesaian sistem pertidaksamaan …
9 R maan Y
S 2y  x ; y  2x
Q 2y + x  20 ; x + y  9 12
P nilai maksimum untuk
9 20 3y – x dicapai di titik
A. P 5
B. Q
C. R 0 2 4 X
D. S
E. T A. x  0, 6x + y  12, 5x + 4y  20
B. x  0, 6x + y  12, 5x + 4y  20
22. MD-90-08 C. x  0, 6x + y  12, 4x + 5y  20
Daerah yang diarsir adalah himpunan penyelesaian D. x  0, x + 6y  12, 4x + 5y  20
sistem pertidaksamaan … E. x  0, x + 6y  12, 5x + 4y  20

8 37. EBT-SMA-94-08
Daerah yang diarsir merupakan himpunan penyelesaian
5 suatu sistem pertidaksamaan linier. Sistem pertidaksama-
4 an linier itu adalah ……
6 (3, 5)
5
4 (1, 3)
3
0 4 5 2
A. y4 ; 5y + 5x  0 ; 8y + 4x  0
B. y4 ; 5y + 5x  0 ; y – 2x  8 0 1 2 3 4 5
C. y4 ; y–x5 ; y – 2x  8 A. y  0 . 3x + y  6 , 5x + y  20 , x – y  – 2
D. y4 ; y+x5 ; y + 2x  8 B. y  0 . 3x + y  6 , 5x + y  20 , x – y  – 2
E. y4 ; y–x5 ; y–x4 C. y  0 . x + 3y  6 , x + 5y  20 , x – y  2
D. y  0 . x + 3y  6 , x + 5y  20 , x – y  2
24. MA-85-12 E. y  0 . 3x – y  6 , 5x – y  20 , x – y  – 2
Kordinat titik titik di dalam y
dan sepanjang sisi segi 8 40. MD-83-10
tiga ABC dalam gambar di Daerah yang diarsir pada gambar di bawah ini adalah
samping ini memenuhi 6 A himpunan penyelesaian suatu program linear. Himpunan
pertidaksamaan : penyelesaian itu adalah …
2 B C y
4
(2, 0) (8, 0) (12, 0)
A. 4x + y  8 , 3x + 4y  24, x + 6y  12
B. 4x + y  8, 4x + 3y  24, 6x + y  12 2
C. x + 4y  8, 3x + 4y  24, x + 6y  12
D. 4x + y  8, 3x + 4y  24, 6x + y  12 x
E. x + 4y  8, 3x + 4y  24, x + 6y  12 0 2 4
A. { (x , y) | y  2 , x – y  4 , 2x + y  4 }
B. { (x , y) | y  2 , x + y  4 , 2x + y  4 }

48
C. { (x , y) | y  2 , x + y  4 , 2x + y  4 } 1 D. 10
D. { (x , y) | y  2 , x + y  4 , 2x + y  4 } E. 5
E. { (x , y) | y  2 , x – y  4 , 2x + y  4 } 0 1 2 3 4 5

25. MD-88-12
Nilai maksimum f (x,y) = 3x + 4y di daerah yang diarsir 29. EBT-SMA-01-10
adalah … y Untuk daerah yang diarsir, nilai maksimum dari fungsi
2 obyektif f = 3x + 4y terjadi ti titik …
A. 4 A. O
B. P 2x+y=8
B. 4 1
C. Q
C. 5 D. R x+y=8
D. 6 0 1 2 3 E. S
x x+2y=8
E. 6

30. EBT-SMA-89-14
26. MD-96-11
Daerah yang diarsir pada grafik
Sesuai dengan gambar, nilai maksimum
di samping merupakan himpunan
f (x,y) = 4x + 5y di daerah yang di arsir adalah …
penyelesaian suatu sistem perti-
daksamaan. Nilai maksimum 2x + y = 8
A. 5 4
5x + 4y adalah …
B. 8
A. 16
C. 10 2
B. 20
D. 11
C. 23 2x+3y=12
E. 14
D. 24
0 2 3
E. 27
27. MD-85-27
32. EBT-SMA-93-09
Daerah yang diarsir adalah daerah himpunan penyelesai
6
an suatu sistem pertidaksaman linear. Nilai optimum dari
2x+3y pada daerah penyelesaian tersebut adalah. .
3 A
E (2, 8) A. 18
B. 28
D(5, 7) C. 29
0 2 6
C(7, 5) D. 31
E. 36
Daerah yang diarsir adalah gambar himpunan penyele-
saian pembatasan suatu soal Program Linier. Untuk soal
A(3, 1) B(6, 2)
ini mana saja bentuk-bentuk di bawah ini yang mencapai
maksimum di A .
(1) 100 x + 50 y
33. EBT-SMA-87-10
(2) –4 x – 4 y
Daerah yang merupakan penyelesaian sistem pertidak-
(3) 3 x + 3 y
samaan :
(4) 8 x + 2 y
5x + 3y  15
28. MD-99-11 x + 3y > 6 D(0, 5)
Nilai minimum x0
f(x,y)= 2x + 3y untuk y0
x , y di daerah yang diarsir Pada gambar di samping
5 adalah … adalah … A(0, 2)
4 A. 25 A. OABC B
3 B. 15 B. BCD
2 C. 12 C. BCE O C(3, 0)E(6, 0)

49
D. DBE
E. ABD

34. MD-97-10
Nilai maksimum f (x,y) = 5x + 10y di daerah yang di-arsir 42. MD-87-17
adalah … Suatu masalah program linear memuat kendala (syarat)
A. 65 6 sebagai berikut : x – 2y  6 ; x + y  4
B. 40 y  3x ; x  0 ; y0
C. 36 4 Daerah himpunan penyelesaiannya adalah
D. 20 A. 4
E. 16
4 6
0 4
–3
35. EBT-SMA-98-11
Pada gambar berikut, yang merupakan himpunan
penyelesaian sistem pertidaksamaan B. 4
2x + y  24 x + 2y  12 x – y  –2
adalah daerah …
Y 4 6

V –3
I
6 C. 4
II III
2 IV 4 6
12 X
A. I
B. II –3
C. III
D. IV D. 4
E. V
4 6
36. EBT-SMA-95-06
Pada gambar di samping, daerah (2, 5) -3
yang diarsir merupakan grafik
himpunan penyelesaian sistem (6, 4) E. Himpunan kosong
pertidaksamaan linier. Nilai mak
simum dari bentuk obyektif 38. MD-94-10
x + 3y dengan x , y C, pada Jika daerah yang diarsir pada diagram di bawah ini
daerah himpunan penyelesaian (0, 1) merupakan daerah penyelesaian untuk soal program
itu adalah … linier dengan fungsi sasaran f(x, y) = x – y , maka nilai
A. 6 (2, 0) maksimum f(x, y) adalah … Y
B. 7 A. f(3, 1)
C. 17 B. f(4, 1)
D. 18 C. f(2, ) 1
E. 22
D. f(3, 2) X
E. f(4, ) –3 0 2
–2

50
39. MD-89-19 43. MD-00-11
y Pesawat penumpang mempunyai tempat duduk 48 kursi.
Setiap penumpang kelas utama boleh membawa bagasi
4 60 kg sedang kelas ekonomi 20 kg. Pesawat hanya dapat
2 membawa bagasi 1440 kg. Harga tiket kelas utama Rp.
0 x 150.000,- dan kelas ekonomi Rp. 100.000,-. Supaya
–2 1 4 pendapatan dari penjualan tiket pada saat pesawat penuh
mencapai maksimum, jumlah tempat duduk kelas utama
–2 haruslah …
A. 12
Fungsi f (x) = 2x + 2y – 5 yang didefinisikan pada daerah B. 20
yang diarsir, mencapai maksimum pada ... C. 24
A. { (x, y) | x = 1 , y = 3} D. 25
B. { (x, y) | x = 2 , y = 3} E. 30
C. { (x, y) | x = 0 , y = 2}
D. { (x, y) | y – x = 2} 47. MA-78-13
E. { (x, y) | x + y = 4} Harga karcis bis untuk anak Rp. 20,00 dan untuk dewasa
Rp. 30,00. Terjual 180 karcis dalam seminggu dengan
73. EBT-SMA-86-11 hasil penjualan Rp. 4200,00. Karcis anak dan dewasa
Suatu pabrik roti memproduksi 120 kaleng setiap hari. yang terjual dalam minggu tersebut masing-masing
Roti terdiri dari dua jenis, roti asin dan roti manis. Setiap adalah …
hari roti asin diproduksi paling sedikit 30 kaleng dan roti A. anak 120 dan dewasa 60
manis 50 kaleng. Susunlah model matematika soal ini, B. anak 100 dan dewasa 80
misalkan roti asin sebanyak x kaleng dan roti manis y C. anak 130 dan dewasa 50
kaleng. D. anak 125 dan dewasa 55
A. x + y  120 ; x  30 ; y  50 , y  C E. anak 80 dan dewasa 100
B. x + y  120 ; x  30 ; y  50 , y  C
C. x + y  120 ; x  30 ; y  50 , y  C 49. MD-82-11
D. x + y = 120 ; x  30 ; y  50 , y  C Dengan persediaan kain polos 20 m dan kain bergaris 10
E. x + y = 120 ; x = 30 ; y = 50 , y  C m seorang penjahit akan membuat pakaian jadi. Mo-del I
memerlukan 1 m kain polos dan 1,5 m kain ber-garis,
74. EBT-SMA-87-09 model II memerlukan 2 m kain polos dan 0,5 m kain
Seorang wiraswasta membuat dua macam ember yang bergaris. Jumlah total pakaian jadi akan maksi-mum, jika
setiap harinya menghasilkan tidak lebih dari 18 buah. jumlah model I dan model II masing-masing
Harga bahan untuk jenis pertama Rp. 500,00 dan untuk A. 4 dan 8
ember jenis kedua Rp. 1000,00. Ia tidak akan berbelanja B. 5 dan 9
lebih dari Rp. 13.000,00 setiap harinya. Jika jenis ember C. 6 dan 4
pertama dibuat sebanyak x buah dan jenis kedua seba- D. 8 dan 6
nyak y buah, maka sistem pertidaksamaannya adalah … E. 7 dan 5
A. x + y  18 , x + 2y  26 , x  0 , y  0
B. x + y  18 , x + 2y  26 , x  0 , y  0 50. MD-81-16
Suatu perusahaan tas dan sepatu memerlukan empat
C. x + y  18 , 2x + y  26 , x  0
unsur a dan enam unsur b per minggu untuk masing-
D. 2x + y  26 , x + 2y  26 , y  0
masing hasil produknya. Setiap tas memerlukan satu
E. x + y  26 , x  0 , y  0 unsur a dan dua unsur b, setiap sepatu memerlukan dua
unsur a dan dua unsur b. Bila setiap tas unrung 3000
rupiah setiap sepatu untung 2000 rupiah, maka banyak

51
tas atau sepatu yang dihasilkan per minggu agar di- Model I memerlukan 1 m kain polos dan 1,5 m kain
peroleh untung yang maksimal ialah ... bergaris. Model II memerlukan 2 m kain polos dan 0,5 m
A. 3 tas kain bergaris. Bila pakaian tersebut dijual, setiap model I
B. 4 tas memperoleh untung Rp. 15.000,00 dan model II
C. 3 sepatu memperoleh untung Rp. 10.000,00. Laba maksimum
D. 3 sepatu yang diperoleh adalah sebanyak …
E. 2 tas dan 1 sepatu A. Rp. 100.000,00
B. Rp. 140.000,00
C. Rp. 160.000,00
D. Rp. 200.000,00
E. Rp. 300.000,00

41. MA-84-27
Seorang pedagang kaki lima menyediakan uang Rp.
165.000,00 untuk membeli kemeja dengan harga @ Rp
2.000,00 dan celana @ Rp 5.000,00. Jumlah kemeja yang
ia beli tidak kurang dari 3 kali jumlah celana, Ia
mengambil keuntungan Rp 300,00 untuk setiap potong
celana. Jika barang-barang yang ia beli dengan cara
tersebut di atas terjual habis, berapa keuntungan sebesar-
besarnya yang ia peroleh …
A. Rp 25.000,00
B. Rp 26.500,00
C. Rp 27.500,00
D. Rp 28.500,00
E. Rp 29.500,00

46. MD-91-11
Luas daerah parkir 176 m2, luas rata-rata untuk mobil
sedan 4 m2 dan bis 20 m2. Daya muat maksimum hanya
20 kendaraan, biaya parkir untuk mobil Rp. 100,00/jam
dan untuk bis Rp. 200,00/jam. Jika dalam satu jam tidak
ada kendaraan yang pergi dan datang, maka hasil mak-
simum tempat parkir itu …
A. Rp. 2.000,00
B. Rp. 3.400,00
C. Rp. 4.400,00
D. Rp. 2.600,00
E. Rp. 3.000,00

48. MD-90-09
Seorang pemilik toko sepatu ingin mengisi tokonya
dengan sepatu laki-laki paling sedikit 100 pasang dan
sepatu wanita paling sedikit 150 pasang. Toko tersebut
dapat memuat 400 pasang sepatu. Keuntungan setiap
pasang sepatu laki-laki Rp. 1000,00 dan setiap pasang
sepatu wanita Rp. 500,00. Jika banyak sepatu laki-laki
tidak boleh melebihi 150 pasang, maka keuntungan
terbesar diperoleh …
A. Rp. 275.000,00
B. Rp. 300.000,00
C. Rp. 325.000,00
D. Rp. 350.000,00
E. Rp. 375.000,00

UAN-SMA-04-22
Dengan persediaan kain polos 20 m dan kain bergaris 10
m, seorang penjahit akan membuat 2 model pakaian jadi.

52