Anda di halaman 1dari 28

LAPORAN EPIDEMIOLOGI DENTAL

FAKTOR RESIKO PENYAKIT GIGI DAN MULUT


PADA KELOMPOK IBU PKK
DI WILAYAH DESA TANJUNGSARI, KEC. KAJEN, PEKALONGAN

Diajukan untuk memenuhi Tugas Praktik Kerja Lapangan Epidemiologi Dental

Dosen Pembimbing Lapangan: drg. Ani Subekti, MDSc, Sp. KGA

Disusun Oleh:
Annisaa Sittatunnikmah
P1337425217053
Semester VII

PROGRAM DIPLOMA IV KEPERAWATAN GIGI


JURUSAN KEPERAWATAN GIGI
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SEMARANG
2020

Halaman Judul
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL
DAFTAR GAMBAR
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kesehatan gigi merupakan bagian integral bagi
Karies merupakan suatu penyakit jaringan keras gigi, yaitu email,
dentin dan sementum, yang disebabkan oleh aktifitas suatu jasad renik
dalam suatu karbohidrat yang dapat diragikan. Karies gigi yang disebut
juga lubang gigi merupakan suatu penyakit dimana bakteri merusak
struktur jaringan gigi yaitu email, dentin dan sementum. Jaringan tersebut
rusak dan menyebabkan lubang pada gigi. Karies gigi bersifat kronis dan
dalam perkembangannya membutuhkan waktu yang lama, sehingga
sebagian besar penderita mengalaminya seumur hidup.
Tanda – tanda terjadinya karies adalah adanya demineralisasi
jaringan karies gigi yang kemudian diikuti kerusakan bahan organiknya.
Terdapat banyak tanda awal pembusukan termasuk adanya bintik putih
kapur atau tanda dan gejala yang tidak nampak. Seiring kondisi berjalan,
bintik putih kapur akan berubah menjadi coklat atau hitam dan pada
akhirnya berubah menjadi rongga atau lubang di gigi.
Karies yang tidak dilakukan perawatan gigi sejak dini dapat
menyebabkan kerusakan gigi menjadi lebih parah dan akhirnya dicabut.
Seseorang yang kehilangan gigi akibat karies akan mengalami masalah
pengunyahan dan akan merasakan malu dalam tingkat tertentu pada
penampilan diri yang kemudian akan membatasi interaksi sosial dan
komunikasi. Selain mengganggu fungsi pengunyahan, karies gigi juga
dapat mempengaruhi kesehatan secara umum. Penyakit gigi dan mulut
juga dapat menjadi sumber infeksi yang dapat mengakibatkan ataupun
mempengaruhi beberapa penyakit sistemik. Lubang pada gigi merupakan
tempat jutaan bakteri. Jika bakteri masuk ke dalam perubahan pembuluh
darah bisa menyebar ke organ tubuh lainnya dan menimbulkan infeksi,
seperti masalah sistem pernafasan, otak dan jantung.
Berdasarkan data penjaringan yang dilakukan oleh penulis sebagai
mahasiswa PKL Jurusan Keperawatan Gigi selama masa PKL di wilayah
Desa Tanjungsari, Kec. Kajen, Kab. Pekalongan, pada 10 responden
didapatkan hasil kerusakan pada gigi tetap dengan persentase terbesar
yaitu pada kriteria tinggi sebesar 40% dan rata – rata DMF-T adalah 3,3
dengan kriteria tinggi. Berdasarkan data diatas maka kejadian karies pada
wilayah RT 03/RW 03 Desa Tanjungsari, Kajen, Pekalongan tergolong
tinggi.
Berdasarkan latar belakang diatas, maka penulis sebagai
mahasiswa PKL Jurusan Keperawatan Gigi di Desa Tanjungsari tertarik
untuk menganalisis faktor risiko kejadian karies pada masyarakat
khususnya pada kelompok Ibu PKK Desa Tanjungsari, Kajen, Kabupaten
Pekalongan.
B. Masalah
Berdasarkan hasil Survei Mawas Diri (SMD) mengenai kesehatan
gigi dan mulut pada masyarkat RT 03/RW 03 Desa Tanjungsari, Kec.
Kajen, Kabupaten Pekalongan, didapatkan hasil sebagai berikut :
1. Angka rata-rata OHIS pada RT 03/RW 03 Desa Tanjungsari, Kajen,
Pekalongan yaitu sebesar 2,6 dengan kriteria sedang.
2. Angka rata-rata DMF-T pada RT 03/ RW 03 Desa Tanjungsari, Kajen,
Pekalongan yaitu sebesar 3,3 dengan kriteria sedang.
3. Angka PTI pada RT 03/ RW 03 Desa Tanjungsari adalah 47%
4. Masyarakat RT 03/RW 03 desa Tanjungsari tidak pernah melakukan
pemeriksaaan gigi di posyandu karena belum adanya kader kesehatan
gigi seerta UKGM.
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui permasalahan penyakit gigi dan mulut yang dialami
oleh masyarakat kelompok ibu PKK di wilayah Desa Tanjungsari.
2. Untuk mengetahui faktor resiko permasalahan penyakit gigi dan mulut
yang dialami oleh masyarakat kelopok ibu PKK di Desa Tanjungsari.
D. Manfaat
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Definisi Karies Gigi


Menurut kamus kedokteran gigi karies merupakan gigi berlubang
(Babbush, dkk., 2014). Karies merupakan infeksi kronis pada gigi yang
disebabkan oleh flora normal pada rongga mulut. Hasil akhir produksi
asam oleh bakteri dari bahan karbohidrat yang dapat menjadi awal mula
terjadinya karies. Lapisan enamel akan kehilangan strukturnya, jika
berkembang maka akan terjadi karies pada enamel hingga mengenai dentin
hingga pulpa (Samarayanake, 2012).

B. Etiologi Karies
Karies merupakan hasil dari beberapa faktor pencetus, yaitu host,
substrat, bakteri dan waktu.
1. Host
Host atau tuan rumah merupakan gigi tersebut, dijelaskan
beberapa hal yang berhubungan dengan karies pada gigi adalah faktor
morfologi gigi (ukuran dan bentuk gigi), struktur enamel, faktor kimia
dan kristalografis. Pit dan fisur yang dalam pada morfologi gigi
belakang, disertai permukaan gigi yang kasar sangat mempengaruhi
penumpukan sisa makanan dan perlekatan plak yang membantu proses
karies. Enamel gigi memiliki susunan kimia komplek yang
mengandung 97% mineral, 1% air, dan 2% bahan organik. Enamel
yang memiliki banyak mineral maka kristal enamel semakin padat dan
enamel akan semakin resisten (Pintauli dan Hamada, 2008). Kualitas
gigi yang buruk, seperti hipomineralisasi enamel dapat meningkatkan
resiko karies serta mengubah jumlah dan kualitas saliva (Cameron dan
Widmer, 2008).
2. Substrat
Substrat merupakan hasil fermentasi karbohidrat. Bakteri
memerlukan substrat sebagai sumber energi dan akhir dari produk
metabolisme bakteri yaitu asam (Cameron dan Widmer, 2008).
Komponen karbohidrat yang dapat difermentasikan oleh bakteri
menjadi asam adalah asam laktat dan asetat (Putri, dkk.,2012).
Makanan dan minuman yang mengandung karbohidrat (sukrosa) akan
di metabolisme oleh bakteri di dalam plak, yang menyebabkan pH plak
asam sehingga terjadi demineralisasi email. Proses pH kembali
menjadi normal memerlukan waktu sekitar 30-60 menit, jika konsumsi
karbohidrat secara berulang akan mempertahankan pH tetap dalam
keadaan asam (Kidd dan Bechal, 2013).
3. Bakteri
Rongga mulut terdiri dari beragam organisme termasuk
Eubacteria, Archaea, Fungi, Mycoplasmas, Protozoa dan mungkin
flora virus yang dapat bertahan dari waktu ke waktu.Bakteri di dalam
rongga mulut diklasifikasikan sebagai organismegram positif dan
organisme gram negatif, dan yang kedua menurut kebutuhan oksigen
yaitu anaerobik atau anaerob fakultatif (Samarayanake, 2012).
Bakteri yang dapat menjadi pencetus terjadinya karies yaitu
Streptococcus mutan dan Lactobacillus yang dapat membuat asam dari
karbohidrat. Bakteri tersebut memiliki kemampuan membuat
polisakarida ekstra seluler yang membantu bakteri melekat pada gigi
dan satu sama lain di dalam plak (Kidd dan Bechal, 2013). Awal
pembentukan plak bakteri kokus gram positif banyak ditemukan
seperti Streptococcus mutans, Streptococcus sanguis, Streptococcus
mitis dan Streptococcus salivarius adalah yang paling banyak
ditemukan. Penelitian lain juga mengemukakan bahwa Lactobacillu
ditemukan pada plak gigi penderita karies aktif dengan jumlah berkisar
104-105 sel/mg plak (Pintauli dan Hamada, 2008).
4. Waktu
Keadaan asam yang terjadi berulang akan menyebabkan
hilangnya kristal enamel dan dilanjutkan rusaknya permukaan enamel
dengan memerlukan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun
(Cameron dan Widmer, 2008). Awal dekalsifikasi terjadi di subsurface
selama 1-2 tahun sebelum menjadi kavitas (Putri, dkk.,2012).
BAB III
Hasil dan Pembahasan

A. Hasil Penjaringan dan Identifikasi Masalah


Pengambilan data dilakukan di RT 03/RW 03 Desa Tanjungsari,
Kajen, Kab. Pekalongan dengan jumlah responden sebanyak 10
responden, dimana responden merupakan kelompok ibu PKK, dengan
menggunakan menggunakan kuesioner secara online dan pemeriksaan
terhadap kondisi kesehatan gigi dan mulut.
Survei yang diambil untuk memperoleh data perilaku masyarakat
tentang kesehatan gigi dan mulut serta keadaan gigi dan mulut. Berikut
adalah data/masalah yang diperoleh dari hasil survei:
1. Hasil Penjaringan
Tabel 1: Kuesioner Perilaku Kesehatan Gigi dan Mulut

Kategori
Baik Sedang Buruk
Perilaku

Pengetahuan 20% 50% 30%


Sikap 40% 60% 0%
Tindakan 10% 60% 30%

Tabel 2: Data Hasil Pemeriksaan Obyektif

DMF-T OHI-S
D M F DI CI
2,3 0,3 0,7 1,4 1,2
Rata-rata
3,3 2,6
Kategori sedang sedang

2. Identifikasi Masalah
Berdasarkan data yang telah didapatkan, maka dapat
diidentifikasi masalah kesehatan gigi dan mulut sebagai berikut:
a. Rata-rata DMF-T pada kelompok Ibu PKK Desa Tanjungsari
adalah 3,3 (kriteria sedang) dengan D = 2,3 (KME = 16; KMD =
6; KMA = 1) ; M = 0,3 ; dan F = 0,7. Sedangkan menurut target
nasionel adalah DMF-T ≤ 2, berarti kondisi Decay Missing
Filling-Total kelompok Ibu PKK di wilayah Desa Tanjungsari
tidak sesuai dengan target nasional.
b. Rata-rata OHI-S pada kelompok Ibu PKK desa Tanjungsari
adalah 2,6 (kriteria sedang) dengan DI = 1,4 dan CI = 1,2.
Sedangkan menurut target nasional adalah OHI-S ≤ 1,2 berarti
kondisi Oral Hygiene Index-Simplify kelompok Ibu PKK di
wilayah Desa Tanjungsari tidak sesuai dengan target nasional.
c. Rata-rata PTI Kelompok Ibu PKK = 47%, sedangkan menurut
target nasional adalah PTI ≥ 20%, berarti kondisi Performed
Treatment Index kelompok berkebutuhan khusus di wilayah
Desa Tanjungsari sesuai target nasional, namun masih perlu
dilaksanakan penanganan preventif dan kuratif.
d. Tingkat pengetahuan masyarakat mengenai pemeliharaan
kesehatan gigi dan mulut adalah sedang namun tidak diiringi
dengan sikap dan tindakan yang maksimal sehingga tingkat
OHI-S dan DMF-T masih belum memenuhi target nasional.

3. Prioritas Masalah
Berdasarkan data masalah yang ada, maka didentukan
prioritas masalah kesehatan gigi dan mulut yang ada di Desa
Tanjungsari.
Tabel 7: Penentuan Prioritas Masalah

No Daftar Kriteria dan Bobot Maksimum Prioritas


. Masalah U S G Total Masalah
4 5 3 12 I
1. DMF-T

3. OHI-S 5 3 3 11 II

4. PTI 4 3 3 10 III
Keterangan :
Skor U = 0 - 5 (tidak penting – sangat penting)
Skor S = 0 - 5 (tidak serius - sangat serius)
Skor G = 0 - 5 (tidak berdampak – sangat berdampak)
4. Intervensi Masalah
No Jenis Tindakan Sasara Tujuan Tanggal
. Pelayan n Pelaksana
an an
1. Promotif Penyuluha Ibu Memberikan 30 Oktober
n cara PKK pengetahuan 2020
menjaga tentang
kebersihan kebersihan
gigi dan gigi dan
mulut mulut
Penyuluha Memberikan 30 Oktober
n penyakit pengetahuan 2020
karang tentang cara
gigi penyebab
karang gigi,
pencegahan
dan
penangana
karang gigi.
Penyuluha Memberikan 30 Oktober
n tentang pengetahuan 2020
karies gigi tentang
penyebab,
pencegahan
dan
penanganan
karies gigi
2. Preventi Demonstra Mampu 30 Oktober
f si melakukan 2020
menggoso gosok gigi
k gigi dengan benar
Scalling Menghilangk 31 Oktober
an karang 2020
gigi yang ada
pada gigi
3 Kuratif Rujukan Melakukan 31 Oktober
rujukan 2020
untuk kasus
yang
memerlukan
penambalan
dan
pencabutan
BAB IV
PERENCANAAN DAN PELAKSANAAN

A. Alternatif Pemecahan Masalah


Dari prioritas masalah yang telah didapatkan, maka dapat diambil
alternatif pemecahan masalah sebagai berikut:
1. Rencana Promotif
Perlu diadakan penyuluhan tentang cara pemeliharaan
kesehatan gigi dan mulut yang meliputi penjelasan mengenai cara
menggosok gigi yang baik dan benar, karies gigi, dan karang gigi
dengan bantuan alat peraga flipchart, leaflet dan phantom gigi agar
penyuluhan mudah dipahami oleh pasien.
2. Rencana Preventif
Tujuan dilakukan tindakan preventif yaitu untuk menurunkan
angka DI dan CI, sebagai berikut:
a. Menggosok gigi
1) Dilakukan kontrol plak dengan pemberian disclosing solution
2) Perhitungan OHI-S terutama DI
3) Membimbing pasien menyikat gigi dengan teknik yang baik
dan benar
4) Perhitungan DI setelah sikat gigi agar dapat diketahui
keberhasilan tindakan penyuluhan serta dapat mencapai target
nasional dimana OHI-S ≤ 1,2
b. Pembersihan karang gigi
Perlu diadakan pembersihan karang gigi untuk menurunkan
angka CI serta mencegah timbulnya penyakit pada jaringan
periodontal dan akibat lain yang disebabkan oleh karang gigi.

3. Rencana Kuratif
a. Dilakukan penambalan GIC dengan diagnosa karies mencapai
email (KME) dan karies mencapai dentin (KMD) untuk
mengembalikan bentuk dan fungsi gigi seperti semula serta
mencegah perluasan kerusakan gigi (karies gigi).
b. Dilakukan rujukan ke dokter gigi untuk dilakukan perawatan
saluran akar, pulp capping dan tumpatan resin komposit agar
pasien mengalami perawatan lanjutan serta mengembalikan bentuk
dan fungsi gigi seperti semula.
c. Dilakukan pencabutan gigi dengan diagnosa persistensi untuk
memberi ruang dan jalan bagi gigi pengganti agar tumbuh dengan
baik.
d. Dilakukan rujukan ke dokter gigi untuk dilakukan pencabutan gigi
dengan diagnosa GP dan GR untuk mencegah terjadinya fokal
infeksi.
B. Penatalaksanaan
Berdasarkan survey hasil pemeriksaan pada 79 pasien
berkebutuhan khusus di wilayah Puskesmas Pringsurat, maka telah
dilakukan tindakan sebagai berikut:
1. Upaya Promotif
Telah dilakukan penyuluhan tentang pemeliharaan kesehatan
gigi dan mulut pada saat survey pemeriksaan, dengan topik:
a. Cara menggosok gigi yang baik dan benar
b. Karies gigi
c. Karang gigi
d. Makanan yang menyehatkan gigi
2. Upaya Preventif
Tidak ada upaya preventif yang dilakukan.
3. Upaya Kuratif
Tidak ada upaya kuratif yang dilakukan.

C. Hambatan
Upaya preventif dan upaya kuratif tidak dapat terlaksana karena
keterbatasan waktu dan tempat.

D. Solusi
Telah dilaksanakan kegiatan pelatihan kader posyandu di Desa
Ngipik yang diikuti oleh sebanyak 24 kader pada tanggal 25 – 26 Oktober
2019. Pelatihan kader ini dilaksanakan dengan tujuan sebagai berikut:
1. Agar kader mampu untuk mengelola posyandu dalam bidang
kesehatan gigi dan mulut,
2. Agar kader mampu untuk melakukan penyuluhan kesehatan gigi dan
mulut pada masyarakat,
3. Agar kader mampu untuk melakukan pemeriksaan sederhana tentang
masalah kesehatan gigi dan mulut yang sering terjadi di masyarakat,
4. Agar kader mampu untuk melakukan rujukan kesehatan gigi dan mulut
ke puskesmas.

E. Evaluasi
1. Promotif
Untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan kesadaran
masyarakat dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut maka diberikan
beberapa pertanyaan sebelum dan sesudah penyuluhan. Setelah
mahasiswa memberikan penyuluhan diharapkan masyarakat dapat
menjawab pertanyaan yang diberikan dan masyarakat dapat
mendemonstrasikan kembali cara menggosok gigi dengan teknik yang
baik dan benar.
2. Preventif
Tidak ada evaluasi untuk tindakan preventif.
3. Kuratif
Tidak ada evaluasi untuk tindakan kuratif.

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
Berdasarkan survei hasil pemeriksaan, maka diperoleh rata-rata
DMF-T pada ibu hamil = 3,88 (sedang); lansia = 7,96 (sangat tinggi); rata-
rata def-t anak TK = 6,92 (sangat tinggi), sedangkan menurut target
nasionel adalah DMF-T dan def-t ≤ 2, berarti tidak sesuai dengan target
nasional. Rata-rata OHI-S ibu hamil = 1,30 (sedang); anak TK = 1,38
(sedang); lansia = 1,86, sedangkan menurut target nasional adalah OHI-S
≤ 1,2 berarti tidak sesuai dengan target nasional. Rata-rata PTI ibu hamil,
anak TK dan lansia = 0%, sedangkan menurut target nasional adalah PTI ≥
20%, berarti tidak sesuai target nasional.
Dari masalah yang didapat, dapat disimpulkan bahwa telah
dilakukan pelayanan asuhan kesehatan gigi dan mulut berupa tindakan
promotif berupa penyuluhan tentang kesehatan gigi dan mulut dengan
topik karies gigi, karang gigi, dan cara menggosok gigi yang baik dan
benar. Tindakan preventif dan kuratif tidak dapat dilakukan karena
keterbatasan waktu dan tempat. Maka dari itu, dilaksanakan pelatihan
kader kesehatan gigi dan mulut di wilayah Puskesmas Pringsurat sebagai
solusi untuk mengatasi masalah yang ada.

B. Saran
1. Bagi masyarakat berkebutuhan khusus (ibu hamil, anak TK, dan
lansia), perlu ditingkatkan kebersihan gigi dan mulut dengan
menggosok gigi secara baik dan benar, serta wajib mengontrol
kesehatan gigi dan mulut tiap 6 bulan sekali.
2. Bagi kader kesehatan gigi dan mulut, agar mampu untuk mengelola
posyandu dalam bidang kesehatan gigi dan mulut, mampu untuk
melakukan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut pada masyarakat,
mampu untuk melakukan pemeriksaan sederhana tentang masalah
kesehatan gigi dan mulut yang sering terjadi di masyarakat, serta
mampu untuk melakukan rujukan kesehatan gigi dan mulut ke
puskesmas.
1. Data Hasil Penjaringan
a. Data hasil kuesioner
Pengetahuan Sikap Tindakan
Umu
No Nama Kriteria
r Jumlah Kriteria Jumlah Jumlah Kriteria

1 Slamet Percoyo 50 25 Kurang 26 Sedang 18 Baik


2 Mardoko 38 38 Sedang 28 Baik 15 Sedang
3 Mudiyono 66 37 Sedang 24 Sedang 12 Kurang
4 Sumarmi 35 34 Sedang 24 Sedang 14 Sedang
5 Nuryati 45 38 Sedang 28 Baik 15 Sedang
6 Nur Rohman 32 32 Kurang 25 Sedang 13 Sedang
7 Untani 22 35 Sedang 20 Kurang 12 Kurang
8 Eko Sulastiyo 38 40 Baik 27 Baik 16 Baik
9 Ponisih 55 38 Sedang 25 Sedang 14 Sedang
10 Tri Astuti 30 40 Baik 22 Sedang 16 Baik
11 Murdin 50 36 Sedang 21 Sedang 14 Sedang
12 Ani 30 39 Sedang 24 Sedang 12 Kurang
13 Tuminah 49 36 Sedang 23 Sedang 16 Baik
14 Siti Romlah 30 40 Baik 28 Baik 14 Sedang
15 Fitiani 26 36 Sedang 20 Kurang 14 Sedang
16 Sugiyono 29 36 Sedang 22 Sedang 14 Sedang
17 Marwan 35 39 Sedang 20 Kurang 12 Kurang
18 Sri Utami 32 38 Sedang 22 Sedang 12 Kurang
19 Fathonah 33 36 Sedang 24 Sedang 16 Baik
20 Nawawi 29 37 Sedang 26 Sedang 12 Kurang
21 Wawan Sunawan 25 38 Sedang 19 Kurang 12 Kurang
22 Wahyu Susanti 25 37 Sedang 24 Sedang 12 Kurang
23 Partini 32 Kurang 24 Sedang 14 Sedang
24 Fahmi Hasan 37 Sedang 26 Sedang 13 Sedang
25 Maulidia 15 37 Sedang 26 Sedang 14 Sedang
26 Sulastri 38 38 Sedang 26 Sedang 16 Baik
27 Kartini 44 40 Baik 28 Baik 16 Baik
28 Waluyo 34 Sedang 30 Baik 16 Baik
29 Musliha Yuliana 19 34 Sedang 26 Sedang 14 Sedang
30 Kusmiyati 24 37 Sedang 23 Sedang 16 Baik
31 Harianto 63 37 Sedang 24 Sedang 12 Kurang
32 Wadiyono 41 37 Sedang 24 Sedang 14 Sedang
33 Mariatun 55 36 Sedang 24 Sedang 14 Sedang
34 Muhlisin 36 40 Baik 29 Baik 15 Sedang
35 Marsiyah 44 31 Kurang 22 Sedang 12 Kurang
36 Irawati 37 Sedang 26 Sedang 14 Sedang
37 Suminah 46 32 Kurang 24 Sedang 14 Sedang
38 Joko 27 36 Sedang 23 Sedang 16 Baik
39 Tahmi 52 37 Sedang 25 Sedang 16 Baik
40 Jumiati 63 37 Sedang 24 Sedang 12 Kurang
41 Sri 54 34 Sedang 30 Baik 16 Baik
42 Yuni 41 37 Sedang 24 Sedang 14 Sedang
36 Slamet Percoyo 50 25 Kurang 26 Sedang 18 Baik
37 Mardoko 38 38 Sedang 28 Baik 15 Sedang
38 Mudiyono 66 37 Sedang 24 Sedang 12 Kurang
39 Sumarmi 35 34 Sedang 24 Sedang 14 Sedang
40 Nuryati 45 38 Sedang 28 Baik 15 Sedang
41 Nur Rohman 32 32 Kurang 25 Sedang 13 Sedang
42 Untani 22 35 Sedang 20 Kurang 12 Kurang
b. Data Hasil Screening
Umu OHI-S DMF-T
No Nama DI CI D M F
r Jumlah Kriteria Jumlah Kriteria
2.5 2.1 3.33 9 2 0 11
1 50
Slamet Percoyo 7 Buruk Sangat Tinggi
2.8 0.5 4 5 3 0 8
2 38
Mardoko 3 Buruk Sangat Tinggi
3 Mudiyono 66 2.5 1.5 4.33 Buruk 6 1 0 7 Sangat Tinggi
2.8 1.5 3.17 1 0 0 1
4 35
Sumarmi 3 Buruk Sangat Rendah
2.6 0.5 3.33 2 0 1 3
5 45
Nuryati 7 Buruk Sedang
2.5 0.8 3 5 0 0 5
6 32
Nur Rohman 3 Sedang Tinggi
7 Untani 22 2.5 0.5 3.6 Buruk 1 0 0 1 Sangat Rendah
8 Eko Sulastiyo 38 2.3 1.3 3.3 Buruk 1 1 0 2 Rendah
9 Tri Astuti 30 2.3 1 3.84 Buruk 2 1 1 4 Sedang
2.6 1.1 4 2 2 3 7
10 50
Murdin 7 7 Buruk Sangat Tinggi
11 Ani 30 2.8 1.1 4.67 Buruk 5 2 0 7 Sangat Tinggi
3 7
12 Wahyu Susanti 25 1.3 0.5 1.8 Sedang 0 0 0 0 Sangat Rendah
13 Wawan Sunawan 25 2.3 1.5 3.8 Buruk 2 0 0 2 Rendah
2.8 2.3 5.16 2 0 0 2
14 29
Nawawi 3 3 Buruk Rendah
2.8 1.5 4.33 4 4 0 8
15 33
Fathonah 3 Buruk Sangat Tinggi
16 Sri Utami 32 3 0.5 3.5 Buruk 2 0 0 2 Rendah
2.8 1.6 4.5 4 1 0 5
17 35
Marwan 3 7 Buruk Tinggi
2 1.6 3.67 2 1 0 3
18 29
Sugiyono 7 Buruk Sedang
1.6 1.3 2.97 3 4 0 7
19 26
Fitiani 7 Sedang Sangat Tinggi
20 Siti Romlah 30 2 0.5 2.5 Sedang 3 2 1 6 Tinggi
2.8 1.3 4.13 6 3 0 9
21 49
Tuminah 3 Buruk Sangat Tinggi
2.3 0.1 2.47 2 1 0 3
22 15
Rendi 7 Sedang Sedang
1.1 1 2.17 0 3 0 3
23 52
Tahmi 7 Sedang Sedang
24 Joko 27 1 0.5 1.5 Sedang 0 0 0 0 Sangat Rendah
2.1 1 3.17 1 10 0 11
25 46
Suminah 7 Buruk Sangat Tinggi
26 Irawati 2.8 0.8 3.66 Buruk 2 0 0 2 Rendah
3 3
27 Marsiyah 44 1.3 0.5 1.8 Sedang 3 0 0 3 Sedang
28 Muhlisin 36 1.3 0.5 1.8 Sedang 2 0 0 2 Rendah
2 1.6 3.67 3 7 0 10
29 55
Maryatun 7 Buruk Sangat Tinggi
2.3 1.8 4.13 11 5 0 16
30 41
Wadiyono 3 Buruk Sangat Tinggi
31 Hariyanto 63 2 1.5 3.5 Buruk 1 4 2 7 Sangat Tinggi
32 Tusmiyati 24 1.3 1 2.3 Sedang 0 2 0 2 Rendah
2.5 0.6 3.17 3 0 0 3
33 36
Muhlisin 7 Buruk Sedang
1.5 1.1 2.67 3 4 0 7
34 55
Maryatun 7 Sedang Sangat Tinggi
1.1 1 2.17 1 0 0 1
35 41
Wadiyono 7 Sedang Sangat Rendah
1 0.8 1.83 4 2 0 6
36 63
Hariyanto 3 Sedang Tinggi
1.1 0.8 2.17 0 0 0 4
37 24
Tusmiyati 7 3 Sedang Sedang
2.6 1.1 1.5 1 10 0 17
38 19
Musliha Yuliana 7 7 Sedang Sangat Tinggi
2.1 2 3.17 2 0 0 3
39
Waluyo 7 Buruk Sedang
1.3 0.8 3.66 3 0 0 0
40 44
Kartini 3 Buruk Sangat Rendah
1.1 1 1.8 2 0 0 11
41 TINDAKAN
PENGETAHUAN
SIKAPDMF-T 38
Sulastri 7 Sedang Sangat Tinggi
42 Maulidiya
Kurang
Kurang Baik
15 1.5 0 2 Sedang 4 0 0 2 Rendah
Kurang
10%
12% Baik
12%
19%
2.6 1.1 2 12 5 0 3
43 26% sangat sangat
Baik
Partini tinggi rendah
29% 7 7 Sedang Sedang
28%
32% rendah
44 Sri tinggi
8%
54 2.5 1.5 3.84 Buruk 3 4 0 0 7
sedang15%
17% 2.8 1.5 4.13 1 4 2 2
45 63
Jumiati 3 Buruk 7
Sedang
Sedang
Sedang
71% 76%
2.6 0.5 4.9 11 5 0 0
46 45% 41
Yuni sangat rendah rendah 7
sedang Buruk 16
BaikBaik
tinggi
Baik Sedang
Sedang
SedangKurang
sangat
Kurang
Kurangtinggi

2. Hasil Persentase Penjaringan


a. Diagram lingkaran hasil kuesioner
b. Diagram lingkaran hasil screening
OHI-S Chart Title
F
4%

M
Sedang 36%
Buruk 47%
53% D
60%

Baik Sedang Buruk D M F