Anda di halaman 1dari 6

TUGAS FORUM DISKUSI

MODUL 1 AZAS TEKNIK KIMIA (NERACA MASSA DAN ENERGI)


Nama : Dyah Rosita Heny, ST, MT
Asal institusi : SMKN 1 Sragi Pekalongan
Sebagai bagian penting pada Chemical Recovery Plant di dalam sebuah pabrik pulp,
filtrasi digunakan untuk memisahkan larutan NaOH dari bubur CaCO 3 (padatan CaCO3
yang tersuspensi di dalam larutan). Komposisi umpan pada proses filtrasi adalah NaOH
terlarut 10%-massa, CaCO3 tersuspensi 5%-massa dan selebihnya air. Hasil filtrasi
berupa (a) flitrat jernih tanpa padatan CaCO 3; dan (b) cake yang berupa lumpur pekat
dengan kandungan CaCO3 dan membawa larutan NaOH. Di dalam cake, perbandingan
massa larutan NaOH terhadap massa CaCO3 adalah 3:1. Pada proses selanjutnya
filtrat dimasukkan ke dalam evaporator untuk menguapkan air sampai diperoleh larutan
NaOH pekat dengan konsentrasi 17%. Larutan terakhir ini dinamai white liquor dan
selanjutnya digunakan kembali untuk proses pulping. White liquor yang ingin dihasilkan
sebanyak 1 ton/jam. Diskusikanlah dengan teman sejawat Anda beberapa hal berikut:

1. Bila masalah di atas under-specified, asumsi logis apakah yang harus


ditambahkan sebagai data aliran atau hubungan pendukung?
2. Selesaikanlah masalah neraca massa di atas!
3. Hitunglah NaOH recovery, yaitu perbandingan massa antara NaOH yang dapat
diambil di dalam white liquor terhadap massa NaOH di dalam bubur CaCO 3
(umpan)!
4. Diskusikan satu kemungkinan dari beberapa kemungkinan untuk mengurangi
NaOH yang terbawa cake dan konsekuensinya!
5. Di daerah (provinsi) mana terdapat pabrik pulp besar?

JAWAB:

1. Ya, soal diatas under-specified karena fraksi H 2O tidak diketahui, sehingga harus
dilakukan asumsi
2. Neraca Massa
Asumsi kadar air cake = 0 % sehingga sangat kering
A. Massa white liquor = 1000 kg/jam
Massa NaOH 17 % = 170 kg/jam
H2O 83 % = 830 kg/jam
B. Neraca CaCO3
CaCO3 input + CaCO3 generation + CaCO3 consumption = CaCO3 Output
Karena tidak ada reaksi, CaCO3 generation dan consumption = 0
CaCO3 input = CaCO3 output
FX5% = CaCO3 in cake
CaCO3 in cake = 0,05 F
C. Neraca NaOH
NaOH input + NaOH generation + NaOH consumption = NaOH output
Karena tidak ada reaksi, NaOH generation dan consumption = 0
NaOH input = NaOH output
F X 10 % = NaOH cake + WL x 17 %
0,1 F = (1/3 x CaCO3 in cake ) + 170 kg/jam
0,1 F = (1/3 x 0,05 F ) + 170 kg/jam
0,1 F - (1/3 x 0,05 F ) = 170 kg/jam
0,08333 F = 170 kg/jam
F = 2040 kg/jam
D. Komposisi umpan
F = 2040 kg/jam
NaOH = 204 kg/jam
CaCO3 = 102 kg/jam
H2O = 1734 kg/jam
E. Neraca NaOH di filter
NaOH feed =NaOH filtrate + NaOH cake
204 kg = NaOH filtrate + (1/3 x 102 kg/jam)
NaOH filtrate = 170 kg/jam
F. Neraca H2O di filter
H2O feed = H2O filtrate + H2O cake
1734 kg/jam = H2O filtrate + 0 kg/jam
H2O filtrate = 1734 kg/jam
G. Neraca massa evaporator
Neraca H2O di evaporator

H2O input = H2O vapor + H2O in WL


1734 kg/jam = H2O vapor + 830 kg/jam
H2O vapor = 904 kg/jam
Diagram alir neraca massa akhir

Massadi WL
3. NaOH recovery = x 100 %
Massa Feed
170 kg / jam
= x 100 %
204 kg / jam
= 83,33 %
4. Menggunakan ukuran pori filter yang lebih besar, konsekuensinya akan ada
CaCO3 yang lolos ke filtrate
5. Data produksi dan konsumsi pulp di Indonesia
Tabel 1. Produk dan ekspor pulp Indonesia

Tahun Ekspor Konsumsi Produksi Kapasitas tepasang


(juta ton) (juta ton) ( juta ton) (Adt)
2000 1,3 3,5 4,1 5,2
2001 1,7 3,5 4,7 5,6
2002 2,2 3,5 5,0 6,1
2003 2,4 3,6 5,2 6,3
2004 2,5 3,6 5,2 6,3
2005 2,6 3,8 5,5 6,5
2006 2,8 3,8 5,7 6,5
2007 2,4 4,2 5,8 6,5
2008 1,0 2,8 3,5 7,9
2009 1,5 2,0 3,5 7,9
(APKI, 2009)
Pada tahun 2016 jumlah Industri Pulp 2 (PT Toba Pulp Lestari, PT Tanjung Enim
Lestari), 5 Indusri terintegrasi dan 66 Industri Kertas. Terdapat 1 industri pulp
yang tidak beroperasi (PT Kertas Nusantara), 1 industri terintegrasi tidak
beroperasi (PT Kertas Leces) dan 9 industri kertas yang tutup dan tidak
beroperasi (PT Asia Paper Mills , PT Kertas Blabak , PT Kertas Kraft Aceh , PT
Sarana Kemas Utama , PT Soear Sakti , PT Sunda Raya , PT Surabaya Agung
Industri Pulp & Kertas, Tbk , PT Tridaya Kreasi (Gede Karang) , PT Wirajaya
Packindo ).
Berdasarkan data dari Roadmap IHHP (2017), kapasitas izin produksi pulp
sebesar 8.140.000 ton/tahun dan jika dikalikan faktor konversi sebesar 4.17
m3/ton, maka kebutuhan bahan baku pulp adalah sebesar 33.943.800 m3/tahun.
Berdasarkan data dari Kementerian Perindustrian, 6 (enam) perusahaan sebagai
berikut :
PT. Riau Andalan Pulp and Paper, PT. Tanjung Enim Lestari, PT. Indah Kiat
Pulp and Paper Perawang PT Toba Pulp Lestari, PT Lontar Papyrus dan PT OKI
Pulp and Paper yang menggunakan bahan baku bersumber dari HTI, dengan
total kapasitas produksi 10.057.000 ton/tahun, maka membutuhkan bahan baku
sebesar 41.937.690 m3/tahun
Daftar Perusahaan yang menggunakan Bahan Baku dari HTI

Nama Perusahaan Kapasitas Produksi Kebutuhan Bahan Baku


(ton/tahun) (m3/tahun)
RAPP (Riau) 2.800.000 11.676.000
TEL(Sumatera selatan) 450.000 1.876.500
IKPP (Perawang)(Riau) 2.746.000 11.450.820
Toba Pulp Lestari 240.000 1.000.800
(Sumatera Utara)
Lontar Papyrus (Jambi) 1.021.000 4.257.570
OKI Pulp & Paper 2.800.000 11.676.000
(Sumatera Selatan)
Total 10.057.000 41.937.690
Berdasarkan data diatas, PT Riau Andalan Pulp dan Paper dan PT IKPP
perawang mempunyai kapasitas total produksi 5.546.000 ton /tahun, merupakan
industri pulp dengan kapasitas produksi tertinggi berada di propinsi Riau

Anda mungkin juga menyukai