Anda di halaman 1dari 8

ISSN : 2355-9349 e-Proceeding of Art & Design : Vol.6, No.

2 Agustus 2019 | Page 2082

Pengembangan Motif Kain Cual Khas Provinsi


Bangka Belitung untuk Diterapkan Pada Produk
Fesyen
Riztia Nilfarisa, Morinta Rosandini.
Kriya Tekstil dan Mode, Fakultas Industri Kreatif, Telkom University

Email : riztianilfa24@gmail.com , morintarosandini@telkomuniversity.ac.id

Abstract Cual is a woven fabric from Bangka Belitung which is made by sungkit with using gold thread. Tenun
Cual fabric also has a variety of inspired pattern by nature around philosophy that can be translated into daily life,
but at this time the existence of Cual fabric was not realized by the public. It was stated directly by the Badan
Kerajinan Nasional that Cual fabric is almost extinct, therefore it is necessary for innovation both from weaving and
pattern.
The method used in this study is a qualitative method of doingliterature studies, observations and interviews
regarding collecting data about Cual and its current developments. Then the method of exploration, stylation,
compositing and coloring.
The results of this study are in the form of innovation from Cual fabric motifs with more modern style but still keep
the rules of composing Cual’s pattern. The exploration results applied to fabrics measuring 200 cm x 150 cm using
digital printing techniques, then applied to ready to wear fashion products with reference to Bangka Belitung’s
bridal wear designs and analysis of the market target and brand comparison as an approaches method. The results of
this study are expected to increase the variety of Cual's pattern to make it more known by the community.

Keywords : Cual pattern, Geometric style, Fashion product

1. PENDAHULUAN Pengkomposisian motif pada kain Cual memiliki


berbagai aturan, disetiap lembaran kain terdiri dari
Indonesia memiliki keberagaman budaya
tiga bagian yaitu kepala, badan dan kaki. Kaidah
yang salah satunya ialah kebudayaan Melayu.
penyusunan motif pada kain Cual pun terbagi
Kebudayaan Melayu merupakan hasil dari adanya
menjadi dua yaitu motif penuh (pengantin bekecak)
kontak budaya yang berbeda antara bangsa
dan motif ruang kosong (Janda bekecak), serta
Austronesia dan daerah Yunan negeri Cina Selatan
terdapat beberapa motif yang harus disusun secara
dengan bangsa lainnya, dari sebuah proses perjalanan
berurutan.
panjang yang kemudian menyebar di beberapa daerah
di Sumatera dan Kalimantan. Salah satu daerah yang
Namun saat ini banyak masyarakat yang tidak
mendapat pengaruh kebudayaan Melayu ialah
mengetahui bahwa Bangka Belitung memiliki kain
Bangka Belitung.
Cual sebagai warisan budaya yang ada sejak dulu,
Seperti yang dikatakan oleh Dewan Kerajinan
Bangka Belitung merupakan provinsi kepulauan yang
Nasonal Bangka Belitung bahwa beberapa tahun
tediri dari dua pulau besar yaitu Pulau Bangka dan
belakangan kain Cual dinyatakan sebagai warisan
Pulau Belitung yang sudah dihuni sejak sebelum abad
budaya yang hampir punah. Oleh sebab itu
ke-7 Masehi. Bahasa serta kebudayaan yang
pemerintah Bangka Belitung merespon hal tersebut
berkembang di Provinsi Bangka Belitung dipengaruhi
dengan mengalokasikan dana untuk mempromosikan
oleh adat melayu, Salah satu wastra nusantara yang
kain Cual, Sesuai yang dipaparkan oleh pemilik Batik
dipengaruhi oleh adat melayu yaitu kain Cual. Kain
Sepiak, yaitu ibu Bella Kartika Aprillia yang
Cual merupakan khasanah kain khas Provinsi Bangka
menyebutkan bahwa tahun 2018/2019 pemerintah
Belitung yang sudah ada sejak ratusan tahun lalu.
Bangka Belitung memfokuskan alokasi dana untuk
Kain Cual merupakan salah satu penunjuk identitas
promosi kain Cual.
dan status sosial seseorang, pada waktu dulu kain
Cual hanya dipakai oleh lingkungan raja dan kerabat
Berdasarkan permasalahan yang telah di paparkan
raja, namun seiring berkembangnya zaman kain Cual
diatas, diperlukan adanya pengenalan ragam motif
mulai digunakan oleh berbagai kalangan.
kain Cual dengan tetap mempertahankan kaidah
Rohana(2009) dalam buku Kain Cual Bangka
penyusunan motif kain Cual yaitu dengan
menyatakan bahwa motif kain Cual bersumber dari
mengembangkan motif yang sudah ada pada kain
alam yaitu flora, fauna dan benda angkasa yang
Cual sendiri menjadi motif baru yang lebih modern.
kemudian di reka reka menjadi sebuah motif.
ISSN : 2355-9349 e-Proceeding of Art & Design : Vol.6, No.2 Agustus 2019 | Page 2083

Batik Sepiak sudah mengupayakan hal tersebut dipakai susunan benang pakan dengan pewarnaan
dengan membuat motif batik yang terinspirasi dari menggunakan teknik pencelupan.
kain Cual, Oleh karenanya kain Cual memiliki
potensi untuk lebih dikembangkan melalui media 3.2 Ornamen dan Motif
digital printing. Fenomena saat ini yaitu masyarakat Kata ornamen berasal dari bahasa Latin
mulai banyak tertarik untuk menggunakan motif khas “ornare” yang berarti menghiasi. Menurut Gustami
nusantara karena banyaknya inovasi yang dilakukan (1978) ornamen adalah komponen produk seni yang
oleh para desainer, seperti yang dilakukan oleh ditambahkan atau sengaja dibuat untuk tujuan
desainer ternama Biyan Wanaatmadja pada koleksi sebagai hiasan. Ornamen merupakan hiasan yang
“Humba Hammu” yang terinspirasi oleh motif dapat memperindah suatu produk. Fungsi dari
Sumba. Hal serupa juga dilakukan oleh Sapto Djoko ornamen itu sendiri pada umumnya untuk
Kartiko dalam perayaan 10 tahun berkarya di dunia memperindah suatu produk agar terlihat lebih
fesyen dengan mengemas motif khas Sumba dengan menarik (estetis) dan lebih memiliki nilai jual.
teknik bordir.
3.3 Rekalatar Tekstil
2. METODE Rekalatar tekstil adalah menciptakan,
Metode yang digunakan dalam penulisan ini merancang, dan membuat sesuatu bentuk motif yang
metode penulisan kualitatif. Metode penulisan ini berbentuk dua dimensi diatas permukaan kain.
dilakukan melalui pendekatan yang meliputi; (1) Rekalatar umumnya diproses pada kain yang
Studi Pustaka yaitu melakukan pengumpulan data bewarna putih polos dengan menggoreskan berbagai
dengan referensi kepustakaan dari buku, jurnal, macam motif dan warna sehingga kain tersebut
laporan tugas akhir, dan internet untuk memperkuat memiliki keindahan, keunikan, dan kekhasan
argumen pada penulisan, maka penulis mengutip tersendiri (Juliana, 2011).
beberapa studi literatur yang terkait dengan
penulisan. (2) Observasi yaitu mengumpulkan data 1. Digital Printing : Teknik mencetak tinta diatas
melalui pengamatan secara langsung ke tempat media berupa bahan atau media lain sesuai
pembuatan kain Tenun Cual dan Galeri Sepiak dengan bentuk yang dibutuhkaan, biasanya digital
Belitong yang memproduksi motif Cual dengan printing dilakukan oleh
teknik batik. (3) Wawancara yaitu melakukan sebuah mesin print laser atau inkjet (Daniel,
wawancara secara langsung dengan pemilik tenun 2017).
Cual Lestari dan CEO Galeri Sepiak Belitong (4) 2. Bordir : Mengutip dari pernyataan dari Yuliarna
Eksperimen yaitu melakukan stilasi pada motif kain dalam bukunya The Art Of Embroidery Design
Cual lalu melakukan pegkomposisian dan pewarnaan. istilah bordir identik dengan menyulam karena
kata bordir diambil dari istilah Bahasa inggris
embroidery (im broide) yang memiliki arti
3. DASAR TEORI sulaman. Menurut Suhersono (2006) dalam
3.1 Kain Cual bukunya bahwa bordir merupakan salah
Kain Cual awalnya lebih dikenal dengan satu kerajinan ragam hias yang menitikberatkan
Limar Muntok, yaitu kain tenun ikat yang berasal pada keindahan dan kompisisi warna benang pada
dari Muntok, nama sebuah kota di Provinsi Bangka medium berbagai jenis kain, dengan alat bantu
Belitung tempat kain cual pertama kali berkembang seperangkat mesin jahit (mesin jahit bordir) atau
(Rohana, 2009). Menurut Rohana pada buku Kain mesin bordir komputer.
Cual Bangka bahwa Cual dalam pengertian setempat
berarti “celupan benang pada proses awal”, benang 3.4 Ready to Wear Deluxe
mori yang akan diwarnai dicelup atau diikat. Dalam Busana Ready-to-Wear Deluxe merupakan
perkembangannya kata cual menjadi sebutan untuk suatu jenis busana jadi yang dapat dikenakan sesuai
kain itu. Ciri khas pada kain tenun cual yaitu pada dengan fungsi dan kegunaanya, yang diproduksi
teknik pembuatannnya dengan memadukan teknik secara terbatas karena dalam pengerjaannya dilihat
ikat dan sungkit yang juga digunakan pada dari ketahanan pada material, proses perawatan, dan
pembuatan kain songket palembang dan kain siak teknik yang digunakannya, handmade.
riau.
Dijelaskan oleh Maslinah pada buku Kain Cual
Bangka bahwa meskipun dalam banyak hal kain cual
memiliki kesamaan dengan kain songket Palembang,
namun diantara keduanya terdapat berbedaan
mendasar yaitu pada kain songket Palembang teknik
pencukitan lebih dominan sedangkan motifnya lebih
didominasi oleh benang emas sedangkan kain tenun
cual Muntok lebih didominasi oleh kain tenun ikat
sehingga dalam penyusunan motif lebih banyak
ISSN : 2355-9349 e-Proceeding of Art & Design : Vol.6, No.2 Agustus 2019 | Page 2084

Tabel 1. Eksplorasi
4. HASIL DAN PEMBAHASAN
Indonesia memiliki kekayaan ragam hias Palet Hasil Pewarnaan Proses
berupa ornamen dan motif yang berpotensi untuk Warna
dikembangkan dalam dunia fesyen, Hal ini sudah R : 160 Palet warna yang
G : 41
banyak diupayakan oleh desainer besar seperti Biyan B : 33

#A02921 digunakan
Wanaatmadja pada koleksi R : 231
G : 115 mengambil warna
“Humba Hammu” yang terinspirasi oleh motif B : 74

#E7734A
asli dari kain Cual
Sumba. Hal serupa juga dilakukan oleh Sapto Djoko R : 255
G : 214 yaitu
B : 24

Kartiko dalam perayaan 10 tahun berkarya di dunia #FFD618


maroon,kuning
fesyen dengan mengemas motif khas Sumba dengan R : 255
G : 255 keemasan dan
B : 132

teknik bordir. #FFFF84


ungu, proses
R : 223
G : 205
B : 123 pewarnaan 2 ini
Dalam karya ini penulis ingin turut serta melakukan #DFCD7B
menggunakan
pengembangan motif untuk diterapkan pada produk aplikasi digital
fesyen yaitu menggunakan motif kain Cual khas yaitu Adobe
Bangka Belitung yang dinyatakan oleh Dewan Illustrator.
Kerajinan Nasional hampir punah. Motif kain Cual Palet warna yang
R : 72

berpotensi untuk dikembangkan karena memiliki ciri G : 22


B : 119

#481677 digunakan
khas motif melayu yang kental dengan kaidah R : 160
mengambil warna
G : 41

penyusunan motif dan inspirasi setiap motif diambil B : 33

#A02921 asli dari kain Cual


dari alam sekitar yang syarat akan makna. R : 231 yaitu
G : 115
B : 74

#E7734A maroon,kuning
Perancangan motif dilakukan melalui beberapa tahap R : 223
keemasan dan
G : 205

yaitu proses pemilihan motif yang akan B : 123

#DFCD7B
ungu, proses
dikembangkan lebih lanjut lalu proses stilasi, pewarnaan 2 ini
pengkomposisian, dan pewarnaan. Dalam menggunakan
pengembangan motif ini penulis tetap aplikasi digital
mempertahankan kaidah penyusunan motif kain Cual yaitu Adobe
khas Bangka Belitung yaitu mempertahankan bagian Illustrator.
kepala, badan, kaki dan menggunakan R : 72 Palet warna yang
pengkomposisian pengantin bekecak (susunan G : 22
B : 119
digunakan
#481677

penuh). Penggayaan yang digunakan dalam R : 143 mengambil warna


penyusunan motif yaitu Geometris sesuai dengan G : 110
B : 138
asli dari kain Cual
#8F6E8A

karakter kain Cual. R : 231 yaitu


G : 115
B : 74

#E7734A maroon,kuning
Pengembangan motif kain Cual khas Bangka keemasan dan
R : 255
Belitung akan di print pada kain berukuran panjang G : 214
B : 24
ungu, proses
200 cm dan lebar 145 cm dan diberikan aplikasi #FFD618

pewarnaan 2 ini
R : 223
imbuh berupa bordir untuk menambah tekstur pada G : 205
B : 123
menggunakan
kain. #DFCD7B

aplikasi digital
yaitu Adobe
Pengembangan motif kain Cual akan diaplikasikan Illustrator.
pada pakaian ready to wear delux yang terinspirasi R : 72 Palet warna yang
dari pakaian pengantin Bangka Belitung baik dari G : 22
B : 119

#481677 digunakan
siluet busana maupun peletakan motif. R : 143
mengambil warna
G : 110
B : 138

#8F6E8A asli dari kain Cual


4.1 Eksplorasi R : 231
G : 115
B : 74
yaitu
Pada tahap eksplorasi penulis melakukan #E7734A
maroon,kuning
stilasi secara digital, lalu melakukan R : 255
G : 214 keemasan dan
B : 24

pengkomposisian dengan memperhatikan kaidah #FFD618


ungu, proses
penyusunan motif pada kain Cual, dan yang terakhir R : 223
G : 205 pewarnaan 2 ini
B : 123

adalah penulis melakukan proses pewarnaan yang #DFCD7B


menggunakan
sesuai dengan trend forecast 2019/2020 yaitu svarga. aplikasi digital
yaitu Adobe
Illustrator.
ISSN : 2355-9349 e-Proceeding of Art & Design : Vol.6, No.2 Agustus 2019 | Page 2085

R : 72
Palet warna yang R : 72
G : 22
Palet warna yang
G : 22

digunakan digunakan
B : 119
B : 119
#481677
#481677

R : 143
mengambil warna R : 160
G : 41
B : 33
mengambil warna
G : 110
B : 138

#8F6E8A
asli dari kain Cual #A02921
asli dari kain Cual
R : 237
yaitu R : 231
G : 115
B : 74
yaitu
G : 32
B : 40 maroon,kuning #E7734A
maroon,kuning
#D2028
keemasan dan R : 223
G : 205
B : 123
keemasan dan
R : 255
G : 214
B : 24
ungu, proses #DFCD7B
ungu, proses
#FFD618
pewarnaan 2 ini pewarnaan 2 ini
menggunakan menggunakan
aplikasi digital aplikasi digital
yaitu Adobe R : 143
G : 110
Palet warna yang
Illustrator. B : 138

#8F6E8A digunakan
R : 160
G : 41
Palet warna yang R : 160
G : 41
mengambil warna
B : 33
B : 33

#A02921
digunakan #A02921 asli dari kain Cual
R : 231
mengambil warna R : 231
G : 115
yaitu
G : 115
B : 74

#E7734A
asli dari kain Cual B : 74

#E7734A
maroon,kuning
R : 255
yaitu R : 255
keemasan dan
G : 214
G : 214
B : 24 maroon,kuning B : 24

#FFD618
ungu, proses
#FFD618
keemasan dan pewarnaan 2 ini
R : 223
G : 205
B : 123
ungu, proses menggunakan
#DFCD7B
pewarnaan 2 ini aplikasi digital
menggunakan yaitu Adobe
aplikasi digital Illustrator.
yaitu Adobe
Illustrator. Berdasarkan hasil eksplorasi lanjutan pada tabel
R : 72
G : 22
Palet warna yang diatas didapatkan pengkomposisian motif yang masih
B : 119

#481677
digunakan sesuai dengan kaidah penyusunan motif kain Cual
mengambil warna
R : 143 dengan inspirasi warna pada trend forecast svarga
G : 110
B : 138 asli dari kain Cual
#8F6E8A
yaitu yang masih sesuai dengan warna kain Cual asli yaitu
R : 160
G : 41 maroon,kuning kuning, ungu dan maroon.
B : 33

#A02921 keemasan dan


R : 231 ungu, proses 4.2 Konsep Perancangan
G : 115
B : 74

#E7734A
pewarnaan 2 ini Dalam proses perancangan karya, terdapat beberapa
menggunakan tahapan yang dilalui, diantaranya studi literatur,
aplikasi digital wawancara, pembuatan moodboard , analisa brand
yaitu Adobe pembanding, market research, proses eksplorasi serta
Illustrator. analisa penerapan motif pada busana.
R : 72 Palet warna yang Dalam proses eksplorasi penulis mengupayakan agar
G : 22
B : 119
digunakan karakter motif Cual tetap terjaga dengan
#481677

mengambil warna membawanya ke arah yang lebih modern,dengan


R : 143
G : 110
B : 138 asli dari kain Cual menggunakan trend busana svarga pada trend
#8F6E8A
yaitu forecast Singularity Selain itu penulis juga
R : 160
G : 41
maroon,kuning mengupayakan agar karakter motif Cual bisa tetap
B : 33

#A02921 keemasan dan terlihat saat sudah diterapkan pada busana. Inspirasi
R : 255
ungu, proses siluet busana dan penerapan motif Cual ialah pakaian
G : 214
B : 24
pewarnaan 2 ini pengantin khas Bangka Belitung yang memiliki ciri
#FFD618

menggunakan siluet lurus, penyusunan motif kaki atau kepala di


aplikasi digital bagian tepi busana seperti tepi lengan,baju dan
yaitu Adobe bagian tengah baju serta motif bagian badan yang
Illustrator. menyebar di bagian tubuh.

Pengembangan Motif Cual yang penulis lakukan


akan menggunakan teknik digital printing serta
penambahan aplikasi imbuh berupa bordir dan payet
sesuai yang diterapkan pada pakaian pengantin khas
Bangka Belitung.
ISSN : 2355-9349 e-Proceeding of Art & Design : Vol.6, No.2 Agustus 2019 | Page 2086

Judul koleksi yang diangkat pada karya ini ialah


“Kembang Setangkai” merupakan nama motif bagian
badan, karena berdasarkan data hasil wawancara
yang penulis dapatkan bahwa yang membedakan (ciri
khas) motif Cual adalah terletak pada bagian badan,
dan motif bagian badan pada koleksi ini ialah Motif
“Kembang Setangkai”.

Gambar 1. Patterns Board

4.3 Desain Busana Gambar 3. Visualisasi Produk


Dengan menganalisa pakaian pengantin Belitung
yang menjadi inspirasi busana serta menganalisa 5. SIMPULAN
brand pembanding dan target market sehingga
Berdasaran penelitian yang telah dilakukan maka
penulis membuat 4 sketsa desain busana ready to
dapat ditarik beberapa keimpulan, yaitu :
wear deluxe.
1.Melakukan inovasi terhadap motif kain Cual khas
Provinsi Bangka Belitung yaitu dengan men-stilasi
secara digital motif asli kain Cual menjadi lebih
sederhana dan berkarakter geometris (kaku). Lalu
melakukan proses pengkomposisian secara digital
dengan tetap mempertahankan kaidah penyusunan
motif kain Cual yaitu mempertahankan bagian
kepala, badan dan kaki pada motif serta
menggunakan komposisi pengantin bekecak (susunan
penuh). Selanjunya dilakukan proses pewarnaan
dengan memilih warna sesuai kain Cual khas
Provinsi Bangka Belitung.

2.Hasil akhir motif kain Cual yang telah di inovasi


diterapkan pada kain berukuran panjang dan lebar
200 cm x 150 cm sesuai dengan lebar kain Cual yang
berbentuk persegi panjang, lalu akan menggunakan
teknik digital printing.
Gambar 2. Sketsa Busana
3.Pengaplikasian motif dilakukan pada produk fesyen
ready to wear deluxe dengan acuan trend forecast
4.4 Visualisasi Produk Svarga dan inspirasi busana yaitu pakaian pengantin
Visualisasi produk bisa dilihat pada gambar dibawah Bangka Belitung dan menerapkan Scamper, yaitu
ini yang merupakan hasil akhir dari penelitian ini beberapa garis rancang pakaian pengantin Bangka
Belitung yang diambil seperti bibe (rompi pada
pakaian wanita) lalu selendang pada pakaian lelaki,
siluet baju kurung pada pakaian wanita serta cara
pengaplikasian motif yang berhadapan. Dan beberapa
garis rancang merupakan inovasi dan kombinasi
ISSN : 2355-9349 e-Proceeding of Art & Design : Vol.6, No.2 Agustus 2019 | Page 2087

dengan pertimbangan analisa trend dan target Daftar Pustaka


market. Rohana. 2009. Kain Cual Bangka. Jakarta. Direktorat
Jendral Nilai Budaya Seni dan Film.
4. Mengingat ukuran motif pada kain yang terbatas
yaitu 200 cm x 150 cm dan motif memiliki bagian Krisyanidayati. 2017. “Dewan Kerajinan Nasional
kepala badan kaki sehingga dilakukan optimalisasi Sebut Cual Terancam Punah”.
penggunaan kain dengan sebelumnya melakukan http://bangka.tribunnews.com/2017/09/21/dewan-
pengaturan penempatan pola pada kain secara digital kerajinan-nasional-sebut-cual-babel-terancam-punah.
sehingga pada busana yang dibuat mampu Diakses pada 20 November 2018 pukul 20.05.
menampilkan motif bagian kepala badan dan kaki
secara maksimal. Devanadepratama. 2014. “Sejarah Pulau Bangka
Belitung,Indonesia”.
5.Berdasarkan inspirasi busana yaitu pakaian https://babelinternas.wordpress.com/2014/10/29/sejar
pengantin Bangka Belitung serta analisa target ah-pulau-bangka-belitung-indonesia/. Diakses pada
market dan brand pembanding yang penulis lakukan 28 November pukul 10.10.
sehingga dilakukan eksplorasi sekunder yaitu
menambahkan aplikasi bordir dan payet pada busana Krisyanidayanti. 2018. “Kunjungan Wisatawan ke
yang dibuat. Babel Tahun 2017 Meningkat 24,4 %”.
http://bangka.tribunnews.com/2018/04/05/kunjungan
-wisatawan-ke-babel-tahun-2017-meningkat-244-
persen. Diakses pada 28 November 10.20.

Malik, Abdul, dkk. 2003. Corak dan Ragi Tenun


Melayu Riau, Yogyakarta, Adicita.

Fadhillah, Muhammad. 2018. Perancangan Informasi


Motif Cual Bangka Melalui Media Buku Populer.
Bandung. Universitas Komputer Indonesia.

Kimberly,Kight. 2011. A Field Guide to Fabric


Design. California. C&T Publishing.

Yacoeb,M.D.O (2017) : Pengolahan Motif Pada Buya


Boba Dengan Teknik Digital Printing, Tugas Akhir
Program Sarjana, Universitas Telkom Bandung.
ISSN : 2355-9349 e-Proceeding of Art & Design : Vol.6, No.2 Agustus 2019 | Page 2088
ISSN : 2355-9349 e-Proceeding of Art & Design : Vol.6, No.2 Agustus 2019 | Page 2089