Anda di halaman 1dari 97

TUGAS AKHIR

EVALUASI PENERIMAAN SISTEM INFORMASI


MANAJEMEN KEPEGAWAIAN PADA BADAN
KEPEGAWAIAN, PENDIDIKAN DAN PELATIHAN (BKPP)
KABUPATEN PULANG PISAU MENGGUNAKAN METODE
TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL (TAM)

Disusun Oleh :
Dyan Bentar Bhaswara Siwi
151131002

PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI

SEKOLAH TINGGI INFORMATIKA DAN KOMPUTER


INDONESIA
MALANG
2019
LEMBAR PERSETUJUAN

PROPOSAL TUGAS AKHIR

1. Judul : Evaluasi Penerimaan Sistem Informasi Manajemen

Kepegawaian pada Badan Kepegawaian, Pendidikan

dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Pulang Pisau

Menggunakan Metode Technology Acceptence Model

(TAM).

2. Identitas Penyusun

a. Nama : Dyan Bentar Bhaswara Siwi

b. NRP : 151131002

Malang, 10 Januari 2019

Menyetujui,

Dosen Penguji Pertama Dosen Penguji Kedua

(Koko Wahyu Prasetyo, S.Kom, M.T.I) (Yekti Asmoro Kanthi, S.Si, M.AB)

Dosen Pembimbing Proposal

(Meivi Kartikasari, S.Kom, M.T)

i
DAFTAR ISI

LEMBAR PERSETUJUAN .................................................................................. I


DAFTAR ISI ........................................................................................................ II
DAFTAR TABEL ............................................................................................... IV
DAFTAR GAMBAR .............................................................................................V
BAB I ...................................................................................................................... 1
PENDAHULUAN .................................................................................................. 1
1. 1 LATAR BELAKANG ................................................................................ 1
1. 2 RUMUSAN MASALAH ............................................................................ 3
1. 3 TUJUAN PENELITIAN............................................................................ 3
1. 4 BATASAN MASALAH ............................................................................. 3
1. 5 MANFAAT PENELITIAN ....................................................................... 4
1. 6 LANGKAH LANGKAH PENELITIAN ................................................. 5
1. 7 SISTEMATIKA PEMBAHASAN ............................................................ 5
BAB II .................................................................................................................... 8
LANDASAN TEORI............................................................................................. 8
2. 1. PENELITIAN TERDAHULU .................................................................. 8
2.1. 1 PENELITIAN FATMASARI, DKK. (2013) ................................................... 8
2.1. 2 PENELITIAN BRIGITA ANGGA WULAN, DKK. (2017) .............................. 9
2.1. 3 PENELITIAN TRI SUSANTO, DKK. (2013). ............................................. 10
2. 2. EVALUASI ............................................................................................... 11
2. 3. SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .................................................... 11
2. 4. SISTEM INFORMASI MANAJEMEN KEPEGAWAIAN (SIMPEG) 11
2. 5. VARIABEL LATEN ................................................................................... 12
2. 6. SKALA LINKERT ..................................................................................... 13
2. 7. TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL (TAM) ................................... 13
2. 8. BADAN KEPEGAWAIAN, PENDIDIKAN DAN PELATIHAN (BKPP)
KABUPATEN PULANG PISAU ....................................................................... 16
BAB III ................................................................................................................. 19

ii
METODOLOGI PENELITIAN ........................................................................ 19
3. 1. TEMPAT DAN WAKTU PENELITIAN .............................................. 19
3. 2. PROSEDURE PENELITIAN .................................................................... 20
3. 3. ALAT DAN BAHAN................................................................................... 21
3. 4. PENGUMPULAN DATA ........................................................................... 24
3. 5. ANALISA ..................................................................................................... 35
3. 6. MODEL ILUSTRASI PENELITIAN ....................................................... 36
DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 38

iii
DAFTAR TABEL

TABEL 2.1 PENELITIAN 2.1. 1 ......................................................................... 8


TABEL 2.2 PENELITIAN 2.1. 2 ......................................................................... 9
TABEL 2.3 PENELITIAN 2.1. 3 ....................................................................... 10
TABEL 3.1 WAKTU PELAKSANAAN PENELITIAN ................................. 19
TABEL 3.1 WAKTU PELAKSANAAN PENELITIAN ....................... ERROR!
BOOKMARK NOT DEFINED.
TABEL 3.2 VARIABEL LATEN ...................................................................... 21
TABEL 3.3 ILUSTRASI SKALA LINKERT .................................................. 27
TABEL 3.4 CASE PROCESSING SUMMARY .............................................. 28
TABEL 3.5 RELIABILITY STATISTICS ....................................................... 28
TABEL 3.6 UJI VALIDASI ............................................................................... 29

iv
DAFTAR GAMBAR

GAMBAR 2.1 STRUKTUR ORGANISASI BKPP PULANG PISAU .......... 19


GAMBAR 3.1 MODEL HIPOTESIS PENELITIAN ...................................... 20
GAMBAR 3.2 ILUSTRASI MODEL ................................................................ 36

v
BAB I

PENDAHULUAN

1. 1 Latar Belakang

Pulang Pisau merupakan salah satu kabupaten di propinsi Kalimantan

Tengah. Kabupaten Pulang Pisau memiliki beberapa unit kerja / Satuan Kerja

Perangkat Daerah (SKPD) yang salah satunya adalah Badan Kepegawaian,

Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Pulang Pisau.

Sesuai dengan peraturan daerah nomor 09 tahun 2018 tentang organisasi

dan tata kerja perangkat daerah kabupaten Pulang Pisau, BKPP Pulang Pisau

mempunyai tugas di bidang manajemen Pegawai Negeri Sipil Daerah, serta

pendidikan dan pelatihan.

Dalam melaksanakan tugasnya, BKPP Pulang Pisau didukung oleh sebuah

Sistem Informasi Kepegawaian (SIMPEG) yang digunakan untuk mempermudah

tugas pengelolahan data pegawai di lingkungan Kabupaten Pulang Pisau, yang

sebelumnya masih dilakukan secara manual. Dimana data-data pegawai masih

berupa berkas fisik dan sebagian tersimpan dalam file Microsoft Excel. Karena

dinilai sering kali terjadi inconsistency data pegawai yang ada di masing-masing

Unit Kerja dengan data yang dimiliki oleh BKPP selaku penyedia infomasi data

pegawai dilingkungan Kabupaten Pulang Pisau dan penyajian data yang belum

realtime, Maka menjadi alasan bagi pemerintah Pulang Pisau untuk membangun

sebuah sistem terintegrasi berbasis web.

SIMPEG yang dimiliki oleh BKPP Pulang Pisau mulai digunakan pada

pertengahan bulan Juli 2018. Sistem ini memiliki beberapa user yaitu 2 orang admi
dari BKPP dan 341 operator yang berasal dari 40 Unit Kerja yang berada di

Kabupaten Pulang Pisau.

Dalam menerima suatu layanan yang berbasis teknologi informasi yang

baru diluncurkan tidak semua orang mampu dengan mudah untuk memahami dan

menerima layanan tersebut. Oleh karena itu diperlukan pengukuran tingkat

penerimaan dan pemahaman dalam menggunakan layanan dengan mengukur

perilaku dari penggunannya. Dan salah satu teori yang paling sering digunakan

adalah Technology Acceptance Model (TAM) (Hartono, 2008: 14).

Konsep TAM memiliki lima konstruk diantaranya adalah perceived ease of

use (PEOU), perceived usefulness (PU), attitude toward using (ATU), behavioral

intention to use (ITU), actual system usage (ASU). Dimana ketika layanan

SIMPEG tersebut memberikan manfaat dan kemudahan bagi user dalam

melakukan administrasi pemberkasan pegawai serta dapat meningkatkan kinerja,

maka user akan mampu menerima SIMPEG tersebut (Hartono, 2008: 114-115).

Untuk mengetahui aplikasi SIMPEG yang telah digunakan oleh BKPP

Pulang Pisau apakah dapat diterima oleh unit kerja yang ada maka diperlukan

evaluasi penerimaan SIMPEG. Tujuan evaluasi adalah mengumpulkan informasi

untuk menentukan nilai dan manfaat objek evaluasi, mengontrol, memperbaiki, dan

mengambil keputusan mengenai objek tersebut.

Berdasarkan uraian latar belakang tersebut, maka akan diteliti mengenai “

Evaluasi Penerimaan Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian pada Badan

Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Pulang Pisau

Menggunakan Metode Technology Acceptence Model (TAM) “.

2
1. 2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan, maka dapat dirumuskan

permasalahan sebagai berikut : “ Bagaimana evaluasi Penerimaan SIMPEG yang

telah digunakan oleh BKPP dan Unit Kerja di lingkungan Pemerintahan Pulang

Pisau, Kalimantan Tengah ? ”

1. 3 Tujuan Penelitian

Tujuan yang ingin dicapai dalam pelaksanaan tugas akhir ini dapat

dikategorikan ke dalam dua aspek, yaitu :

1. Tujuan Pokok

Untuk mengukur tingkat penerimaan SIMPEG yang digunakan agar bisa

diterima oleh admin BKPP dan operator unit kerja di Pulang Pisau.

2. Tujuan Institusional

Adapun tujuan institusional dari pelaksanaan tugas akhir ini adalah untuk

memenuhi salah satu persyaratan kelulusan dalam menyelesaikan program

Strata 1 (S1) pada Sekolah Tinggi Informatika dan Komputer Indonesia.

1. 4 Batasan Masalah

Dalam melakukan penelitian tentang Evaluasi SIMPEG pada BKPP

Kabupaten Pulang Pisau menggunakan metode TAM terdapat batasan masalah

sebagai berikut :

a. Penelitian ini hanya mengevalusi penerimaan SIMPEG yang terdapat

pada BKPP dan unit kerja di Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan

Tengah.

3
b. Variabel yang diukur adalah perceived usefulness (PU), perceived ease

of use (PEOU), Attitude Toward Using (ATU), Behavioral Intention to

Use (ITU) dan Actual System Usage (ASU).

c. Data kuesioner dan wawancara diambil dari admin BKPP dan operator

Unit Kerja yang menggunakan SIMPEG di Kabupaten Pulang Pisau,

Kalimantan Tengah.

d. Evaluasi penerimaan menggunakan metode Technology Acceptence

Model (TAM).

e. Tools yang digunakan untuk mengetahui hasil Evaluasi menggunakan

Software SPSS Amos 24.

1. 5 Manfaat Penelitian

Adapun manfaat yang diperoleh dengan adanya evaluasi penerimaan

SIMPEG di BKPP Pulang Pisau sebagai berikut :

1. Manfaat pokok

Dapat memberikan referensi terkait perbaikan atau pengembangan

SIMPEG agar dapat meningkatkan kinerja staff dan karyawan di BKPP

Pulang Pisau, Kalimantan Tengah.

2. Manfaat Institusional

Diharapkan pelaksanaan tugas akhir ini dapat menjadi referensi evaluasi

sistem informasi bagi mahasiswa yang tertarik mengembangkan

masalah ini.

4
1. 6 Langkah Langkah Penelitian

1. Rumusan masalah

2. Tujuan dan manfaat

3. Kajian literatur

4. Hipotesis

5. Instrumen penelitian

6. Pengumpulan data

7. Uji Validitas dan Reliabilitas

8. Analisa diskriftif dan analisa analisis Statistik Inferensial

1. 7 Sistematika Pembahasan

Dalam penulisan proposal ini terdapat lima bab pembahasan. Pada setiap

bab terdiri atas beberapa sub bab sebagai penjelasan yang berkorelasi dengan bab

tersebut. Adapun sistematika penulisan adalah sebagai berikut :

BAB I : PENDAHULUAN

Bab ini membahas uraian tentang latar belakang masalah, identifikasi

masalah, batasan masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat

penelitian, dan sistematika penulisan.

BAB II : LANDASAN TEORI

Bab ini membahas uraian tentang teori-teori umum yang relevan dengan

penelitian yaitu tentang BKPP Pulang Pisau, evaluasi, sistem, informasi, sistem

informasi, Sistem Informasi Manajemen, Sistem Informasi Manajemen

Kepegawaian (SIMPEG), Technology Acceptance Model (TAM), Structural

Equation Modeling (SEM), Variabel Laten, Skala Likert, dan Statistical Product

and Service Solution (SPSS).

5
BAB III : METODOLOGI PENELITIAN

Bab ini membahas uraian tentang metodologi penelitian, tempat dan waktu

penelitian, sampel dan teknik pengambilan sampel, metode pengumpulan data,

variabel penelitian, instrumen penelitian.

BAB IV : ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

Bab ini membahas tentang gambaran umum penelitian, pengujian dan

hasil analisa data, serta pembahasan hasil analisa data.

BAB V : KESIMPULAN DAN SARAN

Bab ini membahas tentang kesimpulan dan saran dari penelitian yang telah

dilakukan.

6
BAB II

LANDASAN TEORI

2. 1. Penelitian Terdahulu

Beberapa penelitian terdahulu yang terkait dengan evaluasi SIMPEG

menggunakan metode TAM adalah sebagai berikut :

2.1. 1 Penelitian Fatmasari, dkk. (2013)

Tabel 2.1 Penelitian 2.1. 1

Judul Penelitian Peneliti & tahun Penelitian


Evaluasi Penerimaan Sistem E-KTP Fatmasari, Ratna Dewi, Yessi Novaria
Dengan Menggunakan TAM (Technology Kunang (2013)
Acceptance Model )

Tujuan Ruang lingkup


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Peneliti menetapkan sampel untuk
faktor-faktor yang mempengaruhi masyarakat sebanyak 20 orang
penerimaan terhadap sistem Kartu Tanda responden dari setiap kelurahan sehingga
didapat total responden untuk
Penduduk Elektronik (E-KTP) dengan
masyarakat sebanyak 220 orang
model Technology Acceptance Model responden yang mewakili setiap
(TAM), Yang dilaksanakan pada kantor kelurahan.
Camat Ilir Timur I (IT I).
Teknik Analisa

Teknik analisa yang digunakan pada penelitian ini adalah uji regresi linier berganda

Hasil Penelitian
Faktor kebermanfaatan (X1) memiliki hubungan yang kuat dan positif (searah) dengan
penerimaan sistem e-KTP berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda dimana
koefisien korelasi (r) antara X1 dengan penerimaan sistem e-KTP (Y) adalah sebesar
0,512 dan taraf signifikansi pada uji-t (Sig.t = 0,000).

Faktor kemudahan (X2) memiliki hubungan yang kuat dan positif (searah) dengan
penerimaan sistem e-KTP berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda dimana
koefisien korelasi (r) antara X2 dengan penerimaan sistem e-KTP (Y) adalah sebesar
0,598 dan taraf signifikansi pada uji-t (Sig.t = 0,000).

8
Kesimpulan

Faktor kebermanfaatan dan Faktor kemudahan memiliki hubungan yang kuat dan positif
(searah) dengan penerimaan sistem e-KTP serta memberikan pengaruh yang nyata
(signifikan) terhadap penerimaan sistem e-KTP di Kecamatan Ilir Timur I Kota
Palembang. Hal tersebut dapat dibuktikan dari hasil analisis regresi linier berganda
dimana koefisien korelasi (R)= 0,645 dan taraf signifikansi pada uji-t (Sig.t = 0,000).

Perbedaan dengan penelitian yang akan di lakukan


Penelitian ini hanya menggunakan tiga variable laten Perceived Ease of Use, Perceived
Usefulness dan Actual System Usage

2.1. 2 Penelitian Brigita Angga Wulan, dkk. (2017)

Tabel 2.2 Penelitian 2.1. 2

Judul Penelitian Peneliti & tahun Penelitian


Evaluasi Penerimaan BIO Sistem Online Brigita Angga Wulan, Bambang Soedijono,
Dengan Menggunakan Pendekatan TAM W.A, Henderi (2017).
(Technology Acceptance Model )

Tujuan Ruang lingkup


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor- Populasi dalam penelitian ini adalah operator
faktor yang mempengaruhi penerimaan Bio Bio Sistem Online jenjang Sekolah
Sistem Online pada jenjang Sekolah Menengah Menengah Pertama (SMP) di Dinas
Pertama (SMP) di Dinas Pendidikan Kabupaten Pendidikan Kabupaten Magelang jumlah
Magelang. populasi didapatkan angka
49 responden dari 212.
Teknik Analisa

Penelitian ini menggunakan teknik analisa Regresi Sederhana dan Regresi Berganda.

Hasil Penelitian
Hasil dari penelitian ini menunjukan
- Perceived Ease of Use (PEOU) berpengaruh signifikan terhadap Perceived Usefulness
(PU) dengan koefisien 2,787 dengan tingkat signifikansi 0,007 lebih kecil dibandingkan
dengan level signifikasi α (0,05).
- Perceived Ease of Use (PEOU) berpengaruh signifikan terhadap Attitude Toward Using
(ATU) dengan koefisien 6,075 dengan tingkat signifikansi 0,000 lebih kecil
dibandingkan dengan level signifikasi α (0,05).
- Perceived Usefulness (PU) berpengaruh signifikan terhadap Attitude Toward Using
(ATU) dengan koefisien 2.213 dengan tingkat signifikansi 0,031 lebih kecil
dibandingkan dengan level signifikasi α (0,05).
- Perceived Usefulness (PU) berpengaruh signifikan terhadap Acceptance of System,
(AOS) dengan koefisien 2.897 dengan tingkat signifikansi 0,006 lebih kecil
dibandingkan dengan level signifikasi α (0,05).
- Attitude Toward Using (ATU) berpengaruh signifikan terhadap Acceptance of System,
(AOS) dengan koefisien 2.327 dengan tingkat signifikansi 0,024 lebih kecil
dibandingkan dengan level signifikasi α (0,05).

9
Kesimpulan
Penelitian Dinas Pendidikan Kabupaten Magelang pada aplikasi Bio Sistem Online didapatkan
hasil analisis dengan tingkat signifikansi 0,05 berdasarkan pengujian dapat dinyatakan bahwa
secara keseluruhan, kontruk Persepsi kemudahan, persepsi manfaat, sikap pengguna memberikan
pengaruh yang signifikan terhadap penerimaan pengguna dalam penerimaan Bio Sistem Online.
Seluruh hipotesa diterima, sehingga dapat dinyatakan bahwa operator Bio Sistem Online merasa
puas dengan kinerja aplikasi Bio Sistem Online Dinas Pendidikan Kabupaten Magelang.
Perbedaan dengan penelitian yang akan di lakukan
Penelitian ini tidak menyertakan variabel laten behavioral intention dan actual usage, Jumlah
responden yang digunakan hanya 49 orang dari 212 orang pengguna.

2.1. 3 Penelitian Tri Susanto, dkk. (2013).

Tabel 2.3 Penelitian 2.1. 3

Judul Penelitian Peneliti & tahun Penelitian


Evaluasi Terhadap Sistem Informasi di Tri Susanto, Sudarmawan, Robert Marco
STIMIK AMIKOM Menggunakan TAM (2013).
(Technology Acceptance Model )

Tujuan Ruang lingkup


Peneliti melakukan evaluasi sistem Populasi dalam penelitian ini adalah
informasi dan teknologi pada STMIK pengguna sistem perpustakaan yang
AMIKOM Yogyakarta. berpengaruh pada kinerja pelayanan yang
diberikan kepada seluruh civitas STIMIK
AMIKOM

Teknik Analisa

Analisa Regresi Linier

Hasil Penelitian
Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukan bahwa nilai t hitung dari analisa regresi linier
sebesar 5.331 dan dengan menggunakan tingkata signifikan sebesar 5% (0.05) dengan nilai hitung
signifikan sebesar 0.01 sehingga nilai 0.01<0.05 maka data uji t tersebut dianggap singnifikan.
Maka untuk penjelasannya terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara variabel pada
penggunaan sistem dan kinerja pelayanan
Kesimpulan

Peneliti berhasil membuktikan hasil positif antara Perceived Ease of Use dan
Perceived Usefulness oleh pengguna (staf perpustakaan)

Perbedaan dengan penelitian yang akan di lakukan

10
Penelitian ini hanya mengunakan dua variabel laten Perceived Ease of Use dan
Perceived Usefulness, penelitian ini tidak menyebutkan berapa banyak jumlah
responden yang digunakan.

2. 2. Evaluasi

Evaluasi adalah sebuah proses menentukan hasil yang telah dicapai beberapa

kegiatan yang direncanakan untuk mendukung tercapainya tujuan (Arrofik

Zulkarnaen, Anggraini, 2016 : 19).

Evaluasi adalah suatu penilaian secara obyektif mengenai derajat dari seluruh

pelayanan atau bagian-bagian komponennya dalam mencapai tujuan yang telah

ditetapkan. Elemen yang perlu mendapat perhatian adalah evaluasi yang

memerlukan perbandingan dari pencapaian suatu pelayanan atau prosedur dengan

beberapa standar yang bersifat absolut dan penilaian bersifat obyektif (Vivi

Wahyuni, Idria Maita, 2015 : 56 ).

2. 3. Sistem Informasi Manajemen

Sistem Informasi Manajemen (SIM) merupakan jaringan informasi yang

dibutuhkan pimpinan dalam menjalankan tugasnya, terutama dalam mengambil

keputusan (Eki Saputra, Misfariyan, 2013)

2. 4. Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (SIMPEG)

Berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2000

tentang Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian Depdagri dan Pemda

menyebutkan bahwa:

“ Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian adalah suatu totalitas yang

terpadu yang terdiri atas perangkat pengolahan meliputi pengumpulan, prosedur,

11
tenaga pengolah, dan perangkat lunak;perangkat penyimpanan meliputi pusat data

dan bank data serta perangkat komunikasi yang saling berkaitan, bergantung, dan

saling menentukan dalam rangka penyediaan informasi di bidang kepegawaian ”

(Sulistyani Komalasari, dkk, 2014 : 614).

2. 5. Variabel Penelitian

Variabel penelitian adalah suatu suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang,

obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti

untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya. ( Prof, Dr.Sugiyono 2007 : 3).

Menurut hubungan antara satu variabel dengan variabel yang lain maka

variabel penelitian yang ada pada penelitian ini dibedakan menjadi :

a. Variabel Independen, variabel ini sering disebut sebagai variabel stimulus,

prediktor, antecedent. Dalam bahasa Indonesia sering disebut sebagai variabel

bebas. Variabel bebas merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi

sebab perubahan atau timbulnya variabel dependen (terikat) (Sugiyono 2007 : 4).

b. Variabel Dependen, sering disebut sebagai variabel output, kriteria,

konsekuen. Dalam bahasa indonesia sering disebut sebagai variabel terikat.

Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat,

karena adanya variabel bebas. (Sugiyono 2007 : 4).

c. Variabel Intervening, adalah variabel yang secara teoritis mempengaruhi

hubungan antara independen dengan dependen, tetapi tidak dapat diamati dan diujur

(Sugiyono 2007 : 4).

12
d. Variabel Laten, adalah suatu konstruk dalam model persamaan struktural

yang tidak dapat diukur secara langsung, tetapi dapat diukur oleh satu atau lebih

variabel indikatornya (Gangga Anuraga, Bambang Widjanarko Otok 2013 : 22).

2. 6. Skala Linkert

Skala Likert adalah skala pengukuran yang dikembangkan oleh Likert. Skala

Likert mempunyai empat atau lebih butir-butir pertanyan yang di kombinasikan

sehingga membentuk sebuah skor / nilai yang merepresentasikan sifat

individu, misalkan pengetahuan, sikap, dan perilaku. Dalam proses analisis data,

komposit skor, biasanya jumlah atau rataan, dari semua butir pertanyaan dapat

digunakan. Biasanya disediakan lima pilihan skala dengan format seperti :

1. Sangat setuju

2. Setuju

3. Netral

4. Tidak setuju

5. Sangat tidak setuju

Instrumen penelitian yang menggunakan Skala Likert dapat dibuat dalam bentuk

checklist ataupun pilihan ganda (Maryuliana, dkk, 2016 : 2).

2. 7. Technology Acceptance Model (TAM)

Technology Acceptance Model (TAM) adalah model penerimaan teknologi

yang akan digunakan oleh pengguna teknologi. Dalam memformulasikan TAM,

Davis menggunakan Theory of Reasoned Action (TRA) sebagai grand theory nya

namun tidak mengakomodasi semua komponen teori TRA. Davis hanya

memanfaatkan komponen ’Belief” dan Attitude” saja, sedangkan Normative Belief

13
dan Subjective Norms tidak digunakannya. Tingkat penerimaan teknologi informasi

(Information Technology Acceptance) ditentukan oleh faktor-faktor yaitu persepsi

pengguna terhadap kemudahan dalam menggunakan teknologi (Perceived Ease of

Use), persepsi pengguna terhadap kemanfaatan / kegunaan teknologi (Perceived

Usefulness), sikap pengguna terhadap penggunaan teknologi (Attitude Toward

Using), kecendrungan perilaku (Behavioral Intention), dan pemakai aktual (Actual

Usage) (Eki Saputra, Misfariyan : 2013).

1. Perceived Ease of Use (PEOU)

Persepsi tentang kemudahan penggunaan sebuah teknologi didefinisikan

sebagai suatu ukuran dimana seseorang percaya bahwa komputer dapat

dengan mudah dipahami dan digunakan. Beberapa indikator kemudahan

penggunaan teknologi informasi, meliputi:

a. Komputer sangat mudah dipelajari

b. Komputer mengerjakan dengan mudah apa yang di inginkan oleh

pengguna.

c. Komputer sangat mudah untuk meningkatkan keterampilan

pengguna.

d. Komputer sangat mudah untuk dioperasikan.

2. Perceived Usefulness (PU)

Persepsi terhadap kemanfaatan didefinisikan sebagai suatu ukuran dimana

penggunaan suatu teknologi dipercaya akan mendatangkan manfaat bagi

orang yang menggunakannya. Dimensi tentang kemanfaatan teknologi

informasi meliputi:

14
a. Kegunaan, meliputi dimensi: menjadikan pekerjaan lebih mudah,

bermanfaat, menambah produktivitas.

b. Efektivitas, meliputi dimensi: mempertinggi efektivitas,

mengembangkan kinerja pekerjaan.

3. Attitude Toward Using (ATU)

ATU dalam TAM dikonsepkan sebagai sikap terhadap penggunaan sistem

yang berbentuk penerimaan atau penolakan sebagai dampak bila seseorang

menggunakan suatu teknologi dalam pekerjaannya. Peneliti lain

menyatakan bahwa faktor sikap (attitude) sebagai salah satu aspek yang

mempengaruhi perilaku individual. Sikap seseorang terdiri atas unsur

kognitif/cara pandang (cognitive), afektif (affective), dan komponen-

komponen yang berkaitan dengan perilaku (behavioral components).

4. Behavioral Intention to Use (ITU)

ITU adalah kecenderungan perilaku untuk tetap menggunakan suatu

teknologi. Tingkat penggunaan sebuah teknologi komputer pada seseorang

dapat diprediksi dari sikap perhatiannya terhadap teknologi tersebut,

misalnya keinginanan menambah peripheral pendukung, motivasi untuk

tetap menggunakan, serta keinginan untuk memotivasi pengguna lain.

5. Actual System Usage (ASU)

Actual System Usage adalah kondisi nyata penggunaan sistem.

Dikonsepkan dalam bentuk pengukuran terhadap frekuensi dan durasi

waktu penggunaan teknologi. Seseorang akan puas menggunakan sistem

jika mereka meyakini bahwa sistem tersebut mudah digunakan dan akan

15
meningkatkan produktifitas mereka yang tercermin dari kondisi nyata

penggunaan.

2. 8. Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten

Pulang Pisau

BKPP Pulang Pisau merupakan salah satu badan instansi pemerintah

Kabupaten Pulang Pisau yang bertugas dibidang manajemen Pegawai Negeri Sipil

Daerah, serta Pendidikan dan Pelatihan.

Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 09 Tahun 2008 tentang Organisasi dan

Tata Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Pulang Pisau, bahwa BKPP Kabupaten

Pulang Pisau mempunyai tugas dan fungsi sebagai berikut :

1. Tugas Pokok BKPP Kabupaten Pulang Pisau

BKPP Kabupaten Pulang Pisau melaksanakan tugas di bidang

manajemen Pegawai Negeri Sipil Daerah, serta Pendidikan dan Pelatihan.

2. Dalam melaksanakan tugas pokoknya, BKPP Kabupaten Pulang Pisau

menyelenggarakan fungsi:

a. Perumusan bahan pembinaan dan kebijakan teknis di bidang

Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan.

b. Penyiapan bahan pembinaan kepegawaian dan menghimpun

peraturan perundang-undangan di bidang kepegawaian.

c. Penyiapan penyusunan peraturan perundang-undangan daerah di

Bidang Kepegawaian, sesuai dengan norma, standar dan prosedur

yang ditetapkan Pemerintah.

16
d. Penyiapan dan pelaksanaan pengangkatan, pemindahan dan

pemberhentian Pegawai Negeri Sipil.

e. Penyiapan dan pelaksanaan pembinaan disiplin dan peningkatan

kesejahteraan Pegawai Negeri Sipil.

f. Penyiapan dan penyusunan program peningkatan kualitas Pegawai

Negeri Sipil Daerah antara lain melalui pendidikan dan pelatihan.

g. Pelaksanaan koordinasi kebijakan di bidang pendidikan dan

pelatihan struktural, teknis administrasi/substantif Departemen

Dalam Negeri, fungsional, kemasyarakatan dan teknis sektoral.

h. Pelaksanaan koordinasi dan bimbingan kelompok jabatan

fungsional, pembinaan, pelayanan, pengawasan, pengendalian,

monitoring, evaluasi dan pelaporan penyelenggaraan kepegawaian

daerah, pendidikan dan pelatihan.

i. Penyelenggaraan urusan kesekretariatan Badan.

(http://www.bkpp.pulangpisaukab.go.id/tugas-pokok-fungsi/) diakses pada

28 November 2018)

Visi :

Penyelenggara manajemen kepegawaian berbasis kompetensi menuju terciptanya

Pegawai Negeri Sipil yang profesional dan sejahtera.

Misi :

17
1. Meningkatkan kualitas perencanaan pengembangan pegawai dan data

kepegawaian.

2. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia aparatur melalui pendidikan

dan pelatihan (DIKLAT) aparatur.

3. Mewujudkan penataan Pegawai Negeri Sipil dalam jabatan sesuai

kompetensinya.

4. Menyelenggarakan manajemen kepegawaian daerah yang akuntable, efektif

dan efisien.

5. Meningkatkan pelayanan prima administrasi kepegawaian dalam rangka

mewujudkan pelayanan administrasi yang tetap didukung oleh penyajian

data informasi kepegawaian yang akurat.

BKPP Pulang Pisau memiliki struktur organisasi yang ditunjukkan dalam

gambar 2.1:

Kepala Badan

Sekretariat
Kelompok Jabatan
Fungsional
Sub Bagian Sub Bagian Umum
Keuangan dan Aset dan Perancangan

18
Bidang Pembinaan, Bidang Pengembangan
Bidang Data Mutasi
Karier dan Status Kompetensi Aparatur
dan Kepangkatan
Kepegawaian Sipil Negara

Sub Bidang Data Sub bidang pendidikan


Sub Bidang Seleksi dan Pelatihan
Kepegawaian
dan Kinerja Penjenjangan

Sub Bidang Mitasi Sub Bidang Seleksi Sub Bidang Pendidikan


Pegawai dan Kinerja Aparatur dan Pelatihan Teknis
Sipil Negara Fungsional
Sub Bidang
Kepangkatan dan Sub Bidang Sub Bidang
Pensiun Pengembangan pengembangan
Karier Kompetensi

Gambar 2.1 Struktur Organisasi BKPP Pulang Pisau

19
BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3. 1. Tempat Dan Waktu Penelitian

46. Objek penelitian

Nama intansi : Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Pulang Pisau.

Alamat : Jalan W.A.D. Duha Komp. Perkantoran, Kabupaten Pulang Pisau,

Kalimantan Tengah.

Kode pos : 73564

Telepon : (0513) 2027750

Fax : (0513) 2027750

46. Penelitian akan dilaksanakan mulai bulan Desember 2018 sampai dengan

April 2019 seperti ditunjukkan dalam Tabel 3.1

Tabel 3.1 Waktu Pelaksanaan Penelitian

TAHAP Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus

1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

Pengumpulan

Data

Studi

Literatur

Analisa Data

Validasi Kuesioner

19
3. 2. Prosedure penelitian

1. Hipotesis Penelitian

PEOU

ATU ITU ASU

PU

Gambar 3.1 Model Hipotesis Penelitian

H1 :Terdapat pengaruh yang signifikan positif Peresepsi Kemudahan Penggunaan

(Perceived Ease Of Use) terhadap Peresepsi Kemanfaatan (Perceived Usefulness).

H2 : Terdapat pengaruh yang signifikan positif peresepsi kemudahan penggunaan

(Perceive Ease Of Use) terhadap Sikap Penggunaan (Attitude Toward Using).

H3 : Terdapat pengaruh yang signifikan positif peresepsi kemudahan penggunaan

(Perceive Ease Of Use) terhadap perilaku untuk menggunakan (Behavioral

Intention to Use).

H4 : Terdapat pengaruh yang signifikaan positif peresepsi kemanfaatan (Perceived

Usefulness) terhadap Sikap Penggunaan (Attitude Toward Using).

H5 : Terdapat pengaruh yang signifikan positif Sikap Penggunaan (Attitude Toward

Using) terhadap perilaku untuk menggunakan (Behavioral Intention to Use).

20
H6: Terdapat pengaruh yang signifikan positif minat perilaku untuk menggunakan

(Behavioral Intention to Use) terhadap kondisi nyata penggunaan sistem (Actual

System Usage).

3. 3. Alat dan Bahan

1. Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian merupakan alat bantu yang digunakan dalam

mengngumpulkan data yang diperlukan. Intrumen yang digunakan dalam penelitian

ini adalah kuesioner yang berisikan sekumpulan pertanyaan pertanyaan yang

nantinya akan dijawab oleh responden.

Penyusunan kuesioner pada penelitian ini menggunakan skala Likert. Skala

Likert digunakan untuk mengukur Perceived Ease of Use (PEOU), Perceived

Usefulness (PU), Attitude Toward Using (ATU), Behavioral Intention to Use (ITU),

Actual System Usage (ASU) dimana variable yang diukur dijabarkan menjadi

indikator variable.

46. Variabel Penelitian

Kuesioner yang digunakan pada penelitian ini menggunakan 5 Variabel Laten

dan 24 item pertanyaan. Adapun Variabel Laten yang digunakan pada penelitian ini

dapat dilihat dalam Tabel 3.2 :

Tabel 3.2 Variabel Laten

No Variable Laten Indikator Item


1 Peresepsi Mudah Mempelajari SIMPEG Saya dapat mempelajari
kemudahan (V.1) SIMPEG dengan mudah
penggunaan Fitur-Fitur yang ada
Perceived Ease of dalam SIMPEG tidak
Use (PEOU) asing saat mencoba
pertama kali

21
Tersedia panduan
penggunaan SIMPEG
yang mudah dipahami
Mudah Menggunakan SIMPEG Dengan SIMPEG
(V.2) mendapatkan informasi
yang diinginkan lebih
mudah
Tampilan huruf dan
tulisan pada SIMPEG
mudah dibaca
Interaksi dapat dengan jelas Huruf dan tulisan pada
dan terpahami (V.3) SIMPEG mudah untuk
dibaca
Menggunakan Bahasa
yang mudah dipahami
2 Persepsi manfaat Peningkatan performa kinerja Dengan adanya SIMPEG

Perceived (W.1) membantu saya

Usefulness (PU) menyelesaikan lebih

banyak pekerjaan

Dengan adanya SIMPEG

saya dapat menyelesaikan

pekerjaan saya dengan

lebih baik

Peningkatan efektifitas kinerja Dengan adanya SIMPEG

(W.2) tingkat kesalahan saat

bekerja berkurang

SIMPEG yang saya

gunakan mampu

mempercepat pekerjaan

saya.

Menyederhanakan Proses Fitur yang ada pada

kinerja (W.3) SIMPEG membantu saya

22
lebih cepat mencari data

yang saya butuhkan

Dengan fitur yang ada

pada SIMPEG saya dapat

mencetak laporan

kepegawaian per unit

kerja secara langsung

3. Sikap terhadap Kenyamanan berinteraksi (X.1) Menurut saya

penggunaan menggunakan SIMPEG

Attitude Toward sangat diperlukan

Using (ATU) SIMPEG yang saya

gunakan memiliki fitur-

fitur yang mudah

dipahami

Senang menggunakan (X.2) Tampilan visual yang ada

pada SIMPEG Menarik

Akses masuk SIMPEG

mudah dan dapat diakses

dari berbagai perangkat

4. Perilaku Untuk Mempunyai Fitur yang Saya lebih menyukai

Tetap membantu (Y.1) mengerjakan pengolahan

Menggunakan data pegawai melalui

Behavioral SIMPEG daripada secara

Konvensional

23
Intention to Use Dengan adanya SIMPEG

(ITU) saya merasa kinerja saya

semakin meningkat

Berlanjut dimasa datang (Y.2) Fitur-fitur yang ada dalam

SIMPEG dapat

dikembangkan lebih

lanjut sesuai dengan

kebutuhan di mendatang

5. Kondisi Frekuensi dan durasi waktu Hampir setiap hari saya

Nyata penggunaan terhadap TIK (Z.1) menggunakan SIMPEG

Penggunaan untuk membantu

Sistem pekerjaan saya

Actual System Saya dapat menggunakan

Usage (ASU) SIMPEG tidak hanya

pada saat dikantor

Penggunaan sistem informasi Saya lebih suka bekerja

sesungguhnya dalam praktek menggunakan SIMPEG

(Z.2) Saya sudah tidak

menggunakan cara

manual untuk mengolah

data kepegawaian

4. Pengumpulan Data

1. Penelitian kepustakaan

24
Penelitian kepustakaan dimaksudkan untuk mendapatkan data atau fakta yang

bersifat teoritis yang berhubungan dengan penelitian ini, yang diperoleh

dengan cara mempelajari literatur-literatur, jurnal-jurnal penelitian, bahan

kuliah dan sumber-sumber lain yang ada hubungannya dengan permasalahan

yang dibahas.

46. Kuesioner

Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara

memberi seperangkat pertanyaan kepada responden untuk dijawab. Pada

penelitian ini kuesioner yang disebarkan dalam jumlah terbatas yaitu

mengambil sampel dari petugas admin dan operator SIMPEG.

Pertanyaan-pertanyaan pada kuesioner digunakan untuk mengetahui

bagaimana pengaruh antara variabel Perceived Ease of Use (PEOU),

Perceived Usefulness (PU), Attitude Toward Using (ATU), Behavioral

Intention to Use (ITU), Actual System Usage (ASU) dari responden terhadap

SIMPEG BKPP Pulang Pisau.

46. Populasi dan Sampel

Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah admin dari BKPP dan

operator yang berasal dari Unit Kerja yang berada di Kabupaten Pulang Pisau.

Pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah random sampling. Dimana

teknik random sampling adalah teknik pengambilan yang memberikan peluang

yang sama bagi setiap unsur atau anggota dari populasi untuk dijadikan sampel (Eki

Saputra, Misfariyan, 2013).

25
Adapun jumlah populasi pengguna SIMPEG BKPP Pulang Pisau yaitu 343

user. Agar sampel pada penelitian ini dapat mewakili populasi maka dapat

ditentukan jumlah sampel yang akan dihitung dengan menggunakan rumus Slovin

berikut ini :

𝑁
𝑛= ...................................1)
1 + 𝑁𝑒 2

Dimana:

n : Ukuran sampel

N : Ukuran populasi

e : Batas toleransi kesalahan (error tolerance)

46 : Konstanta

Apabila batas kesalahan yang diinginkan adalah 10%, dan N = 343, maka

jumlah sampel yang akan diteliti adalah sebagai berikut :

343
𝑛=
1 + 343(0,10)2

n = 99.7093023 dapat dibulatkan menjadi 100.

Dari perhitungan yang dilakukan diatas, maka dapat diketahui bahwa jumlah

sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah sebanyak 100 responden.

46. Skala Pengukuran

26
Pada penelitian ini, kuesioner disusun menggunakan skala Likert. Skala

Likert digunakan untuk mengukur persepsi, pendapat, dan sikap seseorang ataupun

sekelompok orang terhadap suatu kejadian atau keadaan, dimana variabel yang

akan diukur dijabarkan menjadi indikator variabel kemudian indikator tersebut

dijadikan sebagai titik tolak untuk menyusun item-item pertanyaan ataupun

pernyataan. Yang biasanya menggunakan kata-kata yang berupa: sangat tidak

setuju, tidak setuju, netral, setuju, dan sangat setuju.

Tabel 3.3 Ilustrasi skala Linkert

Pilihan Jawaban Nilai


Sangat Setuju 5
Setuju 4
Cukup Setuju 3
Tidak Setuju 2
Sangat Tidak Setuju 1

46. Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas menunjukkan sejauh mana suatu alat ukur yang dapat

memberikan hasil yang relatif sama apabila dilakukan pengukuran kembali pada

subyek yang sama (Eki Saputra, Misfariyan, 2013). Reliabilitas adalah suatu ukuran

yang menunjukkan sejauh mana hasil pengukuran tetap konsisten bila diukur

beberapa kali dengan alat ukur yang sama. Uji reliabilitas dapat diukur secara

bersama-sama terhadap seluruh butir pertanyaan. Jika nilai alpha > 0,6 maka

reliabel, dan sebaliknya apabila nilai alpha < 0,6 maka tidak reliabel.

................................................................................3)

27
Keterangan:

α = koefisien Reliabilitas Alpha Cronbach

k = jumlah item pertanyaan yang diuji

= Jumlah skor item

sx = varian skortest

Berikut merupakan hasil uji reliabilitas kuesioner yang dijelaskan pada tabeh 3.4

dan 3.5

Tabel 3.4 Case Processing Summary

N %

Cases Valid 52 100,0

Excludeda 0 ,0

Total 52 100,0

Tabel 3.5 Reliability Statistics

Cronbach’s
Alpha N of Items

,970 24

Dengan jumlah item pertanyaan 24 dan sampel 52 orang, kuesioner ini

bisa dinyatakan sudah reliabel karena hasil alpa senilai 0,970 > 0,6.

46. Uji Validitas

28
Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu

kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu

untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut (Eki

Saputra, Misfariyan, 2013). Dengan demikian, instrumen yang valid merupakan

instrumen yang benar-benar tepat untuk mengukur apa yang hendak di ukur.

Validitas dapat diketahui dengan menggunakan rumus product Moment Coeficient

of Correlation sebagai berikut:

.......................................................2)

rxy = Keterangan:

rxy = Koefisien Korelasi antara variabek Xi dan Yi

n = Banyaknya variable sampel

Xi = Jumlah dari masing-masing variable (faktor yang mempengaruhi)

Yi = Jumlah skor dari seluruh variabel (skor total)

dengan criteria pengambilan keputusan sebagai berikut:

Apabila : Rhitung > Rtabel , artinya pernyataan atau indikator tersebut

adalah valid. Apabila : Rhitung ≤ Rtabel , artinya pernyataan atau indikator tersebut

adalah tidak valid. Berikut ini merupakan hasil dari uji validasi masing-masing

variabel :

Tabel 3.6 Uji Validasi

29
No Variable Indikator Item Rhitung Rtabel Hasil
Laten
1 Peresepsi Mudah Saya dapat 0,945 0.226 Valid
kemudahan Mempelajari mempelajari
penggunaan SIMPEG (V.1) SIMPEG
Perceived dengan mudah
Ease of Use Fitur-Fitur yang 0,899 0.226 Valid
(PEOU) ada dalam
SIMPEG tidak
asing saat
mencoba
pertama kali
Tersedia 0,777 0.226 Valid
panduan
penggunaan
SIMPEG yang
mudah
dipahami
Mudah Dengan 0,492 0.226 Valid
Menggunakan SIMPEG
SIMPEG (V.2) mendapatkan
informasi yang
diinginkan
lebih mudah
Tampilan huruf 0,873 0.226 Valid
dan tulisan pada
SIMPEG
mudah dibaca
Interaksi dapat Huruf dan 0,966 0.226 Valid
dengan jelas dan tulisan pada
terpahami (V.3) SIMPEG
mudah untuk
dibaca
Menggunakan 0,966 0.226 Valid
Bahasa yang
mudah
dipahami
2 Persepsi Peningkatan Dengan adanya 0,885 0.226 Valid

manfaat performa kinerja SIMPEG

Perceived (W.1) membantu saya

Usefulness menyelesaikan

(PU) lebih banyak

pekerjaan

30
Dengan adanya 1,000 0.226 Valid

SIMPEG saya

dapat

menyelesaikan

pekerjaan saya

dengan lebih

baik

Peningkatan Dengan adanya 0,885 0.226 Valid

efektifitas kinerja SIMPEG

(W.2) tingkat

kesalahan saat

bekerja

berkurang

SIMPEG yang 0,885 0.226 Valid

saya gunakan

mampu

mempercepat

pekerjaan saya.

Menyederhanakan Fitur yang ada 0,759 0.226 Valid

Proses kinerja pada SIMPEG

(W.3) membantu saya

lebih cepat

mencari data

yang saya

butuhkan

31
Dengan fitur 1,000 0.226 Valid

yang ada pada

SIMPEG saya

dapat mencetak

laporan

kepegawaian

per unit kerja

secara langsung

3. Sikap Kenyamanan Menurut saya 0,861 0.226 Valid

terhadap berinteraksi (X.1) menggunakan

penggunaan SIMPEG

Attitude sangat

Toward Using diperlukan

(ATU) SIMPEG yang 0,780 0.226 Valid

saya gunakan

memiliki fitur-

fitur yang

mudah

dipahami

Senang Tampilan 0,711 0.226 Valid

menggunakan visual yang ada

(X.2) pada SIMPEG

Menarik

Akses masuk 0,785 0.226 Valid

SIMPEG

mudah dan

32
dapat diakses

dari berbagai

perangkat

4. Perilaku Mempunyai Fitur Saya lebih 0,727 0.226 Valid

Untuk Tetap yang membantu menyukai

Menggunakan (Y.1) mengerjakan

Behavioral pengolahan

Intention to data pegawai

Use (ITU) melalui

SIMPEG

daripada secara

Konvensional

Dengan adanya 0,651 0.226 Valid

SIMPEG saya

merasa kinerja

saya semakin

meningkat

Berlanjut dimasa Fitur-fitur yang 0,808 0.226 Valid

datang (Y.2) ada dalam

SIMPEG dapat

dikembangkan

lebih lanjut

sesuai dengan

kebutuhan di

mendatang

33
5. Kondisi Frekuensi dan Hampir setiap 0,875 0.226 Valid

Nyata durasi waktu hari saya

Penggunaan penggunaan menggunakan

Sistem terhadap TIK (Z.1) SIMPEG untuk

Actual System membantu

Usage (ASU) pekerjaan saya

Saya dapat 0,812 0.226 Valid

menggunakan

SIMPEG tidak

hanya pada saat

dikantor

Penggunaan sistem Saya lebih suka 0,875 0.226 Valid

informasi bekerja

sesungguhnya menggunakan

dalam praktek SIMPEG

(Z.2) Saya sudah 0,875 0.226 Valid

tidak

menggunakan

cara manual

untuk

mengolah data

kepegawaian

Dari hasil uji validitas yang terdapat pada tabel 3.6 dapat disimpulkan jika

kuesioner yang akan disebarkan valid karena Rhitung > Rtabel.

34
3. 5. Analisa

1. Analisa Statistik Deskriptif

Statistik deskriptif dapat digunakan untuk menganalisis data dengan

mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana

adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau

generalisasi Teknik analisis yang digunakan untuk mendeskripsikan data adalah

presentase data.

2. Analisis Statistik Inferensial

Teknik Analisis Statistik Inferensial yang digunakan pada penelitian ini

yaitu analisis jalur (path analysis). Model analisis jalur (path analysis) digunakan

untuk menganalisis pola hubungan antar variable dengan tujuan untuk mengetahui

pengaruh langsung maupun tidak langsung seperangkat variable independen

(eksogen) terhadap variable dependen (endogen). Dengan menggunakan analisis

jalur dapat diketahui pengaruh langsung dan tidak langsung antar variabel.

Pengaruh langsung berarti arah hubungan antara dua variabel langsung tanpa

melewati variabel yang lain, sementara hubungan tidak langsung harus melewati

variabel yang lain.

35
6. Model Ilustrasi Penelitian

V1 V2 V3

Y1 Y2 Y3
PEOU
H3
H2

H1 ATU H5 ITU H6 ASU

H4
PU
X1 X2 X3 Z1 Z2 Z3

W1 W2 W3

Gambar 3.2 Ilustrasi Model

Keterangan :

PEOU : Peresepsi kemudahan penggunaan (Perceived Ease of Use)

V1 : Mudah Mempelajari SIMPEG

V2 : Mudah Menggunakan SIMPEG

V3 : Interaksi dapat dengan jelas dan terpahami

PU : Persepsi manfaat (Perceived Usefulness)

W1 : Peningkatan performa kinerja

W2 : Peningkatan efektifitas kinerja

W3 : Menyederhanakan Proses kinerja

ATU : Sikap terhadap penggunaan (Attitude Toward Using)

X1 : Kenyamanan berinteraksi

36
X2 : Senang menggunakan

ITU : Perilaku Untuk Tetap Menggunakan (Behavioral Intention to Use)

Y1 : Mempunyai Fitur yang membantu

Y2 : Berlanjut dimasa

ASU : Kondisi Nyata Penggunaan Sistem (Actual System Usage)

Z1 : Frekuensi dan durasi waktu penggunaan terhadap TIK

Z2 : Penggunaan sistem informasi sesungguhnya dalam praktek

37
BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4. 1. Deskripsi Data Penelitian

Data penelitian dikumpulkan dengan cara menyebarkan kuesioner melalui

Google Form kepada seluruh admin dan user pengguna SIMPEG BKPP Pulang

Pisau.

Pembagian kuesioner dimulai sejak tanggal 8 april 2019 – 3 Juli 2019 ke

seluruh unit kerja yang ada di Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah dengan

responden sejumlah 100 orang.

4. 2. Pengujian dan Hasil Analisis Data

A. Karakteristik Responden

1. Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Data responden berdasarkan jenis kelamin disajikan pada Tabel 4.2.1 Pie

Chart Jenis Kelamin dan Gambar 4.2.1 Pie Chart Jenis Kelamin :

Tabel 4.2.2 Jenis Kelamin

No Jenis Kelamin Frekuensi

1 Pria 60

2 Wanita 40

Total 100

38
PERSENTASE JENIS KELAMIN
Pria Wanita

Wanita
40%

Pria
60%

Gambar 4.2.1 Pie Chart Jenis Kelamin

Berdasarkan Tabel 4.2.1 Pie Chart Jenis Kelamin dan Gambar 4.2.1 Pie

Chart Jenis Kelamin, dapat diketahui bahwa persentase responden yang mempunyai

jumlah terbanyak berdasarkan jenis kelamin adalah laki-laki sebanyak 60

responden atau 60% dari keseluruhan responden yang terpilih. Sedangkan

responden dengan jenis kelamin perempuan sebanyak 40 responden atau 40% dari

keseluruhan responden yang terpilih.

2. Responden Berdasarkan Usia

Karakteristik responden berdasarkan usia digolongkan menjadi 5 golongan,

Untuk mengetahui persentase usia, dijelaskan pada Tabel 4.2.2 Pie Chart Usia dan

Gambar 4.2.2 Pie Chart Usia:

Tabel 4.2.2 Usia

No Keterangan Frekuensi

1 17 – 25 0

39
2 26 – 35 21

3 36 – 45 41

4 46 – 55 18

5 >55 20

Total 100

PERSENTASE USIA
17-25 26-35 36-45 45-55 >55

17-25
>55 0% 26-35
20% 21%

45-55
18%

36-45
41%

Gambar 4.2.2 Pie Chart Usia

Dari Tabel 4.2.2 Pie Chart Usia dan Gambar 4.2.2 Pie Chart Usia, dapat

diketahui bahwa persentase responden berdasarkan usia terbanyak yaitu yang

berusia kisaran 36 – 45 tahun dengan jumlah 41 responden atau 41%. Kemudian

diikuti oleh responden yang berusia kisaran 26 – 35 tahun dengan jumlah 21

responden atau 21%, selanjutnya diikuti oleh responden yang berusia kisaran >55

tahun dengan jumlah 20 responden atau 20% dan untuk responden yang berusia

kisaran 45 – 55 tahun dengan jumlah 18 responden atau 18%. Persentase responden

40
yang paling sedikit adalah responden yang berusia kisaran 17 – 25 tahun dengan

jumlah 0 responden atau 0%.

3. Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir

Karakteristik responden berdasarkan pendidikan terakhir digolongkan

menjadi 4 golongan. Untuk mengetahui persentase pendidikan terakhir dapat dilihat

pada Tabel 4.2.3 Pie Chart Pendidikan Terakhir dan Gambar 4.2.3 Pie Chart

Pendidikan Terakhir :

Tabel 4.2.3 Pendidikan Terakhir

No Keterangan Frekuensi

1 S1 60

2 S2 7

3 S3 0

4 Lainnya 33

Total 100

41
PERSENTASE PENDIDIKAN TERAKHIR
S1 S2 S3 SMA-Diploma

SMA-Diploma
33%

S3 S1
0% 60%
S2
7%

Gambar 4.2.3 Pie Chart Pendidikan Terakhir

Dari Tabel 4.2.3 Pie Chart Pendidikan Terakhir dan Gambar 4.2.3 Pie Chart

Pendidikan Terakhir, dapat diketahui bahwa persentase responden berdasarkan

pendidikan terakhir terbanyak yaitu lulusan S1 dengan jumlah 60 responden atau

60%. Kemudian diikuti oleh responden lulusan SMA-Diploma dengan jumlah 33

responden atau 33% dan untuk responden lulusan S2 dengan jumlah 7 responden

atau 7%. Persentase responden yang paling sedikit adalah responden lulusan S3

tahun dengan jumlah 0 responden atau 0%.

4. Responden Berdasarkan Jabatan

Karakteristik responden berdasarkan usia digolongkan menjadi 5 golongan,

Untuk mengetahui persentase usia, dijelaskan pada Tabel 4.2.4 Pie Chart Jabatan

dan Gambar 4.2.4 Pie Chart Jabatan:

42
Tabel 4.2.4 Jabatan

No Keterangan Frekuensi

1 Guru 10

2 Kepala Sub Bagian Umum, Kepegawaian dan Aset 6

3 Kepala Sekolah 7

4 Kepala UPT 12

5 Pelaksana 52

6 Pengadministrasi 1

7 Pengawas Madya 1

8 Pranata Komputer Pelaksana 1

9 Sekretaris Desa/Kecamatan 7

10 TKHL - Tenaga Adinistrasi 3

Total 100

PERSENTASE JABATAN
Sekretaris Desa/Kecamatan
7,00% TKHL - Tenaga
Adinistrasi
Pranata Komputer 3,00%
Pelaksana Guru
1,00% 10,00%

Pengawas Madya
Kepala Sub Bagian
1,00%
Umum, Kepegawaian
dan Aset
Pengadministrasi
6,00%
1,00%

Kepala Sekolah
Pelaksana 7,00%
52,00%
Kepala UPT
12,00%

43
Gambar 4.2.4 Pie Chart Jabatan

Dari Tabel 4.2.4 Pie Chart Jabatan dan Gambar 4.2.4 Pie Chart Jabatan,

dapat diketahui bahwa persentase responden berdasarkan jabatan terbanyak yaitu

Pelaksana dengan jumlah 52 responden atau 52%. Kemudian diikuti oleh Kepala

UPT dengan jumlah 12 responden atau 12%, selanjutnya Guru dengan jumlah 10

responden atau 10%, Kepala Sekolah dengan jumlah 7 responden atau 7%,

Sekretaris Desa / Kecamatan dengan jumlah 7 responden atau 7%, Kepala Sub

Bagian Umum, Kepegawaian dan Aset dengan jumlah 6 responden 6%, TKHL -

Tenaga Adinistrasi dengan jumlah 3 responden atau 3%, persentase responden yang

paling sedikit adalah Pengadministrasi, Pengawas Madya, dan Pranata Komputer

Pelaksana dengan jumlah 1 responden atau 1%.

5. Responden Berdasarkan Unit Kerja.

Untuk mengetahui persentase responden berdasarkan asal unit kerja dapat

dilihat pada Tabel 4.2.5 Pie Chart Unit Kerja :

Tabel 4.2.5 Unit Kerja

No Keterangan Frekuensi Persentase

1 Badan Kesatuan Bangsa dan Politik 1 1%

2 Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, 1 1%

Penelitian dan Pengembangan

3 Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan 12 12%

4 Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan 1 1%

Aset Daerah

44
5 Dinas Kebudayaan dan Pariwisata 2 2%

6 Dinas Kepemudaan dan Olahraga 1 1%

7 Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil 9 9%

8 Dinas Lingkungan Hidup 2 2%

9 Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang 4 4%

10 Dinas Pendidikan 2 2%

11 Dinas Pehubungan 1 1%

12 Dinas Perpustakaan dan Kearsipan 1 1%

13 Dinas Sosial 3 3%

14 Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi 2 2%

15 Dinas Pemberdayaan Perempuan, 1 1%

Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk

dan Keluarga Berencana

16 Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa 1 1%

17 Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan 1 1%

Terpadu Satu Pintu

18 Kantor Kecamatan Banama Tingang 2 2%

19 Kantor Kecamatan Jabiren Raya 2 2%

20 Kantor Kecamatan Kahayan Hilir 2 2%

21 Kantor Kecamatan Kahayan Tengah 2 2%

22 Kantor Kecamatan Kecamatan Maliku 3 3%

23 Kantor Kecamatan Sebangau Kuala 1 1%

24 Kantor Kelurahan Bahaur Basantan 1 1%

25 Kantor Kelurahan Bareng 1 1%

26 RSUD 2 2%

27 SDN Mataren 3 Kec.Kahayan Hilir 1 1%

45
28 SDN Pulang Pisau 1 Kec.Kahayan Hilir 1 1%

29 SDN Wono Agung 1 1 1%

30 SDN Wono Agung 2 2 2%

31 Sekretariat Daerah 2 2%

32 Sekretariat DPRD 3 3%

33 SMPN 1 Jabiren Raya 1 1%

34 SMPN 1 Kahayan Kuala 1 1%

35 SMPN 1 Kahayan Tengah 3 3%

36 SMPN 1 Maliku 1 1%

37 SMPN 2 Jabiren Raya 1 1%

38 SMPN 2 Kahayan Hilir Kec.Kahayan Hilir 2 2%

39 SMPN 2 Kahayan Tengah 3 3%

40 SMPN 3 Maliku 1 1%

41 SMPN 5 Pandih Batu 1 1%

42 SMPN Satap 1 Kahayan Kuala 1 1%

43 UPT Dinas Pendidikan Kec.Kahayan Tengah 1 1%

44 UPT Dinas Pendidikan Kec.Sebangau Kuala 1 1%

45 UPT Dinas Pendidikan Kec.Kahayan Hilir 1 1%

46 UPT Puskesmas Pulang Pisau Kec.Bahaur Hilir 1 1%

47 UPT Puskesmas Pulang Pisau Kec.Bahaur 1 1%

Tengah

48 UPT Puskesmas Pulang Pisau Kec.Bareng 1 1%

49 UPT Puskesmas Pulang Pisau Kec.Maliku 1 1%

50 UPT Puskesmas Pulang Pisau Kec.Sebangau 1 1%

Kuala

51 UPTD Pendidikan Kec.Jabiren Raya 1 1%

46
52 UPTD Pendidikan Kec.Kahayan Kuala 1 1%

53 UPTD Pendidikan Kec.Kahayan Tengah 1 1%

54 UPTD Pendidikan Kec.Pandih Batu 1 1%

55 UPTD Pendidikan Kec.Sebangau Kuala 1 1%

56 UPTD Pendidikan Kec.Maliku 1 1%

Total 100 100%

Dari Tabel 4.2.5 Unit Kerja, dapat diketahui responden yang mengisi

kuesioner berasal dari 56 unit kerja yang terdapat di Kabupaten Pulang Pisau

dengan jumlah terbanyak berasal dari unit BKPP dengan jumlah responden 12

responden atau 12%.

B. Hasil Kuesioner

Kuesioner yang disebarkan ke responden memiliki jumlah responden

sebanyak 100 orang dan 24 item pernyataan, dengan pembahasan sebagai berikut :

1. (V 1.1) Saya dapat mempelajari SIMPEG dengan mudah.

Data yang diperoleh dari pernyataan pertama disajikan pada Tabel 4.2.6

Item Pernyataan V.1.1 dan Gambar 4.2.5 Pie Chart Pertanyaan V.1.1 :

Tabel 4.2.6 Item PernyataanV.1.1

Saya dapat mempelajari SIMPEG dengan mudah.

Skala Keterangan Frekuensi

1 Sangat Tidak Setuju 0

2 Tidak Setuju 0

47
3 Cukup Setuju 55

4 Setuju 39

5 Sangat Setuju 6

Total 100

PERSENTASE ITEM PERTANYAAN V.1.1


Sangat Setuju Sangat Tidak
6% Setuju Tidak Setuju
0% 0%

Setuju
39% Cukup Setuju
55%

Gambar 4.2.5 Pie Chart Item Pernyataan V.1.1

Dari Tabel 4.2.6 Item Pernyataan V.1.1 dan Gambar 4.2.5 Pie Chart

Pertanyaan V.1.1, dapat diketahui bahwa persentase jawaban tertinggi untuk item

pernyataan V.1.1 Saya dapat mempelajari SIMPEG dengan mudah, yaitu Cukup Setuju

dengan jumlah responden 55 atau 55%. Kemudian diikuti jawaban Setuju dengan

jumlah responden 39 atau 39% . Dan Sangat Setuju dengan jumlah responden 6

atau 6%. Persentase yang terendah adalah Tidak Setuju dan Sangat Tidak Setuju

dengan jumlah responden 0 atau 0%.

48
2. (V 1.2) Fitur-Fitur yang ada pada SIMPEG tidak asing saat pertama kali

mencoba.

Data yang diperoleh dari pernyataan kedua disajikan pada Tabel 4.2.7 Item

Pernyataan V.1.2 dan Gambar 4.2.6 Pie Chart Pernyataan V.1.2 :

Tabel 4.2.7 Item Pernyataan V.1.2

Fitur-Fitur yang ada pada SIMPEG tidak asing saat pertama

kali mencoba.

Skala Keterangan Frekuensi

1 Sangat Tidak Setuju 0

2 Tidak Setuju 0

3 Cukup Setuju 58

4 Setuju 35

5 Sangat Setuju 7

Total 100

PERSENTASE ITEM PERNYATAAN V.1.2


Sangat Setuju Sangat Tidak
7% Setuju Tidak Setuju
0% 0%

Setuju
35%
Cukup Setuju
58%

Gambar 4.2.6 Pie Chart Item Pernyataan V.1.2

49
Dari Tabel 4.2.7 Item Pernyataan V.1.2 dan Gambar 4.2.6 Pie Chart

Pernyataan V.1.2, dapat diketahui bahwa persentase jawaban tertinggi untuk item

pernyataan V.1.2 Fitur-Fitur yang ada pada SIMPEG tidak asing saat pertama kali

mencoba, yaitu Cukup Setuju dengan jumlah responden 58 atau 58%. Kemudian

diikuti jawaban Setuju dengan jumlah responden 35 atau 35% . Dan Sangat Setuju

dengan jumlah responden 7 atau 7%. Persentase yang terendah adalah Tidak Setuju

dan Sangat Tidak Setuju dengan jumlah responden 0 atau 0%.

3. (V 1.3) Tersedia panduan penggunaan SIMPEG yang mudah dipahami.

Data yang diperoleh dari pernyataan ketiga disajikan pada Tabel 4.2.8 Item

Pernyataan V.1.3 dan Gambar 4.2.7 Pie Chart Pernyataan V.1.3 :

Tabel 4.2.8 Item Pernyataan V.1.3

Tersedia panduan penggunaan SIMPEG yang mudah

dipahami.

Skala Keterangan Frekuensi

1 Sangat Tidak Setuju 0

2 Tidak Setuju 0

3 Cukup Setuju 59

4 Setuju 33

5 Sangat Setuju 8

Total 100

50
PERSENTASE ITEM PERNYATAAN V.1.3
Sangat Setuju Sangat Tidak
8% Setuju Tidak Setuju
0% 0%

Setuju
33%
Cukup Setuju
59%

Gambar 4.2.7 Pie Chart Item Pernyataan V.1.3

Dari Tabel 4.2.8 Item Pernyataan V.1.3 dan Gambar 4.2.7 Pie Chart

Pernyataan V.1.3, dapat diketahui bahwa persentase jawaban tertinggi untuk item

pernyataan V.1.3 Tersedia panduan penggunaan SIMPEG yang mudah dipahami, yaitu

Cukup Setuju dengan jumlah responden 59 atau 59%. Kemudian diikuti jawaban

Setuju dengan jumlah responden 39 atau 39% . Dan Sangat Setuju dengan jumlah

responden 8 atau 8%. Persentase yang terendah adalah Tidak Setuju dan Sangat

Tidak Setuju dengan jumlah responden 0 atau 0%.

4. (V 2.1) Dengan SIMPEG mendapatkan informasi yang diinginkan lebih mudah.

Data yang diperoleh dari pernyataan keempat disajikan pada Tabel 4.2.9

Item Pernyataan V.2.1 dan Gambar 4.2.8 Pie Chart Pernyataan V.2.1 :

Tabel 4.2.9 Item Pernyataan V.2.1

51
Dengan SIMPEG mendapatkan informasi yang diinginkan

lebih mudah.

Skala Keterangan Frekuensi

1 Sangat Tidak Setuju 0

2 Tidak Setuju 0

3 Cukup Setuju 60

4 Setuju 29

5 Sangat Setuju 11

Total 100

PERSENTASE ITEM PERNYATAAN V.2.1


Sangat Setuju Sangat Tidak
11% Setuju Tidak Setuju
0% 0%

Setuju
29%
Cukup Setuju
60%

Gambar 4.2.8 Pie Chart Item Pernyataan V.2.1

Dari Tabel 4.2.9 Item Pernyataan V.2.1 dan Gambar 4.2.8 Pie Chart

Pernyataan V.2.1, dapat diketahui bahwa persentase jawaban tertinggi untuk item

pernyataan V.2.1 Dengan SIMPEG mendapatkan informasi yang diinginkan lebih mudah,

yaitu Cukup Setuju dengan jumlah responden 60 atau 60%. Kemudian diikuti

jawaban Setuju dengan jumlah responden 29 atau 29% . Dan Sangat Setuju dengan

52
jumlah responden 11 atau 11%. Persentase yang terendah adalah Tidak Setuju dan

Sangat Tidak Setuju dengan jumlah responden 0 atau 0%.

5. (V 2.2) SIMPEG dapat dioperasikan dengan mudah.

Data yang diperoleh dari pernyataan kelima yang disajikan pada Tabel

4.2.10 Item Pernyataan V.2.2 dan Gambar 4.2.9 Pie Chart Pernyataan V.2.2 :

Tabel 4.2.10 Item Pernyataan V.2.2

Dengan SIMPEG mendapatkan informasi yang diinginkan

lebih mudah.

Skala Keterangan Frekuensi

1 Sangat Tidak Setuju 0

2 Tidak Setuju 0

3 Cukup Setuju 56

4 Setuju 35

5 Sangat Setuju 9

Total 100

PERSENTASE ITEM PERNYATAAN V.2.2


Sangat Setuju Sangat Tidak
9% Setuju Tidak Setuju
0% 0%

Setuju
35% Cukup Setuju
56%

53
Gambar 4.2.9 Pie Chart Item Pernyataan V.2.2

Dari Tabel 4.2.10 Item Pernyataan V.2.2 dan Gambar 4.2.9 Pie Chart

Pernyataan V.2.2, dapat diketahui bahwa persentase jawaban tertinggi untuk item

pernyataan V.2.2 Dengan SIMPEG mendapatkan informasi yang diinginkan lebih mudah,

yaitu Cukup Setuju dengan jumlah responden 56 atau 56%. Kemudian diikuti

jawaban Setuju dengan jumlah responden 35 atau 35% . Dan Sangat Setuju dengan

jumlah responden 9 atau 9%. Persentase yang terendah adalah Tidak Setuju dan

Sangat Tidak Setuju dengan jumlah responden 0 atau 0%.

6. (V 3.1) Tampilan huruf dan tulisan pada SIMPEG mudah dibaca.

Data yang diperoleh dari pernyataan keenam disajikan pada Tabel 4.2.11

Item Pernyataan V.3.1 dan Gambar 4.2.10 Pie Chart Pernyataan V.3.1 :

Tabel 4.2.11 Item Pernyataan V.3.1

Dengan SIMPEG mendapatkan informasi yang diinginkan

lebih mudah.

Skala Keterangan Frekuensi

1 Sangat Tidak Setuju 0

2 Tidak Setuju 0

3 Cukup Setuju 59

4 Setuju 33

5 Sangat Setuju 8

Total 100

54
PERSENTASE ITEM PERNYATAAN V.3.1
Sangat Setuju Sangat Tidak
8% Setuju Tidak Setuju
0% 0%

Setuju
33%
Cukup Setuju
59%

Gambar 4.2.10 Pie Chart Item Pernyataan V.3.1

Dari Tabel 4.2.11 Item Pernyataan V.3.1 dan Gambar 4.2.10 Pie Chart

Pernyataan V.3.1, dapat diketahui bahwa persentase jawaban tertinggi untuk item

pernyataan V.3.1 Dengan SIMPEG mendapatkan informasi yang diinginkan lebih mudah,

yaitu Cukup Setuju dengan jumlah responden 59 atau 59%. Kemudian diikuti

jawaban Setuju dengan jumlah responden 33 atau 33% . Dan Sangat Setuju dengan

jumlah responden 8 atau 8%. Persentase yang terendah adalah Tidak Setuju dan

Sangat Tidak Setuju dengan jumlah responden 0 atau 0%.

7. (V 3.2) Menggunakan Bahasa yang mudah dimengerti.

Data yang diperoleh dari pernyataan ketujuh disajikan pada Tabel 4.2.12

Item Pernyataan V.3.2 dan Gambar 4.2.11 Pie Chart Pernyataan V.3.2 :

Tabel 4.2.12 Item Pernyataan V.3.2

Menggunakan Bahasa yang mudah dimengerti.

Skala Keterangan Frekuensi

55
1 Sangat Tidak Setuju 0

2 Tidak Setuju 0

3 Cukup Setuju 57

4 Setuju 33

5 Sangat Setuju 10

Total 100

PERSENTASE ITEM PERNYATAAN V.3.2


Sangat Setuju Sangat Tidak
10% Setuju Tidak Setuju
0% 0%

Setuju
33% Cukup Setuju
57%

Gambar 4.2.11 Pie Chart Item Pernyataan V.3.2

Dari Tabel 4.2.12 Item Pernyataan V.3.2 dan Gambar 4.2.11 Pie Chart

Pernyataan V.3.2, dapat diketahui bahwa persentase jawaban tertinggi untuk item

pernyataan V.3.2 Menggunakan Bahasa yang mudah dimengerti, yaitu Cukup Setuju

dengan jumlah responden 57 atau 57%. Kemudian diikuti jawaban Setuju dengan

jumlah responden 33 atau 33% . Dan Sangat Setuju dengan jumlah responden 10

atau 10%. Persentase yang terendah adalah Tidak Setuju dan Sangat Tidak Setuju

dengan jumlah responden 0 atau 0%.

56
8. (W 1.1) Dengan adanya SIMPEG membantu saya menyelesaikan lebih banyak

pekerjaan.

Data yang diperoleh dari pernyataan kedelapan disajikan pada Tabel 4.2.13

Item Pernyataan W.1.1 dan Gambar 4.2.12 Pie Chart Pernyataan W.1.1 :

Tabel 4.2.13 Item Pernyataan W.1.1

Dengan adanya SIMPEG membantu saya menyelesaikan

lebih banyak pekerjaan.

Skala Keterangan Frekuensi

1 Sangat Tidak Setuju 0

2 Tidak Setuju 0

3 Cukup Setuju 60

4 Setuju 27

5 Sangat Setuju 13

Total 100

PERSENTASE ITEM PERNYATAAN W.1.1


Sangat Setuju Sangat Tidak
13% Setuju Tidak Setuju
0% 0%

Setuju
27%
Cukup Setuju
60%

Gambar 4.2.12 Pie Chart Item Pernyataan W.1.1

57
Dari Tabel 4.2.13 Item Pernyataan W.1.1 dan Gambar 4.2.12 Pie Chart Pernyataan

W.1.1, dapat diketahui bahwa persentase jawaban tertinggi untuk item pernyataan

W.1.1 Dengan adanya SIMPEG membantu saya menyelesaikan lebih banyak pekerjaan,

yaitu Cukup Setuju dengan jumlah responden 60 atau 60%. Kemudian diikuti

jawaban Setuju dengan jumlah responden 27 atau 27% . Dan Sangat Setuju dengan

jumlah responden 13 atau 13%. Persentase yang terendah adalah Tidak Setuju dan

Sangat Tidak Setuju dengan jumlah responden 0 atau 0%.

9. (W 1.2) Dengan adanya SIMPEG saya dapat menyelesaikan pekerjaan saya

dengan lebih baik.

Data yang diperoleh dari pernyataan kesembilan disajikan pada Tabel 4.2.14

Item Pernyataan W.1.2 dan Gambar 4.2.13 Pie Chart Pernyataan W.1.2 :

Tabel 4.2.14 Item Pernyataan W.1.2

Dengan adanya SIMPEG saya dapat menyelesaikan

pekerjaan saya dengan lebih baik

Skala Keterangan Frekuensi

1 Sangat Tidak Setuju 0

2 Tidak Setuju 0

3 Cukup Setuju 59

4 Setuju 32

5 Sangat Setuju 9

Total 100

58
PERSENTASE ITEM PERNYATAAN W.1.2
Sangat Setuju Sangat Tidak
9% Setuju Tidak Setuju
0% 0%

Setuju
32%
Cukup Setuju
59%

Gambar 4.2.13 Pie Chart Item Pernyataan W.1.2

Dari Tabel 4.2.14 Item Pernyataan W.1.2 dan Gambar 4.2.13 Pie Chart Pernyataan

W.1.2, dapat diketahui bahwa persentase jawaban tertinggi untuk item pernyataan

W.1.2 Dengan adanya SIMPEG saya dapat menyelesaikan pekerjaan saya dengan lebih

baik, yaitu Cukup Setuju dengan jumlah responden 59 atau 59%. Kemudian diikuti

jawaban Setuju dengan jumlah responden 32 atau 32% . Dan Sangat Setuju dengan

jumlah responden 9 atau 9%. Persentase yang terendah adalah Tidak Setuju dan

Sangat Tidak Setuju dengan jumlah responden 0 atau 0%.

10. (W 2.1) Dengan adanya SIMPEG membantu saya menyelesaikan lebih banyak

pekerjaan.

Data yang diperoleh dari pernyataan kesepuluh disajikan pada Tabel 4.2.15

Item Pernyataan W.2.1 dan Gambar 4.2.14 Pie Chart Pernyataan W.2.1 :

Tabel 4.2.15 Item Pernyataan W.2.1

59
Dengan adanya SIMPEG saya dapat menyelesaikan

pekerjaan saya dengan lebih baik

Skala Keterangan Frekuensi

1 Sangat Tidak Setuju 0

2 Tidak Setuju 0

3 Cukup Setuju 56

4 Setuju 36

5 Sangat Setuju 8

Total 100

PERSENTASE ITEM PERNYATAAN W.2.1


Sangat Setuju Sangat Tidak
8% Setuju Tidak Setuju
0% 0%

Setuju
36% Cukup Setuju
56%

Gambar 4.2.14 Pie Chart Item Pernyataan W.2.1

Dari Tabel 4.2.15 Item Pernyataan W.2.1 dan Gambar 4.2.14 Pie Chart Pernyataan

W.2.1, dapat diketahui bahwa persentase jawaban tertinggi untuk item pernyataan

W.2.1 Dengan adanya SIMPEG saya dapat menyelesaikan pekerjaan saya dengan lebih

baik, yaitu Cukup Setuju dengan jumlah responden 56 atau 56%. Kemudian diikuti

jawaban Setuju dengan jumlah responden 36 atau 36% . Dan Sangat Setuju dengan

60
jumlah responden 8 atau 8%. Persentase yang terendah adalah Tidak Setuju dan

Sangat Tidak Setuju dengan jumlah responden 0 atau 0%.

11. (W 2.2) Dengan adanya SIMPEG membantu saya menyelesaikan lebih banyak

pekerjaan.

Data yang diperoleh dari pernyataan kesebelas disajikan pada Tabel 4.2.16

Item Pernyataan W.2.2 dan Gambar 4.2.15 Pie Chart Pernyataan W.2.2 :

Tabel 4.2.16 Item Pernyataan W.2.2

SIMPEG yang saya gunakan mampu mempercepat

pekerjaan saya.

Skala Keterangan Frekuensi

1 Sangat Tidak Setuju 0

2 Tidak Setuju 0

3 Cukup Setuju 61

4 Setuju 29

5 Sangat Setuju 10

Total 100

61
PERSENTASE ITEM PERNYATAAN W.2.2
Sangat Setuju Sangat Tidak
10% Setuju Tidak Setuju
0% 0%

Setuju
29%
Cukup Setuju
61%

Gambar 4.2.15 Pie Chart Item Pernyataan W.2.2

Dari Tabel 4.2.16 Item Pernyataan W.2.2 dan Gambar 4.2.15 Pie Chart Pernyataan

W.2.2, dapat diketahui bahwa persentase jawaban tertinggi untuk item pernyataan

W.2.2 SIMPEG yang saya gunakan mampu mempercepat pekerjaan saya, yaitu Cukup

Setuju dengan jumlah responden 61 atau 61%. Kemudian diikuti jawaban Setuju

dengan jumlah responden 29 atau 29%. Dan Sangat Setuju dengan jumlah

responden 10 atau 10%. Persentase yang terendah adalah Tidak Setuju dan Sangat

Tidak Setuju dengan jumlah responden 0 atau 0%.

12. (W 3.1) Fitur yang ada pada SIMPEG membantu saya lebih cepat mencari data

yang saya butuhkan.

Data yang diperoleh dari pernyataan kedua belas disajikan pada Tabel

4.2.17 Item Pernyataan W.3.1 dan Gambar 4.2.16 Pie Chart Pernyataan W.3.1 :

Tabel 4.2.17 Item Pernyataan W.3.1

62
SIMPEG yang saya gunakan mampu mempercepat

pekerjaan saya.

Skala Keterangan Frekuensi

1 Sangat Tidak Setuju 0

2 Tidak Setuju 0

3 Cukup Setuju 62

4 Setuju 30

5 Sangat Setuju 8

Total 100

PERSENTASE ITEM PERNYATAAN W.3.1


Sangat Setuju Sangat Tidak
8% Setuju Tidak Setuju
0% 0%

Setuju
30%

Cukup Setuju
62%

Gambar 4.2.16 Pie Chart Item Pernyataan W.3.1

Dari Tabel 4.2.17 Item Pernyataan W.3.1 dan Gambar 4.2.16 Pie Chart

Pernyataan W.3.1, dapat diketahui bahwa persentase jawaban tertinggi untuk item

pernyataan W.3.1 SIMPEG yang saya gunakan mampu mempercepat pekerjaan saya,

yaitu Cukup Setuju dengan jumlah responden 62 atau 62%. Kemudian diikuti

jawaban Setuju dengan jumlah responden 30 atau 30% . Dan Sangat Setuju dengan

63
jumlah responden 8 atau 8%. Persentase yang terendah adalah Tidak Setuju dan

Sangat Tidak Setuju dengan jumlah responden 0 atau 0%.

13. (W 3.2) Fitur yang ada pada SIMPEG membantu saya untuk lebih cepat mencari

data yang saya butuhkan.

Data yang diperoleh dari pernyataan ketiga belas disajikan pada Tabel

4.2.18 Item Pernyataan W.3.2 dan Gambar 4.2.17 Pie Chart Pernyataan W.3.2 :

Tabel 4.2.18 Item Pernyataan W.3.2

Fitur yang ada pada SIMPEG membantu saya untuk

lebih cepat mencari data yang saya butuhkan.

Skala Keterangan Frekuensi

1 Sangat Tidak Setuju 0

2 Tidak Setuju 0

3 Cukup Setuju 60

4 Setuju 32

5 Sangat Setuju 8

Total 100

64
PERSENTASE ITEM PERNYATAAN W.3.2
Sangat Setuju Sangat Tidak
8% Setuju Tidak Setuju
0% 0%

Setuju
32%
Cukup Setuju
60%

Gambar 4.2.17 Pie Chart Item Pernyataan W.3.2

Dari Tabel 4.2.18 Item Pernyataan W.3.2 dan Gambar 4.2.17 Pie Chart

Pernyataan W.3.2, dapat diketahui bahwa persentase jawaban tertinggi untuk item

pernyataan W.3.2 Fitur yang ada pada SIMPEG membantu saya untuk lebih cepat

mencari data yang saya butuhkan, yaitu Cukup Setuju dengan jumlah responden 60

atau 60%. Kemudian diikuti jawaban Setuju dengan jumlah responden 32 atau 32%

. Dan Sangat Setuju dengan jumlah responden 8 atau 8%. Persentase yang terendah

adalah Tidak Setuju dan Sangat Tidak Setuju dengan jumlah responden 0 atau 0%.

14. (X 1.1) Menurut saya menggunakan SIMPEG sangat diperlukan.

Data yang diperoleh dari pernyataan keempat belas disajikan pada Tabel

4.2.19 Item Pernyataan X.1.1 dan Gambar 4.2.18 Pie Chart Pernyataan X.1.1 :

Tabel 4.2.19 Item Pernyataan X.1.1

Menurut saya menggunakan SIMPEG sangat diperlukan

Skala Keterangan Frekuensi

65
1 Sangat Tidak Setuju 0

2 Tidak Setuju 0

3 Cukup Setuju 48

4 Setuju 43

5 Sangat Setuju 9

Total 100

PERSENTASE ITEM PERNYATAAN X.1.1


Sangat Setuju Sangat Tidak
9% Setuju Tidak Setuju
0% 0%

Cukup Setuju
48%

Setuju
43%

Gambar 4.2.18 Pie Chart Item Pernyataan X.1.1

Dari Tabel 4.2.19 Item Pernyataan X.1.1 dan Gambar 4.2.18 Pie Chart

Pernyataan X.1.1, dapat diketahui bahwa persentase jawaban tertinggi untuk item

pernyataan X.1.1 Menurut saya menggunakan SIMPEG sangat diperlukan, yaitu

Cukup Setuju dengan jumlah responden 48 atau 48%. Kemudian diikuti jawaban

Setuju dengan jumlah responden 43 atau 43% . Dan Sangat Setuju dengan jumlah

responden 9 atau 9%. Persentase yang terendah adalah Tidak Setuju dan Sangat

Tidak Setuju dengan jumlah responden 0 atau 0%.

66
15. (X 1.2) SIMPEG yang saya gunakan memiliki fitur-fitur yang mudah dipahami.

Data yang diperoleh dari pernyataan kelima belas disajikan pada Tabel

4.2.20 Item Pernyataan X.1.2 dan Gambar 4.2.19 Pie Chart Pernyataan X.1.2 :

Tabel 4.2.20 Item Pernyataan X.1.2

SIMPEG yang saya gunakan memiliki fitur-fitur yang

mudah dipahami.

Skala Keterangan Frekuensi

1 Sangat Tidak Setuju 0

2 Tidak Setuju 0

3 Cukup Setuju 58

4 Setuju 33

5 Sangat Setuju 9

Total 100

PERSENTASE ITEM PERNYATAAN X.1.2


Sangat Setuju Sangat Tidak
9% Setuju Tidak Setuju
0% 0%

Setuju
33%
Cukup Setuju
58%

Gambar 4.2.19 Pie Chart Item Pernyataan X.1.2

67
Dari Tabel 4.2.20 Item Pernyataan X.1.2 dan Gambar 4.2.19 Pie Chart

Pernyataan X.1.2, dapat diketahui bahwa persentase jawaban tertinggi untuk item

pernyataan X.1.2 SIMPEG yang saya gunakan memiliki fitur-fitur yang mudah

dipahami, yaitu Cukup Setuju dengan jumlah responden 58 atau 58%. Kemudian

diikuti jawaban Setuju dengan jumlah responden 33 atau 33% . Dan Sangat Setuju

dengan jumlah responden 9 atau 9%. Persentase yang terendah adalah Tidak Setuju

dan Sangat Tidak Setuju dengan jumlah responden 0 atau 0%.

16. (X 2.1) Tampilan visual yang ada pada SIMPEG Menarik.

Data yang diperoleh dari pernyataan keenam belas disajikan pada Tabel

4.2.21 Item Pernyataan X.2.1 dan Gambar 4.2.20 Pie Chart Pernyataan X.2.1 :

Tabel 4.2.21 Item Pernyataan X.2.1

Tampilan visual yang ada pada SIMPEG Menarik.

Skala Keterangan Frekuensi

1 Sangat Tidak Setuju 0

2 Tidak Setuju 0

3 Cukup Setuju 58

4 Setuju 35

5 Sangat Setuju 7

Total 100

68
PERSENTASE ITEM PERNYATAAN X.2.1
Sangat Setuju Sangat Tidak
7% Setuju Tidak Setuju
0% 0%

Setuju
35%
Cukup Setuju
58%

Gambar 4.2.20 Pie Chart Item Pernyataan X.2.1

Dari Tabel 4.2.21 Item Pernyataan X.2.1 dan Gambar 4.2.20 Pie Chart Pernyataan

X.2.1, dapat diketahui bahwa persentase jawaban tertinggi untuk item pernyataan

X.2.1 Tampilan visual yang ada pada SIMPEG Menarik, yaitu Cukup Setuju

dengan jumlah responden 58 atau 58%. Kemudian diikuti jawaban Setuju dengan

jumlah responden 35 atau 35% . Dan Sangat Setuju dengan jumlah responden 7

atau 7%. Persentase yang terendah adalah Tidak Setuju dan Sangat Tidak Setuju

dengan jumlah responden 0 atau 0%.

17. (X 2.2) Akses masuk SIMPEG mudah dan dapat diakses dari berbagai

perangkat.

Data yang diperoleh dari pernyataan ketujuh belas disajikan pada Tabel

4.2.22 Item Pernyataan X.2.2 dan Gambar 4.2.21 Pie Chart Pernyataan X.2.2 :

Tabel 4.2.22 Item Pernyataan X.2.2

69
Akses masuk SIMPEG mudah dan dapat diakses dari

berbagai perangkat.

Skala Keterangan Frekuensi

1 Sangat Tidak Setuju 0

2 Tidak Setuju 0

3 Cukup Setuju 44

4 Setuju 45

5 Sangat Setuju 11

Total 100

PERSENTASE ITEM PERNYATAAN X.2.2


Sangat Setuju Sangat Tidak
11% Setuju Tidak Setuju
0% 0%

Cukup Setuju
44%

Setuju
45%

Gambar 4.2.21 Pie Chart Item Pernyataan X.2.2

Dari Tabel 4.2.22 Item Pernyataan X.2.2 dan Gambar 4.2.21 Pie Chart Pernyataan

X.2.2, dapat diketahui bahwa persentase jawaban tertinggi untuk item pernyataan

X.2.2 Tampilan visual yang ada pada SIMPEG Menarik, yaitu Setuju dengan

jumlah responden 45 atau 45%. Kemudian diikuti jawaban Cukup Setuju dengan

jumlah responden 44 atau 44%. Dan Sangat Setuju dengan jumlah responden 11

70
atau 11%. Persentase yang terendah adalah Tidak Setuju dan Sangat Tidak Setuju

dengan jumlah responden 0 atau 0%.

18. (Y 1.1) Saya lebih suka mengolah data pegawai melalui SIMPEG daripada

secara Konvensional.

Data yang diperoleh dari pernyataan kedelapan belas disajikan pada Tabel

4.2.23 Item Pernyataan Y.1.1 dan Gambar 4.2.22 Pie Chart Pernyataan Y.1.1 :

Tabel 4.2.23 Item Pernyataan Y.1.1

Saya lebih suka mengolah data pegawai melalui

SIMPEG daripada secara Konvensional.

Skala Keterangan Frekuensi

1 Sangat Tidak Setuju 0

2 Tidak Setuju 0

3 Cukup Setuju 56

4 Setuju 33

5 Sangat Setuju 11

Total 100

71
PERSENTASE ITEM PERNYATAAN Y.1.1
Sangat Setuju Sangat Tidak
11% Setuju Tidak Setuju
0% 0%

Setuju Cukup Setuju


33% 56%

Gambar 4.2.22 Pie Chart Item Pernyataan Y.1.1

Dari Tabel 4.2.23 Item Pernyataan Y.1.1 dan Gambar 4.2.22 Pie Chart Pernyataan

Y.1.1, dapat diketahui bahwa persentase jawaban tertinggi untuk item pernyataan

Y.1.1 Saya lebih suka mengolah data pegawai melalui SIMPEG daripada secara

Konvensional., yaitu Cukup Setuju dengan jumlah responden 56 atau 56%.

Kemudian diikuti jawaban Setuju dengan jumlah responden 33 atau 33% . Dan

Sangat Setuju dengan jumlah responden 11 atau 11%. Persentase yang terendah

adalah Tidak Setuju dan Sangat Tidak Setuju dengan jumlah responden 0 atau 0%.

19. (Y 1.2) Dengan adanya SIMPEG saya merasa kinerja saya semakin meningkat.

Data yang diperoleh dari pernyataan kesembilan belas disajikan pada Tabel

4.2.24 Item Pernyataan Y.1.2 dan Gambar 4.2.23 Pie Chart Pernyataan Y.1.2 :

Tabel 4.2.24 Item Pernyataan Y.1.2

Dengan adanya SIMPEG saya merasa kinerja saya

semakin meningkat

72
Skala Keterangan Frekuensi

1 Sangat Tidak Setuju 0

2 Tidak Setuju 0

3 Cukup Setuju 56

4 Setuju 33

5 Sangat Setuju 11

Total 100

PERSENTASE ITEM PERNYATAAN Y.1.1


Sangat Setuju Sangat Tidak
11% Setuju Tidak Setuju
0% 0%

Setuju Cukup Setuju


33% 56%

Gambar 4.2.23 Pie Chart Item Pernyataan Y.1.2

Dari Tabel 4.2.24 Item Pernyataan Y.1.2 dan Gambar 4.2.23 Pie Chart Pernyataan

Y.1.2, dapat diketahui bahwa persentase jawaban tertinggi untuk item pernyataan

Y.1.2 Dengan adanya SIMPEG saya merasa kinerja saya semakin meningkat, yaitu

Cukup Setuju dengan jumlah responden 56 atau 56%. Kemudian diikuti jawaban

Setuju dengan jumlah responden 33 atau 33% . Dan Sangat Setuju dengan jumlah

responden 11 atau 11%. Persentase yang terendah adalah Tidak Setuju dan Sangat

Tidak Setuju dengan jumlah responden 0 atau 0%.

73
20. (Y 2.1) Fitur-fitur yang ada dalam SIMPEG dapat dikembangkan lebih lanjut

sesuai dengan kebutuhan di mendatang.

Data yang diperoleh dari pernyataan Dua Puluh disajikan pada Tabel 4.2.25

Item Pernyataan Y.2.1 dan Gambar 4.2.24 Pie Chart Pernyataan Y.2.1 :

Tabel 4.2.25 Item Pernyataan Y.2.1

Fitur-fitur yang ada dalam SIMPEG dapat

dikembangkan lebih lanjut sesuai dengan kebutuhan di

mendatang.

Skala Keterangan Frekuensi

1 Sangat Tidak Setuju 0

2 Tidak Setuju 1

3 Cukup Setuju 49

4 Setuju 42

5 Sangat Setuju 8

Total 100

PERSENTASE ITEM PERNYATAAN Y.2.1


Sangat Setuju Tidak Setuju
8% 1% Sangat Tidak
Setuju
0%

Cukup Setuju
49%
Setuju
42%

Gambar 4.2.24 Pie Chart Item Pernyataan Y.2.1

74
Dari Tabel 4.2.25 Item Pernyataan Y.2.1 dan Gambar 4.2.24 Pie Chart Pernyataan

Y.2.1, dapat diketahui bahwa persentase jawaban tertinggi untuk item pernyataan

Y.2.1 Fitur-fitur yang ada dalam SIMPEG dapat dikembangkan lebih lanjut sesuai

dengan kebutuhan di mendatang, yaitu Cukup Setuju dengan jumlah responden 49

atau 49%. Kemudian diikuti jawaban Setuju dengan jumlah responden 42 atau 42%

. Sangat Setuju dengan jumlah responden 8 atau 8%. Tidak Setuju dengan jumlah

responden 1 atau 1%. Persentase yang Sangat Tidak Setuju dengan jumlah

responden 0 atau 0%.

21. (Z 1.1) Hampir setiap hari saya menggunakan SIMPEG untuk membantu

pekerjaan saya.

Data yang diperoleh dari pernyataan Dua puluh satu disajikan pada Tabel

4.2.26 Item Pernyataan Z.1.1 dan Gambar 4.2.25 Pie Chart Pernyataan Z.1.1 :

Tabel 4.2.26 Item Pernyataan Z.1.1

Hampir setiap hari saya menggunakan SIMPEG untuk

membantu pekerjaan saya

Skala Keterangan Frekuensi

1 Sangat Tidak Setuju 0

2 Tidak Setuju 0

3 Cukup Setuju 59

4 Setuju 32

5 Sangat Setuju 9

Total 100

75
PERSENTASE ITEM PERNYATAAN Z.1.1
Sangat Setuju Sangat Tidak
9% Setuju Tidak Setuju
0% 0%

Setuju
32%
Cukup Setuju
59%

Gambar 4.2.25 Pie Chart Item Pernyataan Z.1.1

Dari Tabel 4.2.26 Item Pernyataan Z.1.1 dan Gambar 4.2.25 Pie Chart Pernyataan

Z.1.1, dapat diketahui bahwa persentase jawaban tertinggi untuk item pernyataan

Z.1.1 Fitur-fitur yang ada dalam SIMPEG dapat dikembangkan lebih lanjut sesuai

dengan kebutuhan di mendatang, yaitu Cukup Setuju dengan jumlah responden 59

atau 59%. Kemudian diikuti jawaban Setuju dengan jumlah responden 32 atau 32%

. Dan Sangat Setuju dengan jumlah responden 9 atau 9%. Persentase yang terendah

adalah Tidak Setuju dan Sangat Tidak Setuju dengan jumlah responden 0 atau 0%.

22. (Z 1.2) Saya dapat menggunakan SIMPEG tidak hanya pada saat di kantor.

Data yang diperoleh dari pernyataan Dua puluh dua disajikan pada Tabel

4.2.27 Item Pernyataan Z.1.2 dan Gambar 4.2.26 Pie Chart Pernyataan Z.1.2 :

Tabel 4.2.27 Item Pernyataan Z.1.2

76
Saya dapat menggunakan SIMPEG tidak hanya pada

saat di kantor

Skala Keterangan Frekuensi

1 Sangat Tidak Setuju 0

2 Tidak Setuju 0

3 Cukup Setuju 52

4 Setuju 37

5 Sangat Setuju 11

Total 100

PERSENTASE ITEM PERNYATAAN Z.1.2


Sangat Setuju Sangat Tidak
11% Setuju Tidak Setuju
0% 0%

Cukup Setuju
52%
Setuju
37%

Gambar 4.2.26 Pie Chart Item Pernyataan Z.1.2

Dari Tabel 4.2.27 Item Pernyataan Z.1.2 dan Gambar 4.2.26 Pie Chart Pernyataan

Z.1.2, dapat diketahui bahwa persentase jawaban tertinggi untuk item pernyataan

Z.1.2 Saya dapat menggunakan SIMPEG tidak hanya pada saat di kantor, yaitu

Cukup Setuju dengan jumlah responden 52 atau 52%. Kemudian diikuti jawaban

Setuju dengan jumlah responden 37 atau 37% . Dan Sangat Setuju dengan jumlah

77
responden 11 atau 11%. Persentase yang terendah adalah Tidak Setuju dan Sangat

Tidak Setuju dengan jumlah responden 0 atau 0%.

23. (Z 2.1) Saya lebih suka bekerja menggunakan SIMPEG.

Data yang diperoleh dari pernyataan Dua puluh satu disajikan pada Tabel

4.2.28 Item Pernyataan Z.2.1 dan Gambar 4.2.27 Pie Chart Pernyataan Z.2.1 :

Tabel 4.2.28 Item Pernyataan Z.2.1

Saya dapat menggunakan SIMPEG tidak hanya pada

saat di kantor

Skala Keterangan Frekuensi

1 Sangat Tidak Setuju 0

2 Tidak Setuju 0

3 Cukup Setuju 54

4 Setuju 35

5 Sangat Setuju 11

Total 100

78
PERSENTASE ITEM PERNYATAAN Z.2.1
Sangat Setuju Sangat Tidak
11% Setuju Tidak Setuju
0% 0%

Cukup Setuju
Setuju 54%
35%

Gambar 4.2.27 Pie Chart Item Pernyataan Z.2.1

Dari Tabel 4.2.28 Item Pernyataan Z.2.1 dan Gambar 4.2.27 Pie Chart Pernyataan

Z.2.1, dapat diketahui bahwa persentase jawaban tertinggi untuk item pernyataan

Z.2.1 Saya lebih suka bekerja menggunakan SIMPEG, yaitu Cukup Setuju dengan

jumlah responden 54 atau 54%. Kemudian diikuti jawaban Setuju dengan jumlah

responden 35 atau 35% . Dan Sangat Setuju dengan jumlah responden 11 atau 11%.

Persentase yang terendah adalah Tidak Setuju dan Sangat Tidak Setuju dengan

jumlah responden 0 atau 0%.

24. (Z 2.2) Saya lebih suka bekerja menggunakan SIMPEG.

Data yang diperoleh dari pernyataan Dua puluh satu disajikan pada Tabel

4.2.29 Item Pernyataan Z.2.2 dan Gambar 4.2.28 Pie Chart Pernyataan Z.2.2 :

Tabel 4.2.29 Item Pernyataan Z.2.2

Saya dapat menggunakan SIMPEG tidak hanya pada

saat di kantor

79
Skala Keterangan Frekuensi

1 Sangat Tidak Setuju 0

2 Tidak Setuju 0

3 Cukup Setuju 53

4 Setuju 40

5 Sangat Setuju 7

Total 100

PERSENTASE ITEM PERNYATAAN Z.2.2


Sangat Setuju Sangat Tidak
7% Setuju Tidak Setuju
0% 0%

Setuju Cukup Setuju


40% 53%

Gambar 4.2.28 Pie Chart Item Pernyataan Z.2.2

Dari Tabel 4.2.29 Item Pernyataan Z.2.2 dan Gambar 4.2.28 Pie Chart Pernyataan

Z.2.2, dapat diketahui bahwa persentase jawaban tertinggi untuk item pernyataan

Z.2.2 Saya sudah tidak menggunakan cara manual untuk mengolah data

kepegawaian, yaitu Cukup Setuju dengan jumlah responden 53 atau 53%.

Kemudian diikuti jawaban Setuju dengan jumlah responden 40 atau 40% . Dan

Sangat Setuju dengan jumlah responden 7 atau 7%. Persentase yang terendah

adalah Tidak Setuju dan Sangat Tidak Setuju dengan jumlah responden 0 atau 0%.

80
C. Hasil Klasifikasi Kuesioner

Klasifikasi hasil kuesioner berdasarkan jenis kelamin dan usia responden


disajikan pada Tabel 4.2.30 Klasifikasi Hasil Kuesioner :

Tabel 4.2.30 Klasifikasi Hasil Kuesioner

Skala Linkert
Jenis sangat
Usia sangat cukup tidak
Kelamin setuju tidak
setuju setuju setuju
setuju
Laki-laki 17 – 25 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
26 – 35 1,00% 4,83% 1,17% 0,00% 0,00%
36 – 45 4,88% 5,13% 11,00% 0,00% 0,00%
46 – 55 1,58% 6,17% 6,25% 0,00% 0,00%
>55 0,00% 2,96% 15,04% 0,00% 0,00%
Perempuan 17 – 25 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
26 – 35 1,08% 7,33% 5,58% 0,00% 0,00%
36 – 45 0,46% 5,25% 14,29% 0,00% 0,00%
46 – 55 0,04% 2,04% 1,92% 0,00% 0,00%
>55 0,04% 0,92% 1,00% 0,04% 0,00%
Sub Total Laki-Laki 7,46% 19,08% 33,46% 0,00% 0,00%
Sub Total Perempuan 1,63% 15,54% 22,79% 0,04% 0,00%
Sub Total 9,08% 34,63% 56,25% 0,04% 0,00%
Total 100,00%

Berdasarkan Tabel 4.2.30 Klasifikasi Hasil Kuesioner, dapat diketahui persentase

tertinggi dari seluruh pernyataan yang dijawab oleh seluruh responden yaitu cukup

setuju dengan jumlah 56,25%, kemudian diikuti oleh jawaban setuju 34,63%,

jawaban sangat setuju 9,08%, dan jawaban tidak setuju 0,04%. Persentase jawaban

terendah adalah sangat tidak setuju dengan persentase 0,00%.

Dari jawaban tertinggi yaitu cukup setuju, persentase penjawab terbanyak adalah

responden dengan jenis kelamin laki-laki usia lima puluh lima tahun keatas dengan

persentase 15,04%, kemudian dari jawaban setuju persentase penjawab terbanyak

81
adalah responden dengan jenis kelamin perempuan usia dua puluh enam sampai

tiga puluh lima tahun dengan persentase 7,33%, lalu dari jawaban sangat setuju

persentase penjawab terbanyak adalah responden dengan jenis kelamin laki-laki

usia tiga puluh enam sampai empat puluh lima tahun dengan persentase 4,88%, dan

jawaban tidak setuju persentase penjawab terbanyak adalah responden dengan jenis

kelamin perempuan usia lima puluh lima tahun keatas dengan persentase 0,04%.

Dari keseluruhan kuesioner persentase terendah adalah sangat tidak setuju dengan

responden 0%.

D. Hasil Analisa Inferensial

Data kuesioner yang sudah ditabulasi, diolah menggunakan software Smart

PLS dengan hasil yang di tampilkan pada Tabel 4.2.29 Hasil Pengujian Hipotesis :

Tabel 4.2.29 Hasil Pengujian Hipotesis Hubungan Langung

Variabel
Variabel Koefisien
Hipotesis yang t-hitung p-values Keterangan
Independen Jalur
berhubungan
H1 PEOU PU 0,939 52,472 0,000 Signifikan
H2 PEOU ATU 0,579 4,401 0,000 Signifikan
Tidak
H3 PEOU ITU 0,123 0,817 0,414
Signifikan
H4 PU ATU 0,375 2,818 0,005 Signifikan
H5 ATU ITU `0,795 5,378 0,000 Signifikan
H6 ITU ASU 0,919 48,074 0,000 Signifikan

Tabel 4.2.30 Hasil Pengujian Hipotesis Hubungan Tidak Langung

Variabel Variabel Variabel Koefisien t- Keterangan


p-values
Independen Intervening Dependen Jalur hitung
PEOU ATU -> ITU ASU 0,423 3,883 0,000 Berpengaruh
ATU ITU ASU 0,731 5,306 0,000 Berpengaruh
PU ATU-> ITU ASU 0,274 2,286 0,023 Berpengaruh

82
PEOU PU -> ATU Berpengaruh
ASU 0,257 2,265 0,024
-> ITU
PEOU ITU Tidak
ASU 0,113 0,817 0,414
Berpengaruh
PEOU PU ATU 0,352 2,782 0,006 Berpengaruh
PEOU ATU ITU 0,460 3,827 0,000 Berpengaruh
PU ATU ITU 0,298 2,330 0,020 Berpengaruh
PEOU PU -> ATU ITU 0,280 2,312 0,021 Berpengaruh

Gambar 4.2.28 Diagram Jalur Hasil Uji Hepotesa

Berdasarlan Tabel 4.2.29 keseluruhan pengujian hubungan antara variabel

menunjukkan bahwa lima jalur memiliki hubungan yang signifikan dan satu jalur

83
tidak signifikan. Nilai koefisien jalur antar variabel terdapat nilai positif dan nilai

negatif. Penjabaran hipotesis penelitian yaitu:

1. H1 : perceived ease of use (PEOU) memiliki nilai pengaruh terhadap perceived

usefulness (PU).

Perceived ease of use atau persepsi kemudahan penggunaan berpengaruh

positif terhadap perceived usefulness atau persepsi kemanfaatan dengan nilai

koefisien jalur sebesar 0,939 dan nilai p-values sebesar 0,000 (p-values < 0,05) serta

nilai t-hitung sebesar 52,472 (t-hitung > 1,96) maka pengujian dapat dikatakan

signifikan, sehingga H0 ditolak. Hal ini menunjukan bahwa semakin baik persepsi

kemudahan penggunaan maka pengaruh persepsi manfaat semakin meningkat.

2. H2 : perceived ease of use (PEOU) memiliki nilai pengaruh terhadap Attitude

toward using (ATU).

Perceived ease of use atau persepsi kemudahan penggunaan berpengaruh

positif terhadap attitude toward using atau sikap pengunaan sistem dengan nilai

koefisien jalur sebesar 0,579 dan nilai p-values sebesar 0,000 (p-values < 0,05) serta

nilai t-hitung sebesar 4,401 (t-hitung > 1,96) maka pengujian dapat dikatakan

signifikan, sehingga H0 ditolak. Hal ini menunjukan bahwa semakin baik persepsi

kemudahan penggunaan maka pengaruh terhadap sikap pengunaan sistem semakin

meningkat.

3. H3 : perceived ease of use (PEOU) memiliki pengaruh terhadap behavioral

intention to use (ITU).

84
Perceived ease of use atau persepsi kemudahan penggunaan berpengaruh

negatif terhadap Behavioral intention to use atau kecenderungan perilaku untuk

tetap menggunakan dengan nilai koefisien jalur sebesar 0,123 dan nilai p-values

sebesar 0,414 (p-values < 0,05) serta nilai t-hitung sebesar 0,817 (t-hitung > 1,96)

maka pengujian dapat dikatakan tidak signifikan, sehingga H0 diterima. Hal ini

menunjukan bahwa persepsi kemudahan penggunaan tidak memiliki pengaruh

secara langsung terhadap kecenderungan perilaku untuk tetap menggunakan

5. H5 : perceived usefulness (PU) memiliki nilai pengaruh terhadap Attitude toward

using (ATU).

perceived usefulness atau persepsi kemanfaatan berpengaruh positif

terhadap attitude toward using atau sikap pengunaan sistem dengan nilai koefisien

jalur sebesar 0,795 dan nilai p-values sebesar 0,000 (p-values < 0,05) serta nilai t-

hitung sebesar 5,378 (t-hitung > 1,96) maka pengujian dapat dikatakan signifikan,

sehingga H0 ditolak. Hal ini menunjukan bahwa semakin baik persepsi

kemanfaatan maka pengaruh terhadap sikap pengunaan sistem semakin meningkat.

6. H6 : attitude toward using (ATU) memiliki nilai pengaruh terhadap actual sistem

usage (ASU).

attitude toward using atau sikap pengunaan sistem berpengaruh positif

terhadap actual sistem usage atau kondisi nyata penggunaan sistem. dengan nilai

koefisien jalur sebesar 0,919 dan nilai p-values sebesar 0,000 (p-values < 0,05) serta

nilai t-hitung sebesar 45,074 (t-hitung > 1,96) maka pengujian dapat dikatakan

signifikan, sehingga H0 ditolak. Hal ini menunjukan bahwa semakin baik sikap

85
pengunaan sistem maka pengaruh terhadap kondisi nyata penggunaan sistem

semakin meningkat.

E. Hasil Hipotesis

Berdasarkan hasil analisa inferensial yang telah dilakukan hipotesis dapat

dibuktikan bahwa :

1. H1 :Terdapat pengaruh yang signifikan positif Peresepsi Kemudahan

Penggunaan (Perceived Ease Of Use) terhadap Peresepsi Kemanfaatan

(Perceived Usefulness). Diterima karena H1 memiliki nilai yang signifikan

dan positif.

2. H2 : Terdapat pengaruh yang signifikan positif peresepsi kemudahan

penggunaan (Perceive Ease Of Use) terhadap Sikap Penggunaan (Attitude

Toward Using). Diterima karena H2 memiliki nilai yang signifikan dan

positif.

3. H3 : Terdapat pengaruh yang signifikan positif peresepsi kemudahan

penggunaan (Perceive Ease Of Use) terhadap perilaku untuk menggunakan

(Behavioral Intention to Use). Ditolak karena H3 memiliki nilai yang tidak

signifikan dan negatif.

4. H4 : Terdapat pengaruh yang signifikaan positif peresepsi kemanfaatan

(Perceived Usefulness) terhadap Sikap Penggunaan (Attitude Toward Using).

Diterima karena H4 memiliki nilai yang signifikan dan positif.

5. H5 : Terdapat pengaruh yang signifikan positif Sikap Penggunaan (Attitude

Toward Using) terhadap perilaku untuk menggunakan (Behavioral Intention

to Use). Diterima karena H5 memiliki nilai yang signifikan dan positif.

86
6. H6: Terdapat pengaruh yang signifikan positif minat perilaku untuk

menggunakan (Behavioral Intention to Use) terhadap kondisi nyata

penggunaan sistem (Actual System Usage). Diterima karena H6 memiliki

nilai yang signifikan dan positif.

87
BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisa yang telah dilakukan pada SIMPEG BKPP Pulang

Pisau didapatkan empat variabel yang dinyatakan signifikan dengan nilai p-values

0,05 yaitu persepsi kemudahan penggunaan, persepsi kemanfaatan, sikap

pengunaan sistem, kondisi nyata penggunaan sistem dan satu variabel yang ditolak

yaitu dengan nilai p-values dibawah 0,05 yaitu kecenderungan perilaku untuk tetap

menggunakan. Dapat disimpulkan SIMPEG yang terdapat pada BKPP Pulang Pisau

masih belum dapat diterima sepenuhnya karena kencenduruan untuk tetap

menggunakan masih dibawah nilai signifikan.

5.2 Saran

Saran yang dapat diberikan sebagai tindak lanjut dari hasil penelitian adalah

sebagai berikut :

7. Penelitian selanjutnya dapat dilakukan menggunakan sampel yang lebih besar,

sehingga mendapatkan hasil penelitian yang lebih maksimal.

8. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan skala linkert dengan skala

‘genap untuk mengurangi jawaban tengah dan peneliti bisa memperoleh

jawaban yang lebih signifikan.

Item pertanyaan pervariabelnya lebih variatif agar tidak disalah artikan oleh responden.

88
Daftar pustaka

Anuraga, G., Otok, B.W. 2013. ”Pemodelan Kemiskinan di Jawa Timur dengan
Structural Equation Modeling-Partial Least Square“. Jurusan Statistika.
Institut Teknologi Sepuluh November.

Fatmasari., Dewi, R. & Kunang, Y.N, 2013. “Evaluasi Penerimaan Sistem E-KTP
Dengan Menggunakan TAM (Technology Acceptance Model) (Studi Kasus :
Kantor Camat Ilir Timur I Palembang)“. ISSN: 1979-2328.

Hartono, J., 2008. “ Sistem Informasi Keperilakuan “. Yogyakarta: ANDI.

89
Kusumaningtyas, R.H. 2016. “ Evaluasi dan Perancangan Sistem Informasi Lahan
Parkir ”. Jurnal Sistem Informasi. 9(1). 2016. 15-27.

Komalasari, S., Hanafi, I. & Setyowati. E. 2014. “Aplikasi Program Sistem


Informasi Manajemen Kepegawaian (SIMPEG) (Studi pada Badan
Kepegawaian Daerah Kota Malang)“ Program Studi Administasi Publik.
Universitas Brawijaya Malang.

Maryuliana., Subroto, I.M.I. & Haviana, S.F.C. 2016. “Sistem Informasi Angket
Pengukuran Skala Kebutuhan Materi Pembelajaran Tambahan Sebagai
Pendukung Pengambilan Keputusan Di Sekolah Menengah Atas
Menggunakan Skala Likert”. Jurnal Transistor Elektro dan Informatika. Vol.
1. No. 2. Oktober 2016. pp. 1-12.

Rohmadi., Soedijono. B. & Henderi. 2017. “Evaluasi Sistem Informasi Rumah


Sakit Untuk Mengetahui Minat Pengguna Dengan Metode UTAUT (Studi
Kasus: RS. Jati Husada Karanganyar).” Jurnal INFORMA Politeknik
Indonusa Surakarta. Vol.3 No.1. ISSN : 2442-7942.

Rozanda, N.E., Masriana, A. 2017. “Perbandingan Metode Hot Fit dan Tam dalam
Mengevaluasi Penerapan Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian
(SIMPEG) (Studi Kasus : Pengadilan Tata Usaha Negara Pekanbaru)“.
Program Studi Sistem Informasi. Universitas Islam Negeri Sultan Syarif
Kasim Riau.

Saputra, E., Misfariyan. 2013. “Analisi Penerimaan Sistem Informsi Manajemen


Rumah Sakit Umum Daerah Bangkinang Menggunakan Metode Technology
Acceptance Model (TAM)”. Program Studi Sistem Informasi. Universitas
Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

Susanto, T., Sudarmawan. & Marco, R. 2013. “Evaluasi Terhadap Sistem


Informasi di STMIK AMIKOM Menggunakan Technology Acceptance Model
(TAM) “ Program Studi Teknologi Informasi dan Multimedia. ISSN: 2302-
3805.

Tasmil., Herman. 2015. “Penerapan Model TAM untuk Menilai Tingkat


Penerimaan Nelayan terhadap Penggunaan GPS “. Jurnal Pekommas, Vol.
18 No. 3, Desember 2015: 161 - 170

Wahyuni, V., Maita, I. 2015. “Evaluasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit
(SIMRS) Menggunakan Metode Unified Theory Of Acceptance and Use Of
Technology (UTAUT).” Jurnal Rekayasa dan Manajemen Sistem Informasi.
Vol. 1 No. 1 Februari. pp.55-61. ISSN 2460-8181.

Wulan, B.A.,Soedijono,B.W.A. & Henderi. 2017. “Evaluasi Penerimaan BIO


Sistem Online Memggunakan Pendekatan Technology Acceptance Model
(TAM)”. Jurnal Teknologi Informasi, Vol. XII No. 34, Maret 2017. ISSN:
1907-2430

90
Zulkarnaen, A., Anggraini. 2016. “Evaluasi Sistem Informasi Manajemen
Kepegawaian (SIMPEG) Menggunakan Framework COBIT 4.1 (Studi Kasus
: Kementerian Agama Kantor Kota Pekanbaru”. Vol.2, No 2, Agustus 2016.
e-ISSN 2502-8995 ISSN 2460-8181.

http://www.bkpp.pulangpisaukab.go.id/tugas-pokok-fungsi/. Diakses pada 28


November 2018.

http://www.bkpp.pulangpisaukab.go.id/visi-misi/. Diakses pada 28 November


2018.

http://www.bkpp.pulangpisaukab.go.id/struktur-organisasi/#. Diakses pada 28


November 2018.

91