Anda di halaman 1dari 12

BUKU JAWABAN UJIAN (BJU)

UAS TAKE HOME EXAM (THE)


SEMESTER 2020/21.1 (2020.2)

Nama Mahasiswa : Audilla Hanifa

Nomor Induk Mahasiswa/NIM : 043474977

Tanggal Lahir : Mojokerto, 29 Maret 2002

Kode/Nama Mata Kuliah : MKDU4221 / Pendidikan Agama Islam

Kode/Program Studi : 54 / Manajemen

Kode/Nama UPBJJ : 71 / SURABAYA

Hari/Tanggal UAS THE : Kamis, 17 Desember 2020

Tanda Tangan Peserta Ujian

Petunjuk:

1. Anda wajib mengisi secara lengkap dan benar identitas pada cover BJU pada halaman ini.
2. Anda wajib mengisi dan menandatangani surat pernyataan kejujuran akademik.
3. Jawaban bisa dikerjakan dengan diketik atau ditulis tangan.
4. Jawaban diunggah disertai dengan cover BJU dan surat pernyataan kejujuran akademik

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


UNIVERSITAS TERBUKA
BUKU JAWABAN UJIAN UNIVERSITAS TERBUKA

Surat Pernyataan Mahasiswa


Kejujuran Akademik

Yang bertanda tangan di bawah ini:


Nama Mahasiswa : Audilla Hanifa
NIM : 043474977
Kode/Nama Mata Kuliah : MKDU4221 / Pendidikan Agama Islam
Fakultas : Manajemen
Program Studi : Ekonomi
UPBJJ-UT : SURABAYA

1. Saya tidak menerima naskah UAS THE dari siapapun selain mengunduh dari THE
pada laman https://the.ut.ac.id
2. Saya tidak memberikan naskah UAS THE kepada siapapun.
3. Saya tidak menerima dan atau memberikan bantuan dalam bentuk apapun dalam
pengerjaan soal ujian UAS THE.
4. Saya tidak melakukan plagiasi atas pekerjaan orang lain (menyalin dan
mengakuinya sebagai pekerjaan saya).
5. Saya memahami bahwa segala tindakan kecurangan akan mendapatkan hukuman
sesuai dengan aturan akademik yang berlaku di Universitas Terbuka.
6. Saya bersedia menjunjung tinggi ketertiban, kedisiplinan, dan integritas akademik
dengan tidak melakukan kecurangan, joki, menyebarluaskan soal dan jawaban
UAS THE melalui media apapun, serta tindakan tidak terpuji lainnya yang
bertentangan dengan peraturan akademik Universitas Terbuka.

Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya. Apabila di kemudian hari
terdapat pelanggaran atas pernyataan diatas, saya bersedia bertanggung jawab dan
menanggung sanksi akademik yang ditetapkan oleh Universitas Terbuka.

Mojokerto, 17 Desember 2020


Yang Membuat Pernyataan

_____________________________
Audilla Hanifa
BUKU JAWABAN UJIAN UNIVERSITAS TERBUKA

1. Tunjukkan bagaimana prinsip-prinsip kebebasan manusia dalam Islam beserta ayat


Al-Quran yang mendukungnya?
 Konsep kebebasan secara umum berarti kemerdekaan atau kebebasan dari
segala belenggu kebendaan dan kerohanian yang tidak syah yang kadang-
kadang di paksakan oleh manusia, tanpa alasan yang benar. Kebebasan
manusia dalam Islam memiliki beberapa prinsip, yaitu :
a. Pertama, yaitu prinsip kebebasan dalam berekspresi. Kebebasan
berekspresi adalah kebebasan untuk menyalurkan kehendak batin
mengenai hal apa saja baik melalui pernyataan maupun perbuatan.
Artinya manusia diberikan kebebasan dalam menyalurkan apa yang
ingin mereka lakukan, manusia bebas malakukan apapun yang ingin
dilakukannya asalkan hal tersebut bersifat positif.
b. Kedua, yaitu prinsip kebebasan dalam berpikir dan menyatakan
pendapat. Dalam hal ini kebebasan berfikir dan mengemukakan
pendapat telah dijelaskan di dalam firman Allah SWT :
a. Surat Al-Baqarah ayat 260

‫ال أَ َولَ ْم تُ ْؤ ِمن ۖ قَا َل‬


َ َ‫ْف تُحْ ِى ْٱل َم ْوتَ ٰى ۖ ق‬ َ ‫ال إِب ٰ َْر ِهۦ ُم َربِّ أَ ِرنِى َكي‬ َ َ‫َوإِ ْذ ق‬
‫ْك ثُ َّم‬ َ ‫ال فَ ُخ ْذ أَرْ بَ َعةً ِّم َن ٱلطَّي ِْر فَصُرْ هُ َّن إِلَي‬ َ َ‫ط َمئِ َّن قَ ْلبِى ۖ ق‬ْ َ‫بَلَ ٰى َو ٰلَ ِكن لِّي‬
‫ك َس ْعيًا ۚ َوٱ ْعلَ ْم أَ َّن‬ َ َ‫ٱجْ َعلْ َعلَ ٰى ُكلِّ َجبَ ٍل ِّم ْنه َُّن ج ُْز ًءا ثُ َّم ٱ ْد ُعه َُّن يَأْتِين‬
‫ٱهَّلل َ َع ِزي ٌز َح ِكي ٌم‬
Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata : Ya Tuhanku, perlihatkan
kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang-orang mati. Allah
berfirman Apakah kamu belum percaya ? Ibrahim menjawab saya
telah percaya akan tetapi agar bertambah tetap hati saya. Allah
berfirman (kalau demikian), ambillah empat ekor burung lalu
jinakkanlah burung-burung itu kapadamu, kemudian tiap-tiap seekor
dari padanya atas tiap-tiap bukit. Sesudah itu panggillah dia, niscaya ia
kan datang kepadamu dengan segera. Dan ketahuilah bahwa Allah
SWT Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
b. Surat Saba’ ayat 46
۟ ‫وا هَّلِل ِ م ْثنَ ٰى َوفُ ٰ َر َد ٰى ثُ َّم تَتَفَ َّكر‬
‫ُوا‬ ۟ ‫قُلْ إنَّمٓا أَ ِعظُ ُكم ب ٰ َو ِح َد ٍة ۖ أَن تَقُو ُم‬
َ ِ َ ِ
ٍ ‫احبِ ُكم ِّمن ِجنَّ ٍة ۚ إِ ْن هُ َو إِاَّل نَ ِذي ٌر لَّ ُكم بَي َْن يَ َدىْ َع َذا‬
‫ب‬ ِ ‫ص‬ َ ِ‫ۚ َما ب‬
‫َش ِدي ٍد‬
“Sesungguhnya aku hendak memperingatkan kepadamu suatu hal saja,
yaitu supaya kamu menghadap Allah (dengan ikhlas) berdua-dua atau
sendiri-sendiri; kemudian kamu fikirkan (tentang Muhammad) tidak
ada penyakit gila sedikitpun pada kawanmu itu. Dia tidak lain hanyalah
pemberi peringatan bagi kamu sebelum (menghadapi) azab yang keras.”
BUKU JAWABAN UJIAN UNIVERSITAS TERBUKA

Agama Islam menganugerahkan hak-hak kebebasan berfikir dan


mengungkapkan pendapat pada seluruh umat manusia yang berkenaan
dengan berbagai masalah kebebasan ini harus dimanfaatkan untuk
kebajikan dan kemaslahatan itu. Oleh karena itu kebebasan berfikir dan
berpendapat adalah hak setiap orang yang sudah dijamin sejak lahir.
Jaminan atas hak itulah yang melahirkan cendikiawan atau negarawan
yang mampu memimpin dan mengatur negara demi ketentraman dan
kesejahteraan umat. Dengan demikian berarti pemimpin wajib
menghormati rakyatnya untuk berfikir dan mengeluarkan pendapat.
c. Ketiga, yaitu prinsip kebebasan dalam beragama. Kebebasan beragama
dapat diartikan sebagai hak untuk memeluk suatu kepercayaan dan
melakukan suatu peribadatan dengan bebas tanpa diikuti kekhawatiran.
Sebagaimana firman Allah SWT di dalam AlQur’an :

ٰ
ِ ‫ِّين ۖ قَد تَّبَي ََّن ٱلرُّ ْش ُد ِم َن ْٱل َغ ِّى ۚ فَ َمن يَ ْكفُرْ بِٱلطَّ ُغو‬
‫ت‬ ِ ‫ٓاَل إِ ْك َراهَ فِى ٱلد‬
َ ِ‫ك بِ ْٱلعُرْ َو ِة ْٱل ُو ْثقَ ٰى اَل ٱنف‬
ُ ‫صا َم لَهَا ۗ َوٱهَّلل‬ َ ‫َوي ُْؤ ِم ۢن بِٱهَّلل ِ فَقَ ِد ٱ ْستَ ْم َس‬
‫َس ِمي ٌع َعلِي ٌم‬
“Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya
telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu
barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah,
maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat
kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha
Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah : 256)

َ َ ‫ض ُكلُّهُ ْم َج ِميعًا ۚ أَفَأ‬


ُ‫نت تُ ْك ِره‬ ِ ْ‫َولَ ْو َشٓا َء َرب َُّك َل َءا َم َن َمن فِى ٱأْل َر‬
۟ ُ‫اس َحتَّ ٰى يَ ُكون‬
َ ِ‫وا ُم ْؤ ِمن‬
‫ين‬ َ َّ‫ٱلن‬
“Dan jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang
yang di muka bumi seluruhnya. Maka apakah kamu (hendak) memaksa
manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman
semuanya?”
(QS. Yunus : 99)
Kepercayaan atau iman adalah persoalan pilihan batin seseorang yang
tidak bisa di ganggu gugat. Kepercayaan merupakan suatu keputusan
yang asasi bagi setiap manusia karena itu tidak diperkenankan
seseorang memaksakan keperyaan yang diyakininya kepada orang lain
dengan cara apapun. Andaikata seseorang diberi kebebasan memilih
untuk tidak percaya pada risalah Allah SWT, ia sepenuhnya berhak
melakukannya tanpa ada tekanan atas bujukan dari pihak lain.
BUKU JAWABAN UJIAN UNIVERSITAS TERBUKA

d. Keempat, yaitu prinsip kebebasan dalam bermusyawarah. Islam sebagai


jalan hidup seorang muslim, memberikan tuntunan untuk
bermusyawarah dalam banyak menyelesaikan permasalahan dan
menggapai tujuan. Musyawarah tidak hanya dianjurkan pada umat
Islam, bahkan secara tegas memerintahkan Rasulullah SAW untuk
mengajak para sahabat untuk bermusyawarah dalam banyak hal. Allah
SWT berfirman :

۟ ُّ‫ب ٱَلنفَض‬
‫وا‬ ِ ‫نت فَظًّا َغلِيظَ ْٱلقَ ْل‬ َ ‫نت لَهُ ْم ۖ َولَ ْو ُك‬ َ ِ‫فَبِ َما َرحْ َم ٍة ِّم َن ٱهَّلل ِ ل‬
‫اورْ هُ ْم فِى ٱأْل َ ْم ِر ۖ فَإِ َذا‬ِ ‫ف َع ْنهُ ْم َوٱ ْستَ ْغفِرْ لَهُ ْم َو َش‬ ُ ‫ك ۖ فَٱ ْع‬ َ ِ‫ِم ْن َح ْول‬
َ ِ‫ت فَتَ َو َّكلْ َعلَى ٱهَّلل ِ ۚ إِ َّن ٱهَّلل َ ي ُِحبُّ ْٱل ُمتَ َو ِّكل‬
‫ين‬ َ ‫َع َز ْم‬

“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut


terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar,
tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu
maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan
bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila
kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah.
Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-
Nya”, (Q.S. Ali Imran : 159).

e. Kelima, yaitu prinsip kebebasan dalam berpindah tempat. Tidak ada


larangan dalam Islam untuk berpindah tempat dan mencari kehidupan.
Ini berarti islam memberikan kebebasan untuk menentukan hidupnya
sendiri. Bahkan berpindah tempat dianjurkan jika akan meningkatkan
kualitas hidup.

‫ُون أَنفُ َس ُكم ِّمن‬ َ ‫َوإِ ْذ أَ َخ ْذنَا ِمي ٰثَقَ ُك ْم اَل تَ ْسفِ ُك‬
َ ‫ون ِد َمٓا َء ُك ْم َواَل تُ ْخ ِرج‬
‫ون‬َ ‫ِد ٰيَ ِر ُك ْم ثُ َّم أَ ْق َررْ تُ ْم َوأَنتُ ْم تَ ْشهَ ُد‬
“Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari kamu (yaitu): kamu
tidak akan menumpahkan darahmu (membunuh orang), dan kamu tidak
akan mengusir dirimu (saudaramu sebangsa) dari kampung halamanmu,
kemudian kamu berikrar (akan memenuhinya) sedang kamu
mempersaksikannya.” (QS. Al Baqarah : 84)
BUKU JAWABAN UJIAN UNIVERSITAS TERBUKA

‫ُون فَ ِريقًا ِّمن ُكم ِّمن ِد ٰيَ ِر ِه ْم‬ َ ‫ون أَنفُ َس ُك ْم َوتُ ْخ ِرج‬ َ ُ‫ثُ َّم أَنتُ ْم ٰهَٓؤُٓاَل ِء تَ ْقتُل‬
‫ُون َعلَ ْي ِهم بِٱإْل ِ ْث ِم َو ْٱل ُع ْد ٰ َو ِن َوإِن يَأْتُو ُك ْم أُ ٰ َس َر ٰى تُ ٰفَ ُدوهُ ْم َوهُ َو‬ َ ‫تَ ٰظَهَر‬
ۚ ‫ْض‬
ٍ ‫ُون بِبَع‬ َ ‫ب َوتَ ْكفُر‬ ِ َ‫ْض ْٱل ِك ٰت‬
ِ ‫ون بِبَع‬ َ ُ‫ُم َح َّر ٌم َعلَ ْي ُك ْم إِ ْخ َرا ُجهُ ْم ۚ أَفَتُ ْؤ ِمن‬
‫ى فِى ْٱل َحيَ ٰو ِة ٱل ُّد ْنيَا ۖ َويَ ْو َم‬ ٌ ‫ك ِمن ُك ْم إِاَّل ِخ ْز‬ َ ِ‫فَ َما َج َزٓا ُء َمن يَ ْف َع ُل ٰ َذل‬
َ ُ‫ب ۗ َو َما ٱهَّلل ُ بِ ٰ َغفِ ٍل َع َّما تَ ْع َمل‬
‫ون‬ ِ ‫ون إِلَ ٰ ٓى أَ َش ِّد ْٱل َع َذا‬
َ ‫ْٱلقِ ٰيَ َم ِة ي َُر ُّد‬

“Kemudian kamu (Bani Israil) membunuh dirimu (saudaramu sebangsa)


dan mengusir segolongan daripada kamu dari kampung halamannya,
kamu bantu membantu terhadap mereka dengan membuat dosa dan
permusuhan; tetapi jika mereka datang kepadamu sebagai tawanan, kamu
tebus mereka, padahal mengusir mereka itu (juga) terlarang bagimu.
Apakah kamu beriman kepada sebahagian Al Kitab (Taurat) dan ingkar
terhadap sebahagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat
demikian daripadamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan
pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat.
Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat.” (QS. Al-Baqarah : 85)

Dalam surat diatas dijelaskan bahwa mengusir orang dari tempat tinggal
adalah Tindakan yang dilarang dalam Islam karena merampas hak
seseorang.

2. Berikan penjelasan tentang peran dan fungsi ilmu terhadap iman dan amal
seseorang, disertai dengan menyebutkan ayat Al-Quran tentang larangan orang
yang taklid buta tanpa penalaran dan pemahaman yang benar tentang
keyakinannya hanya ikut-ikutan saja!
 Ilmu pengetahuan amat penting bagi setiap individu bahkan dapat
meningkatkan martabat manusia. Di dalam Islam, menuntut ilmu juga
merupakan suatu ibadah kepada Allah dan terdapat beberapa matlamat tertentu
dalam proses menuntut ilmu. Pentingnya mempunyai ilmu adalah untuk
membuktikan kekuasaan Allah SWT. Matlamat ini adalah untuk menguatkan
kepercayaan dan keimanan manusia terhadap Allah SWT. Dengan adanya
ilmu, manusia dapart membaca Al-Qur’an yang mana terkandung segala
persoalan yang wujud di muka bumi ini. Ilmu juga membolehkan manusia
mengkaji alam semesta ciptaan Allah ini. Bagi orang beriman memiliki ilmu
sangatlah penting. Karena, Allah SWT akan mengangkat derajat orang yang
beriman dan berilmu beberapa derajat lebih tinggi seperti firman-Nya dalam
Alquran surah al-Mujadilah ayat 11 :
BUKU JAWABAN UJIAN UNIVERSITAS TERBUKA

ُ ‫ح ٱهَّلل‬ ۟
ِ ‫س فَٱ ْف َسحُوا يَ ْف َس‬
۟
ِ ِ‫يل لَ ُك ْم تَفَ َّسحُوا فِى ْٱل َم ٰ َجل‬ َ ِ‫ين َءا َمنُ ٓو ۟ا إِ َذا ق‬َ ‫ٰيَٓأَيُّهَا ٱلَّ ِذ‬
۟ ُ‫ين َءامن‬
َ ‫وا ِمن ُك ْم َوٱلَّ ِذ‬ ۟ ۟
‫ين‬ َ َ ‫يل ٱن ُش ُزوا فَٱن ُش ُزوا يَرْ فَ ِع ٱهَّلل ُ ٱلَّ ِذ‬ َ ِ‫لَ ُك ْم ۖ َوإِ َذا ق‬
‫ون َخبِي ٌر‬َ ُ‫ت ۚ َوٱهَّلل ُ بِ َما تَ ْع َمل‬ ۟ ُ‫أُوت‬
ٍ ‫وا ْٱل ِع ْل َم َد َر ٰ َج‬
“Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah
dalam majlis", maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan
untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya
Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-
orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha
Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Mujadilah : 11)

Iman dan ilmu memiliki hubungan satu sama lain yang sangat erat, di mana
jika orang bertambah ilmunya maka semestinya bertambah jugalah imannya.

 Larangan seseorang untuk bertaklid


Agama Islam memerintahkan para pemeluknya untuk mengikuti dalil dan
tidak memperkenankan seorang untuk bertaklid, kecuali dalam keadaan
darurat (mendesak), yaitu tatkala seorang tidak mampu mengetahui dan
mengenal dalil dengan pasti. Allah melarang seseorang berlaklid karena :
1. Allah memerintahkan para hamba-Nya untuk memikirkan (bertafakkur)
dan merenungi (bertadabbur) ayat-ayat-Nya. Allah berfirman,

‫ت أِل ُولِي‬ٍ ‫ار آَل َيَا‬ ¹ِ َ‫ف اللَّ ْي ِل َوالنَّه‬ ِ ْ‫ت َواأْل َر‬
ْ ‫ض َو‬
¹ِ ‫اختِاَل‬ ِ ‫إِ َّن فِي َخ ْل‬
¹ِ ‫ق ال َّس َما َوا‬
َ ‫ين يَ ْذ ُكر‬
‫ َو َعلَى ُجنُوبِ ِه ْم‬¹‫ َوقُعُو ًدا‬¹‫ُون هَّللا َ قِيَا ًما‬ َ ‫ الَّ ِذ‬190 ‫ب‬ ¹ِ ‫اأْل َ ْلبَا‬
‫ت هَ َذا بَا ِطاًل‬ ¹َ ‫ َما َخلَ ْق‬¹‫ض َربَّنَا‬ ِ ْ‫ت َواأْل َر‬ ¹ِ ‫ق ال َّس َما َوا‬ ِ ‫ُون فِي َخ ْل‬ َ ‫َويَتَفَ َّكر‬
191 ِ َّ‫اب الن‬
‫ار‬ ¹َ ‫ َع َذ‬¹‫ك فَقِنَا‬¹َ َ‫ُس ْب َحان‬
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya
malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu)
orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam
keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi
(seraya berkata): “Ya Rabb kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan
sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” 
(QS. Ali Imran: 190-191).
BUKU JAWABAN UJIAN UNIVERSITAS TERBUKA

2. Allah mencela taklid dan kaum musyrikin jahiliyah yang mengekor


perbuatan nenek moyang mereka tanpa didasari ilmu. Allah berfirman,

ُ
ِ َ‫ أ َّم ٍة َوإِنَّا َعلَى آَث‬¹‫ َعلَى‬¹‫ آَبَا َءنَا‬¹‫ َو َج ْدنَا‬¹‫ إِنَّا‬¹‫بَلْ قَالُوا‬
َ ‫م ُم ْهتَ ُد‬¹ْ ‫ار ِه‬
‫ون‬

“Mereka berkata: “Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak kami


menganut suatu agama, dan sesungguhnya kami orang-orang yang
mendapat petunjuk dengan (mengikuti) jejak mereka.” 
(QS. Az Zukhruf: 22).
3. Taklid hanya menghasilkan zhan (prasangka) semata dan Allah telah
melarang untuk mengikuti prasangka. Allah berfirman,

َ ‫ُون إِاَّل الظَّ َّن َوإِ ْن هُ ْم إِاَّل يَ ْخ ُرص‬


‫ُون‬ َ ‫إِ ْن يَتَّبِع‬

“Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka


tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah). (QS. Al-An’am: 116).

3. Piagam Madinah menunjukkan pentingnya peran umat beragama dalam


menciptakan sebuah tatanan sosial politik yang adil, terbuka, sejahtera dan
demokratis.
Bagaimana upaya yang dapat dilakukan umat beragama dalam mewujudkan
masyarakat madani tersebut?
 Masyarakat Madani adalah sekumpulan manusia yang berada dalam suatu
wilayah atau daerah yang hidup dengan aman serta patuh pada aturan atau
ketentuan hukum tertentu dan segala bentuk tatanan kemasyarakatan yang telah
disepakati oleh suatu masyarakat di daerah tersebut. Di dalam Al-Quran
kehidupan masyarakat Madani adalah baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur
yang diartikan sebagai negeri yang baik di atas keridhaan Allah. Hal ini sejalan
dengan pengertian masyarakat ideal yaitu masyarakat di bawah ampunan dan
keridhaan Allah serta yang menjunjung tinggi Rukun Iman , Rukun Islam,
Fungsi Iman Kepada Allah SWT dan hukum syariat lainnya. Dalam
menciptakan masyarakat madani harus bisa menjalankan asas-asas yang
digunakan untuk terciptanya masyarakat madani, yaitu :
1. Asas kebebasan beragama yakni negara mengakui dan melindungi
kelompok yang beribadah sesuai dengan keyakinan masing-masing
2. Asas persamaan yakni semua orang yang mempunyai kedudukan sama
sebagai anggota masyarakat untuk saling membantu dan tidak boleh
memperlakukan orang lain dengan buruk
3. Asas kebersamaan yaitu anggota masyarakat memiliki hak dan kewajiban
sama kepada Negara
4. Asas keadilan yaitu setiap warga negara memiliki kedudukan sama di
hadapan hukum dimana hukum harus ditegakkan
BUKU JAWABAN UJIAN UNIVERSITAS TERBUKA

5. Asas perdamaian yakni warga negara hidup berdaampingan tanpa


perbedaan suku, agama dan ras
6. Asas musyawarah yaitu semua permasalah yang terjadi di negara tersebut
diselesaikan melalui dewan syura.

4. Deskripsikan prinsip kebebasan dalam berekpresi, berpikir dan menyatakan


pendapat, beragama, musyawarah, dan berpindah tempat yang dijelaskan dalam
Al-Quran, serta sebutkan ayat Al-Quran yang menjelaskan kelima prinsip
kebebasan dalam Islam tersebut.
1. Pertama, yaitu prinsip kebebasan dalam berekspresi. Kebebasan
berekspresi adalah kebebasan untuk menyalurkan kehendak batin
mengenai hal apa saja baik melalui pernyataan maupun perbuatan.
Artinya manusia diberikan kebebasan dalam menyalurkan apa yang
ingin mereka lakukan, manusia bebas malakukan apapun yang ingin
dilakukannya asalkan hal tersebut bersifat positif.

‫ْف بَنَ ْي ٰنَهَا َو َزيَّ ٰنَّهَا َو َما لَهَا ِمن‬


َ ‫أَفَلَ ْم يَنظُر ُٓو ۟ا إِلَى ٱل َّس َمٓا ِء فَ ْوقَهُ ْم َكي‬
ٍ ‫فُر‬
‫ُوج‬
“Maka apakah mereka tidak melihat akan langit yang ada di atas
mereka, bagaimana Kami meninggikannya dan menghiasinya dan langit
itu tidak mempunyai retak-retak sedikitpun?” (QS. Qaf : 6)

2. Kedua, yaitu prinsip kebebasan dalam berpikir dan menyatakan


pendapat. Dalam hal ini kebebasan berfikir dan mengemukakan
pendapat telah dijelaskan di dalam firman Allah SWT :
a. Surat Al-Baqarah ayat 260

‫ال أَ َولَ ْم تُ ْؤ ِمن ۖ قَا َل‬


َ َ‫ْف تُحْ ِى ْٱل َم ْوتَ ٰى ۖ ق‬
َ ‫ال إِب ٰ َْر ِهۦ ُم َربِّ أَ ِرنِى َكي‬
َ َ‫َوإِ ْذ ق‬
َ ‫ال فَ ُخ ْذ أَرْ بَ َعةً ِّم َن ٱلطَّي ِْر فَصُرْ هُ َّن إِلَي‬
‫ْك ثُ َّم‬ ْ َ‫بَلَ ٰى َو ٰلَ ِكن لِّي‬
َ َ‫ط َمئِ َّن قَ ْلبِى ۖ ق‬
َ َ‫ٱجْ َعلْ َعلَ ٰى ُكلِّ َجبَ ٍل ِّم ْنه َُّن ج ُْز ًءا ثُ َّم ٱ ْد ُعه َُّن يَأْتِين‬
‫ك َس ْعيًا ۚ َوٱ ْعلَ ْم أَ َّن‬
‫ٱهَّلل َ َع ِزي ٌز َح ِكي ٌم‬
Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata : Ya Tuhanku, perlihatkan
kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang-orang mati. Allah
berfirman Apakah kamu belum percaya ? Ibrahim menjawab saya
telah percaya akan tetapi agar bertambah tetap hati saya. Allah
berfirman (kalau demikian), ambillah empat ekor burung lalu
jinakkanlah burung-burung itu kapadamu, kemudian tiap-tiap seekor
dari padanya atas tiap-tiap bukit. Sesudah itu panggillah dia, niscaya ia
kan datang kepadamu dengan segera. Dan ketahuilah bahwa Allah
SWT Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
b. Surat Saba’ ayat 46
BUKU JAWABAN UJIAN UNIVERSITAS TERBUKA

۟ ‫وا هَّلِل ِ م ْثنَ ٰى َوفُ ٰ َر َد ٰى ثُ َّم تَتَفَ َّكر‬


‫ُوا‬ ۟ ‫قُلْ إنَّمٓا أَ ِعظُ ُكم ب ٰ َو ِح َد ٍة ۖ أَن تَقُو ُم‬
َ ِ َ ِ
ٍ ‫احبِ ُكم ِّمن ِجنَّ ٍة ۚ إِ ْن هُ َو إِاَّل نَ ِذي ٌر لَّ ُكم بَي َْن يَ َدىْ َع َذا‬
‫ب‬ ِ ‫ص‬ َ ِ‫ۚ َما ب‬
‫َش ِدي ٍد‬
“Sesungguhnya aku hendak memperingatkan kepadamu suatu hal saja,
yaitu supaya kamu menghadap Allah (dengan ikhlas) berdua-dua atau
sendiri-sendiri; kemudian kamu fikirkan (tentang Muhammad) tidak
ada penyakit gila sedikitpun pada kawanmu itu. Dia tidak lain hanyalah
pemberi peringatan bagi kamu sebelum (menghadapi) azab yang keras.”
Agama Islam menganugerahkan hak-hak kebebasan berfikir dan
mengungkapkan pendapat pada seluruh umat manusia yang berkenaan
dengan berbagai masalah kebebasan ini harus dimanfaatkan untuk
kebajikan dan kemaslahatan itu. Oleh karena itu kebebasan berfikir dan
berpendapat adalah hak setiap orang yang sudah dijamin sejak lahir.
Jaminan atas hak itulah yang melahirkan cendikiawan atau negarawan
yang mampu memimpin dan mengatur negara demi ketentraman dan
kesejahteraan umat. Dengan demikian berarti pemimpin wajib
menghormati rakyatnya untuk berfikir dan mengeluarkan pendapat.
3. Ketiga, yaitu prinsip kebebasan dalam beragama. Kebebasan beragama
dapat diartikan sebagai hak untuk memeluk suatu kepercayaan dan
melakukan suatu peribadatan dengan bebas tanpa diikuti kekhawatiran.
Sebagaimana firman Allah SWT di dalam AlQur’an :

ٰ
ِ ‫ِّين ۖ قَد تَّبَي ََّن ٱلرُّ ْش ُد ِم َن ْٱل َغ ِّى ۚ فَ َمن يَ ْكفُرْ بِٱلطَّ ُغو‬
‫ت‬ ِ ‫ٓاَل إِ ْك َراهَ فِى ٱلد‬
َ ِ‫ك بِ ْٱلعُرْ َو ِة ْٱل ُو ْثقَ ٰى اَل ٱنف‬
ُ ‫صا َم لَهَا ۗ َوٱهَّلل‬ َ ‫َوي ُْؤ ِم ۢن بِٱهَّلل ِ فَقَ ِد ٱ ْستَ ْم َس‬
‫َس ِمي ٌع َعلِي ٌم‬
“Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya
telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu
barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah,
maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat
kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha
Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah : 256)

َ َ ‫ض ُكلُّهُ ْم َج ِميعًا ۚ أَفَأ‬


ُ‫نت تُ ْك ِره‬ ِ ْ‫َولَ ْو َشٓا َء َرب َُّك َل َءا َم َن َمن فِى ٱأْل َر‬
۟ ُ‫اس َحتَّ ٰى يَ ُكون‬
َ ِ‫وا ُم ْؤ ِمن‬
‫ين‬ َ َّ‫ٱلن‬
“Dan jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang
yang di muka bumi seluruhnya. Maka apakah kamu (hendak) memaksa
manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman
semuanya?”
BUKU JAWABAN UJIAN UNIVERSITAS TERBUKA

(QS. Yunus : 99)


Kepercayaan atau iman adalah persoalan pilihan batin seseorang yang
tidak bisa di ganggu gugat. Kepercayaan merupakan suatu keputusan
yang asasi bagi setiap manusia karena itu tidak diperkenankan
seseorang memaksakan keperyaan yang diyakininya kepada orang lain
dengan cara apapun. Andaikata seseorang diberi kebebasan memilih
untuk tidak percaya pada risalah Allah SWT, ia sepenuhnya berhak
melakukannya tanpa ada tekanan atas bujukan dari pihak lain.

4. Keempat, yaitu prinsip kebebasan dalam bermusyawarah. Islam sebagai


jalan hidup seorang muslim, memberikan tuntunan untuk
bermusyawarah dalam banyak menyelesaikan permasalahan dan
menggapai tujuan. Musyawarah tidak hanya dianjurkan pada umat
Islam, bahkan secara tegas memerintahkan Rasulullah SAW untuk
mengajak para sahabat untuk bermusyawarah dalam banyak hal. Allah
SWT berfirman :

۟ ُّ‫ب ٱَلنفَض‬
‫وا‬ ِ ‫نت فَظًّا َغلِيظَ ْٱلقَ ْل‬ َ ‫نت لَهُ ْم ۖ َولَ ْو ُك‬ َ ِ‫فَبِ َما َرحْ َم ٍة ِّم َن ٱهَّلل ِ ل‬
‫اورْ هُ ْم فِى ٱأْل َ ْم ِر ۖ فَإِ َذا‬ِ ‫ف َع ْنهُ ْم َوٱ ْستَ ْغفِرْ لَهُ ْم َو َش‬ ُ ‫ك ۖ فَٱ ْع‬ َ ِ‫ِم ْن َح ْول‬
َ ِ‫ت فَتَ َو َّكلْ َعلَى ٱهَّلل ِ ۚ إِ َّن ٱهَّلل َ ي ُِحبُّ ْٱل ُمتَ َو ِّكل‬
‫ين‬ َ ‫َع َز ْم‬

“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut


terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar,
tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu
maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan
bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila
kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah.
Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-
Nya”, (Q.S. Ali Imran : 159).

5. Kelima, yaitu prinsip kebebasan dalam berpindah tempat. Tidak ada


larangan dalam Islam untuk berpindah tempat dan mencari kehidupan.
Ini berarti islam memberikan kebebasan untuk menentukan hidupnya
sendiri. Bahkan berpindah tempat dianjurkan jika akan meningkatkan
kualitas hidup.

‫ُون أَنفُ َس ُكم ِّمن‬ َ ‫َوإِ ْذ أَ َخ ْذنَا ِمي ٰثَقَ ُك ْم اَل تَ ْسفِ ُك‬
َ ‫ون ِد َمٓا َء ُك ْم َواَل تُ ْخ ِرج‬
‫ون‬َ ‫ِد ٰيَ ِر ُك ْم ثُ َّم أَ ْق َررْ تُ ْم َوأَنتُ ْم تَ ْشهَ ُد‬
“Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari kamu (yaitu): kamu
tidak akan menumpahkan darahmu (membunuh orang), dan kamu tidak
BUKU JAWABAN UJIAN UNIVERSITAS TERBUKA

akan mengusir dirimu (saudaramu sebangsa) dari kampung halamanmu,


kemudian kamu berikrar (akan memenuhinya) sedang kamu
mempersaksikannya.” (QS. Al Baqarah : 84)

‫ُون فَ ِريقًا ِّمن ُكم ِّمن ِد ٰيَ ِر ِه ْم‬ َ ‫ون أَنفُ َس ُك ْم َوتُ ْخ ِرج‬ َ ُ‫ثُ َّم أَنتُ ْم ٰهَٓؤُٓاَل ِء تَ ْقتُل‬
‫ُون َعلَ ْي ِهم بِٱإْل ِ ْث ِم َو ْٱل ُع ْد ٰ َو ِن َوإِن يَأْتُو ُك ْم أُ ٰ َس َر ٰى تُ ٰفَ ُدوهُ ْم َوهُ َو‬ َ ‫تَ ٰظَهَر‬
ۚ ‫ْض‬
ٍ ‫ُون بِبَع‬ َ ‫ب َوتَ ْكفُر‬ ِ َ‫ْض ْٱل ِك ٰت‬
ِ ‫ون بِبَع‬ َ ُ‫ُم َح َّر ٌم َعلَ ْي ُك ْم إِ ْخ َرا ُجهُ ْم ۚ أَفَتُ ْؤ ِمن‬
‫ى فِى ْٱل َحيَ ٰو ِة ٱل ُّد ْنيَا ۖ َويَ ْو َم‬ ٌ ‫ك ِمن ُك ْم إِاَّل ِخ ْز‬ َ ِ‫فَ َما َج َزٓا ُء َمن يَ ْف َع ُل ٰ َذل‬
َ ُ‫ب ۗ َو َما ٱهَّلل ُ بِ ٰ َغفِ ٍل َع َّما تَ ْع َمل‬
‫ون‬ ِ ‫ون إِلَ ٰ ٓى أَ َش ِّد ْٱل َع َذا‬
َ ‫ْٱلقِ ٰيَ َم ِة ي َُر ُّد‬

“Kemudian kamu (Bani Israil) membunuh dirimu (saudaramu sebangsa)


dan mengusir segolongan daripada kamu dari kampung halamannya,
kamu bantu membantu terhadap mereka dengan membuat dosa dan
permusuhan; tetapi jika mereka datang kepadamu sebagai tawanan, kamu
tebus mereka, padahal mengusir mereka itu (juga) terlarang bagimu.
Apakah kamu beriman kepada sebahagian Al Kitab (Taurat) dan ingkar
terhadap sebahagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat
demikian daripadamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan
pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat.
Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat.” (QS. Al-Baqarah : 85)

Dalam surat diatas dijelaskan bahwa mengusir orang dari tempat tinggal
adalah Tindakan yang dilarang dalam Islam karena merampas hak
seseorang.

Anda mungkin juga menyukai