Anda di halaman 1dari 1

CONTOH CARA PERHITUNGAN ZAKAT

 Penghasilan tetap setiap bulan adalah sebagai berikut:

1. Gaji resmi dari PT Rp. 6.000.000,-

2. Insentip Rp. 3.500.000,-

3. Lain-lain Rp. 500.000,-

 Pengeluaran setiap bulan

1. Keperluan sehari-hari Rp. 3.500.000,-

2. Membayar kredit motor Rp. 400.000,-

3. Lain –lain Rp. 700.000,-

 Untuk menghitung harta dari penghasilan/gaji profesi maka kita harus mengetahui nishab nya
yang telah ditentukan oleh Peraturan Menteri Agama No 52/2014 sebesar Rp. 5.240.000,-

 Cara mengeluarkan zakat penghasilan (DR. yusuf Qardhawi)

- Pengeluaran bruto

- Dipotong operasional kerja

- Pengeluaran neto  atau zakat bersih

Menghitung dengan pengeluaran bruto (pertahun)

 Rp. 6.000.000 + Rp. 3.000.000 + Rp.500.000 = Rp. 10.000.000,-

Nishab zakat penghasilan aadalah Rp. 5.240.000,-

Maka, harta ini wajib dikeluarkan zakatnya sebesar

Rp. 10.000.000 X 12 = Rp. 120.000.000,-

zakat = 2,5% X Rp. 120.000.000,- = Rp. 3.000.000,-

Jadi, zakat yang dikeluarkan oleh pengusaha kayu tersebut adalah

Rp. 3.000.0000/tahun

Alasan menghitung dengan cara ini lebih afdhal karena khawatir ada harta yang wajib zakat tapi tidak di
zakati.