Anda di halaman 1dari 4

PENDALAMAN MATERI

(Lembar Kerja Resume Modul)

Nama : Ahmad Mustakim


A. Judul Modul : Qur’an Hadis
B. Kegiatan Belajar : KB 1. Alquran dan Metode Memahaminya

C. Refleksi

NO BUTIR REFLEKSI RESPON/JAWABAN


1 Peta Konsep (Beberapa
istilah dan definisi) di modul Peta Konsep - Etimologi
bidang studi - Terminologi
Alquran - Ayat muhkamat
- Ayat Mutasyabihat

Tafsir - Etimologi
- Terminologi
Alquran dan
Metode
Memahaminya - Etimologi
Takwil - Terminologi

- Etimologi
Terjemah - Terminologi
- Macam terjemah
- Kesalahpahaman

1. Alquran
Alquran secara etimologi mempunyai arti bacaan yang
sempurna. Adapun secara terminologi al-Shabuni
mendefinisikan Alquran sebagai firman Allah yang bersifat
mukjizat yang diturunkan kepada nabi dan rasul terakhir
melalui perantara malaikat Jibril, ditulis dalam berbagai
mushaf, ditransimisikan kepada kita secara mutawattir,
bernilai ibadah bagi pembacanya dan diawali dengan surat
al-Fatihah dan diakhiri dengan surat al-Nas.
Dalam fungsinya sebagai petunjuk, pesan yang
disampaikan Alquran ada yang berupa pernyataan tegas
yang selanjutnya dikenal dengan ayat muhkamat, dan ada
yang bersifat samar yang membutuhkan pemikiran
mendalam yang dikenal dengan ayat mutasyabihat.
a. Ayat muhkamat
Muhkamat secara etimologi mempunyai arti
menetapkan, memutuskan, atau memisahkan.
Sedangkan secara terminologi al-Qaththan
mendefinisikan ayat muhkamat sebagai ayat yang
mudah diketahui maksudnya, mengandung makna
tunggal, kokoh, jelas, dan fasih, serta dapat diketahui
secara langsung tanpa memerlukan keterangan lain.
b. Ayat mutasyabihat
Secara etimologo mutasyabihat artinya serupa.
Sedangkan secara terminologi ayat mutasyabihat
adalah ayat-ayat yang maknanya belum jelas dan
untuk memastikannya tidak ditemukan dalil yang kuat.
Meskipun terdapat ayat muhkamat dan ayat mutasyabihat
namun yang perlu digaris bawahi adalah bahwa bisa
dipastikan kebenaran Alquran itu bersifat absolut, adapun
perubahannya menjadi relatif adalah ketika sudah menjadi
pemahaman manusia.

2. Tafsir
Tafsir secara etimologi berarti menjelaskan, menerangkan,
atau menyingkapkan. Adapun secara terminologi Shubhi
al-Shalih mendefinisikannya sebagai sebuah disiplin ilmu
yang digunakan untuk memahami kitabullah yang
diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw dan
menerangkan makna-maknanya serta menggali hukum-
hukum dan hikmah-hikmahnya. Sementara al-Shabuni
mendefinisikan tafsir sebagai ilmu yang membahas
tentang Alquran dari segi pengertiannya terhadap maksud
Allah sesuai dengan kemampuan manusia.
Dengan demikian menafsirkan Alquran berarti upaya
mengungkap maksud dari Alquran baik ayat perayat, surat
persurat maupun tema pertema yang dapat digali dari
susunan bahasanya dan lafaz-lafaz yang digunakannya
dengan memperhatikan ulumul quran seperti asbabun
nuzul, makiyyah dan madaniyyah, ilmu qiraat, nasikh wa
mansukh, dan seterusnya.

3. Takwil
Secara etimologi takwil berarti kembali. Adapun secara
terminologi al-Jurjani mendefinisikan takwil yaitu
mengalihkan lafadz dari maknanya yang tampak kepada
makna tersembunyi yang dikandung olehnya selama
makna yang dimaksud tersebut dipandang sesuai dengan
Alquran dan as-sunah.
Takwil berbeda dengan tafsir sekalipun keduanya
menjelaskan maksud dari sebuah pernyataan dalam
Alquran. Tafsir pada praktiknya menjelaskan makna zahir
sementara takwil mengungkap makna batin.
Penakwilan terhadap ayat Alquran dilakukan secara ketat
berdasarkan kaidah dan dasar-dasar keilmuan. Takwil
yang hanya berdasarkan akal saja tanpa
mempertimbangkan aspek kebahasaan hukumnya
terlarang, karena memungkinkan maksud yang digagas
keluar dari makna dasarnya. Dari itu, ulama salaf lebih
memilih bersikap tafwidh yakni menyerahkan sepenuhnya
maknanya kepada Allah saat memaknai ayat-ayat
mutasyabihat dengan ungkapan wallahu a’lam bi muradi
bih (Allah lebih tahu maksudnya).
4. Terjemah
Secara etimologi terjemah berarti salinan dari satu bahasa
ke bahasa lain, atau mengganti, menyalin, memindahkan
kalimat dari suatu bahasa ke bahasa lain. Selain itu,
berarti pula memindahkan lafal darisuatu bahasa ke
dalambahasa lain. Sedangkan secara terminologi terjamah
yaitu Mengungkapkan makna tuturan suatu bahasa di
dalam bahasa lain dengan memenuhi seluruh makna dan
maksud tuturan tersebut. Kemudian al-Shabuni
mendefinisikan terjemah alquran adalah memindahkan
bahasa Alquran ke bahasa lain yang bukan bahasa Arab
kemudian mencetak terjemah ini ke beberapa naskah agar
dapat dibaca orang yang tidak mengerti bahasa Arab,
sehingga dapat memahami pesan dasar dari kitab Allah
SWT.
Penerjemahan dibagi menjadi dua, yaitu:
a. terjemah harfiyyah, yaitu mengalihkan lafaz-lafaz dari
satu bahasa ke dalam lafaz-lafaz yang serupa dari
bahasa lain sedemikian rupa sehingga susunan dan
tertib bahasa kedua sesuai dengan susunan dan tertib
bahasa pertama.
b. terjemah tafsiriyah atau terjemah ma’nawiyyah, yaitu
menjelaskan makna pembicaraan dengan bahasa lain
tanpa terikat dengan tertib kata-kata bahasa asal atau
memperhatikan susunan kalimatnya.
Membaca terjemah tanpa memahami seluk beluk bahasa
Alquran menjadikan pemahaman terhadap ayat tersebut
kurang sempurna, atau bahkan bisa terjadi
kesalahpahaman. Hal ini karena:
a. Tidak semua kata dalam suatu bahasa dapat
diterjemahkan secara tepat atau utuh ke dalam bahasa
lain, termasuk Alquran.
b. Keterbatasan seorang penerjemah dalam melakukan
pilihan kata yang tepat dan dalam penguasaan struktur
bahasa yang digunakan
c. Latarbelakang budaya yang berbeda pada setiap
bangsa akan membentuk karakteristik bahasa yang
berbeda.

1. Materi yang sulit dipahami pada modul antara lain siapa


Daftar materi bidang studi
saja yang boleh menafsirkan dan mentakwilkan Alquran,
2 yang sulit dipahami pada
apakah setiap orang ataukah hanya orang yang
modul
mempunyai kriteria tertentu.

1. Materi yang berpotensi mengalami miskonsepsi adalah


ketika adanya perbedaan penafsiran pada ayat-ayat
Daftar materi yang sering Alquran oleh para mufassir terdahulu kadang dibenturkan
3 mengalami miskonsepsi dengan kebebasan penafsiran oleh masyarakat sekarang,
dalam pembelajaran dulu saja boleh berbeda penafsiran, maka sekarangpun
boleh berbeda penafsiran dengan penafsiran penafsiran
yang baru..

Anda mungkin juga menyukai