Anda di halaman 1dari 14

BUKU JAWABAN UJIAN (BJU)

UAS TAKE HOME EXAM (THE)


SEMESTER 2020/21.2 (2021.1)

Nama Mahasiswa : APRI TRIANA

Nomor Induk Mahasiswa/NIM : 042503656

Tanggal Lahir : 28/04/1999

Kode/Nama Mata Kuliah : EKSI4205

Kode/Nama Program Studi : MANAJEMEN

Kode/Nama UPBJJ : YOGYAKARTA

Hari/Tanggal UAS THE : 10/07/2021

Tanda Tangan Peserta Ujian

Petunjuk

1. Anda wajib mengisi secara lengkap dan benar identitas pada cover BJU pada halaman ini.
2. Anda wajib mengisi dan menandatangani surat pernyataan kejujuran akademik.
3. Jawaban bisa dikerjakan dengan diketik atau tulis tangan.
4. Jawaban diunggah disertai dengan cover BJU dan surat pernyataan kejujuran akademik.

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN


TEKNOLOGI
UNIVERSITAS TERBUKA
BUKU JAWABAN UJIAN UNIVERSITAS
TERBUKA

Surat Pernyataan
Mahasiswa Kejujuran
Akademik

Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama Mahasiswa : APRI TRIANA


NIM : 042503656
Kode/Nama Mata Kuliah : EKSI 4205
Fakultas : EKONOMI
Program Studi : MANAJEMEN
UPBJJ-UT : YOGYAKARTA

1. Saya tidak menerima naskah UAS THE dari siapapun selain mengunduh dari aplikasi THE pada
laman https://the.ut.ac.id.
2. Saya tidak memberikan naskah UAS THE kepada siapapun.
3. Saya tidak menerima dan atau memberikan bantuan dalam bentuk apapun dalam pengerjaan soal ujian
UAS THE.
4. Saya tidak melakukan plagiasi atas pekerjaan orang lain (menyalin dan mengakuinya sebagai pekerjaan
saya).
5. Saya memahami bahwa segala tindakan kecurangan akan mendapatkan hukuman sesuai dengan aturan
akademik yang berlaku di Universitas Terbuka.
6. Saya bersedia menjunjung tinggi ketertiban, kedisiplinan, dan integritas akademik dengan tidak
melakukan kecurangan, joki, menyebarluaskan soal dan jawaban UAS THE melalui media apapun, serta
tindakan tidak terpuji lainnya yang bertentangan dengan peraturan akademik Universitas Terbuka.

Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya. Apabila di kemudian hari terdapat pelanggaran atas
pernyataan di atas, saya bersedia bertanggung jawab dan menanggung sanksi akademik yang ditetapkan oleh
Universitas Terbuka.
PURWOREJO , 10 JULI 2021
Yang Membuat Pernyataan

APRI TRIANA
1. Jelaskan apa yang menjadi fungsi atau manfaat pasar keuangan !
Dalam buku Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya (2018) karya Kasmir, dijelaskan fungsi pasar uang bagi
pihak yang membutuhkan dana dan bagi pihak yang menanamkan dana, yaitu:
Pihak yang membutuhkan dana Bagi pihak yang membutuhkan dana, fungsi pasar uang adalah:
1. Pasar uang berfungsi untuk memenuhi kebutuhan dana jangka pendek, seperti membayar utang yang
akan segera jatuh tempo.
2. Pasar uang berfungsi untuk memenuhi kebutuhan likuiditas.
3. Pasar uang berfungsi untuk memenuhi kebutuhan modal kerja, seperti biaya upah karyawan, biaya
pembelian bahan baku, dan lain-lain.
Sedang mengalami kalang kliring, hal ini terjadi di lembaga kliring dan harus segera dibayar. Pihak yang
menanamkan dana Baca juga: Pegadaian: Definisi dan Kegiatan Usahanya Bagi pihak yang menanamkan
dana,
fungsi pasar uang seabagi berikut:
1. Pasar uang berfungsi untuk memperoleh penghasilan dengan tingkat suku bunga tertentu.
2. Pasar uang berfungsi untuk membantu pihak-pihak yang benar-benar mengalami kesulitan keuangan.
3. Pasar uang berfungsi untuk spekulasi, dengan harapan akan memperoleh keuntungan besar dalam
waktu yang relatif singkat dan dalam kondisi ekonomi tertentu.

sumber : https://www.kompas.com/skola/read/2020/11/16/130339769/pasar-uang-definisi-dan-
fungsinya.
Peranan aset keuangan tersebut akan optimal hanya apabila didukung oleh infrastruktur yaitu berupa
pasar keuangan. Sebagai ilustrasi, dari contoh kasus peranan aset keuangan, secara kebetulan 3 orang Tuan
A, Nn. K, dan Ny. X adalah saling kenal dan secara kebetulan pula mereka saling bertemu. Namun,
kebetulan-kebetulan ini tentu tidak selalu bisa kita harapkan agar peranan aset keuangan dalam perekonomian
dapat optimal.
Tiga orang tersebut tidak saling kenal dan tidak saling bertemu maka aset keuangan tidak akan
berfungsi optimal. Oleh karena itu, harus ada media yang mempertemukan mereka dan berfungsi sebagai
penghubung. Media yang paling efektif adalah pasar keuangan. Di pasar keuangan, pihak yang kelebihan
dana dapat menawarkan dananya dan pihak yang membutuhkan dana bisa mengajukan permintaan dana,
meskipun mereka tidak saling kenal. Selain sebagai media untuk bertemu, pasar keuangan juga memiliki
beberapa fungsi strategis dalam mendukung transaksi keuangan dari pihak yang kelebihan dana dengan pihak
yang kekurangan dana. Fungsi-fungsi itu meliputi:

1. Fungsi Harga
Transaksi aset keuangan seperti yang dicontohkan kasus Tuan A, Nn. K. dan Ny. X, tidak terdapat persaingan
baik dari pihak yang membutuhkan dana maupun pihak yang menawarkan dana. Dalam interaksi ini harga
yang terjadi merupakan harga hasil negosiasi untuk membentuk kesepakatan di antara mereka. Secara umum,
interaksi antara pembeli dan penjual aset keuangan akan menentukan harga aset keuangan. Dengan kata lain,
interaksi ini akan menentukan pendapatan atau arus kas dikemudian hari, dari aset keuangan yang
diperdagangkan. Dalam pasar keuangan yang lebih luas. penentuan harga ini akan lebih dinamis karena akan
terjadi persaingan antar penjual maupun antar pembeli. Ketertarikan investor untuk menanamkan dananya
pada aset keuangan tertentu sangat tergantung dari arus kas yangditawarkan pengusaha. Demikian juga
ketertarikan pengusaha untuk menawarkan aset keuangannya sangat tergantung dari arus kas yang diminta
oleh investor. Harga yang tercipta dalam proses interaksi antara penjual dan pembeli aset keuangan di pasar
keuangan mencerminkan sinyal dalam aset keuangan, apa dana-dana yang ada dalam perekonomian tersebut
ditanamkan. Proses ini disebut proses penentuan harga (price discovary process).
2. Fungsi Likuiditas
Salah satu peran dari aset keuangan adalah sebagai media untuk memindahkan dana dari pihak yang
kelebihan ke pihak yang membutuhkan. Oleh karena itu, pasar keuangan menyediakan suatu mekanisme
pengusaha untuk mendapatkan dana dengan cara menjual aset keuangan. Selain itu, pasar keuangan juga
menawarkan likuiditas bagi investor dengan cara menjual aset keuangan yang dimiliki. Jika tidak ada pasar
keuangan atau pasar keuangan tidak likuid maka para investor harus menunggu obligasi yang dimiliki sampai
jatuh tempo atau bagi pemegang saham harus menunggu likuidasi perusahaan. Dengan demikian, pasar
keuangan memiliki ungsi likuiditas baik bagi investor maupun emiten Meskipun semua pasar keuangan
memiliki likuiditas, namun tingkat likuiditas antara satu pasar keuangan berbeda dengan pasar keuangan yang
lain. Tingkat likuiditas inilah yang menjadi salah satu poin yang membedakan kelas pasar keuangan.
3. Fungsi Meminimumkan Biaya
Seperti yang dicontohkan kasus Tuan A, Nn. K, dan Ny. X, secara kebetulan mereka bertemu. Jika mereka
tidak bertemu dan berkomunikasi maka Tuan A harus mencari pihak yang kelebihan dana dan sebaliknya Nn.
K dan Ny. X harus mencari pihak yang membutuhkan dana. Proses pencarian ini tentu memerlukan biaya
yang disebut biaya pencarian (searching cost). Selain biaya pencarian, untuk mendapatkan partner yang tepat
juga diperlukan biaya informasi (information cost). Jika terdapat pasar keuangan yang baik maka biaya-biaya
tersebut tidak perlu sehingga pasar keuangan dapat meminimumkan biaya transaksi. Biaya pencarian secara
eksplisit bisa berbentuk biaya iklan bagi pengusaha untuk mendapatkan investor atau biaya iklan bagi
investor untuk mendapatkan pihak yang membutuhkan dana Sedangkan biaya informasi secara eksplisit bisa
berbentuk pengeluaran untuk memberikan informasi tentang kualitas investasi.

1.2. Berikan ilustrasi hubungan antara pemberi pinjaman dan peminjam!

Pemberi Pinjaman Perantara Keuangan Pasar Keuangan Peminjam


Individu Banks Perusahaan Antarbank Individu
Perusahaan Asuransi Dana Bursa efek Perusahaan
Pensiun Reksadana Pasar uang Pemerintah pusat
Pasar obligasi Pemerintah daerah
Valuta asing Perusahaan publik

Valuta asing Individu Perusahaan Pemerintah pusat Pernerintah daerah Perusahaan publik Individu
meminjam uang melalui kredit bank untuk kebutuhan jangka pendek maupun panjang guna pembiayaan
pembelian rumah Perusahaan meminjam uang untuk membantu kebutuhan jangka pendek maupun panjang
guna perputaran dananya maupun untuk pengembangan bisnis.

2.1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan tingkat kesehatan suatu Bank!
Suatu bank dikatakan sehat apabila mampu menjalankan fungsinya dengan optimal, baik dalam hal
intermediary (menghimpun dan menyalurkan dana) maupun dalam hal pemberian jasa layanan perbankan.
Oleh karena itu, berdasarkan UU No. 10 Tahun 1998 tentang Perbankan, Kesehatan Bank mencakup
beberapa aspek, antara lain: kecukupan modal, kualitas aset, kualitas manajemen, likuiditas, rentabilitas,
solvabilitas, dan aspek lain yang berhubungan dengan usaha bank. Saat ini, ketentuan pengukuran tingkat
kesehatan bank umum di Indonesia di atas dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.4/POJK.03/2016
tentang Penilaian Kesehatan Bank Umum. Sebelum adanya OJK ketentuan tingkat kesehatan bank umum
diatur dengan Peraturan Bank Indonesia PBI No.13/1/PBI/2011 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Bank
Umum. Saat ini meskipun PBI No.13/1/PBI/2011 sudah dicabut, namun Peraturan Pelaksanaan PBI
No.13/1/PBI/2011 dinyatakan tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan Peraturan OJK
No.4/POJK.03/2016. Dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 4/POJK.03/2016 tentang Penilaian
Kesehatan Bank Umum, tingkat kesehatan bank adalah hasil penilaian kondisi bank yang dilakukan terhadap
risiko dan kinerja bank Penilaian tersebut menyangkut aspek kuantitatif maupun kualitatif. Adapun cakupan
penilaiannya adalah sebagai berikut:
1. Profil risiko (risk profile) merupakan penilaian terhadap risiko inheren dan kualitas penerapan
manajemen risiko dalam operasional bank yang dilakukan terhadap 8 (delapan) risiko, yaitu
a. Risiko kredit.
b. Risiko pasar
c. Risiko likuiditas.
d. Risiko operasional.
e. Risiko hukum
f. Risiko stratejik
g. Risiko kepatuhan
h. Risiko reputasi
2. Good Corporate Governance (GCG) merupakan penilaian terhadapmanajemen bank atas pelaksanaan
prinsip-prinsip GCG.
3. Rentabilitas (earnings) merupakan penilaian terhadap kinerja earnings, sumber-sumber earnings, dan
sustainability earnings bank.
4. Permodalan (capital) yang merupakan penilaian terhadap tingkat kecukupan permodalan.
Sementara itu menurut Budisusanto dan Triandaru (2006) kesehatan bank dapat diartikan sebagai
kemampuan suatu bank untuk melakukan kegiatan operasional perbankan secara normal dan mampu
memenuhi semua kewajiban dengan baik, dengan cara-cara yang sesuai dengan peraturan perbankan yang
berlaku Kesehatan bank ini mencakup kesehatan suatu bank
untuk melaksanakan seluruh kegiatan usaha perbankan yang meliputi:
1. kemampuan menghimpun dana dari masyarakat, dari lembaga lain, dan dari modal sendiri:
2. kemampuan mengelola dana;
3. kemampuan menyalurkan dana ke masyarakat:
4. kemampuan memenuhi kewajiban kepada masyarakat, karyawan, pemilik modal, dan pihak lain;
5. pemenuhan peraturan perbankan yang berlaku.
Secara teknis tingkat kesehatan bank di Indonesia dinilai oleh Bank Indonesia selaku Bank Sentral
yang bertugas sebagai lembaga pengatur dan pengawas industri perbankan. Adapun landasan hukum
penilaian kesehatan bank adalah UU No. 10 Tahun 1998 Pasal 29 ayat 2. Ketentuan ini selanjutnya
dijabarkan dalam ketentuan teknis, baik berupa Peraturan Bank Indonesia, maupun bentuk lain misalnya
Surat Edaran Bank Indonesia,
Peranan industri perbankan dalam perekonomian adalah cukup strategis. Secara teori hal ini terkait
dengan dua fungsi utama perbankan, yaitu sebagai lembaga intermediasi dana dan sebagai infrastruktur
kebijakan moneter (Saunders, 2011). Oleh karena itu, secara langsung maupun tidak langsung, baik buruknya
kinerja industri perbankan akan memengaruhi kinerja perekonomian secara umum. Karena peran inilah maka
industri bank harus sehat.

2.2 Jelaskan apa saja yang menjadi indikator penilaian tingkat kesehatan suatu Bank?
Diatur dalam Surat Otoritas Jasa Keuangan No.14/SEOJK.03/2017. Sesuai surat edaran tersebut, indikator
penilaian dari empat variabel tersebut adalah sebagai berikut. Penilaian profil risiko (risk profile) Profil risiko
diukur dengan 8 jenis risiko, meliputi.
1) Risiko kredit, yaitu risiko akibat kegagalan debitur dan/atau pihak lain dalam memenuhi kewajiban kepada
bank.
2) Risiko pasar adalah risiko pada posisi neraca dan rekening administratif termasuk transaksi derivatif,
akibat perubahan dari kondisi pasar, termasuk risiko perubahan harga option. Risiko pasar antara lain risiko
suku bunga, risiko nilai tukar, risiko ekuitas, dan risiko komoditas.
3) Risiko operasional, yaitu risiko akibat ketidakcukupan dan/atau tidak berfungsinya proses internal,
kesalahan manusia, kegagalan sistem, dan/atau adanya kejadian eksternal yang memengaruhi operasional
bank. Sumber risiko operasional dapat disebabkan antara lain oleh sumber daya manusia, proses, sistem, dan
kejadian eksternal.
4) Risiko likuiditas merupakan risiko akibat ketidakmampuan bank untuk memenuhi kewajiban yang jatuh
tempo dari sumber pendanaan arus kas, dan/atau dari aset likuid berkualitas tinggi yang dapat diagunkan,
tanpa mengganggu aktivitas dan kondisi keuangan bank. Risiko ini disebut juga risiko likuiditas pendanaan
(funding liquidity risk). Risiko likuiditas juga dapat disebabkan oleh ketidakmampuan bank melikuidasi aset
tanpa terkena diskon yangmaterial karena tidak adanya pasar aktif atau adanya gangguan pasar (market
disruption) yang parah. Risiko ini disebut sebagai risiko likuiditas pasar (market liquidity risk).
5) Risiko hukum adalah risiko yang timbul akibat tuntutan hukum dan/atau kelemahan aspek yuridis. Risiko
ini dapat timbul antara lain karena ketiadaan peraturan perundang-undangan yang mendasari atau kelemahan
perikatan, seperti tidak dipenuhinya syarat sahnya kontrak atau agunan yang tidak memadai.
6) Risiko stratejik adalah risiko akibat ketidaktepatan bank dalam mengambil keputusan dan/atau
pelaksanaan suatu keputusan stratejik, serta kegagalan dalam mengantisipasi perubahan lingkungan bisnis.
Sumber risiko stratejik antara lain ditimbulkan dari kelemahan dalam proses formulasi strategi dan
ketidaktepatan dalam perumusan strategi, ketidaktepatan dalam implementasi strategi, dan kegagalan
mengantisipasi perubahan lingkungan bisnis.
7) Risiko kepatuhan merupakan risiko yang timbul akibat bank tidak mematuhi dan/atau tidak melaksanakan
peraturan perundang-undangan dan ketentuan yang berlaku. Sumber risiko kepatuhan antara lain timbul
karena kurangnya pemahaman atau kesadaran hukum terhadap ketentuan maupun standar bisnis yang berlaku
umum.
8) Risiko reputasi adalah risiko akibat menurunnya tingkat kepercayaan stakeholder yang bersumber dari
persepsi negatif terhadap bank. Selanjutnya dalam menilai risiko, cakupan penerapan manajemen risiko dari
ke delapan jenis risiko di atas terdiri dari.
1) Risiko inheren merupakan penilaian atas risiko yang melekat pada kegiatan bisnis bank, baik yang dapat
dikuantifikasikan maupun yang tidak yang berpotensi memengaruhi posisi keuangan bank Karakteristik
risiko inheren bank ditentukan oleh faktor internal maupun eksternal, antara lain strategi bisnis, karakteristik
bisnis, kompleksitas produk dan aktivitas bank, industri di mana bank melakukan kegiatan usaha, serta
kondisi makro ekonomi. Penilaian atas risiko inheren diukur dengan indikator kualitatif maupun kuantitatif
yang secara rinci akan dijelaskan pada bagian selanjutnya
2) Penilaian kualitas penerapan manajemen risiko, meliputi aspek
Tata kelola risiko, yang mencakup evaluasi terhadap:
perumusan tingkat risiko yang akan diambil dan toleransi risiko, kecukupan pengawasan aktif oleh Dewan
Komisaris dan Direksi, termasuk pelaksanaan kewenangan dan tanggung
jawab Komisaris dan Dewan Direksi.
b) Kerangka manajemen risiko, yang mencakup evaluasi terhadap strategi manajemen risiko yang searah
dengan tingkat risiko yang akan diambil dan toleransi risiko; (i) kecukupan
perangkat organisasi dalam mendukung terlaksananya manajemen risiko secara efektif termasuk kejelasan
wewenang dan tanggung jawab; dan (iii) kecukupan kebijakan, prosedur dan penetapan limit.
c) Proses manajemen risiko, kecukupan sumber daya manusia, dan kecukupan sistem informasi manajemen,
yang mencakup evaluasi terhadap: (1) proses identifikasi, pengukuran, pemantauan, dan pengendalian risiko;
(ii) kecukupan sistem informasi manajemen risiko, dan (iii) kecukupan kuantitas dan kualitas sumber daya
manusia dalam mendukung efektivitas proses manajemen risiko.
d) Kecukupan sistem pengendalian risiko, yang mencakup evaluasi terhadap: (i) kecukupan sistem
pengendalian intern dan (ii) kecukupan kaji ulang oleh pihak independen (independent review) dalam bank
baik oleh Satuan Kerja Manajemen Risiko (SKMR) maupun oleh Satuan Kerja Audit Intern (SKAI). Kaji
ulang oleh SKMR antara lain mencakup metode, asumsi, dan variabel yang digunakan untuk mengukur dan
menetapkan limit risiko, sedangkan kaji ulang oleh SKAI antara lain mencakup dan penerapan keandalan
kerangka manajemen risiko manajemen risiko oleh unit bisnis dan/atau unit pendukung.
b. Good Corporate Governance (GCG), penilaian faktor GCG merupakan penilaian terhadap kualitas
manajemen bank atas pelaksanaan prinsip-Prinsip GCG. Prinsip-prinsip GCG dan fokus penilaian terhadap
pelaksanaan prinsip-prinsip GCG berpedoman pada ketentuan Bank Indonesia mengenai pelaksanaan GCG
bagi Bank Umum.
memperhatikan karakteristik dan kompleksitas usaha bank. Adapun parameter indikator penilaian dijelaskan
pada bagian selanjutnya,sumber-sumber rentabilitas, kesinambungan (sustainability) rentabilitas Rentabilitas
(earnings), meliputi evaluasi terhadap kinerja rentabilitas
Penilaian mempertimbangkan tingkat, trend, struktur, stabilitas rentabilitas bank, dan perbandingan kinerja
bank dengan kinerja peer group, baik melalui analisis aspek kuantitatif maupun kualitatif. Parameter
indikator dan kecukupan pengelolaan permodalan. Dalam melakukan perhitungan Permodalan (capital),
meliputi evaluasi terhadap kecukupan permodalan mengatur mengenai kewajiban penyediaan modal
minimum bagi Bank permodalan, bank wajib mengacu pada ketentuan Bank Indonesia yang bank juga harus
mengaitkan kecukupan modal dengan Profil Risiko Umum. Selain itu, dalam melakukan penilaian kecukupan
permodalan, Bank. Semakin tinggi risiko bank, semakin besar modal yang harus disediakan untuk
mengantisipasi risiko tersebut. penilaian dijelaskan pada bagian selanjutnya.
BUKU JAWABAN UJIAN UNIVERSITAS TERBUKA
BUKU JAWABAN UJIAN UNIVERSITAS TERBUKA

Anda mungkin juga menyukai