Anda di halaman 1dari 10

BUKU JAWABAN UJIAN (BJU) UAS

TAKE HOME EXAM (THE)


SEMESTER 2020/21.2 (2021.1)

Nama Mahasiswa : APRI TRIANA

Nomor Induk Mahasiswa/NIM : 042303656

Tanggal Lahir : 28 APRIL 1999

Kode/Nama Mata Kuliah : ESPA4314/PEREKONOMIAN INDONESIA

Kode/Nama Program Studi : 54/MANAJEMEN-S1

Kode/Nama UPBJJ : 45/YOGYAKARTA

Hari/Tanggal UAS THE : MINGGU/11 JULI 2021

Tanda Tangan Peserta Ujian

Petunjuk

1. Anda wajib mengisi secara lengkap dan benar identitas pada cover BJU pada halaman ini.
2. Anda wajib mengisi dan menandatangani surat pernyataan kejujuran akademik.
3. Jawaban bisa dikerjakan dengan diketik atau tulis tangan.
4. Jawaban diunggah disertai dengan cover BJU dan surat pernyataan kejujuran akademik.

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI

UNIVERSITAS TERBUKA
BUKU JAWABAN UJIAN
UNIVERSITAS TERBUKA

Surat Pernyataan
Mahasiswa Kejujuran
Akademik

Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama Mahasiswa : APRI TRIANA


NIM : 042503656
Kode/Nama Mata Kuliah : ESPA4314/PEREKONOMIAN INDONESIA
Fakultas : EKONOMI
Program Studi : MANAJEMEN
UPBJJ-UT : YOGYAKARTA

1. Saya tidak menerima naskah UAS THE dari siapapun selain mengunduh dari aplikasi
THE pada laman https://the.ut.ac.id.
2. Saya tidak memberikan naskah UAS THE kepada siapapun.
3. Saya tidak menerima dan atau memberikan bantuan dalam bentuk apapun dalam pengerjaan
soal ujian UAS THE.
4. Saya tidak melakukan plagiasi atas pekerjaan orang lain (menyalin dan mengakuinya
sebagai pekerjaan saya).
5. Saya memahami bahwa segala tindakan kecurangan akan mendapatkan hukuman sesuai
dengan aturan akademik yang berlaku di Universitas Terbuka.
6. Saya bersedia menjunjung tinggi ketertiban, kedisiplinan, dan integritas akademik dengan
tidak melakukan kecurangan, joki, menyebarluaskan soal dan jawaban UAS THE melalui
media apapun, serta tindakan tidak terpuji lainnya yang bertentangan dengan peraturan
akademik Universitas Terbuka.

Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya. Apabila di kemudian hari terdapat
pelanggaran atas pernyataan di atas, saya bersedia bertanggung jawab dan menanggung sanksi
akademik yang ditetapkan oleh Universitas Terbuka.
Purworejo, 11 Juli 2021

Yang Membuat Pernyataan


APRI TRIANA

1. Apakah kondisi saat ini bisa dikatakan bahwa Indonesia mengalami krisis moneter dan apakah
reformasi ekonomi dapat menjadi solusi perbaikan perekonomian Indonesia ? Jelaskan.

Kondisi moneter Indonesia sampai saat ini masih baik dengan melihat beberapa pertimbangan sebagai
berikut :
a. Pertumbuhan ekonomi domestik membaik pada triwulan II 2021 sesuai prakiraan. Pada triwulan I
2021, perbaikan ekonomi kembali terlihat dengan kontraksi yang lebih rendah dari triwulan IV
2020, yaitu dari 2,19% (yoy) menjadi 0,74% (yoy). Sementara itu, perbaikan konsumsi rumah
tangga masih belum kuat dipengaruhi oleh masih terbatasnya mobilitas masyarakat sejalan dengan
pengendalian Covid-19 di sejumlah wilayah. Secara spasial, perbaikan ekonomi terjadi di seluruh
wilayah, dengan Sulawesi-Maluku-Papua (Sulampua) melanjutkan pertumbuhan positif. Pada
triwulan II 2021, berbagai indikator dini menunjukkan ekonomi terus membaik, seperti tercermin
pada ekspektasi konsumen, penjualan eceran, PMI Manufaktur, serta realisasi ekspor dan impor
yang tetap meningkat.
b. Ketahanan sektor eksternal Indonesia tetap terjaga, didukung oleh perbaikan kinerja Neraca
Pembayaran Indonesia (NPI). Pada triwulan I 2021, NPI mencatat surplus sebesar 4,1 miliar dolar
AS dipengaruhi oleh defisit transaksi berjalan yang rendah serta surplus pada transaksi modal dan
finansial. Transaksi berjalan mencatat defisit 1,0 miliar dolar AS (0,4% dari PDB), dipengaruhi
oleh kenaikan impor seiring perbaikan ekonomi domestik di tengah kinerja ekspor yang semakin
baik. Perbaikan ekspor terjadi pada hampir semua komoditas utama, di antaranya Crude Palm
Oil (CPO), batubara, serta besi dan baja.
c. Nilai tukar Rupiah terkendali didukung langkah stabilisasi Bank Indonesia. Nilai tukar Rupiah
pada 24 Mei 2021 menguat 0,63% secara point to point dan 1,42% secara rerata dibandingkan
dengan level April 2021. Perkembangan tersebut melanjutkan penguatan nilai tukar Rupiah pada
bulan sebelumnya sebesar 0,55% secara point to point.
d. Inflasi tetap rendah sejalan pasokan yang memadai di tengah peningkatan permintaan musiman
Ramadan. Pada April 2021, inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) tercatat sebesar 0,13% (mtm),
sehingga inflasi IHK sampai dengan April 2021 tercatat 0,58% (ytd). Secara tahunan, inflasi IHK
tetap rendah, yakni 1,42% (yoy), meskipun sedikit meningkat dibandingkan dengan inflasi bulan
sebelumnya sebesar 1,37% (yoy). Perkembangan inflasi tersebut dipengaruhi oleh inflasi inti yang
stabil di tengah permintaan domestik yang membaik, stabilitas nilai tukar yang terjaga, dan
konsistensi kebijakan Bank Indonesia dalam mengarahkan ekspektasi inflasi pada kisaran target.
e. Ketahanan sistem keuangan tetap terjaga, meskipun fungsi intermediasi perbankan masih perlu
didorong. Bank Indonesia terus memperkuat transparansi SBDK perbankan serta koordinasi
dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk meningkatkan kredit/pembiayaan kepada dunia
usaha pada sektor-sektor prioritas, termasuk kredit kepada UMKM.
f. Kebijakan sistem pembayaran Bank Indonesia terus diarahkan untuk mempercepat digitalisasi
sistem pembayaran dan akselerasi transaksi ekonomi dan keuangan digital. Pertumbuhan transaksi
ekonomi dan keuangan digital semakin tinggi seiring meningkatnya akseptasi dan preferensi
masyarakat untuk berbelanja daring, meluasnya pembayaran digital dan akselerasi digital banking.
Nilai transaksi Uang Elektronik (UE) pada April 2021 mencapai Rp22,8 triliun, atau tumbuh
30,17% (yoy). peningkatan aktivitas ekonomi dan kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan
menjelang Idulfitri 1442 H.

Indonesia telah melalui beberapa kali krisis ekonomi. Kementerian Keuangan menilai momentum
krisis selama ini berhasil dimanfaatkan untuk melakukan reformasi di bidang ekonomi. "Indonesia
merupakan negara yang tangguh karena ketika menghadapi kesulitan, kita selalu menggunakannya
sebagai momentum untuk melakukan perbaikan yang mendasar," kata Kepala Badan Kebijakan
Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu dalam Dialogue KiTa "Pemulihan Ekonomi dan
Reformasi Fiskal 2022", Jumat (4/6).

apakah reformasi ekonomi dapat menjadi solusi perbaikan perekonomian Indonesia ?

Indonesia, menurut dia, sudah melakukan banyak reformasi sejak krisis ekonomi Asia 1997-1998.
Reformasi dimulai dari perbaikan tatanan politik yang lebih demokratis dan otonomi daerah, tata
kelola perbankan (UU Bank Indonesia), dan tata kelola keuangan negara (UU Keuangan Negara).
Reformasi kembali dilakukan saat krisis keuangan global 2009. Febrio menjelaskan bahwa
reformasi yang dilakukan saat itu lebih kepada perbaikan substansial, terkait tata kelola sektor
keuangan. "Ini termasuk pembentukan Otoritas Jasa Keuangan dan Komite Stabilitas Sistem
Keuangan," ujarnya.

Reformasi juga akan dilakukan pemerintah untuk memperbaiki ekonomi usai Pandemi Covid-19.
Reformasi penting untuk meningkatkan potensi ekonomi dari sisi suplai seperti kualitas sumber
daya manusia (SDM), infrastruktur, dan reformasi birokrasi. BACA JUGA Sri Mulyani: Keluar
Krisis Covid-19, Ekonomi Harus Lebih Kuat Oleh karena itu, ia menuturkan bahwa pemerintah
langsung mengeluarkan UU Cipta Kerja hingga beberapa peraturan pemerintah dan peraturan
presiden untuk refrormasi fundamenfal. "Kami menyadari reformasi itu dibutuhkan dan harus
didorong dengan segera," katanya. BACA JUGA Era 5G Tawarkan Kesempatan Lebih Besar
untuk Menjadi Aktor Digital Menyambut Era Baru Mobil Listrik Indonesia Peningkatan kualitas
SDM dalam reformasi pasca Covid-19 dilakukan melalui reformasi perlindungan sosial,
kesehatan, dan pendidikan. Ketiga hal tersebut terus diperkuat untuk meningkatkan produktivitas.
Sementara UU Cipta Kerja, menurut dia, ditujukan untuk meningkatkan kemudahan berbisnis di
Tanah Air. Dengan demikian, daya saing Indonesia dengan negara lainnya bisa terus meningkat.
Bank Dunia pada akhir tahun lalu memberikan tiga rekomendasi reformasi untuk Indonesia dalam
upaya mendorong pemulihan ekonomi yang terdampak pandemi corona atau Covid-19. Kepala
Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor-Leste Satu Kahkonen mengatakan, krisis saat
ini merupakan waktu yang tepat bagi Indonesia untuk membangun kembali ekonomi menjadi lebih
baik. “Krisis selalu memberikan tantangan dan peluang,” kata Kahkonen dalam peluncuran
laporan prospek ekonomi Indonesia, akhir tahun lalu. BACA JUGA Dipuji IMF, Ekonomi
Tiongkok Dinaungi Nasib Baik dalam 2 Krisis Besar Adapun reformasi pertama yang dapat
dilakukan adalah mengimplementasikan Undang-Undang Omnimbus Law untuk memitigasi
hambatan investasi. Dengan peniadaan hambatan investasi, Kahkonen menilai Omnimbus Law
akan menjadi struktur dasar investasi. "Ini sinyal bagi dunia bahwa Indonesia terbuka untuk
bisnis," ujarnya. Kedua, perlunya reformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk
menggalakan investasi. Penyebabnya, Indonesia saat ini masih mengalami kesenjangan di bidang
infrastruktur hingga US$ 1,36 triliun. "Ini tidak bisa serta-merta ditutup dana publik, Indonesia
harus bisa memobilisasi swasta," kata dia. Dengan demikian, BUMN bisa memiliki peran sentral
untuk memberikan pelayanan infrastruktur. Dia menilai kolaborasi BUMN dan swasta merupakan
kunci mendorong kemajuan infrastruktur

Reformasi ketiga, yaitu akselerasi kebijakan pajak. Kahkonen menjelaskan bahwa penurunan
ekonomi akan berdampak pada pendapatan negara. Sedangkan, pemerintah harus melakukan
belanja ekstra di tengah pandemi, terutama untuk belanja prioritas bantuan sosial dan pendidikan.
Dia pun menyarankan untuk meningkatkan rasio pajak atau tax ratio Indonesia. "“Tidak ada di
dunia yang dapat mencapai pendapatan tinggi apabila (rasio) tax to GDP-nya hanya satu digit,"
ujarnya. Hingga kuartal pertama tahun ini, ekonomi Indonesia masih terkontraksi 0,74%. Namun,
pemerintah memperkirakan ekonomi kuartal II 2021 akan tumbuh melesat di atas 7%.

2. Pemerintah memiliki beberapa langkah untuk menyehatkan perbankan pasca krisis yaitu dengan
cara likuidasi Bank, Penggabungan Bank (Merger), restrukturisas perbankan dan rekapitulasi
perbankan. Pada tanggal 1 Februari 2021, pemerintah Indonesia resmi melakukan merger pada
tiga bank Syariah di Indonesia yaitu Bank Syariah Mandiri (BSM), BNI Syariah dan BRI Syariah,
yang mana ketiga Bank tersebut tergolong pada Bank yang sehat. Mengapa pemerintah melakukan
merger ketiga bank Syariah besar di Indonesia yang memiliki kategori sehat.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyatakan rencana
penggabungan atau merger bank syariah BUMN akan membuat bank-bank tersebut bertahan di
krisis pandemi covid-19. Pasalnya, total aset bank syariah BUMN akan meningkat dan menjadi
yang terbesar di Indonesia. Menurutnya, Indonesia akan memiliki bank syariah terbesar. Hal itu
membuat bank-bank syariah bertahan di krisis pandemi covid-19, bahkan menorehkan kinerja
yang positif. Menurutnya, Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia
sudah seharusnya memiliki bank syariah yang kuat. Hal itu bisa didapatkan dengan penggabungan
tiga bank syariah BUMN.
Indonesia harus bisa menjadi pusat ekonomi dan keuangan syariah di dunia. Oleh karena
itu pemerintah melalui Kementerian BUMN melakukan inisiatif penandatanganan untuk
menyatukan ketiga bank syariah nasional. Saat ini, Erick bilang Indonesia masih tertinggal dengan
negara Islam lainnya. Namun, bukan berarti Indonesia tak bisa membalap negara lain dalam
membangun industri syariah. Menurutnya, jika ketiga bank tersebut bersatu, Insyaallah mampu
menjadi pusat ekonomi dan keuangan syariah di dunia.

Dalam ringkasan rencana merger ini menyebutkan bahwa nama bank hasil penggabungan,
PT Bank BRISyariah Tbk. Perubahan nama bank hasil penggabungan ke depan bila diperlukan
masih dalam proses pembahasan. Nantinya, bank hasil penggabungan akan memiliki modal dan
aset yang kuat dari segi finansial, sumber daya manusia, sistem teknologi informasi, maupun
produk dan layanan keuangan untuk dapat memenuhi kebutuhan nasabah sesuai dengan prinsip
syariah.

Hal ini diharapkan mampu meningkatkan penetrasi aset syariah serta meningkatkan daya
saing untuk mencapai visi Menjadi Salah Satu dari 10 Bank Syariah Terbesar Berdasarkan
Kapitalisasi Pasar Secara Global dalam Waktu 5 Tahun ke Depan. Total aset dari bank hasil
penggabungan akan mencapai Rp 214,6 triliun dengan modal inti lebih dari Rp 20,4 triliun.
Dengan demikian bank merger tersebut akan masuk ke dalam TOP 10 bank terbesar di Indonesia
dari sisi aset dan TOP 10 bank syariah terbesar di dunia dari sisi kapitalisasi pasar.

Bank hasil merger itu juga akan tetap menjadi perusahaan terbuka dan tercatat di Bursa
Efek Indonesia (BEI) dengan kode BRIS. Komposisi pemegang saham pada ketiga bank yang
digabung tersebut adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) 51,2 persen, PT Bank Negara
Indonesia (Persero) Tbk. (BNI) 25 persen, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) 17,4
persen, DPLK BRI – Saham Syariah 2 persen dan publik 4,4 persen.
Direktur Utama Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah), Toni E.B. Subari turut
menjelaskan, merger ini akan menghadirkan layanan dan solusi keuangan syariah yang lengkap,
modern dan inovatif dalam satu atap untuk berbagai segmen nasabah dengan berbagai kebutuhan.
Ditunjang oleh lebih dari 1.200 cabang dan 1.700 jaringan ATM, serta didukung oleh 20.000
orang karyawan yang tersebar di seluruh Indonesia, Bank Hasil Penggabungan akan mampu
memberikan layanan finansial berbasis syariah, layanan sosial bahkan spiritual bagi lebih banyak
nasabah.

3. Menurut Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM), keadaan koperasi di Indonesia yang
masih berjalan lambat, sementara korporasinya berjalan cepat,. Analisis oleh anda, mengapa hal
tersebut bisa terjadi ?

Koperasi menurutnya punya prospek yang bagus, karena konsumen jadi pemilik dari perusahaan.
Ia pun menilai, setidaknya ada tiga faktor yang menyebabkan koperasi di Indonesia tidak
berkembang. Pertama, paradigma atau cara pandang masyarakat terhadap koperasi yang baik
masih sangat minim.
Kedua, regulasi. Sehingga, undang-undang koperasi perlu direvisi, misalnya saja jumlah orang
yang mendirikan cukup dipangkas dari 20 menjadi minimal 3 orang. Selain itu, undang-undang
yang lain juga tidak boleh diskriminasi terhadap koperasi. "Misalnya undang-undang BUMN yang
mewajibkan semua BUMN harus berbadan hukum PT, kenapa tidak koperasi jadi dimiliki oleh
masyarakat. Listrik di Amerika itu dikelola oleh satu koperasi yang dimiliki pelanggannya,
namanya NFCA yang beroperasi di 51 negara bagian mereka," katanya.
Ketiga, minimnya kemauan pemerintah untuk mengembangkan kelembagaan atau ekosistem
koperasi. Di mana, sistem pendidikan dan research and development, kebijakannya tidak
mendorong supaya ekosistem koperasi menjadi mainstream.

4. Apakah ada hubungannya antara jumlah kemiskinan dan jumlah pengangguran di Indonesia ?
berikan solusinya sesuai analisis anda.

Efek buruk dari pengangguran adalah mengurangi pendapatan masyarakat yang pada akhirnya
mengurangi tingkat kemakmuran yang telah dicapai seseorang. Semakin turunnya kesejahteraan
masyarakat karena menganggur tentunya akan meningkatkan peluang mereka terjebak dalam
kemiskinan karena tidak memiliki pendapatan. Apabila pengangguran disuatu Negara sangat
buruk, kekacauan politik dan sosial selali berlaku dan menimbulkan efek yang buruk bagi kepada
kesejahteraan masyarakat dan prospek pembangunan ekonomi jangka panjang.
Berikut gambar perbandingan tingkat pengangguran dan tingkat kemiskinan Kota Yogyakarta
Gambar tersebut menunjukkan bahwa dari tahun ke tahun, tingkat kemiskinan Kota Yogyakarta
lebih tinggi dibandingkan tingkat pengangguran, kecuali pada tahun 2007 dengan selisih 0.14
persen. Tingkat kemiskinan terus menunjuk-kan penurunan sejak tahun 2008, sedangkan tingkat
pengangguran terbuka lebih fluktuatif bahkan menunjukkan kenaikan pada tahun 2013. Tingkat
kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2008 sebesar 10.81 persen dan terendah pada tahun 2005,
8.76 persen. Tingkat pengangguran terbuka mengalami titik tertinggi pada tahun 2007 dan
terendah pada tahun 2012 sebesar 5.03 persen. Selanjutnya, kedua variabel tersebut di-analisis
dalam kuadran untuk mengidentifikasi hubungan antara keduanya yang ditunjukkan pada Gambar
berikut :
Grafik kuadran pada di atas menunjukkan bahwa ada hubungan yang searah antara variabel
tingkat kemiskinan dan pengangguran. Adanya pergerakan ke arah kanan yang positif. Keadaan
titik sumbu koordinat yang mewakili hubungan tingkat kemiskinan dan pengangguran berada di
kuadran yang menunjukkan hubungan positif-positif pada kuadran I, dan negatif-negatif pada
kuadran IV yaitu apabila tingkat pengangguran meningkat berpotensi untuk menaikkan tingkat
kemiskinan.Secara statistik, hasil estimasi pen-garuh tingkat pengangguran (X) terhadap tingkat
kemiskinan (Y) di Kota Yogyakarta ternyata menunjukkan hasil yang tidak signifikan. Hal ini
terlihat dari nilai probabilitas signifikansi sebe-sar 0.159 lebih besar daripada taraf signifikansi
yang ditentukan sebesar (á) 0.05. Koefisien betha sebesar 0.481 yang bertanda positif bermakna
bahwa pengaruh tingkat pengangguran terhadap tingkat kemiskinan searah, yaitu bahwa tingkat
pengangguran berpotensi menaikkan tingkat kemiskinan walaupun dengan nilai pengaruh
yang tidak signifikan.

Cara mengatasi pengangguran :


• Membuka Lapangan Kerja
• Meningkatkan Peredaran Modal Usaha
• Menempatkan Pencari Kerja di Tempat yang Tepat
• Melatih Para Pencari Kerja untuk Membuat Usaha Sendiri
• Memberikan Penyuluhan ke Masyarakat
• Memberikan Pelatihan Sertifikasi ke Pencari Kerja

Anda mungkin juga menyukai