Anda di halaman 1dari 4

TUGAS 3

Langkah perusahaan untuk memperbesar kegiatan bisnis, salah satunya dengan


menggandeng investor. Namun tidak serta merta investor dapat bergabung atau
menanamkan modalnya pada perusahaan yang dituju. Ada beberapa kriteria yang harus
dipenuhi oleh perusahaan sehingga kerjasama yang dijalin menguntungkan kedua belah
pihak.
a. Jelaskan beberapa alasan investor bergabung dengan perusahaan?
b. Jelaskan kriteria-kriteria yang harus dimiliki oleh perusahaan agar investor dapat
menanamkan modalnya!
c. Jelaskan beberapa isu penting dalam menjalin hubungan dengan investor!.

Jawaban tugas 3, silakan dikirimkan dalam bentuk Word atau Pdf

1. Alasan investor bergabung dengan perusahaan :


a. Meningkatkan Aset
Contohnya jika seseorang membeli tanah dengan tujuan investasi lalu menjualnya
beberapa tahun kemudian dengan harga yang lebih tinggi. Maka nilai aset berupa
tanah mengalami kenaikan. Namun, peningkatan nilai aset tidak didapatkan dalam
waktu singkat, butuh waktu yang lama dan kesabaran.
b. Memenuhi Kebutuhan di Masa Depan
Investasi di masa sekarang bertujuan untuk menunjang dan mendukung kehidupan
di masa depan. Contohnya Anda melakukan investasi dalam bentuk emas untuk
dana pendidikan di masa depan.
c. Gaya Hidup Hemat
Dengan investasi seseorang akan mencoba hidup hemat untuk tetap berinvestasi,
pada akhirnya orang tersebut akan menghindari membeli hal-hal tidak penting dan
bersifat lebih ekonomis.
d. Menghindari Utang
Dengan gaya hidup sederhana, seseorang akan menghindari hutang. Orang-orang
yang memiliki komitmen investasi akan menghindari berhutang dan lebih memilih
hidup hemat untuk memperbaiki keadaan ekonomi. dijual dengan harga yang
tinggi.
e. Tabungan Pensiun
Hal lainnya yang menjadi alasan mengapa banyak orang menjalankan investasi
adalah investasi dapat dijadikan sebagai tabungan di hari tua. Untuk menyiapkan
tabungan pensiun, Anda dapat menyiapkannya meskipun di usia yang masih
sangat muda. Hal ini agar Anda bisa menghadapi masa pensiun dengan lebih
matang. Anda bisa memilih investasi jangka panjang sedari dini, sehingga
keuntungannya akan bisa dirasakan nanti ketika sudah memasuki masa pensiun.
f. Penghasilan Tambahan
Keuntungan lainnya adalah investasi yang dijalankan dapat digunakan sebagai
penghasilan tambahan setelah pemasukan utama Anda. Misalnya saja jika
berinvestasi properti rumah, Anda bisa menyewakan pada orang lain. Biaya dari
sewa tersebut dapat menjadi penghasilan tambahan Anda. Sehingga Anda akan
memperoleh keuntungan namun aset atau properti tersebut masih menjadi miliki
Anda. sangat menguntungkan bukan.

Investor pada umumnya mengharapkan:


a. return, yaitu pengembalian modal yang ditanam dalam bentuk capital gain.
b. reward, dividen yang dibagikan kepada investor setiap tahun.
c. figure, data yang dibutuhkan untuk melakukan kajian terhadap prospek masa
depan dan risiko unsur yang dimiliki.
d. faith, keyakinan pada tim manajemen unmk memenuhi janji yang diberikan

Sumber : EKMA4263 Modul 5 Halaman 5.6

2. Kriteria-kriteria yang harus dimiliki oleh perusahaan agar investor dapat menanamkan
modalnya!
a. strategi yang dimiliki organisasi/perusahaan,
b. pertumbuhan pendapatan per lembar saham (earning per share),
c. arus kas (cash flow),
d. pengalaman manajemen dalam pengelolaan organisasi/perusahaan,
e. riset dan pengembangan yang dilakukan perusahaan,
f. utang jangka pendek dan jangka panjang yang ditanggung,
g. produk yang dihasilkan,
h. berita kurang baik yang berkaitan dengan isu-isu tertentu, seperti isu lingkungan,
politik, SARA, dan sebagainya,
i. pangsa pasar relatif terhadap pesaing, dan
j. risiko dan tantangan di masa depan (Wibisono, 2006).

Sumber : EKMA4263 Modul 5 Halaman 5.6-5.7


3. Beberapa isu penting terkait dalam menjalin hubungan dengan investor dapat dirinci
sebagai berikut (Wibisono, 2006).
a. Siapakah yang Paling Berperan dalam Mengendalikan Perusahaan?
Pemegang saham perusahaan biasanya dianggap pemilik. Oleh karena itu, secara
hukum, ia mempunyai pengaruh yang kuat.
b. Pengembalian atas Investasi yang Ditanamkan
Pemegang saham membeli saham perusahaan yang belum tentu memberikan
keuntungan bagi pemegang saham. Pemegang saham berharap bahwa uang yang
mereka investasikan akan memberikan keuntungan di masa yang akan datang.
Risiko yang diambil oleh pemegang saham mungkin saja besar, namun total return
(dividen dan nilai saham) dari investasi yang dilakukan dapat lebih besar
dibandingkan bunga dari menyimpan uang di deposito bank atau fixed
interestment lainnya.
c. Loyalitas Investor
Teknologi industri telah mengubah cara mendapatkan informasi yang dapat
digunakan dalam proses analisis dan juga cara menyebarluaskannya ke seluruh
dunia. Monitoring harga saham di bursa saham intemasional, sangat mudah
melalui internet sehingga banyak perusahaan saat ini lebih fokus pada monitoring
dan mengatur pemegang saham utama (core shareholder) yang memiliki loyalitas
terhadap perusahaan.
d. Perubahan Nilai Saham bagi Investor
Harga saham dan khususnya nilai pasar (market value) dapat berubah setiap hari.
Dalam kondisi normal, pergerakan harga dapat diakibatkan oleh laporan
perusahaan tentang hasil yang dicapai atau harapan yang dicanangkan oleh para
pembeli saham. Namun demikian, pergerakan saham tersebut juga sering
diakibatkan oleh apa yang, disebut seirtimen pasar (market sentiment), yang dapat
dipengaruhi oleh banyak faktor. Investor mendapatkan isyarat dari laporan
perusahaan lain pada sektor industri sejenis, laporan analis pada perusahaan dan
sektor yang spesifik, persepsi investor lain, aksi yang berhubungan dengan masa
depan sektor tersebut, laporan dan analisis di koran., biaya dari Basic Raw
Material, serta prospek ekonomi dari berbagai negara dan kawasan di mana
perusahaan tersebut beroperasi.
e. Fokus Investor pada Perusahaan yang Merger
Pada perusahaan yang melakukan merger dengan perusahaan lain, terdapat
perbedaan prioritas strategi perusahaan dalam menciptakan kepuasan bagi
investor. Pada sisi sales revenue, akan terdapat perluasan area geografis penjualan
dan jalur distribusi, cross selling products dan layanan untuk meningkatkan
penetrasi pasar, serta optimasi batas (margin) melalui manajemen harga yang
teliti. Pada sisi operation cost terjadi pengurangan pekerja akibat adanya
penggabungan dua perusahaan.

Sumber : EKMA4263 Modul 5 Halaman 5.8-5.9

Anda mungkin juga menyukai