Anda di halaman 1dari 12

Pengertian dan Fungsi Kewirakoperasian, Tipe-Tipe Kewirakoperasian,

Tugas-Tugas Kewirakoperasian, dan Prasyarat Keberhasilan


Kewirakoperasian

NAMA ANGGOTA
KELAS G AKUNTANSI

1. I Made Merta Yasa (02/1902622010360)


2. I Wayan Yoga Pratama Putra (30/1902622010388)

UNIVERSITAS MAHASARASWATI DENPASAR


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
PRODI AKUNTANSI
TAHUN 2020/2021
1.1. Pengertian dan Fungsi Kewirakoperasian

A. Pengertian Kewirakoperasian
Kewirausahaan koperasi adalah suatu sikap mental positif dalam berusaha secara koperatif,
dengan mengambil prakarsa inovatif serta keberanian mengambil risiko dan berpegang teguh
pada prinsip identitas koperasi, dalam mewujudkan terpenuhinya kebutuhan nyata serta
peningkatan kesejahteraan bersama. Dari definisi tersebut terkandung beberapa unsur yang
patut diperhatikan, antara lain:
1. Kewirausahan koperasi merupakan sikap mental positif dalam berusaha secara
komperatif. ini berarti kewirakopersian harus mempunyai keinginan untuk
memajukan organisasi koperasi.

2. Tugas utama kewirakoperasian adalah mengambil prakasa inovatif artinya berusaha


mencari ,menemukan dan memanfaatkan peluang yang ada demi kepentingan
bersama.

3. Wirakop harus mempunyai keberanian mengambil resiko karma dunia penuh


dengan kepastian. Oleh karna itu dalam menghadapi situasi semacam itu diperlukan
seorang wirausaha yang mempunyai kemampuan mengambil resiko.

4. Kegiatan wirakop harus berpegang teguh pada prinsip identitas koperasi yaitu
anggota sebagai pemilik dan sekaligus sebagai pelanggan.

5. Tujuan utama setiap wirakop adalah memenuhi kebutuhan nyata anggota koperasi
dan meningkatkan kesejahteran bersama.

6. Wirakop dalam koperasi dapat dilakukan oleh anggota manajer birokrat yang
berperan dalam pembangunan koperasi dan katalis.

B. Kebutuhan Akan Kewirausahaan-wirausahaan Koperasi

1. Pembangunan koperasi diarahkan agar makin memiliki kemampuan menjadi


badan usaha yang makin efiesien dan menjadi gerakan ekonomi rakyat yang
tangguh dan berakar pada masyarakat
2. Pelaksanaan fungsi dan peranan koperasi di tingkatkan melalui upaya peningkatan
kebersamaan dan manajemen yang lebih profesional
3. Pemberian kemampuan yang seluas-luasnya disegala sektor kegiatan ekonomi dan
penciptaan iklim usaha yang mendukung dengan kumdahan memperoleh
permodalan,
4. Kerja sama antarkoperasi dan antar koperasi dengan usaha negara dan usaha swasta
sebagai mitra usaha dikembangkan secara lebih nyata.

C. Fungsi Kewirakoperasian
Dipandang dari fungsi atau kegiatan seorang wirakop,jenis kewirakoperasian dibeda
kan menjadi 3 yaitu :
1. Kewirakoperasian Rutin

Diarahkan pada kegiatan rutin usaha koperasi,seperti produksi,pemasaran,keuangan


dan administrasi. Tugas wirakop hanyalah meluruskan/mengendalikan sesuatu agar
berjalan sesuai dgn program yg telah ditetapkan. Kewirakoperasian rutin mempunyai
karakteristik yaitu:

a. Berhubungan dengan evaluasi dan koreksi ,misal ada misalokasi


sumberdaya.Tindakan ini disebut pemecahan masalah
b. Wirakop mempunyai informasi yang banyak tentang sumber daya,tujuan dan resiko
yang dihadapi.
c. Rendahnya tingkat ketidakpastian memungkinkan wirakop mampu
memaksimalkan tujuan

2. Kewirakoperasian Arbitrage

Dimaksudkan sebagai keputusan yang diambil dari dua kondisi yang berbeda dan
keputusan itu memberikan peluang yang menguntungkan. Tugas wirakop adalah
mencari peluang yang menguntungkan dari dua kondisi yang berbeda
Kewirakoperasian Arbitrage mempunyai karakteristik sebagai berikut:

a. Mempunyai informasi yang banyak tentang perbedaan harga barang-barang


tertentu bila ia membeli saat ini dan dijual pada waktu yg akan datang.
b. Inti dari kewirakoperasian ini terdiri dari penemuan dan pelaksanaan peluang yang
menguntungkann yang sampai saat ini belum dikenali dan direalisasikan.
3. Kewirakoperasian Inovatif

Kewirakop Inovati berarti wirakop yg selalu tidak puas dengan kondisi yg ada,yang
selalu berusaha mencari,menemukan dan memanfaatkan peluang yang diperoleh.

1.2. Tipe – Tipe Kewirakoperasian


1. Kewirakoperasian Anggota
Anggota sebagai pemilik koperasi dapat menjadi wirakoperasi, apabila ia Mampu
menemukan dan memanfaatkan peluang yang ada untuk pertumbuhan koperasi.Tetapi
kemungkinan ia sangat lemah, mengingat kebanyakan kemampuan anggota dalam inovasi
masih sangat rendah, keterbatasan hak bertindak karena setiap tindakan harus memperhatikan
anggota lainnya dan motivasi yang rendah. Anggota koperasi di Indonesia umumnya
mempunyai tingkat pendidikan yang rendah sehingga tingkat kemampuan dalam menemukan
sesuatu yang baru sangat terbatas. Disamping itu, kendatipun anggota mempunyai
kemampuan yang tinggi tetapi motivasi untuk berprestasi di bidang koperasi akan menjadi
sangat rendah sebab manfaat dari hasil inovasi anggota yang dinikmati hanya sebagian kecil
oleh anggota yang bersangkutan dan sebagian besar dinikmati oleh anggota lainnya,anggota
potensial atau bahkan para pesaing koperasi. Dalam kondisi seperti ini, anggota yang rasional
akan memanfaatkan peluang tersebut untuk kepentingan diri sendiri dengan jalan bekerja di
luar koperasi.

2. Kewirakoperasian Manager
Koperasi yang mengangkat manager sebagai pelaksana dan penangung jawab kegiatan
operational dan tentunya mengharapkan perubahan yang memberikan keuntungan. Tetapi
kendala yang dihadapi oleh manager adalah keterbatasan kebebasan untuk bertindak.
Keterbatasan ini karena manajer disamping dibebani peningkatan pertumbuhan usaha koperasi
tetap juga dibebani peningkatan pelayanan terhadap anggotanya. Kedua hal tersebut kadang
terjadi kontradiksi. Bila manajer menginginkan meningkatkan pertumbuhan koperasi, maka ia
harus berorientasi ke pasar eksternal (melayani kebutuhan non anggota) dan ini berarti
mengurangi nilai pelayanan terhadap anggotanya. Sebaliknya bila manajer menginginkan
peningkatan pelayanan terhadap anggota (misal dengan memberikan harga pelayanan yang
lebih rendah dibanding dengan harga pasar), maka ia tidak akan dapat meningkatkan
pertumbuhan koperasi. Dalam kondisi seperti ini, kendatipun manajer mempunyai kemampuan
dan motivasi yang tinggi untuk mengembangkan organisasi koperasi,tetap saja ia menghadapi
hambatan yang besar yang harus dilewatinya.

3. Kewirakoperasian Birokrat
Birokrat adalah pihak yang secara tidak langsung berhubungan dengan Pengembangan
gerakan koperasi. Setiap kegiatannya memang diarahkan untuk memacu perkembangan
koperasi. Tetapi untuk melaksanakannya, ia terbelenggu oleh aturan-aturan yang telah
ditetapkan dan setiap turut campur, birokat tersebut dalam organisasi koperasi belum tentu
sesuai dengan keinginan anggota koperasi. Dengan demikian, kendatipun mempunyai
kemampuan dan kemauan yang tinggi dalam mengembangkan koperasi,tetap saja
kewirakoperasiannya terbatas.

4. Kewirakoperasian Katalis

Katalis disini diartikan sebagai pihak yang berkompeten terhadap pengembangan


koperasi kendatipun ia tidak mempunyai hubungan langsung dengan organisasi koperasi. Para
katalis ini jelas mempunyai kemampuan yang tinggi dan motivasi yang tinggi kendatipun
insentif yang diterimanya kadang-kadang kecil. Disamping itu ia juga mempunyai
kebebasan bertindak karena ia berada di luar organisasi koperasi dan tidak terikat oleh
aturan-aturan organisasi tersebut. Seorang katalis biasanya adalah seorang Altruis, yaitu
orang yang mementingkan kebutuhan orang lain. Dalam konteks ini, pada dasarnya
seorang katalis lah yang mempunyai kemampuan dalam membantu pertumbuhan gerakan
koperasi.
1.3. Tugas – Tugas Kewirakoperasian

Tugas kewirakoperasian adalah menciptakan keunggulan bersaing koperasi dibanding


dengan organisasi usaha pesaingnya. Keunggulan tersebut dapat di peroleh melalui :

1. Mendudukkan koperasi sebagai penguasa yang kuat di pasar.


Bila para petani membentuk koperasi maka koperasi tersebut mempunyai kedudukan yang
kuat di pasar. Bila masing masing koperasi primer yang anggotanya para petani membentuk
koperasi ditingkat atasnya (koperasi sekunder) maka koperasi yang terbentuk akan mempunyai
posisi yang kuat dipasar yang lebih luas. Demikian seterusnya, bila antar koperasi sekunder
membentuk koperasi tersier dan antar koperasi tersier bentuk koperasi ditingkat atasnya lagi,
maka koperasi akan mempunyai kedudukan yang kuat dalam pasar yang sangat luas. Dengan
kata lain kekuatan dalam penawaran dipasar dapat diperoleh melalui investigasi vertikal ke hulu
atau ke hilir.Integrasi vertikal ini sangat dimungkinkan bagi koperasi karena para petani
anggota koperasi menguasai input / bahan baku untuk keperluan produksi ditingkat atasnya.
Tugas kewirakoperasian dalam hal ini adalah meningkatkan efisiensikoperasi melalui integrasi
vertikal tersebut.

2. Kemampuan dalam mereduksi biaya transaksi.


Tugas wirakop yang kedua ini adalah menekan biaya transaksi. Biaya transaksi adalah
biaya di luar biaya produksi yang timbul karena adanya transaksi - transaksi, seperti biaya
pencarian informasi, biaya kontrak, biaya monitoring kontrak, biaya legal jika kotrak dilanggar,
dan biaya resiko yang mungkin timbul sebagai akibat terjadinya transaksi.
Kemungkinan menekan biaya transaksi pada koperasi dapat dilakukan karena:
a. Informasi yang berguna untuk pengembangan koperasi banyaktersebar luas diantara
para anggotanya,
b. Kontrak antara anggota dengan koperasinya tidak perlu dilakukankarena anggota adalah
pemilik koperasi,
c. Terdapatnya control social dalam koperasi tidak perlu manajemenmengeluarkan biaya
monitoring dalam jumlah yang besar,
d. Resiko ketidakpastian dapat mudah direduksi karena ada pasarinternal koperasi
3. Pemanfaatan Interlinkage Market.
Interlinkage Market adalah hubungan transaksi antar pelaku ekonomi dipasar. Seorang
produsen membutuhkan input dari penghasil input (rumah tangga konsumen) dan
membutuhkan modal dari pembeli kredit.
Tugas wirakop dalam hal ini menciptakan kerjasama rentenir. Tugas wirakop dalam hal ini
menciptakan kerjasama rentenir. Tugas wirakop dalam hal ini menciptakan kerjasama yang
saling menguntungkan diantara pelaku dalam interlinkage market tersebut

4. Pemanfaatan Trust Capital.


Trust Capital secara dengan sederhana di artikan sebagai pengumpulan modal. Hal ini
dimungkinkan terjadi pada koperasi karena usaha yang tadinya dilakukan sendiri-sendiri oleh
para anggotanya sekarang di kelola secara bersama-sama dengan anggota lainnya.semakin
banyak anggota semakin besar modal yang dapat dikumpulkan dan semakin kuat kedudukan
modal usaha koperasi sehingga kemampuan koperasi dalam bersaing dengan pesaingnya
semakin kuat.
Tugas wirakop dengan hal ini adalah mengelola modal tersebut secara efisien dan
meningkatkan peranan anggota dalam meningkatkan partisipasi intensif dalam pemanfaatan
jasa pelayanan koperas dan partisipasi kontributif dalam pembentukan pemodalan yang baru.

5. Pengedalian Ketidakpastian.
Upaya pengendalian ketidak pastian sangat dimungkinkan mengingat adanya pasar internal
pada koperasi. Kalaupun ada kerugian karena muncul resiko dalam kegiatan operasionalnya,
maka resiko ini akan ditanggung bersama-sama, sehingga biaya resiko peranggota menjadi
rendah. Koperasi adalah milik anggota dan anggota memanfaatkan jasa yang ditawarkan oleh
koperasinya. Oleh karena koperasi milik anggota maka secara rasional tidak mungkin para
anggota akan merugikan koperasinya sendiri dalam melaksanakan transaksinya. Hanya saja
bisa terjadi jika koperasi memberikan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan anggotanya.
Tugas wirakop dalam hal ini adalah meningkatkan pelayanan terhadap anggotanya dengan
jalan menyediakan barang-barang atau jasa-jasa yang dibutuhkan oleh anggotanya.
6. Penciptan Inovasi.
Inovasi pada koperasi sangat dimungkinkan mengingat banyak pihak yang berkompeten
terhadap pertumbuhan koperasi.Tugas wirakoperasi dalam hal ini menciptakan inovasiinovasi
baru yang menguntungkan bagi koperasi dan anggotanya Tugas wirakop dalam hal ini
menciptakan inovasi-inovasi baru yang menguntungkan bagi koperasi dan anggotanya.
Inovasi-inovasi yang berasal dari anggota atau manajer sangat diperlukan oleh koperasi
terutama pada saat koperasi mengalami stagnasi. Untuk membangkitkan kembali koperasi dari
kelesuan diperlukan wirakop-wirakop yang altruistis dan andal. Dikatakan altruistis karena
seorang wirakop harus lebih memilih mementingkan kepentingan orang lain dibanding dirinya.
Sedangkan wirakop yang andal sangat diperlukan karena koperasi mempunyai dua misi seperti
yang dikemukakan di atas.

7. Pembangunan manfaat partisipasi.


Keunggulan koperasi dapat diperoleh melalui partisipasi baik partisipasi kontributif dalam
penyerahan keuangan dan pengambilan keputusan,maupun partisipasi intensif dalam hal
pemanfaatan pelayanan koperasi.Tentu saja bila partipasi intensif mengalami peningkatan,
partisipasi kontributif dalam hal penyerahan keuangan juga akan meningkat. Tugas wirakop
dalam hal ini adalah meningkatkan partisipasi intensif para anggota koperasi dengan jalan
menyediakan pelayanan yang dibutuhkan anggotanya.

8. Menciptakan Economies of Scale


Economies of Scale adalah penghematan pada koperasi yang ditimbulkan oleh
penambahan kapasitas produksi. Penghematan tersebut sangat dimungkinkan karena
penambahan anggota berarti bertambahnya kapasitas produksi di koperasi, kebutuhan bahan
baku bertambah, dan koperasi dapat membeli bahan dalam jumlah besar. Pembelian dalam
jumlah besar akan menurunkan harga per unit bahan, sehingga biaya per unit output pada
akhirnya dapat ditekan.
Tugas wirakop adalah menciptakan Economies of Scale dan mengendalikan produksi pada
tingkat produksi yang optimal. Produksi dicapai pada saat koperasi berproduksi dengan biaya
rata-rata jangka panjang yang paling rendah.
1.4. Prasyarat Keberhasilan Kewirakoperasian

Koperasi sebagai unit usaha yang bergerak dibidang ekonomi dan sosial pada dasarnya
mempunyai tujuan yang sama yaitu: Membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi,yang
merupakan sasaran utama pertumbuhan ekonomi. Perubahan yang meningkatkan produktivitas
hanya dapat dilakukan melalui dua jalan yaitu:

1. Melalui kegiatan inovatif (penciptan bangunan baru dan penerapannya).

2. Melalui kegiatan peningkatan kegiatan kerja (berprestasi lebih banyak dalam satuan
waktu kerja tetap atau waktu kerja yang diperpanjang.

Tipe inovasi ala scumpeter tentang kegitan kerja yang meliputi:

a. Pembuatan dan pemapanan produk-produk baru atau mutu produk yang baru
b. Pembangunan metode produksi baru.
c. Menciptakan tata laksana produksi baru dibidang industri.
d. Pembuatan prasarana baru.
e. Pencarian sumber pembelian baru.

Hakikat dari fungsi wirausaha yaitu melihat dan menerapkan kemungkinan-kemungkinan


baru dalam bidang ekonomi.fungsi ini disebut fingsi inovatif.
Fungsi inovasi dapat dijabarkan dalam berbagai kegiatan kerja meliputi:

1. Mengenai keuntungan atau manfaat dari kombinasi-kombinasi baru.


2. Evaluasi keuntungan yang terlangsung dalam kombinasi baru itu.
3. Pembiayaan.
4. Teknologi dan perencanan pembangunan tempat-tempat produksi.
5. Pengadaan,pendidikan dan memimpin tenaga kerja.
6. Negoisasi dengan pemerintah badan atau resmi yang berwenang.
7. Negoisasi dengan pemasok pelanggan.
Dalam melaksanakan fungsi-fungsi tersebut,seorang wirausaha koperasi dihadapi pada
kendala sebagai berikut:

1. Kemungkinan bertindak inovatif tidak selalu merupakan kemungkinan yang diizinkan


menurut hukum.jadi inovator tidak mempunyai hak untuk menerapkan tindakan inovatif.
2. Kemungkinan inovatif yang diperoleh harus ditemukan dan dilaksanakan
penerapanya.untuk itu diperbolehkan kemampuan baik personal maupun organisatoris.
3. Kalaupun kemungkinan inovatif tertentu tidak terlarang dan masih dalam rangka
kesangupan seorang atau kelompok,maka perseorangan atau kelompok perlu memiliki
motivasi untuk menerapkan inovasi itu.

A. Jiwa dan Semangat Wirausaha Koperasi


1. Mempunyai kepercayaan yang kuat pada diri sendiri
2. Berorientasi pada tugas dan hasil yang didorong oleh kebutuhan untuk berprestasi,
berorientasi pada keuntungan, mempunyai ketekunan dan ketabahan, mempunyai
tekad kerja keras, dam mempunyai energi inisiatif
3. Mempunyai kemampuan dalam mengambil risiko dan mengambil keputusan-
keputusan secar cepat dan cermat
4. Mempunyai jiwa kepemimpinan, suka bergaul dan suka menanggapi saran-saran dan
kritik
5. Berjiwa inovatif, kreatif dan tekun
6. Berorientasi ke masa depan

B. Prinsip-Prinsip Inovasi
1. Inovasi harus mempunyai tujuan dan sistematis yang dimulai dengan menganalisis
peluang.
2. Inovasi bersifat konseptual dan perseptual.
3. Agar efektif sebuah inovasi harus sederhana dan harus difokuskan.
4. Inovasi yang efektif harus dimulai dari kecil,tidak perlu muluk-muluk dan cobalah
melakukan sesuatu yang khas.
5. Inovasi yang berhasil harus mengarah pada kepemimpinan.
6. Jangan berlagak pintar.
7. Jangan mencoba mengerjakan terlalu banyak pekerjaan sekaligus.
8. Jangan coba-coba melakukan inovasi bagi masa depan.
9. Harus diingat bahwa inovasi adalah karya.
10. Agar berhasil, seseorang inovator harus membina kekuatannya.
11. Harus diingat, inovasi adalah dampak dalam perekonomian dan masyarakat.
DAFTAR PUSTAKA

https://text-id.123dok.com/document/dzx04mg4z-pengertian-kewirakoperasian-

fungsikewirakoperasian.html https://stie-igi.ac.id/wp-content/uploads/2020/05/Ekonomi-

koperasi-pertemuan-9.pdf https://dokumen.tips/documents/tipe-tipe-kewirakoperasian.html

https://www.academia.edu/35864743/KOPERASI

Anda mungkin juga menyukai