Anda di halaman 1dari 3

Menurut saya dalam melakukan analisi auditor yang independen sangatlah diperlukan

karena dengan menjaga independensi artinya kualitas dan kuantitas yang ingin
dibangun akan terwujud. Selain dari pihak auditor yang berperan dalam menilai kinerja
keuangan, pemimpin organisasi sangat berperan dalam menciptakan kalangan internal
yang produktif. Seorang pemimpin memiliki pengaruh besar dalam mendorong
peningkatan kinerja para karyawan. peningkatan kualitas kinerja bawahan memiliki
pengaruh pada penciptaan kualitas kerja sesuai dengan pengharapan perusahaan.

Laporan keuangan yang merupakan tanggung jawab manajemen perlu diaudit KAP
(Kantor Akuntan Publik) yang merupakan pihak ketiga yang independen, karena :

a. Jika tidak diaudit, ada kemungkinan bahwa laporan keuangan tersebut mengandung
kesalahan baik yang disengaja maupun tidak disengaja. Karena itu laporan keuangan
yang belum diaudit kurang dipercaya kewajarannya oleh pihak-pihak yang
berkepentingan terhadap laporan keuangan tersebut.

b. Jika laporan keuangan sudah diaudit dan mendapat opini Unqualified (wajar tanpa
pengecualian) dari KAP, berarti pengguna laporan keuangan bisa yakin bahwa laporan
keuangan tersebut bebas dari salah saji yang material dan disajikan sesuai dengan
prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.

c. Mulai tahun 2001 perusahaan yang total assetnya diatas Rp. 25 milyar harus
memasukkan audited financial statements nya ke Departemen Perdagangan dan
Perindustrian.

d. Perusahaan yang sudah Go Public harus memasukkan audited financial statements


nya ke Bapepam paling lambat 90 hari setelah tahun buku.

e. SPT yang didukung oleh audited financial statements lebih dipercaya oleh pihak pajak
dibandingkan dengan yang didukung oleh laporan keuangan yang belum diaudit

Setelah proses audit selesai dilakukan akhirnya auditor akan memberikan hasil dari
proses audit tersebut. Adapun hasil audit ini tercermin dari opini audit. Opini audit
laporan keuangan ada empat macam, yakni:

1. Wajar Tanpa Pengecualian / Unqualified Opinion, artinya laporan keuangan disajikan


sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku.
2. Wajar Dengan Pengecualian / Qualified Opinion, artinya laporan keuangan dapat
diandalkan tetapi masih ada beberapa masalah / pos yang dikecualikan agar tidak salah
dalam mengambil keputusan.
3. Tidak Wajar / Adversed, artinya laporan keuangan tidak disajikan sesuai dengan
standar akuntansi atau ada kesalahan material dalam laporan keuangan tersebut.
4. Tidak Memberikan Pendapatan / Disclaimer, artinya laporan keuangan memiliki
kesalahan yang material dan manajemen membatasi lingkup pemeriksaan sehingga
auditor tidak menemukan bukti yang cukup.

Adapun  faktor yang mempengaruhi independen auditor antara lain :


1. ikatan kepentingan keuangan dan hubungan usaha dengan klien;
2. persaingan antar akuntan publik;
3. pemberian jasa lain selain jasa audit;
4. lama penugasan audit;
5. besar kantor akuntan;
6. besarnya fee audit responden;
7. lamanya hubungan akuntan publik dengan klien;
8. hubungan keluarga dengan responden auditor yang bekerja pada KAP;
9. pendidikan auditor;
10. kompetensi auditor.

Beberapa kriteria auditor yang independen antara lain :

1. Memiliki etika yg baik (jujur, tulus dan bijaksana)


2. Bersifat terbuka (mampu memberikan pandangan dan ide alternatif)
3. Diplomatis (bijaksana dalam menghadapi auditi)
4. Penuh perhatian terhadap kondisi yang ada tanpa nampak berlebihan
5. Mampu memahami situasi
6. Luwes
7. Ulet dan focus
8. Tegas untuk menghasilkan kesimpulan yang tepat
9. Percaya diri dan mampu menjadi pendengar yang baik
10. Tidak mudah dipengaruhi

Maka dari penjelasan diatas dapat saya simpulkan bahwa pengaruh dan peranan auditor
menjadi penting dalam menilai kinerja keuangan suatu perusahaan apakah layak atau
tidak dari segi keuangannya. Karena itu, salah satu usaha menjaga konsistensi akuntan
public adalah menghargai dan mendukung terwujudnya independensi akuntan public.

Diolah dari :
-Modul BMP UT -  Analisis Informasi Keuangan
-https://pjm.ub.ac.id/wp-content/uploads/2016/04/Kriteria-dan-Peran-Auditor-
Internal.pdf