Anda di halaman 1dari 2

Bagaimana pandangan saudara mengenai perkembangan bisnis indonesia di era digitalisasi dalam

masa pandemi covid-19?

Dampak teknologi informasi dalam bisnis saat ini sudah tak dapat dihitung lagi, bisnis perlu
didukung oleh teknologi informasi yang mutakhir agar mampu memberikan kepuasan yang
maksimal dan fleksibel sesuai harapan pelanggan. E-commerce merupakan penggunaan
internet, dan alat-alat elektronik lainnya untuk menciptakan pasar baru di dunia. [1]
Ditengah pandemi ini seluruh usaha bisnis agar mampu bertahan dan hidup untuk
berkembang maju dipaksa untuk melakukan Digitalisasi pada sistemnya, jika tidak
melakukan Digitalisasi di masa pendemi ini tentu saja model bisnisnya akan ketinggalan.
Dilihat dari sudut pandang individu, pandemi mendorong kebiasaan untuk terhubung
secara virtual, hingga berbelanja dan bekerja secara online, sejalan dengan semakin
populernya E-comerce dan aplikasi produktivitas.
Menurut ahli, pandemi Covid-19 telah mendorong berkembangnya empat mega shift dalam
perilaku konsumen, yaitu
1. Munculnya solidaritas sosial,
2. Digitalisasi (go virtual),
3. Kecenderungan bekerja dari rumah.
4. Masyarakat yang akan fokus untuk memenuhi kebutuhan dasarnya.
Perubahan perilaku konsumen yang bekerja dari rumah dan berkembangnya sistem digital itu
nantinya akan memunculkan sistem perekonomian baru, yaitu low touch economy. Dimana
interaksi langsung/kontak fisik akan berkurang. Dengan demikian akan timbul kebiasaan baru
yaitu cashless society, dimana masyarakat mengurangi penggunaan uang tunai dalam
bertransaksi. [2]
Piyush Gupta CEO DBS Bank, dalam keterangan resminya, Kamis, 20 Agustus 2020
mengatakan. "Dengan digitalisasi bisnis dimungkinkan untuk mendapatkan pelanggan dan
tenaga kerja di luar wilayah operasi bisnis, Perusahaan yang dapat beradaptasi dan sigap lah
yang dapat menemukan jalan untuk dapat berhasil di masa depan," [3]
Piyush berpandangan digitalisasi membawa perubahan dalam banyak hal termasuk cara
bekerja. Selain tantangan, tambahnya, digitalisasi juga memberikan kesempatan untuk
mengalokasikan kembali sumber keuangan, dan sumber daya manusia.
Dapat diambil kesimpulan jika bisnis mampu merubah sistemnya menjadi digitalisasi akan
berakibat pada perkembangan yang baik, karena saat ini Pandemi yang Mengakselerasi
Digitalisasi. “Percepatan era digital lebih cepat dari apa yang diperkirakan, jika tidak
disegerakan kita akan hanya menjadi pasar dengan segala ketertinggalanya,” kata Rully
kepada Bisnis.com Rabu (26/8/2020).
Beberapa upaya pemerintah dalam menyikapi percepatan era digital. Salah satunya, MDI
Ventures adalah perusahaan modal ventura korporasi multidana terbesar di Indonesia,
dengan aset kelolaan lebih dari 790 juta dolar. MDI Ventures telah mengumumkan adanya
aliran dana investasi baru senilai 500 juta dolar dalam rangka mendukung agenda
transformasi digital untuk BUMN di Indonesia.
Aliran dana baru tersebut akan digunakan untuk mengembangkan agenda yang sudah ada,
berikut beberapa misi penting baru.

- Pertama, MDI Ventures akan menggunakan dana tersebut untuk berinvestasi di


perusahaan-perusahaan yang memiliki fokus khusus pada Indonesia.
- Selanjutnya, perusahan modal ventura ini akan berusaha untuk memasukkan
portfolionya ke tidak hanya satu perusahaan induk milik negara, namun juga untuk
semua BUMN di Indonesia.
Menurut pemerintah, agenda ini adalah bagian dari rencana besar yang ambisius untuk
membangun ekosistem digital milik negara yang menyeluruh.
“Ekonomi digital di Indonesia melonjak hingga 40 miliar dolar di tahun 2019, dengan
sektor e-commerce yang bertindak sebagai katalis utama untuk lonjakan tersebut.” jelas
Donald Wihardja, CEO MDI Ventures yang baru saja ditunjuk. [4]

Sumber

1. (EKMA411 Hal.4,56)
2. https://www.liputan6.com/bisnis/read/4368423/pentingnya-digitalisasi-pasar-rakyat-di-
masa-pandemi-covid-19
3. https://www.medcom.id/ekonomi/keuangan/4KZRYOgK-digitalisasi-bawa-perubahan-di-
tengah-pandemi-covid-19
4. https://www.beritasatu.com/faisal-maliki-baskoro/ekonomi/667241/bangun-ekosistem-digital-
bumn-mdi-ventures-siapkan-us-500-juta.