Anda di halaman 1dari 8

#SOAL FARMAKOTERAPI MINGGU 1-19

1. Seorang wanita berusia 32 tahun mengalami epilepsy dengan kejang tonik klonik. Ibu
tersebut menyusui bayi usia 10 minggu. Dokter menyarankan obat anti epilepsi yang
aman untuk ibu menyusui. Apakah obat antiepilepsi yang disarankan?
a. Obat antiepilepsi dengan volume distribusi yang besar
b. Obat antiepilepsi dengan waktu paruh eliminasi yang rendah
c. Obat antiepilepsi terikat dengan protein plasma yang tinggi
d. Obat antiepilepsi yang tidak dimetabolisme di hati
e. Obat antiepilepsi tidak memiliki metabolit aktif
#PembahasanSoalFarmakoterapi minggu 2 no 1.

Jawaban: C. Obat antiepilepsi terikatdengan protein plasma yang tinggi.

Faktor obat-obat yang dapat menembus ASI:


- obat yang larut lemak
- obat dengan ukuran kecil (<200 dalton) akan mudah melewati membran dan kapiler
susu
- obat yang terikat protein tidak dapat meewati membran dan kapiler susu.
- obat yang bersifat basa lemah akan terdistribusi lebih banyak di ASI karena pH plasma
ibu sedikit lebih basa dibanding ASI menyebabkan obat dalam bentuk tidak terion.

Sumber: Pedoman Pelayanan untuk Ibu Hamil dan Menyusui, Depkes 2006.

2. Pasien 25 tahun mengalami infeksi jamur, kekuningan pada jempol kaki dan tebal, nyeri
saat memakai sepatu. Obat apa yang seharusnya diberikan?
a. Salep Cotrikosteroid
b. Salep Acyclovir
c. Larutan Getian Violet
d. Salep Antifungal
e. Salep Antimikroba
#PembahasanSoalFarmakoterapi minggu 2 no 2

Jawaban: D. Antifungal

Athlete's Foot (Tinea Pedis) merupakan infeksi jamur yang menyebabkan gejala gatal
pada jari kaki. Terapi yang dapat diberikan adalah antifungal seperti imidazol
(kotrimoksazol, ketokonazol dan mikonazol), terbinafin dan griseofulvin.

Sumber: athele's Foot. In Non Prescription Medicibe 4 ed


3. Disuatu Kawasan terjadi KLB kolera yang disebabkan bakteri Vibro Cholerate yang
mencemari sumber mata air di Kawasan tersebut. Banyak masyarakat yang mengalami
diare setelah meminum air dari mata air tersebut. Antibiotik lini pertama apakah yang
diberikan untuk penangan diare kolera?

a. Tetrasiklin
b. Ciprofloksasin
c. Doksisiklin
d. Kotrimoksazol
e. Kloramfenikol
#PembahasanSoalFarmakoterapi minggu 2 no 3

Jawaban: C. Doksisiklin

Dewasa:
1. Doksisiklin 300 mg/hari
2. Tetrasiklin/azitromisin/eritromisin

Anak:
Eritromisin 30mg/kg/hari tiap 8 jam
Azitromisin 10 mg/kg/hari tiap 8 jam

4. Seorang pria dating ke dokter dengan keluhan alergi dan urtikaria. Oleh dokter
diresepkan antihistamin. Pasien meminta obat yang tidak menyebabkan kantuk agar tidak
menganggu aktifitasnya. Obat apa yang diberikan?
a. Difenhidramin
b. Dimenhidrinat
c. Klorfeniramin
d. Loratadin
e. Pseudoefedrin

Jawaban:D. Loratadin

Antihistamin berbeda-beda dalam lama kerja serta dalam derajatefek sedatif dan
antimuskarinik. Semua antihistamin gologan lama menyebabkan sedasi, meskipun
alimemazin (trimeprazin) dan prometazin mempunyai efek sedasi yang lebih besar
dibanding klorfeniramin dan sikizin. Efek sedasi ini kadang-kadang dibutuhkan untuk
mengendalikan gatal karena alergi. Tidak banyak bukti yang menunjukan bahwa
antihistamin sedatif yang satu lebih baik dari yang lain karena pasien mempunyai respon
yanv sangat berbesa satu sama lain. Antihistamin non sedatif seperti setirizin,
levosetirizin, loratadin, desloratadin, feksofenadin, terfenadin dan mizolastin lebih sedikit
menyebabkan efek sedasi dab gangguan psikonotor dibanding golonhan lama karena
jumlah obat yang menembus sawar darah otak hanya sedikit.

Sumber: PIONAS
5. Seorang wanita 35 tahun hamil trisemester 3, diagnosa infeksi saluran kemih. Butuh
terapi antibiotik berupa?

a. Kotrimoksazol
b. Eritromisin
c. Levofloksasin
d. Nitrofurantoin
e. Ko Amoksiklaf
Jawaban : E. Ko amoksiklaf

Kategori B. Aman digunakan untuk infeksi bagi ibu hamil

6. Pasien didiagnosis TBC dan mempunyai riwayat asam urat. Obat anti TB apakah yg
dapat menaikkan kadar asam urat pada pasien?

a. Rifampisin
b. Isoniazid
c. Pirazinamid
d. Etambutol
e. Streptomisin

#PembahasanFarmakoterapi minggu 2 no 6

C. Pirazinamid

Pirazinamid meningkatkan kadar asam urat dengan menghambat sekresi asam urat

ES yang lain:
Rifampisin : sekret tubuh merah, kegagalan kontrasepsi oral
Isoniazid : neuritis perifer, hepatitis, hepatotoksik
Etambutol : gangguan mata
Streptomisin : ototoksik

7. Pasien rawat inap memberikan resep ke apoteker untuk diberikan obat. Pasien
mengatakan bahwa ia mengidap ISK dan gastritis sehingga dokter meresepkan
siprofloksasin dan antasida. Apa interaksi obat yang mungkin terjadi?

a. Efek siprofloksasin menurun akibat antasida


b. Efek siprofloksasin meningkat akibat antasida
c. Efek antasida meningkat akibat siprofloksasin
d. Efek antasida menurun akibat siprofloksasin
e. Efek kedua obat menurun
#PembahasanFarmakoterapi minggu 2 no 7

A. Efek siprofloksasin menurun akibat antasida

Antasida mengurangi absorbs siprofloksasin saat digunakan bersamaan sehingga efek


siprofloksasin akan menurun

Sumber : Modul UKAI

8. Seorang ibu hamil penderita TB, dokter meresepkan obat rifampisin, isoniazid,
pirazinamid, etambutol, dan streptomisin. Apoteker menyadari terdapat obat yang tidak
tepat untuk ibu hamil, yaitu?

a. Rifampisin
b. Etambutol
c. Isoniazid
d. Pirazinamid
e. Streptomisin

#PembahasanFarmakoterapi Minggu 2 no 8

E. Streptomisin

Streptomisin dikontraindikasikan pada ibu hamil karena dapat menembus sawar plasenta
dan menyebabkan ototoksisitas pada bayi

Sumber : DIH, 17th Edition


9. Efek samping kloramfenikol yang dapat terjadi pada bayi dan pediatrik adalah...

a. Steven Johnson Syndrome


b. Diare
c. Gigi kuning
d. Grey syndrome
e. Anemia

#PembahasanFarmakoterapi minggu 2 no 9

D. Grey syndrome

ES Kloramfenikol
-Anemia Aplastik : pada dewasa
-Grey syndrome : pada anak-anak

Sumber : DIH, 17th Edition

10. Pria 35 tahun didiagnosis terkena Mycobacterium tuberculosis untuk pertama kali. Hasil
BTA negatif, foto toraks positif. Rekomendasi terapi pasien tersebut adalah...

a. 2HRZES/HRZE/5HRE
b. 2HRZES/HRZE
c. 2HRZE/4H3R3
d. 2HRZ/5H3R3
e. HRZE/H3R3

#PembahasanFarmakoterapi minggu 2 no 10

C. 2HRZE/4H3R3

Pasien baru pertama kali terkena TB, meski hasil BTA (-) namun foto toraks positif
sehingga tetap diberikan OAT kategori pertama

Sumber : Modul UKAI


11. Antibiotika dengan mekanisme kerja mengganggu keutuhan membran sel mikroba
adalah ....
A. Amoksisillin
B. Rifampisin
C. Polimiksin
D. Trimetoprim
E. Sulfonamida

#PembahasanFarmakoterapi Minggu 2 No. 11


Jawaban : C. Polimiksin
Mekanisme kerja Polimiksin yaitu dengan cara mengganggu keutuhan membran sel
mikroba.
Kerusakan membran sel menyebabkan keluarnya berbagai komponen penting dari
dalam sel mikroba, seperti protein, asam nukleat, nukleotida, dan lain-lain.

12. Di bawah ini adalah obat yang dapat mengurangi efek dari ampisillin kecuali ....
A. Sulfamerazin
B. Kloramfenikol
C. Amfoterisin B
D. Eritromisin
E. Azitromisin
#PembahasanFarmakoterapi Minggu 2 No. 12
Jawaban : C. Amfoterisin B
Efek gol. penisilin dikurangi oleh antibiotik bakteriostatik, seperti tertrasiklin,
kloramfenikol, Sulfamerazine dan makrolida.
Amfoterisin B adalah antijamur

13. Antibiotika yang diindikasikan untuk pengobatan meningitis oleh H. Influenza adalah....
A. Sefuroksim
B. Streptomisin
C. Neomisin
D. Framisetin
E. Sefotaksim

#PembahasanFarmakoterapi Minggu 2 No. 13


Jawaban : A. Sefuroksime
Antibiotik Sefalosporin Generasi 2 Lebih aktif terhadap kuman gram negatif, termasuk
H. influenza
14. Antivirus yang bekerja dengan mengikat enzim reverse transcription (RT) adalah ....
A. Lamivudin
B. Efavirenz
C. Nevirapin
D. Indinavir
E. Ritonavir
#PembahasanFarmakoterapi Minggu 2 No. 14
Jawaban : A. Lamivudin
Enzim reverse transkriptase (RT) berfungsi mengubah RNA virus menjadi
DNA proviral yang kemudian akan bergabung dengan kromosom hospes.
Contoh obat NRTI adalah zidovudin, didanosin, zalsitabin, stavudin,
lamivudin, emtrisitabin, dan abacavir

15. Berikut ini yang merupakan kombinasi antivirus HIV/AIDS yang direkomendasikan
untuk
Indonesia adalah ....
A. Asiklovir + Lamivudin + Efafirenz
B. Oseltamivir + Lamivudin + Efafirenz
C. Nevirapin + Zidovudin + Didanosin
D. Oseltamivir + Zidovudin + Didanosin
E. Oseltamivir + Didanosin + Efafirenz
#PembahasanFarmakoterapi Minggu 2 No. 15
Jawaban : C. Nevirapin + Zidovudin + Didanosin
16. Antivirus yang digunakan untuk infeksi virus hepatitis B adalah ....
A. Lamivudin
B. Zidovudin
C. Didanosin
D. Oseltamivir
E. Stavudin
#PembahasanFarmakoterapi Minggu 2 No. 16
Jawaban : A. Lamivudin
Lamivudin diindikasikan untuk infeksi HBV (Virus Hepatitis B).

17. Perkembangan penyakit TB sudah semakin memburuk, untuk itu diperlukan vaksin TB,
yaitu?
a. MMR
b. PCV
c. BCG
d. DPT
e. HiB
#PembahasanFarmakoterapi Minggu 2 no 17

C. BCG
BCG = untuk TBC
MMR = mumps, measles, rubella
PCV = pneumokokus
DPT = difteri, pertusis, tetanus
HiB = meningitis
Sumber: PMK no. 12 tahun 2017 tentang penyelenggaraan imunisasi

18. Terdapat pasien anak umur 2 tahun mengalami diare spesifik yang disebabkan E. coli.
Antibiotik apakah yang cocok untuk pasien tersebut?
a. Kloramfenikol
b. Azitromisin
c. Gentamisin
d. Siprofloksasin
e. Kotrimoksazol
#PembahasanFarmakoterapi Minggu 2 no 19

B. Azitromisin
Untuk diare spesifik bakteri E.coli pada anak-anak, diberikan azitromisin 10 mg/kg/hari
oral 1 kali sehari selama 3 hari atau seftriakson 50 mg/kg/hari IV 1 kali sehari selama 3
hari

sumber: Pharmacotherapy Handbook, Dipiro, 9th Ed.


19. Seorang pasien pria dengan kasus TB paru baru telah lupa minum obat selama 1 bulan.
Rekomendasi obat apa yang diberikan?
a. 2HRZES/4H3R3E3
b. 2HRZE/4HR
d. 2HRZ/4H3R3
e. 2HRZ/4HR
#PembahasanFarmakoterapi Minggu 2 no 20

b. 2HRZE/4H3R3
Pasien putus obat <1 bulan: lanjutkan pengobatan dosis yang tersisa sampai seluruh
dosis pengobatan terpenuhi

sumber: Modul UKAI