Anda di halaman 1dari 3

~ CTS ~ (CANDLESTICK & SNR TECHNICAL)

I CANDLE INFORMASI / KONFIRMASI


Candle Informasi adalah candle-candle yang memiliki sumbu-sumbu kecil di bagian atas atau bawahnya atau di
kedua bagiannya. Candle informasi cenderung hanya memberikan informasi saja dan dibutuhkan candle pendukung
untuk memperkuat informasi tersebut.

Cara membaca Informasi dari setiap Candle Secara garis besar Candle ini memberikan 2 informasi yaitu :
berdasarkan BODY & SUMBU : - BODY CANDLE = KEKUATAN HARGA sifatnya PERINTAH
- Jika Candle HIJAU (kecuali Candle Signal), MUTLAK
SUMBU PANJANG-nya menjadi Informasi ARAH - SUMBU CANDLE = ARAH HARGA sifatnya INFORMASI,
HARGA nya. BUTUH CANDLE PENDUKUNG
- Jika Candle MERAH (kecuali Candle Signal), - Candle Pendukung = C. Signal, Doji, atau Candle Pembawa
POSISI BODY-nya menjadi Informasi ARAH Arah harga untuk Menguatkan Informasi dari SUMBU
HARGA-nya CANDLE.

Sifat dasarnya Buyer Sifat Buyer Lemah

Harga akan tetap naik, namun sudah


menunjukan pelemahan. Tidak akan Informasi
jauh setelah hadirnya candle ini akan Informasi LEMAH NAIK
terjadi pola reversal atau KENAIKAN krn Sumbu
CANDLE BULLISH

Hadir saat berada di area- terbentuknya candle-candle yang yang akan Pendek
area mendekati SUPPORT mengarahkan untuk berbalik arah. berlanjut
Candle Buyer bersifat Seller
Candle pelemahan
Buyer dan sifatnya Masih ada kemungkinan naik namun sudah
Seller, kedepan berkeinginan menurunkan harga.
satu dan dua Merupakan indikasi bahwa di area tersebut Informasi
candle akan terjadi sudah terjadi atau akan mengarah harganya TURUN /
Penurunan untuk berbalik. Biasanya terjadi di area-area SELL
uptrend. Candle ini hadir ketika uptrend.

Sifat dasarnya Seller Candle Seller bersifat Seller sekaligus sifat Pelemahan

Hadir di area2 Sumbu bawah mengartikan adanya


Resistance atau di perlawanan dari Buyer. Biasanya terjadi Informasi TURUN/
area2 tinggi atau di di area-area downtrend atau di area- akan terjadi
RESISTEN
area2 pertengahan area menuju Resistance. Meskipun
ketika downtrend candle selanjutnya tetap merah, hal itu
menunjukan pelemahan. Harus
CANDLE BEARISH

Membawa
menunggu candle-candle pembalikan
informasi Kenaikan
untuk merealisasikan arah harganya. Informasi TURUN/
yang berlanjut
akan terjadi
RESISTEN
Candle Seller Pembalikan Arah Harga Candle Seller yang juga sifat
dasarnya Buyer
Jika hadir candle
tersebut, maka kondisi ini Tapi Candle yang
merupakan pelemahan bersifat Buyer itu
Seller yang sudah bersifat lebih kuat menaikan Informasi
Buyer. harga Informasi KENAIKAN yang
akan berlanjut
NAIK / BUY
1. Ciri Candle Pemantulan dimana body kecil (tidak boleh besar) dan
PEMANTULAN

memiliki sumbu atas/bawah panjang tapi sisi lain tidak memiliki


sumbu. Untuk informasi arah harga mengikuti sumbunya.
2. Candle pemantulan butuh pendukung berupa candle-candle
informasi dan SNR.
IICANDLE PELEMAHAN
 Ciri-cirinya memiiliki “Body kecil” dan “Sumbu sama panjang atau tidak ada sama sekali”
 Sifat Candle Pelemahan cenderung akan mengikuti harga atau arah candle sebelumnya atau sebelahnya di
AREA SUPPORT (utk pelemahan BUYER) / AREA RESISTANCE (utk pelemahan SELLER)
Contoh Contoh
CANDLE PELEMAHAN

Pelemahan Pelemahan
Buyer Arah harga Pelemahan Buyer Seller Arah Harga Pelemahan Seller
III CANDLE DOJI
Candle DOJI mempunyai 2 sifat : Caranya :
1. Menjadi Sinyal Penerusan Arah harga candle 1. Jika Doji HIJAU, “Posisi Salib” menjadi arah harga
sebelumnya kedepannya
2. Menjadi Sinyal Pembatalan Arah harga candle 2. Jika Doji MERAH, “Panjang Sumbu” menjadi arah harga
sebelumnya. kedepannya.
3. Kita harus membaca informasi di candle sebelumnya
terlebih dahulu.
REVERSAL

4. Doji lebih sering “membatalkan Informasi” dari candle


sebelumnya.
Tips : Jika muncul candle signal sebelum candle Doji terbentuk,
Doji Pembalikan Harga (Reversal) biasanya menjadi konfirmasi penerusan dari informasi candle
signal tersebut
PEMBATALAN

Algoritma : Realisasi dari informasi candle DOJI akan terjadi


setelah candle Doji atau 2 candle berikutnya.
Doji Sempurna (Pembatalan Arah Harga)

IV CANDLE SIGNAL
1) Ciri utama dari Candle Signal adalah “Body kotak kecil / sedang (tidak lebih
dari 1 kolom garis harga” dan “Memiliki Sumbu”
2) Algoritma :
CANDLE SIGNAL

- Jika hadir di “WILAYAH INFORMASI”  Realisasi informasi cenderung


SignaL PENURUNAN terjadi di periode berikutnya atau 2 – 5 Candle berikutnya akan terjadi
RESISTANCE ataupun SUPPORT BARU.
- Jika hadir di “WILAYAH KONFIRMASI”  Realiasi Informasi umunya akan
terjadi pada saat itu juga.
Note : Jika ingin Open Posisi menggunakan konfirmasi dari Candle Signal Waktu
Open Posisi adalah 1 s.d 2 menit saja
Signal KENAIKAN
V CANDLE PENERUSAN
Ciri utama dari bentuk Candle Pembawa Arah Harga adalah
“Body tinggi dan memiliki sumbu pendek/sedang”. Bentuk
body-nya harus lebih dari 1 kolom Garis Harga. Candle ini
konfirmasinya sangat kuat dan hampir tidak bisa terbantahkan
CANDLE PENERUSAN

kecuali oleh Candle Doji dan Candle Pembawa harga lain yang
lebih besar.
Candle PEMBAWA Candle PEMBAWA
HARGA NAIK HARGA TURUN Algoritma : Ketika hadir candle penerusan, maka dipastikan
setengah sampai 1 periode kedepan akan NAIK (untuk candle
Hijau) dan akan TURUN (untuk candle Merah)
Jika candle pembawa arah harga hadir di awal-awal trend (penurunan / kenaikan) maka, harga akan kuat
(sesuai karakternya NAIK/TURUN) minimal setengah periode. Namun jika hadir di ujung trend, bisa jadi
merupakan kekuatan akhir dari trend tersebut jika menyentuh level SNR global, maka arah akan reversal.

VI CANDLE TOWER OPERATOR

Candle Tower Operator

Ciri utama adalah Body sangat panjang. Ukurannya lebih dari 2


kolom jika diukur menggunakan Garis Harga. Terlihat sangat
CANDLE TOWER

dominan dibandingkan candle di periode-periode sebelumnya.

Algoritma : Jika muncul Candle Tower Hijau (Bullish) lahir di


trend turun (downtrend), maka indikasi akan ada candle reversal
Merah setelahnya, OP Sell 1 menit di posisi paling ideal. Jika
muncul di Trend Naik, maka tunggu candle pendukung untuk
mengkonfirmasi kenaikannya.
VII TIPS & TRICKS
1. Pastikan analisa sesuai teknikal untuk mendapatkan 3. Terdapat 2 (dua) syarat konfirmasi :
momen open posisi, jika momen tersebut terlewati  Adanya candle-candle pelemahan
tahan open posisi untuk menunggu momen berikutnya.  Adanya SNR  tebentuknya SNR adalah
“LEBIH BAIK KEHILANGAN MOMEN DARIPADA konfirmasi terkuat
KEHILANGAN UANG” (KANG REYHAN SYAH) 4. Cara Open Posisi ideal yaitu di wilayah konfirmasi.
2. SNR Technical : Durasi OP selama 2 – 3 menit sampai akhir periode.
 Analisa Support & Resistance (SNR) 5. Durasi aman OP minimal 2 – 3 menit.
 Analisa Pola Candlestick 6. Pola pembentukan harga pada candle berada di
 Analisa Trend Market detik 38 – 30.

CANDLESTICK PATTERN VARIATION