Anda di halaman 1dari 43

Spektroskopi

Bintang

DND-2006
Teori Dasar Spestroskopi
Newton (1665) : Cahaya matahari yang tampak putih
apabila dilalukan pada suatu gelas prisma akan terurai
dalam berbagai warna. Uraian warna ini disebut
Spektrum.

Wollaston (1804) : Melihat adanya garis


gelap pada spektrum matahari.

W.H. Wollaston
(1766 – 1828) Spektrum Matahari.
http://www.coseti.org/highspec.htm

DND-2006
Fraunhofer (1815) : Melakukan pengamatan pada
spektrum matahari dan berhasil mengkataloguskan 600
garis.
F
raunhofer (1823) : Mendapatkan bahwa
spektrum bintang juga mengandung garis-
garis gelap seperti yang terdapat pada
matahari. Dengan demikian, matahari
adalah sebuah bintang.
 Garis-garis spektrum pada bintang
Joseph von Fraunhofer
dapat dibentuk di laboratorium
(1787 – 1826)

DND-2006
Pembentukan Spektrum
Apabila seberkas cahaya putih dilalukan ke dalam
prisma, maka cahaya tersebut akan terurai dalam
beberapa warna (panjang gelombang)
Spektrum
p utih
h aya
Ca R
6 000 Å
O
Prisma Y 5 000 Å
G
B 4 000 Å
V

DND-2006
Selain dengan prisma, spektrum cahaya juga dapat
diuraikan oleh kisi-kisi digunakan dalam spektrograf

Spektrum
V
4 000 Å B
G
5 000 Å Y
O Cahaya
6 000 Å R datang

Kisi-kisi

DND-2006
Hukum Kirchoff (1859)
1. Bila suatu benda cair atau gas
bertekanan tinggi dipijarkan, benda
tadi akan memancarkan energi dengan
spektrum pada semua panjang
gelombang

Gustav R. Kirchoff
(1824 – 1887)
Spektrum Kontinu

DND-2006
2. Gas bertekanan rendah bila dipijarkan akan
memancarkan energi hanya pada warna, atau
panjang gelombang tertentu saja. Spektrum yang
diperoleh berupa garis-garis terang yang disebut garis
pancaran atau garis emisi. Letak setiap garis atau
panjang gelombang garis tersebut merupakan ciri gas
yang memancarkannya.

Spektrum Garis
Gas panas

DND-2006
3. Bila seberkas cahaya putih dengan spektrum kontinu
dilewatkan melalui gas yang dingin dan renggang
(bertekanan rendah), gas tersebut tersebut akan
menyerap cahaya tersebut pada warna atau panjang
gelombang tertentu. Akibatnya akan diperoleh
spektrum kontinu yang berasal dari cahaya putih yang
dilewatkan diselang-seling garis gelap yang disebut
garis serapan atau garis absorpsi.

Gas dingin Spektrum Kontinu & garis absorpsi

DND-2006
garis absorpsi
Gas Slit Prisma
Sumber
Cahaya
6000 K 5000 K Spektrum
kontinu

garis emisi

DND-2006
Deret Balmer
Apabila seberkas gas hidrogen dipijarkan
akan memancarkan sekumpulan garis
terang atau garis emisi dengan jarak antar
satu dan lainnya yang memperlihatkan
suatu keteraturan tertentu. Menurut Balmer
(ahli fisika dari Swiss), panjang gelombang
Johann J. Balmer garis emisi tersebut mengikuti hukum
(1825 – 1898)
1 1 1
=R . . . . . . . . . . . (5-
λ 22 n2 1)
λ = panjang gelombang, n = bilangan bulat 3, 4, 5, . . .
. dan R = suatu tetapan

DND-2006
Untuk :
n=3 deret Balmer pertama : Hα pada λ = 6563
n=4 deret
Å Balmer kedua : Hβ pada λ = 4861
n=5 Å
deret Balmer ketiga : Hγ pada λ = 4340
n=6 Å
deret Balmer keempat : Hδ pada λ = 4101
.
. Å
.
n=∞ limit deret Balmer pada λ = 3650 Å
H H H H
δ γ β α

4 000 5 000 6 000 λ (Å)

Deret Balmer dalam bentuk garis absorpsi


DND-2006
Setelah ditemukan deret Balmer ditemukan deret
hidrogen lainnya, dan persamaan deret Balmer masih
tetap berlaku dengan mengubah 22 menjadi m2 dimana m
adalah bilangan bulat mulai dari 1, 2, 3, . . . .
1 1 1 . . . . . . . . . . . . (5-2)
=R
λ m2 n2
Konstanta Rydberg
Apabila λ dinyatakan dalam cm
maka R = 109 678
m=1 ditemukan deret Lyman dengan n = 2, 3, …
m=2 ditemukan deret Balmer dengan n = 3, 4, …
m=3 ditemukan deret Paschen dengan n = 4, 5, …
m=4 ditemukan deret Brackett dengan n = 5, 6, …
DND-2006
Kontinum untuk elektron bebas


4
3
H H H Deret Balmer
2
α β γ
13,6 eV

Lα Lβ Lγ Deret Lyman
n=1
Tingkat energi dasar

DND-2006
Teori Atom Hidrogen Bohr
 Atom hidrogen terdiri dari inti yang
bermuatan positif (proton) yang dikelilingi
oleh sebuah elektron
Massa proton (M) >> massa elektron (me)
 orbit dapat dianggap lingkaran
tingkat energi
Misalkan : N.H.D. Bohr
r = jarak elektron-proton (1885 – 1962)
proton
elektron -
r + v = kecepatan elektron
v E = energi yang dipancarkan elektron
elektron berada dalam orbitnya
dalam pengaruh gaya sentral yg
disebabkan gaya elektrostatik

DND-2006
Energi elektron terdiri dari :
Energi kinetik (EK) dan energi potensial (EP)
Energi total elektron adalah,
E = EK + EP . . . . . . . . . . . . . . (5-3)
1 . . . . . . . . . . . . . . (5-4)
EK = me v2
2
Menurut Coulomb, gaya elektrostatik antara proton
dan elektron adalah,
e2 muatan elektron
F= 2 . . . . . . . . . . . . . . . . (5-5)
r

DND-2006
Supaya elektron tetap stabil dalam orbitnya, gaya elek-
trostatik ini harus diimbangi oleh gaya sentrifugal
Mev 2 . . . . . . . . . . . . . . . . (5-6)
F=
r
e2
Dari pers (5-5) : F = dan pers. (5-6) diperoleh,
r 2

mev2 e2 e
= 2 v= . . . . . . . (5-7)
r r m er
1
Subtitusikan pers. (5-7) ke pers. (5-4) : EK = me v2
2
diperoleh,
1 1 e2 . . . . . . . . . . . (5-8)
EK = me v2 =
2 2 r

DND-2006
Energi potensial elektron dalam orbitnya adalah,
r

e2 e2
EP = 2 dr = − . . . . . . . . . . . (5-9)
r r

berarti tarik menarik

Dari pers. (5-3), (5-8) dan (5-9) diperoleh,

1 e2 e2 e2 . . . . . . . . . (5-10)
E= =
2 r r 2r
Momentum sudut elektron pada orbitnya dinyatakan oleh,

H = me v r = e(mer)1/2 . . . . . . . . . (5-11)

DND-2006
Menurut Bohr, elektron hanya dapat bergerak
mengelilingi proton pada orbit tertentu dan jarak orbit
tersebut (r) memungkinkan momentum sudut elektron di
sekitar inti mempunyai harga yang diberikan oleh
kelipatan
h konstanta Planck

2
π
konsep ini disebut momentum sudut yang terkuantisasi
 elektron terkuantisasi
Jadi menurut Bohr, momentum sudut elektron dapat
dinyatakan oleh,
nh
H= . . . . . . . . . . . . . . . . . . (5-12)
2
n = 1, 2, 3, . . . .π= tingkat energi

DND-2006
nh
Dari pers. (5-11) : H = e(mer) 1/2
dan (5-12) : H =
2
nh π
diperoleh, = e(me r)1/2 . . . . . . . . . . . . . . . (5-
2 13)
Karena itu radiusπ orbit Bohr dapat dinyatakan oleh,
n2 h2 . . . . . . . . . . . . . . . (5-
r=
4π 2 e2 me 14)
e = 4,803 x 10-10 statcoulomb (gr1/2 cm3/2 s-1 )
me = 9,1096 x 10-28 gr
h = 6,626 x 10-27 erg s
Jika harga-harga ini dimasukan ke pers. (5-14) dan
ambil n = 1 maka diperoleh (1 erg = 1 gr cm2 s-2 )
r = 5,29 x 10-9 cm = 0,5290 Å
DND-2006
n2 h2
Apabila harga r dalam pers. (5-14) : r =
4π 2 e2
e2me
disubtitusikan ke, pers. ( 5-10) :E =
2r
dan kita masukan harga e, me serta h akan diperoleh
energi orbit Bohr yaitu,
2π 2 e4 13,6
eV . .(5-15)
En = = − 2,18 x 10 ergs =
-11

nmh
2 e2 n2
(1 eV = 1,602 x 10-12 erg)
Untuk atom yg berada pada tingkat dasar (ground state)
 n=1
Maka diperoleh, E = − 13,6 eV . . . . . . . . . . . . (5-16)
melepaskan elektron

DND-2006
Apabila elektron berpindah dari tingkat n ke tingkat m (m
> n)
 elektron akan kehilangan energi.
 Energi ini akan dipancarkan sebagai foton atau
butiran cahaya dengan energi sebesar hυ (h adalah
konstanta Planck dan υ adalah frekuensi foton)
13,6
Dari pers. 5-15 : En = eV
n 2

akan diperoleh,
13,6 13,6 1 1 . . (5-17)
hυ = Em – En = 2 = 13,6
m n2
m2 n2

DND-2006
Oleh karena υ = c/λ , maka
1 1
pers. (5-17) : hυ =
13,6 m 2
n2

hc 1 1
dapat dituliskan menjadi, = 13,6 2 . . (5-18)
λ m n2
Apabila harga c dan h dimasukan ke pers. (5-18) maka
akan diperoleh,
Sama dengan
1 1 1
yang ditemukan = 109 678 . . . . . . . (5-19)
oleh Balmer λ m2 n2
secara empiris
Konstanta Rydberg (R),
λ dinyatakan dalam cm

DND-2006
 Suatu atom yang elektronnya berada ditingkat yang
lebih tinggi dari tingkat dasar, dikatakan atom
tersebut berada dalam keadaan tereksitasi
 Pada umumnya suatu atom berada keadaan
tereksitasi di tingkat energi tertentu hanya dalam
waktu yang singkat, sekitar 10-8 detik.
 Selanjutnya elektron akan kembali lagi ke tingkat
yang lebih rendah dengan disertai pemancaran
foton, atau dapat juga meloncat ke tingkat yang
lebih tinggi dengan menyerap foton.

DND-2006
Tingkat energi Atom
Diagram tingkat energi atom
Elektron bebas

deeksitasi eksitasi

proton
4 3 2 1
Tingkat energi
h
υ h
υ
deeksitasi
tingkat energi eksitasi
elektron

DND-2006
Persamaan Boltzmann
Tinjau suatu gas yang berada dalam keadaan setimbang
termodinamik (jumlah energi yang diserap dan yang
dipancarkan sama).
 Dalam keadaan ini terdapat ketimbangan jumlah atom
yang elektronnya bereksitasi di tingkat a (Na) dan
yang bereksitasi di tingkat b (Nb). Perbandingan Na
dan Nb dapat ditentukan dengan mekanika statistik
yaitu,
Nb gb − E /kT
= e . . . . . . . . . . . . . . (5-
ab

Na ga 20)

DND-2006
ga dan gb beban statistik
L. Boltzmann
utk tingkat energi a dan b.
(1844 – 1906)
temperatur dinyatakan
dalam derajat K
Persamaan Nb gb
= e− E
ab /kT
. . . . . . . . . . . . . . (5-
Boltzmann Na ga 20)
tetapan Boltzmann =
1,37 x 10−16 erg K−1
beda energi antara tingkat a dan b
DND-2006
 Untuk atom hidrogen beban statistik untuk
tingkat ke-n adalah gn = 2 n2.
 Untuk atom pada umumnya g = 2J + 1. J adalah
momentum sudut atom
 Apabila harga k dimasukkan dan energi dinyatakan
dalam satuan eV, maka persamaan Boltzmann
dapat dituliskan dalam bentuk,
Nb 5040 Eab gb
log = + log . . . . . (5-21)
Na T ga
Dari persamaan ini dapat dihitung jumlah elektron
yang bereksitasi dari tingkat a ke b.

DND-2006
Contoh Penggunaan Pers. Boltzmann
Untuk atom hidrogen, a = 1, persamaan Boltzmann yaitu
Nb 5040 Eab gb
Pers. (5-21 ) : log = + log
Na T ga
Nb 5040 E1b gb
menjadi : log = + log
N1 T g1
Oleh karena untuk atom hidrogen gn = 2n2  g1 = 2
Maka pers Boltzmann menjadi
Nn 5040 E1n
log = + 2 log n
N1 T

DND-2006
n2 − 1
Untuk atom hidrogen, E1n = 13,6
n2
Maka pers. Boltzmann menjadi

Nn 68 500 n2 − 1
log = + 2 log n
N1 T n2

DND-2006
Tabel 5.1. Nn/N1 untuk atom Hidrogen
n T = 5 040 K T = 10 080 K T = 20 160 K

2 2,52 x 10-10 3,18 x 10-05 1,13 x 10-02


3 7,33 x 10-12 8,12 x 10-06 8,55 x 10-03
4 2,85 x 10-12 6,75 x 10-06 1,04 x 10-03
5 2,20 x 10-12 7,41 x 10-06 1,36 x 10-02
6 2,16 x 10-12 8,81 x 10-06 1,78 x 10-02

T < : hampir semua hidrogen netral berada di tingkat


dasar.
T > : populasi atom hidrogen yang berada di tingkat
energi yang lebih tinggi naik

DND-2006
Persamaan Saha
 Suatu atom yang masih lengkap elektronnya, bermu-
atan listrik netral atom netral
 untuk menyatakan atom netral digunakan notasi I,
Contoh :
Ca I, adalah atom kalsium netral.
H I adalah hidrogen netral, dst
 Apabila atom tsb. menyerap energi yang cukup besar,
sehingga paling sedikit ada satu elektron yang lepas
 atom terionisasi

DND-2006
 Apabila atom kehilangan satu elektron dikatakan atom
terionisasi satu kali. Jika yang hilang ada dua
elektron, dikatakan atom terionisasi dua kali, dst.
 Untuk menyatakan atom terionisasi satu kali
digunakan notasi II, untuk atom terionsasi dua kali
digunakan notasi III dst.
Contoh :
Ca II adalah atom terionisasi satu kali
Si III adalah atom terionisasi dua kali
C IV adalah karbon terionisasi tiga kali, dst

DND-2006
 Pada peristiwa ionisasi, energi pada berbagai
panjang gelombang dapat diserap oleh atom,
asalkan energi tersebut sama atau lebih besar
daripada yang diperlukan untuk ionisasi.
 Kelebihan energi akan digunakan untuk
menambah energi kinetik elektron yang lepas.
 Atom yang terionisasi, kedudukan tingkat energi
elektron yang masih diikatnya berubah.
 Akibatnya garis spektrum yang ditimbukannya
akan berbeda dengan garis spektrum atom netral.

DND-2006
 Peristiwa kebalikan dari ionisasi disebut rekombinasi
atau deionisasi : elektron bebas ditangkap oleh atom
dengan disertai pancaran energi.

Elektron bebas

rekombinasi
h
υ
ionisasi h
υ
h
υ h
υ
deeksitasi
tingkat energi eksitasi
elektron

DND-2006
Dalam keadaan setimbang termodinamika, laju ionisasi
sama dengan laju rekombinasi
jumlah atom yang terionisasi r kali akan tetap.
Misal, dalam suatu kumpulan gas :
 jumlah atom yang terionisasi r kali adalah Nr
 jumlah atom yang terionisasi r + 1 kali adalah Nr+1

Menurut Saha : massa elektron energi ionisasi atom


= 9,109 x 10 gr yang terionisasi r kali
-28

3/2
Nr+ 1 ur+ 1 2π 5/2 − Ir /kT
Pe = 2 m kT e . . . (5-22)
Nr ur h2e
Tekanan yg ditimbulkan fungsi partisi utk atom yang
oleh elektron bebas terionisasi r dan r+1 kali

DND-2006
Meghnad Saha
(1894 - 1956)

3/2
Nr+ 1 ur+ 1 2π 5/2 − Ir /kT
Pe = 2 m kT e . . . (5-22)
Nr ur h2e

Persamaan Saha
DND-2006
Apabila digunakan satuan eV untuk energi ionisasi dan
yang lainnya dalam cgs, maka persamaan Saha
dituliskan :

Nr+ 1 − 5040
log Pe = Ir + 2,5 log T
Nr T
2ur+ 1
− 0,48 − log Pe + log . . (5-23)
ur

 Dari persamaan ini tampak bahwa pada temperatur


yang tinggi dan tekanan yang rendah jumlah atom
yang terionisasi tinggi akan besar.

DND-2006
Contoh penggunaan persamaan Saha
Untuk hidrogen : u1 = 2, u2 = 1, Ir = 13,6 eV
Dengan memasukkan harga-harga ini ke pers. Saha
3/2
Nr+ 1 ur+ 1 2π 5/2 − Ir /kT
Pers. 5-22 : Pe = 2 m kT e
Nr ur h2e
diperoleh,
Tabel 5.2. Nilai (NHII /NHI)Pe untuk atom Hidrogen
5040 K 10.080 K 20.160 K
NHII
Pe 1,49 x 10-5 5,36 x 102 7,63 x 106
NHI

Pada Pe = 1–10 dyne/cm2, hidrogen berubah dari hampir


netral pada T = 5 040 K menjadi hampir terionisasi pada
T = 10 080 K.
DND-2006
Hasil dari pers. Saha ini dapat dikombinasikan dengan
hasil dari persamaan Boltzmann, yaitu

Nn Nn Nn /NHI
= =
NH NHI + NHII 1 + NHII /NHI
Nn /N1 dapat ditentukan dari pers. Boltzmann

1 + NHII /NHI dapat ditentukan dari pers. Saha

Dengan memasukan harga-harga pada Tabel V.1 dan


Tabel V.2 ke pers di atas diperoleh,

DND-2006
Tabel 5.3. Nilai (NnNH) untuk atom Hidrogen
n T = 5 040 K T = 10 080 K T = 20 160 K
2 2,52 × 10-10 5,92 × 10-08 1,48 × 10-09
3 7,33 × 10-12 1,51 × 10-08 1,12 × 10-09
4 2,85 × 10-12 1,26 × 10-08 1,36 × 10-09
5 2,20 × 10-12 1,38 × 10-08 1,78 × 10-09
6 2,16 × 10-12 1,64 × 10-08 2,33 × 10-09

Jumlah atom yang tereksitasi relatif terhadap jumlah


semua atom hidrogen naik sedikit kemudian turun
kambali pada temperatur yang lebih tinggi

DND-2006
-6.00

-8.00

-1
0.00
Log (Nn/NH)

-1
2.00

-1
4.00

-1
6.00

-1
8.00

-20.00
0 2500 5000 7500 1
0000 1
2500 1
5000 1
7500 20000
T (oK)

Gambar 5.1. Perubahan N2/NH terhadap temperatur. N2/NH


naik dg cepat dari 2500 oK hingga 8000 oK kemudian turun
lagi. Hal ini menjelaskan mengapa garis deret Balmer sangat
kuat pada bintang kelas A (akan dibicarakan kemudian)

DND-2006
Tugas :
Untuk hidrogen : u1 = 2, u2 = 1, Ir = 13,6 eV
Tentukan populasi atom hidrogen yang bereksitasi dari
n = 3 relatif terhadap atom hidrogen total (NH3 /NH) pada
Pe = 10 dyne/cm2 dan untuk T = 2000, 3000, 4000, …..
20 000 K. Kemudian buat grafiknya Log (NH3 /NH) vs T.
Selanjutnya jelaskan dengan bahasa anda sendiri apa
yang anda dapatkan dari grafik tersebut.

DND-2006
Lanjutkan

Kembali ke Daftar Materi

DND-2006