Anda di halaman 1dari 2

Commentary 4 SP5106.

Pembiayaan Sektor Publik


Rian Fahminuddin (24019003)

Siklus Anggaran (Budget Cycles)

Setelah membaca buku karangan Lee, Johnson, Joyce (2013) yang berjudul Public Budgetting System
menjadi memperoleh gambaran mengenai fase siklus anggaran. Buku tersebut banyak melakukan pembahasan
tentang sistem penganggaran yang diterapkan pada negara federal, dalam hal ini Amerika Serikat (AS).
Terdapat empat fase pada siklus anggaran yang diterapkan di AS yaitu persiapan dan penyerahan, persetujuan,
pelaksanaan, dan audit dan evaluasi. Secara umum, fase pertama dan ketiga adalah tanggung jawab cabang
eksekutif, dan yang kedua dikendalikan oleh cabang legislatif. Fase keempat dalam sistem federal diarahkan
oleh General Accounting Office (GAO), yang bertanggung jawab kepada Kongres dan bukan presiden, dan
seperangkat auditor independen yang dikenal sebagai inspektur jenderal. Audit di tingkat negara bagian dan
lokal biasanya menjadi tanggung jawab pejabat yang dipilih secara independen atau pejabat yang melapor
langsung ke legislatif.
Meskipun langkah-langkah tersebut sudah tersusun dengan sistematis, pada kenyataannya masih
terdapat kendala pada penerapan proses siklus tersebut. Salah satu diantaranya adalah siklus yang tumpang
tindih. Proses perencanaan penganggaran diperumit dengan adanya beberapa siklus anggaran dengan
informasi yang tidak sempurna dan tidak lengkap. Persiapan penganggaran sudah seharusnya diselesaikan atas
sepengetahuan dari Legislatif untuk meminimalisasi kendala-kendala mungkin dihadapi.
Selain itu hal yang menjadi kritik terhadap standar penganggaran, terutama di tingkat federal, adalah
bahwa anggaran jarang dipertimbangkan secara keseluruhan selama tahap persiapan. Dalam cabang eksekutif,
hanya presiden dan staf langsungnya yang memandang anggaran secara keseluruhan. Lembaga-lembaga
terutama hanya memusatkan perhatian pada bagian mereka sendiri dari total anggaran. Pandangan yang tidak
menyeluruh dari lembaga-lembaga tersebut mengakibatkan informasi yang diperoleh menjadi tidak sempurna
dan tidak lengkap yang akan menimbulkan kendala pada jalannya siklus anggaran.
Hal yang juga menjadi perhatian adalah mengenai lembaga audit pada negara federal. Sempat terjadi
kontroversi yang cukup besar mengenai lokasi organisasi yang tepat dari fungsi audit. Pada tahun 1920,
Presiden Woodrow Wilson memveto undang-undang yang akan membentuk sistem anggaran federal dengan
alasan bahwa ia menentang penciptaan kantor audit yang bertanggung jawab kepada Kongres daripada kepada
presiden. Namun demikian, GAO didirikan pada tahun 1921 oleh Budget and Accounting Act dan dibuat
lengan Kongres, dengan alasan bahwa unit audit di luar cabang eksekutif harus dibuat untuk memberikan
penilaian objektif praktik pengeluaran. Langkah tersebut sangat tepat dilakukan karena apabila lembaga audit
masih terkait dengan eksekutif akan berpotensi menimbulkan intervensi yang berlebihan dari eksekutif, yang
pada akhirnya menjadikan lembaga audit menjadi tidak kredibel.
Pada beberapa negara bagian ada yang menerapkan sistem anggaran dua tahunan. Hal tersebut
menyalahi aturan dari prinsip penganggaran tahunan. Sistem penganggaran yang dilakukan periode tahunan
adalah yang paling efektif, karena memungkinkan untuk bisa dilakukan evaluasi dengan tepat sebagai dasar
penganggaran periode selanjutnya. Pada periode dua tahunan akan sulit untuk merespon kondisi perubahan
yang ada. Biaya yang ditimbulkan akibat tidak bisa menyesuiakan diri dengan kondisi perubahan yang ada
dapat berpotensi lebih besar dari manfaat yang diperoleh dari penerapan sistem ini. Maka seharusnya
bagaimana caranya setiap negara dilakukan penekanan untuk menerapkan sistem penganggaran tahunan bukan
dua tahunan.
Commentary 4 SP5106. Pembiayaan Sektor Publik
Rian Fahminuddin (24019003)
Pertanyaan :
1. Siklus penganggaran yang tumpang tindih mengakibatkan tidak berjalannya siklus sesuai dengan yang
seharusnya. Langkah-langkah yang terdapat pada siklus anggaran terkadang melebihi dari target waktu
yang ada. Lantas bagaimana cara mengatasi adanya siklus anggaran yang tumpang tindih ini, agar siklus
dapat berjalan?
2. Pada suatu lembaga pemerintah, personil yang memiliki latar belakang di bidang keuangan dan
administrasi publik sangat diperlukan untuk menjamin berlangsungnya siklus keuangan sesuai dengan
yang diharapkan. Namun saya mengamati bahwa beberapa unit pelaksana teknis pada Kementerian Hukum
dan HAM tempat saya bekerja, jumlah personil yang memiliki latar belakang bidang keuangan dan
administrasi publik sangat minim. Sehingga posisi fungisonal penyusun program, pengelola keuangan dan
penyusun laporan keuangan di isi dengan personil dengan latar belakang di luar bidang tersebut, sehingga
hasilnya bisa di bilang tidak maksimal. Permohonan kebutuhan personil pun selalu disampaikan ke
pemerintah pusat, namun seringkali formasi yang diminta tersebut tidak di setujui, dimungkinkan ada
prioritas lain di pemerintah pusat. Langkah apa yang harus dilakukan agar siklus keuangan dapat berjalan
sebagaimana mestinya bila penambahan personil tidak dimungkinkan, namun dengan keterbatasan personil
yang ada?