Anda di halaman 1dari 2

Commentary 1 SP5106.

Pembiayaan Sektor Publik


Rian Fahminuddin (24019003)

DASAR-DASAR KESEJAHTERAAN EKONOMI


(FUNDAMENTALS OF WELFARE ECONOMICS)

Summary
Efisiensi Pasar (Market Efficiency)
Efisiensi Pareto adalah kondisi yang terjadi ketika sumber daya dialokasikan sedemikian rupa sehingga tidak
mungkin untuk membuat seseorang lebih baik tanpa membuat orang lain lebih buruk. Teori dasar dari ekonomi
kesejahteraan yaitu : 1) Setiap ekonomi kompetitif adalah Efisiensi Pareto, 2) Setiap alokasi sumber daya Pareto
yang efisien dapat dicapai melalui mekanisme pasar kompetitif, dengan redistribusi awal yang sesuai.
Efisiensi Pasar Tunggal menyatakan bahwa dalam memutuskan berapa banyak permintaan, individu menyamakan
keuntungan marjinal yang mereka terima dari mengkonsumsi unit tambahan dengan biaya marjinal, harga yang
harus mereka bayar.
Terdapat tiga efisiensi yang diperlukan dalam Efisiensi Pareto : 1) Efisiensi Pertukaran yaitu tingkat substitusi
marjinal antara dua barang harus sama untuk semua individu. 2) Efisiensi Produksi yang berarti tingkat substitusi
teknis marjinal antara dua input harus sama untuk semua perusahaan. 3) Efisiensi Produk Campuran tingkat
transformasi marjinal harus sama dengan tingkat substitusi marjinal.
Kegagalan Pasar (Kegagalan Pasar)
Terdapat enam alasan mengapa mekanisme pasar mungkin tidak menghasilkan alokasi sumber daya Pareto yang
efisien: kegagalan persaingan, barang publik, eksternalitas, pasar yang tidak lengkap, kegagalan informasi, dan
pengangguran.

Komentar :
Sudah semestinya konsep dari Efisiensi Pareto dilakukan pembaharauan konsep sehingga sumber daya
dialokasikan sedemikian rupa sehingga memungkinkan untuk membuat seseorang lebih baik tanpa membuat orang
lain lebih buruk, dengan konsep tersebut maka tak lagi ada pihak yang dirugikan. Prinsip kedaulatan konsumen
menyatakan bahwa setiap individu adalah penentu terbaik dari kebutuhan dan kesenangan mereka sendiri. Oleh
karena itu pasar harus dapat menganalisa mengenai kebutuhan setiap individu untuk dapat mencapai efisiensi
pasar. Setiap invidu bisa salah dalam mengintrepetasikan apakah yang terbaik untuk dirinya, maka disinilah
diperlukan intervesi pemerintah dalam hal penentuan kebijakan. Pemerintah memiliki peran yang sangat strategis
dalam rangka meminimalisasi kegagalan pasar. Dalam penentuan sebuah kebijakan, pemerintah bukan hanya
berkutat pada pendekatan normatif, melainkan pemerintah harus mampu mengindentifikasi situasi dari kegagalan
pasar, untuk bisa mengetahui di sisi mana yang seharusnya ada penekanan dari pemerintah.
Commentary 1 SP5106. Pembiayaan Sektor Publik
Rian Fahminuddin (24019003)

Pertanyaan :
 Bagaimana prinsip effisiensi pareto ini diterapkan di Indonesia, yang mana dengan keadaan masyarakat
Indonesia yang sangat heterogen, dengan karakteristik wilayah, budaya dan karakter individu yang berbeda-
beda?
 Sejumlah kebijakan perekonomian telah diterapkan sejak Indonesia merdeka, namun Bank Indonesia (BI)
mencatat utang luar negeri (ULN) Indonesia hingga Mei 2019 mencapai US$368,1 miliar atau sekitar Rp5.153
triliun (Kurs Jisdor akhir Mei Rp14.313 ribu per dolar AS). Posisi utang tersebut tumbuh 7,4 persen dibanding
periode yang sama tahun lalu. Selain itu, pertumbuhan ekonomi juga tidak merata di seluruh wilayah Indonesia.
Apa yang salah dengan kebijakan perekonomian di Indonesia serta prinsip dan mekanisme seperti yang harus
ditempuh oleh pemerintah agar permasalahan-permasalahan tersebut dapat teratasi?