Anda di halaman 1dari 2

Commentary 10 SP5106.

Pembiayaan Sektor Publik


Rian Fahminuddin (24019003)

Capital Finance and Debt Management

Dalam buku Lee, Johnson, Joyce (2013) Bab 13 membahas beberapa hal antara lain alasan
penganggaran modal sektor publik dan bentuk umum dari rencana dan anggaran modal. Pada bab
tersebut terlihat perbedaan antara pemerintah federal AS, dan sebagian besar pemerintah nasional, jika
dibandingkan dengan pemerintah negara bagian dan lokal. Dalam buku ini disebutkan juga bahwa
pembelian atau pembangunan aset atau fasilitas fisik jangka panjang adalah investasi modal. Bagi
pemerintah, penting untuk membedakan antara tiga jenis investasi. Pertama, pemerintah dapat membeli
aset fisik untuk digunakan sendiri selama bertahun-tahun di aset masa depan seperti gedung kantor, alat
berat, dan mesin. Kedua, pemerintah dapat melakukan investasi dalam fasilitas fisik yang meningkatkan
pembangunan ekonomi swasta dan memberikan layanan publik yang diperlukan - misalnya, jalan dan
sistem air. Ketiga, pemerintah dapat berinvestasi dalam barang tidak berwujud, seperti pendidikan dan
penelitian.
Pemerintah federal dalam bab tentang investasi federal dalam Analisis khusus volume anggaran
mempertimbangkan pengeluaran untuk aset fisik, penelitian dan pengembangan, dan pendidikan sebagai
investasi, tetapi mengecualikan apa yang disebut investasi sosial, seperti program imunisasi anak, yang
juga memiliki manfaat jangka panjang. Proses penganggaran modal hanya berurusan dengan pembelian
aset fisik. Anggaran modal membantu dalam memutuskan berapa banyak dari setiap jenis investasi
diperlukan, dan membantu dalam mengevaluasi pendapatan yang tersedia (termasuk pinjaman) untuk
membiayai investasi tersebut.
Bila melihat negara Indonesia, pembangunan infrastruktur juga telah menjadi salah satu fokus
utama dari pemerintahan Presiden Jokowi, yang telah menunjukkan kecenderungan untuk fokus pada
transportasi dan infrastruktur terkait energi. Pemerintah Indonesia mendorong pihak swasta untuk
berpartisipasi dalam proyek infrastruktur melalui berbagai bentuk kerjasama, termasuk skema kemitraan
publik-swasta (PPP). Upaya untuk mendorong partisipasi swasta ini dilengkapi dengan komitmen
berkelanjutan pemerintah untuk reformasi struktural, dengan tujuan meningkatkan kemudahan
melakukan bisnis (EODB) di Indonesia melalui deregulasi dan pemotongan birokrasi. Di sektor swasta,
proyek biasanya melibatkan pengembangan real estat perumahan dan komersial, dengan pembangunan
apartemen baru, unit perumahan, gedung perkantoran dan pusat perbelanjaan. Hal ini diharapkan
menjadi salah satu investasi dalam fasilitas fisik yang meningkatkan pembangunan ekonomi swasta dan
memberikan layanan publik yang diperlukan.
Utang merupakan salah satu instrumen pembiayaan pemerintah dalam menutupi defisit
anggaran. Pada sektor publik, pengelolaan atas utang harus tetap pada jalur yang berkelanjutan dan
strategi yang terpercaya untuk mengurangi tingkat utang yang berlebihan. Sebuah portofolio utang
pemerintah biasanya berisi struktur keuangan yang kompleks serta dapat menghasilkan risiko yang besar
untuk neraca pemerintah dan stabilitas keuangan negara. Pemerintah perlu memikirkan bagaimana
pengelolaan risiko yang timbul atas diambilnya langkah pembiayaan dengan utang luar negeri. Fluktuasi
yang sangat tinggi atas nilai tukar terhadap mata uang menjadi salah satu perhatian pemerintah dalam
mengelola risiko utang luar negeri. Risiko ini harus dikurangi semaksimal mungkin dengan
mempertimbangkan biaya untuk melakukannya. Diperlukan peran pemerintah dalam menentukan
kebijakan skema lindung nilai atas utang luar negeri sehingga pengelolaan risiko atas utang tersebut
dapat dilakukan secara maksimal.
Commentary 10 SP5106. Pembiayaan Sektor Publik
Rian Fahminuddin (24019003)

Pertanyaan :
1. Dalam buku Lee, Johnson, Joyce disebutkan dasar pemikiran untuk penganggaran modal federal
meskipun telah dievaluasi beberapa kali dalam empat dekade terakhir tidak pernah meyakinkan.
Investasi modal adalah bagian yang jauh lebih kecil dari anggaran federal, dan sebagian besar biaya
modal yang dikeluarkan oleh pemerintah federal adalah untuk pengeluaran pertahanan yang
biasanya tidak dianggap investasi atau hibah kepada pemerintah negara bagian dan lokal untuk
mendukung investasi modal mereka. Alternatif seperti apa yang dilakukan pemerintah federal untuk
memaksimalkan anggaran, melihat bahwa pengeluaran pemerintah tidak dianggap sebagai investasi?
2. Hutang luar negeri pada saati ini seolah menjadi belenggu bagi pemerintah Indonesia, yang mana
tampak mustahil bagi pemerintah Indonesia untuk menyelsaikan permasalahan hutang ini. Meskipun
pada awalnya hutang yang dilakukan pemerintah Indonesia adalah dimaksudkan untuk mendukung
pembangunan namun yang terjadi menjadi seperti ‘kutukan’ yang turun menurun dari generasi ke
generasi. Bila melihat kasus di Indonesia tersebut, apakah hutang masih relevan untuk dijadikan
solusi pemerintah untuk mendukung pembangunan, lantas bagaimana mengelola hutang yang
seharusnya, sehingga tak menjadi ‘kutukan’ bagi generasi berikutnya?