Anda di halaman 1dari 26

TUGAS INDIVIDU

EKONOMI KESEHATAN

KONSEP KESEIMBANGAN PASAR

OLEH :
NAMA : FITRIA NUR MALITA SARI
NIM : G2U120006
KELAS : A (AKK)

PRODI MAGISTER KESEHATAN MASYARAKAT


UNIVERSITAS HALUOLEO
KENDARI
2021

1
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur Saya panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena
berkat limpahan Rahmat dan Karunia-nya sehingga Saya dapat Menyusun
makalah ini. Dalam makalah ini Saya membahas mengenai topik keseimbangan
pasar.
Makalah ini dibuat dari beberapa referensi dan bantuan dari berbagai pihak
untuk membantu menyelesaikan tantangan dan hambatan selama mengerjakan
makalah ini. Oleh karena itu, Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-
besarnya kepada pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini.
Saya menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang mendasar pada
makalah ini. Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kita
sekalian.
Kendari, 25 Maret 2020

Penyusun

DAFTAR ISI

2
JUDUL .................................................................................................................. 1
KATA PENGANTAR .......................................................................................... 2
DAFTAR ISI ......................................................................................................... 3
BAB I KONSEP KESEIMBANGAN PASAR
A. Pasar.................................................................................................................. 4
B. Struktur Pasar ................................................................................................ 5
C. Jenis-jenis Pasar .............................................................................................. 6
D. Fungsi Pasar …………………………………………………………….…. 10
E. Keseimbangan Pasar ………………………………………………………. 11
BAB II CIRI-CIRI PASAR
A. Ciri-ciri Pasar ................................................................................................ 16
B. Bentuk-bentuk Pasar .................................................................................... 16
C. Pasar Pelayanan Kesehatan ......................................................................... 22
BAB III KESIMPULAN
Kesimpulan ............................................................................................. 13
DAFTAR PUSTAKA

BAB I

3
KONSEP KESEIMBANGAN PASAR

A. PASAR
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, pasar adalah tempat orang berjual
beli (DEP. PDK, 1988). Adapun menurut istilah, pasar adalah sebuah mekanisme
pertukaran barang dan jasa yang alamiah dan berlangsung sejak peradaban awal
manusia (P2EI-UII, 2008).
Menurut Supriyatno (2008), pasar adalah suatu tempat atau proses
interaksi antara permintaan dan penawaran dari suatu barang atau jasa tertentu
yang akhirnya dapat menetapkan harga keseimbangan dan jumlah barang atau jasa
yang diperdagangkan.
Pasar merupakan lembaga yang penting bagi kebutuhan manusia, di mana
ada suatu permintaan dan penawaran secara antarodhin dengan tujuan yang saling
memanfaatkan dan memuaskan antara yang satu dengan yang lainnya. Pada
umumnya suatu negara yang berhasil dalam perekonomiannya terletak pada
mekanisme pasar yang dijalankannya.
Sedangkan mekanisme pasar itu sendiri adalah interaksi yang terjadi antara
permintaan (demand) dari sisi konsumen dan penawaran (supplay) dari produsen,
sehingga harga yang diciptakan merupakan perpaduan dari kekuatan masing-
masing pihak tersebut.
Adapun mekanisme pasar menurut Adiwarman Karim adalah terjadinya
interaksi antara permintaan dan penawaran yang akan menentukan tingkat harga
tertentu. Dan salah satu syarat utama berjalannya mekanisme pasar adalah adanya
transaksi pertukaran dalam perdagangan (Karim, A.A., 2003).
Dari berbagai pengertian dia atas, pasar dapat diartikan sebagai tempat
terjadinya mekanisme pertukaran barang atau jasa oleh penjual dan pembeli untuk
menetapkan harga keseimbangan dan jumlah barang atau jasa yang
diperdagangkan, yang mana sebagai syarat utama dari berjalannya mekanisme
pasar.
Pasar merupakan sekumpulan pembeli dan penjual yang melalui interaksi
actual atau potensi mereka menentukan harga suatu produk atau serangkaian

4
produk. Semula pasar berarti suatu tempat dimana pada hari tertentu para penjual
dan para pembeli dapat bertemu untuk jual beli barang. Dalam ilmu ekonomi
pasar biasanya terdapat beberapa aspek (Gilarso, T., 2004) :
 Suatu pertemuan
 Orang yang menjual
 Orang yang membeli
 Suatu barang atau jasa te rtentu
 Dengan harga tertentu
Menurut W.Y. Stanton pasar adalah orang-orang yang mempunyai
keinginan untuk puas, uang untuk berbelanja, dan kemauan untuk
membelanjakannya. Jadi dalam pengertian tersebut terdapat tiga faktor utama
yang menunjang terjadinya pasar, yakni (Sudarsono, 1996) :
 Keinginan manusia
 Daya beli
 Tingkah laku dalam pembelian
Didalam sebuah pasar tentunya terdapat perantara-perantara yang
mendukung terjadinya aktivitas sebuah pasar. Perantara-perantara tersebut
diantaranya (Gilarso, T., 2004) :
 Pedagang (besar/grosir (wholesale) maupun kecil/pengecer atau disebut ritel.
 Perantara khusus (Agen, Makelar, Komisioner, Pialang)
 Eksportir dan importir
 Lembaga-lembaga pembantu, seperti : Bank, Asuransi, Perusahaan
pengangkutan, pengepakan, pergudangan, konsultan, kamar dagang dan lain
sebagainya.

B. STRUKTUR PASAR
Struktur pasar menunjukkan karakteristik pasar, seperti elemen jumlah
pembeli dan penjual, keadaan produk, keadaan pengetahuan penjual dan pembeli,
serta keadaan rintangan pasar. Perbedaan pada elemen-elemen itu akan
membedakan cara masing-masing pelaku pasar dalam industri berperilaku, yang

5
pada gilirannya akan menentukan perbedaan kinerja pasar yang terjadi (Teguh,
2010).
Keadaan jumlah dan distribusi penjual di dalam pasar mempengaruhi
harga jual yang berlaku dan output yang terdapat di dalam pasar. Pada struktur
pasar persaingan sempurna ditandai oleh adanya sejumlah besar penjual di dalam
pasar dan masing-masing di antara mereka memiliki kekuatan pasar yang relatif
sama. Sebagai akibatnya, para pesaing pasar tidak memiliki kekuatan yang berarti
guna mengendalikan keadaan pasar. Selanjutnya keadaan harga dan output pasar
berjalan menurut mekanisme pasar. Akan tetapi pada struktur pasar monopoli
jumlah penjualnya bersifat tunggal oleh karena itu keadaan pasar
sepenuhnyadapat dikendalikan oleh monopolis. Harga dan output pasar
selanjutnya diatur secara penuh oleh monopolis yang menguasai pasar.
Menurut Hasibuan (1993), pengertian struktur sering diidentikan dengan
bentuk atau format tetapi untuk istilah struktur pasar disini adalah bentuk susunan.
Struktur pasar merujuk pada jumlah dan ukuran distribusi perusahaan dalam pasar
serta mudah atau sulitnya masuk dan keluar dari pasar. Struktur pasar menjadi
ukuran penting dalam mengamati variasi perilaku dan kinerja industri, karena
secara strategis dapat mempengaruhi kondisi persaingan serta tingkat harga
barang dan jasa, pengaruh itu akhirnya sampai pada kesejahteraan masyarakat
(social-welfare). Hasibuan (1993) menjelaskan pula bahwa dalam struktur pasar
terdapat elemen-elemen yang menjelaskan pangsa pasar, konsentrasi dan
hambatan untuk masuk (barrier to entry).

C. JENIS-JENIS PASAR
Menurut segi fisiknya, pasar dapat dibedakan menjadi beberapa macam,
diantaranya: Pasar tradisional, pasar raya, pasar abstrak, pasar konkret, toko
swalayan dan toko serba ada.
Menurut lokasi dan kemampuan pelayanannya, pasar digolongkan menja
di lima jenis:
 Pasar regional, yaitu pasar yang terletak di lokasi yang strategis dan luas,
bangunan permanen, dan mempunyai kemampuan pelayanan meliputi seluruh

6
wilayah kota bahkan sampai ke luar kota, sertabarang yang diperjual belikan
lengkap dan dapat memenuhi kebutuhan masyarakatnya.
 Pasar kota, yaitu pasar yang terletak di lokasi yang strategis dan
luas,bangunan permanen, dan mempunyai kemampuan pelayanan meliputi
seluruh wilayah kota, serta barang yang diperjual belikan lengkap. Melayani
200.000‐220.000 penduduk. Yang termasuk pasar ini adalah pasar induk, dan
pasar grosir.
 Pasar wilayah (distrik), yaitu pasar yang terletak di lokasi yang cukup strategis
dan luas, bangunan permanen, dan mempunyai kemampuan pelayanan
meliputi seluruh wilayah kota, serta barang yang diperjualbelikan cukup
lengkap. Melayani sekitar 50.000‐ 60.000 penduduk. Yang termasuk pasar ini
adalah pasar eceran, pasar khusus, dan pasarinduk.
 Pasar lingkungan, yaitu pasar yang terletak di lokasi yang strategis, bangunan
permanen/semi permanen, dan mempunyai pelayanan meliputi lingkungan
pemukiman saja, serta barang yang diperjual belikan kurang lengkap.
Melayani 10.000‐15.000 penduduk. Yang termasuk pasar ini adalah pasar
eceran.
 Pasar khusus, yaitu pasar yang terletak di lokasi yang strategis, bangunan
permanen/semi permanen, dan mempunyai kemampuan pelayanan meliputi
wilayah kota, serta barang yang diperjual belikan terdiri dari satu macam
barang khusus, seperti pasar bunga, pasar burung, atau pasar hewan.
Berdasarkan waktu terjadinya pasar dibagi menjadi enam bagian, diantaranya
(Sudriwati, 2017) :
 Pasar harian, merupakan pasar yang melakukan aktivitas setiap hari, misalnya
pasar pagi,toserba dan warung-warung.
 Pasar mingguan, merupakan pasar yang melakukan aktivitasnya setiap satu
minggu sekali. Misalnya pasar senin atau pasar minggu yang ada dipedesaan.
 Pasar bulanan, merupakan pasar yang melakukan aktivitas setiap satu bulan
sekali. Dalam aktivitasnya bisa satu hari atau lebih. Misalnya, pasar yang

7
biasa terjadi didepan kantor-kantor tempat pensiunan atau purnawirawan yang
mengambil uang pensiunan tiap awal bulan.
 Pasar tahunan, merupakan pasar yang melakukan aktivitas setiap satu tahun
sekali. Kejadian di pasar ini biasanya lebih dari satu hari, bahkan bisa
mencapai lebih dari satu bulan. Misalnya pekan raya jakarta, pasar malam, dan
pameran pembangunan.
 Pasar temporer, merupakan pasar yang terjadi sewaktu-waktu dalam waktu
yang tidak tentu (rutin). Pasar ini biasanya terjadi pada peristiwa tertentu.
Misalnya pasar murah, bazar, dan pasar karena ada perayaan kemerdekaan RI.
Berdasarkan strukturnya yaitu jumlah penjual dan pembeli (Ernita, M., 2015) :
 Pasar persaingan sempurna, merupakan sebuah jenis pasar dengan jumlah
penjual dan pembeli yang sangat banyak dan produksi yang dijual bersifat
homogen. Harga terbentuk melalui mekanisme pasar dan hasil interaksi antara
penawaran dan permintaan sehingga penjual dan pembeli di pasar ini tidak
dapat mempengaruhi harga dan hanya berperan sebagai penerima harga (price
taker). Barang dan jasa yang dijual dipasar ini bersifat homogen dan tidak
dapat dibedakan. Semua produk terlihat identik.
 Pasar persaingan tidak sempurna, yaitu terdiri dari :
o Pasar monopoli adalah suatu bentuk pasar dimana hanya terdapat satu
penjual yang menguasai pasar. Penentu harga dipasar ini adalah seorang
penjual yang sering disebut monopolis.
o Pasar oligopoli adalah pasar dimana penawaran satu jenis barang dikuasai
oleh beberapa perusahaan. Umumnya jumlah perusahaan lebih dari dua
tetapi kurang dari sepuluh.
o Pasar persaingan monopolistik adalah salah satu bentuk pasar dimana
terdapat banyak prodisen yang menghasilkan barang serupa tetapi
memiliki perbedaan pada beberapa aspek.
o Pasar monopsoni adalah bentuk pasar yang terlihat dari segi permintaan
atau pembelinya. Disini pembeli memiliki kekuatan untuk menentuakan
harga dimana hanya ada satu perusahaan saja.

8
o Pasar oligopsoni merupakan pasar dimana barang yang dihasilkan oleh
beberapa perusahaan dan banyak perusahaan yang bertindak sebagai
konsumen. Contohnya telkom, indosat, mobile-8, excelcomindo adalah
beberapa perusahaan pembeli infrastruktur telekomunikasi seluler.
Sedangkan menurut manajemennya, pasar dapat dibedakan menjadi dua yaitu :
 Pasar Tradisional
Peraturan Presiden Republik Indonesia nomor 112 tahun 2007 mendefinisikan
pasar tradisional sebagai pasar yang dibangun dan dikelolaoleh Pemerintah,
Pemerintah Daerah, Swasta, Badan Usaha Milik Negara danBadan Usaha
Milik Daerah termasuk kerjasama dengan swasta dengan tempat usaha berupa
toko, kios, los dan tenda yang dimiliki/dikelola oleh pedagang kecil,
menengah, swadaya masyarakat atau koperasi dengan usaha skala kecil, modal
kecil dan dengan proses jual beli barang dagangan melalui tawar menawar.
 Pasar Modern
Pasar modern adalah pasar yang bersifat modern, dimana barang-barangnya
diperjualbelikan dengan harga pas dan layanan mandiri (swalayan). Tempat
berlangsungnya pasar ini adalah mall, hypermart, plaza, supermarket dan
tempat modern lainnya.
Pasar modern tidak banyak dari pasar tradisional, namun pasar jenis ini
penjual dan pembeli tidak bertransaksi secara langsung melainkan pembeli
melihat label harga yang tercantum dalam barang (barcode),berada dalam
bangunan dan pelayannya dilakukan secara mandiri (swalayan) atau dilayani
oleh pramuniaga. Barang-barang yang dijual selain bahan makanan seperti
buah, sayuran, daging, sebagian besar barang lainnya yang dijual adalah
barang yang bertahan lama. Ciri-ciri pasar modern adalah (aryanti, N., 2013) :
o Tidak terikat pada tempat tertentu, bisa dimana saja contoh byonline
o Alat pembayaran bisa non tunai (transfer)
o Penjual dan pembeli tidak harus bertemu langsung
o Pada situasi tertentu seperti di supermarket harga tidak bisa menawar
o Harga sudah tertera dan diberi barcode

9
o Barang yang dijual beranekaragam dan umumnya tahan lama
o Berada dalam bangunan dan pelayanan dilakukan sendiri
o Ruangan ber-AC dan nyaman tidak terkena terik matahari
o Tempat bersih
o Tata tempat sangat diperhatikan untuk mempermudah dalam pencarian
barang
o Pembayaran dilakukan dengan membawa barang kekasir dan tawar
menawar lagi.

D. FUNGSI PASAR
Pasar yang berfungsi sebagai tempat atau wadah untuk pelayanan bagi

masyarakat. Hal ini dapat dilihat dari berbagai segi atau bidang diantaranya:7

 Segi Ekonomi
Merupakan tempat transaksi antara produsen dan konsumen yang merupakan
komoditas untuk mewadahi kebutuhan sebagai demand dan suplai.
 Segi Sosial Budaya
Merupakan kontrak sosial secara langsung yang menjadi tradisi suatu
masyarakat yang merupakan interaksi antara komunitas pada sektor informal
dan formal.
 Segi Arsitektur
Menunjukkan ciri khas daerah, yang menampilkan bentuk-bentuk fisik
bangunan dan artefak yang dimiliki.
Dari ketiga segi atau bidang yang disebutkan diatas, dapat diambil atau
diartikan fungsi dari pasar adalah suatu wadah aktivitas dari tradisi masyarakat
untuk memenuhi kebutuhan, baik dilakukan secara barter maupun jual-beli yang
diwujudkan dalam suatu bangunan.

Selain itu fungsi pasar adalah :


 Pasar sebagai tempat keluar masuk orang tanpa larangan dan tanpa
membedakan status.

10
 Pasar memberikan pelajaran bagi pedagang cara melayani konsumen dengan
baik.
 Pasar sebagai fasilitas yang tumbuh secara organis

E. KESEIMBANGAN PASAR
Pengertian keseimbangan pasar adalah tingkat harga maupun jumlah
barang yang diminta dalam keadaan seimbang dan tidak ada kekuatan atau
kecenderungan untuk berubah. Harga equilibrium adalah harga yang terjadi pada
saat jumlah barang yang diminta sama dengan jumlah barang yang ditawarkan.
Sebaliknya, yang dimaksud dengan harga disequilibrium adalah harga yang terjadi
pada saat jumlah yang diminta tidak sama dengan jumlah yang ditawarkan. Pada
harga berapapun diatas harga equilibrium maka akan menyebabkan kelebihan
penawaran, sedangkan bila harga terjadi dibawah harga equilibrium maka akan
terjadi kelebihan permintaan (Kunawangsing, T., 2006).
Keseimbangan pasar (market equilibrium) akan tercapai jika jumlah
produk yang diminta sama dengan jumlah produk yang ditawarkan atau harga
produk yang ditawarkan sama dengan harga produk yang diminta pembeli. Pada
saat itu akan terjadi transaksi antara penjual dan pembeli, karena telah terjadi
kesepakatan mengenai harga atau jumlah produk (Sarnowo, H., 2011).
Mekanisme pasar adalah kecenderungan pasar bebas untuk perubahan
harga sampai pasar menjadi seimbang, yaitu sampai jumlah penawaran dan
permintaan sama. Pada titik ini karena tidak ada kelebihan permintaan atau
penawaran, tidak ada tekanan terhadap harga untuk berubah lagi. Penawaran dan
permintaan tidak selalu berharga dalam equilibrium dan beberapa pasar mungkin
tidak akan mencapai equilibrium dengan cepat apabila kondisi tiba-tiba berubah,
namun kecenderungan tetap, bahwa pasar biasanya mengarah ke keseimbangan.
Keseimbangan pasar, misalnya, mengacu pada suatu kondisi dimana harga
pasar yang dibentuk melalui kompetisi seperti bahwa jumlah barang atau jasa
yang dicari oleh pembeli adalah sama dengan jumlah barang atau jasa yang
dihasilkan oleh penjual. Pasar suatu macam barang dikatakan berada dalam
keseimbangan (equilibrium) apabila jumlah barang yang diminta di pasar tersebut

11
sama dengan jumlah barang yang ditawarkan. Secara matematik dan grafik hal ini
ditunjukkan dengan kesamaan Qd = Qs, yakni pada perpotongan kurva
permintaan dengan kurva penawaran. Pada posisi keseimbangan pasar ini tercipta
harga keseimbangan (equilibrium price) dan jumlah keseimbangan (equilibrium
quantity) (Suratno,2003).
Harga Keseimbangan (equilibrium price) dan jumlah keseimbangan suatu
komoditi ditentukan oleh permintaan dan penawaran pasar dari komoditi yang
bersangkutan dalam suatu sistem bebas usaha. Harga keseimbangan adalah tingkat
harga dimana jumlah suatu komoditi yang ingin dibeli oleh konsumen dalam
suatu saat tertentu tepat sebanding atau sama dengan jumlah penawaran yang
ingin ditawarkan oleh para produsen. Pada tingkat harga yang lebih tinggi jumlah
barang yang diminta akan lebih sedikit daripada jumlah yang ditawarkan.
Akibatnya terjadi kelebihan (surplus) yang akan menekan harga ke arah tingkat
keseimbangan. Ditingkat harga yang berada dibawah tingkat keseimbangan,
jumlah barang yang diminta melebihi jumlah yang ditawarkan. Maka akibat yang
ditimbulkan yakni kekurangan (shortage) akan mendorong harga naik menuju
tingkat keseimbangan. Jadi harga keseimbangan, sekali dicapai akan cenderung
bertahan.

Keseimbangan Ekonomi
Keseimbangan ekonomi adalah keadaan di mana kekuatan ekonomi yang
seimbang dan tidak adanya pengaruh eksternal, (keseimbangan) nilai dan variabel
ekonomi tidak akan berubah. Ini adalah titik di mana kuantitas yang diminta dan
kuantitas yang ditawarkan sama. Keseimbangan pasar, misalnya, mengacu pada
suatu kondisi dimana harga pasar yang dibentuk melalui kompetisi seperti bahwa
jumlah barang atau jasa yang dicari oleh pembeli adalah sama dengan jumlah
barang atau jasa yang dihasilkan olehpenjual. Pasar suatu macam barang
dikatakan berada dalam keseimbangan (equilibrium) apabila jumlah barang yang
diminta di pasar tersebut sama dengan jumlah barang yang ditawarkan. Secara
matematik dan grafik hal ini ditunjukkan dengan kesamaan D = S, yakni pada
perpotongan kurva permintaan dengan kurva penawaran. Pada posisi

12
keseimbangan pasar ini tercipta harga keseimbangan (equilibrium price) dan
jumlah keseimbangan (equilibrium quantity).
Harga Keseimbangan (equilibrium price) dan jumlah keseimbangan suatu
komoditi ditentukan oleh permintaan dan penawaran pasar dari komoditi yang
bersangkutan dalam suatu sistem bebas usaha. Harga keseimbangan adalah tingkat
harga dimana jumlah suatu komoditi yang ingin dibeli oleh konsumen dalam
suatu saat tertentu tepat sebanding atau sama dengan jumlah penawaran yang
ingin ditawarkan oleh para produsen. Pada tingkat harga yang lebih tinggi jumlah
barang yang diminta akan lebih sedikit dari pada jumlah yang ditawarkan.
Akibatnya terjadi kelebihan(surplus)yang akan menekan harga ke arah tingkat
keseimbangan. Ditingkat harga yang berada dibawah tingkat keseimbangan,
jumlah barang yang diminta melebihi jumlah yang ditawarkan. Maka akibat yang
ditimbulkan yakni kekurangan (shortage) akan mendorong harga naik menuju
tingkat keseimbangan. Jadi harga keseimbangan, sekali dicapai akan cenderung
bertahan.
Keseimbanagn pasar dalam ekonomi kesehatan lebih kepada keadilan
yang harus dicapai. Keadilan (equity) tidak sama dengan kesamaan (equality).
Untuk bisa adil tidak harus semua mendapatkan porsi yang sama.
 Horizontal equity. “Equal treatment for equaal need/ condition”
 Vertical equity. “Unequal treatment for unequal need/ condition”, dan “Health
financing based on ability to pay”.
Ekonomi kesehatan sebagai ilmu yang mempelajari suplai dan demand
sumber daya pelayanan kesehatan dan dampak sumber daya pelayanan kesehatan
terhadap populasi. Tentu saja definisi hanya merepresentasikan sebagian kecil
topik yang dipelajari dalam ekonomi kesehatan. Ekonomi kesehatan perlu
dipelajari, karena terdapat hubungan antara kesehatan dan ekonomi. Kesehatan
mempengaruhi kondisi ekonomi, dan sebaliknya ekonomi mempengaruhi
kesehatan.
Ada beberapa aspek sistem kesehatan yang dapat dilihat efisiensinya yakni
efisiensi produktif, efisiensi teknis, dan efisiensi alokatif. Kemajuan intervensi di
bidang pencegahan, pengobatan dan rehabilitasi penyakit (ilmu kedokteran) tidak

13
akan mampu meningkatkan status kesehatan masyarakat secara adil (equal) bila
tidak dibarengi dengan pengelolaan sistem kesehatan yang tepat, yaitu dengan
memaksimalkan manfaat untuk kepentingan masyarakat banyak. Sistem kesehatan
yang teapt juga akan membuat suatu negara mencapai tujuan normatif sistem
kesehatan, yakni peningkatan efisiensi, mutu, ekuitas, dan kesinambungan
pelayanan kesehatan.
Keseimbangan ekonomi adalah keadaan di mana kekuatan ekonomi yang
seimbang dan tidak adanya pengaruh eksternal, (keseimbangan) nilai dan variabel
ekonomi tidak akan berubah. Ini adalah titik di mana kuantitas yang diminta dan
kuantitas yang ditawarkan sama. Keseimbangan pasar, misalnya, mengacu pada
suatu kondisi dimana harga pasar yang dibentuk melalui kompetisi seperti bahwa
jumlah barang atau jasa yang dicari oleh pembeli adalah sama dengan jumlah
barang atau jasa yang dihasilkan oleh penjual (Munadhir, 2017).

Teori Harga Keseimbangan Pasar


Dalam ilmu ekonomi, harga keseimbangan atau harga ekuilibrium adalah
harga yang terbentuk pada titik pertemuan kurva permintaan dan kurva
penawaran. Terbentuknya harga dan kuantitas keseimbangan di pasar merupakan
hasil kesepakatan antara pembeli (konsumen) dan penjual (produsen) di mana
kuantitas yang diminta dan yang ditawarkan sama besarnya. Jika keseimbangan
ini telah tercapai, biasanya titik keseimbangan ini akan bertahan lama dan menjadi
patokan pihak pembeli dan pihak penjual dalam menentukan harga.
Dengan kata lain Harga keseimbangan adalah harga dimana baik
konsumen maupun produsen sama-sama tidak ingin menambah atau mengurangi
jumlah yang dikonsumsi atau dijual. Permintaan sama dengan penawaran. Jika
harga dibawah harga keseimbangan, terjadi kelebihan permintaan. Sebab
permintaan akan meningkat, dan penawaran menjadi berkurang. Sebaliknya jika
harga melebihi harga keseimbangan, terjadi kelebihan penawaran. Jumlah
penawaran meningkat, jumlah permintaan menurun.
Untuk menentukan keadaan keseimbangan pasar kita dapat
menggabungkan tabel permintaan dan tabel penawaran menjadi tabel permintaan

14
dan penawaran. Keadaan keseimbangan pasar dapat ditentukan dengan
menggabungkan kurva permintaan dan kurva penawaran menjadi kurve
permintaan dan penawaran. Keadaan keseimbangan dapat pula ditentukan secara
matematik, yaitu dengan memecahkan persamaan permintaan dan persamaan
penawaran secara serentak atau simultan.

BAB II
CIRI-CIRI PASAR

A. CIRI-CIRI PASAR

15
Ciri-ciri pasar pada umumnya, antara lain :
 Terdapat calon pembeli dan penjual
 Terdapat jasa ataupun barang yang hendak untuk diperjualbelikan
 Terdapat proses permintaan serta penawaran oleh kedua pihak
 Terdapat interaksi diantara pembeli dan penjual baik itu secara langsung
ataupun tidak langsung

B. BENTUK-BENTUK PASAR
 Pasar Persaingan Sempurna
Pasar Persaingan Sempurna yaitu pasar dimana dalam suatu industri terdapat
sangat banyak penjual maupun pembeli dan produk yang diperdagangkan
bersifat homogen sempurna.
Pasar persaingan sempurna merupakan salah satu jenis pasar dalam struktur
pasar. Pasar persaingan sempurna termasuk kedalam jenis pasar yang dapat
dikatakan sempurna karena di dalam pasar tersebut terdapat banyak penjual
yang menjual satu jenis produk tertentu. Dapat dikatakan sempurna karena di
dalam pasar penjual sama-sama menjual barang sejenis dan tidak ada
persaingan harga didalamnya serta para penjual dapat bebas keluar masuk
pasar karena di dalam pasar persaingan sempurna tidak ada penghalang atau
barriers.
Pasar persaingan sempurna memiliki lima ciri yaitu diantaranya :
o Terdapat banyak penjual dan pembeli di dalam pasar.
o Barang yang dijual bersifat homogen atau satu jenis.
o Penjual Tidak dapat mempengaruhi harga atau penjual sebagai price taker.
o Informasi di dalam pasar yang jelas dan sempurna.
o Kemudahan bagi penjual untuk keluar masuk pasar.
o Pasar persaingan sempurna memiliki dua keseimbangan yaitu
keseimbangan jangka pendek dan keseimbangan jangka panjang.
Keseimbangan jangka pendek adalah rekonstruksi dari marjinal cost yang

16
dimulai dari titik beku usaha (shut down point ) hingga perusahaan
mendapatkan laba.
Terbentuknya harga di pasar persaingan sempurna Setiap perusahaan hanya
bertindak sebagai pengambil harga (price taker) bukan penentu harga (price
maker). Harga ditetapkan berdasarkan interaksi kekuatan penawaran (supply)
dan permintaan (demand) pasar
Kelemahan persaingan sempurna :
o Tidak inovatif (sebab teknologi mudah dicontoh dengan mudah)
o Menimbulkan ongkos sosial (agar tercapai efisiensi biasanya mengabaikan
kepentingan sosial)
o Membatasi pilihan konsumen (sebab produk homogen)
o Biaya produksi mungkin saja lebih tinggi (tidak menikmati skala
ekonomis)
o Tidak selalu memeratakan distribusi pendapatan

 Pasar Monopoli
Monopoli adalah suatu bentuk pasar dimana dalam sebuah industri hanya
terdapat sebuah perusahaan dan produk yang dihasilkan tidak memiliki
pengganti yang sempurna
Berbeda dengan pasar persaingan sempurna, pasar monopoli merupakan
kebalikan dari pasar tersebut di dalam pasar monopoli hanya terdapat satu
penjual untuk satu jenis barang tertentu. Pada umumnya produsen monopoli
memperoleh laba melebihi normal karena adanya hambatan masuk ke dalam
pasar serta di dalam pasar monopoli produsen adalah sebagai price maker.
Berikut merupakan ciri-ciri dari pasar monopoli :
o Hanya ada satu penjual
o Penjual dapat mempengaruhi harga pasar ( Price Maker)
o Terdapat hambatan untuk masuk ke dalam pasar bagi calon produsen baru
( Barriers to entry).
Faktor-faktor yang menyebabkan timbulnya monopoli

17
o Memiliki sumberdaya yang unik
o Perusahaan menikmati skala ekonomis
o Mendapatkan hak monopoli dari pemerintah: Hak paten, hak cipta dan
Hak usaha ekslusif
Diskriminasi harga dalam monopoli :
o Menjual outputnya di dua pasar yang berbeda
o Sifat permintaan di dua pasar harus berbeda
Syarat-syarat diskriminasi harga :
o Barang tidak dapat dipindahkan dari satu pasar ke pasar lain
o Sifat barang/jasa memungkinkan dilakukan diskriminasi harga
o Sifat dan elastisitas permintaan di masing-masing pasar harus berbeda
o Kebijakan diskriminasi harga tidak membutuhkan biaya yang melebihi
keuntungan kebijakan tersebut
o Produsen dapat mengekploitasi sikap tidak rasional konsumen
Monopoli alamiah dan pengendalian harga. Monopoli alamiah adalah
perusahaan yang menperoleh kekuasaan monopoli karena mencapai skala
usaha ekonomis pada tingkat produksi yang sangat banyak jumlahnya.
Campur tangan pemerintah atas kegiatan monopoli alamiah. Supaya
monopolis bersedia menjual dalam jumlah yang banyak dan harga yang relatif
rendah (mengakibatkan keuntungan mengecil atau bahkan nol) pemerintah
biasanya memberikan subsidi kepada perusahaan tersebut. Keseimbangan
monopoli dalam jangka penjang Monopolis dalam jangka panjang bisa
mendapatkan keuntungan di atas normal dan biaya rata-rata yang dicapai
bukan biaya yang terendah (berlawanan dengan kondisi pasar persaingan
sempurna).
Tiga aspek penilaian atas monopoli :
o Efisiensi penggunaan sumberdaya
o Perangsang pengembangan teknologi dan inovasi
o Distribusi pendapatan

18
Efisiensi monopoli dibandingkan persaingan sempurna : Lebih efisien pasar
monopoli jika monopolis menikmati skala ekonomis dalam usahanya.
Perkembangan teknologi dan inovasi dalam monopoli (pro-kontra) :
o Pasar monopoli tidak merangsang perkembangan teknologi dan inovasi
o Pasar monopoli merangsang perkembangan teknologi dan inovasi
Monopoli merangsang perkembangan teknologi dan inovasi :
o Memungkinkan penurunan biaya per unit output
o Bisa menghambat perusahaan baru masuk industi karena kalah dalam
penguasaan teknologi dan inovasi
Monopoli menyebabkan distribusi pendapatan tidak merata. Monopolis yang
memperoleh keuntungan melebihi normal cenderung lebih menguasai
pendapatan dan para pekerja tidak memperoleh bagian dari keuntungan
tersebut

 Pasar Persaingan Monopolistik


Suatu pasar dimana terdapat banyak produsen yang menghasilkan barang yang
berbeda corak (Differentiated Product) dan pada dasarnya adalah pasar yang
berada diantara dua pasar yang ekstrem, yaitu persaingan sempurna dan
monopoli.
Pasar persaingan monopolistik adalah bentuk pasar yang di dalamnya terdapat
banyak penjual yang menghasilkan atau menjual produk yang berbeda- beda.
Pada tahun 1933 model pasar persaingan monopolistik diperkenalkan oleh
Chamberlin dan Joan Robinson. Pada dasarnya bentuk pasar ini merupakan
kemiripan dari pasar persaingan sempurna dan pasar monopoli. Kemiripan
tersebut teradapat pada ciri-ciri pada pasar persaingan monopolistik itu
sendiri, dengan pasar persaingan sempurna kemiripannya adalah terdapat pada
banyaknya penjual yang ada di dalam pasar sedangkan pada pasar monopoli
kemiripannya adalah penjual dapat mempengaruhi harga walaupun hanya
sedikit. Berikut merupakan ciri-ciri dari pasar persaingan monopolistik :

19
o Terdapat banyak penjual
Dalam penelitian ini objek penelitian yang dilakukan adalah terhadap
pedagang pasar tradisional. Sesuai dengan ciri dari pasar persaingan
monopolistik pedagang pasar tradisional dan warung-warung tersebar
banyak sehingga membuat persaingan usaha semakin ketat antar
pedagang, selain itu munculnya minimarket modern membuat
kelangsungan usaha pedagang pasar tradisional dan warung-warung
terganggu.
o Karakteristik barangnya berbeda
Meskipun terdapat penjual atau pedagang yang banyak namun seringkali
antar pedagang pasar tradisional menjual karakteristik barang yang
berbeda sebagai contoh di sebuah pasar terdapat pedagang A lebih banyak
menjual produk snack atau makanan ringan, dan pedagang B lebih banyak
menjual produk rumah tangga.
o Penjual mempunyai sedikit kemampuan mempengaruhi harga
Dalam hal ini setiap pedagang memiliki sedikit kemampuan untuk
mempengaruhi harga karena banyaknya penjual terlebih para pedagang
pasar tradisional yang juga harus bersaing dengan minimarket modern
sehingga pedagang pasar tradisional tidak dapat banyak untuk
mempengaruhi harga agar keuntungan tetap terjaga.
o Penjual mudah untuk masuk ke dalam pasar dan keluar pasar
o Persaingan dalam promosi penjualan sangat aktif
Hal tersebut dapat dilihat seperti yang dilakukan oleh minimarket modern
yang terus menerus melakukan promosi untuk mengajak calon konsumen
berbelanja di toko mereka, sedangkan pedagang pasar tradisional yang
memiliki modal kecil tidak banyak melakukan promosi seperti minimarket
modern.
Keseimbangan Dalam Pasar Persaingan Monopolistis Pengaruh dari
persaingan monopolistis terhadap corak permintaan, dimana kurva permintaan

20
tidak bersifat elastis sempurna dan kurva penjualan marginal tidak berimpit
dengan kurva permintaan.

Perusahaan mencapai keuntungan maksimal dalam :


o Keseimbangan jangka pendek
o Keseimbangan jangka panjang
Penilaian ke atas persaingan monopolistic
o Efisiensi menggunakan sumber-sumber daya
o Efisiensi dan diferensiasi produksi
o Perkembangan teknologi dan inovasi
o Distribusi pendapatan

 Pasar Oligopoli
Pasar oligopoli adalah pasar yang hanya terdiri dari beberapa produsen saja.
Jika hanya dua perusahaan disebut dengan duopoli
Terdapat teori pokok dalam Pasar Oligopoli yaitu, antara satu pengusaha
dengan pengusaha lainnya di dalam melakukan kegiatannya tidak terdapat
suatu ikatan tertentu (independent action). Antara pengusaha-pengusaha yang
ada dalam pasar oligopoli menjalin suatu ikatan (collusion) tertentu. Ikatan ini
ada yang sempurna (perfect collusion) dan ada yang tidak sempurna
(imperfect collusion).
Dalam pasar persaingan oligopoli tinggi rendahnya tingkat diferensiasi produk
akan memengaruhi perilaku produsen dalam menentukan output atau harga.
Pasar oligopoli merupakan pasar yang terdiri atas beberapa penjual untuk satu
jenis barang tertentu. Terdapat dua jenis di dalam pasar oligopoli yaitu :
o Oligopoli dengan diferensiasi produk, yaitu antar produsen menghasilkan
output berbeda
o Oligopoli tanpa diferensiasi produk, yaitu antar produsen menghasilkan
output yang sama.
Kemampuan menentukan harga :

21
o Lemah, jika para oligopolis tidak bekerja sama. Jika seorang oligopolis
menurunkan harga maka penjualannya meningkat tetapi segera dibalas
oleh pesaingnya.
o Kuat, jika para oligopolis bekerjasama sehingga harga dapat distabilkan
pada harga yang mereka kehendaki.
Membutuhkan media promosi :
o Terutama untuk perusahaan yang menghasilkan barang yang berbeda
corak
o Menarik pembeli baru dan mempertahankan konsumen lama
o Produsen yang menghasilkan produk standar anggaran iklannya lebih kecil
daripada produsen yang menghasilkan produk yang berbeda corak
Kaitan antar perusahaan yang tidak melakukan persep
Dalam pasar oligopolis, penurunan harga dari suatu perusahaan
berkencenderungan menyebabkan perusahaan lain melakukan penurunan
harga agar tidak kehilangan pelanggan. Jika terdapat satu perusahaan yang
menaikan harga, perusahaan lain tidak ikut menaikan harga yang akan
berakibat bertambahnya konsumen bagi mereka.
Bentuk Hambatan Masuk Industri Oligopolis :
o Skala ekonomis ;Makin rendah biaya per unit produksi sehingga harga
jual bisa semakin rendah. Jika terdapat permintaan tambahan mereka
memiliki kesempatan yang lebih besar untuk merebut penambahan
tersebut sehingga mereka semakin menguasai pasar
o Biaya produksi yang berbeda; Karena jumlah output berbeda, Biaya bisa
berbeda pada tingkat output yang
Sama, Pengetahuan lebih dalam, Pekerjanya lebih berpengalaman, Akses
dana dan bahan baku lebih mudah
o Keistimewaan hasil produksi; Sangat terkenal (terpercaya), Produknya
rumit (complex), Menghasilkan banyak produk yang sejenis

C. PASAR PELAYANAN KESEHATAN

22
Karakteristik pasar pelayanan Kesehatan, antara lain :
 Intangibility
o Tidak berwujud
o Pelayanan Kesehatan tidak bisa dinilai oleh panca indera
o Konsumen tidak bisa memegang, melihat, mendengar, mencium pelayanan
Kesehatan
o Pelayanan Kesehatan berbentuk jasa, hanya bisa dirasakan
 Inseparability
o Tidak bisa dipisahkan
o Produksi dan konsumsi pelayanan Kesehatan terjadi secara simultan
(bersama)
o Tindakan yang dilakukan oleh dokter pada saat yang sama digunakan oleh
pasien
 Inventory
o Tidak bisa disimpan
o Pelayanan Kesehatan tidak bisa disimpan untuk digunakan pada saat
dibutuhkan oleh pasien nantinya
o Pelayanan Kesehatan dibutuhkan pada saat seseorang sakit
 Inkonsistensi
o Tidak konsisten/bervariasi
o Komposisi dan kualitas pelayanan Kesehatan yang diterima oleh pasien
berbeda-beda, bervariasi
o Walaupun penyakitnya sama, belum tentu jenis pelayanan Kesehatan yang
diterima oleh pasien juga sama

Syarat pokok pelayanan Kesehatan, antara lain :


 Tersedia dan berkesinambungan
o Semua jenis pelayanan Kesehatan yang dibutuhkan oleh masyarakat tidak
sulit ditemukan, selalu ada, setiap saat dibutuhkan

23
o Tidak menyulitkan masyarakat yang mebutuhkan
 Dapat diterima dengan wajar
o Pelayanan Kesehatan tidak bertentangan dengan keyakinan dan
kepercayaan masyarakat
o Pelayanan Kesehatan yang bertentangan dengan adat istiadat,
kebudayaan, keyakinan, dan kepercayaan masyarakat bukanlah suatu
pelayanan Kesehatan yang baik
 Mudah dicapai
o Pelayanan Kesehatan mudah dicapai oleh masyarakat dari sudut
jarak/lokasi
o Perlu adanya pengaturan distribusi sarana Kesehatan
o Pelayanan Kesehatan yang hanya terkonsentrasi di daerah perkotaan saja
bukanlah pelayanan Kesehatan yang baik
 Mudah dijangkau
o Pelayanan Kesehatan mudah dijangkau oleh masyarakat dari sudut biaya
o Harus dapat diupayakan agar biaya pelayanan Kesehatan sesuai dengan
kemampuan ekonomi masyarakat
 Bermutu
o Pelayanan Kesehatan harus memberikan pelayanan yang berkualitas
sesuai dengan kebutuhan pelanggan dan standar pelayanan Kesehatan
o Merupakan modal utama dalam persaingan di era globalisasi

24
BAB III
KESIMPULAN

Mekanisme Pasar Untuk Keseimbangan terdapat pada kekuatan


permintaan dan penawaran sebagai penentu harga. Teori permintaan dan
penawaran untuk menjaga keseimbangan pasar itu sendiri baik dalam lingkup
internal dan eksternal, dalam pengawasan pasar yang paling bertanggung jawab
ialah harga, harga menjadi permasalahan utama dalam pasar baik secara kecil
maupun besar, maka dari itu keseimbangan pasar dengan cara menekankan harga
secara umum dapat membuat pasar menjadi seimbang dan tidak merugikan pihak
manapun. Penentuan harga dalam konteks keseimbangan dibagi berdasarkan jenis
barang yaitu, barang pokok dan barang pelengkap.
Keseimbangan pasar (market equilibrium) akan tercapai jika jumlah
produk yang diminta sama dengan jumlah produk yang ditawarkan atau harga
produk yang ditawarkan sama dengan harga produk yang diminta pembeli. Pada
saat itu akan terjadi transaksi antara penjual dan pembeli, karena telah terjadi
kesepakatan mengenai harga atau jumlah produk.

25
DAFTAR PUSTAKA

Adiwarman A. Karim. 2003. Ekonomi Mikro Islam. Jakarta : IIT Indonesia.


Dep. PDK. 1988. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Gilarso, T. 2004. Pengantar Ilmu Ekonomi Makro. Yogyakarta : Konisius.
Kunawangsih, Tri. 2006. Aspek Dasar Ekonomi Mikro. Jakarta: Grasindo.
Mahdar, Ernita. 2015. Teori Ekonomi Mikro. Pekanbaru: Mutiara Pesisir Sumatra.
Munadhir. 2017. Ekonomi Kesehatan. Makassar : UPRI.
Nel, Aryanti. 2013. Analisis Perbedaan Pasar Modern Dan Pasar Tradisional
Ditinjau Dari Strategi Tata Letak (Lay Out) Dan Kualitas Pelayanan
Untuk Meningkatkan Posisi Tawar Pasar Tradisional. Jurnal Managemen
dan Bisnis. 13(01) : 18.
Pusat Pengkajian dan pengembangan Ekonomi Islam (P3EI-UII). 2008. Ekonomi
Islam. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Sarnowo, Henry. 2011. Pengantar Ilmu Ekonomi Mikro. Yogyakarta: Caps.
Soeratno. 2003. Ekonomi Mikro Pengantar. Yogyakarta: STIE YKPN.
Sudarsono, J. 1996. Pengantar Ekonomi Perusahaan. Jakarta : PT. Gramedia
Pustaka Utama.
Sudriwati. 2017. Dampak Keberadaan Pasar Kaget Terhadap Pendapatan
Pedagang Di Pasar Kiyap Jaya Ditinjau Menurut Ekonomi Islam. Riau :
UIN.
Supriyatno. 2008. Ekonomi Mikro Perspektif islam. Malang: UIN Malang Press.

26

Anda mungkin juga menyukai