Anda di halaman 1dari 6

7 Khasiat Buah Pepaya Matang yang Sayang

Dilewatkan
Beberapa orang mungkin tidak suka bau buah pepaya. Tapi,
manfaat buah pepaya ternyata sangat berlimpah, lho.
June 14th, 7:06 PM June 14th, 7:06 PM

© Disediakan oleh Kompas.com Ilustrasi pepaya

KOMPAS.com - Pepaya adalah buah tropis yang sangat


menyehatkan. Di Indonesia, buah ini bisa didapatkan di mana saja dan
harganya murah.

Beberapa orang mungkin tidak suka dengan bau buah pepaya. Tapi,
penting untuk diketahui bahwa manfaat buah pepaya ternyata sangat
berlimpah, lho.

Melansir Healthline, berikut khasiat buah pepaya matang yang perlu


diketahui:
1. Mengandung banyak nutrisi

Pepaya mengandung enzim yang disebut papain. Papain dapat


dipecah memecah rantai protein keras yang ditemukan dalam otot-
otot daging.

Itulah mengapa, banyak orang telah memanfaatkan pepaya untuk


melunakkan daging sejak dulu.

Berita Terpopuler:

 Salma Hayek Ungkap Rahasia Tubuh Bugar dan Kencang di Usia


54 Tahun
 Istri Rod Steward Alih Profesi dari Model Lingerie Jadi Polisi
 Terlihat dari Arlojinya, Berat Badan Kim Jong Un Dikabarkan
Turun
 Sering Dikira Sama, Ini Perbedaan Henti Jantung dan Serangan
Jantung
 Mau Tahu Koleksi Jam Tangan Para Pemimpin Politik Dunia?

Pepaya yang sudah matang bisa dimakan secara langsung. Namun,


pepaya mentah harus selalu dimasak sebelum dimakan, terutama
selama masa kehamilan, karena buah pepaya mentah tinggi akan
kandungan yang dapat merangsang kontraksi.

Satu buah pepaya kecil (152 gram) mengandung sekitar 59 kalori, 15


gram karbohidrat, 3 gram serat, 1 gram protein, serta gizi makro
seperti vitamin C dan A, folat (vitamin B9), vitamin B1, B3, B5, E, dan K,
kalium, kalsium, hingga magnesium.

2. Tinggi antioksidan

Radikal bebas adalah molekul reaktif yang diproduksi selama


metabolisme tubuh.
Radikal bebas dapat meningkatkan stres oksidatif yang pada akhirnya
dapat menyebabkan penyakit.

Antioksidan, termasuk karotenoid yang ditemukan dalam pepaya,


dapat menetralisir radikal bebas.

Penelitian mencatat bahwa pepaya yang difermentasi dapat


membantu mengurangi stres oksidatif pada orang dewasa yang lebih
tua dan orang-orang dengan pradiabetes, hipotiroidisme ringan, serta
penyakit hati.

Pengurangan stres oksidatif berkaitan dengan kandungan likopen


pepaya dan kemampuannya untuk menghilangkan kelebihan zat besi,
yang diketahui dapat menghasilkan radikal bebas.

Baca juga: Mengandung Antioksidan Ini Efek Minum Teh Setiap


Hari

3. Menurunkan risiko kanker

Penelitian menemukan bahwa likopen yang terkandung di dalam


pepaya dapat menurunkan risiko kanker dan memiliki manfaat bagi
orang-orang yang sedang menjalani perawatan kanker.

Pepaya bekerja dengan mengurangi radikal bebas yang berkontribusi


terhadap kanker.

Selain itu, pepaya juga mungkin memiliki beberapa efek unik yang
tidak dimiliki oleh buah lain.

Di antara 14 buah dan sayuran yang diketahui memiliki sifat


antioksidan, hanya pepaya yang menunjukkan aktivitas anti-kanker
pada sel kanker payudara.
Dalam sebuah penelitian kecil terhadap orang dewasa yang lebih tua
dengan peradangan dan kondisi prakanker, pepaya yang difermentasi
ditemukan dapat mengurangi kerusakan oksidatif.

Namun, diperlukan penelitian lebih lanjut sebelum rekomendasi dapat


dikeluarkan.

4. Meningkatkan kesehatan jantung

Penelitian menunjukkan bahwa buah-buahan tinggi likopen dan


vitamin C dapat membantu mencegah penyakit jantung.

Secara khusus, antioksidan di dalam pepaya dapat melindungi jantung


dan meningkatkan efek perlindungan dari kolesterol baik (HDL).

Dalam sebuah penelitian, orang yang mengonsumsi suplemen pepaya


yang difermentasi selama 14 minggu mengalami peradangan lebih
sedikit dan rasio kolesterol jahat (LDL) yang lebih baik daripada orang
yang diberi plasebo.

Rasio yang lebih baik tersebut kemudian berkaitan dengan penurunan


risiko penyakit jantung.

Baca juga: Sering Dikira Sama, Ini Perbedaan Henti Jantung dan


Serangan Jantung

5. Melawan peradangan

Peradangan kronis adalah akar dari banyak penyakit. Makanan tidak


sehat dan pilihan gaya hidup yang kurang baik dapat mendorong
proses peradangan tersebut.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa buah dan sayuran kaya


antioksidan, termasuk pepaya, dapat membantu mengurangi penanda
peradangan.
Sebagai contoh, satu penelitian mencatat bahwa pria yang
meningkatkan asupan buah dan sayuran tinggi karotenoid mengalami
penurunan CRP (penanda peradangan tertentu) yang signifikan.

6. Melancarkan pencernaan

Enzim papain dalam pepaya membuat protein dapat lebih mudah


dicerna.

Banyak orang menganggap pepaya sebagai obat untuk mengatasi


sembelit dan gejala lain dari sindrom iritasi usus besar (IBS).

Dalam sebuah penelitian, orang yang mengonsumsi formula berbahan


dasar pepaya selama 40 hari mengalami peningkatan yang signifikan
dalam mengurangi sembelit dan kembung.

Baca juga: Waspadai, 8 Tanda Pencernaan Bermasalah

7. Melindungi kerusakan kulit

Selain menjaga kesehatan tubuh, pepaya juga dapat membantu kulit


kita terlihat lebih kencang dan awet muda.

Aktivitas radikal bebas yang berlebihan diyakini bertanggung jawab


atas banyak kerutan, kendur, dan kerusakan kulit lain yang terjadi
seiring bertambahnya usia.

Kandungan vitamin C dan likopen di dalam pepaya dapat melindungi


kulit dan membantu mengurangi tanda-tanda penuaan tersebut.

Dalam sebuah penelitian, konsumsi suplementasi mengandung


likopen selama 10-12 minggu dapat mengurangi kemerahan pada
kulit setelah terpapar sinar matahari, yang menjadi tanda cedera kulit.
Di penelitian lainnya, wanita lebih tua yang mengkonsumsi campuran
likopen, vitamin C dan antioksidan lainnya selama 14 minggu
menunjukkan adanya pengurangan kedalaman kerutan wajah yang
terlihat dan terukur.

Enak dan praktis

Pepaya memiliki rasa unik yang disukai banyak orang, meskipun


sejumlah orang merasa terganggu dengan baunya.

Namun, kematangan adalah kuncinya. Pepaya yang belum matang


atau terlalu matang rasanya bisa sangat berbeda dari pepaya yang
matang sempurna.

Setelah dicuci dengan baik, pepaya matang dapat dipotong lalu


dikonsumsi.

Cara makan pepaya sangatlah praktis dan buah ini juga sangat
serbaguna. Kita bisa mengombinasikannya dengan makanan atau
buah lain untuk melengkapi rasanya.