Anda di halaman 1dari 38

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

(SIM)

Oleh:

Agustina Heryati, S.Kom, MM

Universitas Indo Global Mandiri


(UIGM)
2017

1
BAB 1
FUNGSI DAN AKTIVITAS MANAJEMEN

Tujuan
Mengetahui fungsi manaajemen
Mengetahui bentuk kegiatan manajemen dikaitkan dengan Sistem informasi
Mengetahui lingkungan luar organisasi
Mengetahui wewenang manajemen puncak,manjemen operasi
Mengetahui tingkatan manajemen pengguna informasi
Mengetahui alasan kebutuhan akan informasi
Mengetahui sepuluh peranan manejer dikaitkan dengan informasi

1. Manajemen
Kata Manajemen berasal dari bahasa inggris yaitu manage, atau dalam bahasa
indonesia bisa diartikan yaitu mengendalikan atau mengelola.
Manajemen adalah suatu seni mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan utama
dalam suatu organisasi melalui proses perencanaan (Planning), pengorganisasian
(Organizing), dan mengelola (Controlling) sumber daya manusia dengan cara efektif dan
efisien.
Menurut John R Schermerhorn, Jr (1996:4) yang dikutip oleh Chr.Jimmy L
Gaol adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pemimpinan dan
pangawasan/pengendalian penggunaan sumber daya dalam rangka untuk
mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Menurut Richard R.Daft (2003:5) “ management is the attainment of organizational in
an effective and efficient manner through planning,organizing
,leading and controllong organizational resources “ yang mengandung pengertian
sebagai berikut manajemen adalah pencapaian tujuan –tujuan organisasi dengan cara
yang efektif dan efisien melalui perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan,dan
pengendalian sumber daya organisasi.

2. Fungsi-fungsi Manajemen
Pada tahun 1914 seorang ahli teori manajemen berkebangsaan Perancis, Henri Fayol,
manajer melaksanakan fungsi manajemen. Ada 5 (lima) fungsi-fungsi manajemen menurut
Henri-Fayol yakni :
1. Planning
Fungsi manajemen yang pertama merencanakan (plan) atau menyusun rencana apa yang akan
dilakukan lakukan dalam suatu periode tertentu..Fungsi planning meliputi:
a. Menentukan tujuan-tujuan yang hendak dicapai.
b. Mencari alternatif –alternatif yang memungkinkan dilakukan untuk mencapai tujuan –
tujuan tersebut
c. Memilih yang terbaik dari alternatif–alternatif ini berdasarkan data yang ada baik mengenai
hasil,biaya maupun resiko.
2. Organizing
Fungsi manajemen yang kedua mengorganisasikan (organize) untuk mencapai
rencana-rencana yang telah disusun.
Fungsi Organizing meliputi:
a. Menyusun struktur organisasi
b. Menentukan cara-car komunikasi
c.Menjaga adanya koordinasi anatara unit-unit organisasi.
3. Staffing
Fungsi manajemen selanjutnya, menyusun staf (staff) organisasi mereka
dengan sumber dan yang diperlukan.
Fungsi Staffing meliputi :Membagi tugas dan wewenang (delegation of authority)
dan menetapkan tanggung jawab.
4. Directing
Manajemen melaksanakan dan mengarahkan (direction) untuk menjalankan mesin
organisasi supaya perusahaan/unit kerja bergerak dan memulai aktivitasnya Fungsi Directing
erat hubungannya dengan organisasi meliputi:
a.Sentralisasi dan disentralisasi
b.Human relation (Masalah hubungan antar manusia (disiplin kerja,
leadership, informal organization, moral dan motivasi).
c.Cara memberi instruksi dan menerima laporan dari bawahan.
5. Controlling
Fungsi manajemen yang terakhir melakukan pengawasan yaitu
mengendalikan kegiatan-kegiatan agar supaya hasil yang dicapai sesuai dengan
direncanakan (Planning) dengan kata lain menjaga sumber daya, agar tetap beroperasi
secara optimal.
Fungsi Controlling meliputi:
a.Pengawasan dalam arti sempit( direct controll)
b.Pengawasan dalam atri luas (Sistem pengendalian manajemen)
Semua manajer, apa pun tingkatan atau area fungsional mereka, melaks anakan
fungsi-fungsi tersebut, walau mungkin dengan penekanan yang berlainan,
Bagaimana tingkatan manajemen dapat mempengaruhi penekanan pada berbagai
Fungsi manajemen secara grafis digambarkan dibawah ini:

3. Bentuk Kegiatan Manajemen


Kegiatan manajemen dihubungkan dengan tingkatannya didalam organisasi.Aktivitas
manajemen tingkat atas (Manajemen puncak),menengah dan bawah adalah berbeda.
Aktivitas–aktivitas manajemen mempengaruhi pengolahan informasi karena informasi
yang dibutuhkan berbeda–beda untuk masing tingkatan. Kebutuhan informasi yang berbeda
ini dapat diketahui dari masing-masing kegiatan manajemen tersebut. Kegiatan manajemen
untuk masing –masing tingkatan dapat dikatagorikan sebagai berikut :
1. Perencanaan Strategis
Perencanaan Strategis merupakan kegiatan manajemen tingkat atas (Top Manager)
didifinisikan sebagai proses evaluasi lingkungan organisasi ,penetapan tujuan organisasi dan
penentuan strategi-strategi
(i). Proses evaluasi lingkungan luar organisasi
Lingkungan luar organisasi selalu berubah dan perubahan tersebut dapat mengakibatkan
perubahan strategi yang sudah ditetapkan .Pengaruh lingkungan luar dapat berupa:
- Kesempatan pasar - Tekanan /iklim Politik
- Masalah sosial - Persaingan
- Moneter dan inflasi - Kondisi perekonomian dunia
Manajemen tingkat atas harus mengevaluasi peluang,ancaman dan tantangan Berupa :
a.Manajemen puncak harus segera bereaksi terhadap kesempatan yang datang dari luar seperti
peluang pasar,pasar baru, produk baru dsb.
b.Manajemen puncak harus cepat tanggap terhadap tekanan-tekanan luar yang dapat
merugikan perusahaan dan sekaligus berusaha merubah tekanan tersebut menjadai peluang
dan kesempatan .

( ii ). Penentuan Tujuan
Tujuan ditetapkan oleh manajemen puncak dalam proses perencanaan strategis yang
bersifat jangka panjang (Rencana Jangka Panjang = RJP).Misalnya tujuan perusahaan dalam
jangka lima tahun menjadi penjual terbesar dalam produk X dengan menguasai pangsa pasar
75 %.

( iii). Penentuan Srategis


Manajemen tingkat atas menentukan tindakan-tindakan yang harus dilakuan dalam
mencapai tujuan (Program). Dengan sumberdaya (4 M+I) seperti yang telah dijelaskan
sebelumnya dikerahkan untuk mencapai tujuan perusahaan.
1. Pengendalian Manajemen
Pengendalian manajemen adalah proses menyakinkan bahwa organisasi /perusahaan
telah menjalanklan strategi yang ditetapkan secara efektif dan efisien ( Taktik).Bagiamana
manjemen tingkat menengah menjalankan taktik supaya perencanaan strategis dapat dilakukan
2. Pengendalian Operasi
Pengendalian Operasi adalah proses menyakinkan bahwa setiap tugas telah
dilaksanakan. Secara grafis urian diatas dapat digambarkan dibawah ini :

4. Peran-peran Manajerial
Dalam dua dasawarsa terakhir ini, gagasan peran-peran manajerial
(managerial roles) telah menjadi populer. Henry Mintzberg, profesor padA
McGill University. di Kanada, menganggap bahwa fungsi-fungsi manajeman oleh
Fayol diatas tidak memberikan gambaran yang menyeluruh. la mengembangkan
kerangka kerja yang lebih rinci yang terdiri dari sepuluh peran manajerial yang
dimainkan oleh manajer, meliputi aktivitas inter-personal, informational dan
decisional.
Fungsi-fungsi manajemen dan peran-peran manajerial ini akan menjadi kerangka
kerja yang bermanfaat saat merancang sistem informasi.
Adapun Peran Manajerial menurut mintzberg secara terinci dijelaskan sebagai berikut:
a. Aktivitas Antar Pribadi (Interpersonal Roles)
(i). Figure head
Manajer melaksanakan tugas-tugas seremonial, seperti mendampingi pejabat yang
berkunjung meninjau fasilitas
(ii).Leader
Manajer memelihara unit dengan mempekerjakan dan melatih stsf serta menyediakan
motivasi dan dorongan.
(iii).Liaison:
Manajer menjalin huhungan dengan orang-orang di luar unit manaj er tersebut -
rekan kerja dan lainn ya di lingkungannya - dengan tujuan menyelesaikan masalah-
masalah bisnis

B. Informasi (Informational Roles)


(i). Monitor :
Manajer secara letup mencari informasi mengenai kinerja unit indera manager
mengamati aktivitas intern unit dan lingkungannya.
(ii). Disseminator:
Manajer meneruskan informasi yang berharga kcpada orang lain di dalam unitnya..
(iii).Spokespersons:
Manager meneruskan informasi yang berharga kcpada orang-orang di lunar unit -
pinipinan dan orang-orang di lingkungannya.

C. Peranan Keputusan (Decisional)


(i). Entrepreneur :
Manajer membuat perhaikan-perhaikan yang cukup permanen pada unit, seperti
mengubah struktur organisasi.
(ii) Disturbance handler:
Manajer bereaksi pada kejadian-kejadian tidak terduga. seperti dcvaluasi
dolar,meningkatnya harga minyak dunia.
(iii) Resource Allocator :
Manajer mengendalikan pengeluaran unitnya, menentukan unit bawahan mana yang
mendapatkan sumber daya.
(iv). Negotiator:
Manajer menengahi perselisihan balk di dalam unitnya maupun antara unit
dan lingkungannya.
Pertanyaan
1. Jelaskan Pengertian Manajemen menurut para ahli?
2. Apa 5 (lima) fungsi manajemen menurut Hendri Fayol?
3. Jelaskan dengan gambar aktivitas manajemen pada masing-masing tingkatan?
4. Bagaimana Manajemen tingkat atas harus mengevaluasi peluang, ancaman dan
tantangan?
5. Jelaskan Peran Manajerial menurut mintzberg secara terinci?
6. Jelaskan pengertian End-user Computing?
7. Jelakan 4 faktor-faktor yang Mendorong End-User Computing (EUC)?
8. Jelaskan Peran Spesialis informasi dalam End-user Computing (EUC)?
BAB 2
PENGANTAR SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

Tujuan
Memahami pengertian dari sistem, Informasi, dan Sistem Informasi Manajemen
Memahami lingkaran sistem, jenis-jenis sistem
Memahami apa dimaksud dengan sistem perencanaan sumber daya dan kajian dengan sumber daya infomasi.
Memahami tujuan dari MIS
Memahami siklus kehidupan sistem
Memahami organisasi jasa informasi
Memahami ruang lingkup SIM

A. SISTEM
1. Mengertian SIstem
Sistem berasal dari bahasa Latin (systema) dan bahasa Yunani (sustema) adalah suatu kesatuan
yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi,
materi atau energi. Istilah ini sering dipergunakan untuk menggambarkan suatu entitas yang
berinteraksi.
Sistem adalah suatu cara tertentu yang biasanya dilaksanakan berulang-ulang dalam
melaksanakan serangkaian aktivitas untuk mencapai sebuah tujuan. Sistem adalah hubungan
satu unit dengan unit-unit lainnya yang saling berhubungan sau sama lainnya dan yang tidak
dapat dipisahkan serta menuju suatu kesatuan dalam rangka mencapai tujuan yang telah
ditetapkan.
Menurut Gordon B. Davis menyatakan bahwa sebuah sistem terdiri dari bagian-bagian
yang saling berkaitan beroperasi bersama untuk mencapai sasaran atau maksud.
Menurut Robert G. Murdick (1987:6) “ Sistem as a set of elemnt joined togeher for a
common objective”. (Sistem adalah satu kumpulan dari beberapa bagian unsur yang
bergabung untuk suatu tujuan bersama).
Sebuah sistem terdiri atas bagian-bagian yang saling berhubungan dengan beroperasi
secara bersamaan untuk merealisasikanformulasi tujuan yang telah ditetapkan. Jelaslah bahwa
sebuah sistem bukanlah seperangkat unsur yang tersusun secara tak beraturan melainkan
terdiri atas unsur-unsur yang dapat saling berkaitan untuk suatu tujuan atau sasaran tertentu.

2. Beberapa Jenis sistem


Ada beberapa jenis sistem yang dapat digunakan dalam informasi manajemen, yaitu:
a. Sistem Terbuka
Sistem Terbuka adalah suatu sistem yang dihubungkan dengan lingkungannya melalui
arus sumber daya,Contoh Sistem pemanas ,sistem lingklungan perusahaan
b. Sistem Tertutup
Sistem Tertutup adalah suatu sistem yang tidak dihubungkan dengan linkungannya
contoh Sistem Laboatorium yang dikontrol ketat
c. Sub-sistem
Sub-sistem adalah sistem dalam suatu sistem contoh subsistem Pembelian, sub-sistem
Produksi, Sub-sistem pemasaran, sub-sistem keuangan, sub sistem lingkungan usaha
d. Super sistem
Super sistem adalah jika suatu sistem merupakan bagian dari sistem yang lebih besar
Contoh : Perusahaan adalah super sistem, Pemerintah propinsi adalah super sistem
dari beberapa pemerintah Kabupaten Kota dan Kabupaten dan juga merupakan sub
sistem dari Pemerintah Pusat.
e. Sistem fisik
Perusahaan adalah suatu sistem fisik yang teridiri dari sejumlah sumber daya fisik.
Mobil adalah suatu sistem fisik yang terdiri dari sistem mesin,sistem kerangka
mobil,sistem karosari mobil,sistem pendingin mobil/AC,
f. Sistem Konseptual
Sistem Konseptual adalah suatu sistem yang menggunakan sumber daya konseptual -
informasi dan data untuk mewakili suatu sistem fisik

3. Lingkaran Sistem
Lingkaran sistem terdiri dari:
1. Sistem Lingkaran terbuka (Open –loop system)
Adalah suatu Sistem tanpa elemen mekanisme kontrol,lingkaran umpan balik dan tujuan .
2. Sistem Lingkaran tetutup (Closed-loop system)
Adalah suatu sistem dengan tiga elemen kontrol ( tujuan, mekanisme kontrol dan lingkaran
umpan balik ).

Gambar 1. Elemen Sistem


Sumber: Raymond Mc.Leon J.R, 2001

B. INFORMASI
1. Pengertian Informasi
Kata informasi berasal dari kata Perancis kuno informacion (tahun 1387) yang diambil
dari bahasa Latin informationem yang berarti “garis besar, konsep, ide”. Informasi merupakan
kata benda dari informare yang berarti aktivitas dalam “pengetahuan yang dikomunikasikan”
Informasi adalah meliputi data yang telah ditranformasi dan dibuat lebih bernilai melalui
pemerosesan. Idealnya Informasi adalah pengetahuan yang berarti dan berguna unuk
mencapai sasaran. Tanpa tersedianya informasi, para manajer tidak dapat mengambil
keputusan dengan cepat dan mencapai tujuan dengan efektif dan efesien.
Menurut kenneth C. Loudon (2004:8), information is data that have been shaped into a
form that is meaninful and useful to humanbeing.”yang mengandung pengertian sebagai
berikut: informasi adalah data yang sudah dibentuk kedalam sebuah informasi yang
bermanfaat dan dapat digunakan untuk manusia.
Menurut Anton M. Moeliono (1990:33), informasi adalah penerangan, keterangan,
pemberitahuan, kabar atau berita. Menurut Gordon B. Davis (1984:200), “Information is data
that has been processed into a form that is meaningful to the recipient and is of real or
perceived value in current or prospective actions or decisions.”yang mengandung pengertian:
informasi adalah data yang telah diproses/diolah kedalam bentuk yang sangat berarti untuk
penerimanya dan merupakan nilai yang sesungguhnya atau dipahami dalam tindakan atau
keputusan yang sekarang atau nantinya.
Selanjutnya Robert G. Murdick (1987:6), mengatakan “information consist of data that
have been retrieve, processed or otherwise used for informative or inference, purposes,
argument, or as a basic for forecasting or decision making.” Informasi terdiri atas data yang
telah didapatkan, diolah/diproses, atau sebaliknya yang digunakan untuk tujuan penjelasan/
penerangan, uraian, atau sebagai sebuah dasar untuk pembuatan, ramalan atau pembuatan
keputusan.
Sedangkan menurut Gordon B. Davis (1992) informasi dapat mengenai data mentah, data
tersususn, kapasitas sebuah saluran komunikasi dan sebagainya. Dalam definisi umum
informasi adalaha data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi
penerimannya dan bermanfaat dalam mengambil keputusan saat ini atau mendatang.
Berikut ini bagan transformasi data menjadi informasi

Penyimpanan
Data

Pengolah
data Informasi

Gambar 2. Transformasi data menjadi informasi


Sumber: Drs. Danang Sunyoto, S.H.,S.E.,M.M

Sistem Pengolahan informasi mengolah data menjadi informasi atau lebih tepatnya,
sistem pengolahan mengolah data dari bentuk tak berguna menjadi berguna atau informasi
bagi penerimaannnya.

2. Fungsi-Fungsi Informasi
Adapun fungsi-fungsi informasi adalah sebagai berikut:
 Untuk meningkatkan pengetahuan untuk pemakai
 Untuk mengurangi ketidakpastian dalam proses pengambilan keputusan pemakai.
 Menggambarkan keadaan sebenarnya dari sesuatu hal.

3. Para Spesialis Informasi


Kita menggunakan istilah spesialis informasi untuk menggambarkan pegawai
perusahaan yang sepenuh waktu bertanggung jawab mengembangkan dan memelihara sistem
berbasis komputer. Menurut Raymond McLeon (2001) ada lima golongan utama spesialis
informasim yaitu analis sitem, pengelola database, spesialis jaringan, programmer, operator.
Gambar 4. Spesialis Informasi
Sumber: Drs. Danang Sunyoto., SH., SE., MM

Gambar bagan diatas menunjukkan bagaimana para spesialis ini secara tradisional
bekerja sama dengan pemakai mengembangkan sistem berbasis komputer.Panah-panah
menggambarkan arus komunikasi termasuk arus informasi terakhir dari komputer ke pemakai.
Bagan ini juga memperlihatkan rantai komunikasi tradisional yang menghubungkan pemakai,
para spesialis informasi, dan komputer. Pemakai dapat seorang manajer, non manajer, atau
individu, atau organisasi didalam lingkungan perusahaan.
 Analis sistem
Analis sistem bekerja dengan pemakai mengembangkan sistem baru dan memperbaiki
sistem yang sekarang ada
 Pengelola database
Pengelola database bekerja sama dengan pemakai dan analisis sistem menciptakan
database yang berisi data yang diperlukan untuk menghasilkan informasi bagi
pemakai.
 Spesialis jaringan
Spesialis jaringan bekerja sama dengan analis sistem dan pemakai membentuk
jaringan komunikasi data yang menyatukan berbagai sumber daya komputer yang
tersebar.
 Programmer
Programmer menggunakan dokumentasi yang disipkan oleh analis sistem untuk
membuat kode instruksi yang menyebabkan komputer mengubah data menjadi
informasi yang diperlukan pemakai.
 Operator
Operator memantau layar komputer, mengganti ukuran kertas di printer, mengelola
perpustakaan tape dan disk strorage serta melakukan tugas-tugas serupa lainnya.

3. Level Manajemen dan Pemakai Informasi


Pemakai Informasi dihasilkan oleh sistem informasi perusahaan untuk dimanfaatkan oleh
pemakai informasi Intern dan Ektern.
 Pemakai informasi intern staf operasi, manajemen tingkat bawah hingga manajemen
tingkat atas
 Pemakai informasi Ektern pelanggan, pemegang saham, pemasok, atau mitra kerja,
dinas pajak, dan lain-lain
Kebutuhannya bervariasi tergantung pada tingkatannya dalam organisasi atau terhadap
fungsi yang dijalankan. Skema mengenai level manajemen dan pemakai informasi
sebagaimana gambar dibawah ini :

Gambar 3. Level Manajemen dan Pemakain Informasi


Sumber: Raymond Mc. Leon J.R, 2001

C. SISTEM INFORMASI
1. Pengertian Sistem Informasi
Sistem Informasi adalah suatu kerangka kerja dengan mana sumberdaya
(manusia,komputer) dikoordinasikan untuk mengubah masukan (data) menjadi keluaran
(informasi ),guna mencapai sasaran –sasaran perusahaan.
Menurut Mc Leon Sistem informasi adalah suatu sistem yang memiliki kemampuan
untuk mengumpulkan informasi dari semua sumber dan menggunakan berbagai media untuk
menampilkan informasi
Menurut Tata Sutabri Sistem informasi adalah suatu sistem dalam suatu organisasi yang
mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi manajerial
organisasi dalam kegiatan strategis dari suatu organisasi untuk dapat menyediakan kepada
pihak luar tertentu dengan laporan – laporan yang diperlukan.
Menurut Gordon B. Davis Sistem informasi adalah suatu sistem yang menerima input
data dan instruksi, mengolah data sesuai dengan instruksi dan mengeluarkan hasilnya.
Menurut O’Brien Sistem informasi adalah kombinasi dari setiap unit dikelola orang
(orang), hardware (perangkat keras), software (perangkat lunak), jaringan komputer dan
jaringan komunikasi data (komunikasi), dan database (basis data) yang mengumpulkan,
mengubah, dan menyebarkan informasi tentang yang bentuk organisasi.
Menurut kenneth dan jane (2007), sistem informasi secara teknis dapat didefinisikan
sebagai kumpulan komponen yang saling berhubungan, mengumpulkan atau mendapatkan,
memproses, menyimpan, dan mendistribusikan informasi untuk menunjang pengambilan
keputusan dan pengawasan dalam suatu organisasi.
2. Fungsi-Fungsi Sistem Informasi
 Meningkatkan aksesibilitas data yang tersaji secara tepat waktu dan akurat bagi para
pemakai, tanpa mengharuskan adanya prantara sistem informasi.
 Menjamin tersedianya kualitas dan keterampilan dalam memanfaatkan sistem
informasi secara kritis.
 Mengembangkan proses perencanaan yang efektif.
 Mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan akan keterampilan pendukung sistem
informasi.
 Menetapkan investasi yang akan diarahkan pada sistem informasi.
 Mengantisipasi dan memahami konsekuensi-konsekuensi ekonomis dari sistem
informasi dan teknologi baru.
 Memperbaiki produktivitas dalam aplikasi pengembangan dan pemeliharaan sistem.
Sistem Informasi mengubah (mengkonversi) masukan-masukan menjadi keluaran .Ada
tiga tahap yang dilalui dalam pengubahan/ tranformasi ini yaitu tahap masukan, tahap
pemerosesan/ pengolahan dan tahap keluaran. Terkait dengan tahap –tahap ini ada tugas atau
fungsi pengumpulan data, pemerosesan data dan penyedian informasi .
Sistem informasi menganjurkan penggunaan teknologi komputer didalam organisasi
untuk menyajikan informasi kepada pemakai. Sistem informasi berbasis komputer merupakan
sekelompok perangkat keras dan perangkat lunak yang dirancang untuk mengubah data
menjadi informasi yang bermanfaat. Beberapa jenis Sistem informasi berbasis
komputer/sistem Pengolahan Data Electronik (EDP) adalah :
(1). Sistem pengolahan data (DP): Pemanfaatan teknologi komputer untuk melakukan
pengolahan data transaksi-transaksi dalam suatu organisasi.EDP adalah aplikasi sistem
informasi akuntansi paling dasar dalam setiap organisasi.
(2). Sistem Informasi Manajemen (SIM): Menguraikan penggunaan teknologi komputer
untuk menyediakan informasi bagi pengambilan keputusan para manajer .Sistem
Informasi berbasis komputerdapat menydeiakan inforamsi tersebut kepada para manjer.
(3). Sistem Pendukung Keputusan (DSS): Dalam Sistem Pendukung keputusan data diproses
kedalam format pengambilan keputusan bagi kepentingan pemakai akhir. DSS
mensyaratkan penggunaan model-model keputusan dan basis data khusus dan benar-bnar
terpisah dari sistem pengolahan data.Contoh penggunaan perangkat lunak spreadsheet
untuk melaksanakan analisa WHAT-if dari data operasi atau anggaran seperti taksiran
penjualan berdasar petugas penjualan.
(4). Sistem Pakar( ES): Adalah sistem informasi berbasis pengetahuan yang dimanfaatkan
pengetahuannnya dalam bidang aplikasi tertentu yang bertindak sebagai seorang
konsultan bagi pemakai.Selain mensyartakan penggunaan model-model keputusan ,ES
juga mensyaratkan pengembangan knowledge base.
(5). Sistem Informasi Eksekutif (SIE): SIE dibuat bagi kebutuhan informasi stratejik
manejemen tingkat puncak (Top Management) .Manajemen puncak juga mendapat
informasi diluar sistem informasi seperti notulen rapatnota dinas,memo-memo,berita
koran ,radio dan televesi.
(6). Sistem Informasi Akuntansi (SIA): SIA sebagai ssistem basis komputer yang dirancang
untuk mengubah data akuntansi menjadi informasi mencakup juga siklus-siklus
pemerosesan transaksi ,penggunaan teknologi informasi dan pengembangan sistem
informasi.
Hirarki sistem yang dibentuk oleh perusahaan, lingkungan usaha, tiga sub-sistem dan sub-
sistem kunci dari sistem informasi dapat digambarkan dibawah ini :
Pemrosesan Informasi: pemrosesan yang melibatkan penggunaan model pengambilan
keputusan, seperti model-model akuntansi manjerial .Dengan demikian kegunaan dari sistem
informasi adalah sebagai pendukung pengambilan keputusaan manejerial dengan cara :
 mengumpul dan menyimpan data yang relevan,
 memproses data melalui model –model penambilan keputusan dan
 melaporkan informasi yang dihasiklkan kepada para manajer.
Hubungan Pemerosesan Transaksi dan pemrosesan Informasi .

5. Sistem Informasi Manajemen (SIM)


1. Pengertian Sistem Informasi manajemen
Sistem Informasi Manajemen ( Management Information System) adalah suatu sistem
informasi yang bersifat menyeluruh bertujuan untuk menyajikan berbagai informasi yang jauh
lebih luas dari pada informasi akuntansi yang bersifat historis.
Menurut Gordon B. Davis, sistem informasi manajemen adalah sistem manusia/mesin
yang terpadukan untuk menyajikan informasi guna mendukung fungsi operasi, manajemen,
dan pengambilan keputusan dalam suatu organisasi.
Menurut Robert G. Murdick dan joel E.Ross, sistem informasi manajemen adalah
proses komunikasi dimana informasi masukan (input), direkam, disimpan, dan diperoleh
kembali (diproses) bagi keputusan (output) mengenai perencanaan, pengoperasian, dan
pengawasan.
Menurut joseph F. Kelly, sistem informasi manajemen adalah perpaduan sumber
manusia dan sumber yang berlandaskan komputer yang menghasilkan kumpulan
penyimpanan, perolehan kembal, komunikasi dan penggunaan data untuk tujuan operasi
manajemen yang efesien dan bagi perencanaan bisnis.
Menurut Robert W. Holmes, “management information system is a system designed to
provide selected decision oriented information needed by management to plan, control, and
evaluate the activities of the corporation. It is designed within a frame work that emphasizes
provit planning, perfomance planning, and control at all levels.” sistem informasi manajemen
adalah suatu sistem yang dirancang untuk menyajikan informasi pilihan yang berorentasi
kepada keputusan yang diperlukan oleh manajemen guna merencanakan, mengawasi, dan
menilai aktivitas organisasi. Dirancangnya itu didalam kerangka kerja yang menitikberatkan
pada perencanaan keuntungan, perencanaan penampilan dan pengawasan pada semua tahap.

2. Tujuan Sistem Informasi Manajemen


Tujuan utama Sistem informasi manajemen adalah menyediakan informasi untuk
mendukung manajemen dalam mengambil keputusan.
Konsep yang dipegang dalam SIM bahwa sistem informasi merupakan unsur yang
meningkatkan nilai perusahaan Informasi merupakan unsur daya saing yang tercermin dalam
Sistem Pendukung Keputusan (Decision Support system) yang terbangun didalamnya. Secara
sistimatis tujuan utama SIM sebagaimana digambarkan dibawah ini:
Sumber Data Internal & Data Internal & Eksternal

Kebutuha

Mencari Data Pada Basis Data


Basis Data(Datab as)Perusah

Analisis Data

Informasi

Manajer

3. Aspek dari Sistem Informasi Manajemen


1. Aspek pertama bahwa Sistem Informasi Manajemen berbasis Komputer dimana
Sistem Informasi Manajemen pada dasarnya selau mempergunakan teknologi
pengolahan data elektronik Semakin besar volume pengolahan data yang ditangani,
penggunaan komputer semakin efisien.
2. Aspek kedua Sistem Informasi Manajemen menggunakan Model Keputusan (decision
Model). Model keputusan pada umumnya menerapkan prinsip ”penyaringan ” dalam
menyajikan informasi.(Masing-masing jenjang manajemen Sistem Informasi
Manajemen-nya berbeda).

4. Sistem Informasi Manajemen dan Para Pemakainya


Menurut Gordon B. Davis (1992) sebuah sistem informasi manajemen mengandung unsur-
unsur fisik sebagai berikut:
 Perangkat keras komputer
 Perangkat lunak, meliputi perangkat lunak sistem umum, perangkat lunak terapan
umum, program aplikasi.
 Database, yaitu data yang tersimpan dalam media penyimpanan komputer
 Prosedur
 Petugas pengoperasian
Sistem Informasi Manajemen sering disingkat dengan SIM memilki sub-sistem antara lain:
a) Subsistem Informasi Keuangan & Akuntansi
b) Subsistem Pemasaran
c) Subsistem Logistik
d) Subsistem Produksi
e) Subsistem Sumberdaya manusia/Personalia
f) Subsistem pengolahan informasi
g) Subsistem Manajemen Puncak

pemasaran pemasaran
pemasaran pemasaran pemasaran

pemasaran pemasaran

Sistem Manajemen data base

Data base

Sumber: Gordon B. Davis, 1992, p.16

Pertanyaan
1. Apa pengertian dari sistem, informasi, sistem informasi, dan sistem informasi
manajemen?
2. Jelaskan 3 Unsur dari sistem?
3. Jelaskan 2 syarat dalam memenuhi sistem?
4. Apa yang terjadi apabila terdapat tumpang tindih didalam suatu perusahaan?
5. Jelaskan hubungan pemoresan transaksi dengan pemrosesan informasi?
6. Sebutkan unsur-unsur fisik sistem informasi manajemen menurut Gordon B. Davis?
7. Jelaskan 2 aspek dari Sistem Informasi Manajemen?
BAB 3
SISTEM INFORMASI UNTUK KEUNGGULAN KOMPETITIF

Model sistem umum perusahaan akan dapat menjadi contoh pola yang baik untuk
menganalisis sebuah organisasi. Model ini akan menyoroti unsur-unsur yang seharusnya ada
dan bagaimana unsur-unsur tersebutseharusnya berinteraksi. Dalam hal yang sama, model
delapan unsur lingkungan sebuah perusahaan dapat menjadi suatu cara yang baik untuk
memahami kompleksitas dari bagaiman perusahaan akan berinteraksi dengan lingkungannya.
Keunggulan kompetitif dapat dicapai melalui pengelolaan sumber daya fisik, akan
tetapi sumber daya virtual ternyata juga dapat memainkan peranan yang besar. Michael E.
Porter diakui sebagai orang yang paling banyak mengungkapkan konsep keunggulan
kompetitif dan mengontribusikan pemikiran-pemikiran mengenai rantai nilai (value chain)
dan sistem nilai (value system), yang setara dengan melihat sesuatu secara sistem atas
perusahaan dan lingkungannya.

1. Perusahaan dan Lingkungannya


Sebuah perusahaan mengambil sumber daya dari lingkungannya, mengubah sumber daya
tersebut menjadi produk dan jasa, dan mengembalikan sumber daya yang telah diubah
kembali ke lingkungannya.

 Model Sistem Umum Perusahaan


Bagan ini mengambarkan model sistem umum perusahaan, model ini menampilkan
arsitektur bagi seluruh jenis organisasi dalam bentuk sebuah sistem.
Aliran Sumber Daya Fisik. Sumber daya fisik perusahaan meliputi pegawai, bahan baku,
mesin, dan uang. Pegawai dipekerjakan oleh perusahaan diubah ke tingkat keahlian yang
lebih tinggi melalui pelatihan dan pengalaman., dan pada akhirnya meninggalkan perusahaan.
Bahan baku memasuki perusahaan dalam bentuk input mental dan diubah menjadi barang
jadi, yang kemudian dijual kepada para pelanggan perusahaan. Mesin dibeli, digunakan, dan
pada akhirnya dijual dalam bentuk besi tua atau ditukar denganmesin yang baru. Uang yang
memasuki perusahaan dalam bentuk penerimaan penjualan, investasi pemegang saham, dan
peminjaman lalu diubah menjadi pembayaran kepada pemasok, pajak kepada pemerintah, dan
pinjaman lalu diubah menjadi pembayaran kepada pemasok, pajak kepada pemerintah, dan
pengembalian kepada para pemegang saham. Ketika berada didalam perusahaan, sumber daya
fisik dipergunakan untuk menghasilkan produk dan jasa yang dijual oleh perusahaan kepada
para pelanggan.
Gambar 1. Model Sistem Umum Perusahaan
Sumber: Raymond McLeod, Jr

Aliran Sumber Daya Virtual. Menunjukkan aliran dari sumber daya virtual- data, informasi,
dan informasi dalam bentuk keputusan. Aliran dua-arah, data dan informasi yang
menghubungkan perusahaan dengan lingkungannya ditunjukkan dibagian sebelah kanan.

Mekanisme Pengendalian Perusahaan. Unsur-unsur yang memungkinkan perusahaan


mengendalikannya operasinya sendiri meliputi (1) standar kinerja yang harus dipenuhi oleh
perusahaan jika ia ingin mencapai tujuannya secara keseluruhan. (2) manajemen perusahaan,
dan (3) suatu pemroses informasi yang mengubah data menjadi informasi.

Lingkaran Umpan Balik. Lingkaran umpan balik (feedback loop) terdiri atas sumber-sumber
daya virtual. Data dikumpulkan dari perusahaandan dari lingkungan lalu dimasukkan kedalam
pemroses informasi, yang mengubahnya menjadi informasi. Informasi ini kemudian diberikan
kepada para manajer, yang melakukan pengambilan keputusan yang akan memengaruhi
perubahan-perubahan yang dibutuhkan pada sistem fisik.
Manajemen akan dipandu dalam pengambilan keputusan oleh standar-standar kinerja
peruahaan. Standar kinerja ini juga dapat dipergunakan oleh pemrosesan informasi untuk
mengetahui apabila perusahaan tidak memberikan kinerja sesuai dengan yang diharapkan.

 Perusahaan Didalam Lingkungannya


Lingkungan dapat bervariasi dari satu perusahaan ke perusahaan lainnya. Sebuah bank
memiliki lingkungan yang berbeda dari sebuah toko alat-alat olahraga atau sebuah gereja.
Meskipun begitu, kita dapat mengidentifikasikan delapan unsur utama yang terdapat didalam
lingkungan seluruh perusahaan. Unsur-unsur lingkungan ini adalah organisasi dan individu
yang berada diluar perusahaan dan memiliki pengaruh langsung maupun tidak langsung atas
perusahaan. Kedelapan unsur ini terdapat didalam suatu sistem yang lebih besar yang disebut
masyarakat (society), Dibawah ini mengammbarkan model delapan unsur lingkungan:
Gambar 1. Model Sistem Umum Perusahaan
Sumber: Raymond McLeod, Jr

Pemasok (supplier), atau yang disebut juga vendor, memasok bahan baku, mesin, jasa,
orang, dan informasi yang digunakan oleh perusahaan untuk menghasilkan produk dan
jasanya. Produk dan jasa ini lalu dipasarkan kepada pelanggan(customer) perusahaan. Serikat
pekerja (labor union) adalah organisasi dari para pekerja terampil maupun tidak terampil dari
berbagai jenis bidang usaha dan industri. Komunitas keuangan (financial community) terdiri
atas institusi- institusi seperti bank dan institusi pemberi pinjaman lainnya yang
mempengaruhi sumber daya keuangan yang tersedia bagi perusahaan. Pemegang saham dan
pemilik (stockholders and owners) adalah orang-rang yang menginvestasikan uang kedalam
perusahaan; mereka adalah pemilik perusahaan yang sebenarnya. Pesaing (competitor)
mencangkup semua organisasi yang bersaing dengan perusahaan didalam pasar. Pemerintah
(goverment), baik itu ditingkat nasional, provinsi, maupun lokal akan memberikan
pembatasan dalam bentuk peraturan dan perundang-undangan dan juga memberikan bantuan
dalam bentuk pembelian, informasi, dan dana. Komunitas global (global community) adalah
wilayah geografis dimana perusahaan menjalankan operasinya. Perusahaan menunjukkan
tanggung jawabnya kepada masyarakat global dengan menghargai lingkungan hidup,
memeberikan produk dan jasa yang memberikan konstribusi kepada mutu kehidupan, dan
melakukan operasinya secara etis.
BAB 4
MENGGUNAKAN TEKNOLOGI INFORMASI
DALAM MENJALANKAN PERDAGANGAN ELEKTRONIK (E-COMMERCE)

Tujuan
Memahami pengertian dari teknologi Informasi, E-Commerce
Memahami Jenis E-Commerce
Memahami manfaat E-Commerce
Memahami kendala E-Commerce.
Memahami Jenis Dua Barang didalam perdagangan elektronik

1. Pengertian Perdagangan Elektronik


Perdagangan elektronik (bahasa Inggris: electronic commerce atau e-commerce) adalah
penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik
seperti internet atau televisi, www, atau jaringan komputer lainnya. E-commerce dapat
melibatkan transfer dana elektronik, pertukaran data elektronik, sistem manajemen inventori
otomatis, dan sistem pengumpulan data otomatis.
Perdagangan Elektronik (yang disebut juga E-Commerce) dalam arti sempit yang
mereka berikan hanya meliputi transaksi-transaksi yang berhubungan dengan pelanggan dan
pemasok, yang menghubungkan komputer mereka masing-masing melalui internet.
E-commerce adalah kegiatan-kegiatan bisnis yang menyangkut konsumen (consumers),
manufaktur (manufactures), service providers dan pedagang perantara (intermediaries)
dengan menggunakan jaringan-jaringan komputer (komputer networks) yaitu internet.
Julian Ding dalam bukunya E-commerce: Law & Practice, mengemukakan bahwa e-
commerce sebagai suatu konsep yang tidak dapat didefinisikan. E-commerce memiliki arti
yang berbeda bagi orang yang berbeda.
Sedangkan Onno W. Purbo dan Aang Wahyudi yang mengutip pendapatnya David
Baum, menyebutkan bahwa: “e-commerce is a dynamic set of technologies, aplications, and
business procces that link enterprises, consumers, and communities through electronic
transaction and the electronic exchange of goods, services, and information”. Bahwa e-
commerce merupakan suatu set dinamis teknologi, aplikasi dan proses bisnis yang
menghubungkan perusahaan, konsumen dan komunitas melalui transaksi elektronik dan
perdagangan barang, pelayanan dan informasi yang dilakukan secara elektronik.
Perdagangan melalui jaringan elektronik sebagai penggunaan komputer untuk
memudahkan semua operasi perusahaan. Banyak operasi itu bersifat internal yang dilakukan
dalam perusahaan oleh area keuangan, sumber daya manusia, jasa informasi, manufaktur dan
pemasaran. Beberapa bidang memiliki tanggung jawab untuk elemen-elemen tertentu.
Keuangan terutama berhubungan dengan masyarakat keuangan, pemegang saham dan
pemilik, serta pelanggan perusahaan. Sumber daya manusia memiliki perhatian khusus pada
masyarakat global dana serikat pekerja. Jasa Informasi berhubungan dengan pemasok
perangkat keras dan peralgkat lunak, Manufaktur bertanggung jawab dalam berhubungan
pemasok dan serikat pekerja. Pemasaran terutama bertanggung jawab untuk berhubungan
dengan pelanggan dan pesaing perusahaan. Semua bidang itu berhubungan dengan
pemerintah.
Industri teknologi informasi melihat kegiatan e-commerce ini sebagai aplikasi dan
penerapan dari e-bisnis (e-business) yang berkaitan dengan transaksi komersial, seperti:
transfer dana secara elektronik, SCM (supply chain management), pemasaran elektronik (e-
marketing), atau pemasaran online (online marketing), pemrosesan transaksi online (online
transaction processing), pertukaran data elektronik (electronic data interchange /EDI), dll.
E-commerce merupakan bagian dari e-business, di mana cakupan e-business lebih luas,
tidak hanya sekadar perniagaan tetapi mencakup juga pengkolaborasian mitra bisnis,
pelayanan nasabah, lowongan pekerjaa. Selain teknologi jaringan www, e-commerce juga
memerlukan teknologi basisdata atau pangkalan data (databases), surat elektronik (e-mail),
dan bentuk teknologi non komputer yang lain seperti halnya sistem pengiriman barang, dan
alat pembayaran untuk e-dagang ini

2. Jenis E-Commerce
Ada banyak cara untuk mengklasifikasikan transaksi e-commerce. Salah satunya dengan
melihat sifat peserta yang terlibat dalam transaksi e-commerce. Tiga kategori utama dari e-
commerce adalah bisnis ke konsumen (B2C), bisnis ke bisnis (B2B), dan konsumen ke
konsumen (C2C)
 E-Commerce bisnis ke konsumen (B2C) melibatkan penjualan produk dan layanan
secara eceran kepada pembeli perorangan. Barnesandnoble.com, yang menjual buku,
peranti lunak, dan musik kepada konsumen perorangan, adalah contoh e-commerce
B2C
 E-Commerce bisnis ke bisnis (B2B) melibatkan penjualan produk dan layanan
antarperusahaan. Situs Web ChemConnect merupakan situs untuk membeli dan
menjual gas alam cair, bahan bakar, bahan kimia, dan plastik. Situs ini merupakan
contoh dari E-Commerce B2B.
 E-Commerce konsumen-konsumen (C2C) melibatkan konsumen yang menjual secara
langsung ke konsumen. Sebagai contoh e-Bay, situs lelang Web raksasa,
memungkinkan orang-orang menjual barang mereka ke konsumen lain dengan
melelangnya kepada penawar tertinggi.

3. Manfaat-manfaat yang diharapkan dari E-commerce


Perusahaan melakukan e-commerce untuk dapat mencapai perbaikan organisasi secara
keseluruhan. Perbaikan-perbaikan ini diharapkan merupakan hasil dari tiga manfaat utama:
 Perbaikkan layanan pelangggna sebelum, selama, dan setelah penjualan
 Perbaikkan hubungan dengan pemasok dan komunitas keuangan
 Peningkatan imbal hasil ekonomis atas pemegang saham dan investasi pemilik.
Manfaat-manfaat diatas akan memberikan kontribusi pada stabilitas keuangan
perusahaan dan memungkinkan bersaing dengan lebih baik didalam dunia bisnis yang
semakin luas menerapkan teknologi komputer.

4. Kendala-Kendala E-Commerce
Tiga kendala didalam E-Commerce adalah sebagai berikut:
 Biaya yang tinggi
 Kekhawatiran akan masalah keamanan
 Peranti lunak yang belum mapan atau belum tersedia
Keamanan adalah satu masalah bagi transaksi B2B dan B2C. Peusahaan pada umumnya
menggunakan jaringan telekomunikasi yang aman yang dimonitor terus menerus untuk akses
yang tidak terotorisasi.

5. Jenis Barang yang Diperdagangkan Dalam E-commerce


Secara umum terdapat dua jenis barang yang diperdagangkan dalam e-commerce
(Perdagangan Elektronik) yaitu:
 Barang tangible barang-barang yang terlihat secara fisik, ditransaksikan secara online,
dan dikirim menggunakan moda transportasi darat, laut atau udara, dalam lingkup
domestik, maupun melintasi batas negara, seperti buku, pakaian, sepatu, tas, barang
elektronik dan sebagainya.
 Barang intangible yaitu barang-barang yang tidak terlihat secara fisik, ditransaksikan
secara online, dan dikirim melalui transmisi data elektronik, misalnya digital file
seperti lagu, film, e-book dan sebagainya, ataupun perangkat lunak computer
(software).
Jalan menuju Perdagangan melalui jaringan Elektronik pada tahap pertama perusahaan
mengumpulkan intelegen bisnis . sehingga dapat memahami peran potensial yang akan
dimainkan oleh tiap elemen lingkungan. Saat perusahaan saling berinteraksi, langkah
selanjutnya adalah membentuk sistem antar organisasi (IOS) melalui pertukaran data
elektronik (EDI) atau ekstranet.

Rencana Bisnis
strategi

Strategi yang tersedia Metologi yang tersedia


Teknologi yang
tersedia
Siklus Hidup Sistem
Sistem Antar Organisasi Perancang Ulang Proses Bisnis
Sambungan
Langsung
Inteligent Bisnis
Keuntungan
Jaringan
Bersaing
Pertukaran data elektronik bernilai
tambah

Internet
Rencana Bisnis Strategi mewujudkan komitmen untuk menggunakan perdagangan
melalu jaringan elektronik guna mencapai keungggulan strategis. Perusahaan pertama-tama
mengumpulkan inteligen bisnis sehingga dapat memahami peran potensial yang dimainkan
tiap elemen lingkungan. Kemudian muncul Komitmen membentuk suatu sistem antar
organisasi (IOS) melalui pertukaran data elektronik (EDI). IOS dicapai dengan mengikuti
siklus hidup sistem (SLC) atau melakukan rancangan ulang proses bisnis(BPR). Hasilnya
adalah sistem berorentasi jaringan yang menggunakan sambungan langsung, jaringan bernilai
tambah, internet.
BAB 5
PENGGUNAAN KOMPUTER DIPASAR TRADISIONAL

1. Pendahuluan
Pada awalnya komputer digunakan pada tingkat lokal untuk memecahkan permasalahan
lokal. Namun saat ini komputer digunakan untuk mengelola sumber daya yang sangat luas,
karena perusahaan memandang seluruh dunia sebagai pasar mereka. Selama tahun 1980-an
dan awal tahun 1990-an, Perusahaan multinasional (multinational corporation – MNC)
raksasa telah berhasil membangun sistem informasi global (global information systems –
GIS), membutuhkan pemrosesan informasi yang khusus. Dan perusahaan tersebut membuat
peningkatan besar-besaran baik untuk arsitektur maupun aplikasi sistem informasinya. Sistem
yang semula dirancang untuk mendukung operasi terpusat atau tersebar akan direkayasa ulang
yang memungkinkan perusahaan induk dan anak perusahaannya beroperasi sebagai suatu
sistem yang terintegrasi dan terkoordinasi. GIS masa depan akan memungkinkan anak
perusahaan untuk menyesuaikan produk dan jasa mereka dengan para pelanggan, namun tetap
menyediakan informasi yang diperlukan para eksekutif diperusahaan induk untuk
menjalankan perusahaan global.

2. Perusahaan Multinasional (multinational Corporation = MNC)


Perusahaan Multinasinal adalah perperusahaan yang beroperasi melintasi berbagai
produk, pasar, bangsa, dan budaya. MNC terdiri dari perusahaan induk dan sekelompok anak
perusahaan. Anak-anak perusahaan tersebut tersebar secara geografis dan masing-masing
mungkin memiliki tujuan, kebijakan dan prosedur sendiri. Dengan bentuk tersebut, MNC
mungkin merupakan bentuk organisasi paling rumit yang keberadaannya saat ini meluas.
MNC merupakan suatu sistem terbuka tetapi berusahan meminimumkan ketidakpastian
yang ditimbulkan oleh lingkungan. Ketidakpastian dalam hal ini adalah “perbedaan antara
jumlah informasi yang diperlukan untuk melaksanakan suatu tugas dan jumlah informasi yang
telah dimiliki oleh organisasi”. Karena ketidakpastian melibatkan informasi, para eksekutif
MNC dengan mudah melihat bahwa mereka dapat mengatasi pengaruh-pengaruh lingkungan
dengan menggunakan secara baik teknologi informasi. MNC membuat sistem pengolah
informasi yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka dari segi pengaruh lingkungan dan
warisan administratif. Perusahaan yang berhasil membuat sistem yang cocok memiliki
peluang terbaik mencapai kinerja yang baik, mereka yang gagal berisiko tinggi mengalami
kinerja yang buruk. Tempat yang baik untuk memulai mempelajari pemakaian komputer di
pasar internasional adalah struktur organisasi. Menurut William Egelhoff dari Fordham
University) mengidentifikasi 4 struktur yang berbeda, yakni :
 Divisi fungsional sedunia (worldwide functional divisions),
Dalam struktur ini, anak-anak perusahaan diorganisasi menurut jalur fungsional-
manufaktur, pemasaran dan keuangan. Area-area fungsional di anak perusahaan
melapor langsung pada pasangan fungsional mereka di induk perusahaan.
 Divisi internasional (International divisions)
Dalam struktur ini semua anak perusahaan di luar negeri melapor pada suatu divisi
Internasional MNC yang terpisah dari divisi domestik.
 Wilayah geografis (Geographic regions)
Dalam struktur ini, MNC membagi operasinya yang menjadi wilayah – wilayah, dan
tiap wilayah bertanggung jawab atas anak-anak perusahaan yang berlokasi di dalam
batasnya.
 Divisi produk sedunia (worldwide product divisions)
Dalam struktur ini, perusahaan diorganisasikan menurut jalur divisi produk, dan tiap
divisi bertanggung jawab atas operasi mereka sendiri di seluruh dunia.

3. Strategi Bisnis global


Strategi bisnis MNC dikelompokan atas empat (4) strategi menurut Christopher Bartlett &
Sumantra Goshal, yaitu :

Strategi Multinasional
perusahaan induk memberikan kebebasan kepada anak perusahaan untuk
mengembangkan produk dan praktek mereka sendiri serta senantiasa memberikan pelaporan
keuangan (desentralisasi). Strategi ini menimbulkan kendurnya pengendalian oleh perusahaan
induk (kantor pusat), dan sistem informasi memudahkan desentralisasi dalam pengambilan
keputusan strategis serta terdiri dari proses dan database yang beridiri sendiri (oleh anak
perusahaan).

Strategi Global
pengendalian ada di perusahaan induk (sentralisasi proses & database). Perusahaan
berusaha memenuhi kebutuhan pelanggan di seluruh dunia dengan produk-produk standar.
Produk untuk seluruh pasar dunia diproduksi secara sentarl dan dikirimkan ke anak-anak
perusahaan. Hal tersebut mengakibatkan sebagaian besar kapasitas sistem informasinya
berlokasi diperusahaan induk dan terdapat sentralisasi proses dan database. Pengendalian
sangat ketat dan strategi diatur oleh pusat.

Strategi Internasional
perpaduan strategi global (sentralisasi) dan strategi multinasional (desentralisasi).
Strategi ini memerlukan suatu tim manajemen diperusahaan induk yang memiliki
pengetahuan dan ketrampilan menembus pasar global. Keahlian ini disediakan anak
perusahaan yang digunakan untuk mengadaptasi produk, proses dan strategi perusahaan bagi
pasar mereka sendiri. Dengan strategi ini akan menggunakan sistem interorganisasi yang
menghubungkan proses dan database perusahaan induk dengan anak perusahaan.

Strategi Transnasional
perusahaan induk dan semua anak perusahaan bekerja sama memformulasikan strategi
dan kebijakan operasi, mengkoordinasikan logistik agar produk mencapai pasar yang tepat.
Tercapainya efisiensi dan integrasi global serta fleksibilitas di tingkat lokal. Selain itu
menunjukkan kapasitas pemrosesan informasi yang tersedia pada tingkat anak perusahaan.
Ketika perusahaan menerapkan strategi transnasional, perusahaan mencapai integrasi dalam
sistemnya dengan menggunakan standar yang diterapkan pada skala internasional serta
dengan arsitektur yang umum. Tim pengembangan menyertakan wakil dari berbagai anak
perusahaan untuk memastikan bahwa sistem tersebut memenuhi kebutuhan local. Strategi
transnasional menempatkan tanggung jawab yang besar pada pengelola database untuk
memastikan keseragaman rancangan database di seluruh dunia.

4. Penggerak bisnis Global


Penggerak bisnis global (global business drivers) atau GBD adalah suatu entitas yang
mengambil manfaat dari economies of scale dan economies of scope,serta kemudian
berkontribusi pada stategi bisnis global. GBD berfocus pada entitas bisnis yang luas, seperti
pemasok, pelanggan dan produk, dan menguraikan informasi yang diperlukan tiap entitas
tersebut. Setelah dibentuk, GBD menjadi dasar bagi rencana strategi sumber daya informasi
perusahaan.
Tujuh penggerak Bisnis Global menurut penelitian perusahaan MNC diAmerika Serikat
 Sumber daya bersama
Beberapa anak perusahaan MNC membagai sumber daya yang sama untuk
mengurangi biaya.Contoh sumberdaya tersebut: Armada distribusi laut dan udara)
antar negara
 Operasi yang fleksibel
Pabrik dapat dipindahkan dari satu pabrik kepabrik yang baru sebagai respon dari
perubahan kondisi.Contoh:
Pemogokan serikat buruh sehingga operasional pabrik berhenti dan dipindahkan
operasinya kepabrik anak perusahaan yang terdekat.
 Rasionalisasi Operasi
Berbagai komponen dan sub- rakitan mobil,komputer,elektronik dll dibuat diseluruh
dunia dan kemudian dirakit dinegara tujuan oleh anak perusahaan, agem, dealer
sehingga menjadi barang jadi.,karena murah sumber daya terutama biaya tenaga kerja.
 Pengurangan resiko
MNC membatasi resiko yang berpengaruh dalam beroperasi dibeberapa negara
dibandingkan dengan satu negara.
Contoh : Penuruan nilai mata uang negara kuat (AS,Uni-Eropa ) akan mempengaruhi
mata uang dalam negeri.
 Produk Global
Perusahaan memasarkan produk yang sama diseluruh dunia atau melalui anak-anak
perusahaan diseluruh dunia
Contoh : Merakit produk dari sub –rakitan yang sama
 Pemasok yang langka
Sumberdaya tertentu sangat langka ,tidak tersedia pada setiap negara /lokasi dan
pemakainnya juga dalam waktu yang tertentu .
Contoh : Mesin /instrumen pengujian yang khusus dengan MNC masalah ini dapat
diatasi dengan sistem pinjam pakai antar anak perusahaan
 Pelanggan tingkat perusahaan
Perusahaan memiliki pelanggan diselurh dunia ,yang termasuk pengerak ini adalah
adalah perusahaan yang beroperasi secara global
Contoh :Compaq menjual komputer kepada perusahaan yang beroperasi secara global
pada perusahaan groupnya
5. Masalah dalam Menerapkan Sistem Informasi Global
a. Kendala Politis
Pemerintah Negara tempat anak perusahaan dapat memaksakan beragam pembatasan yang
menyulitkan perusahaan induk untuk anak perusahaan dalam jaringan, yaitu:
1. Pembatas pembelian dan import perangkat keras
Suatu negara dalam melindungi produksi dalam negeri ,hanya mengizinkan penjualan
produk tertentu dengan cara merakitnya didalam negeri tidak boleh build-up
(Mobil,komputer) dari
2. Pembatasan pemrosesan data
Kebijakan nasional suatu negara mengharuskan data laporan perusahaan hanya boleh
diproses didalam negeri ,dikirim bentuk laporan jadi keperusahaan induk
3. Pembatasan Komunikasi data.
Pembatasan komunikasi data yang paling umum adalah pembatasan atas arus lintas batas
.Arus data lintas batas adalah perpindahan data yang dapat dibaca mesin melintasi
perbatasan negara
b. Permasalahan teknologi.
MNC sering diganggu oleh masalah-masalah yang berkaitan dengan tingkat teknologi
yang ada dinegara tempat anak perusahaan beroperasi.
c. Kurangnya dukungan dari manajer anak perusahaan .

6. Strategi penerapan GIS


Bila suatu MNC mengikuti strategi multinasional, diperlukan sejumlah tim
pengembangan yang bekerja di sejumlah anak perusahaan. Bila strategi global yang diikuti,
tim pengembangan GIS mengerjakan sebagian besar tugasnya di perusahaan induk. Bila
strategi internasional ang diikuti, satu atau sejumlah tim pengembangan dapat berpergian dari
perusahaan induk ke anak-anak perusahaan. Bila strategi transnasional yang diikuti, tim
pengembangan menyertakan wakil-wakil dari perusahaan induk dan anak perusahaan .
Strategi transnasional bagi penerapan GIS
Strategi ini paling rumit dalam rangka membangun menjadi suatu sistem yang bekerja
dengan lancar dan strategi penerapannya meliputi:
 Menghubungkan GIS dengan strategi bisnis
 Menentukan sumber daya informasi
 Menyediakan pembagian data
 Memperhatikan lingkungan budaya
Faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan GIS dalam lingkungan budaya, meliputi :
dukungan manajemen puncak
pengenalan computer
 kekuatan referensi
 preferensi komunikasi lisan
 kepuasan dalam menggunakan GIS
7. Manajemen Sumber Daya Informasi (Information Resources Management= IRM)
IRM adalah aktivitas yang dijalankan oleh manajer pada tingkatan dalam perusahaan
dengan tujuan mengidentifikasi, memperoleh, dan mengelola sumber daya informasi yang
diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pemakai.

8. Elemen-elemen IRM yang diperlukan


Agar suatu perusahaan dapat mencapai IRM secara penuh, perlu ada satu set kondisi
tetentu. Kondisi-kondisi tersebut meliputi:
a. Kesadaran bahwa keunggulan kompetitif dapat dicapai melalui sumber daya informasi
yang unggul.
b. Kesadaran bahwa jasa informasi adalah suatu area fungsional utama.
c. Kesadaran bahwa CIO (Chief Information Officer) adalah eksekutif puncak.
d. Perhatian pada sumber daya informasi perusahaan saat membuat perencanaan strategis.
e. Strategi untuk mendorong dan mengelola end-user computing.

9. Model IRM
a. Lingkugan perusahaan. Delapan elemen lingkungan memberikan latar belakang untuk
mencapai keungggulan kompetitif.
b. Eksekutif Perusahaan. CIO disertakan dalam kelompok eksekutif yang mengarahkan
perusahaan menuju tujuannya.
c. Area fungsional. Jasa Informasi disertakan sebagai suatu area fungsional utama., dan setiap
area bersama-sama mengembangkan rencana-rencana strategis yang mendukung rencana
strategis perusahaan.
d. Sumber daya Informasi. Rencana strategis sumber daya informasi menggambarkan
bagaimana semua sumber daya informasi akan diperoleh dan dikelolah.
e. Pemakai. Data dan informasi mengalir antara sumber daya informasi dan para pemakai.
Sebagian pemakai ikut serta dalam end-user computing
BAB 6
PEMROSESAN DAN APLIKASI KOMPUTER

1. Sejarah Awal Komputer


Sejarah komputer terus mengalami perkembangan dari generasi ke generasi. Komputer,
tentunya kita sudah tidak asing lagi dengan perangkat yang satu ini. Dari pertama kali dibuat,
komputer telah mengalami perubahan dan perkembangan yang sangat pesat. Kini komputer
bukan sekadar untuk olah kata dan data, komputer telah menjadi barang yang "serba bisa".
Kita bermain game, mendengar musik, membuat animasi dan film, menyelesaikan tugas-tugas
sekolah dan lain-lain, semuanya dapat diselesaikan dengan komputer. Sistem komputer di
kassa supermarket yang dapat membaca kode barang belanjaan, pusat telepon yang
menangani jutaan panggilan dan komunikasi, jaringan komputer dan internet yang
menghubungkan berbagai tempat di dunia, semuanya menggunakan komputer. Agar tidak
ketinggalan, maka kita harus mempelajari komputer sedini mungkin.
Meskipun komputer sekarang ini sangat berbeda dengan model awalnya, semua komputer
mencerminkan arsitektur dasar yang sama. Pada setiap generasi dibedakan berdasarkan
kemampuan teknologinya untuk melakukan serangkaian proses (capability), makin rendah
biaya operasionalnya (efficiency) dan makin mudah menggunakannya (user friendly).

Gambar 1. Komputer
Sumber: Chr.Jimmy L.Gaol
 Computer mainframe awal
Istilah mainframe masih digunakan sekarang, untuk menggambarkan computer besar,
berlokasi terpusat yang umumnya dipakai oleh organisasi besar. Multitasking mengacu
kepada pada kenyataan bahwa lebih dari pemakai tampak bekerja dicomputer pada saat yang
sama.
 Aplikasi computer awal
Komputer awal terutama digunakan untuk pengolah data, atau aplikasi akutansi. Begitu
komputerisasi aplikasi ekonomis, para manajer menggunakan komputer untuk menyediakan
informasi untuk mendukung keputusan. Peningkatan konstan permintaan sumber daya
computer untuk membantu proses bisnis menyebabkan sebagian besar pekerja kantor kini
memiliki akses langsung ke sumber daya tersebut.

2. Pengertian Komputer
Secara umum komputer adalah sekumpulan alat elektronik dimana satu dengan yang
lainnya saling bekerja sama terkoordinasi dibawah kontrol program dengan kemampuan dapat
menerima data atau input lalu mengolah data tersebut dengan menghasilkan informasi
(output).
Menurut Robert H. Blissmer komputer ialah suatu alat elektronik yg mampu melakukan
beberapa tugas seperti menerima input, memroses input, menyimpan perintah-perintah dan
menyediakan output dalam bentuk informasi.
Menurut V.C. Hamacher et al komputer merupakan mesin penghitung elektronik yg
dengan cepat dapat menerima informasi input digital, memrosesnya sesuai dengan program
yg tersimpan di memorinya dan menghasilkan output informasi.
Menurut Donald H. Sanderes komputer adalah sistem elektronik untuk memanipulasi
data dengan cepat dan tepat serta dirancang dan diorganisasikan agar secara otomatis
menerima dan menyimpan data input, memrosesnya, dan menghasilkan output di bawah
pengawasan suatu langkah-langkah instruksi program (Sistem Operasi) yang tersimpan di
didalam penyimpannya (stored program).
Menurut Larry Long & Nancy Long komputer adalah alat hitung elektronik yg mampu
menginterpresentasikan juga melaksanakan perintah program untuk input, output,
perhitungan, dan operasi-operasi logik.
Menurut Robert H. Blissmer komputer ialah suatu alat elektronik yang mampu
melakukan beberapa tugas seperti menerima input, memroses input, menyimpan perintah-
perintah dan menyediakan output dalam bentuk informasi.
Menurut Larry Long & Nancy Long Komputer adalah alat hitung elektronik yang
mampu menginterpresentasikan dan juga melaksanakan perintah program untuk input, output,
perhitungan, dan operasi-operasi logik.

3. Perangkat keras komputer


Komponen-komponen perangkat keras computer:
a. Prosesor
Prosesor adalah unit utama tempat dilakukannya pemprosesan dilakukan. Komponen
ini juga disebut CPU (central processing unit), atau prosesor computer, atau sistem unit.
Didalam CPU terdapat pula penyimpanan utama/ penyimpanan primer (main
memory/primary stronge). CPU ( Central Processing Unit ) merupakan perangkat keras
computer yang memiliki fungsi untuk menerima dan melaksanakan perintah dan data dari
perangat lunak. CPU merupakan otak dari computer. Tanpa adanya CPU, maka computer
tidak akan berfungsi sebagai mestinya. CPU memiliki fungsi untuk menjalankan program
yang telah disimpan dalam memori utama, dengan cara mengambil intruksi kemudian
menguji intruksi dan mengeksekusinya sesuai alur perintah. CPU akan mengatur dan
mengendalikan alat-alat input output.
Fungsi CPU:
 CPU mampu mengambil intruksi-intruksi dari memori utama
 CPU akan mengambil data dari memori utama untuk di proses
 CPU akan mengirimkan intruksi ke ALU jika ada perhitungan aritmatika.
 CPU akan mengawasi kerja dari ALU .
 CPU akan menyimpan hasil proses ke memori utama.
b. Memory
Pada dasarnya materi disimpan dalam suatu computer dalam dua cara memori dan
penyimpanan. Memori juga disebut main memori, penyimpanan primer (primer store), atau
random acces memory (RAM), mengacu pada area penyimpanan tempat data yang sedang
proses dan intruksi program yang sedang dilaksanakan.
c. Penyimpanan
Ada beberapa jenis penyimpanan computer, dan masing-masing memiliki karakter
berbeda yang membuat lebih cocok untuk tugas-tugas tertentu. Media penyimpanan berbentuk
pita dan disk. Penyimpanan akses berurutan menyimpan data dalam suatu format sebegitu
rupa sehingga jika dipotong data keseratus yag diperlukan oleh program computer maka 99
potongan data sebelumnya harus dibaca untuk mencapai lokasi penyimpanan dari potongan
data keseratus.

d. Alat-alat input
Data yang dimasukkan oleh manusia, input sering dimasukan oleh seseorang yang
mengetik diatas keybord, yang mirip keybord ketik standar tetapi memiliki tombol-tombol
untuk berintergrasi dengan aplikasi komputer.
e. Alat-alat ouput
Alat-alat utput juga tebagi kedalam kategori dapat dibaca mesin (machine readable)
dapat dibaca (Human readable).Alat output yang dapat dibaca manusia adalah monitor
sedangkan alat output yang dapat dibaca mesin adalah printer.

4. Perangkat lunak
Ada dua jenis perangkat lunak :
a. Perangkat lunak system (system software)
Melaksanakan tugas-tugas dasar tertentu yang diperlukan semua pemakai suatu
computer, jenis dasar perangkat lunak adalah system operasi, program utility, dan
penerjemaan bahasa computer(languae translator).
 Sistem operasi
Sistem operasi, mengelola proses computer, berfungsi sebagai interface yang
menghubungkan pemakai, perangkat lunak yang memproses data perusahaan dan perangkat
keras.
Enam dasar yang melaksanakan system operasi:
1. Menejadwalkan tugas, menentukan urutan pelaksanaan tugas, dengan menggunakan
prioritas yang ditetapkan oleh perusahaan.
2. Mengelola sumber daya perangkat keras dan perangkat lunak. Membuat program
apliakasi pemakai, dan membuat berbagai unit perangkat keras.
3. Menjaga keamanan, mengaharuskan pemakai menggunakan password
4. Memungkinkan beberapa sumber daya untuk beberapa pemakai. Menangani
penjadwalan dan pelaksanaan program aplikasi bagi banyak pemakai pada saat
bersamaan, suatu kemampuan yang disebut multiprogramming.
5. Menangani interrupt (penundaan suatu pemprosesan satu program supaya program
yang lain dapat dilaksanakan).
6. Menyimpan catatan pemakai.

 Program Utility
Program Utility adalah suatu routine yang memungkinkan pemakai untuk
melaksanakan operasi pemrosesan data dasar tertentu yang tidak unik pada suatu aplikasi
pemakai tertentu. Utility memungkinkan pemakai untuk menyalin file, mengurut isi file,
menggabungkan dua file atau lebih, dan menyiapkan pemakaina media penyimpanan yang
dapat dipindahkan.
 Penerjemah bahasa
Penerjemah bahasa adalah bahasa pemograman yang menerterjemahkan intruksi program
menjadi intruksi komputer, dikembangkan untuk menyediakan cara yang lebih mudah untuk
memberi perintah pada komputer.
b. Perangkat lunak aplikasi
 Perangkat lunak aplikasi jadi
 Perangkat lunak aplikasi pesanan
 Perangkat lunak yang mudah digunakan
 Mengikuti perkembangan terbaru perangkat lunak
BAB 7
PENDEKATAN SISTEM

1. Pendekatan Sistem
Pendekatan sistem adalah serangkaian tahapan tahapan pemecahan masalah yang setiap
langka di pahami dan menghasilkan sebuah solusi alternatip di pertimbangkan dan solusi yang
di pilih dapat di terapkan.
Di dalam sebuah perusahaan manajer berperan penting dalam pengambilan keputusan
yang efektif dan efisien.sistem konseptual adalah suatu sistem pemecahan masalah yang
terdiri dari manajer ,informsi dan standart.2 elemen yang lain masuk dalam peroses perubahan
masalah menjadi solusi (solusi alternatif dan kendala).
Pendekatan sistem pada manajemen bermaksud untuk memandang organisasi sebagai
suatu kesatuan, yang terdiri dari bagian-bagian yang saling berhubungan. Pendekatan sistem
memberi manajer cara memandang organisasi sebagai suatu keseluruhan dan sebagai bagian
dari lingkungan eksternal yang lebih luas.
Tujuan rancangan pendekatan sistem manajemen adalah memanfaatkan analisis ilmiah pada
organisasi yang kompeks/rumit (complex) untuk:
 Mengembangkan dan mengatur mengelola sistem operasional (misalnya aliran uang,
sistem personil) dan;
 Merancang sistem informasi untuk pembuatan keputusan.

2. Urut-urutan Langkah
Meskipun banyak uraian mengenai pendekatan sistem mengikuti pola dasar yang sama,
namun jumlah langkahnya bervariasi. Dalam melakukan pendekatan sistem ada langkah-langkah
dan tahapan yang bisa dilakukan.

Tahap I: Usaha persiapan


Menyiapkan pemecahan masalah dengan memberikan suatu orientasi sistem. Selain itu
langkah-langkah ini dapat terjadi selama jangka waktu yang lama- dimulai dari sekarang.

Langkah 1- Memandang perusahaan sebagai suatu system. Anda harus dapat memandang
perusahaan Anda sebagai suatu sistem. Melihat bagaimana perusahaan atau unit organisasi
sesua dengan model.

Langkah 2 - Mengenali sistem lingkungan. Hubungan antara perusahaan atau organisasi


dengan lingkungannya juga merupakan suatu hal yang penting. Delapan unsur lingkungan
memeberikan suatu cara yang efektif dalam memosisikan perusahaan sebagai suatu sistem
dalam lingkungannya.

Langkah 3 - Mengidentifikasi subsistem perusahaan. Subsistem utama perusahaan dapat


mengambil beberapa bentuk. Bentuk termudah yang dapat dilihat manajer adalah area-area bisnis.

Manajer juga dapat melihat tingkat-tingkat manajemen sebagai subsistem. Subsistem


memiliki hubungan atasan-bawahan dan terhubung oleh arus informasi maupun keputusan.
Manajer juga dapat menggunakan arus sumber daya sebagai dasar untuk membagi perusahaan
menjadi subsistem-subsistem. Keuangan, sumber daya manusia, dan layanan informasi
semuanya mencerminkan unit-unit organisasi yang ditujukan untuk memfasilitasi arus-arus
sumber daya ini.
Ketika seorang manajer dapat melihat perusahaan sebagai suatu sistem dari subsistem-
subsistem yang berada didalam suatu lingkungan, maka suatu orientasi sistem telah tercapai.
Manajer telah menyelesaikan upaya persiapan dan kini siap untuk mempergunakan
pendekatan sistem dalam memecahkan masalah.

Tahap II: Usaha definisi


Langkah 4 Bergerak dari tingkatan sistem dalam urutan tertentu. Ketika manajer mencoba
memahami masalah, analis akan memulai pada sistem yang menjadi tanggung jawab manajer
tersebut. Sistem ini dapat berupa perusahaan atau salah satu unitnya. Analisis kemudian
dilanjutkan menuju ke bawah hierarki sistem, tingkat demi tingkat.
Manajer pertama kali mempelajari posisi sistem sehubungan dengan lingkungannya.
Apakah sistem dalam kedaan seimbang dengan lingkungannya? Apakah sumber daya
mengalir dengan cara yang diharapkan diantara sistem dan lingkungannya?Apakah sistem
mampu memenuhi tujuannya dalam memberikan produk dan jasa bagi lingkungan?
Selanjutnya, manajemen menganalisis sistem dilihat dari subsistem-subsistemnya.
Apakah subsistem telah terintegrasi menjadi satu unit yang berfungsi dengan lancar, yang
bekerja ke arah pencapaian tujuan sistem?
Tujuan dari analisis dari atas ke bawah ini adalah untuk mengidentifikasi tingkat sistem
dimana terdapat penyebab terjadinya masalah.

Langkah 5 Menganalisis bagian-bagian sistem dalam urutan tertentu.


Unsur 1 – Mengevaluasi Standar Manajemen menentukan standar dan harus memastikan bahwa
standar tersebut realistis, dapat dipahami, dapat diukur, dan valid (yakni harus merupakan ukuran atas
kinerja sistem yang baik).

Unsur 2 – Membandingkan Output Sistem Dengan Standar. Jika Sistem memenuhi


standarnya, tidaklah perlu meneruskan dengan pendekatan sistem atas pemecahan masalah
pada tingkat sistem tertentu ini. Sebagai gantinya,manajer hendaknya mengevaluasi ulang
standar berdasarkan kinerja yang baik saat ini. Mungkin standarlah yang seharusnya
dinaikkan. Jika sistem tidak memenuhi standarnya, manajer harus mengidentifikasi
penyebabnya, dan unsur-unsur sistem yang tersisa adalah kemungkinan lokasi.

Unsur 3 – Mengevaluasi Manajemen. Diberikan satu penilaian kritis atas manajemen dan
struktur organisasi sistem. Apakah terdapat tim manajemen sesuai dengan kuantitas dan
kualitas yang diminta?Apakah terdapat cukup manajer, dan apakah mereka memiliki keahlian
dan kemampuan yang tepat?Dengan alasan yang sama, apakah struktur organisasi membantu
atau menghalangi proses pemecahan masalah? Dalam beberapa kasus, mungkin dibutuhkan
pembuatan satu unit baru Suatu masalah ada atau akan ada (identifikasi masalah).

Unsur 4 – Mengevaluasi Prosesor Informasi. Ada Kemungkinan terdapat tim manajemen


yang baik, namun tim tersebut tidak mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Jika kasusnya
seperti ini, kebutuhan harus diidentifikasi dan sistem informasi yang memadai harus
dirancang dan diimplementasikan.

Unsur 5 - Mengevaluasi Input Dan Sumber Daya input. Ketika analisis pada sistem di tingkat
ini telah tercapai, Sitem Konseptual tidak lagi menjadi masalah, dan masalah terdapat pada
sistem fisik. Analisis akan dilakukan oleh sumber daya fisik didalam unsur input dari sistem
(seperti dok penerimaan, bagian kendali mutu, dan gudang bahan mentah) maupun sumber
daya yang mengalir dari lingkungan melalui unsur tersebut.

Unsur 6 – Mengevaluasi Unsur Transformasi. Prosedur-prosedur dan praktik-praktik yang


tidak efesien dapat menimbulkan kesulitan dalam mengubah input menjadi ouput.
Otomatisasi, robot, desain dan produksi yang dibantu oleh komputer (Computer –aided
design and computer – aided manufacturing CAD/CAM), serta produksi yang diintegrasikan
oleh komputer (computer-integrated manufacturing-CIM) adalah contoh dari upaya untuk
memecahkan masalah transformasi.

Unsur 7 – Mengevaluasi Sumber Daya Output. Dalam menganalisis unsur 2, kita memberikan
perhatian pada output yang diproduksi oleh sistem. Disini kita mempertimbangkan sumber
daya fisik dalam unsur output suatu sistem. Contoh sumber daya seperti ini adalah gudang
barang jadi, personel dan mesin-mesin dok pengiriman, serta armada truk pengiriman.

Tahap III - Upaya Solusi


Upaya solusi melibatkan suati pertimbangan atas alternatif-alternatif yang layak, pemilihan
alternatif terbaik, dan implementasinya. Jangan lupa untuk menindaklanjuti implementasi
untuk memastikan bahwa solusi tersebut efektif.

Langkah 6 – Mengidentifikasikan Solusi-Solusi Alternatif. Manajer mengidentifikasi cara-


cara yang berbeda untuk memecahkan masalah yang sama. Sebagai contoh, asumsikan bahwa
masalahnya adalah sebuah komputer yang tidak dapat mengani peningkatan volume aktivitas
perusahaana. Terdapat tiga solusi alternatif yang diidentifikasi: (1) menambahkan lebh banyak
alat ke komputer yang sudah ada untuk meningkatkan kapasitas dan kecepatnya; (2)
mengganti komputer yang ada dengan komputer yang lebih besar; (3) mengganti komputer
yang ada dengan LAN komputer-komputer yang lebih kecil.

Langkah 7 – Mengevaluasi Solusi-Solusi Alternatif. Semua alternatif harus dievaluasi dengan


menggunakan kriteria evaluasi yang sama, yang mengukur seberapa baik satu alternatif akan
memecahkan masalah. Evaluasi akan menghasilkan keuntungan dan kerugian dari
pengimlementasian masing-masing alternatif> Namun ukuran fundamentalnya adalah sampai
sejauh mana satu alternatif memungkin sistem mencapai tujuannya.

Langkah 8 – Memilih Solusi yang terbaik. Setelah mengevaluasi alternatif-alternatif, kita


harus memilih alternatif yang terbaik. Henri Mintzberg, seorang teoretikus manajemen,
mengidentifikasikan iga cara yang dilakukan manajer dalam memilih alternatif yang terbaik
 Analisis – Suatu evaluasi sistematis atas pilihan-pilihan, dengan mempertimbangkan
konsekuensinya pada sasaran organisasi. Contohnya adalah presentasi yang diberikan oleh
tim pengembang kepada steerring committee SIM, memberikan keuntungan dan kerugian
dari semua pilihan.
 Pertimbangan – Proses mental dari seorang manajer. Sebagai contoh, seorang manajer
produksi akan menerapkan pengalaman dan intuisinya dalam mengevaluasi tata ruang
sebuah pabrik baru yang diususlkan oleh suatu model matematis.
 Tawar-Menawar – Negosiasi diantara beberapa para anggota komite eksekutif sehubungan
dengan sistem amanjemen basis data mana yang digunakan.

Langkah 9 – Mengimlementasikan Solusi. Masalah tidak aakan terpecahkan hanya dengan


memeilih solusi yang terbaik. Kita perlu mengimplementasikan solusi tersebut. Dalam contoh,
perlu dilakukan pemasangan peralatan komputasi yang dibutuhkan.

Langkah 10 – Menindaklanjuti Untuk Memastikan Keefektifan Solusi. Manajer dan para


pengembang hendaknya tetap mengawasi situasi untuk memastikan bahwa solusi yang dipilih
telah mencapai hasil yang direncanakan. Ketika solusi tidak mampu mencapai harapan, kita
perlu melaksanakan kembali langkah-langkah pemecahan masalah untuk mengetahui dimana
letak kesalahan. Selanjutnya dilakukan uji coba kembali. Proses ini dilakukan berulang-ulang
sampai manajer merasa puas dengan pemecahan masalah.

3. Pendekatan Alternatif Pengembangan Sistem


Sistem-sistem berbeda dari segi ukuran dan kompleksitas teknologinya dan dari masalah
perusahaan yang dipecahkannya. Sejumlah pendekatan pengembangan sistem telah
dikembangkan untuk menangani dengan perbedaan-perbedaan ini. Bagian ini menjelaskan
metode-metode alternatif berikut: siklus hidup sistem tradisional, pembuatan prototipe, paket
aplikasi peranti lunak, pengembangan oleh pengguna akhir, dan alih kontrak.

 Siklus Hidup Pengembangan Sistem


Pendekatan sistem merupakan sebuah metodologi. Metodologi adalah satu cara yang
direkomendasikan dalam melakukan sesuatu. Pendekatan sistem adalah metodologi dasar
dalam memecahkan segala jenis masalah. Siklus hidup pengembangan sistem (systems
develpment life cycle – SDLC) adalah aplikasi dari pendekatan sistem bagi pengembangan
suatu sistem informasi.
SDLC adalah tahapan-tahapan pekerjaan yang dilakukan oleh analis sistem dan programmer
dalam membangun sistem informasi. Langkah yang digunakan meliputi:
1. Melakukan survei dan menilai kelayakan proyek pengembangan sistem informasi
2. Mempelajari dan menganalisis sistem informasi yang sedang berjalan
3. Menentukan permintaan pemakai sistem informasi
4. Memilih solusi atau pemecahan masalah yang paling baik
5. Menentukan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software)
6. Merancang sistem informasi baru
7. Membangun sistem informasi baru
8. Mengkomunikasikan dan mengimplementasikan sistem informasi baru
9. Memelihara dan melakukan perbaikan/peningkatan sistem informasi baru bila diperlukan
System Development Lyfe Cycle (SDLC) adalah keseluruhan proses dalam membangun
sistem melalui beberapa langkah. Ada beberapa model SDLC. Model yang cukup populer dan
banyak digunakan adalah waterfall. Beberapa model lain SDLC misalnya fountain, spiral,
rapid, prototyping, incremental, build & fix, dan synchronize & stabilize.
Dengan siklus SDLC, proses membangun sistem dibagi menjadi beberapa langkah dan
pada sistem yang besar, masing-masing langkah dikerjakan oleh tim yang berbeda.
Dalam sebuah siklus SDLC, terdapat enam langkah. Jumlah langkah SDLC pada referensi
lain mungkin berbeda, namun secara umum adalah sama. Langkah tersebut adalah
1. Analisis sistem, yaitu membuat analisis aliran kerja manajemen yang sedang berjalan
2. Spesifikasi kebutuhan sistem, yaitu melakukan perincian mengenai apa saja yang
dibutuhkan dalam pengembangan sistem dan membuat perencanaan yang berkaitan dengan
proyek sistem
3. Perancangan sistem, yaitu membuat desain aliran kerja manajemen dan desain
pemrograman yang diperlukan untuk pengembangan sistem informasi
4. Pengembangan sistem, yaitu tahap pengembangan sistem informasi dengan menulis
program yang diperlukan
5. Pengujian sistem, yaitu melakukan pengujian terhadap sistem yang telah dibuat
6. Implementasi dan pemeliharaan sistem, yaitu menerapkan dan memelihara sistem yang
telah dibuat
Siklus SDLC dijalankan secara berurutan, mulai dari langkah pertama hingga langkah
keenam. Setiap langkah yang telah selesai harus dikaji ulang, kadang-kadang bersama expert
user, terutama dalam langkah spesifikasi kebutuhan dan perancangan sistem untuk
memastikan bahwa langkah telah dikerjakan dengan benar dan sesuai harapan. Jika tidak
maka langkah tersebut perlu diulangi lagi atau kembali ke langkah sebelumnya.
Kaji ulang yang dimaksud adalah pengujian yang sifatnya quality control, sedangkan
pengujian di langkah kelima bersifat quality assurance. Quality control dilakukan oleh
personal internal tim untuk membangun kualitas, sedangkan quality assurance dilakukan oleh
orang di luar tim untuk menguji kualitas sistem. Semua langkah dalam siklus harus
terdokumentasi. Dokumentasi yang baik akan mempermudah pemeliharaan dan peningkatan
fungsi sistem

 Pembuatan Prototipe
Pembuatan prototipe (prototyping) meliputi pengembangan sistem uji coba yang cepat dan
murah untuk dievaluasi oleh pengguna akhir. Lewat interaksi dengan prototipe, para
pengguna dapat memperoleh gagasan yang lebih baik mengenai kebutuhan informasi mereka.
Prototipe yang telah disetujui oleh pengguna dapat digunakan sebagai patokan untuk
membuat sistem versi finalnya.
Prototipe (prototype) adalah versi sistem informasi atau bagian dari sistem yang sudah
dapat berfungsi, tetapi dimaksudkan hanya sebagai model awal saja. Stelah beroperasi,
prototipe akan lebih jauh diperhalus hingga cocok sekali dengan kebutuhan penggunannya.
Ketika rancangannya telah difinalisasi, prototipe dapat dikonversi menjadi sistem produksi
jauh lebih baik.
Proses membuat rancangan awal, mencobanya, memperhalusnya, dan mencoba kembali
disebut proses pengembangan sistem yang iteratif (iterative) karena langkah-langkah yang
dibutuhkan untuk membuat sistem dapat diulangi beberapa kali.
 Langkah-Langkah Dalam Pembuatan Prototipe
Model empat langkah dari proses pembuatan prototipe yang terdiri atas:
Langkah 1: Mengidentifikasi kebutuhan dasar pengguna. Perancangan sistem (baiasanya
spesialis sistem informasi) bekerja cukup lama dengan pengguna untuk
mendapatkan informasi kebutuhan dasar pengguna.
Langkah 2: Mengembangkan prototipe awal. Perancang sistem dengan cepat membuat
prototipe yang fungsional, menggunakan perangkat-perangkat untuk
menciptakan perangkat lunak dengan cepat.
Langkah 3: Menggunakan prototipe. Pengguna didorong untuk bekerja dengan sistem tersebut
untuk menentukan seberapa baik prototipe itu memenuhi kebutuhannya, dan
untuk memberikan saran-saran bagaimana memperbaiki prototipe itu.
Langkah 4: Merevisi dan memperbaki prototipe. Pembuatan sistem mencatat semua
perubahan yang diminta pengguna dan memperhalus prototipe berdasarkan
permintaan tersebut. Setelah prototipe direvisi, siklusnya kembali ke langkah 3,
langkah 3 dan 4 diulangi terus hingga penggunaanya merasa puas.

 Keuntungan dan Kerugian Pembuatan Prototipe


Keunggulan dari prototype :
a) adanya komunikasi antara pengembang dan pelanggan
b) pengembang dapat bekerja lebih baik
c) pelanggan berperan aktif dalam pengembangan
d) lebih menghemat waktu
e) harapan menjadi lebih baik
Kelemahan dari prototype :
1. pelanggan tidak paham bahwa perangkat lunak yang ada belum mencantumkan
kualitas dan pemeliharaan untuk jangka waktu lama.
2. pengembang biasanya ingin cepat, menyelesaikan proyek sehingga menggunakan
alogaritma dan bahasa yang sedderhana agar lebih cepat, tanpa memikirkan program
tersebut merupakan blue print system.
3. hubungan pelanggan dengan komputer yang disediakan tidak mencerminkan teknik
perancangan yang baik.
BAB 7