Anda di halaman 1dari 11

 

KETERBUKAAN INFORMASI KEPADA PARA PEMEGANG SAHAM


PT ACSET INDONUSA TBK

KETERBUKAAN INFORMASI INI DIBUAT DAN DITUJUKAN DALAM RANGKA MEMENUHI


PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN ("OJK") NO. 14/POJK.04/2019 TENTANG
PERUBAHAN ATAS PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 32/POJK.04/2015
TENTANG PENAMBAHAN MODAL PERUSAHAAN TERBUKA DENGAN MEMBERIKAN HAK
MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU ("POJK 14/2019").

INFORMASI SEBAGAIMANA TERCANTUM DALAM KETERBUKAAN INFORMASI KEPADA


PARA PEMEGANG SAHAM TERKAIT RENCANA PENAMBAHAN MODAL TANPA HAK
MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU ("PENAMBAHAN MODAL") ("KETERBUKAAN
INFORMASI") PENTING UNTUK DIPERHATIKAN OLEH PEMEGANG SAHAM PT ACSET
INDONUSA TBK ("PERSEROAN") UNTUK MENGAMBIL KEPUTUSAN SEHUBUNGAN
DENGAN RENCANA PENAMBAHAN MODAL.

JIKA ANDA MENGALAMI KESULITAN UNTUK MEMAHAMI INFORMASI SEBAGAIMANA


TERCANTUM DALAM KETERBUKAAN INFORMASI INI ATAU RAGU-RAGU DALAM
MENGAMBIL KEPUTUSAN, SEBAIKNYA ANDA BERKONSULTASI DENGAN PERANTARA
PEDAGANG EFEK, MANAJER INVESTASI, PENASIHAT HUKUM, AKUNTAN PUBLIK ATAU
PENASIHAT PROFESIONAL LAINNYA.

PT ACSET INDONUSA TBK


Berkedudukan di Jakarta Pusat, Indonesia

Kegiatan Usaha:
Jasa Pelaksana Konstruksi

Kantor Pusat:
ACSET Building, Jl. Majapahit No. 26

Petojo Selatan, Gambir, Jakarta 10160, Indonesia

Telepon: +62-21-3511961
Faksimili: +62-21-3441413
Website: http://www.acset.co
Email: corporate.secretary@acset.co


 
DIREKSI DAN DEWAN KOMISARIS PERSEROAN, BAIK SECARA SENDIRI-SENDIRI MAUPUN
BERSAMA-SAMA, BERTANGGUNG JAWAB SEPENUHNYA ATAS KEBENARAN DAN
KELENGKAPAN INFORMASI SEBAGAIMANA DIUNGKAPKAN DI DALAM KETERBUKAAN
INFORMASI INI DAN SETELAH MELAKUKAN PENELITIAN SECARA SEKSAMA,
MENEGASKAN BAHWA INFORMASI YANG DIMUAT DALAM KETERBUKAAN INFORMASI INI
ADALAH BENAR DAN TIDAK ADA FAKTA PENTING MATERIAL DAN RELEVAN YANG TIDAK
DIUNGKAPKAN ATAU DIHILANGKAN SEHINGGA MENYEBABKAN INFORMASI YANG
DIBERIKAN DALAM KETERBUKAAN INFORMASI INI MENJADI TIDAK BENAR DAN/ATAU
MENYESATKAN.

RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM LUAR BIASA ("RUPSLB") PERSEROAN AKAN


DISELENGGARAKAN PADA HARI RABU, TANGGAL 18 AGUSTUS 2021, YANG ANTARA LAIN
AKAN MENGUSULKAN PERSETUJUAN RENCANA PENAMBAHAN MODAL.

SELURUH INFORMASI YANG DIMUAT DI DALAM KETERBUKAAN INFORMASI INI HANYA


MERUPAKAN USULAN, YANG TUNDUK KEPADA PERSETUJUAN RUPSLB DALAM RANGKA
PENAMBAHAN MODAL.

KETERBUKAAN INFORMASI INI PENTING UNTUK DIPERHATIKAN OLEH PARA PEMEGANG


SAHAM PT ACSET INDONUSA TBK ("PERSEROAN") UNTUK MENGAMBIL KEPUTUSAN
DALAM RUPSLB PERSEROAN SEHUBUNGAN DENGAN PENAMBAHAN MODAL.

A. PENDAHULUAN

Dengan mengacu pada POJK 14/2019, Perseroan berencana untuk melakukan Penambahan Modal,
dengan syarat dan ketentuan sebagaimana diungkapkan dalam Keterbukaan Informasi ini, setelah
mendapatkan persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham (“RUPS”) melalui RUPSLB yang akan
diselenggarakan pada tanggal 18 Agustus 2021.

Sehubungan dengan rencana Penambahan Modal dan penyelenggaraan RUPSLB, Perseroan telah
melakukan hal-hal sebagai berikut:

1. menyampaikan pemberitahuan kepada OJK melalui Surat No. 047/AI-HO/CRSL/VII/21, tanggal 5


Juli 2021 perihal Pemberitahuan Rencana Pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Luar
Biasa PT Acset Indonusa Tbk; dan

2. melakukan pengumuman RUPSLB melalui situs web PT Bursa Efek Indonesia (“BEI”), situs web
penyedia e-RUPS yakni KSEI (eASY.KSEI) dan situs web Perseroan pada tanggal 12 Juli 2021.

Pada tanggal Keterbukaan Informasi ini, PT Karya Supra Perkasa (“KSP”) berencana untuk mengambil
bagian atas saham-saham baru Perseroan yang akan diterbitkan dalam rangka Penambahan Modal.

Berdasarkan Surat Pernyataan tertanggal 12 Juli 2021, KSP selaku pemegang saham Perseroan
sebesar 64,84% (enam puluh empat koma delapan empat persen) (yang juga merupakan pemegang
saham utama dan pemegang saham pengendali Perseroan) telah menyatakan keinginannya untuk
mengambil bagian sebanyak-banyaknya atau dengan jumlah maksimum 15.000.000.000 (lima belas
miliar) lembar saham dari saham-saham baru Perseroan tergantung pada pemenuhan persyaratan-
persyaratan yang dibutuhkan.

Sehubungan dengan hal tersebut, dengan mengingat bahwa KSP merupakan pemegang saham utama
dan pemegang saham pengendali Perseroan, dan karenanya merupakan pihak terafiliasi dari
Perseroan, maka sebagaimana diatur dalam Pasal 44B POJK 14/2019, Perseroan dikecualikan untuk
mengikuti ketentuan sebagaimana dimaksud dalam peraturan di sektor pasar modal yang mengatur
mengenai Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan Transaksi Tertentu sebagaimana diatur dalam
Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.


 
Penambahan Modal juga merupakan Transaksi Material sebagaimana diatur dalam POJK
17/POJK.04/2020 Tahun 2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha (“POJK
17/2020”). Akan tetapi, berdasarkan Pasal 33 ayat (c) POJK 17/2020, Perseroan hanya wajib
memenuhi ketentuan POJK 14/2019.

Uraian detail dari rencana Penambahan Modal ini akan diuraikan lebih lanjut di bawah ini.

B. PENAMBAHAN MODAL TANPA HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU


("PENAMBAHAN MODAL")

1. Informasi Sehubungan Dengan Penambahan Modal

Pengeluaran saham-saham baru oleh Perseroan dalam rencana Penambahan Modal ini
dilakukan dalam rangka memperbaiki kondisi keuangan Perseroan sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 8B POJK 14/2019, dikarenakan kondisi keuangan Perseroan saat ini memenuhi kondisi
perusahaan terbuka yang memiliki modal kerja bersih negatif dan memiliki liabilitas melebihi 80%
(delapan puluh persen) dari aset perusahaan terbuka pada saat RUPSLB yang menyetujui
penambahan modal tersebut.

Berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasian untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2020 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis &
Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material (“Laporan Keuangan”), modal kerja
bersih negatif Perseroan adalah sebesar Rp409.901 juta (empat ratus sembilan miliar sembilan
ratus satu juta Rupiah). Lebih lanjut, total liabilitas Perseroan berdasarkan Laporan Keuangan
adalah sebesar Rp2.731.074 juta (dua triliun tujuh ratus tiga puluh satu miliar tujuh puluh empat
juta Rupiah), sedangkan total aset Perseroan adalah sebesar Rp3.055.106 juta (tiga triliun lima
puluh lima miliar seratus enam juta Rupiah) (“Total Aset”).

Sehubungan dengan hal tersebut, persentase riil atas jumlah liabilitas Perseroan terhadap Total
Aset Perseroan adalah sebesar 89,4% (delapan puluh sembilan koma empat persen), di mana,
persentase jumlah liabilitas tersebut melebihi 80% (delapan puluh persen) dari Total Aset
Perseroan sebagaimana disyaratkan dalam POJK 14/2019.

Jumlah saham yang akan diterbitkan dalam rencana Penambahan Modal yaitu sebanyak-
banyaknya atau dengan jumlah maksimum 15.000.000.000 (lima belas miliar) saham, masing-
masing bernilai nominal Rp100 (seratus Rupiah), yang merupakan sebanyak-banyaknya 70,01%
(tujuh puluh koma nol satu persen) dari jumlah seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor
penuh dalam Perseroan setelah pelaksanaan Penambahan Modal ini.

Sehubungan dengan rencana Penambahan Modal ini, Perseroan tidak memerlukan persetujuan
dari pihak ketiga lain berdasarkan perjanjian-perjanjian di mana Perseroan menjadi pihak, selain
persetujuan dari PT Bank Mizuho Indonesia, PT Bank UOB Indonesia, PT Bank Mandiri (Persero)
Tbk, PT Bank CIMB Niaga Tbk, PT Bank Danamon Indonesia Tbk dan PT Bank BTPN Tbk,
persetujuan RUPSLB dan persetujuan atau pelaporan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia (“Menkumham”) sebagaimana disyaratkan oleh peraturan perundangan yang berlaku.

2. Perkiraan Rencana Penggunaan Dana

Perseroan berencana untuk menggunakan seluruh dana yang diterimanya dari Penambahan
Modal (setelah dikurangi dengan biaya-biaya dan pengeluaran-pengeluaran lainnya), untuk:

a) Pembayaran utang Perseroan

Sebesar kurang lebih Rp939.785 juta (sembilan ratus tiga puluh sembilan miliar tujuh ratus
delapan puluh lima juta Rupiah) akan digunakan untuk membayar utang Perseroan kepada
PT United Tractors Tbk sebagaimana yang dimaksud pada Butir B No. 3 Keterbukaan
Informasi ini.


 
b) Modal kerja

Sebesar kurang lebih Rp560.215 juta (lima ratus enam puluh miliar dua ratus lima belas juta
Rupiah) akan digunakan untuk modal kerja termasuk namun tidak terbatas pada pemenuhan
modal kerja operasional untuk mendukung pengembangan usaha Perseroan.

3. Riwayat Utang yang akan Dilunasi dari Dana Hasil Pelaksanaan Penambahan Modal

Perjanjian Pinjaman Pemegang Saham dengan PT United Tractors Tbk

Pada tanggal 1 Maret 2018, Perseroan menandatangani fasilitas pinjaman pemegang saham
dengan PT United Tractors Tbk (“United Tractors”) yang terdiri atas pinjaman berjangka dan
pinjaman revolving dengan total fasilitas sebesar Rp1.600.000.000.000,- (satu triliun enam ratus
miliar Rupiah). Fasilitas ini dikenakan bunga Jakarta Inter-bank Offered Rate (“JIBOR”) ditambah
3% (tiga persen) per tahun.

Pada tanggal 19 Agustus 2019, Perseroan menandatangani amandemen pertama atas fasilitas
pinjaman dari pemegang saham dengan United Tractors di mana Perseroan dan United Tractors
sepakat untuk menambah fasilitas pinjaman menjadi Rp4.000.000.000.000,- (empat triliun
Rupiah), jatuh tempo pada 30 April 2023. Selain itu, perubahan juga dilakukan terhadap tingkat
suku bunga sehingga menjadi bunga JIBOR ditambah 2,5% (dua koma lima persen) per tahun
(“Fasilitas Pinjaman United Tractors”).

Sejak tanggal 1 Maret 2018 sampai pada tanggal RUPSLB dilaksanakan, diperkirakan jumlah
terutang Perseroan yang belum dibayarkan berdasarkan pinjaman pemegang saham ini adalah
sejumlah Rp939.785 juta (sembilan ratus tiga puluh sembilan miliar tujuh ratus delapan puluh lima
juta Rupiah).

4. Jumlah Saham Penambahan Modal

Sehubungan dengan Penambahan Modal, dalam Keterbukaan Informasi ini Perseroan


bermaksud untuk menerbitkan sebanyak-banyaknya atau dengan jumlah maksimum
15.000.000.000 (lima belas miliar) lembar saham dengan nilai nominal Rp100 (seratus Rupiah)
per saham (“Saham Baru”), yang mewakili sebanyak-banyaknya 70,01% (tujuh puluh koma nol
satu persen) Saham Baru dari jumlah saham Perseroan yang telah ditempatkan dan disetor penuh
dalam Perseroan per tanggal Keterbukaan Informasi ini, berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan No. 37 tanggal 6 April 2021, dibuat di hadapan Jose
Dima Satria, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta Selatan, sebagaimana telah diberitahukan kepada
Menkumham berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan Anggaran Dasar No. AHU-
AH.01.03-0285975 tanggal 3 Mei 2021 (“Akta No. 37”).

Saham Baru tersebut akan diterbitkan dari portepel Perseroan dan akan dicatatkan di BEI sesuai
dengan peraturan perundangan yang berlaku, termasuk Peraturan BEI No. I-A Tentang
Pencatatan Saham dan Efek Bersifat Ekuitas Selain Saham yang Diterbitkan oleh Perusahaan
Tercatat, Lampiran Keputusan Direksi PT BEI No. Kep-00183/BEI/12-2018 tanggal 26 Desember
2018 (“Peraturan I-A”). Saham Baru akan memiliki hak yang sama dan sederajat dalam segala
hal termasuk hak atas dividen dengan saham Perseroan lainnya.

Penerbitan Saham Baru akan dilakukan melalui Penambahan Modal sesuai dengan POJK
14/2019, dan oleh karenanya pelaksanaan Penambahan Modal akan dilakukan setelah
diperolehnya persetujuan para pemegang saham Perseroan dalam RUPSLB sehubungan dengan
Penambahan Modal yang akan diselenggarakan pada tanggal 18 Agustus 2021.

Pelaksanaan dari Penambahan Modal, termasuk harga pelaksanaan dan jumlah final atas Saham
Baru yang akan diterbitkan, akan diumumkan kepada masyarakat sesuai dengan peraturan
perundangan yang berlaku. Penyetoran Saham Baru Perseroan akan dilakukan dalam bentuk
tunai.


 
5. Penetapan Harga Penambahan Modal

Harga pelaksanaan penerbitan Saham Baru dalam rangka Penambahan Modal merujuk pada
ketentuan Peraturan No. I-A, di mana penetapan harga pelaksanaan ditentukan berdasarkan
kesepakatan para pihak, dilaksanakan dengan wajar (arm's length transaction), tidak melanggar
undang-undang yang berlaku, dan dilaksanakan dengan tidak merugikan pemegang saham
bukan pengendali dan bukan pemegang saham utama.

6. Periode Pelaksanaan Penambahan Modal

Penambahan Modal ini dapat dilaksanakan sejak disetujui oleh RUPSLB Perseroan. Perseroan
akan melaksanakan Penambahan Modal sesuai Anggaran Dasar dan peraturan perundang-
undangan yang berlaku, termasuk POJK 14/2019 dan Peraturan BEI No. I-A.

Sesuai dengan ketentuan POJK 14/2019, Perseroan akan melakukan keterbukaan informasi
sebagai berikut:

a) Paling lambat 5 (lima) hari kerja sebelum pelaksanaan Penambahan Modal, Perseroan akan
memberitahukan kepada OJK serta mengumumkan kepada masyarakat mengenai waktu
pelaksanaan Penambahan Modal tersebut.

b) Paling lambat 2 (dua) hari kerja setelah pelaksanaan Penambahan Modal, Perseroan akan
memberitahukan kepada OJK serta masyarakat hasil pelaksanaan Penambahan Modal,
yang meliputi informasi antara lain pihak yang melakukan penyetoran, jumlah dan harga
saham yang diterbitkan.

Dalam hal sebagian atau seluruh dana hasil dari Penambahan Modal digunakan untuk suatu
transaksi yang merupakan Transaksi Material, Transaksi Afiliasi dan/atau Transaksi Benturan
Kepentingan sebagaimana dimaksud dalam peraturan yang berlaku di bidang pasar modal di
Indonesia, Perseroan juga akan mematuhi ketentuan Peraturan OJK mengenai Transaksi
Material, Transaksi Afiliasi dan/atau Transaksi Benturan Kepentingan.
AKTU

C. INFORMASI TENTANG PERSEROAN

1. Riwayat Singkat Perseroan

Perseroan, berkedudukan di Jakarta Pusat, merupakan suatu perseroan terbatas terbuka yang
didirikan berdasarkan Hukum Indonesia. Perseroan didirikan dengan nama PT ACSET
INDONUSA berdasarkan Akta Pendirian Perseroan Terbatas Perseroan No. 2 tanggal 10 Januari
1995, dibuat di hadapan Notaris Liliana Arif Gondoutomo S.H., Notaris di Bekasi, dan telah
mendapat pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia berdasarkan Keputusan
Menteri Kehakiman Republik Indonesia No. C2-3640.HT.01.01.TH.95 tanggal 22 Maret 1995, dan
telah diumumkan dalam BNRI No. 76 tanggal 22 September 1995, Tambahan No. 7928.

Anggaran Dasar Perseroan terakhir adalah sebagaimana diubah berdasarkan Akta No. 37.
Melalui akta tersebut, para pemegang saham Perseroan menyetujui beberapa hal di antaranya (i)
pengangkatan anggota Direksi dan Dewan Komisaris untuk masa jabatan tahun 2021-2023; dan
(ii) penyesuaian beberapa pasal dalam Anggaran Dasar Perseroan.

2. Susunan Pengurus dan Pengawas Perseroan

Berdasarkan Akta No. 37, susunan Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan adalah sebagai
berikut:

Dewan Komisaris
Presiden Komisaris : Franciscus Xaverius Laksana Kesuma (Frans Kesuma)
Komisaris : Iwan Hadiantoro
Komisaris : Tan Tiam Seng Ronnie


 
Komisaris Independen : Buntoro Muljono
Komisaris Independen : Wiltarsa Halim

Direksi
Presiden Direktur : Idot Supriadi
Direktur : David Widjaja
Direktur : Yohanes Eka Prayuda
Direktur : Hilarius Arwandhi
Direktur : Djoko Prabowo
3. Struktur Permodalan Perseroan

Berdasarkan Akta No. 37 dan Daftar Pemegang Saham Perseroan per tanggal 30 Juni 2021 yang
dikeluarkan oleh PT Sinartama Gunita selaku Biro Administrasi Efek Perseroan, struktur
permodalan dan susunan pemegang saham Perseroan terakhir adalah sebagai berikut:

Keterangan Jumlah Saham Nominal (Rp)

Modal Dasar 15.700.000.000 Rp1.570.000.000.000

Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 6.425.160.000 Rp642.516.000.000

Saham dalam Portepel 9.274.840.000 Rp927.484.000.000

D. ALASAN DAN TUJUAN PENAMBAHAN MODAL

Pandemi Covid-19 yang telah terjadi sejak tahun 2020 membawa dampak signifikan terhadap kondisi
perekonomian Indonesia. Industri konstruksi yang menjadi salah satu tulang punggung perekonomian
terdampak cukup serius yang ditandai dengan menurunnya kinerja emiten-emiten konstruksi yang
tercatat di BEI. Perseroan sebagai salah satu kontraktor swasta terbesar di Indonesia turut mengalami
dampak secara langsung dan tidak langsung dari pandemi ini dan membutuhkan penambahan modal
guna memperbaiki posisi keuangan.

Sehubungan dengan hal tersebut, Perseroan bermaksud untuk menerbitkan Saham Baru melalui
Penambahan Modal sesuai dengan POJK 14/2019 guna menjaga keberlangsungan usaha Perseroan.
Dengan adanya pelaksanaan Penambahan Modal ini, struktur permodalan Perseroan akan membaik
dan dapat mendukung perkembangan Perseroan di masa mendatang.

Secara khusus, pelaksanaan Penambahan Modal memberikan alternatif sumber pembiayaan baru bagi
Perseroan dan dapat memperbaiki kondisi solvabilitas dengan membayar utang atau kewajiban
finansial Perseroan. Di sisi lain, pelaksanaan Penambahan Modal ini akan berdampak positif bagi
Perseroan dalam hal-hal sebagai berikut:

1. Peningkatan nilai aset lancar Perseroan; dan


2. Perbaikan likuiditas Perseroan.


 
E. PROFORMA STRUKTUR PERMODALAN PERSEROAN SEBELUM DAN SETELAH
PENAMBAHAN MODAL

Tabel di bawah ini menunjukkan proforma struktur permodalan Perseroan sebelum dan setelah
dilakukannya Penambahan Modal.

Keterangan Sebelum Penambahan Modal Proforma Setelah Penambahan


Modal

Jumlah Nilai Nominal Saham Jumlah Nilai Nominal


Saham @ Rp100 per saham Saham Saham @ Rp100
(Rp) per saham (Rp)

Modal Dasar 15.700.000.000 1.570.000.000.000 25.700.640.000 2.570.064.000.000

Modal 6.425.160.000 642.516.000.000 21.425.160.000 2.142.516.000.000


ditempatkan dan
disetor penuh

Sisa saham 9.274.840.000 927.484.000.000 4.275.480.000 427.548.000.000


dalam portepel

Tabel di bawah ini menunjukkan proforma komposisi dan struktur permodalan dan pemegang saham
Perseroan sebelum dan setelah dilaksanakannya Penambahan Modal dengan asumsi bahwa
Perseroan menerbitkan sebanyak-banyaknya atau jumlah maksimum 15.000.000.000 (lima belas
miliar) Saham Baru.Data komposisi dan struktur permodalan sebelum peningkatan modal ditempatkan
dan disetor penuh Perseroan pada tabel di bawah ini berdasarkan Daftar Pemegang Saham Perseroan
per tanggal 30 Juni 2021 yang dipersiapkan oleh PT Sinartama Gunita selaku Biro Administrasi Efek
yang ditunjuk oleh Perseroan.

Deskripsi Sebelum Penambahan Modal Setelah Penambahan Modal

Jumlah Saham Nilai Nominal Saham (%) Jumlah Saham Nilai Nominal Saham (%)
@ Rp100 per saham @ Rp100 per saham
(Rp) (Rp)

PT Karya 4.165.808.885 416.580.888.500 64,84 19.165.808.885 1.916.580.888.500 89,45


Supra Perkasa

PT Cross Plus 457.744.567 45.774.456.700 7,12 457.744.567 45.774.456.700 2,14


Indonesia

Masyarakat 1.801.606.548 180.160.654.800 28,04 1.801.606.548 180.160.654.800 8,41


Lainnya

Jumlah Modal 6.425.160.000 642.516.000.000 100,00 21.425.160.000 2.142.516.000.000 100,00


Ditempatkan
dan Disetor

Saham dalam 9.274.840.000 927.484.000.000 - 4.275.480.000 427.548.000.000 -


Portepel


 
F. ANALISIS MENGENAI PENGARUH PENAMBAHAN MODAL TERHADAP KONDISI
KEUANGAN DAN PEMEGANG SAHAM PERSEROAN

1. Proforma Konsolidasi Keuangan Perseroan Sebelum dan Setelah Rencana Penambahan


Modal

Perseroan memperkirakan bahwa rencana Penambahan Modal ini akan berpengaruh positif
terhadap kondisi keuangan konsolidasi Perseroan. Berikut merupakan analisa perbandingan
untuk periode sebelum transaksi yang menggunakan Laporan Keuangan tahun 2020 dengan
kondisi setelah Penambahan Modal dilakukan:

a. rasio lancar Perseroan (total aset lancar dibandingkan dengan total kewajiban lancar) akan
meningkat dari sebelumnya 0,84x (nol koma delapan empat kali) menjadi 1,65x (satu koma
enam lima kali), yang diakibatkan oleh meningkatnya kas dan setara kas Perseroan serta
berkurangnya liabilitas lancar Perseroan;

b. modal kerja bersih Perseroan akan membaik, dari sebelumnya negatif Rp409.901 juta
(empat ratus sembilan miliar sembilan ratus satu juta Rupiah) menjadi positif sebesar
Rp1.090.099 juta (satu triliun sembilan puluh miliar sembilan puluh sembilan juta Rupiah);

c. jumlah kas dan setara kas akan meningkat sebesar 763% (tujuh ratus enam puluh tiga
persen) dari Rp73.400 juta (tujuh puluh tiga miliar empat ratus juta Rupiah) menjadi
Rp633.615 juta (enam ratus tiga puluh tiga miliar enam ratus lima belas juta Rupiah);

d. jumlah aset akan meningkat sebesar 18% (delapan belas persen) dari Rp3.055.106 juta
(tiga triliun lima puluh lima miliar seratus enam juta Rupiah) menjadi Rp3.615.321 juta (tiga
triliun enam ratus lima belas miliar tiga ratus dua puluh satu juta Rupiah);

e. jumlah liabilitas akan berkurang sebesar 34% (tiga puluh empat persen) dari Rp2.731.074
juta (dua triliun tujuh ratus tiga puluh satu miliar tujuh puluh empat juta Rupiah) menjadi
Rp1.791.289 juta (satu triliun tujuh ratus sembilan puluh satu miliar dua ratus delapan puluh
sembilan juta Rupiah); dan

f. jumlah ekuitas akan meningkat sebesar 463% (empat ratus enam puluh tiga persen) dari
Rp324.032 juta (tiga ratus dua puluh empat miliar tiga puluh dua juta Rupiah) menjadi
Rp1.824.032 juta (satu triliun delapan ratus dua puluh empat miliar tiga puluh dua juta
Rupiah).

2. Penjelasan atas Akun yang Menyebabkan Posisi Keuangan Perseroan dalam Rangka
Memperbaiki Posisi Keuangan

Pengeluaran Saham Baru Perseroan dalam rangka Penambahan Modal dilakukan dalam rangka
memperbaiki kondisi keuangan Perseroan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8B POJK 14/2019,
yaitu bahwa penambahan modal dalam rangka memperbaiki kondisi keuangan dapat dilakukan
sepanjang memenuhi kondisi perusahaan terbuka yang memiliki modal kerja bersih negatif dan
memiliki liabilitas melebihi 80% (delapan puluh persen) dari aset perusahaan terbuka pada saat
RUPSLB yang menyetujui penambahan modal tersebut.

Berdasarkan Laporan Keuangan yang telah diumumkan melalui situs web BEI pada tanggal 24
Februari 2021, Perseroan memenuhi kondisi modal kerja bersih negatif sebesar Rp409.901 juta
(empat ratus sembilan miliar sembilan ratus satu juta Rupiah) dan jumlah liabilitas Perseroan
tercatat sebesar Rp2.731.074 juta (dua triliun tujuh ratus tiga puluh satu miliar tujuh puluh empat
juta Rupiah) yang melebihi 80% (delapan puluh persen) dari total aset Perseroan yang tercatat
sebesar Rp3.055.106 juta (tiga triliun lima puluh lima miliar seratus enam juta Rupiah).


 
*dalam juta Rupiah

31 Desember 2020 (diaudit)


Modal kerja bersih (409.901)
Total Aset 3.055.106
Total Liabilitas 2.731.074
(%) Total Liabilitas / Total Aset 89%

G. RISIKO ATAU DAMPAK PENAMBAHAN MODAL

Rencana Penambahan Modal ini akan berpengaruh positif terhadap kondisi keuangan konsolidasi
Perseroan dan entitas anak, yaitu antara lain akan memperbaiki struktur permodalan dan menurunkan
rasio utang terhadap ekuitas Perseroan. Pelaksanaan penerbitan Saham Baru melalui Penambahan
Modal ini juga akan meningkatkan jumlah saham yang diterbitkan oleh Perseroan sehingga nantinya
akan memberi dampak pada likuiditas perdagangan saham Perseroan.

Secara umum, tidak terdapat dampak lain selain dilusi yang akan dialami oleh pemegang saham
Perseroan lain yang tidak terlibat dalam Penambahan Modal ini. Dalam pelaksanaan Penambahan
Modal, Perseroan akan tetap memperhatikan peraturan perundang-undangan yang berlaku terutama
mengenai ketentuan minimal kepemilikan saham pemegang saham publik.

Setelah pelaksanaan Penambahan Modal, maka jumlah saham Perseroan yang ditempatkan dan
disetor akan meningkat. Dengan asumsi jumlah lembar saham yang diterbitkan Perseroan dalam
Penambahan Modal adalah sebanyak-banyaknya atau dengan jumlah maksimum 15.000.000.000
(lima belas miliar) lembar Saham Baru, maka kepemilikan saham oleh pemegang saham Perseroan
akan mengalami penurunan (dilusi) sebesar maksimum 70,01% (tujuh puluh koma nol satu persen)
dengan asumsi jumlah lembar saham yang diterbitkan sebanyak-banyaknya 15.000.000.000 (lima
belas miliar) lembar Saham Baru.

H. RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM LUAR BIASA PERSEROAN

Keterbukaan Informasi ini akan dimintakan persetujuan dari Pemegang Saham Perseroan dalam
RUPSLB Perseroan yang akan diselenggarakan pada Rabu, 18 Agustus 2021 pukul 14.00 WIB-
selesai, bertempat di Ballroom United Tractors, Jl. Raya Bekasi Km.22 Jakarta Timur, dengan agenda
sebagai berikut:

1. Persetujuan atas Penambahan Modal Tanpa Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu
(“HMETD”); dan
2. Persetujuan atas perubahan Anggaran Dasar Perseroan Pasal 4 ayat (1) mengenai Modal Dasar
Perseroan dan Pasal 4 ayat (2) mengenai Modal Ditempatkan dan Disetor Perseroan.

Penyelenggaraan RUPSLB akan dilakukan sesuai dengan ketentuan sebagaimana diatur dalam POJK
mengenai Rencana dan Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka dan
Anggaran Dasar Perseroan dan Pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka
Secara Elektronik.

Pengumuman dan pemanggilan RUPSLB masing-masing akan diumumkan pada situs web Perseroan,
situs web BEI dan eASY.KSEI pada tanggal 12 Juli 2021 dan 27 Juli 2021.


 
KETERANGAN TENTANG PIHAK YANG MENGAMBIL BAGIAN DALAM PENAMBAHAN
MODAL

Sehubungan dengan pengungkapan dalam Butir A Pendahuluan, pada tanggal Keterbukaan Informasi
ini, KSP berencana untuk mengambil bagian atas Saham Baru yang akan diterbitkan oleh Perseroan
dalam rangka Penambahan Modal ini.

Lebih lanjut, berikut adalah keterangan terkait dengan KSP sebagai pihak yang mengambil bagian
dalam Penambahan Modal:

1. Riwayat Singkat KSP

KSP, berkedudukan di Jakarta Timur, merupakan suatu perseroan terbatas yang didirikan
berdasarkan Hukum Indonesia. KSP didirikan dengan nama PT Karya Supra Perkasa
berdasarkan Akta Pendirian Perseroan Terbatas Perseroan No. 1 tanggal 3 Oktober 2014, dibuat
di hadapan Mardiana, S.H. dan telah mendapat pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia berdasarkan Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia No. AHU-28200.40.10.2014 tanggal 7 Oktober 2014, telah didaftarkan dalam
Daftar Perseroan Nomor AHU-0102696.40.80.2014 tanggal 7 Oktober 2014.

Anggaran Dasar KSP adalah sebagaimana diubah beberapa kali, dan perubahan Anggaran Dasar
KSP terakhir sebagaimana tercantum dalam Akta No. 96 tanggal 27 Maret 2020 yang dibuat di
hadapan Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta Selatan, yang telah mendapatkan
persetujuan dari Menkumham Nomor AHU-0032111.AH.01.02. Tahun 2020 tertanggal 25 April
2020 dan telah diberitahukan kepada Menkumham berdasarkan Surat Penerimaan
Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar No. AHU-AH.01.03-0199799 tanggal 25 April 2020.
Melalui akta ini, KSP mengubah ketentuan Pasal 3, Pasal 10 ayat (1) dan ayat (2), Pasal 11 ayat
(6), Pasal 13 ayat (1), ayat (5), serta Pasal 14 ayat (10) Anggaran Dasar KSP.

2. Susunan Pengurus dan Pengawas KSP

Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham No. 1 tanggal 1 Juli 2020, dibuat di
hadapan Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta Selatan, sebagaimana telah
diberitahukan kepada Menkumham berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan
Data Perseroan No. AHU-AH.01.03-0271101 tanggal 2 Juli 2020, susunan Direksi dan Dewan
Komisaris KSP adalah sebagai berikut:

Dewan Komisaris
Komisaris : Frans Kesuma
Direksi
Direktur : Iwan Hadiantoro
3. Struktur Permodalan KSP

Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham No. 133 tanggal 16 Desember 2019,
dibuat di hadapan Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta Selatan, sebagaimana telah
diberitahukan kepada Menkumham berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan
Anggaran Dasar No. AHU-AH.01.03-0374075 tanggal 17 Desember 2019, struktur permodalan
dan susunan pemegang saham KSP terakhir adalah sebagai berikut:

10 
 
Keterangan Jumlah Saham Nominal (Rp) %

Modal Dasar 3.000.000.000 Rp3.000.000.000.000

Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh

PT United Tractors Tbk 1.126.900 Rp1.126.900.000.000 99,91

PT United Tractors Pandu 1.000 Rp1.000.000.000 0,09


Engineering

Jumlah Modal Ditempatkan 1.127.900 Rp1.127.900.000.000 37,60


dan Disetor Penuh

Saham dalam Portepel 1.872.100 Rp1.872.100.000.000 62,40

4. Sifat Hubungan Afiliasi

KSP merupakan pemegang saham utama dan pemegang saham pengendali Perseroan, dan
karenanya merupakan pihak terafiliasi dari Perseroan.

5. Penjelasan, Pertimbangan dan Alasan Dilakukan Penambahan Modal oleh Pemodal yang
Merupakan Pihak Terafiliasi Dibandingkan dengan Apabila Dilakukan oleh Bukan Pihak
Terafiliasi

Saat ini Perseroan memiliki kebutuhan yang mendesak untuk memperkuat serta memperbaiki
posisi keuangannya dan hal itu akan diatasi melalui Penambahan Modal. Sebagai pemegang
saham utama dan pemegang saham pengendali Perseroan, KSP telah berkomitmen untuk
memberikan kepastian dan dukungan yang penuh kepada Perseroan agar perbaikan posisi
keuangan Perseroan tersebut dapat dilakukan dalam waktu secepatnya, dengan berpartisipasi
penuh dalam Penambahan Modal yang akan dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan yang berlaku.

PERNYATAAN DIREKSI DAN DEWAN KOMISARIS PERSEROAN

Keterbukaan Informasi ini telah disetujui oleh Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan, oleh karenanya
Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan bertanggung jawab atas kebenaran informasi material yang
disampaikan dan pendapat yang dikemukakan dalam Keterbukaan Informasi ini adalah wajar dan
benar serta tidak ada informasi material lainnya yang belum diungkapkan sehingga dapat
menyebabkan adanya informasi yang disampaikan menjadi tidak benar atau menyesatkan.

INFORMASI TAMBAHAN

Para pemegang saham yang hendak memperoleh informasi tambahan sehubungan dengan rencana
Penambahan Modal dapat menghubungi Perseroan pada hari dan jam kerja di kantor pusat operasional
Perseroan:

Corporate Secretary Perseroan


Telepon: +62-21-3511961
Faksimili: +62-21-3441413
Website: http://www.acset.co
Email: corporate.secretary@acset.co

Senin, 12 Juli 2021


Direksi PT ACSET INDONUSA Tbk
 

11